cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP KENYAMANAN TERMAL Studi Kasus: Komplek Perumahan Griya Putri Grand Panggoi II Raihan Mufida; Adi Safyan; Sisca Olivia; Effan Fahrizal; Yenny Novianti
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.45690

Abstract

Dalam merancang sebuah kawasan perumahan harus mempertimbangkan aspek kenyamanan termal sebagai bagian dari sasaran desain kawasan perumahan. Hal ini juga berlaku untuk kawasan perumahan yang memiliki label KPR subsidi. Ditinjau dari segi harga jual yang relatif murah, mayoritas pembangunan kawasan rumah subsidi tidak memperhatikan aspek kemudahan dan kenyamanan pengguna salah satunya yaitu dari segi aspek kenyamanan termal. Dilihat dari kondisi aktualnya, kebanyakan pihak pengembang di Kota Lhokseumawe merancang tempat tinggal dengan bentuk satu denah yang diprototipekan ke semua site yang akan dibangun dengan orientasi berbeda tanpa memperhatikan kondisi iklim di daerah lainnya. Hal ini akan menyebabkan tidak tercapainya kenyamanan termal yang optimal dan kondisi termal yang diterima di setiap orientasi akan berbeda pula sehingga pengguna lebih memilih untuk menggunakan penghawaan buatan demi mencapai kondisi termal yang stabil. Penelitian ini dilakukan di salah satu titik perumahan yang ada di Kota Lhokseumawe yaitu Kompleks Perumahan Griya Putri Grand Panggoi II dengan tipe 36/100 yang memiliki lima orientasi berbeda yaitu Utara, Timur Laut, Tenggara, Selatan dan Barat Laut. Penelitian ini menggunakan teknik observasi (pengukuran) dengan metode Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissatitisfied (PPD). Dari hasil pengolahan data dan pengujian menggunakan software ASHRAE Thermal Comfort Tool, Nilai PMV dan PPD orientasi Selatan lebih rendah daripada orientasi lainnya. Sedangkan orientasi yang memperoleh nilai PMV dan PPD paling tinggi adalah orientasi Barat Laut.
MODEL KENYAMANAN TERMAL DENGAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) PADA PONDOK PESANTREN DI WONOSOBO Adinda Septi Hendriani; Hidayatus Sibyan; Hermawan Hermawan
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i3.50258

Abstract

Abstract: The thermal comfort model still needs to be developed in order to find a thermal comfort model that is applicable to all regions. The problem of different thermal variables and human culture in different areas makes the thermal comfort model still needs to be researched. The use of different analytical methods will also make differences in the thermal comfort models found. Cold areas and differences in activity in a building become interesting for research. The purpose of the study was to analyze the thermal comfort in Islamic boarding schools in cold areas using the Structural Equation Modeling (SEM) method. The research uses quantitative methods by measuring thermal and personal variables, namely air temperature, globe temperature, air humidity, wind speed, human activities, and human clothing. Data analysis using graphs and using AMOS software to find the prediction model. The results showed that the wind speed in the room tends to be constant and the flow does not feel so it has a zero value. In the SEM analysis, the wind variable cannot be entered because an error result will be obtained. The model is made without wind variables so as to produce a mathematical equation: TSV = -0.418clothes + 2.796activity - 0.47air temperature - 0.539mrt + 0.178air humidity +0.686. Keywords: thermal comfort model, SEM analysis, Islamic boarding school  Abstrak: Model kenyamanan termal masih perlu dikembangkan agar ditemukan model kenyamanan termal yang berlaku untuk semua wilayah. Permasalahan variabel termal yang berbeda-beda dan budaya manusia di suatu wilayah yang berbeda pula membuat model kenyamanan termal masih perlu diteliti. Penggunaan metode analisis yang berbeda juga akan membuat perbedaan model kenyamanan termal yang ditemukan. Wilayah dingin dan perbedaan aktivitas pada suatu bangunan menjadi menarik untuk dijadikan penelitian. Tujuan penelitian adalah menganalisa kenyamanan termal di pondok pesantren di daerah dingin dengan menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan pengukuran variabel termal dan personal yaitu suhu udara, suhu globe, kelembaban udara, kecepatan angin, aktivitas manusia dan pakaian manusia. Analisa data menggunakan grafik dan menggunakan software AMOS untuk menemukan model prediksinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan angin di dalam ruangan cenderung tetap dan tidak terasa alirannya sehingga mempunyai nilai nol. Pada analisa dengan SEM, variabel angin tidak bisa dimasukkan karena akan didapat hasil error. Model dibuat tanpa variabel angin sehingga menghasilkan persamaan matematis : TSV = -0,418pakaian + 2,796aktivitas - 0,47suhu_udara - 0,539mrt + 0,178kelembaban_udara +0,686.Kata Kunci: model kenyamanan termal, analisa SEM, pondok pesantren
Analisa Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Ruang Kerja Perkantoran Aida - Fauziyyah; Dona - Saphiranti
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.40321

Abstract

Pada tahun 2019 akhir dunia digemparkan oleh wabah yang berasal dari Wuhan, China. Wabah ini dikenal dengan Covid-19. Indonesia mulai terkena wabah Covid-19 pada 2 Maret 2020 hingga saat ini. Virus Covid-19 merupakan virus dengan tingkat penyebaran yang cepat, virus ini dapat menyebar melalui droplets atau percikan air liur yang berukuran 5-10 mikron. Pandemi Covid-19 membuat banyak perubahan yang terjadi pada masyarakat Indonesia, di antaranya yaitu social distancing dan work from home. Beberapa kebijakan tersebut diputuskan oleh pemerintah untuk memutuskan penyebaran virus Covid-19. Perkantoran merupakan salah satu sektor yang terkena dampak dari pandemi Covid-19, dikarenakan salah satu penyebaran tercepat virus Covid-19 terjadi di perkantoran. Sehingga dampak dari pandemi Covid-19 telah mengubah cara bekerja di kantor yang berfokus pada social distancing, dan keamanan lingkungan kerja bagi pekerja di kantor. Peran desain interior menjadi signifikan dalam penataan ruang kerja di perkantoran pada masa pandemi. Desain interior memperkenalkan konsep baru dalam penataan ruang kerja yang lebih mengedepankan social distancing, dan keamanan lingkungan kerja bagi pengguna kantor. Penelitian ini membahas bagaimana hikmah pandemi Covid-19 dalam mengubah kreatifitas dari konsep yang selama ini ada, dalam penataan furnitur di ruang kerja atau ruang rapat dan penerapan desain touchless di kantor agar produktifitas dan ketenangan dalam bekerja dapat dirasakan para pengguna kantor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kajian literatur. Pengumpulan data dengan menggunakan studi pustaka dan kajian teoritis dari berbagai sumber. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu solusi desain interior khususnya pada area kerja yang berkaitan dengan social distancing dan keamanan penggunanya.
EMPAT POLA OLAHRAGA SELAMA PANDEMI COVID-19: TEMPAT, MOTIVASI, KEGIATAN, FASILITAS DAN TINGKAT KEKHAWATIRAN TERTULAR Wulan Sari; Hanson E Kusumah; Asep Yudi Permana
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.46237

Abstract

Sejak diumumkan oleh World Health Organization (WHO) terkait pandemic COVID-19. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB mengharuskan seluruh masyarakat untuk membatasi kegiatan diluar ruangan. Pembatasan sosial dan pandemi COVID-19 ini setidaknya telah mengubah pola aktivitas kegiatan dan berpengaruh pada kesehatan. Dalam upaya menjaga kesehatan selama pandemi COVID-19, perlu melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tempat olahraga yang dikunjungi selama pandemi COVID-19. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekhawatiran yang dirasakan selama berkunjung ke tempat olahraga. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory yang bersifat eksploratif. Pengumpulan data disebarkan dengan cara membagikan kuesioner daring dengan metode convenience sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan content analysis, analisis distribusi, dan analisis korespondensi. Hasil penelitian ini didapatkan dari pertanyaan terbuka (open ended) dianalisis dengan tiga tahap yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Temuan penelitian ini terdapat empat pola olahraga selama pandemi COVID-19. Pola pertama adalah kelompok ruang privat dengan tingkat kekhawatiran rendah karena kegiatan dilakukan di rumah dan tempat kerja. Pola ke-dua adalah jalan dengan tingkat kekhawatiran agak rendah karena minim interaksi sosial. Pola ke-tiga adalah kelompok fasilitas olahraga dengan tingkat kekhawatiran tidak rendah/tinggi, karena aksesibilitasnya dekat. Pola ke-empat adalah ruang publik dengan tingkat kekhawatiran agak tinggi dan tinggi, karena ruang publik yang biasanya banyak orang.
KARAKTERISTIK INFRASTRUKTUR KAWASAN WISATA RELIGI DESA GIRI, KECAMATAN KEBOMAS, KABUPATEN GRESIK Intan Kusumaningayu; Joko Santoso; Khilda Elzim Khosyati; Reza Wahyu Himawan Putra
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i3.38530

Abstract

Abstract: This research was conducted to see the characteristics of the infrastructure found in the religious tourism area in Giri Village. Considering the number of tourists or pilgrims who come to visit the tomb of Sunan Giri and several other tombs that still have a relationship with Sunan Giri such as Sunan Prapen, and Raden Soepeno and the Giri Kedaton site which has historical value. Tourism infrastructure needs to be a concern for the convenience of visitors or pilgrims who come. The tourism infrastructure that is focused on this research is on physical infrastructure aspects such as lodging facilities, dining facilities, transportation support facilities, telecommunications networks, water systems, and electricity networks. In determining the characteristics of infrastructure, it is necessary to look at the current condition both in terms of quality and quantity. The method used in identifying the infrastructure of a religious tourism village is descriptive qualitative as well as conducting data analysis and field observations. The results of this study are expected to be a reference for determining the next plan for the development of Giri Village as a religious tourism village, especially in the infrastructure aspect. Keywords: tourism village; religious tourism; infrastructure Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk melihat karakteristik infrastruktur yang terdapat pada kawasan wisata religi di Desa Giri. Mengingat banyaknya wisatawan atau peziarah yang datang untuk mengunjungi makam Sunan Giri maupun beberapa makam lain yang masih memiliki hubungan dengan Sunan Giri seperti Sunan Prapen, dan Raden Soepeno serta situs Giri Kedaton yang memiliki nilai sejarah. Infrastruktur wisata perlu menjadi perhatian demi kenyamanan pengunjung atau peziarah yang datang. Infrastruktur wisata yang difokuskan pada penelitian ini yaitu pada aspek infrastruktur fisik seperti fasilitas penginapan, fasilitas tempat makan, fasilitas penunjang transportasi, jaringan telekomunikasi, sistem air, dan jaringan listrik. Dalam menentukan karakteristik infrastruktur, perlu melihat kondisi saat ini baik secara kualitas maupun kuantitas. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi infrastruktur desa wisata religi yaitu secara deskriptif kualitatif serta melakukan analisa data dan observasi lapangan. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat menjadi acuan untuk menentukan rencana pengembangan Desa Giri selanjutnya sebagai desa wisata religi, khususnya pada aspek infrastruktur.Kata Kunci: desa wisata; wisata religi; infrastruktur
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA SEA TURTLE SANCTUARY AND EDUCATION CENTER DI KABUPATEN CILACAP Aushafia Rafidah Thahira
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.41444

Abstract

Berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species penyu berstatus rentan kepunahan, terancam atau sangat terancam punah, di Indonesia dilindungi dalam UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Terancamnya penyu diakibatkan dari berbagai ancaman, seperti dari predator alaminya, perburuan manusia dan kondisi lingkungan peneluran yang kurang mendukung. Di Kabupaten Cilacap, tepatnya Teluk Penyu yang dulunya menjadi icon pendaratan penyu kini berubah menjadi kawasan industri dan wisata, menyisakan lima titik pantai yang sering menjadi tujuan pendaratan penyu, salah satunya Pantai Sodong. Hal ini membuat Jumawan, tokoh masyarakat di kawasan Pantai Sodong membentuk Komunitas Konservasi Penyu Nagaraja. Dilihat dari kondisi lingkungan yang semakin lama tidak mendukung dan minimnya pengetahuan masyarakat akan penyu dan habitatnya maka pendekatan Arsitektur Ekologi dipilih untuk merespon permasalahan tersebut. Metode perancangan yang digunakan adalah metode rational approach. Diawali dengan mengumpulkan data primer dan sekunder dilanjuti menganalisis permasalahan dan potensi diikuti dengan pemilihan alternatif yang akan menghasilkan konsep perancangan. Hasil dari perancangan Sea Turtle Sanctuary and Education Center di Kabupaten Cilacap yaitu dapat mewadahi kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengawasan yang dapat menjaga keberlanjutan populasi penyu sekaligus ekosistemnya dengan konsep perancangan ramah lingkungan, menjaga keberlangsungan ekosistem dan bersinergi dengan masyarakat sesuai dengan pendekatan Arsitektur Ekologi
Konsep Arsitektur Perilaku di Lasalle College of the Arts, Singapore Shabika Amany Putri
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.40455

Abstract

Seni pada era modern ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Peningkatan kualitas sekolah tinggi khusus seni sangat dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan seni pada masa kini. Sekolah seni memiliki karakteristik pengguna yang berbeda-beda. Perbedaan karakteristik tersebut dilihat dari berbagai bidang seni dan asal daerah pengguna. Pada bangunan sekolah seni hubungan antar pengguna dan bangunan harus selaras. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk menghasilkan gambaran lengkap baik dalam bentuk verbal atau numerikal, menyajikan informasi dasar akan suatu hubungan, dan menciptakan seperangkat kategori. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mengklarifikasi mengenai suatu keadaan lapangan, dengan jalan deskripsi untuk menghasilkan konsep arsitektur perilaku pada sekolah seni Lasalle College of the Arts di Singapura dengan melakukan analisis menggunakan variable-variabel dalam arsitektur perilaku. Bangunan Lasalle College of the Arts, sebagian besar ruangnya berbentuk trapesium atau bersudut. Beberapa penataan perabot sangat membantu dalam mengoptimalkan fungsi ruang. Demi memaksimalkan desain ruang yang nyaman dan aman, penggunaan warna dan percahayaan harus diperhatikan sehingga pengguna akan merasa nyaman
TINJAUAN TRANSFORMASI BANGUNAN DENGAN TEORI HABRAKEN: ADAPTASI HISTORICAL BACKGROUND DI BANGUNAN KONSERVASI GEDUNG SIOLA, SURABAYA Rafidatus Sholihah; I Gusti Agung Bagus Parameswara Tantra; Chandra Hadi Sukmana; Wiwik Dwi Pratiwi
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i3.45721

Abstract

Gedung Siola merupakan salah satu bangunan tua di Kota Surabaya yang memiliki latar belakang sejarah selama beberapa abad silam. Pada awal dibangunnya gedung siola ini pada tahun 1877 dimana Kota Surabaya saat itu sebagai Kota Pelabuhan terbesar kedua di Nusantara. Adanya pelabuhan terbesar ini, Kota Surabaya berkembang sebagai Kota Bisnis. Seorang pemodal asing asal Inggris yaitu Robert Laidlaw (1856-1935), membangun gedung Siola pertama kali pada saat tahun tersebut sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Kota Surabaya. Seiring berkembangnya zaman, gedung Siola mengalami pasang surut kejayaannya selama sebagai pusat perdagangan dan beberapa kali gedung Siola bertahan dengan berganti kepemilikan hingga pada tahun 2011 Pemerintah Kota Surabaya menetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya. Penetapan sebagai bangunan cagar budaya untuk melestarikan dengan upaya konservasi yang menjaga bangunan tersebut dengan mempertahankan keaslian yang bernilai dengan sejarah bangunan tersebut. gedung Siola juga memiliki sejarah sebagai saksi perjuangan Kota Surabaya selama peristiwa perang pada tahun 1945 sebagai Kota Pahlawan yang penting untuk dijaga sebagai nilai pengetahuan. Pada tahun 2015, untuk melestarikan dan mempertahankan tersebut gedung Siola yang bernilai sejarah oleh Pemerintah Surabaya menjadikan sebagai museum Surabaya dan pusat layanan masyarakat atau disebut Mal Pelayanan Publik. Sehingga tujuan dari penelitian ini bermaksud untuk mengetahui perubahan transformasi yang terjadi dengan ketentuan Pemerintah Kota Surabaya dan faktor-faktor apa saja yang mendukung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan teori Habraken dengan studi kasus bangunan Gedung Siola. Kata Kunci: Gedung Siola; Transformasi, Konservasi, Sejarah, Habraken
KAJIAN DESAIN BIOFILIK PLACE-BASED RELATIONSHIPS TERHADAP BUILT ENVIRONMENT venny sallyana; Sherly de Yong
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i3.45748

Abstract

Globalisasi yang terjadi pada era modern kini semakin mengaburkan batasan teritori dan budaya dengan membawa berbagai pengaruh dari luar ke dalam negeri. Semakin cepatnya gerak kehidupan manusia juga mendorong produksi massal dan standarisasi disertai dengan modernisasi yang dibawa globalisasi menyebabkan banyaknya built environment atau bangunan yang terkesan sama, tidak bermakna, dan kurang sustainable. Fenomena ini disebut Relph, seorang ahli geografis, dengan istilah placelessness. Dampak lain dari globalisasi ini adalah disneyfication dimana terjadi banyak peniruan gaya bangunan luar yang diterapkan di luar konteks dan makna aslinya. Hal-hal ini berdampak terhadap terkikisnya lokalitas serta apresiasi terhadap bangunan berbudaya (cultural spaces) di Indonesia dimana seharusnya budaya dan lingkungan lokal dijaga karena merupakan tempat tinggal dan identitas masyarakat. Tulisan studi literatur ini membahas mengenai place-based relationships yang merupakan salah satu atribut desain biofilik sebagai salah satu cara menjaga keberlangsungan aspek lokalitas dalam built environment atau lingkungan buatan. place-based relationships ini dikaji bersama dengan atribut desain biofilik lainnya yang berperan sama pentingnya untuk menciptakan built environment yang berkualitas bagi manusia maupun keberlangsungan lingkungan sekitar. Tulisan ini dikaji menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori desain biofilik berdasarkan pada buku Biophilic Design : The Theory, Science, and Practice of Bringing Buildings to Life yang didukung dengan jurnal ilmiah lainnya. Hasil akhir ditemukan bahwa atribut desain biofilik lain dapat mendukung terbentuknya tempat yang memiliki kualitas place-based atau lokalitas dan bahwa penerapan desain ini dapat membantu menumbuhkan kepekaan manusia terhadap lingkungan lokalnya (sense of place), keterikatan emosional (place attachment), dan bahkan mendorong kepedulian manusia untuk menjaga keberlangsungan tempat (spirit of place). Kata Kunci: desain biofilik, place-based relationships, lingkungan buatan
TRANSFORMASI DAN POLA SPASIAL PERMUKIMAN PERAJIN PERAK TRADISIONAL DI DESA CELUK, GIANYAR, BALI Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Anak Agung Raka Gunawarman; Made Suryanatha Prabawa
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 3 (2022): Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Oktober 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i3.44204

Abstract

The settlements of traditional silversmiths in Celuk Village, Sukawati, Gianyar cannot be separated from the influence of global modernity and the natural development of its inhabitants such as changes in population, profession, habits/lifestyle and even values. Previous research has shown that Celuk Village has potential in the context of architectural values and spatial patterns of settlements. This condition led researchers to conduct research on the transformation that occurred, both the transformation of the house and its spatial pattern. This research is a research with a qualitative approach in the scope of descriptive research. Determination of the source of this information is done by purposive sampling and snowball sampling by applying the techniques of literature review, observation and interviews in an effort to collect data. In line with the qualitative research approach, data analysis has been carried out since the beginning of data collection by verifying the relevance of the data or completing it. Descriptive data will be analyzed according to its content, to see the transformations and spatial patterns that occur in the silversmiths settlement in Celuk Village, Gianyar.