cover
Contact Name
Edwin Yulia Setyawan
Contact Email
edwin.yulia.setyawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsosek.kp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 20888449     EISSN : 25274805     DOI : -
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 349 Documents
RISIKO SOSIAL PENERTIBAN KERAMBA JARING APUNG DI WADUK JATILUHUR Nendah Kurniasari; Tenny Apriliani; Sonny Koeshendrajana; Rizky Aprilian Wijaya
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.58 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v15i1.8363

Abstract

Eksekusi peraturan presiden Nomor 15/2018 di Waduk Jatiluhur melalui penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) tidak hanya akan merubah tatanan ekonomi namun juga memiliki risiko sosial bagi masyarakat pemanfaat sumber daya perikanan waduk baik pemanfaat langsung maupun tidak langsung. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis risiko sosial yang akan muncul akibat penertiban KJA tersebut. Penelitian dilakukan di Kabupaten Purwakarta pada tahun 2018 dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penertiban KJA di Waduk Jatiluhurakan menghasilkan berbagai risiko sosial. Risiko sosial yang terjadi berupa culture shock masyarakat akibat perubahan pola kehidupan, kohesifitas masyarakat menurun sehingga rentan terhadap konflikhorizontal, hilangnya jaminan sosial, dan berbagai permasalahan demografi. Permasalahan demografi meliputi meningkatnya angka pengangguran, meningkatnya angka putus sekolah, meningkatnya angkakriminalitas, dan mobilitas teritorial berupa migrasi masyarakat keluar daerah. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan risiko sosial dapat dimulai dari menghilangkansumber risiko dengan cara meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja baru, sosialisasi kebijakan agar masyarakat paham maksud dan tujuan kebijakan, menyediakan fasilitasi berupa rubrik konsultasi untuk menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat terdampak. Selain itu perlu juga memperbaiki faktor katalis risiko berupa perbaikan kebijakan dengan mempertimbangkan sumber-sumber risiko berupa kondisi masyarakat, relasi usaha, dan historis pembangunan waduk dilihat dari aspek sosial.Title: Social Risk of Floating Cages Control Programin the Jatiluhur Reservoir fAs the implementation of Presidential Regulation No. 15/2018, the floating nets control in Jatiluhur Reservoir resulted not only in economic disorder but also in social risks for the direct and indirect beneficiaries of the reservoir. This paper aimed to analyzing the social risks as the result of the floating net control. The study was conducted in Purwakarta Regency in 2018 using qualitative descriptive methods. The Floating Nets Control Program in Jatiluhur Reservoir caused a variety of social risks. The social risks were culture shock due to life changes, decreased community cohesion that vulnerable to conflict, loss of social benefit, and demographic issues. The demographic issues included increased numberof unemployment, dropouts, crimes, and migration to outside the region. Some alternative solutions to eliminate these social risks are eliminating the risk sources by increasing community capacity to create new jobs, educating community regarding the objectives of the policies, providing consultation services to help people with solution of these social problems. In addition, it is necessary to fix the risk catalyst factor with policy improvement that consider community condition, business relation, and social aspect of historical reservoir development.
ANALISIS DAMPAK MINAPOLITAN TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI (Studi Kasus: Desa Tembokrejo dan Kedungrejo) Sri Rahayu Budiani; Putri Kartika Sari; Muthia Hasna Thifaltanti; Regina Lexi Narulita; Reviana Latifah; Prameswari Budi Kusuma; Nourma Linda Isnastuti; Rivan Agung Triawan; Dicky Satria Dwiputra
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.843 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v15i1.7562

Abstract

Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi ditetapkan sebagai kawasan Minapolitan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik di dalam kawasan maupun daerah sekitarnya. Masyarakat Desa Kedungrejo dan Tembokrejo mayoritas bekerja pada sektor perikanan, sehingga diasumsikan memiliki dampak langsung dari kebijakan minapolitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Kecamatan Muncar sebelum dan sesudah adanya program minapolitan serta mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonomi tersebut. Penelitian dilakukan pada 23 hingga 27 September 2018 dengan menggunakan metode kualitatif dari hasil wawancara terhadap beberapa pelaku industri, perangkat desa, kepala TPI, dan beberapa nelayan. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan perindustrian dan sarana prasarana yang menunjang kegiatan perikanan sudah ada sejak tahun 1990-an. Aspek sumberdaya manusia dari segi pendidikan tidak mempengaruhi perkembangan tingkat produksi ikan, sehingga dengan ditetapkannya Kecamatan Muncar sebagai kawasan minapolitan tidak memberikan pengaruh secara signifikan baik kepada kondisi sosial-ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat. Rekomendasi yang perlu diterapkan untuk pengembangan program minapolitan di Kecamatan Muncar dapat dilakukan melalui peningkatan sumberdaya manusia seperti penetapan sekolah yang berisi pembelajaran mengenai perikanan dan kelautan, serta peningkatan infrastruktur pendukung. Kedua aspek tersebut perlu ditunjang oleh aspek komitmen daerah sesuai dengan  Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.12/MEN/2010 tentang MinapolitanTitle: Analysis of Minapolitan Impact on the Community Welfare  in Muncar Subdistrict Banyuwangi Regency  (Case Study: Tembokrejo and Kedungrejo Villages)Muncar Subdistrict was designated as a Minapolitan area to improve the welfare of the  community both within and surrounding areas. It is assumed that Minapolitan policy gives a direct impact on the major livelihood of Kedungrejo and Tambakrejo people in fisheries sector. This study aims to measure the social and economic changes of Muncar community before and after the Minapolitan program as well as to measure the level of the community welfare based on these socio-economic conditions. The study was conducted on 23 to 27 September 2018 based on interviews with industry players, village officials, heads of fish markets and fishers. Data were analyzed using descriptive qualitative method. The results showed that fisheries industry and its facilities have been existed since 1990s. The education level of its community does not affect the fish production. It means that Minapolitan program has not given significant impact to the socio-economic condition and community welfare. It is recommended to improve the capacity of community through learning material at school concerning fisheries management and marine affairs as well as to increase the supporting infrastructure. These two aspects should be encouraged by regional commitment based on Regulation of Minister of Marine Affairs and No: PER.12/MEN/2010 regarding Minapolitan.
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP TEMPAT PEMASARAN IKAN HIGIENIS DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP Muhammad Rizqi Hasani; Djoko Suprapto; Dian Wijayanto
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.011 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v15i1.7919

Abstract

Kualitas hasil perikanan dipengaruhi oleh kondisi tempat pemasaran ikan di pelabuhan perikanan. Penunjang utama keberhasilan peningkatan mutu di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) yaitu dengan membuat konsep pemasaran ikan higienis, salah satunya di PPS Cilacap. Pembangunan tempat pemasaran ikan (TPI) higienis PPS Cilacap ini dilandasi oleh Keputusan Direktorat Jendral Perikanan Tangkap (DJPT) no 7 tahun 2017 tentang petunjuk teknis TPI higienis  di pelabuhan perikanan. Tujuan penelitian adalah mengkaji dan mendeskripsikan persepsi  penguna jasa terhadap penerapan tempat pemasaran ikan higienis dengan metode analisis bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi pengguna jasa terhadap tempat  pemasaran ikan higienis di PPS Cilacap dari aspek fasilitas mayoritas penerapan tinggi yaitu nilainya di atas 146,67, akan tetapi kondisi (lantai, ventilasi, fasilitas/peralatan penunjang pemasaran higienis) beberapa dinilai rendah yaitu kurang dari 93,33 dan fasilitas seperti roller conveyor, cool box, mesin penghancur es (ice crusher) tidak terdapat di PPS Cilacap. Aktivitas bongkar dan pengangkutan juga memiliki rata-rata persepsi dalam penerapan tinggi yaitu nilainya diatas 146,67. Penanganan ikan di TPI higienis PPS Cilacap tidak dilakukan pelelangan, tidak dilakukan pensotiran di meja sortir dan pelabelan. Partisipasi nelayan dalam pemasaran menjadi berkurang akibat tidak diadakannya pelelangan. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan penerapan, baik fasilitas yang sudah mulai mengalami kerusakan, serta perlunya penambahan fasilitas untuk memperlancar aktivitas.Title: Fishers Perception on Hygienic Fish Market at Cilacap fishing portThe quality of fisheries products subject to condition of the fish market. The key concept of fish quality at Cilacap was fishing port due to the existence of hygienic fish market. Decision Letter of the Director General of Capture Fisheries No.7/2017 regarding the technical guidelines for hygienic fish market at the fishing port has been the basis of the development of hygienic fishing port in Cilacap. This study aimed to asses and describe public perception on the hygienic fish market using a descriptive method. The study showed that public perception on hygienic fish market at Cilacap fishing port was above 146.67 in terms of its facilities. The condition of some facilities (flooring, ventilation, facilities or other equipment that support hygienic marketing) were classified under 93.33, while some equipment such as roller conveyor, cool box, ice crusher were not available at Cilacap fishing port. Unloading and transportation presented a high average perception in the application above 146.67. There are no auction, sorting on the sorting table, and labelling in the fish handling at hygienic fishing port since there is no auction Cilacap. There was a decreased participation of fishers in fish marketing. Therefore, it is necessary to improve application of hygienic fish handling by repairing the damaged facilities and establishing more additional equipment.
ANALISIS PENENTUAN LOKASI BASIS PERIKANAN TERI DAN JALUR PEMASARANNYA DI PROVINSI BANTEN Ririn Irnawati; Dini Surilayani; Adi Susanto; Ani Rahmawati; Aris Munandar; Ratu Sari; Hery Sutrawan Nurdin
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v15i2.7989

Abstract

Provinsi Banten memiliki lokasi yang strategis dan potensi sumber daya ikan yang besar. Salah satu jenis sumber daya ikan yang produksinya cukup tinggi dan memiliki nilai ekonomis tinggi adalah ikan teri. Produksi ikan teri di Provinsi Banten pada tahun 2015 berkisar 6.474,5 ton atau sebesar 28% dari produksi ikan pelagis kecil dan 14% dari produksi total ikan laut. Jumlah produksi ikan teri yang cukup tinggi ini dapat bermanfaat untuk mendukung pengembangan dan pembangunan daerah maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi basis perikanan teri dan memetakan jalur pemasarannya di Provinsi Banten. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon, dari Februari hingga November 2017. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dan skoring terhadap kriteria yang ditetapkan. Data jalur pemasaran ikan teri dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil skoring, lokasi potensial basis perikanan teri di Provinsi Banten adalah Pandeglang, Kab. Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon. Berdasarkan nilai LQ, Kabupaten Pandeglang bukan merupakan wilayah basis produksi teri. Namun, berdasarkan hasil survei diperoleh data dan informasi bahwa pusat pendaratan dan pengolahan teri dengan volume produksi tinggi dan kontinu sepanjang tahun berada di sepanjang pesisir Selat Sunda yaitu mulai dari Kecamatan Panimbang, Citeureup hingga Sumur. Jalur distribusi pemasaran ikan teri yang terdapat di Banten adalah jenis saluran tingkat dua dan saluran tingkat tiga. Saluran tingkat dua yaitu produsen-pengepul-pengecer-konsumen, mempunyai dua perantara penjualan. Pada pasar konsumen, mereka merupakan grosir atau pedagang besar dan sekaligus pengecer. Saluran tingkat tiga terdiri dari produsen-pengepul-pengecer-distributor-konsumen yang mempunyai tiga perantara penjualan.Title: Analysis of Determining the Base Location of Anchovy Fisheries and its Marketing Distribution in The Banten ProvinceBanten has strategic location and abundant fisheries resources. The anchovy is one of the largest fish resources in terms of production and economic value. Its production came out to about 3,972.1 tons or 22.2% of small pelagic fish production and 14% of total marine fish production. The production of anchovy is highly beneficial to support both regional and national development. This research aimed at mapping potential location of anchovy and its marketing line in Banten Province. The research was conducted at Pandeglang Regency, Lebak Regency, Tangerang Regency, Serang Regency, Serang and Cilegon from February to November 2017 with survey and scoring method. Data regarding the marketing channel of anchovy were analyzed descriptively. The scoring results showed that the potential location of anchovy fisheries in Banten Province were based in Pandeglang, Serang Regency, Serang and Cilegon. Based on LQ value, Pandeglang Regency was not an anchovy production base area. However, the survey resulted in a data and information that the anchovy landing and processing center with high and continuous production volumes throughout the year were located along the Sunda Strait strating from Panimbang, Citerureup to Sumur subdistrict. Marketing distribution channel for anchovy in Banten were second level and third level channels. The second tier channel were producer-wholesaler-retailer-consumer which has two seller. In the consumer market, they were wholesalers and retailers. The third tier channel consisted of producer-wholesaler-retailer-distributor-consumer who had three sales intermediaries.
NILAI MANFAAT PARIWISATA EKOSISTEM TERUMBU KARANG TAMAN WISATA PERAIRAN GITA NADA SEKOTONG LOMBOK Cornelia Mirwantini Witomo; Nuddin Harahap; Andi Kurniawan
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v15i2.9234

Abstract

Penelitian ini mengambarkan pola pemanfaatan pariwisata terumbu karang di Taman Wisata Perairan (TWP) Gita Nada dan mengestimasi nilai manfaat ekosistem terumbu karang dengan pendekatan biaya perjalanan sebagai dasar rujukan perencanaan pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian dilakukan di Taman TWP Gita Nada Sekotong Lombok pada bulan Januari-Maret 2020. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuisoner dan observasi segala aktivitas pariwisata yang ada di TWP Gita Nada. Data sekunder dikumpulkan dengan cara penelusuran literatur pada hasil penelitian terdahulu serta publikasi yang dilakukan oleh instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah Zona Travel Cost Method (ZTCM). Perairan TWP Gita Nada memiliki kombinasi perairan dangkal dengan tipe fringing reefs dan letak TWP Gita Nada yang berbatasan dengan Selat Lombok. Atraksi wisata yang ditawarkan di TWP Gita Nada adalah wisata pantai dan bahari. TWP Gita Nada dengan luas terumbu karang sebesar 1279 ha memiliki nilai manfaat pariwisata Rp3.004.031.073/ha dengan jumlah total pengunjung per 1000 penduduk pada kedua zona adalah sebanyak 51.228 orang. Berdasarkan model fungsi permintaan pariwisata TWP Gita Nada pengembangan kedepan adalah wisata alam yang dikemas menjadi wisata edukasi yang fokus pada anak muda dengan minat belajar tinggi. Perbaikan aksesibiltas dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang memadai akan menambah daya tarik TWP Gita Nada, dan kedepan lokasi wisata harus mampu memberikan jaminan 2H yaitu healthy dan hygiene.Title: Benefit Value of Coral Reef Ecosystem Tourism in The Marine Park Gita Nada Sekotong LombokThis study describes the use patterns of coral reef tourism in Marine Park Gita Nada. It estimates the benefit value of coral reef ecosystem with travel cost approach as a reference for planning the development of tourism areas in West Lombok Regency. The research conducted at Marine Park Gita Nada Sekotong Lombok in January to March 2020. Primary data were collected by interview questionnaires and observations of entire tourism activities in Marine Park Gita Nada. Secondary data were collected by literature review on the results of previous research and publications of related agencies. The research used zona travel cost method (ZTCM) analysis.The waters of Marine Park Gita Nada is a combination of shallow water with fringing reef circulation, and Marine Park Gita Nada is located in the border of Lombok Strait. Marine Park Gita Nada offers beach and marine attraction, and coral reefs cover 1279 ha in the area. Marine Park Gita Nada has a tourism benefit value of Rp3,004,031,073/ha with total number of visitors in both zones are 51,228 people per 1000 inhabitants. Based on tourism demand function, the future development for Marine Park Gita Nada would be educational nature-based tourism focusing on young people with high learning interests. Improvement of accessibility and quality of infrastructure will attract more tourists to TWP Gita Nada, and in the future it must guarantee the healthy and hygiene (2H) of the tourism park.
STUDI KELAYAKAN DAN PENGEMBANGAN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) BRANTA SEBAGAI PASAR IKAN WISATA BAHARI DI PAMEKASAN Musoffan Musoffan; Moh. Holis
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v15i2.7825

Abstract

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Branta sama dengan pasar tradisional yaitu sebagai tempat yang kumuh, kotor dan bau. Padahal kegiatan membeli ikan segar merupakan kegiatan menarik yang bisa dijadikan sebagai wisata untuk melihat beberapa jenis ikan. Oleh karena itu, dengan pengembangan konsep yang lebih menarik menjadikan TPI Branta Pesisir sebagai wisata bahari ikan segar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji kelayakan TPI Branta sebagai pasar ikan wisata bahari di Pamekasan dan untuk mengkaji strategi pengembangan tempat pelelangan ikan dari hasil uji kelayakan. Deskriptif dan SWOT digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner kepada 30 responden dengan teknik purposive sampling dan analisis objek potensial sesuai dengan Pedoman Objek Operasional Daerah dan Analisis Objek Wisata Alam Direktur Jenderal PHKA tahun 2003 dengan kriteria Daya Tarik, Aksesibilitas, Akomodasi, dan Fasilitas. Sebagai alat untuk merancang strategi pengembangan TPI Branta menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis bahwa TPI Branta layak untuk dikembangkan sebagai pasar ikan wisata bahari dengan tingkat kelayakan 70,7%. Strategi pengembangannya yaitu: (1) menambah wahana permainan keluarga, taman bunga, fotospot, fasilitas umum dilengkapi tempat tunggu yang free wifi; (2) membentuk POKDARWIS (kelompok Sadar wisata) dengan dukungan pemerintah dan masyarakat; (3) meningkatkan produk ekonomi kreatif dan memperbaiki manajemen TPI; (4) meningkatkan keamanan, keramahan, kebersihan, perbaikan jalan dan pelestarian lingkungan, dan; (5) meningkatkan promosi TPI sebagai wisata.Title: FeasibilityStudy and Development of Fish Auction Branta As A ‘Bahari’ Tourism Fish Market In PamekasanFish Auction Branta is the same as a traditional market, which is a dirty and smelly place. Though, fresh fish buying could be an interesting tour activity. Therefore, the more interesting concept of its development could promote Fish Auction Branta as a marine tourism for fresh fish. The aimed of this study was to determine the feasibility of the Branta Fish Auction Place as a marine tourism fish market in Pamekasan, and to analysed the development strategy for fish auction place based on the feasibility test. The research used descriptive and SWOT analysis. Data were collected through questionnaires towards 30 respondents with purposive sampling method and analysis of potential object in accordance with the Regional Operational Objectives Guidelines and Analysis of Nature Tourism Objects Director General of PHKA in 2003 with criteria of Attraction, Accessibility, Accommodation, and Facilities. The development strategies for developing Branta Fish Auction Place were designed based on SWOT analysis. The results showed that Branta Fish Auction Place is feasible to be developed as a marine tourism fish market with a feasibility rate of 70.7%. The development strategies are as follows: 1). Build family games, flower gardens, photospots, special public facilitiy, waiting rooms and free wifi, 2). Create tourism conscious group “POKDARWIS” to get support from the government and community, 3) Improve the economic creative products of local community and the management of Branta Fish Auction Place, 4). Improve safety, friendliness, cleanliness, road repair and environmental preservation, and 5). Improve promotion of Branta Fish Auction Place as tourism place.
DAMPAK EKONOMI AKIBAT IUU FISHING PERIKANAN TANGKAP PELAGIS BESAR DI WPPNRI 715 Annis Susanti; Achmad Fahrudin; Tridoyo Kusumastanto
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v15i2.8178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak ekonomi akibat IUU fishing pada perikanan tangkap pelagis besar di WPPNRI 715. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian studi kasus dengan teknik pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, metode analisis data yang digunakan adalah bioekonomi model. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018 sampai dengan Agustus 2019 dan sampling pengambilan data di provinsi Sulawesi Utara dan DKI Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi legal ikan pelagis besar pada maximum economic yield (MEY) adalah sebesar 368.522,25 ton per tahun dengan effort sebanyak 554 902 trip per tahun dan perolehan rente sebesar Rp3,06 trilyun/tahun sedangkan produksi total (legal dan IUU fishing) adalah sebesar 530.451,63 ton per tahun dengan effort sebanyak 929 414 trip per tahun dan rente sebesar Rp6,73 trilyun/tahun. IUU fishing menimbulkan dampak hilangnya potensi perolehan rente ekonomi pada pemanfaatan sumber daya ikan pelagis besar di WPPNRI 715 yaitu sebesar Rp3,66 trilyun/tahun. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa IUU fishing merugikan perikanan tangkap pelagis besar di WPPNRI 715 sehingga diperlukan rumusan kebijakan dalam pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan berupa peningkatan kualitas sumberdaya manusia dalam bidang perikanan, penggunaan satelit pemantauan dan kebijakan peningkatan kesadaran dan penegakkan hukum di laut.Title: Economic Impact of IUU Fishing on Big Pelagic Fish in WPPNRI 715This research aims to determine the economic impact of IUU fishing large pelagic fish in WPPNRI 715. The research is a case study with multistage random sampling. Data were analysed with bioeconomics model for fisheries. The research was conducted from December 2018 to August 2019, and the sampling areas of data collection was in the provinces of North Sulawesi and DKI Jakarta. The results of the analysis showed that the legal production of large pelagic fish at maximum economic yield (MEY) is 368,522.25 tons per year with an effort of 554 902 trips per year, and economic rent at IDR3.06 trillions/year. The total production (legal and IUU fishing) is 530,451.63 tons per year with an effort of 929.414 trips per year and economic rent of IDR 6.73 trillions/year. IUU fishing has an impact on the loss of potential economic rent on the large pelagic fish resources in the WPPNRI 715 amounting to IDR 3.66 trillion/year. The results showed that IUU fishing has a detrimental economic impact on the large pelagic fish in WPPNRI 715. Therefore, a policy is necessary to increase supervision of marine and fishery resources by improving the quality of fishery human resources, the use of monitoring satellites and policies to increase awareness and law enforcement at sea.
PERILAKU MENGONSUMSI IKAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF Tri Ramadhany; Dwini Handayani
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v15i2.7930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan perilaku mengkonsumsi ikan terhadap kemampuan kognitif anak berusia 7–14 tahun dengan data yang diperoleh dari Survei Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (SAKERTI) tahun 2014. Hasil uji regresi logistik biner menunjukkan bahwa perilaku mengkonsumsi ikan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kemampuan kognitif. Begitu juga dengan variabel kontrolnya, yaitu stunting, pendidikan prasekolah, status bersekolah, pendidikan Ibu, dan daerah tempat tinggal, sedangkan pengeluaran per kapita tidak memiliki hubungan terhadap kemampuan kognitif. Hasil serupa ditunjukkan ketika dilakukan uji regresi logistik berdasar subgroup kelompok usia 7–12 tahun. Namun hasil berbeda terjadi pada kelompok usia 13–14 tahun, dimana variabel stunting, dan daerah tempat tinggal tidak mempunyai hubungan terhadap kemampuan kognitif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin sering anak mengkonsumsi ikan, maka peluang untuk mempunyai kemampuan kognitif tinggi semakin meningkat.Title: Fish Consumption Behavior and Its Effect on Cognitive AbilityThis study aims to identify the relationship of fish consumption behavior and its effect on cognitive abilities of children aged 7-14 years with data obtained from the 2014 Indonesian Family Life Survey (IFLS). The results of binary logistic regression tests indicated that fish consumption behavior has a significant relationship to cognitive ability, similarly with the control variables, namely stunting, early childhood education, schooling status, mother’s education, and residential area, while per capita expenditure has no relationship to cognitive abilities. Similar results were shown when a logistic regression test was based on a subgroup of 7–12 years age group. However, different results occur in the age group 13-14 years, stunting and residential area does not have a relationship to cognitive abilities. The results of this study indicate that the more often children consume fish, the more opportunities to have high cognitive abilities.
PENGUATAN STRATEGI UNTUK PENGEMBANGAN MINAPOLITAN KABUPATEN CILACAP Agus Dwi Nugroho; Andi Rifani; Winaryo Winaryo; Edy Masduqi; Dyah Wahyuning Tyas; Rochma Widayanti; Reni Aqwil Masithah; Ridwan Dicky Romadon; Teguh Sulissetiyo; Reiningsih Reiningsih; Alwi Handono Topo
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v15i2.8034

Abstract

Pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Cilacap belum menunjukkan kinerja optimal. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa kebijakan pengembangan minapolitan masih belum efektif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui eksisting kawasan minapolitan Kabupaten Cilacap dan penguatan strategi untuk pengembangan kawasan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai dengan Agustus 2019 di kawasan minapolitan Kabupaten Cilacap. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara dan FGD serta data sekunder yang diperoleh dari studi dokumen. Metode yang digunakan dalam analisis data antara lain deskriptif dan SWOT. Kondisi alam yang bagus serta sumber daya manusia yang cukup baik merupakan kekuatan utama pengembangan minapolitan. Namun, minapolitan Kabupaten Cilacap masih menghadapi masalah infrastruktur yang rusak serta akses permodalan, pemasaran, dan pengolahan hasil yang belum sepenuhnya mendukung pengembangan minapolitan. Untuk meningkatkan kinerja kawasan minapolitan, Kabupaten Cilacap perlu melakukan strategi S-O melalui penguatan kelembagaan perikanan dan regenerasi SDM, memperluas jaringan kemitraan, baik hulu dan hilir serta sektor lain (pariwisata); promosi komoditas perikanan; dan pengadaan/pembuatan infrastruktur budi daya dan pemasaran produk.Title: Reinforcement Strategy for the Development of Minapolitan in the Cilacap RegencyThe development of minapolitan area in Cilacap Regency has not shown an optimal performance. This is an indication that development strategy of minapolitan area has not been effective. The study aimed to identify the existing minapolitan area in Cilacap Regency as well as to reinforce the development strategy for the area. The research was conducted from May to August 2019 in the minapolitan area of Cilacap Regency. The study used primary data that were collected from interview and FGD as well as secondary data that were collected from document study. The analysis models used descriptive and SWOT analysis. The great natural and human resources are the main forces in minapolitan development. However, this minapolitan area is facing infrastructure damage and poor access of capital, marketing and product processing. Therefore, it is necessary to undertake an S-O strategy through reinforcement of fisheries institution and human resources, expansion of partnership networks, both upstream to downstream and other sectors (tourism); promotion of fisheries commodities; and procurement / manufacturing of aquaculture infrastructure and product marketing.
PENGARUH PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DI KELURAHAN BAGAN HULU KECAMATAN BANGKO KABUPATEN ROKAN HILIR Devia Sari; Firman Nugroho; Trisla Warningsih
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v15i2.7773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemiskinan penerima PKH apakah penerima bantuan ini sudah tepat sasaran atau tidak, untuk mengetahui pendapatan nelayan di Kelurahan Bagan Hulu sebelum dan sesudah adanya PKH. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Metode yang digunakan adalah metode survei dan wawancara kepada nelayan penerima PKH, jumlah responden sebanyak 39 responden dengan pengambilan sampel secara acak. Untuk menganalisis pengaruh PKH terhadap tingkat pendapatan nelayan maka dilakukan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan penerima PKH terdiri dari 92,30% miskin dan 7,70% tidak miskin. Dengan hasil uji-t 0,00 <0,05 dapat dilihat bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pendapatan sebelum dan setelah menerima PKH. pendapatan rata-rata rumah tangga nelayan sebelum menerima PKH sebanyak Rp17.858.462,- per tahun, sedangkan pendapatan rata-rata setelah menerima PKH diperoleh sebesar Rp20.144.359,- per tahun atau sekitar 13% dari pendapatan rumah tangga nelayan per tahunnya. Pengaruh PKH terhadap tingkat pendapatan masyarakat nelayan di Kelurahan Bagan Hulu sudah efektif berdasarkan tujuan programnya yakni menambah penghasilan rumah tangga miskin dalam meningkatkan taraf hidupTitle: The Influence of “Program Keluarga Harapan (PKH)” on the Income Level of Fishers at Bagan Hulu, Bangko Sub-Regency, Rokan Hilir RegencyThis study aims to determine the poverty level of PKH recipients whether the recipients of this assistance have been on target or not, to determine the income of fishermen in Bagan Hulu Village before and after the existence of PKH. This research was conducted in May 2018. The method used was survey and interview methods to PKH recipient fishers, the number of respondents was 39 respondents with random sampling. To analyze the effect of PKH on the income level of fishers, the t-test was carried out. The results showed that the poverty rate of PKH recipients consisted of 92.30% poor and 7.70% non-poor. With the results of the t-test 0.00 <0.05, It can be seen that there is a significant effect on income before and after receiving PKH. The average income of fisher’s households before receiving PKH was IDR 17,858,462 per year, while the average income after receiving PKH was IDR 20,144,359 per year or about 13% of fisher’s household income per year. The influence of PKH on the income level of the fishing community in Bagan Hulu Village has been effective based on the program objectives, that is; to increase the income of poor households in order to improve their standard of living.