cover
Contact Name
Chairunnisa
Contact Email
chairunnisa.neys@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wartapenelitianperhubungan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Penelitian Perhubungan
ISSN : 08521824     EISSN : 25801082     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Warta Penelitian Perhubungan diterbitkan oleh Sekretariat Badan Litbang Perhubungan yang memuat hasil penelitian dan kajian kebijakan di sektor transportasi. Pada tahun tahun sebelumnya hingga tahun 2016 Warta Penelitian Perhubungan terbit 12 (dua belas) kali dalam satu tahun. Namun, mulai tahun 2017 terbit 2 (dua) kali dalam satu tahun yakni edisi Januari - Juni dan Juli - Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
Peluang dan Tantangan Sumber Daya Manusia dalam Penyelenggaraan Pelabuhan Cerdas (Smart Port) Nasional di Masa Revolusi Industri 4.0 Ricardianto, Prasadja; Nasution, Syahrial; Naiborhu, Maria Angelin; Triantoro, Wegit
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i1.1524

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peluang, tantangan, dan solusi untuk Sumber Daya Manusia(SDM) pelabuhan nasional di Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan mengembangkan pendidikan yang sudah ada. Permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat kepelabuhanan terletak pada penempatan sumber daya manusia, pembaruan aplikasi teknologi di bidang pelayaran, dan daya saing industri pelayaran. Permasalahan terbesarnya adalah ego sektoral yang masih tinggi, misalnya biaya logistik yang mahal di Indonesia. Adapun, tantangan terbesarnya adalah mengolaborasi pelayanan agar dapat diintegrasikan dan menghilangkan ego sektoral tersebut. Pengembangan teknologi informasi yang menjadi penggerak ekonomi dunia belum sepenuhnya dapat disusul dengan pendidikan saat ini. Penelitian ini merupakan studi literatur yang fokus pada hasil wawancara mendalam (in-depth interviews) dengan beberapa narasumber. Hasil penelitian yang berkaitan dengan pelabuhan cerdas (smart port) menunjukkan bahwa penggunaan automasi dan semi-automasi terkait dengan berkembangnya digitalisasi akan menjadi suatu acuan di dalam pelayanan pelabuhan secara nasional. Selain itu, diperlukan pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia dengan kekhasan maritim melalui pendalaman lebih ilmiah, khususnya pada jurusan Nautika, Teknika, dan Tatalaksana, serta pelatihan bersertifikat tingkat diploma. Kata Kunci: pendidikan; peluang; revolusi industri; pelabuhan cerdas; sumber daya manusia; tantangan AbstractOpportunities and Challenges for Human Resources in Organizing National Ports in Indonesia: This research was designed to assess the opportunities and challenges for human resources of national ports in Indonesia in the industrial revolution 4.0, provide relevant solutions, and evaluate and improve existing education. The problem and challenges faced by the port society lie in human resources distribution, connectivity, update on technological applications in shipping, and the competitiveness of the shipping industry. In terms of human resources, experts, especially in the port sector, seem to be limited in number. Sectoral egotism that, for example, leads to expensive logistics costs, has been reported as the greatest problem, and, accordingly, an integrated collaboration on service provision in this atmosphere poses a significant challenge to human resources in national ports. Moreover, today’s education has not been able to catch up with the advancement of Information Technology, which is the engine of the world economy. This research employed a literature study focuing on the results of in-depth interviews with several informants. The results showed that, in the context of smart ports, automated and semi-automated systems as a result of digitalization would most likely become a reference in port services nationally. An education that produces human resources with maritime specialties through in-depth scientific analyses (especially in Nautical, Technical, and Management majors) and certified training at the diploma level is highly required. Keywords: education; opportunity; industrial revolution; smart port; human resource; challenge
Integrasi Antarmoda dengan Penerapan Transit-Oriented Development pada Kawasan Kota Lama Semarang Cahya Adhianti, Rosa Asiga; Ronauli, Ria; Kezia, Lasma
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i2.1525

Abstract

AbstrakStasiun Semarang Tawang adalah stasiun utama pertama di kota Semarang yang merupakan salah satu pusat pergerakan di kota tersebut. Stasiun Semarang Tawang terletak di wilayah Kota Tua Semarang. Semarang Tawang adalah tempat pemberhentian kereta api sebagai alat transportasi darat jarak jauh, tetapi moda transportasi lain diperlukan untuk mencapai Stasiun Tawang Semarang. Dengan demikian, diperlukan adanya integrasi antarmoda dengan menerapkan konsep Transit-Oriented Development. Penelitian ini menggunakan analisis pedestrian, TOD metric, dan analisis aksesibilitas. Analisis pedestrian dilakukan dengan menggunakan data kuantitafif yaitu data lebar geometri pedestrian dan jumlah pejalan kaki. TOD metric menggunakan metode observasi dengan alat penilaian berupa TOD Standard dari ITDP, sedangkan analisis aksesbilitas dilakukan dengan mendeskripsikan rute BRT Trans Semarang yang melewati Stasiun Semarang Tawang. Berdasarkan hasil observasi, skor kawasan Kota Tua Semarang adalah 56 poin di mana artinya kawasan tersebut cukup memuaskan dalam memenuhi pembangunan perkotaan berbasis transit. Dalam rangka meningkatkan nilai TOD yang didukung dari hasil ketiga analisis, rekomendasi pengembangan dapat dilakukan dengan penambahan jalur pedestrian, jalur pesepeda, halte BRT sebagai tempat peralihan moda, tempat parkir untuk taksi, adanya parkir sepeda di dalam dan di luar stasiun, penambahan hotel dan pusat perbelanjaan di sekitar Stasiun Semarang Tawang.Kata Kunci: Integrasi Antarmoda, Transit-Oriented Develompment.AbstractIntermodal Integration by Implementing Transit-Oriented Development in Semarang Old Town Area Semarang: Tawang Station is the first major station in the city of Semarang which is one of the center of the movement in the city. Semarang Tawang Station is located in Semarang Old Town Area. Semarang Tawang is a train stop point as a means of long-distance land transportation, but other modes of transportation are needed to reach Semarang Tawang Station. Thus, there is a need for intermodal integration in Semarang Old Town Area by applying the concept of Transit-Oriented Development. This research used pedestrian analysis, TOD Metric, and accessibility analysis. The pedestrian analysis was carried out using quantitative data, which was data on the width of the pedestrian geometry and the number of pedestrians. The TOD metric used the observation method with an assessment tool in the form of the TOD Standard from ITDP, while the accessibility analysis was carried out by describing the Trans Semarang BRT route that passed through Semarang Tawang Station. Based on observations, the score of the Semarang Old Town area was 56 points, which means that the area was quite satisfactory in fulfilling transit-based urban development. To increase the TOD value which was supported by the results of the three analyzes, development recommendations can be made by adding pedestrian lanes, cycling lanes, BRT shelters as modes of transfer, parking for taxis, parking for bicycles inside and outside the station, adding hotels and shopping centers around Semarang Tawang Station.Keywords Intermodal Integration, Transit-Oriented Development.
Kajian Evaluasi Lintas Penyeberangan Merak–Bakauheni Kusumaning Utami, Tri
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i1.1543

Abstract

AbstrakKajian evaluasi lintas penyeberangan Merak–Bakauheni bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pengoperasian kapal penyeberangan pada lintas Merak–Bakauheni. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan kebutuhan kapal untuk melayani angkutan penumpang dan kendaraan di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni agar frekuensi keberangkatan kapal mencapai 191 trip/hari dari maksimal 224 trip/hari. Berdasarkan hasil analisis perhitungan tingkat penggunaan dermaga pada tahun 2016, diketahui persentase waktu yang hilang atau Berth Idle Time (BIT) rata-rata di Dermaga I-V Pelabuhan Penyeberangan Merak sebesar 20,08%. Adapun, persentase BIT rata-rata di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni sebesar 20,15%. Mengenai hasil analisis kinerja penggunaan dermaga, rata-rata penggunaan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Merak pada tahun2016 adalah 79,91% dengan penggunaan tertinggi sebesar 94,15% di Dermaga II sehingga BIT dermaga sebesar 5,58%. Adapun, rata-rata penggunaan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni pada tahun 2016 adalah 79,85% dengan penggunaan tertinggi sebesar 94,85% di Dermaga I sehingga BIT dermagasebesar 5.15 %. Dengan demikian, Pelabuhan Penyeberangan Merak–Bakauheni tidak perlu menambah jumlah kapal. Akan tetapi, disarankan untuk menambah knot kapal agar tercapai jumlah trip yang maksimal per harinya.Kata kunci:  Pelabuhan, dermaga, evaluasi, pengoperasian, kapal. AbstractStudy/Evaluation of the Merak-Bakauheni Crossing Services: This evaluation study was intended to improve the operation of ferry services on the Merak-Bakauheni crossing route using qualitative and quantitative descriptive approaches. It provided the number of ferry boats required to serve passenger and vehicle transport on this crossing route at a frequency of departure of up to 191 trips/day from a maximum of 224 trips/day. Based on the calculation results of the dock utilization rate in 2016, the percentage of Berth Idle Time (BIT) of Docks I-V at Merak Port was 20.08%, while the average BIT of Bakauheni Port was 20.15%. In terms of performance, the average dock use at Merak Port in 2016 was 79.91%, with the highest use at Dock II (94.15%, BIT of 5.58%). As for Bakauheni Port, the average dock use in 2016 was 79.85%, with the highest use at Pier I (94.85%, BIT of 5.15%). Consequently, the Merak-Bakauheni Ports do not need to add more operating ferry boats, but increasing the knots of these boats to reach a favorable number of trips/day is highly suggested.Keywords: Port, dock, evaluation, operation, ferry boat.
Analisis Tailwind Penyebab Go-Around pada 38 Bandara di Indonesia dalam Periode Januari-Februari 2020 Rais, Achmad Fahruddin; Wijayanto, Bambang; Meinovelia, Erika
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v32i2.1546

Abstract

Studi ini berfokus pada analisis tailwind penyebab go-around pada 38 bandara di Indonesia dalam periode Januari-Februari 2020. Dalam studi ini dilakukan perbandingan tailwind laporan pilot, tailwind observasi permukaan (10 m), dan tailwind pada ketinggian 1000 ft untuk mengetahui akurasi tailwind yang dilaporkan oleh pilot. Literatur menyebutkan bahwa angin kecepatan tinggi di troposfer bawah berkaitan dengan wind gust yang berasal dari awan cumulonimbus (Cb). Dengan dasar tersebut maka dilakukan analisis perbandingan laporan pilot terhadap keberadaan awan Cb sampai sejauh 40 km dari runway in use dengan menggunakan kombinasi kriteria brightness temperature difference (BTD) kanal IR1-IR2 dan brightness temperature (BT) kanal IR1 citra satelit Himawari-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tailwind laporan pilot lebih besar daripada tailwind angin permukaan dan 1000 ft, serta kebanyakan tailwind laporan pilot tersebut berkaitan dengan potensi wind gust yang muncul dari awan Cb baik di sekitar atau di luar runway.Kata kunci: Cumulonimbus, go-around, tailwind, wind gust. AbstractAn Analysis of Go-Around-Causing Tailwind at 38 Airports in Indonesia in the Period of January-February 2020: This study focused on analyzing the tailwind that causing go-around at 38 airports in Indonesia in the period of January to February 2020. We made a tailwind comparison of the pilot report, surface observation (10 m), and observation of 1000 ft to determine the accuracy of the tailwind reported by the pilot. The literature stated that high-speed winds in the lower troposphere were related to wind gust coming from cumulonimbus (Cb) clouds, so we compared pilot report to the presence of Cb clouds as far as 40 km from the runway in use by using a combination of brightness temperature difference (BTD) IR1-IR2 channels and brightness temperature (BT) IR1 channel of Himawari-8 satellite imagery. The results showed that the tailwind of the pilot report was larger than the tailwind of surface and 1000 ft observations and most of the tailwind was related to the potential wind gust that emerged from the Cb clouds either around or outside the runway.Keywords: Cumulonimbus, go-around, tailwind, wind gust.
Persepsi Kepuasan Penumpang pada Pelayanan Angkutan Lanjutan (DAMRI) di Bandar Udara Halim Perdanakusuma Subekti, Sitti; Yuliana, Dina; Utomo, Arif Priyo
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v34i2.1585

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) persepsi dan Indeks Kepuasan Pelanggan pada pelayanan angkutan lanjutan (DAMRI) dan (2) variabel pelayanan yang harus ditingkatkan oleh penyedia jasa angkutan lanjutan (DAMRI) di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner skala Likert 5 dan disebarkan secara acak pada 83 responden penumpang angkutan lanjutan (DAMRI). Terdapat 12 butir variabel untuk menganalisis persepsi pelayanan angkutan lanjutan (DAMRI). Analisis data penelitian dilakukan dengan metode Importance Performance Analysis dan model Kano. Uji validitas dan reliabilitas data penelitian dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi pelayanan angkutan lanjutan (DAMRI) di Bandar Udara Halim Perdanakusuma secara rata-rata sebesar 3.44 dan Indeks Kepuasan Pelanggan sebesar 68,78%, yang berarti bahwa pengguna merasa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh penyedia jasa dan (2) variabel pelayanan yang harus ditingkatkan oleh penyedia jasa angkutan lanjutan (DAMRI) di Bandar Udara  Halim Perdanakusuma adalah kepastian jadwal (on time) kedatangan/keberangkatan angkutan lanjutan, waktu tunggu angkutan lanjutan yang tidak terlalu lama (antara 10-20 menit) dan rute/trayek angkutan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna
Pengaruh Pengalaman Merek terhadap Loyalitas Merek pada Konsumen Maskapai Garuda Indonesia Lusianingrum, Farah Putri Wenang; Fakhrudin, Arif; Dyahjatmayanti, Dhiani
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i1.1617

Abstract

AbstrakPasar penerbangan di Indonesia semakin kompetitif dengan semakin banyaknya maskapai penerbangan komersial yang beroperasi. Bagi konsumen, hal ini menjadi keuntungan karena pilihan maskapai penerbangan yang semakin bervariasi. Sementara bagi maskapai penerbangan, kondisi ini menuntut perusahaan untuk mampu memberikan pengalaman dan pelayanan yang lebih baik guna menjaga loyalitas konsumen agar dapat menguasai pasar. Perusahaan maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia perlu mempertimbangkan pengalaman merek yang dirasakan untuk mempertahankan pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung pengalaman merek terhadap loyalitas merek dan kualitas pelayanan sebagai pemoderasi untuk menyelesaikan masalah perbedaan hasil studi empiris. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Penentuan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling. Kuesioner dibagikan secara daring kepada responden penelitian dan terdapat 200 responden yang memberikan jawaban secara lengkap. Alat analisis berupa Structural Equation Modeling Warp Partial Least Square 6.0 (SEM Warp PLS) dipilih untuk menguji model pengukuran (validitas dan reliabilitas) dan model struktural (pengujian hipotesis). Hasil studi menunjukkan bahwa pengalaman merek dapat mendorong peningkatan loyalitas merek sebesar 19%. Selain itu, kualitas pelayanan terbukti dapat bertindak sebagai pemoderasi pada pengaruh pengalaman merek terhadap loyalitas merek.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pengalaman Merek, Loyalitas Merek, Maskapai Penerbangan. AbstractThe Effect of Brand Experience on Brand Loyalty on Garuda Indonesia Airline Customers: The aviation market in Indonesia is increasingly competitive with the increasing number of commercial airlines operating. For consumers, this is an advantage because of the increasingly varied choices of airlines. Meanwhile, for the airline, this condition requires the company to provide better experience and service to maintain consumer loyalty to dominate the market. Airlines such as Garuda Indonesia need to consider the brand experience to retain consumers. This study aimed to test the direct effect of brand experience to brand loyalty and service quality as moderation to overcome the problem of differences in the results of empirical studies. The research method used was quantitative. The determination of the research sample used a purposive sampling method. The online questionnaire was distributed directly to the respondents and a number of 200 respondents submitted complete answers. The Structural Equation Modeling Warp Partial Least Square 6.0 (SEM Warp PLS) analysis tool was chosen to test the measurement model (validity and reliability) and the structural model (hypothesis testing). The results of the study showed that brand experience could drive an increase in brand loyalty by 19%. Furthermore, service quality was proven to act as moderation on the effect of brand experience on brand loyalty.Keywords: Service Quality, Brand Experience, Brand Loyalty, Airline.
Analisis Pengaruh Jumlah Bilge Keel terhadap Gerakan Rolling pada Kapal Patroli 14 m Widyatmoko, Ari; Samuel, Samuel; Manik, Parlindungan; Trimulyono, Andi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i1.1667

Abstract

AbstrakKapal Patroli merupakan kapal yang memiliki ukuran yang relatif kecil, namun memiliki kecepatan yang cukup tinggi. Bentuk kapal yang kecil akan berpengaruh terhadap gerakan rolling kapal, sehingga menarik untuk dibahas secara mendalam pengaruh pemasangan bilge keel terhadap gerakan kapal. Penelitian ini akan menganalisis pengaruh bilge keel yang ditambah jumlahnya menjadi 2 pasang dan 3 pasang terhadap efek gerakan rolling kapal agar dapat memperbaiki performa kapal menjadi lebih baik. Model kapal patroli yang telah didesain akan dianalisis menggunakan metode BEM (Boundary Element Method) yang terintegrasi untuk mendapatkan nilai rolling pada setiap model yang dianalisis. Pada penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa penambahan jumlah bilge keel akan menambah RMS rolling sebesar 11-50% pada kecepatan rendah, namun dapat mengurangi RMS rolling sebesar 7-28% pada kecepatan tinggi.Kata kunci: Bilge Keel, Kapal Patroli, Olah Gerak Kapal, Rolling.AbstractA Study on the Effects of Bilge Keel Number on 14 m Patrol Boat’s Rolling Motion: Patrol boats can move at such high speed despite their relatively small size. This relatively small size will affect its rolling motions, hence the effect of bilge keel installation on ship motions is an interesting topic to discuss. In this study, the effect of adding bilge keel pair to 2 and 3 pairs of bilge keel on ship’s rolling motions was studied so that the ship’s performance becomes more optimal. The patrol boat model that had been designed was studied using integrated BEM (Boundary Element Method) to obtain each model’s rolling value. This study concluded that the addition of installed bilge keel pairs increased RMS rolling by 11-50% on low speed, but it reduced 7-28% RMS rolling at high speed.Keywords:  Bilge Keel, Patrol boats, Ship motions, Rolling.
Analisis Tarif Pelayanan Jasa Tambat pada PT Pelindo (IV) (Persero) Cabang Parepare Djunuda, Rahmawati; Mubarak, Azhar Aras; Samaluddin, Samaluddin
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v34i2.1673

Abstract

Jasa tambat merupakan jasa yang diberikan untuk kapal bertambat pada tambatan dan secara teknis dalam kondisi yang aman, agar dapat melakukan kegiatan bongkar muat dengan aman dan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan tarif pelayanan tambat yang berlaku saat ini ditinjau dari sisi operator di Pelabuhan PT Pelindo IV (Persero) Cabang Parepare. Data dianalisis menggunakan metode Required Freight Rate (RFR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif pelayanan tambat yang berlaku sekarang sudah layak. Hasil perhitungan menunjukkan tarif minimal sebesar Rp158,79 GT/Etmal, sedangkan tarif yang berlaku sekarang sebesar Rp174,57 GT/ Etmal sehingga hasil perhitungan lebih besar dari tarif yang berlaku saat ini. Biaya operasional untuk pelayanan jasa tambat sudah dapat ditutupi oleh tarif yang berlaku saat ini. Akan tetapi, pihak operator dapat menaikkan lagi tarif tambat yang berlaku saat ini dengan lebih mengutamakan dan meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa serta menambah fasilitas pelabuhan. 
Model Permintaan dan Peran Stakeholder untuk Meningkatkan Muatan General Cargo Angkutan Pelayaran Rakyat Humang, Windra Priatna
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i1.1676

Abstract

AbstrakPelayaran Rakyat (Pelra) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem transportasi laut di Indonesia, khususnya dalam distribusi logistik di wilayah kepulauan. Saat ini eksistensi Pelra terancam karena ketidakmampuannya bersaing dengan armada pelayaran nasional, di tengah kebijakan untuk meningkatkan konektivitas melalui program Tol Laut. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi permintaan muatan general cargo dan menganalisis peran stakeholder dalam peningkatan muatan angkutan Pelra. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi penurunan muatan Pelra di lokasi penelitian yaitu Pelabuhan Paotere (Makassar), Pelabuhan Tenau (Kupang), Pelabuhan Batu Merah (Ambon), Pelabuhan Bastiong (Ternate), dan Pelabuhan Angrem (Manokwari). Pangsa (share) muatan yang diangkut oleh armada Pelra sangat minim dan tiap tahun mengalami penurunan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh stakeholder antara lain: 1). Penerbitan Peraturan Presiden tentang Pemberdayaan Pelayaran Rakyat; 2). Pemberian subsidi agar mampu bersaing dengan armada pelayaran nasional; 3). Kerjasama antara Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bulog, dan Asosiasi Pelra untuk distribusi barang pada wilayah terpencil dan perbatasan; 4). Peningkatan kemampuan pembangunan kapal yang tidak hanya terbatas pada kayu namun juga bahan baja dan Fiber Reinforced Composite (FRC); 5). Penyesuaian trayek/rute kapal Pelra dengan trayek/rute kapal Tol Laut, perintis, dan kapal niaga sehingga terjadi integrasi jaringan; 6). Peningkatan standar pembuatan kapal Pelra dan penyesuaian dengan standar PT. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI); 7). Pengembangan prototipe kapal Pelra yang disesuaikan dengan kondisi perairan baik kapal barang, kapal ternak, maupun kapal wisata; 8). Pemberian kemudahan memperoleh modal dan asuransi; 9). Penerbitan Peraturan tentang Konsesi Hutan Tanaman Kayu Ulin untuk Industri Kapal Pelra.Kata kunci: General Cargo, Kapal, Pelayaran Rakyat, Transportasi Laut.AbstractDemand Model and the Role of Stakeholders to Increase General Cargo on Traditional Shipping: Tradisional shipping (Pelra) is an integral part of the marine transportation system in Indonesia, especially in logistics distribution in archipelagic areas. Currently, Pelra’s existence is threatened because of its inability to compete with the national shipping fleet, amidst the national policy to improve connectivity through the Sea Tollway program. The purpose of this paper is to predict the demand for general cargo and analyze the role of stakeholders in increasing Traditional Shipping cargo. The results of the analysis showed that there was a decline in the traditional shipping cargo at the research sites, including the Port of Paotere (Makassar), Port of Tenau (Kupang), Port of Batu Merah (Ambon), Port of Bastiong (Ternate), and Port of Angrem (Manokwari). The share of cargo distributed by Traditional Shipping is very minimal and has decreased every year. Some of the efforts that can be made by the stakeholders include: 1). Issuance of Presidential Decree on Empowerment of Traditional Shipping; 2). Providing subsidies to be able to compete with the national shipping fleet; 3). Collaboration between the Regional Government, BUMN, Bulog, and Traditional Shipping Association for the distribution of goods in remote and border areas; 4). Improving the ability to build ships that are not only limited to wood but also steel and Fiber Reinforced Composite (FRC) materials; 5). Adjustment of traditional shipping route of the ship to the route of the Sea Tollway, pioneer and commercial vessels to develop network integration; 6). Improving the standard for the manufacture of Traditional Shipping vessel and adjusting to PT. Biro KIasifikasi Indonesia (BKI) standards; 7). Development of prototypes of Traditional Shipping vessel that is adapted to the conditions of the waters both cargo, livestock, and tourist vessels; 8). Provision of facilities to obtain capital and insurance; 9). Issuance of Regulations concerning Ironwood Forest Concessions for the Traditional Shipping Industry.Keywords:  General Cargo, Ship, Traditional Shipping, Sea Transportation.
Proyeksi Lalu Lintas Bandar Udara Frans Seda Maumere Tembu Muda, Yosef Norbertus
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i1.1691

Abstract

AbstrakBandar Udara Frans Seda Maumere adalah bandar udara yang terdapat di Kabupaten Sikka, Maumere, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bandar Udara Frans Seda Maumere mempunyai peranan yang sangat penting untuk menunjang arus lalu lintas udara di wilayah Indonesia bagian timur dan merupakan alternatif utama untuk Bandar Udara El Tari Kupang. Peningkatan ekonomi, aktivitas, dan guna lahan telah membuat peningkatan mobilitas masyarakat Maumere dari satu wilayah ke wilayah lain, termasuk melalui udara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran lalu lintas Bandar Udara Frans Seda di tahun 2029 yang penting untuk pengembangan fasilitas teknik, terutama di sisi darat. Metode yang digunakan adalah analisis deret waktu dengan menggunakan data primer. Hasil analisis menunjukkan proyeksi lalu lintas Bandar Udara Frans Seda Maumere pada tahun 2029 memiliki jumlah penumpang datang sebanyak 167.983 orang, jumlah penumpang berangkat sebanyak 163.534 orang, jumlah pesawat datang dan berangkat sebanyak 2.742 pesawat, jumlah bagasi bongkar sebesar 1.105.382 kg, jumlah bagasi muat sebesar 926.123 kg, jumlah kargo bongkar sebesar 215.491 kg, dan jumlah kargo muat sebesar 83.884 kg. Sementara itu, fasilitas teknik sisi darat Bandar Udara Frans Seda Maumere perlu dikembangkan dari luasan aktual hall keberangkatan saat ini sebesar 352 m² menjadi 791 m² di tahun 2029, luasan aktual ruang tunggu keberangkatan dari saat ini 208 m² menjadi 335 m², jumlah tempat duduk ruang tunggu keberangkatan masih tetap 180 buah karena masih memenuhi sampai dengan tahun 2029, jumlah tempat duduk ruang kedatangan aktual dari saat ini 40 buah menjadi 112 buah, luasan aktual tempat mengambil bagasi dari saat ini 168 m² menjadi 303 m², dan luasan hall kedatangan aktual dari saat ini 152 m² menjadi 647 m² di tahun 2029. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan untuk rencana Pengembangan Bandar Udara Frans Seda Maumere.Kata kunci: Bandar Udara, Proyeksi, Standar Teknik.AbstractTraffic Projection of Frans Seda Maumere Airport: Frans Seda Maumere Airport is an airport located in Sikka Regency, Maumere, East Nusa Tenggara Province. This airport has a significant role in supporting the air traffic in the eastern part of Indonesia and is the main alternative for El Tari Kupang Airport. Increased economy, activity, and land use have increased the Maumere community’s mobility from one region to another, including by air. This research aimed at getting a picture of the traffic at Frans Seda Airport in 2029 which is important for the development of technical facilities, especially on the land side. The method used in this study was time series analysis using primary data. The results of the analysis show that the traffic projection of Frans Seda Maumere Airport in 2029 has a total of 167,983 arriving passengers, 163,534 departing passengers, 2,742 arriving and departing airplanes, 1,105,382 kg unloading baggage, 926,123 kg loading baggage, 215,491 kg unloading cargo, and 83,884 kg loading cargo. Meanwhile, the land-side technical facilities of Frans Seda Maumere Airport need to be developed from the actual area of the current departure hall of 352 m² to 791 m² in 2029, the actual area of the current departure waiting room of 208 m² to 335 m², the number of seats in the departure waiting rooms is still 180 as it is adequate until 2029, the actual number of the current arrival hall seats from 40 to 112, the actual area of the current baggage claim from 168 m² to 303 m², and the actual area of the current arrival hall from 152 m² to 647 m² in 2029. The results of this study can be used as recommendations for the development plan of Frans Seda Maumere Airport.Keywords: Airport, Projection, Technical Standards.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 2 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 36 No. 1 (2024): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 1 (2021): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 2 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 32 No. 1 (2020): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 2 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 31 No. 1 (2019): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 2 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 30 No. 1 (2018): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 2 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 29 No. 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 6 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 5 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 4 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 3 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 2 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 28 No. 1 (2016): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 6 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 5 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 4 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 3 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 2 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 27 No. 1 (2015): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 12 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 11 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 10 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 9 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 8 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 7 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 6 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 5 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 4 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 2 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 1 (2014): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 7 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 6 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 5 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 4 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 3 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 2 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 25 No. 1 (2013): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 6 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 4 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 3 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 2 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 1 (2012): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 5 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 4 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 3 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 2 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 23 No. 1 (2011): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 12 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 11 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 10 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 9 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 8 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol 22, No 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 7 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 6 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 5 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 4 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 3 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 2 (2010): Warta Penelitian Perhubungan Vol. 22 No. 1 (2010): Warta Penelitian Perhubungan More Issue