cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
ISSN : 08527776     EISSN : 26557282     DOI : -
Core Subject : Education,
Vidya Wertta Journal published by the Religion and Culture Fakulty of the Indonesian Hindu University. Publish twice a year, on April and October. The focus and reach of issues raised in the Vidya Wertta Journal include religion, philosophy, religious and cultural law.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
OGOH-OGOH: DARI TRADISI SAMPAI EFEKTIVITAS HUKUM NEGARA DALAM PELESTARIANNYA DI KOTA DENPASAR I Putu Sastra Wibawa; Ida Bagus Alit Yoga Maheswara; Komang Indra Apsaridewi; I Gusti Ayu Ketut Artatik; Gede Made Arthadana
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/yhg75386

Abstract

Peraturan Daerah Kota Denpasar tentang Ogoh-Ogoh, pasca ditetapkan dan diberlakukan tersebut tentunya perlu diuji daya keberlakuannya dan kepatuhan di masyarakat terhadap Peraturan Daerah tentang Ogoh-Ogoh tersebut, jangan sampai Peraturan Daerah tentang Ogoh-Ogoh tersebut berhenti sebagai ancaman diatas kertas saja tanpa ada tindak lanjut dilapangan. Karena sebaik-baiknya hukum yang ada, jika tidak diterapkan dan ditegakkan dengan baik, maka hal tersebut tidaklah hukum yang dikehendaki masyarakat. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif, serta termasuk penelitian hukum normatif dengan melakukan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep hukum, serta pendekatan analisa hukum. Penelitian ini menemukan ternyata tidak hanya diperlukan peran Hukum Negara dalam melestarikan tradisi budaya Bali, khususnya Ogoh-Ogoh di Kota Denpasar, melainkan juga diperlukan peran hukum adat beserta struktur Desa Adatnya, dan terpenting adalah peran serta dari masyarakat itu sendiri dalam hal ini kesadaran hukum dari Sekaa Truna Truni di Kota Denpasar dalam menegakkan Peraturan Daerah tentang Ogoh-Ogoh di Kota Denpasar. Ternyata Peraturan Daerah tentang Ogoh-Ogoh di Kota Denpasar telah bekerja dengan baik komponen sistem hukumnya, baik dari sisi struktur hukum, substansi hukum, maupun budaya hukum masyarakat sehingga efektif untuk mencapai tujuan dari dibentuknya Peraturan Daerah itu sendiri.
HARMONISASI HUKUM ADAT DAN HUKUM NEGARA DALAM PENYELESAIAN SENGKETA MELALUI PERAN BALE KERTA ADHYAKSA Ida Bagus Gede Wahyu Pratama; Komang Arya Mukti Maruti; Ni Luh Sukma Imagy
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/wf38ze15

Abstract

Tulisan ini membahas integrasi prinsip keadilan restoratif dalam penyelesaian sengketa adat melalui peran kelembagaan Bale Kerta Adhyaksa di Bali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui integrasi keadilan restoratif dalam penyelesaian sengketa adat melalui peran Bale Kerta Adhyaksa dalam sistem hukum nasional serta tantangan dan prospek harmonisasi lembaga adat dalam sistem hukum nasional. Metode penelitian termasuk penelitian hukum normatif menggunakan pendekatan doktrinal dan peraturan perundang-undangan. Penggalian data dilakukan dengan penggalian bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan keadilan restoratif yang menekankan pada pemulihan hubungan sosial, musyawarah, dan rekonsiliasi, sejalan dengan nilai-nilai lokal masyarakat adat Bali. Bale Kerta Adhyaksa berfungsi sebagai jembatan antara sistem hukum negara dan hukum adat, mencerminkan model hukum yang harmoni dengan mengakomodasi konsepsi pluralisme hukum yang mengembangkan teknis partisipatif secara konseptual yang secara konvensional harus dilakukan melalui pemaksaan formalisme, melainkan dikembangkan kemudian melalui jembatan kultural dan institusional yang menghormati mekanisme lokal. Meskipun terdapat tantangan dalam aspek legal formal dan perbedaan paradigma hukum, sinergi ini menawarkan alternatif penyelesaian sengketa yang lebih humanis, efisien, dan berkeadilan substantif. Upaya harmonisasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi hukum adat dalam sistem hukum nasional.
TRADISI NYEPEG SAMPI DALAM UPACARA PECARUAN USABA KAWULU DESA ADAT ASAK KABUPATEN KARANGASEM I Nyoman Sudanta; Ni Putu Seni Maya Yuniasih
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ec3j2x37

Abstract

Artikel ini mengkaji Tradisi Nyepeg Sampi dalam upacara Pecaruan Usaba Kawulu Desa Adat Asak Kabupaten Karangasem. Nyepeg Sampi merupakan tradisi yang tergolong ke dalam upacara Bhuta Yadnya. Upacara Bhuta Yadnya bertujuan untuk menetralisir kekuatan negatif atau nyomia bhuta kala. Selain memiliki fungsi menetralisir kekuatan negatif di desa Adat Asak, Pecaruan Nyepeg Sampi juga dihubungkan dengan ritus Durga. Nyepeg Sampi juga dikategorikan ke dalam Tawur Balik Sumpah karena menggunakan korban sapi. Kriteria sapi yang digunakan dalam Tradisi Nyepeg Sampi begitu juga tata cara pelaksanaannya pun tidak boleh sembarangan. Sapi yang digunakan harus sapi hitam pejantan, tidak boleh cacat, tata cara pelaksanaannya pun diatur dalam lontar yang disucikan oleh masyarakat desa setempat.
OGOH-OGOH: DARI TRADISI SAMPAI EFEKTIVITAS HUKUM NEGARA DALAM PELESTARIANNYA DI KOTA DENPASAR I Putu Sastra Wibawa; Ida Bagus Alit Yoga Maheswara; Komang Indra Apsaridewi; I Gusti Ayu Ketut Artatik; Gede Made Arthadana; Ni Kadek Ayu Kristini Putri
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/nxgrre55

Abstract

Peraturan Daerah Kota Denpasar tentang Ogoh-Ogoh, pasca ditetapkan dan diberlakukan tersebut tentunya perlu diuji daya keberlakuannya dan kepatuhan di masyarakat terhadap Peraturan Daerah tentang Ogoh-Ogoh tersebut, jangan sampai Peraturan Daerah tentang Ogoh-Ogoh tersebut berhenti sebagai ancaman diatas kertas saja tanpa ada tindak lanjut dilapangan. Karena sebaik-baiknya hukum yang ada, jika tidak diterapkan dan ditegakkan dengan baik, maka hal tersebut tidaklah hukum yang dikehendaki masyarakat. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif, serta termasuk penelitian hukum normatif dengan melakukan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep hukum, serta pendekatan analisa hukum. Penelitian ini menemukan ternyata tidak hanya diperlukan peran Hukum Negara dalam melestarikan tradisi budaya Bali, khususnya Ogoh-Ogoh di Kota Denpasar, melainkan juga diperlukan peran hukum adat beserta struktur Desa Adatnya, dan terpenting adalah peran serta dari masyarakat itu sendiri dalam hal ini kesadaran hukum dari Sekaa Truna Truni di Kota Denpasar dalam menegakkan Peraturan Daerah tentang Ogoh-Ogoh di Kota Denpasar. Ternyata Peraturan Daerah tentang Ogoh-Ogoh di Kota Denpasar telah bekerja dengan baik komponen sistem hukumnya, baik dari sisi struktur hukum, substansi hukum, maupun budaya hukum masyarakat sehingga efektif untuk mencapai tujuan dari dibentuknya Peraturan Daerah itu sendiri.
PARSIMONI ISI PESAN SASTRA SIWA TATTWA PURANA  PADA AKUN YOUTUBE HINDUSTORYINDONESIA Sanjaya, Ade Bangun
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/qk3dst31

Abstract

Studi ini meneliti efektivitas akun YouTube @hindustoryindonesia dalam menyederhanakan dan menyebarkan ajaran Hindu, khususnya Tattwa Siwa Purana. Dengan pendekatan mixed-methods, penelitian ini menganalisis data analitik YouTube (jumlah penayangan, suka, komentar) dan isi video. Dalam satu bulan, kanal ini menarik 82.597 penonton dengan rata-rata 5.162 penayangan per video. Video berdurasi 5-7 menit memiliki keterlibatan lebih tinggi, sedangkan yang lebih panjang mengalami penurunan. Video terpopuler mencapai 8.160 penayangan. Namun, interaksi melalui komentar masih rendah, menunjukkan pola konsumsi yang cenderung pasif. Hal ini menjadi peluang bagi kanal untuk pertanyaan atau ajakan bertindak. Studi ini menegaskan peran media sosial dalam melestarikan dan menyebarkan ajaran Hindu serta memberikan wawasan tentang optimalisasi konten guna meningkatkan jangkauan dan interaksi.
PEMANFAATAN KUAS BAMBU DALAM LUKISAN TRADISIONAL BALI DI DESA PELIATAN I Wayan Arissusila; Ni Luh Putu Trisdiyani; I Gede Pong Darmawan
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/m6vksh16

Abstract

Perkumpulan Pita Maha membawa pengaruh besar terhadap seniman-seniman di daerah Ubud terutama dalam hal teknik, unsur-unsur estetik. Misalnya tradisi melukis figur, aktifitas keseharian, maupun ritual, yang tetap berkembang sampai sekarang, terutama daerah Padang Tegal maupun Peliatan. Desa Peliatan, tercipta lukisan tradisional Bali yang bertemakan wayang, pertunjukan barong dan legong. Lukisan tersebut masih menggunakan kuas bambu dan tidak menggunakan kuas buatan pabrik. Melihat perkembangan lukisan di Desa Peliatan begitu pesat, maka penggunaan kuas bambu sangatlah bermanfaat. Hal itu dapat dilihat dari segi ekonomi bahwa kuas bambu tergolong murah, bahannya mudah didapat dan mudah membuatnya. Berdasarkan latar belakang sebelumnya adapun beberapa masalah yang diajukan yaitu: bagaimana proses, karya yang diciptakan dan dampak kuas bambu pada lukisan tradisional Bali di Desa Peliatan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Hasilnya berupa proses pembuatan kuas bambu dalam lukisan tradisonal Bali di Desa Peliatan terdapat beberapa langkah meliputi: (a) Pemilihan bambu, dalam pembuatan kuas bambu sangat memperhatikan kerapatan serat dan ketebalan bambu. Bambu tali muda yang masih terlindungi oleh klopak digunakan untuk menciptakan kuas yang optimal, dengan pemilihan ruas bambu pada bagian pangkal dan menjauhkan dari sumber air. (b) Proses pembuatan kuas bambu, dalam hal ini terdapat tiga jenis kuas yang dibuat dan setiap jenis kuas memiliki fungsi masing masing. Adapun kuas tersebut misalnya: kuas penyawian, pengekesan dan kuas penyenteran. Karya yang diciptakan dalam pemanfaatan kuas bambu pada lukisan tradisonal Bali di Desa Peliatan adalah lukisan pewayangan dan lukisan pemandangan masyarakat. Dampak pemanfaatan kuas bambu dalam lukisan tradisional Bali di Desa Peliatan meliputi: dampak ekonomi, lingkungan dan dampak pendidikan.