cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DHARMASMRTI: Jurnal Pascasarjana UNHI
ISSN : 16930304     EISSN : 2620827X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan (Dharmasmrti) Diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia Denpasar sebagai media informasi dan pengembangan Ilmu Agama dan Kebudayaan Hindu, terbit dua kali setahun yaitu setiap bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
HARMONISASI ALAM, MANUSIA DAN SPIRITUAL: MODEL PENGEMBANGAN WISATA BERKELANJUTAN DI PULAU DEWATA Ni Putu Ellys Sucitha Dewi; I Wayan Suja
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v25i1.7502

Abstract

Penelitian ini mengkaji filosofi Tri Hita Karana sebagai dasar pengembangan ekowisata di Bali, dengan fokus pada bagaimana nilai-nilai lokal tersebut dapat diintegrasikan dalam konsep ekowisata berkelanjutan. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis implementasi Tri Hita Karana dalam dimensi parahyangan, pawongan, dan palemahan, yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tri Hita Karana tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Tantangan dan peluang dalam mengadaptasi konsep tradisional ini dalam konteks pariwisata modern dibahas sebagai upaya untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan di Bali.
METODE PEMBELAJARAN SENI TARI PUSPANJALI PADA ANAK DISABILITAS TIPE B DI SLB N 1 TABANAN Ni Nyoman Wahyu Adi Gotama; Ni Wayan Yuni Astuti; Komang Agus Triadi Kiswara
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v25i1.7503

Abstract

Bali terkenal dengan beragam kebudayaan, salah satunya adalah tari Bali. Salah satu fungsi seni tari adalah sebagai media edukasi membentuk kepribadian. Fungsi seni tari Bali sebagai media pembentukan kepribadian juga diterapkan bagi anak disabilitas. Kendalanya saat ini adalah masih sangat minim sekali pengetahuan pendidik tentang metode yang tepat untuk dapat dijadikan acuan dalam proses pembelajaran seni tari pada anak disabilitas. Guna menjawab hal tersebut guru pendidikan seni budaya di SLB N 1 Tabanan mengembangkan sebuah metode isyarat gerak tangan untuk pembelajaran seni Tari Puspanjali pada Anak disabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengkajian terhadap landasan penting dalam mengembangkan metode isyarat gerak tangan tersebut, bentuk metode isyarat tangan, serta bagaimana implikasi dalam penerapan metode isyarat gerak tangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, sehingga data yang dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan landasan pengembangan metode pembelajaran seni tari puspanjali di SLB N 1 Tabanan adalah melihat faktor yang berkaitan dengan proses pendidikan, tujuan yang hendak dicapai, materi pelajaran, peserta didik dan fasilitas. Bentuk dari metode pola tangan tersebut adalah rangkaian simbol yang menggunakan tangan sebagai bahasa isyarat, sedangkan implikasinya adalah keikutsertaan peserta didik dalam pelestarian budaya, efektifitas watu pembelajaran dan meningkatnya kepercayaan diri peserta didik. Kesimpulannya metode pembelajaran seni tari puspanjali dengan isyarat tangan sangat membantu dalam meningkatkan keterampilan.
KEPERCAYAAN DAN PENGALAMAN MASYARAKAT PERKOTAAN DALAM MENGGUNAKAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL BALIAN: STUDI KUALITATIF DI KOTA DENPASAR I Desak Ketut Dewi Satiawati Kurnianingsih; I Gusti Agung Ayu Berlian Audya Parimayuna
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v25i1.7506

Abstract

Dalam era kemajuan teknologi medis dan ilmu pengetahuan, nilai-nilai pengobatan tradisional kerap terpinggirkan. Namun demikian, kepercayaan terhadap praktik pengobatan tradisional, khususnya balian ketakson dan balian usada, tetap mengakar kuat di kalangan masyarakat perkotaan di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kepercayaan dan pengalaman masyarakat Kota Denpasar dalam mengakses layanan kesehatan tradisional oleh balian. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, studi ini melibatkan enam belas informan dari empat kecamatan di Denpasar dan mengeksplorasi sembilan tema utama melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap balian dipengaruhi oleh pandangan hidup masyarakat Bali yang holistik, di mana kesehatan dipahami sebagai keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan roh. Tradisi lokal, nilai spiritual, dan pengaruh keluarga serta komunitas menjadi faktor utama yang mendorong preferensi terhadap balian, bahkan seringkali sebelum mengakses layanan medis modern. Cerita kesembuhan, kekecewaan terhadap layanan konvensional, serta persepsi tentang penyakit sebagai gangguan spiritual turut memperkuat legitimasi pengobatan tradisional. Di sisi lain, tantangan muncul dalam upaya mengintegrasikan praktik balian ke dalam sistem kesehatan modern yang berbasis bukti ilmiah. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan edukasi dan advokasi yang tepat agar integrasi ini dapat berjalan harmonis, dengan tetap menghargai kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat.
PRAKTIK DISKRIMINASI RASIAL MAHASISWA PAPUA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA Tania Puti Khansa; Linda Zakiah; Desti Dewi Sintya; Fitria Tiara Angel; Pramudita Rita Anjarwati; Sukma Kholisah
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v25i1.7519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik diskriminasi rasial yang dari perspektif budaya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap lima artikel penelitian yang relevan. Hasil penelitian menemukan bahwa diskriminasi terhadap mahasiswa Papua muncul akibat kurangnya pemahaman budaya, stereotip negatif, dan ketidaksetaraan sosial. Bentuk diskriminasi yang diidentifikasi mencakup penolakan tempat tinggal, kekerasan verbal, pengucilan sosial, hingga perlakuan diskriminatif oleh aparat keamanan. Dampaknya sangat signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, akademik, serta integrasi sosial mahasiswa Papua. Solusi yang diusulkan meliputi penguatan pendidikan multikultural, konseling lintas budaya, perlindungan hukum, dan penguatan regulasi daerah. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan pendekatan interkultural dan penegakan prinsip keadilan sosial untuk menciptakan lingkungan sosial yang inklusif dan harmonis.
PERAN PENYULUH AGAMA BUDDHA DALAM PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI DESA JATIMULYO KABUPATEN KULON PROGO Ngadat
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v25i1.7520

Abstract

Penyuluh agama Buddha di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo D.I.Y memiliki peran strategis dalam membentuk dan mengubah perilaku masyarakat umat Buddha sesuai dengan nilai-nilai agama Buddha dan norma sosial yang berlaku sesuai dengan kearifan lokal wilayah tersebut. Artikel peran penyuluh agama Buddha sebagai agen perubahan perilaku masyarakat umat Buddha membahas mengenai fungsi penyuluh agama Buddha sebagai agen perubahan perilaku masyarakat, strategi yang digunakan, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, penyuluh agama mampu mengarahkan masyarakat menuju kehidupan yang lebih harmonis, toleran, dan bermartabat. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi dan praktisi yang berkaitan dengan studi penyuluhan agama Buddha.
REPRESENTASI AJARAN ETIKA HINDU DALAM CERITA BHAGAWAN DHARMA SVAMI I Made Sujanayasa; Ni Ketut Riska Dewi Prawita; Ni Ketut Puspita Sari
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v25i1.7521

Abstract

Cerita Bhagawan Dharmaswami adalah bagian dari cerita Ni Diah Tantri yang didalamnya tersirat cerita-cerita mengenai kehidupan Binatang dan manusia dalam bentuk satua dan pupuh. Cerita Bhagawan Dharmaswami mengandung kiasan-kiasan yang indah dan nilai-nillai etika kehidupan yang bermanfaat serta mengandung ajaran kepemimpinan Hindu yang dapat memberikan pengetahuan kepada pemimpin. Hindu yang beradab dan berkarakter. Setiap makhluk hidup dalam cerita Bhagawan Dharmaswami harus berpedoman pada etika, moral dharma serta menerapkan ajaran Tri Kaya Prisudha yaitu manacika (berpikir yang baik), kayika (berbuat yang baik) dan wacika (berkata yang baik) karena dengan dharma makhluk hidup terutamanya manusia dapat mencapai kebebasan atau moksa. Dalam menuntun perjalanan pendakian moral dan spiritual, umat manusia mencapai puncak perjalanan dharma. Ajaran Hindu yang berisikan para dan apara widya diwujudkan dalam kerangka dasar agama Hindu yaitu, Tattwa, Etika, dan Acara. Tattwa dalam agama Hindu adalah landasan atau filsafat yang merupakan lima dasar keyakinan umat Hindu dan yang menjadi tuntunan dalam pendakian spiritual dan moral untuk mencapai dharma yang dapat membangun kesucian, kearifan, kebijaksanaan pikiran, atau kecerdasan spiritual.
PERKAWINAN ASU PUNDUNG ALANGKAHI KARANG HULU BERIMPLIKASI BIAS GENDER TERHADAP PEREMPUAN HINDU A.A. Kade Sri Yudari; Ni Kadek Ayu Kristini Putri
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/8xsy0h40

Abstract

Artikel ini bertujuan merenungkan kembali kebijakan tentang gender sekaligus sebagai masukan terutama untuk meminimalkan dampak akhirnya. Metode analisis deskriptif-kualitatif digunakan melalui pengumpulan hasil wawancara dan studi dokumen dari beberapa informan yang mengalami kasus serupa. Hasil kajiannya menunjukkan memang telah terjadi bias gender dalam perkawinan yang dianggap terlarang terhadap perempuan. Terjadinya pembatasan perkawinan yang dilatarbelakangi prinsip antropologi pratiloma dalam perkawinan menurut Hindu, termasuk sistem perkawinan hipergami. Bahwa perkawinan asupundung alangkahi karang hulu, dalam hukum adat Bali terhadap perempuan yang menikah dengan laki-laki dari wangsa (kasta) berbeda berimplikasi secara psikologis dikarenakan sanksi adat hanya dibebankan dengan hukuman sepihak terhadap mempelai perempuan. Sanksi adat seperti larangan mengunjungi keluarga, status sosial yang kurang dihargai di rumah suami, menciptakan kondisi lebih tertekan dan diskriminatif dapat membatasi peran serta perempuan di masyarakat.
Pengaruh Metode Gamifikasi Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Anguttara Nikaya di STABN Sriwijaya Rusmiyati
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vytfyr10

Abstract

The Anguttara Nikaya course is a compulsory subject in the Buddhist Religious Education Study Program. Students often struggle to understand sutta texts due to their metaphorical language and repetitive narrative structure. This study aims to measure the effectiveness of the gamification method in improving student learning outcomes. The research employs a quantitative approach using a Single Subject Research (SSR) design with the Applied Behavior Analysis (A-B-A) type. The results indicate that in the initial baseline phase (A1), students had a low understanding of sutta. After implementing the gamification method during the intervention phase (B), there was a significant improvement in comprehension and learning motivation. In the final baseline phase (A2), student performance remained stable and nearly matched the intervention phase. The gamification method has proven to be an effective tool in enhancing student learning outcomes and can be applied as an interactive learning approach in Buddhist studies. 
PELESTARIAN TRADISI TEING HANG DALAM MEWUJUDKAN NILAI-NILAI SPIRITUAL ADAT MANGGARAI Yusinta Daiman; Andri Fransiskus Gultom; Engelbertus Kukuh Widijatmoko
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/yrqq3c45

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran masyarakat dalam melestarikan Tradisi Teing Hang adat Manggarai serta untuk mengidentifikasi nilai-nilai spiritual yang terdapat dalam tradisi Teing Hang di Desa Waling Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur NTT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian ini dilakukan di Desa Waling Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab lemahnya pengetahuan generasi mudah tentang Tradisi Teing Hang di antaranya karena pengaruh gadget yang menyebabkan kecendrungan mundurnya nilai-nilai spiritual dalam Tradisi Teing Hang. Menghadapi tantangan gadget dalam transisi budaya pada masyarakat Manggarai memerlukan pendekatan yang cermat dan menyeluruh, mengombinasikan penghormatan terhadap tradisi dengan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dengan strategi membuat dokumentasi digital seperti video, foto, serta artikel dan menggunakan media sosial sebagai platform digital untuk mempromosikan dan memperkenalkan adat istiadat Manggarai pada dunia luar agar meningkatnya aksesbilitas dan kesadaran pada masyarakat Manggarai
PERAN NAIMARATA BOR-BOR MARSADA KOTAPINANG DALAM MELESTARIKAN BUDAYA BATAK TOBA DI ERA DIGITAL Stevan Oktureja Pasaribu; Reh Bungana Beru Perangin-angin
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 2 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/y57zge77

Abstract

Kebudayaan Indonesia, termasuk budaya Batak Toba, menghadapi tantangan sekaligus peluang di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Punguan Naimarata Bor-Bor Marsada Kotapinang dalam melestarikan budaya Batak Toba, pemanfaatan media sosial, serta tantangan yang dihadapi di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Punguan aktif melaksanakan kegiatan adat seperti partangiangan, bonataon, dan pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan budaya. Namun, tantangan seperti pengaruh budaya asing, perubahan gaya hidup dan kurangnya minat generasi muda menjadi penghambat. Dukungan hukum dari UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan memperkuat upaya pelestarian ini. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pelestarian budaya melalui integrasi teknologi digital dan Pendidikan budaya.