cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DHARMASMRTI: Jurnal Pascasarjana UNHI
ISSN : 16930304     EISSN : 2620827X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan (Dharmasmrti) Diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia Denpasar sebagai media informasi dan pengembangan Ilmu Agama dan Kebudayaan Hindu, terbit dua kali setahun yaitu setiap bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
EFEKTIVITAS YOGA DAN MEDITASI TRADISIONAL TERHADAP PENURUNAN STRES DAN KECEMASAN: SYSTEMATIC REVIEW Agung Setiabudi; I Gede Eka Agung Agastya Punia; Putu Setiani; Lussy Ayu Puspita; Kadek Satya Manggala
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/px2v3877

Abstract

Stres dan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang semakin meningkat secara global dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Yoga dan meditasi tradisional telah lama digunakan sebagai terapi komplementer yang berperan dalam menurunkan stres dan kecemasan melalui mekanisme fisiologis dan psikologis, seperti penurunan kadar kortisol dan peningkatan regulasi emosi. Systematic review ini bertujuan menganalisis bukti ilmiah terbaru mengenai efektivitas latihan yoga dan meditasi tradisional dalam menurunkan tingkat stres dan kecemasan pada berbagai kelompok populasi. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, Cochrane Library, dan Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 dengan menggunakan kata kunci “yoga”, “meditation”, “stress”, “anxiety”, dan “randomized controlled trial”. Hasil ini menunjukkan bahwa yoga dan meditasi tradisional berpotensi menjadi terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan stres dan kecemasan.
EKSISTENSI TRADISI SEWON-SEWON UNTUK MENINGKATKAN SRADHA DAN BAKTI MASYARAKAT DESA SIDOMULYO KECAMATAN PRONOJIWO KABUPATEN LUMAJANG Cicik Andrinai; Ni Rai Vivien Pitriani; Ni Luh Purnamasuari
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/da30q666

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tradisi Sewon-Sewon di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yang masih bertahan di tengah arus modernisasi. Tradisi yang dilaksanakan seribu hari setelah kematian seseorang ini bukan sekadar ritual adat, tetapi sarat makna spiritual, khususnya dalam penguatan nilai sradha (keyakinan) dan bakti (pengabdian) masyarakat Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan eksistensi tradisi Sewon-Sewon dalam kehidupan masyarakat Desa Sidomulyo, (2) menganalisis proses pelaksanaannya mulai dari tahap penentuan hari baik hingga prosesi puncak, dan (3) mengidentifikasi implikasi tradisi ini terhadap penguatan nilai sradha dan bakti dalam perspektif Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, sesepuh desa, serta masyarakat yang terlibat, serta dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tradisi Sewon-Sewon tetap eksis meskipun menghadapi tantangan modernisasi, dengan bentuk pelaksanaan yang lebih sederhana namun tetap mempertahankan makna spiritual; (2) proses pelaksanaan tradisi meliputi tahapan perhitungan hari baik, persiapan sesaji, penyembelihan hewan, pemasangan batu nisan (ngijing), serta doa bersama (pujapitara dan slametan); (3) tradisi ini memiliki implikasi penting bagi masyarakat Hindu, karena mencerminkan penerapan Tri Kerangka Dasar Agama Hindu: Tattwa melalui Panca Sradha, Susila melalui Tri Kaya Parisudha, dan Acara melalui Panca Yadnya. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi ini juga berfungsi memperkuat solidaritas sosial, menjaga harmoni masyarakat, serta menanamkan nilai pendidikan spiritual kepada generasi muda. Dengan demikian, pelestarian tradisi Sewon-Sewon memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara warisan budaya lokal dan pendidikan agama Hindu di era modern.
TANTANGAN SOSIAL DAN DAMPAK PELINDUNGAN INDIKASI GEOGRAFIS KOPI ROBUSTA SIDIKALANG TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT PARBULUAN DAIRI Eko Pranata Sinaga; Reh Bungana Beru Perangin-angin
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ew0z3w07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan obat tradisional Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perlindungan Indikasi Geografis Kopi Robusta Sidikalang terhadap perekonomian masyarakat Parbuluan, Dairi, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses perlindungan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan petani, pengusaha, serta pihak terkait. Sementara itu, data sekunder didapatkan dari studi literatur, jurnal, dan dokumen terkait lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan analisis data dilakukan dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelindungan Indikasi Geografis Kopi Robusta Sidikalang telah membawa dampak positif terhadap perekonomian, di antaranya berupa peningkatan harga jual, perluasan pasar, dan peningkatan reputasi produk. Namun, implementasinya menghadapi tantangan signifikan, yaitu minimnya pemahaman masyarakat tentang Indikasi Geografis, kendala teknis budidaya, serta hambatan ekonomi dan sosial. Adapun upaya pelestarian yang dapat dilakukan adalah dengan adanya sosialisasi yang lebih efektif, penguatan kolaborasi antar pihak, dan perumusan kebijakan yang lebih komprehensif untuk memaksimalkan manfaat perlindungan Indikasi Geografis bagi seluruh masyarakat.
ANALISIS MAKNA FILOSOFIS KEINDAHAN TARI SANGHYANG DEDARI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SPIRITUAL DI DESA BONA, GIANYAR Ni Ketut Riska Dewi Prawita; I Made Sujanayasa; I Gusti Agung Paramita; I Nyoman Artana; I Gede Garbha Putra
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/2qw6ah98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna filosofis keindahan Tari Sanghyang Dedari sebagai media komunikasi spiritual dalam masyarakat Bali, khususnya di Desa Bona, Gianyar. Tari Sanghyang Dedari merupakan salah satu bentuk tari wali yang sakral, di mana penari dipercaya sebagai medium roh suci dalam prosesi ritual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan dalam Tari Sanghyang Dedari tidak hanya dimaknai secara estetika, melainkan juga merepresentasikan nilai filosofis dan religius yang berakar pada ajaran Hindu, terutama konsep Tri Hita Karana. Setiap unsur tarian, mulai dari gerak, busana, kidung, hingga prosesi ritual, memiliki makna simbolis yang menegaskan fungsi tarian ini sebagai media komunikasi spiritual antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, alam, dan komunitas sosial. Dengan demikian, Tari Sanghyang Dedari bukan hanya seni pertunjukan, melainkan warisan budaya yang sarat nilai religius, berfungsi sebagai penolak bala, menjaga keseimbangan kosmos, dan memperkuat identitas spiritual masyarakat Bali.