cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Health Sciences and Research
ISSN : 26230674     EISSN : 2655643X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jambura Journal of Health Sciences and Research is a health scientific journal which published original articles of public health. This articles Published Twice a year in January and July. Which Focus and Scope in public health issues, including : Epidemiology, Health Education and Promotion, Environmental Health, Occupational Health and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Reproductive Health, Hospital Management, Nutrition Science, Health Information System. Moreover, Author can submit articles on any issue relating to public health with editor consideration.
Arjuna Subject : -
Articles 356 Documents
PERAN INTENSITAS MEROKOK DALAM PENURUNAN FUNGSI PARU PETANI: ANALISIS INDEKS BRINKMAN DAN PEMERIKSAAN SPIROMETRI Laide, Muhammad Raihan; Pateda, Sri Manovita; Ibrahim, Sri Andriani; Jusuf, Muhammad Isman; Antuke, Muhammad Zukri
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.36262

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko utama penurunan fungsi paru dan masih banyak ditemukan pada petani yang juga terpapar debu serta bahan kimia pertanian. Namun, bukti empiris hubungan derajat merokok dengan fungsi paru pada petani masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan derajat merokok dengan fungsi paru pada petani. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam penggunaan Indeks Brinkman untuk mengukur paparan merokok kumulatif serta menghubungkannya dengan fungsi paru berbasis spirometri pada populasi petani dengan paparan risiko ganda. Penelitian ini merupakan studi analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 33 petani di Kelurahan Dembe Jaya, Kota Gorontalo yang dipilih secara purposive sampling. Derajat merokok diklasifikasikan menjadi ringan, sedang, dan berat, sedangkan fungsi paru dinilai menggunakan parameter FEV₁, FVC, dan rasio FEV₁/FVC. Analisis dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil menunjukkan fungsi paru tidak normal pada 19 responden dengan dominasi pola obstruktif (15 responden). Perokok berat lebih banyak pada kelompok fungsi paru tidak normal (10 orang), sedangkan fungsi paru normal didominasi perokok ringan (7 orang). Semakin tinggi derajat merokok, semakin besar risiko gangguan fungsi paru, terutama pola obstruktif.
DETERMINAN SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN: STUDI PADA PENGETAHUAN SEKSUALITAS, KOMUNIKASI ORANG TUA, DAN MEDIA SOSIAL DI SMKN 1 SELONG Nurkomala Sari, Baiq Septina; Syuhada, Irwan; S., Aulia Mahdaniyati; Wijayanti, Lusiana Wahyu Ratna
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.37167

Abstract

meningkatkan rasa ingin tahu terhadap seksualitas, sehingga remaja menjadi kelompok yang rentan terhadap kehamilan tidak diinginkan (KTD). Tingginya angka KTD pada remaja di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat, menunjukkan bahwa upaya pencegahan masih belum optimal. Kebaruan penelitian ini adalah menganalisis secara simultan hubungan pengetahuan seksualitas, komunikasi orang tua, dan media sosial dengan sikap remaja dalam pencegahan kehamilan tidak diinginkan pada konteks sekolah menengah kejuruan di Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut dengan sikap remaja di SMKN 1 Selong. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 106 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan pada November 2025 dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan seksualitas dan sikap pencegahan KTD (P-value=0,002; PR=1,793; CI=1,272–2,529) serta antara komunikasi orang tua dan sikap pencegahan KTD (P-value=0,008; PR=1,557; CI=1,141–2,125). Media sosial tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (P-value=0,498; PR=1,167; CI=0,614–2,218). Pengetahuan seksualitas dan komunikasi orang tua berperan penting dalam pembentukan sikap remaja terhadap pencegahan kehamilan tidak diinginkan.
ANALISIS DETERMINAN INISIASI PRE-EXPOSURE PROPHYLAXIS (PREP) PADA POPULASI LELAKI SEKS DENGAN LELAKI (LSL) DI KABUPATEN BADUNG Parwangsa, Ni Wayan Putri Larassita; Purnawan, I Nyoman
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.37885

Abstract

Inisiasi Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) merupakan strategi pencegahan HIV yang direkomendasikan bagi populasi berisiko tinggi, termasuk lelaki yang seks dengan lelaki (LSL), dengan kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan bahwa inisiasi PrEP lebih dipengaruhi oleh perilaku seksual berisiko serta pendekatan berbasis wilayah yang masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi inisiasi PrEP pada LSL di Kabupaten Badung menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 135 responden yang direkrut dari layanan PrEP di Puskesmas Kuta I, Kuta II, dan Kuta Selatan. Hasil deskriptif menunjukkan mayoritas responden berusia 25 tahun, memiliki pengetahuan dan persepsi yang kurang baik terhadap PrEP, serta perilaku seksual berisiko tinggi, termasuk seks anal, jumlah pasangan seksual lebih dari tiga, penggunaan kondom tidak konsisten, dan riwayat IMS yang tinggi. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara inisiasi PrEP dengan usia, riwayat seks anal, jumlah pasangan seksual, penggunaan kondom, penggunaan pelicin, riwayat IMS, dan paparan informasi PrEP, sedangkan analisis multivariat mengidentifikasi tiga faktor dominan yaitu usia 25 tahun, jumlah pasangan seksual 3, dan tidak pernah menggunakan kondom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku seksual berisiko tinggi merupakan determinan utama inisiasi PrEP pada LSL.
PERAN POSTUR KERJA DALAM MENINGKATKAN RISIKO CERVICAL PAIN SYNDROME (CPS) PADA PEKERJA INDUSTRI: STUDI DI CV. AMANDIRA TEKNIK BALIKPAPAN Jayanti, Neti Eka; Sumiati, Sumiati; Arlina, Emanuella
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.36226

Abstract

CPS merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami pekerja industri akibat postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas statis berkepanjangan, dan gerakan repetitif. Kebaruan penelitian ini yaitu dengan mengintegrasikan penilaian risiko postur kerja menggunakan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) dan tingkat disabilitas leher menggunakan Neck Disability Index (NDI) secara simultan pada pekerja sektor teknik di Balikpapan yang masih terbatas dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dan kejadian CPS pada pekerja di CV. Amandira Teknik Balikpapan. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 80 pekerja melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi postur kerja berdasarkan OWAS terdiri atas kategori tidak berisiko cedera sebesar 37,5%, risiko cedera rendah 46,25%, dan risiko cedera sedang 16,25%, tanpa ditemukan kategori risiko cedera tinggi, sementara berdasarkan NDI sebagian besar responden mengalami disabilitas leher ringan (50%), diikuti sedang (36,25%) dan berat (13,75%). Uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara postur kerja dan CPS (r = 0,462; P-value = 0,001), yang mengindikasikan bahwa peningkatan risiko postur kerja sejalan dengan peningkatan tingkat disabilitas leher. Kesimpulannya, temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi ergonomi berbasis metode objektif dalam mengidentifikasi risiko gangguan servikal pada pekerja industri serta menjadi dasar dalam pengembangan intervensi preventif yang lebih terarah.
PERAN UREUM DAN EGFR DALAM MENENTUKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK NON-DIALISIS Budiono, Ariel Adyatma; Antu, Yuniarty; Rahma, Sitti; Amu, Ivan Virnanda; Monoarfa, Richard Arie
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.37005

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (eGFR) dan sering disertai anemia sebagai komplikasi utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar ureum dan eGFR dengan kadar hemoglobin pada pasien PGK non-dialisis di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang retrospektif berdasarkan data rekam medis tahun 2024. Sampel sebanyak 52 pasien diperoleh melalui teknik purposive sampling. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov serta uji korelasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan ureum dan eGFR berbasis formula CKD-EPI 2021 dalam hubungannya dengan hemoglobin pada populasi PGK non-dialisis di tingkat rumah sakit daerah yang masih terbatas diteliti. Hasil menunjukkan seluruh pasien memiliki ureum tinggi, eGFR rendah, dan hemoglobin di bawah normal. Terdapat hubungan bermakna antara ureum dan hemoglobin (arah negatif) serta eGFR dan hemoglobin (arah positif). Disimpulkan bahwa peningkatan ureum dan penurunan eGFR berhubungan dengan rendahnya kadar hemoglobin. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan anemia bersamaan dengan fungsi ginjal dalam pengelolaan PGK non-dialisis.
PARITAS SEBAGAI PREDIKTOR ADOPSI MHEALTH PADA IBU HAMIL DALAM DETEKSI DINI RISIKO KEHAMILAN Sunarti, Nining Tunggal Sri; Agustina, Silvia Ari; Lestari, Reni Tri; Ambarwati, Eny Retna
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.38319

Abstract

Pemanfaatan teknologi kesehatan seluler (mobile health/mHealth) melalui aplikasi kehamilan memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas deteksi dini risiko kehamilan, namun tingkat adopsinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik obstetri seperti paritas. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam menyoroti peran paritas sebagai determinan utama dalam adopsi mHealth, khususnya perbedaan perilaku antara ibu dengan pengalaman reproduksi rendah dan tinggi yang masih terbatas dibahas pada studi sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh paritas terhadap adopsi mHealth sebagai sarana deteksi dini risiko kehamilan. Metode yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 254 ibu hamil, dengan pengumpulan data melalui kuesioner terkait karakteristik obstetri dan perilaku penggunaan aplikasi, serta analisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara paritas dan penggunaan aplikasi kehamilan (P-value 0,001), di mana ibu dengan paritas rendah (nulipara dan primipara) memiliki peluang 7,071 kali lebih besar untuk menggunakan aplikasi dibandingkan ibu multipara (OR = 7,071; 95% CI = 3,157–15,841). Kesimpulannya, paritas merupakan prediktor signifikan dalam adopsi mHealth selama kehamilan, di mana ibu dengan paritas rendah cenderung lebih bergantung pada informasi digital, sementara rendahnya adopsi pada ibu multipara menunjukkan perlunya pendekatan edukasi digital yang lebih inovatif untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam pemantauan risiko kehamilan secara mandiri.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 3 (2025): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 2 (2025): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 4 (2024): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 1 (2024): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 2 (2022): Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 2 (2022): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 1 (2022): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4 (2022): SPECIAL EDITION JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 3, No 2 (2021): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 3, No 1 (2021): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 2, No 2 (2020): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 2, No 1 (2020): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 1, No 2 (2019): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 1, No 2 (2019): July Vol 1, No 1 (2019): JANUARI More Issue