cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
MODEL PENGEMBANGAN KELOMPOK BELAJAR USAHA BERBASIS UNIT USAHA KECIL Oong Komar
Sosiohumaniora Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i2.5312

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar Kelompok Belajar Usaha (KBU) yang pada umumnya belum menunjukkan pemberdayaan dan kemandirian warga belajarnya. Lulusannya belum mampu mengembangkan sendiri cara-cara belajar, bekerja dan berusaha. Hal ini disebabkan oleh konsep KBU tidak menggunakan pembelajaran yang berpusat pada warga belajar (student centered). Bagaimanakah model konsepsional KBU yang patut direkomendasikan di masa mendatang? Deangan KBU yang menggunakan konsep belajar berpusat pada warga belajar, kurikulum dan proses pembelajarannya secara niscaya (significant) menumbuhkan budaya dalam belajar, bekerja dan berusaha, sehingga warga belajarnya secara bertahap menuju ke arah kemandirian. Kata kunci : KBU, proses pembelajaran, kemandirian, kreativitas, pemberdayaan dan kebutuhan.
PENGEMBARAAN SERAT CENTHINI DALAM CENTHINI LES CHANTS DE L’ÎLE À DORMIR DEBOUT DAN IA YANG MEMIKUL RAGANYA: INTERPRETASI, INOVASI DAN DISTORSI DALAM PENERJEMAHAN Wening Udasmoro
Sosiohumaniora Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.984 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i1.5478

Abstract

Serat Centhini telah mengalami pengembaraan dalam proses penerjemahan. Dari teks Jawa kuno, serat tersebut dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Ia kemudian juga mengalami transliterasi ke dalam Bahasa Prancis setelah kemudian teks dari Bahasa Prancis tersebut dikembalikan ke dalam Bahasa Indonesia. Centhini menjadi mahakarya yang mengalami perjalanan interpretasi yang panjang, mengalami transformasi alih bahasa dan alih budaya serta proses pengaktualisasian pemikiran dan ide akibat campur tangan penerjemah ketika proses pengalihan bahasa tersebut terjadi. Yang menjadi persoalan, begitu mudahkah penerjemahan yang bertingkat tersebut dilakukan? Apabila penerjemahan dari satu teks saja memunculkan beragam distorsi, bagaiamana dengan penerjemahan multi tingkat ini? Interpretasi seperti apakah yang dilakukan penerjemah? Adakah inovasi dan distorsi yang terjadi sebagai hasil dari proses penerjemahan? Tujuan artikel ini adalah merunut pengembaraan penerjemahan Serat Centhini dengan fokus pada interpretasi, inovasi dan distorsi yang dilakukan oleh para penerjemah.
FRASA DIREKTIF YANG BERUNSUR DI, DARI, DAN UNTUK DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKTIS DAN SEMANTIS Agus Nero Sofyan
Sosiohumaniora Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.326 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i3.8344

Abstract

Penelitian ini berjudul “Frasa Direktif yang Berunsur Di, Dari, dan Untuk dalam Bahasa Indonesia: Kajian Sintaktis dan Semantis”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang digunakan diambil dari surat kabar yang ada pada situs internet dan data buatan (penulis). Teori yang digunakan adalah frasa, preposisi, jenis frasa, distribusi frasa, inti kategori frasa, makna gramatikal, dan peran semantis. Masalah yang dibahas adalah distribusi frasa direktif yang berunsur di, dari, dan untuk, kategori konstituen pascafrasa direktif yang berunsur di, dari, dan untuk, makna frasa direktif yang berunsur di, dari, dan untuk, sertaperan semantis konstituen pascafrasa direktif yang berunsur di, dari, dan untuk. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa unsur frasa direktif yang berunsur di, dari, dan untuk berdistribusi di depan, di tengah, dan di akhir suatu kalimat. Kategori konstituen pascafrasa direktif yang berunsur di, dari, dan untuk adalah nomina, ajektiva, frasanominal, frasa verbal, dan frasa numeralia. Makna yang diemban frasa direktif yang berunsur di, dari, dan untuk adalah tempat berada yang permananen, waktu sedang berlangsung, tempat yang beruang/berdimensi, tempat asal, bahan, sebab/alasan, hasil/perolehan, waktu berjangka, peruntukan, dan kegunaan. Peran semantis konstituen pascafrasa direktif yang berunsur di, dari, dan untuk adalah pelaku, pengalam, penderita, tempat, perlawanan,penyebab, hasil, dan keadaan.
IDENTITAS PERUSAHAAN KOPERASI : STUDI DESKRIPTIF ANALITIK PADA KOPERASI PRIMER DI KOTA BANDUNG Sam’un Jaja Raharja
Sosiohumaniora Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i2.5262

Abstract

Identitas Perusahaan Koperasi: Studi Desktiptif Analitik pada Koperasi Primer di Kota Bandung merupakan studi untuk mendeskripsikan dan menganalisis dimensi dan faktor-faktor pembentuk identitas perusahaan koperasi pada koperasi primer didasarkan atas asumsi adanya aneka jenis nomenklatur koperasi yang tidak jelas identitasnya. Ada tiga permasalahan yang diidentifikasi dalam penelitian ini, yaitu latar belakang pembentukan koperasi, keterkaitan usaha koperasi dengan anggotanya dan keeratan hubungan (kohesivitas) koalisi anggota-koperasi Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui wawancara, angket dan studi pustaka/dokumentasi. Sampel penelitian diambil dari 13 (tiga belas) koperasi, terdiri satu orang pengelola dan lima orang anggota. Hasil penelitian menunjukkan pembentukan koperasi tidak didasarkan atas “logika bisnis” dan kepentingan anggota, kegiatan usaha koperasi tidak terkait dengan usaha bisnis anggota. Entry barier dan exit barier yang rendah, inisiasi yang tidak ketat serta tidak adanya transaksi spesifik, mengakibatkan koalisi antara anggota dengan koperasinya longgar (tidak kohesif). Atas dasar itu dapat disimpulkan bahwa identitas perusahaan koperasi pada koperasi primer tersebut belum mewujud. Oleh karena itu, perlu dilakukan peninjauan kembali jenis koperasi meliputi nomenklatur dan syarat-syarat keanggotaan (entry point) untuk setiap koperasi, khususnya syarat keanggotaan sebagai pelaku bisnis serta adanya kebijaksanaan pemerintah yang menetapkan dan menegaskan jenis dan syarat-syarat keanggotaan koperasi. Kata kunci : Identitas, kohesifitas, inisiasi, entry barier, exit barier, transaksi spesifik, nomenklatur
PARTISIPASI POLITIK DALAM PROSES PEMBANGUNAN DESA DI KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Marthen Kimbal
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.224 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.19018

Abstract

Pembangunan desa sebagai bagian integral dari pembangunan nasional memiliki arti strategis untuk kepentingan masyarakat desa. Pembangunan desa dapat berjalan dengan baik sehingga diperlukan adanya partisipasi politik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang partisipasi politik dalam pembangunan desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian kualitatif dengan penelitian Deskriptif yang didasarkan pada. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman masyarakat pendidikan politik masih sangat rendah dan pendidikan politik dianggap sebagai alternatif untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat desa dalam demokrasi.
TRANSFORMASI MANAJEMEN PEMERINTAHAN: KASUS DI PEMERINTAH KOTA BANDUNG Samugyo Ibnu Redjo
Sosiohumaniora Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.015 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v11i3.5423

Abstract

Transformasi manajemen Pemerintah Daerah merupakan suatu keniscayaan sebagai akibat dari perubahan paradigma pemerintahan dari lokus memerintah ke lokus pelayanan; tuntutan good governance; tuntutan demokratisasi serta dinamika pembangunan dan perubahan sosial baik dalam lingkup lokal, nasional maupun global. Tuntutan dan dinamika tersebut, memaksa manajemen pemerintah daerah untuk berkreasi dan berinovasi dalam menata kepemerintahan melalaui proses transformasi yang terencana. Proses transformasi pada manajemen pemerintahan di Pemerintah Kota Bandung pada prinsipnya telah dilakukan. Hal itu terlihat dari perubahan visi dan struktur organisasi pemerintah daerah yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. Namun, transformasi manajemen pemerintahan tersebut masih belum optimal karena belum berubahnya orientasi kinerja ke arah pencapaian prestasi serta masih adanya ketergantungan bawahan kepada atasan. Akibatnya, kinerja manajemen pemerintahan Daerah dalam memenuhi tuntutan pelayanan publik yang didasari atas kewajaran, keadilan dan efektivitas belum terwujud.
EKOLOGI DAN BUDAYA PETANI ASLI PAPUA DALAM USAHATANI DI KABUPATEN KEEROM Untung Turua; Setia Hadi; Bambang Juanda; Endah Murniningtyas
Sosiohumaniora Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.93 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i3.5762

Abstract

Luas lahan yang dimiliki petani asli Papua asal Keerom sangat luas, namun penduduknya tidak berupayamengelolanya secara maksimal untuk usahatani. Hal ini dipengahuhi oleh budaya meramu hasil hutan dan berburuhewan liar dalam memenuhi kebutuhan hidup. Interaksi pada lingkungan alam tersebut menunjukkan tingkatketergantungan petani pada lingkungan alam masih tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis ekologi dan budayapetani asli Papua dalam pengelolaan sumberdaya lahan (SDL) di wilayah Kabupaten Keerom. Metode penelitianini dimulai dengan menganalisis peta bentuk lahan, peta kesesuaian lahan, dan peta zone agroekologi digital,diikuti survei lapangan untuk pengambilan data fisik wilayah.Metode studi kasus dilakukan melalui pendekatananalisis interaktif Miles dan Huberman untuk menganalisis aspek kebiasaan hidup yang bertujuan mengungkapkanaktivitas budaya (adat). Wawancara dan Focus Group Discution (FGD) untuk mendapatkan data sosial budaya.Hasil penelitian menunjukkan penduduk keerom cenderung memilih dataran aluvial sebagai lokasi permukimankarena bentuk lahan ini sangat kaya potensi bahan pangan. Petani asli Papua asal Keerom terbiasa dengan polaambil, petik dan konsumsi atau jual, dibanding tanam, rawat, petik dan jual. Komoditas pertanian yang ditanampetani asli Papua adalah komoditas yang telah dipahami tahan terhadap serangan hama dan minim risiko gagalpanen, yaitu: keladi, ubijalar, singkong dan pisang, tapi dalam jumlah terbatas karena lebih diutamakan untukkonsumsi sendiri. Faktor modal sosial yang kuat dalam kehidupan penduduk tidak hanya terbatas pada pemberianbahan pangan kepada kerabat, tetapi ikut berpartisipasi dalam budaya bayar adat, denda adat, dan bayar maskawin,sehingga perolehan pendapatan tidak dijadikan untuk modal usahatani.
MODEL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA PESANTREN TRADISIONAL DI KOTA TASIKMALAYA DALAM MENCEGAH ANCAMAN RADIKALISME Akhmad - Satori
Sosiohumaniora Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.065 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i1.10304

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai model pendidikan multikultural pada Pesantren tradisional Nahdatul Ulama di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi tawaran model pendidikan multikultural agar dapat diaplikasikan di komunitas masyarakat lainnya terutama dalam mencegah ancaman radikalisme. Dengan menggunakan metode kualitatif, didapatkan hasil penelitian sebagai berikut; Pertama, Pola internalisasi tradisi di pondok pesantren sangat di pengaruhi oleh nilai-nilai Ahlussunah wal jamaah (ASWAJA), penerapan prinsip tawasut, tasammuh, taadul ditanamkan pada pendidikan baik di pesantren maupun di madrasah formal di tingkat pertama dan di lanjutkan pada tahap selanjutnya, Kedua, Pola transformasi dimensi multikultural di Pendidikan Pesantren mempunyai ciri khas memberikan pengetahuan mengenai ilmu alat/metode, sebagai kunci untuk membaca dan memahami ilmu agama yang lebih mendalam, hal ini dikarenakan pemahaman mengenai ajaran agama di landasi oleh pemahaman metodologis terhadap ilmu. Pada tingkat lebih lanjut pengajaran mengenai ushul fiqih maupun Al-Qur’an dan Hadits harus terintegrasi. Ketiga, respon dan penerimaan terhadap ajaran baru di pesantren selalu dilakukan melalui berbagai aktifitas dialogis, seperti bathsul masaail, menjadikan penerimaan pesantren terhadap nilai multikultural lebih terbuka. 
ADVERBIA VERBA BAHASA RUSIA DAN PENGUNGKAPAN MAKNANYA DALAM BAHASA INDONESIA Davidescu Cristiana
Sosiohumaniora Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i1.5387

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis adverbial verba bahasa Rusia berdasarkan: 1) bentuk, 2) makna, 3) kategori modifikator, 4) posisi adverbia verba dan implikasi semantiknya, dan 5) bentuk pengungkapan maknanya dalam Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode distribusional dengan teknik substitusi, intrusi, dan paraphrase. Data diambil dari tiga novel Rusia dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk adverbia verba adalah 1) perfektif: (a) aktif dan (b) refleksif, dan 2) imperfektif: (a) aktif dan (b) refleksif. Makna adverbia verba adalah sebagai berikut: 1) temporal: (a) temporalitas dan (b) aspektualitas, 2) cara, 3) kausal, 4) kondisional, 5) tujuan, 6) konsesif, 7) komparatif, 8) komitatif, dan 9) atributif. Kategori modifikator adverbia verba yang ditemukan : 1) kata : (a) nomina, (b) verba, (c) adjektifa, (d) pronominal, (e) numeralia , dan 2) frasa : (a) frasa nomina, (b) frasa pronominal, (c) frasa verba, (d) frasa adjektifa, (e) frasa numeralia, (f) frasa preposisional. Adverbia verba dapat diposisikan dalam pre-posisi, inter-posisi, dan post-posisi. Implikasi semantik letak adverbia verba adalah: 1) ketika berada dalam pre-posisi , kehadiran adverbial verba adalah wajib dan yang ditekankan adalah kegiatan, 2) dalam interposisi kehadiran adverbial verba adalah opsional, dan 3) dalam post-posisi kehadiran adverbia verba adalah wajib, tekanan berada pada cara melakukan kegiatan. Bentuk pengungkapan makna adverbia verba dalam Bahasa Indonesia adalah : 1) bentuk morfologis : (a) verba aktif, (b) verba pasif, (c) verba reduplikatif, (d) verba ter-D, (f) verba P-I, dan 2) dua bentuk sintaksis : (a) frasa dan b) klausa subordinatif. Kata kunci: adverbial verba, bentuk, makna, modifikator, posisi.
STUDI KOMPARASI MODEL KELEMBAGAAN PENGELOLAAN AIR BERSIH BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI KAWASAN KAKI GUNUNG MANGLAYANG Ramadhan Pancasilawan; Ahmad Buchari
Sosiohumaniora Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.979 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i2.5729

Abstract

Penelitian ini akan memfokuskan pada identifikasi kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan air dikawasan kaki Gunung Manglayang. Latar belakang penelitian ini bahwa sudah banyak sumber mata air yangdikelola dan dimanfaatkan oleh pemerintah daerah/lokal, kelompok masyarakat baik dalam pengelolaan sumbermata air atau kelompok masyarakat yang memanfaatkan air tersebut, kemudian swasta yang memiliki kepentingandalam pengelolaan air tersebut. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan mengambilinforman dari stakeholder yang terlibat dari pengelolaan air yang bersumber dari Kaki Gunung Manglayanghingga pemanfaatannya yang berada di daerah Ujung Berung Kota Bandung. Maka dari itu dari penelitian inidiharapkan akan teridentifikasi dan tersusun model kelembagaan masyarakat yang berbasiskan partisipasi dalampengelolaan air. Secara keseluruhan model yang ada di daerah Manglayang mengenai pengelolaan air bersih cukupberagam. Hal ini dikarenakan penyebab pembentukan kelompok serta partisipasi masyarakat yang berbeda-beda.Jika melihat model di Desa Melatiwangi, kelompok terbentuk diprakarsai oleh pemerintah kabupaten denganmenggunakan modal yang cukup besar. Sedangkan bentuk lainnya kelompok terbentuk dengan intensitas kecil dantidak besar hingga banyak melibatkan masyarakat.Kata Kunci: Model Kelembagaan, Partisipasi, Pengelolaan Air

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue