cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DHARMASMRTI: Jurnal Pascasarjana UNHI
ISSN : 16930304     EISSN : 2620827X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan (Dharmasmrti) Diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia Denpasar sebagai media informasi dan pengembangan Ilmu Agama dan Kebudayaan Hindu, terbit dua kali setahun yaitu setiap bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 288 Documents
EFEKTIVITAS YOGA DAN MEDITASI TRADISIONAL TERHADAP PENURUNAN STRES DAN KECEMASAN: SYSTEMATIC REVIEW Agung Setiabudi; I Gede Eka Agung Agastya Punia; Putu Setiani; Lussy Ayu Puspita; Kadek Satya Manggala
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/px2v3877

Abstract

Stres dan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang semakin meningkat secara global dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Yoga dan meditasi tradisional telah lama digunakan sebagai terapi komplementer yang berperan dalam menurunkan stres dan kecemasan melalui mekanisme fisiologis dan psikologis, seperti penurunan kadar kortisol dan peningkatan regulasi emosi. Systematic review ini bertujuan menganalisis bukti ilmiah terbaru mengenai efektivitas latihan yoga dan meditasi tradisional dalam menurunkan tingkat stres dan kecemasan pada berbagai kelompok populasi. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, Cochrane Library, dan Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025 dengan menggunakan kata kunci “yoga”, “meditation”, “stress”, “anxiety”, dan “randomized controlled trial”. Hasil ini menunjukkan bahwa yoga dan meditasi tradisional berpotensi menjadi terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan stres dan kecemasan.
EKSISTENSI TRADISI SEWON-SEWON UNTUK MENINGKATKAN SRADHA DAN BAKTI MASYARAKAT DESA SIDOMULYO KECAMATAN PRONOJIWO KABUPATEN LUMAJANG Cicik Andrinai; Ni Rai Vivien Pitriani; Ni Luh Purnamasuari
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/da30q666

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tradisi Sewon-Sewon di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, yang masih bertahan di tengah arus modernisasi. Tradisi yang dilaksanakan seribu hari setelah kematian seseorang ini bukan sekadar ritual adat, tetapi sarat makna spiritual, khususnya dalam penguatan nilai sradha (keyakinan) dan bakti (pengabdian) masyarakat Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan eksistensi tradisi Sewon-Sewon dalam kehidupan masyarakat Desa Sidomulyo, (2) menganalisis proses pelaksanaannya mulai dari tahap penentuan hari baik hingga prosesi puncak, dan (3) mengidentifikasi implikasi tradisi ini terhadap penguatan nilai sradha dan bakti dalam perspektif Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, sesepuh desa, serta masyarakat yang terlibat, serta dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tradisi Sewon-Sewon tetap eksis meskipun menghadapi tantangan modernisasi, dengan bentuk pelaksanaan yang lebih sederhana namun tetap mempertahankan makna spiritual; (2) proses pelaksanaan tradisi meliputi tahapan perhitungan hari baik, persiapan sesaji, penyembelihan hewan, pemasangan batu nisan (ngijing), serta doa bersama (pujapitara dan slametan); (3) tradisi ini memiliki implikasi penting bagi masyarakat Hindu, karena mencerminkan penerapan Tri Kerangka Dasar Agama Hindu: Tattwa melalui Panca Sradha, Susila melalui Tri Kaya Parisudha, dan Acara melalui Panca Yadnya. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi ini juga berfungsi memperkuat solidaritas sosial, menjaga harmoni masyarakat, serta menanamkan nilai pendidikan spiritual kepada generasi muda. Dengan demikian, pelestarian tradisi Sewon-Sewon memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara warisan budaya lokal dan pendidikan agama Hindu di era modern.
TANTANGAN SOSIAL DAN DAMPAK PELINDUNGAN INDIKASI GEOGRAFIS KOPI ROBUSTA SIDIKALANG TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT PARBULUAN DAIRI Eko Pranata Sinaga; Reh Bungana Beru Perangin-angin
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ew0z3w07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan obat tradisional Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perlindungan Indikasi Geografis Kopi Robusta Sidikalang terhadap perekonomian masyarakat Parbuluan, Dairi, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses perlindungan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan petani, pengusaha, serta pihak terkait. Sementara itu, data sekunder didapatkan dari studi literatur, jurnal, dan dokumen terkait lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan analisis data dilakukan dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelindungan Indikasi Geografis Kopi Robusta Sidikalang telah membawa dampak positif terhadap perekonomian, di antaranya berupa peningkatan harga jual, perluasan pasar, dan peningkatan reputasi produk. Namun, implementasinya menghadapi tantangan signifikan, yaitu minimnya pemahaman masyarakat tentang Indikasi Geografis, kendala teknis budidaya, serta hambatan ekonomi dan sosial. Adapun upaya pelestarian yang dapat dilakukan adalah dengan adanya sosialisasi yang lebih efektif, penguatan kolaborasi antar pihak, dan perumusan kebijakan yang lebih komprehensif untuk memaksimalkan manfaat perlindungan Indikasi Geografis bagi seluruh masyarakat.
ANALISIS MAKNA FILOSOFIS KEINDAHAN TARI SANGHYANG DEDARI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SPIRITUAL DI DESA BONA, GIANYAR Ni Ketut Riska Dewi Prawita; I Made Sujanayasa; I Gusti Agung Paramita; I Nyoman Artana; I Gede Garbha Putra
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/2qw6ah98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna filosofis keindahan Tari Sanghyang Dedari sebagai media komunikasi spiritual dalam masyarakat Bali, khususnya di Desa Bona, Gianyar. Tari Sanghyang Dedari merupakan salah satu bentuk tari wali yang sakral, di mana penari dipercaya sebagai medium roh suci dalam prosesi ritual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan dalam Tari Sanghyang Dedari tidak hanya dimaknai secara estetika, melainkan juga merepresentasikan nilai filosofis dan religius yang berakar pada ajaran Hindu, terutama konsep Tri Hita Karana. Setiap unsur tarian, mulai dari gerak, busana, kidung, hingga prosesi ritual, memiliki makna simbolis yang menegaskan fungsi tarian ini sebagai media komunikasi spiritual antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, alam, dan komunitas sosial. Dengan demikian, Tari Sanghyang Dedari bukan hanya seni pertunjukan, melainkan warisan budaya yang sarat nilai religius, berfungsi sebagai penolak bala, menjaga keseimbangan kosmos, dan memperkuat identitas spiritual masyarakat Bali.
PELESTARIAN OBAT TRADISIONAL KARO SEBAGAI PENGETAHUAN TRADISIONAL DI DESA BEKIUNG KABUPATEN LANGKAT Desy Yolanda Br Bangun; Reh Bungana Beru Perangin-angin
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/r5e24s28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan obat tradisional karo di Desa Bekiung dan bagaimana upaya masyarakat Suku Karo dan pemerintah di Desa Bekiung dalam melestarikan obat tradisional Karo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan menggunakan pendekatan konseptual dan Perundang-undangan. Sementara metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dari observasi serta wawancara dengan narasumber. Sementara itu, data sekunder didapatkan dari berbagai sumber seperti buku, literatur, jurnal, dan lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, analisis data dilakukan dengan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan obat tradisional karo di Desa Bekiung adalah sistem pewarisan tertutup yang menyebabkan pewarisan hanya bisa diturunkan ke satu generasi, kemudian ketersediaan bahan baku yang semakin langka akibat alih fungsi lahan yang menyebabkan bahan-bahan yang dibutuhkan menjadi punah, kemudian minimnya minat generasi muda juga menjadi kendala dalam pelestarian obat tradisional karo di Desa Bekiung. Adapun beberapa upaya masyarakat suku karo dan pemerintah di Desa Bekiung dalam melestarikan obat tradisional karo ialah dengan menanam beberapa tanaman obat, mengajak generasi muda untuk ikut serta dalam praktik pembuatan obat tradisional, pemerintah Desa Bekiung juga mendukung proses pendaftaran merek untuk obat-obatan tradisional karo, dan juga membuka kemungkinan pemberian bantuan modal melalui badan usaha milik desa. Terakhir upaya pelestarian obat tradisional karo di Desa Bekiung juga dapat dilihat dari penggunaan obat tradisional yang sampai sekarang masih aktif dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah di Desa Bekiung.
EKSISTENSI KALENDER BALI DALAM PENENTUAN HARI BAIK DI DESA ADAT SELULUNG, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI I Nyoman Ranem; I Nengah Arimbawa
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 26 No 1 (2026): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/4cqhma33

Abstract

The Balinese calendar is the essence of the teachings of wariga which is used as an initial guideline to facilitate calculating days, wuku, tanggal panglong, śaśih, pratiti and ala ayuning padewasaan. The choice of auspicious days for an activity is determined based on a combination of good bad calculations obtained from the Balinese calendar with reference to primary sources, namely the core wariga texts owned by paniwak dewasa (wariga practitioners). This study uses a qualitative research type. The research location in this study is located in Selulung Traditional Village, Kintamani District, Bangli Regency. The technique for determining informants uses a purposive sampling technique. The instrument in this study is the researcher himself with research tools such as interview guidelines, notes, recording devices (cellphones), and cameras. Data collection techniques are carried out through observation, in-depth interviews, documentation studies, and literature studies. Data analysis techniques are carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and data processing which ends with verification and proof. The results of the study show that determining a good day for an activity uses the Balinese Calendar as an initial guideline to make it easier to determine the day, wuku, tanggal panglong, śaśih, pratiti and the calculation of good and bad padewasaan, while determining a good day for an activity is always based on the core wariga text owned by the paniwak dewasa.
INTERNALISASI NILAI KEPEMIMPINAN ARJUNA DALAM MAHABHARATA SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN 4 SIBANGKAJA, BADUNG, BALI I Nengah Arimbawa
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 26 No 1 (2026): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/6388ms34

Abstract

Strengthening character education for elementary school students is an urgent need in today's digital era. Rapid technological developments bring new challenges such as learning distractions, low concentration, verbal aggressiveness, and declining moral role models. Considering the challenges of the digital era that give rise to impulsive behaviour, low discipline, and weakened moral role models, the integration of classical cultural values ​​​​is one solution to contextual character education. One potential approach is the use of classical literature, particularly the Mahabharata epic, which has high educational value. This study aims to describe the internalization of Arjuna's leadership values ​​​​in the Mahabharata as a strategy for character formation of elementary school students at Sibangkaja 4 Public Elementary School, Badung, Bali. The research method used a qualitative descriptive approach through text analysis, interviews with six upper-grade teachers of Sibangkaja 4 Public Elementary School, and observation of Itihasa-based teaching materials. The results show that Arjuna's leadership values ​​​​such as discipline, focus, self-control, humility, and wisdom in decision-making can be integrated into thematic learning, literacy, character education, and the Pancasila Student Profile project. This study concludes that the character of Arjuna is a worthy role model in the context of character education because he possesses universal values ​​appropriate to child development and closely aligns with local Balinese culture. This study recommends the development of a Mahabharata learning module for children, teacher training, and the enhancement of culture-based interactive digital media.  
TRADISI BUANG TETEMAS PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Zainuddin Zainuddin; M.Zakariya al Ansori; Muhammad Nurin; Jarir
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 26 No 1 (2026): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/a8tt3604

Abstract

The Buang Tetemas tradition is a form of local wisdom of the Malay community that still survives today, especially in the coastal areas of Kalimantan and Riau. This tradition serves as a symbol of self-purification from all forms of physical and spiritual disturbances and as an expression of gratitude to Allah SWT. This study aims to examine the Islamic educational values ​​​​contained in the Buang Tetemas tradition and its relevance to the development of contemporary Islamic education. The method used is library research by analyzing various literary sources such as Malay history books, scientific works, and the latest journals that discuss the integration of customs and Islam. The results of the study indicate that the Buang Tetemas tradition is in line with the concepts of tazkiyah an-nafs , thaharah , and ukhuwah Islamiyah . The values ​​​​contained in it reflect the spirit of togetherness, social concern, and physical and spiritual cleanliness all of which are part of the principles of Islamic tarbiyah. In the context of education, this tradition can be used as a local wisdom-based learning medium that teaches religious values ​​​​contextually and enjoyable. Furthermore, Buang Tetemas also plays a role in strengthening religious moderation by demonstrating how Islam can engage in dialogue with local cultures without losing the purity of its beliefs. This study concludes that preserving the Buang Tetemas tradition has significant potential to support the development of Islamic education that is humanistic, contextual, and rooted in national cultural values. Collaborative efforts between educational institutions, religious leaders, and traditional leaders are needed to integrate these traditional values ​​into Islamic curricula and learning practices that align with the principles of monotheism and morality.
ANALISIS KEPEMIMPINAN SPIRITUAL AGAMA BUDDHA: STUDI KASUS PANDITA MAJELIS BUDDHAYANA INDONESIA Eko Siswoyo
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 26 No 1 (2026): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/0pk17c52

Abstract

This study aims to examine the nature of spiritual leadership among panditas of Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) by exploring its forms, challenges, and impacts on Buddhist communities amid social change and technological development. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through online questionnaires distributed to Buddhist followers and in-depth interviews with two key informants: Romo Hendri Gunawan Chandra and Iskandar, Chairperson of the MBI Pandita Council. The findings reveal that spiritual leadership among MBI panditas is primarily characterized by moral exemplarity, empathetic relationships, and service-oriented leadership. Leadership legitimacy is derived not from formal authority, but from personal integrity and consistency in embodying Buddhist values in everyday life. Major challenges faced by panditas include changes in followers’ characteristics—particularly among younger generations—the digitalization of religious life, and the expanding social roles expected of religious leaders in a plural society. The discussion demonstrates that the spiritual leadership of MBI panditas aligns with spiritual leadership theory and servant leadership, while also possessing a strong normative foundation in Buddhist teachings, particularly the concepts of kalyāṇamitta and the Dasa Raja Dhamma. Furthermore, panditas’ adaptive responses to technological change can be understood as forms of upāya (skillful means), enabling spiritual guidance to remain relevant without compromising doctrinal depth. The impacts of spiritual leadership are evident in followers’ character transformation, enhanced spiritual awareness, and strengthened community engagement. This study concludes that the spiritual leadership of MBI panditas is transformative, context-sensitive, and plays a significant role in sustaining Buddhist communal life in contemporary Indonesia.  
DINAMIKA BENTUK SANGGAH KEMULAN RONG DUA DALAM PELESTARIAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT DESA CEMPAGA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG Ni Kadek Yuni Ariningsih; I Gede Suwindia; Ni Luh Gede Hadriani
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 26 No 1 (2026): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/j9smcf61

Abstract

Sanggah Kemulan Rong Dua merupakan ruang pemujaan keluarga inti yang memiliki peran penting dalam kehidupan religius masyarakat Bali Aga di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Keberadaan sanggah kemulan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemujaan, tetapi juga sebagai penanda terbentuknya keluarga baru yang dilegitimasi melalui upacara mecingkupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk Sanggah Kemulan Rong Dua, praktik pelestariannya, serta makna perubahan struktur sanggah kemulan dalam siklus kehidupan masyarakat Desa Cempaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Sanggah Kemulan Rong Dua bersifat sederhana dengan penggunaan material tradisional seperti pohon dap-dap dan bambu Bali, yang mengandung makna simbolik kesederhanaan dan keselarasan dengan alam. Perubahan struktur sanggah kemulan, seperti penghilangan salah satu rong dan praktik pralina, merepresentasikan tahapan ritus peralihan dalam siklus kehidupan keluarga inti. Pelestarian Sanggah Kemulan Rong Dua di Desa Cempaga bersifat dinamis, tidak berfokus pada pewarisan fisik bangunan, melainkan pada keberlanjutan nilai, makna simbolik, dan sistem ritual. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman pelestarian budaya Bali Aga sebagai proses yang hidup, adaptif, dan selaras dengan perubahan status sosial dan religius masyarakat. Kata kunci: Sanggah Kemulan Rong Dua, Bentuk, pelestarian budaya, ritus peralihan

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 1 (2026): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 24 No. 2 (2024): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 24 No. 1 (2024): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 24 No 1 (2024): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 22 No 2 (2022): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 22 No 1 (2022): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 21 No 2 (2021): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 21 No 1 (2021): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 20 No 2 (2020): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 20 No 1 (2020): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 19 No 2 (2019): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 19 No 1 (2019): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 18 No 2 (2018): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 18 No 1 (2018): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 17 No 2 (2017): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 17 No 1 (2017): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 15 No 28 (2016): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 14 No 27 (2016): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan More Issue