cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2020)" : 83 Documents clear
MEMBANGUN BANGSA DARI DESA MELALUI SISTEM AKUAPONIK DITENGAH PANDEMI COVID 19 Dian Febrianti; Gaustama Putra; Sri Handayani; Masykur Masykur
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.450-456.2020

Abstract

Virus Corona (Covid-19) telah mengemparkan dunia. Pembatasan aktivitas dan melakukan physical distancing merupakan hal yang harus kita lakukan untuk menghambat penyebaran virus. Hal tersebut memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia, yaitu menurunnya perekonomian masyarakat dan krisis pangan. Dampak tersebut dirasakan juga oleh masyarakat desa. Berdasarkan alasan diatas, desa juga harus dapat mengembangkan potensi lokalnya dalam rangka memperkuat perekonomian desa melalui budidaya ikan dan sayuran dengan sistem Akuaponik. Tujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan lahan sempit (pekarangan rumah) untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa dengan metode sistem akuaponik yang terintegrasi antara Pemeliharaan ikan dengan Pemeliharaan sayur. Kegiatan ini dilakukan di Desa Padang Kalele, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya. Berdasarkan hasil tinjauan lokasi dilapangan menunjukan potensi wilayah pengembangan sistem akuaponik, dilihat dari lahan dan ketersediaan air yang terbatas serta latar belakang pendidikan masyarakat yang tinggi. Dengan mengunakan metode pelatihan, pendampingan pembangunan unit instalasi akuaponik sebagai media pembelajaran masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah, pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat berjalan sesuai rencana, materi dan produk telah diberikan dengan tanggapan yang positif dari masyarakat, pembuatan unit instalasi akuaponik dapat diterima oleh masyarakat dengan baik, masyarakat lebih paham untuk membuat sendiri instalasi sistem akuaponik. Produk yang dihasilkan mendapat perhatian dari pembeli dan berkeinginan membeli. Kata kunci: Pengabdian, Akuaponik, Perikanan, Sayuran, Pandemi ABSTRACT Keywords: Community service, Aquaponics, Fisheries, Vegetables, PandemicThe Corona virus (Covid-19) has taken the world by storm. Limiting activities and carrying out physical distancing are things we must do to prevent the spread of the virus. This has had an impact on Indonesian society, namely a decline in the community's economy and a food crisis. This impact is also felt by the village community. Based on the above reasons, the village must also be able to develop its local potential in order to strengthen the village economy through fish and vegetable cultivation with the Aquaponic system. The purpose of this activity is to utilize narrow land (house yards) to increase the income of the village community with an integrated aquaponic system method between fish farming and vegetable maintenance. This activity was carried out in Padang Kalele Village, Lembah Sabil District, Southwest Aceh Regency. Based on the results of the field location review, it shows the potential of the aquaponic system development area, seen from the limited land and water availability as well as the high educational background of the community. By using the training method, assisting the construction of an aquaponic installation unit as a community learning medium. The conclusion of this activity is, the implementation of Community Service goes according to plan, materials and products have been given with positive responses from the community, making aquaponics installation units can be well received by the community, people are more aware of making their own aquaponic system installations. The resulting product gets the attention of buyers and is willing to buy.
PENDIDIKAN KESEHATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TENTANG CUCI TANGAN YANG BENAR DI SD NEGERI 24 KOTA BENGKULU Linda Yusanti; Kurnia Dewiani; Yetti Purnama
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.384-389.2020

Abstract

Usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahaan untuk mempromosikan PHBS, baik dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu: Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan, membuang sampah pada tempatnya. Menjaga kebersihan tangan guna mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh, dan hal itu dapat diwujudkan melalui tindakan mencuci tangan yang benar. Metode yang digunakan adalah diskusi, presentasi, roleplay dan menayangkan video tentang cuci tangan pakai sabun yang benar. Hasil evaluasi diketahui bahwa adanya peningkatan pengetahuan anak tentang perilaku hidup bersih dan sehat terutama tentang cara cuci tangan yang benar. Sehingga dengan adanya pendidikan ini anak-anak dapat berperilaku hidup bersih dan sehat. Kata Kunci: Edukasi Cuci Tangan Anak Sekolah ABSTRACT School age is a golden age to instill the values ​​of clean and healthy living behaviors that it has the potential to act as agents of change to promote clean and healthy living behaviors, both within the school, family and community. The indicators used as a measure to assess clean and healthy living behaviors in schools are: Washing hands with running water and using soap, consuming healthy snacks in the school canteen, using clean and healthy latrines, regular and measured exercise, eradicating mosquito larvae, not smoking in schools , weighing and measuring height every 6 months, throwing garbage in its place. Maintain hand hygiene to prevent germs from entering the body, and this can be realized through proper hand washing. The methods used are discussion, presentation, roleplay and showing a video about washing hands with the correct soap. The results of the evaluation showed that there was an increase in children's knowledge about clean and healthy living habits, especially about how to wash their hands properly. So that with this education children can behave in a clean and healthy life. Keywords: Education Hand Wash School Children
PENERAPAN STRATEGI MARKETING BERBASIS INOVASI BAGI PENGRAJIN GERABAH DESA GEBANGSARI KLIRONG KEBUMEN Dani Rizana; Akhmad Syarifudin
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.151-157.2020

Abstract

Gerabah Gebangsari merupakan salah satu satu produk khas desa Gebangsari yang diwariskan secara turun temurun namun belum mampu meningkatkan perekonomian pengrajin sehingga banyak yang beralih ke usaha lain seperti buruh genteng dan batu bata, Minimnya pengetahuan srategi marketing dan kurangnya nilai ekonomis gerabah menyurutkan pengrajin untuk menekuni kerajinan gerabah ini, ditambah lagi adanya pandemi covid 19 yang saat ini melanda seluruh dunia. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah pengrajin gerabah desa Gebangsari kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu FGD, penyuluhan dan pendampingan. Target permasalahan prioritas yang segera ditangani dalam kegiatan pengabdian ini adalah masalah strategi marketing. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya pemecahan atas permasalahan yang ada sehingga dapat membentuk masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui pengetahuan dan ketrampilan khususnya bidang marketing sehingga memperluas pasar dan volume penjualan serta efisiensi biaya produksi dan pemasaran. Output yang diberikan ke pengrajin berupa alat peraga marketing, banner dan alat putar gerabah elektronik. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan (1) dapat menggali permasalahan permasalahan yang dihadapi pengrajin khususnya dibidang marketing yang akhirnya dapat menumbuhkan motivasi tinggi untuk pengembangan usaha produksi gerabah (2) menambah pengetahuan strategi marketing sehingga meningkatkan volume penjualan pasca pandemi covid 19. Kata kunci: Pengrajin, Gerabah, Strategi, Marketing ABSTRACT Gebangsari pottery is one of the typical products of Gebangsari village that has been passed down from generation to generation but has not been able to improve the craftsmen's economy. This condition makes many of craftsmen have switched to other businesses such as tile and brick. The lack of marketing strategies knowledge and the pottery economic value have discouraged craftsmen from pursuing this pottery craft. It is worsen by the current condition affected by the Covid-19 pandemic sweeping the entire world. Community service partners of this program were pottery craftsmen in Gebangsari, Klirong, Kebumen. The method used in this service was FGD namely counseling and mentoring. The immediately handled issue of this service activity are those related to marketing strategy. Purpose of this community service activity is as an effort to solve existing problems so that they can form an economically independent society through knowledge and skills. The existing problem to tackle is especially in the field of marketing so as to expand the market and sales volume as well as the efficiency of production and marketing costs. The outputs given to the craftsmen were in the form of marketing props, banners, and electronic earthenware rotary tools. The results show that the activities carried out (1) can explore the problems faced by craftsmen, especially in the marketing sector, which in turn can foster high motivation of pottery production business development and 2) increase marketing strategies knowledge in order to intensify sales volume after the Covid-19 pandemic. Keywords: Craftsmen, Pottery, Strategy, Marketing
APLIKASI SISTEM PENGISIAN BATERAI DARI PLTA DENGAN TEKNIK TURBULENT WHIRLPOOL UNTUK PENERANGAN TAMAN DI WILAYAH PANCORAN Nurwijayanti KN; Harseto Krismandika
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.318-322.2020

Abstract

Penyaluran listrik yang sudah merata terkadang tidak memperhatikan area tertentu seperti taman, jalan setapak dan sekitarnya, mungkin disebabkan karena tidak adanya jaringan dari PLN sehingga sulit dipasang lampu di wilayah sekitar hal ini menyebabkan sering terjadinya tindak kejahatan. Mengatasi masalah tersebut maka dirancanglah alat pembangkit listrik dengan memanfaatkan debit air sungai/kali biasa disebut dengan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), PLTA adalah pembangkit listrik yang sangat ramah lingkungan dan alam karena tidak mencemari lingkungan dibanding pembangkit listrik jenis lain. Output dari PLTA digunakan untuk pengisian dan disimpan pada baterai, kemudian disalurkan ke lampu untuk penerangan taman dan jalan sekitar di wilayah Pancoran dekat dengan tugu pancoran Jakarta Selatan. Kegiatan kepada masyarakat pemanfaatan air sungai telah dilaksanakan dengan baik dan lancar, Warga sekitar merasa senang karena ada penerangan diarea yang belum memiliki fasilitas penerangan diharapkan warga sekitar dapat menjaga dan merawat fasilitas yang telah dipasang agar dinikmati dengan waktu yang lama. Kata kunci: PLTA, Turbulent whirlpool, Baterai, Penerangan, Sungai/kali ABSTRACT Evenly distributed electricity distribution sometimes does not pay attention to certain areas such as parks, paths and surrounding areas, perhaps due to the absence of a grid from the National Electric Company so that it is difficult to install lights in the surrounding areas, this has resulted in frequent crimes. Overcoming this problem, a power plant tool that uses river water discharge / river water is designed, commonly known as PLTA (Hydro Power Plant), PLTA is a power plant that is very environmentally friendly and natural because it doesn't pollute the environment compared to other types of power plants. The output from the hydropower plant is used for charging and stored in batteries, then channeled to lights for lighting for parks and nearby roads in the Pancoran area close to the South Jakarta Pancoran monument. Activities for the community using river water have been carried out well and smoothly. The local residents are happy because there is lighting in areas that do not have lighting facilities. It is hoped that local residents can maintain and maintain the facilities that have been installed so that they can be enjoyed for a long time. Keywords: PLTA, Whirlpool turbulent, Battery, Lighting, Rivers
SOSIALISASI TEKHNIK PENGHITUNGAN KEBUTUHAN RAK REKAM MEDIS PADA PUSKESMAS ALAI KOTA PADANG Yanti Desnita Tasri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.87-93.2020

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan Kesehatan tingkat pertama yang dapat membantu mewujudkan derajat kesehatan yang optimal serta memiliki peran penting dalam pelaksanaan rekam medis (Kepmenkes RI, 2009). Puskemas Alai merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan di Kota Padang. Puskesmas Alai dalam memberikan layanan asuhan Kesehatan kepada masyarakat selalu menggunakan berkas rekam medis sebagai tempat penyimpan informasi pasien. Berdasarkan Permenkes No.269/MENKES/PER/III/2008 Tentang Rekam Medis maka dinyatakan rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Berkas rekam medis tersebut harus dapat disimpan dengan baik agar Ketika dibutuhkan lagi bisa didapatkan dengan efektif dan efisien dan kemanan berkas rekam medis tersebut bisa terjaga dengan baik. Untuk penyimpanan berkas rekam medis agar sesuai dengan standar yang sudah ditentukan maka dibutuhkan rak penyimpanan yang mampu menyimpan semua berkas rekam medis. Menurut Internasional Federation of Health Record Organization (IFHRO) kebutuhan rak rekam medis dapat dianalisis. Berdasarkan paparan tersebut maka Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan sosialisasi tentang metode analisa penghitungan kebutuhan rak rekam medis di Puskesmas Alai. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini adalah dapat digunakan sebagai masukan bagi bagian rekam medis dalam kegiatan pengadaan kebutuhan rak rekam medis pada Puskesmas Alai Padang. Kata kunci: Rekam medis, Rak, Penyimpanan, Puskesmas, Tekhnik ABSTRACT Puskesmas is a first level health service facility that can help achieve optimal health status and has an important role in the implementation of medical records (Kepmenkes RI, 2009). Puskemas Alai is one of the health service facilities in Padang City. Puskesmas Alai in providing health care services to the community always uses medical record files as a storage place for patient information. Based on Permenkes No.269 / MENKES / PER / III / 2008 concerning Medical Records, it is stated that a medical record is a file containing notes and documents about patient identity, examination, treatment, actions and other services that have been provided to patients. The medical record files must be able to be stored properly so that when needed again they can be obtained effectively and efficiently and the safety of the medical record files can be maintained properly. For storing medical record files to conform to predetermined standards, a storage rack is needed which can store all medical record files. According to the International Federation of Health Record Organization (IFHRO) the need for medical record racks can be analyzed. Based on this explanation, this Community Service Activity (PKM) is a socialization of the analysis method for calculating the need for medical record racks at Alai Public Health Center. The results of this outreach activity can be used as input for the medical record section in the procurement of medical record racks at Alai Padang Health Center. Keywords: Medical Records, Shelves, Storage, Health Center, Technique
EDUWHAP REMAJA SIAP CEGAH STUNTING DALAM WADAH KUMPUL SHARING REMAJA Reny Noviasty; Mega Indriani; Fadillah Rahayu; Firdaus Firdaus
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.494-501.2020

Abstract

Intervensi untuk mencegah terjadinya peningkatan prevalensi stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja, yang merupakan seorang calon ibu. Remaja yang telah dipersiapkan sejak dini untuk mengetahui permasalahan stunting berarti kita telah mempersiapkan ibu yang memiliki pengetahuan cukup dalam pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting. Kota Samarinda yang merupakan ibukota provinsi merupakan daerah kota tetapi masih memiliki prevalensi balita stunting yang tinggi. Salah satu wilayah yang menjadi target pengentasan masalah gizi di Samarinda adalah wilayah kelurahan Bukuan, dimana lokasi tersebut menjadi salah satu kantong malnutrisi di Kota Samarinda. Salah satu sasaran program pendidikan kesehatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja sebesar 30% tentang persiapan Perkawinan untuk pencegahan terjadinya stunting. Remaja yang terlibat dalam program Eduwhap DAPUR BAJA berjumlah 20 remaja yang berasal dari di Rt 07, Rt 08 dan Rt 11. Kegiatan dilakukan dengan pemberian informasi dan edukasi melalui wadah kumpul sharing bagi remaja (DAPUR BAJA) yang kemudian membentuk grup melalui aplikasi Whatsapp. Media edukasi diberikan dalam bentuk ppt, video, dan komik yang disertai sesi sharing dan diskusi dengan narasumber. Penilaian pemahaman remaja melalui pre-post test dan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja yang mana sebelumnya 30% menjadi 85% untuk materi PUP dan peningkatan 59% untuk materi stunting. Kata kunci: Edukasi online, Whatsapp, Remaja, Stunting ABSTRACT Interventions to prevent an increase of stunting prevalences can be carried out in the life cycle of an adolescent, who become a mother. Preparing adolescents from an early age to find out about stunting problems means that we have prepared mothers who have sufficient knowledge in fulfilling child nutrition to prevent stunting. Samarinda, which is the provincial capital, is a city area but still has a high prevalence of stunting under five. One of the areas targeted for alleviating nutritional problems in Samarinda is the area of Bukuan Village, where this location is one of the pockets of malnutrition in Samarinda. One of the goals of this health education program is to increase adolescent knowledge by 30% about marriage preparation to prevent stunting. There are 20 teenagers involved in the DAPUR BAJA Eduwhap program from Rt 07, Rt 08 and Rt 11. Programme are carried out by providing information and education through a sharing gathering forum for teenagers (DAPUR BAJA) who then form groups through the Whatsapp application. Educational media are provided in the form of ppt, video, and comic, combined by sharing and discussion sessions with resource persons. Assessment of adolescent understanding through pre-post test and it was found that there was an increase in adolescent knowledge from 30% to 85% after intervention in PUP topics and increase 59% for stunting topics. Keywords: Online education, Whatsapp, Adolescent, Stunting, Reproduction health
PENYULUHAN PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DALAM MENUNJANG KESUKSESAN USAHA UMK Aprih Santoso; Nir Setyo Wahdi; Teguh Ariefiantoro
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.250-255.2020

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan dengan khalayak sasaran UMK di kelurahan Pedurungan Tengah. Adapun permasalahan utama adalah UMK di kelurahan Pedurungan Tengah tidak pernah melakukan penentuan harga pokok produksi. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada UMK di kelurahan Pedurungan Tengah dalam membuat penentuan harga pokok produksi dengan baik. Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan simulasi penentuan harga pokok produksi secara sederhana. Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat dicapainya pengetahuan tentang harga pokok produksi oleh UMK di Pedurungan Tengah untuk kegiatan usaha sehingga dapat diketahui kondisi keuangan usahanya yang sebenarnya. Kata kunci: UMK, Harga, Produk, Biaya, Laba ABSTRACT Community service is carried out with the target audience of UMK in Pedurungan Tengah. The main problem is that the MSEs in the Pedurungan Tengah sub-district have never determined the cost of production. The purpose of Community Service is to provide knowledge and understanding to the MSE of Pedurungan Tengah in making a good determination of the cost of production. The implementation of community service uses counseling methods and simulations of determining the cost of production is simple. Community Service is expected to be able to achieve knowledge about the cost of production by UMK in Pedurungan Tengah for business activities so that it can know the actual financial condition of its business. Keywords: UMK, Price, Production, Cost, Profit
PENINGKATAN USAHA PENGRAJIN TEDUNG LUKIS MELALUI PENERAPAN IPTEK Riza Wulandari; I Wayan Gede Lamopia
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.15-23.2020

Abstract

Tedung Lukis adalah salah satu warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Bali. Sesuai perkembangan jaman, Tedung Lukis mulai banyak diminati oleh masyarakat, selain untuk upacara keagamaan umat Hindu, tedung lukis bisa digunakan sebagai aksen interior maupun eksterior untuk rumah, hotel, maupun restoran. Sasaran konsumen tidak hanya berasal dari domestic namun juga mancanegara. Usaha beliau sudah berjalan kurang lebih 5 tahun dengan dibantu oleh 4 karyawan. Mitra ini mengalami permasalahan pada produksi yakni kekurangan alat dan branding identitas dimana tidak memiliki brand logo serta kurangnya pemasaran. Penyelesaian permasalahan yang terjadi pada UKM Tedung Lukis Bali adalah pemberian desain logo dan pembuatan Instagram sebagai media pemasaran Payung Tedung Lukis Bali. Selain itu, untuk menunjang efektivitas dan efisiensi waktu produksi Tedung Lukis, mitra diberikan alat pendukung berupa mesin serut. Menurut mitra, kegiatan ini sangat memberikan manfaat bagi usaha Tedung Lukis Bali. Kata kunci: Peningkatan Usaha, IPTEK, UKM Tedung Lukis Bali ABSTRACT Tedung Lukis is one of the cultural heritage owned by the Balinese people. According to the development era. Tedung Lukis serpents began to be in demand by the community, other than for Hindu religious ceremonies, painting fiery serpents can be used as an interior or exterior accent for the house, hotel, and restaurant. Target consumers not only come from domestic but also foreign. His efforts have been about 5 years with assisted by 4 employees. These partners are experiencing problems in the production of tool shortage and identity branding where there is no brand logo and lack of marketing. Solving problems that occur in Tedung Lukis is to give the logo design and creation of Instagram as a marketing medium of Bali Tedung Lukis. In addition, to support the effectiveness and efficiency of production of Tedung Lukis, partners are given supporting tools in the form of a drawstring machine. According to partners, this activity is very beneficial for the efforts of the Tedung Lukis Bali. Keywords: Business enhancement, IPTEK, Tedung Lukis Bali
PELESTARIAN NILAI BUDAYA LOKAL MELALUI SENI KRIYA, SEBAGAI INOVASI PELAKU EKONOMI KREATIF DI MASA PANDEMI COVID-19 Evie Ariadne; Benazir Bona Pratamawaty; Putri limilia
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.615-624.2020

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan sasaran utama kelompok masyarakat di desa yang produktif secara ekonomi, yakni kelompok usaha yang dirintis oleh beberapa orang anggota masyarakat di Desa Sukagalih Kabupaten Sumedang bernama Galery Leuit. Kegiatan utama mereka adalah membuat kerajinan tangan (handycraft) berbahan dasar Bambu, Batok Kelapa dan Buah Brenuk (Maja) serta membuat kain batik dengan motif khusus berupa huruf Sunda Kuna Kaganga. Tujuan kegiatan PPM ini untuk membantu Mitra memperluas jaringan komunikasi agar karya-karyanya bisa dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah 1) belum memiliki peralatan kriya yang memadai, 2) belum mempunyai bengkel kerja yang memadai, 3) Belum memiliki konsep strategi dan media promosi serta pemasaran. Target dan luaran yang dihasilkan dari PPM ini antara lain Mitra dapat memiliki akses komunikasi terhadap pemerintah daerah untuk mengembangkan jaringan penjualan. Metode yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut adalah 1) Membuka jalur komunikasi dengan pemerintah daerah kabupaten Sumedang, Pemerintah provinsi dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat melalui diskusi dalam bentuk Webinar dengan menjadikan Mitra sebagai nara sumber dan pemerintah daerah sebagai penanggap. Program ini diharapkan mampu memfasilitasi perkembangan usaha mitra sehingga dapat memberikan multiflier effect bagi usaha sejenis dan usaha lain yang terkait (bermitra) dengannya. Kata Kunci: Nilai Budaya Lokal, Pelaku Usaha Kecil, Kerajinan Tangan, Seni Batik, Aksara Sunda ABSTRACT The target of this Community Service activity is a group of people who are economically productive, namely a business group initiated by several community members in Sukagalih Village, Sumedang Regency who have produced several handicrafts and made batik motif designs for the Sundanese Kuna Kaganga letter as an icon of the batik motif. The aim of the program is to help Partners expand communication networks so that their works can be recognized and utilized by the public. Business partners in this program are small businesses making and selling handicraft objects (craft art) made from Brenuk Fruit (Maja fruit) and making Batik cloth with the main motif in the form of Old Sundanese Script (Kaganga letter). The problems faced by partners are 1) not having adequate craft tools, 2) not having adequate workshops, 3) Not having a strategic concept and promotional and marketing media. The targets and outputs that resulted from the PKM's community service program at the Leuit Batik Rineka Sundanese Gallery in Suka Galih Village, Sumedang, West Java, among others, partners can have communication access to local governments to develop sales networks. The methods used to achieve these goals are 1) Open lines of communication with the regional government of Sumedang district, West Java Provincial Government and West Java Dekranasda. 2) create a discussion in the form of a Webinar by making Partners as resource persons and local government as responders. This program is expected to be able to facilitate partner development so that it can have a multiplier effect for similar businesses and other businesses related (partnering) with it. Keywords: Government Communication, small and medium enterprises / SMEs, Handy Craft, Batik Art, ancient Sundanese script
EDUKASI PERAN SERANGGA DALAM KEHIDUPAN BERSAMA SISWA SEKOLAH DASAR DI DUSUN JLEGONGAN, SEYEGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA Ihsan Nurkomar; Dina Wahyu Trisnawati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.192-196.2020

Abstract

Serangga merupakan mahluk hidup yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Serangga memiliki banyak peran dalam kehidupan manusia. Namun demikian, peran penting serangga dalam kehidupan manusia belum diketahui masyarkat luas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan mengenalkan jenis, peran dan upaya pelestarian serangga telah dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan hidup kepada siswa sekolah dasar. Kegiatan dilakukan melalui survey tingkat pengetahuan masayakat secara umum dan edukasi/penyuluhan. Kegiatan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 60%. Agar pengetahuan tentang serangga lebih diperhatikan, diperlukan edukasi tentang serangga baik melalui pendidikan formal maupun informal. Selain itu, penggunaan media pembelajaran juga diperlukan agar pengetahuan yang disampaikan dapat diperoleh dengan mudah dan menyenangkan. Kata kunci: Lingkungan hidup, Serangga, Media pembelajaran, Pendidikan, Pengabdian masyarakat ABSTRACT Insects are living organism that are often found in daily life. Insects have many roles in human life. However, the important role of insects in human life is not widely known. Therefore, community service activities with the aim of introducing the types, roles and insect conservation efforts have been carried out as part of environmental conservation efforts. The activities carried out through surveys of the level of public knowledge about insect in general and then continue with education activity to secondary school students. The activity succeeded in increasing participants' knowledge by 60%. Education about insects is needed to increase more attention to knowledge about insects both through formal and informal education. In addition, the use of instructional media is also necessary so that the knowledge conveyed can be obtained easily and pleasantly. Keywords: Environment, Insect, Instructional media, Education, Community services