cover
Contact Name
Lia Warlina
Contact Email
lia@unikom.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
majalahilmiah@email.unikom.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Ilmiah UNIKOM
ISSN : 14119374     EISSN : 25277030     DOI : -
Jurnal Majalah Ilmiah Unikom (MIU), adalah wadah informasi berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori dan kajian analisis kritis di masing-masing bidang kelimuan. Majalah Ilmiah Unikom (MIU) diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
Implementasi Algoritma String Matching Boyer Moore Untuk Pencarian Nama Dokumen Pada Rancang Bangun Sistem Pengarsipan Dokumen (Studi Kasus: Sistem Pengarsipan Dokumen Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul) Shulhi Fifuadi; Deden Hardan Gutama; Andri Pramuntadi; Dhina Puspasari Wijaya
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol 22 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v22i1.13383

Abstract

The Civil Service Police Unit (Satpol PP) is a regional apparatus or institution tasked with assisting the Governor or Regent in carrying out regional government affairs. In the field sector, the Bantul Regency Satpol PP has a Secretariat sector. One of the functions of the secretariat at the Bantul Regency Satpol PP is as a place for archiving or storing documents within the Satpol PP environment. This secretariat sector still uses manual methods to search for archival document data that will be needed again. From interviews obtained at the Bantul Regency Satpol PP, they do not yet have a system or application for storing archival documents. Then a manual search is carried out by sorting the documents one by one in a filling box or filing cabinet which contains many documents from year to year. This is less effective. From the findings of these problems, a solution emerged to create a website-based archiving system that can simplify the work of Satpol PP secretariat members and as a digital document storage that can simplify document archiving and searching by applying Boyer Moore's String Matching algorithm in searching data. The Boyer Moore algorithm is an algorithm for searching for a keyword (pattern) in text by comparing characters or letters from the right of the pattern to the left. The test results were carried out by comparing the search speed of the Boyer Moore algorithm and without the algorithm. The search was carried out for 40 document data and resulted in an average time of 0.000107 seconds for searching using the Boyer Moore algorithm. Key Words: Boyer Moore String Matching Algorithm, Pattern, Filling Box, Filling Cabinet, Website.
Penerapan Pengambilan Keputusan Penentuan Kompetensi Assisten Praktikum Laboratorium Dengan Metode Profil Matching (Studi Kasus: Forum Assisten Laboratorium Stmik Amikom Surakarta) Lilik Sugiarto; Handoko Handoko
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol 22 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v22i1.13384

Abstract

Untuk mendukung perkuliahan, sesuai dengan visi misi perguruan tinggi salah satu metode pembelajarannya adalah praktikum. Pembobotan praktikum disesuaikan dengan capaian pembelajaran Lulusan (CPL). STMIK AMIKOM SURAKARTA menerapkan kurang lebih 60% Praktikum. Dengan prosentase tersebut menyebabkan padatnya jadwal laboratorium praktikum, di STMIK AMIKOM SURAKARTA memiliki Asisten lab. Sedangkan UPT membutuhkan koordinator laboratorium untuk bertanggung jawab atas beroperasinya laboratorium praktikum. Setiap laboratorium membutuhkan Koordinator dengan kompetensi khusus dalam pengelolaanya. Profil matching adalah metode yang bisa dijadikan acuan, metode Profil matchingdigunakan untuk mengetahui tingkat kompetensi dari seluruh assisten yang direkrut sesuai dengan kompetensi setiap laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar metode Profil matching dapat mengetahui peluang tertinggi dari assisten praktikum untuk menjadi seorang koordinator laboratorium yang sesuai dengan kompetensinya. Penerapan metode Profil matching digunakan dalam pengambilan keputusan, Dari hasil pembobotan dan perengkingan untuk lab pemrograman didapatkan profil asisten lab atas nama octa selsa yang bepotensi menjadi koordinator lab pemrograman. Kata Kunci: assisten,kompetensi, laboratorium, profil matching,perengkingan
Community Driven Development Model Pada Program Gerbang Cahayaku di Desa Tanjungsari Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut Kurnia, Dhita Amelia; Miradhia, Darto
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 22 No. 1 (2024): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v22i1.13427

Abstract

The development paradigm shift has now developed towards human-based development by focusing on community participation. This is based on the belief that the community knows best what they need. This study aims to describe the application of the Community Driven Development model in the Gerbang Cahayaku programme implemented in Tanjungsari Village, Karangpawitan District, Garut Regency. The analysis was conducted using three important aspects that are specific characteristics in this model, namely decentralisation, democratisation, and collective action. The research method used is descriptive qualitative to produce a description of the factual issues raised systematically. The results showed that in general the implementation of Gerbang Cahayaku carried out in Tanjungsari Village has fulfilled the three main aspects that characterise the Community Driven Development model. Decentralisation relates to the transfer of authority from Disperkim to Community Self-Help Group to manage development activities, from planning, implementation, to supervision. Democratisation relates to the implementation of local governance and participatory decision-making process by involving the community. Finally, collective action relates to community mobilisation that occurs inclusively to be directly involved in all stages of development activities. Key Words: The development of villages, community driven development, decentralization, democratization, collective action
Strategi Komunikasi Kreatif Produksi Take Me Out Indonesia Dalam Mempertahankan Rating Fatnurrahman, Muhammad Afif; Hariyati, Farida; yuliani, Magvira; Solihin, Olih
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 22 No. 1 (2024): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v22i1.13428

Abstract

Take Me Out Indonesia is a reality TV show that brings together people who are looking for life partners. The format of the show involves several stages of introduction and challenges designed to help participants showcase their personalities and interests. The objective of this study is to analyze the strategies devised by the creative team of Take Me Out Indonesia to maintain its ratings. This study employs a qualitative approach with data collection techniques through interviews. The results of this study indicate that the production process of "Take Me Out Indonesia" involves creative strategies across pre-production, production, and post-production stages. "Take Me Out Indonesia" is a program that explores numerous romance and matchmaking stories aired on the MNCTV channel. The creative strategies implemented ensure that the production process runs optimally and achieves the expected ratings, thereby sustaining the show over the desired period. Key Words: Creative strategy, production, television
DILEMA CROWDFUNDING: MEMAHAMI HAMBATAN DALAM LANSKAP KEUANGAN USAHA KECIL MENENGAH DI INDONESIA Suryanto, Suryanto; Kurniati, Poni Sukaesih
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 22 No. 2 (2024): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v22i2.17346

Abstract

Crowdfunding semakin dikenal sebagai alternatif pembiayaan yang menjanjikan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya sektor digital yang membutuhkan akses modal cepat dan fleksibel. Namun, pemanfaatannya di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam dilema yang dihadapi UKM digital dalam mengakses crowdfunding sebagai sumber pendanaan. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pelaku UKM digital, penyelenggara platform crowdfunding, regulator, dan asosiasi UKM. Analisis dilakukan menggunakan teknik tematik untuk mengidentifikasi pola hambatan utama. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori hambatan utama, yaitu: (1) hambatan internal UKM berupa rendahnya literasi keuangan digital dan kapabilitas presentasi bisnis; (2) hambatan eksternal terkait ketidakpastian regulasi, kurangnya perlindungan data, dan keterbatasan dukungan kelembagaan; serta (3) kesenjangan ekspektasi antara UKM, platform, dan investor, yang menyebabkan ketidaksesuaian dalam proses dan hasil kampanye pendanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan crowdfunding tidak hanya bergantung pada ketersediaan platform dan kebijakan, tetapi juga pada kesiapan sistemik dari seluruh ekosistem. Implikasinya, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan literasi UKM, memperkuat kepercayaan pada platform, dan menyempurnakan dukungan regulasi agar akses pendanaan digital dapat berjalan lebih efektif. Kata Kunci: crowdfunding, hambatan eksternal, literasi, pembiayaan alternatif, UKM digital
SMART GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN WISATA ALAM CURUG MALELA DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Kandias, Muhammad Rizki Nur; Kurniati, Poni Sukaesih
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 22 No. 2 (2024): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v22i2.17348

Abstract

Pariwisata merupakan instrumen pembangunan daerah yang strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Kabupaten Bandung Barat memiliki 73 destinasi wisata alam dari total 155 destinasi wisata, dengan Curug Malela sebagai salah satu prioritas pengembangan. Namun, pengelolaan wisata alam masih menghadapi tantangan klasik seperti konflik kepentingan antar pemangku kepentingan, kerusakan lingkungan, keterbatasan infrastruktur digital, dan lemahnya koordinasi multipihak. Konsep smart governance hadir sebagai pendekatan yang menekankan transparansi, partisipasi publik, akuntabilitas, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengambilan keputusan.Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan smart governance dalam pengelolaan wisata alam Curug Malela di Kabupaten Bandung Barat, khususnya dalam aspek transparansi, teknologi, sumber daya manusia, dan partisipasi publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pengelola lokal, serta dokumentasi. Lokasi penelitian berfokus di Kabupaten Bandung Barat dengan informan aparatur dinas, pengelola wisata lokal, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan smart governance dalam pengelolaan Curug Malela masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara menyeluruh. Dari aspek transparansi, belum tersedia sistem informasi digital terintegrasi dan masih dominannya model birokrasi top-down. Aspek teknologi menunjukkan optimalisasi media sosial namun website resmi Visit KBB belum beroperasi maksimal akibat keterbatasan SDM IT. Dari segi sumber daya manusia, Kelompok Sadar Wisata berjumlah 9 orang namun belum ada yang menguasai teknologi informasi. Partisipasi publik masih terbatas pada kegiatan teknis dan belum mencapai tahap perencanaan strategis. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi smart governance di Curug Malela memerlukan penguatan koordinasi lintas instansi, pengembangan platform digital terpadu, peningkatan kapasitas SDM, dan pelembagaan partisipasi masyarakat secara sistematis untuk mewujudkan tata kelola wisata alam yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Smart Governance,Wisata Alam,Curug Malela
ANALISIS POLITIK HUKUM TENTANG PASAL KARET UU ITE 2008 Aulia, Mohamad Donie; Zultaqawa, Zeis
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 23 No. 1 (2025): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v23i1.19329

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the role of legal politics and the function of law in the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), as well as to examine the understanding of cyberspace, cybercrime, cyber law, the existence of multi-interpretative provisions, and their implementation in Indonesia. The research employs a normative juridical approach through literature review, with data analysis conducted using deductive reasoning. The findings indicate that UU ITE, as a legal product, is influenced by political dynamics, social conditions, and the development of information technology. From 2008 to 2021, its enforcement has implicated hundreds of internet users, primarily through Articles 27, 28, and 29, which are considered multi-interpretative. Revisions to UU ITE have not fully addressed public demands for the protection of freedom of expression and have left several problematic provisions due to limited public participation. Meanwhile, the rising number of cybercrime cases, such as defamation, hate speech, and hoaxes, highlights the urgency of effective cyber law regulation. The implications of this study emphasize the need to reformulate multi-interpretative provisions to prevent legal uncertainty and to ensure freedom of expression. Furthermore, strengthening digital legal literacy and socialization of UU ITE is essential to prevent violations in cyberspace. The government must develop more adaptive, transparent, and participatory cyber law regulations to provide legal certainty and justice in response to the rapid growth of information technology. Key Words: UU ITE 2008, Rubber Articles, Cyber Law, Cybercrime
CULTURALITY ON YOUTUBE FEATURES:A CASE ON MEDIA LINGUISTIC APPROACH Tatan Tawami; Retno Purwani Sari
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 23 No. 2 (2025): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v23i2.10782

Abstract

Language evolves as technology advances with novel applications, such as social media. Their interaction raises a new issue in the evolution of language science: culture-linguistics (culturality). The study seeks to uncover the cultural meanings of language forms (signs), mainly social media, YouTube, and their social purposes. The qualitative method was used in this study, and a media linguistics approach was used to describe the analysis systematically. According to this research, the features in the mentioned social media are made up of visual and verbal signs arranged to serve their social purposes of self-presentation, integration, or differentiation. In conclusion, every YouTube channel has its unique way of presenting itself to the audience depending on their preferred so-called ideology. The findings give specific feedback to social media users about the specialized norms/values implicit in the features, making them aware of the seamless use of social media, YouTube.
PEMBANGUNAN PASAR SEHAT KRAMATMULYA DESA KELAPA GUNUNGKABUPATEN KUNINGAN SEBAGAI OPTIMALISASI POTENSI UMKM Darto; Savitri Aditiany; Muhammad Rifqi Fauzi
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 23 No. 2 (2025): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v23i2.15936

Abstract

Kecamatan Kramatmulya merupakan salah satu wilayah yang memiliki beraneka ragam produk pangan serta produk unggulan daerah karena sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu, terdapat sekitar 2.003 unit usaha mikro kecil menengah yang melaksanakan kegiatan jual beli untuk memenuhi kebutuhan ekonominya serta kebutuhan pangan masyarakat. Namun, dalam perjalanannya para usaha mikro kecil menengah tersebut menemukan permasalahan seperti sumber daya manusia yang kurang terampil, sarana dan prasarana produksi yang kurang modern, Pemasaran yang masih menggunakan metode yang kuno serta penurunan omset mencapai 30% saat pandemi COVID – 19. Tujuan dari pembangunan pasar sehat ini adalah untuk mengoptimalisasikan usaha mikro kecil menengah yang ada serta meningkatkan perekonomian desa, sehingga dapat mencapai visi dan misi dari Kabupaten Kuningan salah satunya mewujudkan Desa Pinunjul. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan metode penentuan informan purposive sampling. Dalam pelaksanaan dari pasar sehat ini, mengacu kepada keputusan kementerian kesehatan nomor 519 tentang pedoman penyelenggaraan pasar sehat. Apabila pembangunan pasar sehat dan pelatihannya berjalan sesuai dengan rencana, maka visi dan misi dari Kabupaten Kuningan akan segera terwujudkan.
STRATEGI KOMUNIKASI PT. SEATAP TEKNOLOGI BERKARYADALAM MEMBANGUN BRANDING DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Agung Nugraha
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 23 No. 2 (2025): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v23i2.18473

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji bagaimana PT. Seatap Teknologi Berkarya menerapkan strategi komunikasi dalam upaya membangun branding melalui platform Instagram. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan pernikahan sejak 2018, Instagram menjadi media utama bagi perusahaan untuk menampilkan hasil kerja, membangun hubungan emosional dengan calon klien, dan memperluas visibilitas layanan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi pada akun @seatapwedding serta kajian literatur terkait komunikasi dan branding digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan memanfaatkan berbagai pendekatan, seperti konsistensi gaya visual, penggunaan narasi dalam penyampaian pesan (storytelling), interaksi langsung dengan audiens, dan optimalisasi fitur Instagram untuk memperkuat identitas merek. Selain itu, kehadiran testimoni klien dan kolaborasi dengan berbagai vendor turut menambah kepercayaan publik terhadap layanan yang ditawarkan. Secara keseluruhan, strategi komunikasi berbasis konten visual terbukti efektif dalam membangun citra perusahaan jasa wedding organizer di lingkungan digital.