cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
chairunnisa.neys@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wartapenelitianperhubungan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Penelitian Perhubungan
ISSN : 08521824     EISSN : 25801082     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Warta Penelitian Perhubungan diterbitkan oleh Sekretariat Badan Litbang Perhubungan yang memuat hasil penelitian dan kajian kebijakan di sektor transportasi. Pada tahun tahun sebelumnya hingga tahun 2016 Warta Penelitian Perhubungan terbit 12 (dua belas) kali dalam satu tahun. Namun, mulai tahun 2017 terbit 2 (dua) kali dalam satu tahun yakni edisi Januari - Juni dan Juli - Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
Kinerja Pelayanan Bus dan Terminal Antar Lintas Batas Negara Sei Ambawang Maulidya, Ichda
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i2.1307

Abstract

AbstrakTerminal Sei Ambawang sebagai Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat dibangun untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, baik di dalam negeri maupun dengan wilayah negara tetangga dan meningkatkan pelayanan bagi para pengguna bus dan terminal. Keberadaan Terminal Sei Ambawang diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses wilayah negara tetangga untuk mendongkrak kegiatan perekonomian maupun sosial. Penelitian ini menganalisis kinerja pelayanan bus dengan melibatkan sebanyak 31 indikator yang dikaji dan Terminal Sei Ambawang sebanyak 41 indikator yang dikaji menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Pengukuran dilakukan terhadap 60 responden menggunakan skala Likert. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat kepuasan pengguna terhadap kinerja pelayanan bus dan terminal di Terminal Sei Ambawang masing-masing sebesar 74,54% dan 71,73%. Hal ini menandakan bahwa para pengguna bus dan terminal merasa puas terhadap kinerja pelayanan di Terminal Sei Ambawang. Atribut tertinggi dalam kepuasan kinerja pelayanan bus adalah keahlian pengemudi dan kemudahan mendapatkan tiket dengan nilai rata-rata sebesar 3,01 sehingga atribut tersebut perlu dijaga kualitasnya, sedangkan nilai IKM terendah terletak pada atribut tanda pengenal bagasi dengan nilai rata-rata sebesar 2,7. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja pelayanan bus ke depannya, pihak operator bus perlu memberikan tanda pengenal bagasi pada setiap barang bawaan para penumpang yang berisi identitas penumpang agar mudah dikenali, tidak tertukar, dan terjamin keamanannya. Di sisi lain, atribut tertinggi dalam kepuasan kinerja pelayanan terminal meliputi atribut kondisi jalur kedatangan bus, rambu/petunjuk dalam terminal, dan keteraturan sistem naik turun penumpang dengan nilai rata-rata sebesar 3,13. Hal ini menandakan bahwa ketiga atribut tersebut dalam kondisi baik dan memadai. Namun, atribut keberadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) merupakan atribut dengan nilai IKM terendah, yaitu sebesar 2,10. Dengan demikian, pihak penyelenggara Terminal Sei Ambawang perlu menyediakan fasilitas ATM untuk perbaikan kinerja pelayanan terminal ke depannya.Kata kunci: Sei Ambawang, kinerja pelayanan bus dan terminal, dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)AbstractService Performance of Bus and Inter-State Border Terminal of Sei Ambawang: Sei Ambawang Terminal as an Inter-State Border (ALBN) Terminal located in West Kalimantan Province was built to improve connectivity between regions, both domestically and with neighboring countries and to improve services for bus and terminal users. The existence of the Sei Ambawang Terminal is expected to facilitate the community in accessing neighboring countries to boost economic and social activities. This study analyzed the performance of bus services by involving 31 indicators studied and Sei Ambawang Terminal of 41 indicators using the Customer Satisfaction Index (CSI). The measurement was made on 60 respondents using a Likert scale. From the results, it is known that the levels of user satisfaction on the performance of bus and terminal services in the Sei Ambawang Terminal were 74.54% and 71.73% respectively. It indicates that bus and terminal users were satisfied with the service performance at Sei Ambawang Terminal. The highest attributes in bus service performance satisfaction were the drivers’ expertise and ease in getting tickets with an average value of 3.01 so that the quality of the attributes need to be maintained, while the lowest CSI value was the attribute of baggage identification with an average value of 2.7. Therefore, to improve the performance of bus service, it needs to provide baggage identification on each passenger’s luggage containing passenger data so that they are easily recognized, not exchanged, and safety guaranteed. On the other hand, the highest attributes in the satisfaction of terminal service performance included the attributes of bus arrival lane conditions, signs/directions in the terminal, and the regularity of load and unload passenger’s system with an average value of 3.13. It indicates that the three attributes were in good and adequate condition. However, the attribute of the Automatic Teller Machine (ATM) was at the lowest CSI value, which was 2.10. Therefore, the operator of Sei Ambawang Terminal needs to provide ATM facilities to improve the performance of the terminal services in the future.Keywords: Sei Ambawang, bus and terminal service performance, and Customer Satisfaction Index (CSI).
Kajian Pra-Implementasi Aplikasi Layanan pada Bus Rapid Transit Purwokerto-Purbalingga: Perspektif Penumpang Wanita Romadlon, Fauzan; Lestari, Ratna Dwi; Lestiana, Firdhayanti; Putri, Nuansa Aita
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i2.1318

Abstract

Operasional Bus Rapid Transit (BRT) Purwokerto-Purbalingga didominasi oleh wanita. Wanita mempunyai karakteristik perjalanan yang berbeda dengan pria, dimana mereka lebih sering menggunakan transportasi umum sehingga dibutuhkan peningkatan pelayanan BRT. Salah satu pendekatan yang dapat diimplementasikan adalah dengan aplikasi layanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perspektif penumpang wanita dalam kaitannya dengan ketiga aspek pelayanan, yaitu financing, kenyamanan, dan traceability. Metode yang digunakan adalah survei dan observasi langsung ke penumpang wanita BRT di Purwokerto dan Purbalingga. Hasil yang diperoleh adalah pada aspek financing, faktor signifikansi dipengaruhi oleh jenis pekerjaan penumpang wanita. Sedangkan aspek kenyamanan dan traceability dipengaruhi faktor rasio umur, domisili, dan kepemilikan kendaraan pribadi penumpang wanita BRT. Ketiga aspek ini dapat diterapkan dengan sebuah aplikasi layanan yang berfokus pada e-payment, BRT location tracking, dan bus capacity information demi mendukung keamanan dan kenyamanan penumpang wanita BRT.Kata kunci: Aplikasi Layanan, Perspektif, Penumpang Wanita, Bus Rapid Transit, Purwokerto-Purbalingga. AbstractPre-implementing Study of Service Application on Purwokerto-Purbalingga Bus Rapid Transit: Perspective of Female Passengers: The operations of Purwokerto-Purbalingga Bus Rapid Transit (BRT) are dominated by women. Women have different travel characteristics than men, where they use public transportation more often, so an increase in BRT services is needed. One approach that can be implemented is a service application. This study was conducted to determine the perspective of female passengers in terms of three aspects of services, including financing, comfort, and traceability. The method used was a survey and direct observation of BRT female passengers in Purwokerto and Purbalingga. The obtained results in the aspect of the financing were that the significant factor was affected by the type of work of female passengers. Meanwhile, the comfort and traceability aspects were affected by the ratio of age, residence, and ownership of private vehicles. These three aspects can be applied with a service application that focuses on e-payment, BRT location tracking, and bus capacity information to support the safety and comfort of BRT female passengers.Keywords: Service Application, Perspective, Female Passengers, Bus Rapid Transit, Purwokerto-Purbalingga.
Pengaruh Bandar Udara Abdul Rachman Saleh terhadap Pengembangan Kegiatan MICE di Kota Malang Sasongko, R Widodo Djati
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i1.1333

Abstract

AbstrakDalam mengembangkan kegiatan MICE (Meeting, Incentives, Convention, and Exhibition) di Kota Malang, diperlukan peningkatan pelayanan Bandar Udara (Bandara) Abdul Rachman Saleh berupa pengadaan penerbangan internasional. Hal ini karena bandara tersebut baru sebatas melayani penerbangan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kegiatan MICE di Kota Malang dan peran Bandar Udara Abdul Rachman Saleh dalam membuat strategi pengembangan kegiatan MICE berdasarkan faktor pendorong dan penghambatnya. Metode analisis data menggunakan metode analisis deskripsi dan analisis medan kekuatan. Berdasarkan hasil analisis, Bandar Udara Abdul Rachman Saleh berpengaruh kuat terhadap pengembangan kegiatan MICE. Hal tersebut sejalan dengan faktor pendorong lain yang juga berpengaruh kuat, yaitu peningkatan kegiatan yang bersifat internasional dan kegiatan MICE yang terintegrasi. Dengan demikian, Bandar Udara Abdul Rachman Saleh dapat diusulkan menjadi bandara internasional agar dapat bersinergi dengan upaya lainnya, seperti peningkatan daya tarik wisata dalam bentuk paket wisata, peningkatan kualitas moda transportasi darat, dan penyelenggaraan kegiatan internasional.Kata kunci: Bandara Abdul Rachman Saleh, pengembangan kegiatan MICE, Kota Malang The Influence of Abdul Rachman Saleh Airport on MICE Activities Development in Malang City: Meeting-Incentives-Convention-Exhibition (MICE) activities in Malang require Abdul Rachman Saleh Airport to serve direct international flights, but until now this airport has only served domestic flights. This study analyzed the potential of international MICE activities in Malang City and the role of Abdul Rachman Saleh Airport in the strategy to organize international MICE activities based on driving and inhibiting factors using descriptive analysis and force field analysis methods. Findings show that Abdul Rachman Saleh Airport has a strong influence on the development of MICE activities, which is consistent with other strong driving factors, namely increasing international activities and integrated MICE activities. For these reasons, this study proposes Abdul Rachman Saleh Airport as an international airport that can serve direct international flights and, as a result, synergize with other efforts to, among other things, increase tourist attraction (included in tour packages), improve the quality of land transportation modes, and organize international activities.Keyword: Abdul Rachman Saleh Airport, MICE event development, Malang City
Pendekatan Multidimensional Scaling untuk Penilaian Status Keberlanjutan ATCS Kota Pintar Semarang Mahida, Masmian
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i2.1367

Abstract

AbstrakKota Semarang dalam mewujudkan kota pintar dari sektor transportasi telah memiliki layanan IT area traffic control system (ATCS). Teknologi ATCS merupakan sistem monitoring pengendalian lalu lintas jalan berbasis teknologi informasi pada suatu kawasan di persimpangan yang bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan jalan. Pada praktiknya, masih terdapat kendala teknis terkait suplai listrik, yakni pada saat suplai listrik PLN mati lebih dari tiga jam, maka layanan ATCS tidak berfungsi karena baterai listrik cadangan hanya mampu bertahan tiga jam. Oleh karena itu, akan dilakukan penilaian terhadap status keberlanjutan teknologi ATCS yang ditinjau dari dimensi input, proses, dan output guna memperoleh faktor/atribut yang berpengaruh pada keberlanjutan teknologi ATCS. Penelitian penilaian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan dukungan analisis Multidimensional Scaling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dengan pengelola teknologi ATCS, dan penyebaran kuesioner kepada tiga pakar yang terkait teknologi ATCS. Hasil temuan penelitian dapat dijadikan input pada pengembangan teknologi ATCS Kota Semarang sehingga terwujud kota pintar, terutama di sektor transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan teknologi ATCS pada dimensi input menunjukkan nilai baik, dengan atribut sensitif kerangka tata kelola IT. Status keberlanjutan teknologi ATCS pada dimensi proses menunjukkan nilai cukup, dengan atribut sensitif dukungan lingkungan inovatif. Sementara itu, status keberlanjutan teknologi ATCS pada dimensi output menunjukkan nilai cukup, dengan atribut sensitif efektifitas biaya.Kata Kunci: Keberlanjutan, ATCS, Kota Pintar, Multidimensional ScalingAbstractMultidimensional Scaling Approach for Sustainability Assessment of ATCS Technology of Semarang Smart City: Semarang City in realizing a smart city from the transportation sector has had an IT area traffic control system (ATCS) service. ATCS technology is a road traffic control monitoring system based on information technology in an area at an intersection that aims to optimize road network performance. Practically, there is still a technical problem related to the electricity supply. When the PLN electricity supply has been off for more than three hours, the ATCS service is not functioning because the backup electric battery is only capable of three hours. Therefore, an assessment will be carried out to the sustainability status of ATCS technology in terms of the input, process, and output dimensions to obtain factors/attributes that affect the sustainability of ATCS technology. The research used a descriptive qualitative-quantitative method using Multidimensional Scaling analysis. Data collection was conducted by field observation, interviews with ATCS technology managers, and distributing questionnaires to three experts related to ATCS technology. The results of the research findings can be used as input for the development of ATCS technology for developing smart city Semarang, especially in the transportation sector. The results showed that the sustainability status of ATCS technology on the input dimension is good, with sensitive attributes IT governance framework. The sustainability status of the ATCS technology in the process dimension showed sufficient value, with the sensitive attributes of innovative environmental support. While the status of the sustainability of the ATCS technology in the output dimension showed sufficient value with the cost-effectiveness sensitive attribute.Keywords: Sustainability, ATCS, Smart City, Multidimensional Scaling.
Evaluasi Pelayanan Ground Handling di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Palu Yarlina, Lita; Lumban Batu, Harry Yanto; Lindasari, Evy; Mardoko, Arman
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i1.1368

Abstract

AbstrakLalu lintas angkutan udara di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu menunjukkan pertumbuhan yang meningkat selama periode 2015-2019. Pengelolaan Ground Support Equipment (GSE) dan Sumber Daya Manusia (SDM) diperlukan untuk memenuhi persyaratan pelayanan ground handling di sisi udara, khususnya apron, untuk mewujudkan keselamatan penerbangan, kinerja ketepatan waktu, kepuasan pelanggan, serta keandalan yang sesuai dengan regulasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas layanan ground handling di Bandar Udasar Mutiara SIS Al-Jufri. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan mengacu pada kriteria dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 91 tahun 2016 tentang Pembatasan Usia Peralatan Penunjang Pelayanan Darat Pesawat Udara (Ground Support Equipment/ GSE) dan Kendaraan Operasional yang Beroperasi di Sisi Udara, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/81/X/1998 tentang Pedoman Umum Pengelolaan Ground Support Equipment (GSE). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kegiatan ground handling telah menunjukkan komitmen dalam memenuhi pelayanannya. Walaupun demikian, masih terdapat deviasi berupa kendaraan dengan usia operasi lebih dari 10 tahun yang masih beroperasi di apron, antara lain Aircraft Towing Tractor (ATT), Air Starter Unit (ASU), dan Ground Power Unit (GPU). Oleh karena itu, direkomendasikan untuk melakukan penyesuaian peralatan dengan mengacu pada regulasi yang berlaku.Kata kunci: Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri, ground handling.Ground Handling Services at Mutiara SIS Al-Jufri Airport Palu: Air transport traffic at Mutiara SIS Al-Jufri Airport, Palu-Indonesia, showed an increase in growth from 2015 until 2019. In an attempt to meet the ground handling service requirements on the air side, especially aprons, it is necessary to properly manage Ground Support Equipment (GSE) and Human Resources to achieve flight safety, punctuality performance, customer satisfaction, and regulatory compliance. This study aimed to determine the quality of ground handling services at Mutiara SIS Al-Jufri Airport. It employeda descriptive qualitative method by referring to the criteria issued in the Regulation of Minister of Transportation PMNo. 91 of 2016 concerning Age Limits for Supporting GSE and Operational Vehicles Operating on the Air Side andthe Decree of the Director-General of Civil Aviation No. SKEP/81/X/1998 on General Guidelines for Management of Ground Support Equipment. The results showed that the ground handling activities hadsuccessfully committedto fulfilling their functions, but a few deviations from the recommended age of vehicles in operation on the aprons were identified. Aircraft Towing Tractor (ATT), Air Starter Unit (ASU), and Ground Power Unit (GPU) had been operated for more than ten years. Therefore, this study recommends that equipment adjustments be made following applicable regulations.Keywords: Mutiara SIS Al-Jufri Airport, ground handling.
Layanan Bus Rapid Transit Purwokerto-Purbalingga pada Pengguna Wanita Menuju Kesiapan Dimensi Smart Mobility Romadlon, Fauzan
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i1.1480

Abstract

AbstrakPengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) Purwokerto-Purbalingga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bagi para penggunanya. Faktanya, 70% pengguna BRT adalah wanita sehingga dibutuhkan keterlibatan wanita demi menunjang keberlangsungan pembangunan kota, khususnya pada layanan transportasi umum. Di sisi lain, Purwokerto dan Purbalingga merupakan wilayah yang telah berorientasi smart city. Pada Garuda Smart City Model, yaitu sebuah model smart city initiative, terdapat smart economy di mana klaster layanannya adalah smart mobility dan bagian penting dari smart mobility adalah layanan transportasi umum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan sosio-ekonomi meliputi demografi dan pengalaman pengguna wanita dengan preferensinya terhadap layanan BRT. Selain itu, kesiapan kedua wilayah dalam penerapan smart city terutama smart mobility juga perlu diukur. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif meliputi statistika deskriptif dan uji Analysis of Variance (ANOVA), sedangkan metode kualitatif digunakan untuk menganalisis indikator kesiapan smart mobility. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa preferensi pada kriteria ekonomi, sosial, dan lingkungan memiliki respons yang signifikan terhadap sosio-ekonomi. Berdasarkan indikator kesiapan smart mobility, operasional BRT baru siap terhadap indikator aksesibilitas BRT. Indikator lain seperti akses multimoda transportasi, akses transportasi internasional, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung mobilitas, dan transportasi berkelanjutan dapat dikatakan belum siap. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian yang komprehensif dan kebijakan yang mendukung dalam menuju kesiapan smart mobility, sehingga BRT mampu menjadi transportasi andalan yang nyaman, aman, dan profesional.Kata kunci: Layanan, Preferensi Wanita, Bus Rapid Transit, Smart Mobility.AbstractThe Service of Bus Rapid Transit of Purwokerto-Purbalingga for Female Users towards Readiness of Smart Mobility Dimension: Operating Bus Rapid Transit (BRT) of Purwokerto-Purbalingga aims to improve services for its users. In fact, 70% of BRT users are women, so it requires the involvement of female users to support the sustainability of urban development, especially in public transportation services. On the other hand, Purwokerto and Purbalingga are areas that have been smart city-oriented. In the Garuda Smart City Model, which is a smart city initiative model, there is a smart economy where the service cluster is smart mobility and its main part is public transportation service. This research is conducted to determine the socio-economic correlation of demographics and experience of female users of BRT with their preferences toward the services. In addition, the readiness of the two regions in the application of the smart city, especially smart mobility, also needs to be measured. The methods used were quantitative and qualitative. Quantitative methods include descriptive and Analysis of Variance (ANOVA) test, while qualitative methods were used to analyze indicators of smart mobility readiness. The results obtained show that preferences for economic, social, and environmental criteria have a significant response to socioeconomic. Based on smart mobility readiness indicators, BRT operations are only ready on the indicator of BRT accessibility. Other indicators such as multimodal transportation access, international transportation access, Information and Communication Technology (ICT) to support mobility, and sustainable transportation are not ready yet. Therefore, comprehensive studies and policies that support smart mobility are needed so that BRT can become a reliable, safe, and professional transportation.Keywords:  Service, Women’s Preference, Bus Rapid Transit, Smart Mobility.
Evaluasi dan Pengembangan Angkutan Penyeberangan di Dermaga Ngunut Kabupaten Tulungagung priyambodo, Priyambodo
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i1.1497

Abstract

Abstrak Angkutan penyeberangan di Dermaga Ngunut Kabupaten Tulungagung sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitarnya karena dapat membantu mobilitas mereka sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan mengembangkan angkutan penyeberangan di Dermaga Ngunut. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT, penelitian ini menunjukkan bahwa angkutan penyeberangan di Dermaga Ngunut berada pada posisi kuat (strong) dan menengah (medium). Angkutan penyeberangan di daerah tersebut memiliki peluang yang tinggi serta kekuatan yang cukup (medium) untuk ditumbuhkan dan dikembangkan walaupun  memiliki kelemahan. Salah satu kelemahannya ialah Pemerintah Kabupaten Tulungagung memiliki keterbatasan wewenang dalam pembinaan dan pengelolaan angkutan penyeberangan. Dengan demikian, strategi yang dapat diterapkan adalah mengubah kelemahan menjadi kekuatan dengan cara memberikan kewenangan yang lebih besar kepada Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk mengelola angkutan penyeberangan di daerahnya. Aspek sarana yang perlu diperhatikan ialah pembuatan perahu yang belum mengikutsertakan pendamping atau teknisi dari industri galangan kapal. Adapun, aspek prasarana yang perlu diperhatikan ialah pembangunan dermaga yang belum sepenuhnya mengikuti proses dan prosedur dari instansi yang berwenang. Kata kunci: Angkutan penyeberangan, sarana prasarana, kelaikan berlayar, SWOT, strategi AbstractEvaluation and Development of Ferry Services at Ngunut Dock, Tulungagung Regency: Communities around Ngunut Dock, Tulungagung Regency, require ferry services to help their daily mobility. This research was designed to evaluate and develop ferry services at this dock by qualitative descriptive analysis and SWOT analysis. The results showed that the ferry services observed were in the strong and medium cells and had a great or excellent opportunity and a decent strength (medium) to grow and develop mainly because the community needed these services. This research, however, identified a weakness, i.e., the government of Tulungagung Regency had little to no authority to build and manage the ferry services. For these reasons, the strategy adopted must factor in improvements that change the weakness into a strength by giving the local government greater authority in the management. Future facility and infrastructure development must consider the fact that the ferry boat was made without technical assistance from the ship or boat industry and that the dock construction did not entirely follow the processes and procedures recommended by relevant authorities.  Keywords: Ferry services, infrastructure, seaworthiness, SWOT, strategy 
Studi Kecelakaan Kapal di Indonesia dari Tahun 2003-2019 Berdasarkan Data Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi Saputra, Abadi Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i2.1502

Abstract

Kecelakaan kapal merupakan kejadian yang dialami oleh kapal yang dapat mengancam keselamatan kapal dan/atau jiwa manusia berupa kapal tenggelam, terbakar, tubrukan dan kandas. Pada penelitian ini akan dibahas masalah kecelakaan kapal yang diinvestigasi oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) selama kurun waktu 2003-2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa karakteristik kecelakaan kapal yang diinvestigasi oleh KNKT. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif data sekunder dari laporan kecelakaan kapal yang telah selesai diinvestigasi oleh KNKT dan hasilnya dianalisa secara deskriptif. Gambaran komposisi karakteristik kecelakaan dari pengolahan data diketahui berdasarkan jenis kecelakaan kapal, kapal terbakar merupakan jenis kecelakaan yang paling banyak terjadi yaitu sebesar 37%, sedangkan lokasi/perairan yang paling sering terjadi kecelakaan adalah laut Jawa sebesar 36,7% dengan kejadian sebanyak 44 kasus, dari aspek waktu paling sering terjadi kecelakaan kapal adalah pada pukul 12:00-17:59 (31%).
Pengaruh Waktu Terbang (Phases of Time) Terhadap Beban Kerja Mental Pilot Pesawat Terbang Ditinjau Dari Perbedaan Jenis Kelamin Pilot Saputra, Abadi Dwi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i2.1508

Abstract

AbstrakManusia sebagai komponen sistem atau sub-sistem meskipun mampu beradaptasi dengan baik terhadap sistem operasional penerbangan, namun manusia cenderung labil dan juga paling sensitif terhadap pengaruh yang dapat berdampak pada kondisi dirinya. Kondisi waktu kerja yang berbeda-beda juga diperkirakan dapat mempengaruhi kondisi seorang pilot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja mental pilot ditinjau dari perbedaan jenis kelamin (gender) jika dihadapkan pada kondisi waktu (phases of time) operasional penerbangan yang berbeda-beda. Penelitian menggunakan metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT), metode ini menggunakan tiga kombinasi dari tiga dimensi dengan tingkatannya. Dimensi tersebut adalah beban waktu (time), beban usaha mental (effort), dan beban tekanan psikologis (stress). Dari hasil penelitian menunjukkan kondisi beban kerja mental yang dialami pilot berdasarkan waktu terbang adalah baik untuk pilot pria dan wanita diketahui bahwa kondisi beban mental pilot tertinggi pada saat penerbangan dilakukan pada dini hari (00.00 –05.59), pada saat libur, dan saat peak season.Kata kunci: Kecelakaan Pesawat, Jenis Kelamin Pilot, SWAT.AbstractPhases of Time Effect to the Pilot Mental Workload In terms of Differences Pilot Gender: Humans as a component of the system or sub-system although be able well adapted to the flight operational, but humans tend to be unstable and also most sensitive to the effects that can impact on his condition. Different working time conditions are also expected to affect a pilot's condition. The purpose of this study is to determine the mental workload of pilot in terms of differnces pilot gender if faced with different phases of time conditions. Mental workload measurements performed using the Subjective Workload Assessment Technique method (SWAT), this method using combine of three dimensions with their levels. The dimensions are time load, mental effort load, and psychological stress load. The result of studies shows that the condition of mental workload experienced by pilots refers to phases of time is in general (on average) in the high category (overload). While the overall showed that more pilots emphasize time factor in considering the factors of mental workload. The most burdensome conditions of a flight for man and woman pilot is when the pilot was conducted in the early morning, on weekends and during peak seasonsKeyword:Aircraft Accident, Pilot Gender, SWAT.
Studi Simulasi Model Kecelakaan Pengendara Mobil untuk Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas di Daerah Perkotaan Agustin, Imma Widyawati; Meidiana, Christia; Muljaningsih, Sri
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i2.1513

Abstract

AbstrakBerbagai permasalahan transportasi yang sering dialami dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi salah satunya adalah kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas di Kota Surabaya pada tahun 2017 tercatat sebanyak 1.338 kejadian kecelakaan. Jumlah kejadian kecelakaan ini didominasi oleh kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil. Penelitian ini bertujuan membuat model peluang kecelakaan mobil di Kota Surabaya yang didasarkan pada data karakteristik jalan dan karakteristik pengendara untuk mengetahui tindakan yang tepat dalam menurunkan angka kecelakaan mobil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis generalized linear model (GLM) untuk melihat model peluang kecelakaan mobil berdasarkan karakteristik jalan dan regresi logistik biner untuk melihat model peluang kecelakaan mobil berdasarkan karakteristik pengendara mobil. Penelitian ini difokuskan pada six ruas jalan yang memiliki tingkat kecelakaan tertinggi dan sedang, serta diwakilkan dengan 348 responden pengendara mobil. Dari hasil analisis GLM didapatkan model peluang kecelakaan McA = ??4,5 − 0,707 Lebar badan jalan yang menunjukkan bahwa hanya lebar badan jalan yang mempengaruhi peluang kecelakaan mobil. Hal ini dapat diintepretasikan bahwa jika lebar badan jalan memiliki peningkatan 10% dari lebar badan jalan sebelumnya, maka model pendekatan dengan GLM memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah kecelakaan mobil sebanyak 84 korban. Dari hasil analisis regresi logistik biner didapatkan model peluang kecelakaan di mana perilaku pengendara yang mempengaruhi peluang kecelakaan mobil adalah membawa surat berkendara seperti SIM dan STNK (X3.6), mematuhi lampu lalu lintas (X3.10), memberi tanda berbelok/darurat (X3.11), menggunakan sabuk pengaman (X3.12), dan mengantuk saat mengendarai (X3.13).Kata kunci: Model kecelakaan, pengendara mobil, generalized-linear-model, Kota Surabaya.AbstractSimulation Study of Car Accident Model to Improve Traffic Safety in the Urban Area: Various transportation problems that are often experienced with high traffic density, one of which is a traffic accident. The number of accidents is dominated by private vehicles such as motorbikes and cars. This study aimed to make a car accident model in Surabaya Ciy based on the road and the driver characteristics to find out the right actions in reducing the number of car accidents. The study used the analysis of generalized linear model (GLM) and binary logistic regression. It focused on six road segments that have the highest and moderate accident rates, and it was represented by 348 respondents of car drivers. The results of the GLM analysis obtained a probability model of McA = ????,?? − ??,??? ?? ???????? ????? ???? which shows only the width of the road body that affects the chances of a car accident. It can be interpreted that if the road width has increased by 10% from the previous road width, the GLM approach model predicts an increase in the number of car accidents by 84 victims. Furthermore, the driver’s behavior that affects the chances of a car accident include carrying a driver license and vehicle registration (X3.6), obeying a traffic light (X3.10), giving a turning/emergency sign (X3.11), using a seat belt (X3.12), and being drowsy when driving (X3.13).Keywords: Accident model, car driver, generalized-linear-model, Surabaya City.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 1 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 2 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 6 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 5 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 3 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 10 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 7 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 6 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 4 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 2 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 5 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 2 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 11 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 9 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol 22, No 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 5 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 1 (2010): Warta Penelitian Perhubungan More Issue