cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Health Sciences and Research
ISSN : 26230674     EISSN : 2655643X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jambura Journal of Health Sciences and Research is a health scientific journal which published original articles of public health. This articles Published Twice a year in January and July. Which Focus and Scope in public health issues, including : Epidemiology, Health Education and Promotion, Environmental Health, Occupational Health and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Reproductive Health, Hospital Management, Nutrition Science, Health Information System. Moreover, Author can submit articles on any issue relating to public health with editor consideration.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
DETERMINASI FAKTOR RISIKO TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN PUSKESMAS X KOTA BATAM Sari, Chinta Yolanda; Parisma, Wan Intan; Husein, Al Hafez; Hutabarat, Jolie Rossinsky Br
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i4.34007

Abstract

Infeksi Mycobacterium tuberculosis menyebabkan tuberkulosis paru yang umumnya menyerang paru dan dapat menyebar melalui udara. Beberapa individu berpendapat bahwa faktor seperti pendidikan, kepadatan populasi, ventilasi, dan pencahayaan rumah berperan dalam tingkat kejadian tuberkulosis. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan faktor pendidikan, ventilasi, pencahayaan, dan kepadatan hunian dalam satu model statistik berbasis Multiple Logistic Regression pada konteks wilayah kerja Puskesmas X Kota Batam, yang sebelumnya belum banyak dilaporkan dalam studi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi prevalensi TB di masyarakat sekitar Puskesmas X di Kota Batam. Studi ini menggunakan desain case-control dengan 50 responden, terdiri dari 25 kasus dan 25 kontrol, yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan observasi kondisi perumahan. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan rendah meningkatkan risiko TB sebesar 23,40 kali (OR=23,40; p=0,045) dan kepadatan hunian tinggi meningkatkan risiko sebesar 38,65 kali (OR=38,65; p=0,036). Ventilasi tidak memadai meningkatkan risiko 21,49 kali (OR=21,49; p=0,333) dan pencahayaan buruk meningkatkan risiko 73,11 kali (OR=73,11; p=0,028). Kesimpulannya penelitian ini menegaskan bahwa faktor lingkungan fisik rumah maupun karakteristik sosial signifikan dalam penularan TB, serta memberikan bukti lokal terbaru yang dapat menjadi dasar intervensi pencegahan terpadu. Program pencegahan dianjurkan berfokus pada peningkatan edukasi masyarakat, pemenuhan pencahayaan alami, ventilasi optimal, serta pengendalian kepadatan hunian.
KORELASI PERAN VARIABILITAS TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KEKUATAN MENGGENGGAM PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Tome, Chairul Abdul Jamal Ghazali; Poetra, Jufri Febriyanto; Pateda, Sri Manovita; Paramata, Nanang Roswita; Antu, Yuniarty
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.36157

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama mortalitas global, sehingga diperlukan indikator fungsional yang sensitif untuk deteksi dini risiko. Kekuatan menggenggam (handgrip strength/HGS) telah diakui sebagai biomarker kesehatan kardiovaskular, namun peran variabilitas tekanan darah (blood pressure variability/BPV) dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap HGS pada dewasa muda masih belum jelas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan regresi kuantil untuk mengungkap efek dan interaksi SBPV–IMT pada berbagai tingkat distribusi HGS yang tidak terdeteksi melalui regresi linear konvensional. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 132 mahasiswa kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Sebanyak 53,8% responden berada pada kategori pre-hipertensi dengan rata-rata SBPV 4,65%, dan 48,5% memiliki status gizi berlebih. Ratarata HGS tercatat 29,04 kg. Analisis bivariat menunjukkan korelasi negatif signifikan antara SBPV dan HGS (r = –0,209; p = 0,016) serta korelasi positif antara IMT dan HGS (r = 0,280; p = 0,001). Regresi kuantil mengungkap interaksi negatif signifikan IMT–SBPV hanya pada kuantil HGS terendah (τ = 0,25; p = 0,050). Temuan ini menunjukkan bahwa instabilitas hemodinamik melemahkan kekuatan otot pada individu dengan kapasitas otot rendah.
PERAN EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA ANAK TUNARUNGU Listi, Riza Ratna; Nuryani, Reni; Lindasari, Sri Wulan
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.35689

Abstract

Kekerasan seksual merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan akademik anak. Anak tunarungu memiliki kerentanan lebih tinggi akibat hambatan komunikasi, keterbatasan literasi seksual, serta kesulitan dalam mengungkapkan dan melaporkan tindakan berbahaya, sehingga peran orang tua menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan dan pemanfaatan media poster yang dirancang secara khusus sesuai karakteristik keluarga anak tunarungu, dengan pendekatan komunikasi visual untuk meningkatkan literasi seksual, pemahaman tanda bahaya, dan strategi pencegahan oleh orang tua, berbeda dari penelitian sebelumnya yang umumnya menggunakan media visual secara umum tanpa penyesuaian kebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kekerasan seksual berbasis media poster terhadap peningkatan pengetahuan orang tua anak tunarungu. Metode yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain One Group Pretest–Posttest Design pada 46 orang tua siswa tunarungu di SLB B Tunas Harapan Karawang. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner 20 item pada pretest dan posttest, dengan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan median dari 10,00 menjadi 20,00 dan p-value 0,000 (p 0,05). Edukasi berbasis poster efektif meningkatkan pemahaman orang tua mengenai definisi, bentuk kekerasan seksual, tanda bahaya, bagian tubuh pribadi anak, dan langkah pencegahan. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi visual yang kontekstual dan berkelanjutan bagi orang tua sebagai fondasi perlindungan anak tunarungu dari kekerasan seksual.
PROFIL KLINIS, DEMOGRAFIS, DAN FAKTOR RISIKO PASIEN PERFORASI GASTER DI RSUD WALED CIREBON TAHUN 2020–2024 Risyanda, Veda; Ladalar, Evan Wahyudy; Sriwiyati, Kati
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.34580

Abstract

Perforasi gaster merupakan kondisi gawat darurat abdomen dengan angka morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi, umumnya berhubungan dengan tukak lambung akibat penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID). Meskipun penelitian mengenai perforasi gaster telah banyak dilakukan, data karakteristik pasien berbasis rumah sakit daerah, terutama yang menyoroti peran konsumsi jamu sebagai faktor risiko, masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini memiliki kebaruan dengan menyajikan gambaran karakteristik klinis dan demografis pasien perforasi gaster di RSUD Waled selama periode lima tahun (2020–2024), termasuk riwayat konsumsi jamu dan NSAID sebagai faktor predisposisi yang jarang dilaporkan secara sistematis. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan metode total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien perforasi gaster yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat konsumsi jamu atau NSAID, serta lokasi perforasi gaster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perforasi gaster paling sering terjadi pada kelompok usia lanjut dan didominasi oleh pasien laki-laki. Sebagian besar pasien memiliki riwayat konsumsi jamu dan/atau NSAID, dengan lokasi perforasi tersering pada antrum pyloricum. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kelompok usia lanjut, laki-laki, serta riwayat konsumsi jamu atau NSAID merupakan karakteristik dominan pasien perforasi gaster, sehingga temuan ini penting sebagai dasar peningkatan pencegahan, edukasi masyarakat, dan kewaspadaan klinis tenaga kesehatan dalam deteksi dini dan penatalaksanaan perforasi gaster.
KORELASI KADAR HEMOGLOBIN DAN KAPASITAS VO2 MAX PADA INDIVIDU AKTIF BERLATIH DI KOMUNITAS LARI BINJAS KODIM 1304 KOTA GORONTALO Saputra, Wahyu; Pateda, Sri Manovita; Poetra, Jufri Febriyanto; Antu, Yuniarti; Ismail Siregar, Muchtar Nora
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.36129

Abstract

VO2 Max merupakan indikator utama kebugaran kardiorespirasi yang mencerminkan kemampuan tubuh dalam memanfaatkan oksigen secara maksimal selama aktivitas fisik intens. Kapasitas ini berkaitan erat dengan peran hemoglobin sebagai komponen pengangkut oksigen dalam darah, sehingga kadar hemoglobin diduga berpengaruh terhadap kemampuan aerobik. Penelitian ini memiliki kebaruan dengan mengkaji hubungan kadar hemoglobin dan VO2 Max pada komunitas lari non-atlet dengan latihan terstruktur sebagai persiapan seleksi kedinasan, yaitu kelompok transisi yang masih terbatas dikaji dibandingkan atlet profesional maupun populasi umum. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 32 anggota komunitas lari Binjas Kodim 1304 Kota Gorontalo yang dipilih melalui metode total sampling. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Hb meter, sedangkan VO2 Max dinilai melalui Multistage Fitness Test (Beep Test). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,8% responden memiliki kadar hemoglobin normal dan 62,5% memiliki VO2 Max dengan kategori baik. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dan kapasitas VO2 Max (p value = 0,018). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin yang normal berhubungan signifikan dengan kapasitas VO2 Max yang lebih baik, yang menegaskan peran penting hemoglobin dalam mendukung efisiensi transport oksigen dan kebugaran aerobik pada individu aktif berlatih non-atlet.
STRATEGI ADAPTASI ALUR KLAIM JAMSOSTEK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KLAIM BPJS KESEHATAN Azmi, Zahidah Mursyidah; Safriantini, Dian; Ainy, Asmaripa; Taufiq, Fildzah Hashifah
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.35728

Abstract

Hambatan prosedural dalam proses klaim BPJS Kesehatan, seperti kompleksitas verifikasi dokumen, ketidakterpaduan sistem informasi, serta tingginya klaim tertunda dan keterlambatan pembayaran, masih menjadi tantangan yang berdampak pada kinerja fasilitas kesehatan. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan strategi adaptasi operasional alur klaim Jamsostek sebagai model implementasi yang aplikatif bagi BPJS Kesehatan, bukan sekadar perbandingan sistem. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi adaptasi alur klaim Jamsostek sebagai upaya peningkatan efisiensi proses klaim BPJS Kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan rumah sakit mitra, disertai observasi dan telaah dokumen kebijakan serta prosedur klaim. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi metode, sumber, dan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi verifikasi sejak awal kasus, penguatan Service Level Agreement (SLA) pada setiap tahapan klaim, sistem notifikasi otomatis antar pemangku kepentingan, serta monitoring berbasis dashboard secara real time berpotensi mempercepat proses verifikasi, mengurangi revisi dokumen berulang, menekan klaim tertunda, dan meningkatkan kepastian pembayaran.
OPTIMALISASI PENDAMPINGAN TIM PENDAMPING KELUARGA (TPK): ANALISIS HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN DENGAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU BALITA DI DESA KEMENUH, KABUPATEN GIANYAR Dewi, Kadek Rosi Arista; Parwangsa, Ni Wayan Putri Larassita
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.35758

Abstract

Stunting masih menjadi prioritas masalah kesehatan di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Di Kabupaten Gianyar, termasuk Desa Kemenuh, balita berisiko stunting masih ditemukan, sementara frekuensi kunjungan Tim Pendamping Keluarga (TPK) belum konsisten sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas edukasi kepada ibu sebagai pengambil keputusan utama dalam pengasuhan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kuantitatif intensitas pendampingan TPK sebagai faktor determinan pengetahuan ibu, yang sebelumnya lebih banyak dievaluasi dari sisi cakupan program. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan frekuensi pendampingan TPK dengan tingkat pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting. Studi dilakukan pada Oktober 2025 di lima posyandu dengan total sampel 121 ibu balita melalui total sampling. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil menunjukkan 58,7% ibu memiliki pengetahuan baik dan 41,3% kurang. Terdapat hubungan bermakna antara frekuensi pendampingan dan pengetahuan (p-value = 0,005; OR = 2,96; 95% CI: 1,381–6,366); ibu yang mendapat pendampingan lebih dari satu kali per bulan berpeluang hampir tiga kali memiliki pengetahuan baik. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan intensitas pendampingan sebagai strategi edukatif pencegahan stunting.
PERDARAHAN INTRASEREBRAL DAN SUBARACHNOID SIMULTAN PADA PASIEN DEWASA MUDA DENGAN TETRALOGI FALLOT YANG TIDAK TERKOREKSI: KOMPLIKASI NEUROLOGIS LANGKA Ronalda, Ahmad Iman; Rahmat, Nur Saraswati
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.37113

Abstract

Perdarahan intraserebral (PIS) dan perdarahan subarachnoid (PSA) merupakan kegawatdaruratan neurologis yang berisiko tinggi menyebabkan mortalitas, sedangkan pada penyakit jantung bawaan sianotik seperti Tetralogi Fallot (TOF) komplikasi neurologis lebih sering bersifat iskemik dibandingkan hemoragik. Kejadian simultan PIS dan PSA pada TOF yang tidak terkoreksi merupakan kondisi yang sangat jarang dilaporkan dan memiliki implikasi klinis yang serius. Laporan ini bertujuan menggambarkan karakteristik klinis, temuan penunjang, serta perjalanan klinis pasien dengan kombinasi perdarahan tersebut pada TOF. Dilaporkan seorang pria 22 tahun dengan riwayat TOF tidak terkoreksi yang datang dengan keluhan sakit kepala progresif, muntah, dan hemiparesis kiri akut. Pemeriksaan neurologis menunjukkan kelemahan ekstremitas kiri, paresis nervus fasialis sentral, serta keterlibatan nervus hipoglosus. Pemeriksaan laboratorium menemukan polisitemia, trombositopenia, dan disfungsi ginjal. Neuroimaging memperlihatkan perdarahan intraserebral parieto-oksipital kanan berukuran besar (±130 cm³) disertai perdarahan subarachnoid, midline shift, dan edema serebri. Pasien mendapatkan terapi suportif berupa agen osmotik, antifibrinolitik, dan suplementasi oksigen, namun kondisi klinis terus memburuk akibat deteriorasi neurologis dan gangguan kardiopulmoner. Kombinasi hipoksemia kronis, eritrositosis, hiperviskositas, fragilitas vaskular, serta gangguan hemostasis pada TOF diduga berperan dalam meningkatkan risiko ruptur vaskular dan terjadinya perdarahan masif. Koeksistensi efek massa fokal dan perdarahan sisternal difus memperberat tata laksana serta memperburuk prognosis. Kasus ini menegaskan bahwa meskipun jarang, stroke hemoragik simultan pada TOF dapat terjadi dan bersifat fatal, sehingga diperlukan kewaspadaan klinis tinggi, deteksi dini, dan pendekatan multidisiplin pada pasien penyakit jantung bawaan sianotik dengan defisit neurologis akut.
ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN, AKTIVITAS FISIK, DAN LAMA HEMODIALISIS TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS Hidayaturrizqi, Baiq Humairo; Utama, Lalu Buly Fatrahady; Arjita, I Putu Dedy; Mulianti, Rizki
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.36728

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) pada stadium lanjut memerlukan terapi hemodialisis yang berdampak pada kualitas hidup pasien secara multidimensional. Kebaruan penelitian ini terletak pada penguatan bukti empiris bahwa kualitas hidup pasien hemodialisis tidak selalu dipengaruhi oleh parameter klinis seperti kadar hemoglobin dan tingkat aktivitas fisik, melainkan lebih berkaitan dengan durasi menjalani terapi hemodialisis sebagai proses adaptasi jangka panjang pasien terhadap penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin, aktivitas fisik, dan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 62 pasien PGK di Unit Dialisis RSUD dr. Soedjono Selong yang dipilih menggunakan consecutive sampling, di mana kadar hemoglobin diperoleh dari data rekam medis, aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), dan kualitas hidup dinilai menggunakan WHOQOL-BREF, dengan analisis bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin (p = 0,328) maupun tingkat aktivitas fisik (p = 0,882) dengan kualitas hidup, sedangkan lama menjalani hemodialisis berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien PGK (p = 0,000). Kesimpulannya, kualitas hidup pasien PGK yang menjalani hemodialisis lebih dipengaruhi oleh adaptasi terhadap terapi jangka panjang, sehingga intervensi pelayanan kesehatan perlu diarahkan pada pendekatan holistik yang mendukung adaptasi fisik dan psikososial pasien.
PENGARUH TINGKAT KECEMASAN PASCA TERDIAGNOSIS TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS DI KOTA GORONTALO irwan, Irwan; A Budi, Ramli; Muthmainnah, Muthmainnah; Idrus, susilawaty
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.37516

Abstract

HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat menyerang serta menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) memiliki permasalahan komplek salah satu adalah kecemasan. Semakin berat derajat kecemasan pada ODHA akan mengganggu kualitas tidurnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat kecemasan pasca terdiagnosis terhadap kualitas tidur pada orang dengan HIV/AIDS di Kota Gorontalo. Jenis penelitian survei analitik menggunakan desain Cross Sectional dengan populasi 87 kasus baru HIV/AIDS di Kota Gorontalo yang tercatat bulan Juni 2024 dan sampel 80 penderita HIV/AIDS yang di pilih secara Purposive Sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale dan  Pittsburgh Sleep Quality Index yang teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Korelasi Spearman dengan nilai α=0,05. Hasil yang didapatkan adalah kecemasan terbanyak dengan kecemasan berat 31 responden (38,8%) dan berdasarkan kualitas tidur responden terbanyak adalah kualitas tidur buruk 44 responden (55,0%). Hasil uji statistik menunjukan ada pengaruh kecemasan dengan kualitas tidur pada ODHA di Kota Gorontalo dengan nilai p value = 0,000 α=0,05. disarankan penerapan intervensi spesifik seperti teknik relaksasi sebelum tidur (misalnya latihan pernapasan dalam dan meditasi ringan), konseling psikologis terkait manajemen stress dan pikiran cemas sebelum tidur, serta pengaturan rutinitas tidur yang konsisten (sleep hygiene).

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 3 (2025): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 2 (2025): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 4 (2024): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 1 (2024): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 2 (2022): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 2 (2022): Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 1 (2022): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4 (2022): SPECIAL EDITION JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 3, No 2 (2021): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 3, No 1 (2021): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 2, No 2 (2020): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 2, No 1 (2020): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 1, No 2 (2019): July Vol 1, No 2 (2019): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 1, No 1 (2019): JANUARI More Issue