cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
TINJAUAN RUANG KOTA DAN MAKANAN PADA KAWASAN ZONA INTI KOTA TUA JAKARTA DENGAN TEORI THE POWER OF PLACE (STUDI KASUS : KEDAI SENI DJAKARTE & PEDAGANG KERAK TELOR) Aulia widya Chandra; Ghiffari Goldra Putra N; Sri Indriani Solehah; Ari Widyati Purwantiasning
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.31451

Abstract

Pertumbuhan suatu wilayah perkotaan dapat berkembang karena pengaruh dari ketersediaan SDA dan SDM yang ada pada wilayah tersebut. Dalam hal ini, peran tempat kuliner merupakan sesuatu yang sangat penting keberadaannya guna meningkatkan perekonomian suatu kota. Berbagai jenis makanan dijual di kawasan ini mulai dari aneka café, hingga pedagang kaki lima seperti penjual kerak telor. Kerak telor merupakan salah satu jenis makanan yang banyak dijual di Kawasan Kota Tua Jakarta. Penjualan kerak telor memiliki keunikan tersendiri dalam hal penjualannya maupun estetika dari ruang produksi tersebut. Hadirnya café-café serta pedagang kerak telor mampu mengubah landscape perkotaan dari segi tata letak ruang kota maupun estetika ruang kota tersebut. Dengan menggunakan teori The Power of Place dalam meninjau tata ruang kota dan makanan akan dapat mengetahui bagaimana keterkaitan antara ruang makanan yang tercipta dengan lansekap kota untuk memenuhi kehidupan masyarakat dengan tetap memanfaatkan lansekap kota bersejarah  dalam rangka mengembangkan daerah dan meningkatkan perekonomian daerah tersebut. Penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana ruang kota dan makanan penjual kerak telor di Kawasan Zona Inti Kota Tua Jakarta serta pengaruh politik dan ekonomi terhadap ruang kota dan makanan di Kawasan Zona Inti Kota Tua Jakarta. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Kata Kunci: Ruang Kota; Estetika; Makanan; Ekonomi; The Power of Place
PROSES PENENTUAN ZONASI DALAM KONSEP ARSITEKTUR SIMBIOSIS PADA KASUS PERENCANAAN MARINE RESEARCH CENTRE DAN OCEANARIUM DI KUTA BALI TAHUN 2021 DHIANDRA RIZKI KUSUMA AGNI
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.37608

Abstract

Abstract: Lack of prevention and information centers for the tsunami, especially in Bali, caused losses that were not only in terms of material but also immaterial. The need for an interactive learning and research-based information center to increase public knowledge and awareness about natural disasters, especially tsunamis, is urgently needed. The case study building to be as a research and information center and as a tourism destionation regarding marine life in the coastal areas of Bali in the form of an Oceanarium. Symbiotic architecture with it’s inclusivity concept used as a mutually beneficial and ecological analogy that combines contradictions or other diversity such as nature with technology, past and future. The analysis is carried out by separating the space based on categories and requirements of each space/ rooms and then adapt it with the theory of symbiotic architecture by Kisho Kurokawa. The results of the research are used as an evaluation for case studies in the design of Marine Research Centre and Oceanarium are a form of the symbiotic architecture approach in organism/ human interaction.Keywords: Symbiosis Architecture, Sacred Zone, Intermediary Zone, Oceanarium, Marine Research Centre Abstrak: Minimnya pusat informasi dan sarana penyuluhan mengenai tsunami khususnya di Bali menyebabkan kerugian yang tidak hanya dari segi materil namun juga immateril. Kebutuhan akan pusat informasi yang berbasis riset dan interactive-learning guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bencana alam khususnya tsunami sangat diperlukan Bangunan kasus studi memiliki fungsi sebagai pusat riset dan informasi serta pariwisata mengenai kehidupan bawah laut di kawasan pesisir Bali dalam bentuk Oceanarium. Arsitektur simbiosis dengan sifat inklusifitasnya digunakan sebagai analogi biologis yang saling menguntungkan serta ekologis yang memadukan hal kontradiktif atau keragaman lain seperti alam dengan teknologi dan masa lalu dengan masa depan. Proses penelitian dilakukan dengan cara memisahkan ruang berdasarkan kategori dan syarat dari masing-masing ruang lalu diadaptasikan berdasarkan teori arsitektur simbiosis karya Kisho Kurokawa. Hasil dari penelitian dijadikan bahan evaluasi bagi kasus studi yaitu perancangan Marine Research Centre dan Oceanarium serta merupakan wujud pendekatan Arsitekur Simbiosis dalam tingkat interaksi organisme/ manusia.Kata Kunci: Arsitektur Simbiosis, Sacred Zone, Intermediary Zone, Oceanarium, Marine Research Centre
Metaphor Approach In Architecture Design: In Search Of Its Implementation Keywords Sarvina Fitri Rizky
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.41403

Abstract

This Architecture field has been brought to the era of post-modern. The awareness of reviving the tradition and cultural value has been lifted ever since. As one of architecture style of post-modern, metaphor architecture is too too configure certain thing as the design characteristics. But there were argues as what to be applied, i.e is it solely concrete things what metaphor means and how is it to be valid to be called a metaphor. The effort to create metaphor in design is somehow  challenged by the judgement of “copying” and “nonsense”. In this regard, the need of metaphor study appeared strongly. Thus, this current study aims to bring the understanding of metaphor in design by doing deep analyzing. This study followed qualitative methods where the data related metaphor is collected and inducted from literature sources. To mention the focus of study: methods and values of metaphor implementation. Authors conducted a practice designing an institute as another method used in gaining a better overview of applying metaphor. The data were analyzed and presented in narrative and digital drawing. The study showed that metaphor could be in form both of intangible forms (values) and tangible forms, and the value it holds is somehow related to: the way of life, tradition among community, and the creation of cultural object.
KUALITAS PERUMAHAN PADA PERMUKIMAN INFORMAL BANTARAN SUNGAI MAHAKAM DI KAMPUNG WISATA TENUN SAMARINDA SEBERANG, KALIMANTAN TIMUR Iga Nur Ramdhani
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.38401

Abstract

Abstrak : Permukiman informal telah menjadi fenomena yang banyak dibahas hampir di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang. Permasalahan permukiman informal tersebut sering kali berkaitan dengan kualitas perumahan yang buruk. Di Indonesia sendiri banyak permukiman informal yang terbentuk si bantaran sungai. Oleh karena itu penting untuk mengetahui kualitas perumahan pada permukiman informal di bantaran sungai dengan melakukan investigasi. Pada penelitian ini akan dilakukan investigasi kualitas perumahan pada permukiman informal bantaran Sungai Mahakam di Kampung Wisata Tenun, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur. Kami menemukan bahwa untuk mengukur kualitas perumahan pada suatu permukiman diperlukan variabel dan parameter. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran dengan dua variabel, yaitu kualitas bangunan dan kualitas lingkungan. Kemudian kedua variabel tersebut akan terdiri dari beberapa parameter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas perumahan pada kawasan bantaran Sungai Mahakam di Kampung Wisata Tenun ini masih belum cukup baik dan diperlukan beberapa peningkatan kualitas bangunan dan kualitas lingkungan.  Kata kunci : Kualitas Perumahan, Permukiman Informal, Permukiman Bantaran Sungai
IDENTIFIKASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK RUANG PADA CO-WORKING SPACE Tiya Suryadi Putri
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.45653

Abstract

Pandemi COVID-19 yang muncul pada akhir tahun 2019 telah memberikan perubahan yang besar, terutama dengan diwajibkannya penerapan protokol kesehatan.adanya penerapan protokol kesehatan ini ternyata menimbulkan perubahan spasial, terutama pada co-working space. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi-strategi yang dilakukan oleh manajemen co-working space dalam menerapkan protokol kesehatan yang mengarah pada adanya perubahan spasial pada tiap ruang yang ada di co-working space. Ruang-ruang yang ada di co-working space akan di identifikasi menjadi tiga jenis, yaitu primary space (ruang kerja utama), secondary space (ruang multifungsi) dan service space (ruang servis). Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta dengan dua objek penelitian, yaitu Sinergi Co-Working Space dan Relasi Co-Working Space.  Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif, dimana teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara untuk mendapatkan data penerapan protokol kesehatan baik fisik maupun non fisik dan juga observasi, dimana bertujuan untuk memastikan hasil wawancara dan memetakan penerapan protokol kesehatannya. Adapun hasil yang ditemukan menujukkan bahwa penerapan protokol kesehatan baik di Sinergi Co-Working Space dan Relasi Co-Working Space yang paling tinggi yaitu berada di secondary space lalu diikuti oleh service space dan yang terakhir primary space dimana tidak terlihat adanya perubahan spasial apapun akibat dari adanya penerapan protokol kesehatan.
PENGARUH KUALITAS RUANG DAN PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KEBERLANGSUNGAN RUANG PUBLIK Studi Kasus: Taman Kota Lapang Bhakti Kota Banjar Stefy Prasasti Anggraini
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.46029

Abstract

Abstract: Taman Kota Lapang Bhakti is one of the public spaces in the city of Banjar whose function is quite vital. There is a placemaking phenomenon in this city park, where the southern area of the city park which is a commercial area is no longer operational at all, while the northern area which has the same function is still operational today. This study discusses in depth to find out the causes of this phenomenon. This phenomenon is studied with the theory of placemaking and space quality. The research method used is descriptive qualitative method by comparing the quality of space and visitors' perceptions of the northern and southern areas of the city park. While the data collection methods are in the form of observation, literature study, and interviews with visitors and management of this city park. Research findings based on an interview survey, 82.4% of visitors prefer to visit the northern commercial area compared to the southern area. This is due to several factors in their perception related to connectivity, activity, image and comfort. This factor also proves that the quality of space and the perception of visitors affect the sustainability of a public space. The recommendation from this problem is to make the southern area a special community area with non-commercial functions.Keywords: space quality, perception, placemaking, public area
POLA AKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG PADA FASILITAS WATERFRONT DI PERUMAHAN BSB KOTA SEMARANG Dara Hartanti Widyandini; Wijayanti - -
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.45002

Abstract

Abstrak: Fasilitas penunjang dalam suatu perumahan merupakan bagian terpenting dalam pembangunan kawasan perumahan. Beberapa fasilitas penunjang itu salah satu diantaranya yaitu dengan adanya fasilitas ruang terbuka. Adanya ruang terbuka di lingkungan perumahan dapat memberikan kenyamanan bagi penghuni perumahan. Seperti pada lingkungan kawasan perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) yang berada di Kota Semarang, yang memiliki fasilitas waterfront yang diperuntukan khususnya bagi penghuni perumahan yaitu Danau BSB. Namun, dengan keindahan alam yang ada di sekitar fasilitas tersebut, membuat area kawasan danau ini menjadi daya tarik bagi masyarakat umum lainnya untuk mengunjungi fasilitas waterfront tersebut. Fasilitas di Danau BSB beragam jenisnya, oleh sebab itu banyak pengunjung yang melakukan aktivitas di area waterfront tersebut. Dari pengamatan yang dilakukan di Danau BSB, beberapa aktivitas kegiatan yang ada di lingkungan Danau BSB memanfaatkan beberapa spot area yang ada. Mengetahui pemanfaatan ruang terbuka Danau BSB ini dilakukan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan behavior mapping yaitu pendekatan dengan melihat aktivitas pengunjung pada Danau BSB. Menggambarkan pola aktivitas pengunjung fasilitas waterfront Danau BSB merupakan cara memberikan solusi untuk permasalahan yang terjadi dalam suatu fasilitas publik, sehingga dapat menemukan saran untuk spot area terbaru yang dapat dikembangkan. Oleh karena itu, pada hasil pengamatan pola aktivitas yang dilakukan dalam ruang terbuka yang memiliki daya tarik wisata pada lingkungan perumahan termasuk aktivitas rekreasi yaitu diantaranya jalan santai, duduk santai, melihat hewan, berkumpul, berfoto, bermain dan berinteraksi sosial. Kata Kunci: pola aktivitas, fasilitas, perumahan, waterfront
KEARIFAN LOKAL DALAM ARSITEKTUR RUMAH RAKIT PALEMBANG Anjuma Perkasa Jaya
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.34897

Abstract

Pada masa lalu tepian sungai Musi Palembang telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam bermukim, bahkan menurut catatan sejarah dan temuan arkeologis permukiman di tepian Sungai Musi telah ada jauh sebelum masa Kerajaan Sriwijaya. Rumah rakit merupakan salah satu tipologi bangunan rumah tinggal yang berada di tepian Sungai Musi. Keberadaan rumah rakit awalnya dikarenakan adanya peraturan dari Kesulthanan Palembang pada saat itu yang mengharuskan pendatang untuk menetap/tinggal di atas air, yaitu sungai Musi. Rumah rakit pernah mengalami masa “keemasan”, sehingga Palembang pernah mendapat julukkan Venesia dari timur karena keindahan Sungai Musi dengan keberadaan ratusan rumah rakit yang berjajar rapi di tepian sungai. Perwujudan arsitektur rumah rakit tentu tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kearifan lokal masyarakat yang mendasarinya. Saat ini keberadaan rumah Rakit semakin berkurang jumlahnya, untuk itu diperlukan upaya untuk melestarikan keberadaan rumah rakit tersebut yang merupakan warisan budaya yang memiliki keunikkan dan kekhasan arsitektur. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil penelitian menemukan nilai-nilai kearifan lokal dari arsitektur rumah rakit ini yaitu: denah rumah rakit berbentuk segiempat yang simetris, struktur dan konstruksi yang ringan, penggunaan system penambat agar bangunan tetap stabil terhadap gaya angin dan arus air, dan penggunaan material yang mudah didapat di area setempat seperti: kayu, bambu, dan ijuk.Kata Kunci: arsitektur, kearifan lokal, Rumah Rakit
PENGUKURAN KINERJA APARTEMEN SEBAGAI TEMPAT TINGGAL MAHASISWA Analisis Kepuasan Pengguna di Kawasan Edutown, Jatinangor, Indonesia Asep Yudi Permana
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 1 (2022): Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Februari 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i1.47879

Abstract

Abstract, The development of educational areas in Indonesia is not followed and prepared with policies that accommodate adequate infrastructure, so that the existence of rental housing facilities such as boarding houses, rented houses is increasingly mushrooming, all of which are left to the community around the campus. The phenomenon of apartments as student residences is increasingly stretched along with the increasing level of economy and lifestyle. The purpose of the study was to assess the level of student satisfaction with accommodation facilities. The study adopted a literature review related to the level of student satisfaction with apartment facilities using a questionnaire instrument. A total of 90 students who live in Easton, Pinewood, and Skyland apartments become research respondents. The data collected were analyzed using the average score, chi-square test (χ2), and space syntax analysis. The results revealed a total average satisfaction level of 3.55 (on a 5-point Likert scale), which indicates that students are satisfied with apartment accommodation facilities. The indicators of privacy, security, and accessibility are indicators that show the highest level of satisfaction compared to the other 12 indicators. Further research shows that age, marital status, and regional origin have a significant effect on overall student satisfaction with accommodation facilities provided by apartment managers. The implication is that this study provides valuable feedback for developers/investors in determining the type of apartment room that students are interested in as a residence in the edutown area, it also helps universities in developing and providing dormitories and facilities according to student needs. The indicators in this study have been tested significantly in assessing the level of student satisfaction about apartment accommodation facilities and can be used to assess user satisfaction with similar facilities in other locations or countries. Keywords: Education Area, Infrastructure, Phenomenon, Accommodation, Space syntax analysis Abstrak, Perkembangan kawasan pendidikan di Indonesia tidak diikuti dan dipersiapkan dengan kebijakan yang mengakomodasi infrastruksi yang memadai, sehingga keberadaan fasilitas hunian sewa seperti kost, rumah kotrakan semakin menjamur yang semua pemenuhannya diserahkan kepada masyarakat sekitar kampus. Phenomena apartemen sebagai hunian mahasiswa semakin menggeliat seiring semakin meningkatnya tingkat ekonomi dan gaya hidup. Tujuan penelitian adalah untuk menilai tingkat kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas akomodasi. Penelitian mengadopsi tinjauan pustaka terkait dengan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas apartemen dengan menggunakan instrument kuesioner. Sebanyak 90 mahasiswa yang tinggal di Easton, Pinewood, dan Skyland apartment menjadi responden penelitian. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan skor rat-rata, uji chi-kuadrat (χ2), dan space syntax analysis.  Hasil, mengungkapkan adanya tingkat kepuasan rat-rata total 3,55 (pada skala likert 5 poin), yang menunjukkan bahwa mahasiswa puas dengan fasilitas akomodasi apartemen. Indikator privasi, keamanan, dan aksesibilitas menjadi indikator yang menunjukkan tingkat kepuasan yang paling tinggi dibandingkan dengan 12 indikator lainnya. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa usia, status pernikahan, dan asal daerah berpengaruh siginfikan terhadap kepuasan mahasiswa secara keseluruhan terhadap fasilitas akomodasi yang disediakan pengelola apartemen. Implikasi, studi ini memberikan upman balik yang berharga bagi pengembang/investor dalam menentukan tipe kamar apartemen yang diminati mahasiswa sebagai hunian di kawasan edutown, juga membantu bagi perguruan tinggi dalam pengembangan dan penyediaan asrama dan fasilitasnya sesuai kebutuhan mahasiswa. Indikator dalam penelitian ini sudah diuji secara signifikan dalam menilai tingkat kepuasan mahasiswa tentang fasilitas akomodasi apartemen dapat digunakan untuk menilai kepuasan pengguna dengan fasilitas serupa di lokasi atau negara lain. Keywords:  Kawasan Pendidikan, Infrastruktur, Fenomena, Akomodasi, Space syntax anaysis.
KAJIAN RAGAM HIAS PADA RUMAH ADAT KARO DITINJAU DARI ETNOMATEMATIKA Erwin Ardianto Halim
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.44255

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian elemen estetis pada rumah adat Karo ditinjau dari Etnomatematika. Karo terletak di Sumatera Utara memiliki sejarah,budaya dan artefak yang benilai tinggi. Salah satu artefak tersebut yang masih bertahan adalah rumah adat Karo. Rumah adat ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung penghuninya tetapi juga memiliki fungsi dan makna mendalam sesuai dengan adat dan budaya masyarakatnya. Pada rumah adat Karo, bentuk, fungsi dan motif elemen estetisnya menggambarkan hubungan erat antara manusia dan alam lingkungannya. Tulisan ini ditujukan sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan mengkaji elemen estetis rumah adat karo yang memuat konsep geometri. Tanpa mempelajari konsep geometri dalam matematika masyarakat karo telah menerapkan konsep geometri dalam kehidupan sehari-hari, tercemin pada membuat elemen estetis pada rumah adat karo.Kata Kunci: ragam hias,geometri, etnomatematika, rumah adat Karo