cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2021)" : 51 Documents clear
PENYULUHAN KESEHATAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEPATUHAN TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA PENDERITA HIV DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA Evi Nurhayatun
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.45-50.2021

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit virus jenis baru yang memiliki daya penularan tinggi sehingga menyebabkan pandemi di dunia. Penderita HIV adalah penderita yang rentan terkena COVID-19 dan jika sudah terkena COVID-19 akan cenderung lebih parah dibandingkan populasi lainnya. Akibat belum ditemukannya pengobatan definitif, maka langkah terbaik untuk memutus rantai penularan COVID-19 adalah dengan menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepatuhan penderita HIV dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Pengambilan data dilakukan melalui survei kuesioner yang diberikan langsung kepada responden setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Responden adalah penderita HIV yang berjumlah 100 orang. Data dianalisa dengan analisis statistik chi-square (α=0,05) dengan software SPSS versi 21. Pada uji chi square, didapatkan hasil bahwa persepsi keparahan (p=0,012), persepsi hambatan (p=0,001), persepsi manfaat (p=0,031), dan isyarat untuk bertindak (p=0,003) berhubungan secara statistik terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Sementara persepsi kerentanan (p=0,164) dan efikasi diri (p=0,120) tidak berhubungan secara statistik terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Terdapat hubungan antara persepsi keparahan, persepsi hambatan, persepsi manfaat dan isyarat untuk bertindak terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Kata kunci: penyuluhan, covid-19, kepatuhan, HIV ABSTRACT Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a new type of viral disease that has a high transmission power, causing a pandemic in the world. People with HIV are people who are vulnerable to COVID-19 and if they have been exposed to COVID-19 will tend to be more severe than other populations. As a result of not finding a definitive treatment, the best step to break the chain of transmission of COVID-19 is to implement a health protocol as a prevention effort. The purpose was to analyze the level of adherence of HIV patients in implementing the COVID-19 health protocol. Data were collected through a questionnaire survey which was given directly to respondents after health education was conducted. The respondents were 100 people with HIV. This study uses chi-square statistical analysis (α=0.05) with SPSS version 21 software. In the chi square test, it was found that perceived severity (p=0.012), perceived barriers (p=0.001), perceived benefits (p=0.031), and cues to action (p=0.003) were statistically related to health protocol compliance. Meanwhile, the perception of vulnerability (p=0.164) and self-efficacy (p=0.120) were not statistically related to health protocol compliance.There is a relationship between perceived severity, perceived barriers, perceived benefits and cues to act on adherence to health protocols. Keywords: counseling, covid-19, compliance, HIV
PEMBUATAN WORKBENCH ERGONOMIS UNTUK MENDUKUNG AKTIVITAS PEMILAHAN, PENGEPRESAN, DAN PENGARUNGAN SAMPAH AIR MINUM DALAM KEMASAN DI KELURAHAN WONKUSUMO SURABAYA Rahaditya Dimas Prihadianto; Abduh Sayid Albana; Ayu Endah Wahyuni; Hendrawan Widianto
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.330-335.2021

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan workbench untuk kegiatan Bank Sampah di Kelurahan Bulaksari. Para Ibu rumah tangga di beberapa Rukun Tetangga (RT) melakukan pengelolaan sampah Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan melakukan sortir, pembersihan sampah dan pengarungan. Namun, didapati kondisi selama proses sortir sampah, tidak ergonomis, dimana para ibu rumah tangga ini melakukan kegiatan tersebut tidak dengan menggunakan alat bantu yang layak dan dengan posisi duduk membungkuk. Implikasi kegiatan pengabdian masyarakat terbagi ke beberapa kegiatan, pertama adalah mengadakan sosialisasi terkait kegiatan pengelolaan sampah dan itikad untuk membantu kegiatan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan ergonomic workbench, dimana alat bantu ini dapat memberikan kenyamanan dan keamanan saat bekerja karena didesain dengan mengakomodir prinsip perancangan metode kerja dan produk, Terakhir adalah dengan melakukan trial produk versi pertama untuk mendapatkan masukan dalam pengembangan produk versi kedua. Kata kunci: sampah plastik, air minum dalam kemasan, alat kerja, ergonomis, bank sampah ABSTRACT This community service is to provide a workbench for garbage bank activites in Bulaksari Village. Housewives in several Neighborhood Communities (RT) manage Bottle Drinking Water (AMDK) waste by sorting, cleaning and rafting in a sack. However, it was found that the conditions during the waste sorting process were not ergonomic, where these housewives did not use proper tools and bent sitting position. The implication of community service activities are divided into several activities, first is holding socialization related to waste management activities and the intention to help these activities. Then proceed with the manufacture of an ergonomic workbench, where this tool can provide comfort and safety while working because it is designed to accommodate the principles of ergonomics designing work products. Keywords: plastic waste, bottled mineral drinking water, workbench, ergonomics, waste bank
PELATIHAN PENGOLAHAN PROTEIN BAR BERBAHAN BAKU DAUN KELOR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT DI DAERAH TERDAMPAK BENCANA SIKLON SEROJA Wilmientje Marlen Nalley; N.G.A Mulyantini S.S; Ulrikus Romsen Lole
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.145-150.2021

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh ibu-ibu rumah tangga di pesisir pantai Oesapa Kupang NTT khususnya yang terkena musibah badai siklon seroja pada awal tahun 2021 Salah satu dampak dari bencana alam tersebut yaitu gangguan penyediaan makanan. Masyarakat dituntut untuk dapat memanfaatkan sumber daya lokal yang potensial, diantaranya daun kelor yang kaya nutrisi dan banyak tersedia hampir disemua tempat di kota Kupang. Namun, kelompok mitra kurang memanfaatkan daun kelor sebagai bahan baku pakan lokal yang potensial, dan kurang memahami tentang menyediakan stok makanan darurat yang bergizi dan tahan lama. Maka, dirasakan perlu untuk memberi pelatihan pengolahan daun kelor menjadi camilan sehat kaya manfaat Metode kegiatan pengabdian ini yaitu penyuluhan, konsultasi, difusi iptek, dan pelatihan Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam memanfaatkan komoditas unggulan lokal yaitu daun kelor. Kesimpulan, kelompok mitra mampu memanfaatkan daun kelor untuk dijadikan bahan baku membuat protein bar sebagai camilan sehat, praktis, dapat disimpan lama, dan bergizi. Kata kunci : protein bar, daun kelor, camilan, makanan darurat, siklon seroja ABSTRACT This service activity aims to provide solutions to the problems faced by housewives on the coast of Oesapa Kupang, NTT, especially those affected by the Seroja cyclone at the beginning of 2021. One of the impacts of the natural disaster is the disruption of food supply. The community is required to be able to take advantage of potential local resources, including Moringa leaves which are rich in nutrients and are widely available in almost all places in the city of Kupang. However, the partner group does not use Moringa leaves as a potential local feed raw material, and lacks understanding about providing emergency food stocks that are nutritious and can last a long time. Based on the analysis of the problem above, it is felt necessary to provide training in processing Moringa leaves into healthy snacks that are rich in benefits. The methods are counseling, consultation, diffusion of science and technology, and training. The results of this activity are increasing the knowledge and skills of partners in utilizing local superior commodities, namely Moringa leaves. In conclusion, the partner group was able to utilize Moringa leaves to be used as raw materials for making protein bars as healthy, practical, long-storage, and nutritious snacks Keywords: protein bar, moringa leaves, snack, emergency food, seroja cyclon
PEMBERDAYAAN PKK MENINGKATKAN USAHA KUE KHAS SUMATERA SELATAN Yunisvita Yunisvita; Sri Andaiyani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.255-264.2021

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen fakultas ekonomi Universitas Sriwijaya beserta mahasiswanya ini bertujuan untuk memperkuat daya saing usaha kue khas daerah Sumatera Selatan dengan meningkatkan kualitas produk melalui pemberdayaan ibu-ibu PKK. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan ilmiah berupa ceramah/diskusi tentang pentingnya menghasilkan produk yang berkualitas dan praktek langsung pembuatan kue. Tingkat pemahaman diukur dengan uji kompetensi yang berisi pertanyaan tentang bahan dan proses pembuatan kue dengan memberikan skor pada rentang 0-100. Selanjutnya dilakukan analisis statistik deskriptif berupa skor rata-rata, distribusi frekuensi jawaban yang benar untuk hal-hal yang berkaitan dengan nama bahan dan proses pembuatan kue. Hasil dari observasi ini menunjukkan bahwa target sangat antusias dalam memahami materi yang diberikan. Hasil evaluasi tertulis tingkat pemahaman tentang bahan dan proses pembuatan kue masih rendah, dengan rata-rata 30,5. Praktik pembuatan kue yang dilakukan peserta menunjukkan hasil dengan skor rata-rata 6 (skala 0-10). Melalui pemberdayaan ini, dibangun motivasi yang lebih tinggi untuk meningkatkan kualitas kue khas daerah yang dihasilkan. Dilengkapi dengan kumpulan buku resep yang dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan pemahaman akan standar kualitas yang kompetitif. Kata kunci: pemberdayaan, daya saing, kue khas daerah, kualitas produk, pelatihan ABSTRACT Community dedication held by lecturers of the economics faculty of Sriwijaya University and their students aims to strengthen the competitiveness business of special cakes from the South Sumatra region by improving product quality through empowering PKK mothers. The activity was carried out using scientific training methods in the form of lectures/discussions about the importance of producing quality products and direct practice of making cakes. The level of understanding is measured by a competency test which contains questions about ingredients and the process of making cakes by giving a score in the range of 0-100. Furthermore, descriptive statistical analysis was carried out in the form of the average score, the frequency distribution of the correct answers for matters relating to the name of the ingredients and the process of making cakes. The results from this observation showed that the target was very enthusiastic about understanding the material given. The results of the written evaluation in the level of understanding about the ingredients and the process of making cakes are still low, with an average of 30,5. The practice of making cakes by the participants showed results with an average score of 6 (scale 0-10). Through this empowerment, higher motivation is built to improve the quality of the local speciality cakes produced. Equipped with a collection of recipe books that can be used as a reference to increase understanding for competitive quality standards. Keywords: empowerment, competitiveness, the local speciality cakes, quality of product, training
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN TOKO ONLINE PADA UMKM OLAHAN SINGKONG SEBAGAI ALTERNATIF PEMASARAN PRODUK Fitri Suciati; Laras Sirly Safitri; Atika Romalasari; Nurul Mukminah; Ferdi Fathurohman
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.195-201.2021

Abstract

Batu Busuk merupakan kampung yang memiliki potensi wisata alam, peninggalan bersejarah, agrowisata dan budaya. Tujuan kegiatan ini adalah mengangkat dan mempromosikan potensi wisata Batu Busuk melalui penjualan kuliner olahan dan kontes buah durian. Metode pengabdian masyarakat yang diterapkan meliputi kegiatan penyuluhan, demonstrasi, pelatihan dan pendampingan sesuai dengan pelaksanaan kegiatan yang berlangsung secara berkelanjutan. Kedua kegiatan yaitu penjualan produk olahan dan kontes buah durian memberikan pengalaman baru bagi pengunjung karena unik dan tidak ditemui pada daerah tujuan wisata lainnya di Sumatera Barat. Dengan demikian kedua atraksi wisata ini dapat menjadi salah satu aktivitas promosi wisata Batu Busuk yang efektif. Seluruh wisatawan yang berkunjung menganggap penting bahwa kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan. Khusus untuk kontes durian, seluruh responden (42 orang) baik stakeholder, pengunjung dan peserta kontes setuju bahwa kegiatan kontes seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga di masa mendatang pemerintah daerah sudah harus mengambil peran yang lebih besar untuk kemajuan wisata Batu Busuk. Kata kunci: agrowisata, keberlanjutan, kuliner, promosi ABSTRACT Batu Busuk is a village with the potential for nature tourism, historical heritage, agro-tourism and culture. This activity aims to raise and promote the tourism potential of Batu Busuk through the sale of processed culinary delights and a durian fruit contest. The community service method applied includes counselling activities, demonstrations, training and mentoring following ongoing activities. The two activities, namely the sale of processed products and the durian fruit contest, provide new experiences for visitors because they are unique and cannot be found in other tourist destinations in West Sumatra. Thus, these two tourist attractions can be one of the practical Batu Busuk tourism promotion activities. All tourists who visit consider it necessary that similar activities are carried out sustainably. Especially for the durian contest, all respondents (42 people), including stakeholders, visitors and contestants, agreed that the contest activities should be the responsibility of the local government; hence the local government should take a more significant role in the progress of Batu Busuk tourism. Keywords: agrotourism, sustainability, culinary, promotion
PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH MENGGUNAKAN LILIN ANTI NYAMUK Stevin Carolius Angga; Erwin Prasetya Toepak; Desimaria Panjaitan; Ika Oktavia Wulandari; Agus Lasono; Sari Namarito Simamarta; Sudarman Rahman
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.82-86.2021

Abstract

Penyakit demam berdarah merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia terutama pada musim penghujan. Penyakit ini ditularkan oleh virus dengue melalui nyamuk Aedes aegypti. Provinsi Kalimantan tengah menempati urutan tiga besar dalam angka penyakit demam berdarah. Salah satu penangangan yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan demam berdarah adalah dengan memanfaatkan bahan alam yaitu ekstrak dari serai (Cymbopogon citratus) atau serai wangi (Cymbopogon nardus). Pada umumnya serai digunakan sebagai bumbu dapur, sementara serai wangi tidak terlalu dimanfaatkan. Memperhatikan hal-hal tersebut, maka pembuatan lilin anti nyamuk dari ekstrak serai wangi dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi penyakit demam berdarah dan pengetahuan ini patut disosialisasikan kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini berupa ceramah dan pembagian sampel lilin anti nyamuk. Sementara materi ceramah yang disosialisasikan adalah tentang bahaya penyakit demam berdarah, pencegahannya, pemanfaatan serai wangi sebagai alternatif pencegahan demam berdarah dalam bentuk lilin, teknik pembuatan lilin anti nyamuk. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan masyarakat desa Tumbang Nusa Kabupaten Pulang Pisau dalam penanganan penyakit demam berdarah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dalam mencegah penyakit deman berdarah. Kata kunci: sosialisasi, demam berdarah, serai wangi, lilin anti nyamuk, minyak atsiri ABSTRACT Dengue fever disease is a public health problem in Indonesia, especially during the rainy season. This disease is transmitted by the dengue virus through Aedes aegypti mosquito. Central Kalimantan is the top three in terms of dengue fever disease. Meanwhile, there are Kalimantan natural products which can be used as repellent to prevent the mosquito, such as extracts from lemongrass (Cymbopogon citratus) or citronella grass (Cymbopogon nardus). Mostly lemongrass is used as a kitchen spice, while citronella grass is not very used generally. Furthermore, the utilization of mosquito repellent candles from citronella extract could be a solution to overcome dengue fever disesase. The method used in this socialization is in the form of lectures and distribution of mosquito repellent candle samples. While the lecture material that was socialized was about the dangers of dengue fever, its prevention, the use of citronella grass as an alternative to dengue fever prevention in the form of candles, and preparation of mosquito repellent candles. This socialization is expected to supports the government and the community of Tumbang Nusa village, Pulang Pisau Regency to overcome the dengue fever disease. In addition, this activity is expected to increase public awareness about health in preventing dengue fever. Keywords: socialization, dengue fever, citronella grass, mosquito repellent candle, essential oil
PELATIHAN PEMBUATAN KEMASAN DAN LABEL PRODUK OLAHAN IKAN AIR TAWAR SEBAGAI POTENSI LOKAL UNTUK PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI NAGARI ALAHAN PANJANG KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Rahmi Holinesti; Wiwik Gusnita; Dikki Zulfikar; Ranggi Rahimul Insan
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.373-382.2021

Abstract

Hasil perikanan air tawar yang terdapat di Nagari Alahan Panjang masih terbatas untuk pemenuhan kebutuhan makanan sehari-hari, yaitu lauk-pauk. Biasanya ikan tersebut digoreng, digulai, atau dipepes. Sehingga produksi ikan yang cukup banyak belum dapat dimanfaatkan sebagai suatu produk pangan yang dapat dijual untuk meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus meningkatkan nilai ekonomis ikan air tawar tersebut. Padahal, ikan-ikan tersebut memiliki potensi yang cukup tinggi untuk diolah menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti bakso, nugget, sosis, otak-otak, kaki naga, pempek, dan lain-lain. Kegiatan pelatihan pengolahan ikan air tawar menjadi produk-produk tersebut telah dilaksanakan pada tahun 2020. Oleh sebab itu, pada kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2021 ini yang melibatkan ibu rumah tangga maupun remaja putri diberikan materi : Pelatihan Pembuatan Kemasan Dan Label Produk Olahan Ikan Air Tawar Sebagai Potensi Lokal Untuk Peningkatan Ekonomi Keluarga Di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, produk yang mereka hasilkan dapat dikemas dengan baik dan menarik, menjadi salah satu produk unggulan daerah yang dapat dipasarkan baik lokal, regional, maupun nasional. Kata kunci: Alahan Panjang, ikan air tawar, olahan, kemasan, label ABSTRACT The freshwater fishery products found in Nagari Alahan Panjang are still limited to meeting daily food needs, namely side dishes. Usually, the fish is fried, stir-fried, or steam. So that the production of quite a lot of fish can not be used as a food product that can be sold to improve the family's economy while increasing the economic value of the freshwater fish. In fact, these fish have a high enough potential to be processed into various food products that have high economic value, such as meatballs, nuggets, sausages, otak-otak, Chicken drum stick, pempek, and others. The training activities for processing freshwater fish into these products have been carried out in 2020. Therefore, in this 2021 community service activity involving housewives and young women, the following materials are given: Training on Making Packaging and Labeling of Processed Freshwater Fish Products as Local Potential for Family Economic Improvement in Nagari Alahan Panjang, Lembah Gumanti District, Solok Regency. It is hoped that after participating in this training, the products they produce can be packaged well and attractively, becoming one of the regional superior products that can be marketed both locally, regionally, and nationally. Keywords: Alahan Panjang, freshwater fish, processed, packaging, label
PEMETAAN DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PERIKANAN, PESISIR, DAN PARIWISATA DI INDONESIA Dave Mangindaan
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.8-20.2021

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim dengan luas lautan yang besar dan garis pantai terpanjang di dunia. Akan tetapi, hal ini tidak tercerminkan pada kesejahteraan ekonomi masyarakat perairan, karena kurangnya pengembangan komunitas dan diseminasi ilmu pengetahuan. Untuk menyeimbangkan keilmuan agar setara dengan masyarakat perkotaan, maka perguruan tinggi Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari tridarma perguruan tinggi. Agar pengabdian kepada masyarakat dapat berlangsung secara efektif dan efisien, maka dalam makalah ini dipaparkan pemetaan terhadap hasil publikasi pengabdian masyarakat pesisir dan pantai Indonesia berdasar database publikasi internasional Scopus. Dari 1295 data, disaring 48 publikasi terkait pengembangan masyarakat dan pengabdian kepada masyarakat pantai dan pesisir Indonesia. Lokasi pengabdian dipetakan, tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, maupun Papua. Dari pemetaan diketahui mayoritas kegiatan pengabdian saat ini masih terpusat di pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi, sehingga perlu eksplorasi masa depan untuk Kalimantan, Sumatera dan Papua. Pengabdian masyarakat yang terdokumentasi di Scopus umumnya membahas mengenai pengembangan (1) pangan berbasis produk perairan, (2) pariwisata, (3) analisa sosioekonomi masyarakat pantai dan pesisir. Selain pemetaan, dilakukan juga analisis bibliometrik dimana pengabdian terkait perikanan (fisheries) erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, ekosistem, masyarakat pesisir, pariwisata, pangan, dan sosioekonomi, dimana hal ini penting dan mendesak untuk pemerataan ekonomi (terutama masyarakat Kalimantan, Sumatera, dan Papua) untuk Indonesia Emas 2045. Kata kunci: pengabdian masyarakat, masyarakat pesisir, perikanan, scopus, analisis bibliometrik ABSTRACT Indonesia is a maritime country with large area of sea and with longest beach line in the world. However, the economy of the coastal communities is still low due to few community development and knowledge dissemination. In order to equalize their knowledge with those in the large cities, then Indonesian universities perform community service (as a part of university tridarmas). In order to have effective and efficient community service, in this paper we describe mapping of publication of community service in the Scopus (a trusted database of international publication) in the field of coastal communities. From 1295 data, they are sorted to obtain 48 publications related to the community service and community development for the coastal societies. The locations of the community services are mapped, as distributed in islands of Sumatera, Java, Bali, Kalimantan, Sulawesi, and Papua. From the mapping, it can be observed that most of the published community service activities are concentrated in Java, Bali, and Sulawesi, and therefore it is important to have future explorations at Kalimantan, Sumatera, and Papua. The published community services in Scopus commonly discuss about the developments of (1) seafood-based products, (2) tourism, (3) and socioeconomic analysis of coastal communities. Besides the mapping, we also perform bibliometric analysis where it is demonstrated that the community service related to the fisheries is highly tied with the sustainable development, ecosystem, coastal communities, tourism, food, and socioeconomy, where all these issues are important and urgent to obtain economic equality (especially for people of Kalimantan, Sumatera, and Papua) to achieve Gold Indonesia 2045. Keywords: community service, coastal communities, fisheries, scopus, bibliometric analysis
PEMBERIAN EDUKASI DAN SKRINING FAKTOR RISIKO HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SURVEILANS PENYAKIT TIDAK MENULAR DI ERA PANDEMI COVID-19 Evi Susanti Sinaga; Anika Dwi Apriyani; Anindya Rezquyta Amelia; Witriastika Suci; Ali Vikri Anastasia
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.181-188.2021

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada sektor kesehatan, ekonomi maupun sosial. Pada sektor kesehatan, bertambahnya jumlah kasus Covid-19 mengakibatkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) seperti pos pelayanan terpadu (Posbindu) tidak bisa berjalan. Salah satu kegiatan yang berhenti adalah edukasi dan skrining faktor risiko hipertensi di masyarakat. Kondisi ini akhirnya berdampak pada surveilans faktor risiko hipertensi yang terganggu di puskesmas. Oleh karena itu, dilakukan pengabdian masyarakat melalui skrining faktor risiko hipertensi dan pemberian penyuluhan mengenai hipertensi. Sasaran kegiatan skrining adalah masyarakat usia produktif 15-59 tahun di Kecamatan Mampang Prapatan dan dilakukan dengan desain studi potong lintang. Sedangkan sasaran penyuluhan adalah kader yang bertanggung jawab sebagai pelaksana Posbindu. Pre test dan post test diberikan untuk mengukur tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan melalui zoom meeting. Hasilnya adalah 26,9% masyarakat mengalami hipertensi. Faktor –faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah usia di atas 50 tahun, memiliki IMT kategori gemuk, memiliki riwayat orang tua terkena hipertensi, perilaku konsumsi makanan bersantan, perilaku konsumsi makanan berlemak, tidak olahraga, mengalami stres, sulit tidur, keluhan sakit kepala, dan keluhan sakit tengkuk (dengan nilai p-value <0,05). Pemberian penyuluhan kepada kader mampu meningkatkan pengetahuan mengenai hipertensi dengan nilai hasil pre test dan post test mengalami peningkatan yang bermakna (dengan nilai p-value<0,05). Kata kunci: Edukasi, Hipertensi, Potong lintang, Skrining, Surveilans ABSTRACT The Covid-19 pandemic has had an impact on the health, economic and social sectors. The increasing number of Covid-19 cases has resulted in the inability of community-based health services such as integrated health posts. The activities that stop are health promotion and hypertension risk factors screening in the community. This condition ultimately has an impact on impaired surveillance of hypertension risk factors at the public health center. Therefore, community service through hypertension risk factors screening and providing counseling about hypertension. The target of the screening activity is people of productive age 15-59 years in Mampang Prapatan District and carried out with a cross-sectional study design. The target of counseling is cadres who are responsible for implementing Posbindu. Pre-test and post-test are gived to measure the knowledge after counseling offered through zoom meetings. The result is 26.9% of people has hypertension. Risk factors related to hypertension include age over 50 years, BMI, fat category, parental history of hypertension, coconut milk consumption behavior, fatty food consumption behavior, not exercise, stress, difficulty sleeping, headache, and neck pain (with p-value <0.05). Providing counseling to cadres can increase knowledge about hypertension with pre-test and post-test scores improved significantly (with p-value <0.05). Keywords: Education, Hypertension, Cross-sectional, Screening, Surveillance
PEMBENTUKAN DAN PELAKSANAAN KELAS IBU NIFAS DI PUSKESMAS KONI KOTA JAMBI Ratu Kusuma; Tina Yuli Fatmawati; Julaecha Julaecha
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.2.294-306.2021

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Puskesmas Koni Kota Jambi dimana Kelas Ibu Nifas belum dilaksanakan karena memang belum diprogramkan oleh Kementerian Kesehatan seperti halnya Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita. Berdasarkan identifikasi permasalahan mitra ditemukan dua masalah utama yaitu permasalahan pogram dan permasalahan ibu nifas. Pelaksanaan kegiatan telah mulai sejak 19 Oktober 2020 yang diawali dengan identifikasi permasalahan mitra. Kegiatan inti berupa workshop Kelas Ibu Nifas dan Pelaksanaan Kelas Ibu Nifas. Workshop dilaksanakan pada 07-09 Juli 2021 diikuti oleh 23 nakes (8 perawat dan 15 bidan), dan Kelas Ibu Nifas dilaksanakan pada 10, 12 dan 13 Juli 2021 diikuti oleh 7 ibu nifas yang didampingi keluarga dan kader posyandu balita. Kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan; materi disampaikan dengan menggunakan lima perangkat Kelas Ibu Nifas; melalui ceramah, diskusi, tanya jawab dan berbagi pengalaman. Hasil yang capai adalah terbentuknya Kelas Ibu Nifas; terbentuknya struktur organisasi Kelas Ibu Nifas; terlaksananya Kelas Ibu Nifas; peningkatan rerata pengetahuan perawat dan bidan sebesar 5,2 dan rerata sikap 5,5. Peningkatan rerata pengetahuan ibu nifas sebesar 2,3 dan rerata sikap 4,0. Workshop kelas Ibu Nifas dan pelaksanaan Kelas Ibu Nifas mampu merubah perilaku perawat, bidan dan ibu nifas. Kata kunci: pembentukan, pelaksanaan, kelas ibu nifas ABSTRACT This devotion to the community have been done at Koni Health Center Jambi City, so the Postpartum Classes not be done because it has not been programmed by the Ministry of Health in terms of Prenatal Classess and Toddler Mother Classes. According to the identification of partner problems found two main problems are pogram problems and postpartum mother problems. This series of activities began on October 19, 2020 with the identification of partner issues. The core activities are workshops on Postpartum Classes and implementation of Postpartum Classes. The workshop was held on 07-09 July 2021 to 23 health workers (8 nurses and 15 midwives), postpartum classes on 10, 12 and 13 July 2021 attended by 7 postpartum mothers conducting the family and cadre. All activities are carried out by health protocols; the material was delivered using five postpartum classes devices; through lectures, discussions, asking questions and sharing experiences. The result achieved is the formation of Postpartum Classes; the formation of the organizational structure of the Postpartum Classes; the implementation of the Postpartum Classes; an average increase in nurse and midwifery knowledge of 5.2 and an average attitude of 5.5. The average increase in postpartum mothers knowledge was 2.3 and the mean attitude was 4.0. Workshops and Postpartum Classes can change behavior of nurses, midwives and postpartum mothers. Keywords: formation, implementation, postpartum classes