cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Health Sciences and Research
ISSN : 26230674     EISSN : 2655643X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jambura Journal of Health Sciences and Research is a health scientific journal which published original articles of public health. This articles Published Twice a year in January and July. Which Focus and Scope in public health issues, including : Epidemiology, Health Education and Promotion, Environmental Health, Occupational Health and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Reproductive Health, Hospital Management, Nutrition Science, Health Information System. Moreover, Author can submit articles on any issue relating to public health with editor consideration.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP VAKSIN COVID-19 DI KOTA PEKANBARU Angelin, Jessica; Santi, Bryany Titi; Wiraharja, Regina Satya
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 3 (2025): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i3.20990

Abstract

Meskipun status COVID-19 telah berubah dari pandemi menjadi endemi, risiko terjadinya outbreak masih tetap ada. Vaksin COVID-19 merupakan strategi kunci dalam pengendalian penyakit ini. Pemerintah telah menyediakan vaksin secara gratis, namun cakupan vaksinasi belum mencapai 80%, sehingga berpotensi memunculkan varian baru akibat mutasi genetik. Kota Pekanbaru sebagai wilayah perkotaan dengan mobilitas penduduk yang tinggi membutuhkan cakupan vaksinasi yang tinggi guna menciptakan kekebalan komunitas. Namun, hingga saat ini belum terdapat data penelitian terkait cakupan vaksinasi COVID-19 maupun persepsi masyarakat terhadap vaksin di wilayah ini. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan Health Belief Model (HBM) untuk menganalisis secara mendalam persepsi masyarakat terhadap vaksin COVID-19. Temuan terkait dimensi HBM seperti persepsi risiko penularan, risiko komplikasi, manfaat vaksin, dan kehalalan vaksin memberikan kontribusi baru dalam konteks lokal dan dapat menjadi dasar pengembangan strategi komunikasi kesehatan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cakupan vaksinasi COVID-19 dan persepsi masyarakat terkait vaksin COVID-19 di Kota Pekanbaru. Sampel berjumlah 109 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup informasi sosial ekonomi, status vaksinasi, dan persepsi berdasarkan Health Belief Model. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square dan Fisher Exact. Hasil menunjukkan cakupan vaksinasi dosis lengkap sebesar 98,2%. Persepsi yang berhubungan signifikan dengan status vaksinasi (P-value 0,05) mencakup persepsi risiko penularan, risiko komplikasi, manfaat vaksin, dan kehalalan vaksin. Kesimpulan yaitu persepsi masyarakat berdasarkan Health Belief Model berperan penting dalam pencapaian vaksinasi lengkap COVID-19 di Kota Pekanbaru. Intervensi berbasis persepsi dapat meningkatkan cakupan vaksin di wilayah serupa.
EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK MANIS (Citrus sinensis (L.) Osbeck) DAN AMPAS WORTEL (Daucus carota L.) DALAM SEDIAAN SERUM Ulayya, Nadaa; Karima, Nurul; Saputri, Muharni; Sudewi, Sudewi; Siahaan, Desy Natalia; Hasanah, Fenny
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 3 (2025): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i3.33014

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat memberikan perlindungan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Kulit buah jeruk manis (Citrus sinensis (L.) Osbeck) dan wortel (Daucus carota L.) diketahui mengandung antioksidan yang dapat mencegah terjadinya penuaan dini pada kulit. Pengaplikasian kulit buah jeruk manis dan wortel secara langsung pada kulit diketahui dapat menyebabkan peradangan pada kulit, sehingga perlu diformulasikan ke dalam bentuk sediaan. Kebaruan penelitian ini yaitu meneliti efektivitas antioksidan dalam sediaan serum yang berisi kombinas ekstrak etanol kulit buah jeruk manis dan ampas wortel. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi kulit buah jeruk manis dan ampas wortel dalam bentuk ekstrak etanol dalam sediaan serum. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan tahapan pembuatan simplisia, skrining fitokimia, ekstraksi, pembuatan sediaan serum dengan komposisi ekstrak etanol kulit buah jeruk manis dan ampas wortel dengan perbandingan (Kulit Jeruk): Ampas Wortel) 2:1 pada F2, 1:2 pada F3, 1:1 pada F4, tunggal kulit jeruk pada F5, dan tunggal ampas wortel pada F6. Dilanjutkan dengan pegujian antioksidan serum dilakukan dengan spektrofotometri visible menggunakan metode DPPH. Hasil pemeriksaan skrining fitokimia kulit buah jeruk mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, tanin. Sedangkan ampas wortel mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, glikosida. Uji DPPH menunjukkan sedian mengandung antioksidan dengan nilai IC50 F2 71,01µg/mL, F3 86,70µg/mL, F4 84,61/mL, F5 43,18µg/mL, dan F6 dengan hasil IC50 130,94µg/mL. Kesimpulannya sediaan F2 sebagai formula kombinasi terbaik dengan kategori “Kuat”.
KEPUASAN PETUGAS DALAM PENGGUNAAN ELECTRONIC HEALTH RECORDS (EHR) MENGGUNAKAN METODE PIECES DI RSIA. SITTI KHADIJAH GORONTALO Katili, Rusli A.; Irwan, Irwan; R. Irwan, Tasya Nursahadah
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 3 (2025): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i3.33848

Abstract

Electronic Health Records (EHR) merupakan inovasi dalam sistem informasi rumah sakit yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan petugas pengguna Electronic Health Recods (EHR). Kebaruan penelitian ini menggunakan metode Pieces dalam menganalisis kepuasan petugas rekam medis di Rumah sakit Siti Khadijah Gorontalo. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sama dengan jumlah populasi, yaitu sebanyak 25 petugas rekam medis yang menggunakan EHR. Analisis data menggunakan Statistik deskriptif dengan pendekatan metode Pieces.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepuasan Petugas Dalam Penggunaan EHR aspek performance (kinerja) karyawan menberikan kontribusi yang tinggi dengan nilai (TCR) sebesar (80,3%), information (informasi) diberikan nilai (TCR) sebesar (80,0%), economy (ekonomi) diberikan nilai (TCR) sebesar (87,3%), control (Kontrol) diberikan nilai (TCR) sebesar (86,0%), efficiency (efisiensi) diberikan nilai (TCR) sebesar (86,0), service (pelayanan) diberikan nilai (TCR) sebesar (87,0%). Kesimpulan aspek ekonomi dan fungsi kontrol menberikan pengaruh yang besar terhadap kepusan pengguna EHR di Rumah sakit Siti Khadijah Gorontalo.
ANALISIS PENGETAHUAN MENGENAI INFORMED CONSENT PADA PASIEN SEBELUM OPERASI DI RS IBNU SINA Al-Azhariyah, Nurul Fadhilah; Amir, Suliati P.; Zulfahmidah, Zulfahmidah; Rijal, Syamsu; Arifuddin, Andi Tenri Sanna
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i4.30844

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah hak asasi setiap individu, yang diatur oleh undang-undang di Indonesia, dengan informed consent menjadi elemen kunci dalam praktik medis, terutama dalam prosedur bedah. Kebaharuan penelitian ini terletak pada fokus pada pemahaman pasien di Rumah Sakit Ibnu Sina, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman tersebut, yang belum banyak diteliti di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman pasien mengenai informed consent sebelum operasi di Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan pasien mengenai diagnosis, prosedur, risiko, alternatif tindakan, dan prognosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19,05% pasien memiliki pengetahuan baik mengenai informed consent, sementara sebagian besar (46,43%) memiliki pengetahuan cukup. Tantangan utama yang ditemukan adalah keterbatasan waktu dan komunikasi yang kurang efektif. Kesimpulannya, pemahaman pasien mengenai informed consent di Rumah Sakit Ibnu Sina tergolong baik, namun masih perlu ditingkatkan lagi. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pemahaman ini terhadap hasil perawatan pasien dan kepuasan pasca-operasi.
IDENTIFIKASI SUMBER BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO K3L PADA KEGIATAN PENGANGKUTAN B3 DI INDUSTRI KELAPA SAWIT Hibban, Muhamad; Sembiring, Edison C.; Sukwika, Tatan
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i4.34481

Abstract

Pengangkutan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di industri kelapa sawit dilakukan dalam skala kecil dan tidak rutin, aktivitas ini tetap berisiko tinggi terhadap kesehatan kerja dan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis pengangkutan B3 non-rutin pada industri kelapa sawit dengan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), belum banyak dikaji sebelumnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber bahaya, menilai tingkat risiko, menentukan prioritas pengendalian, serta merumuskan langkah mitigasi pada kegiatan pengangkutan B3. Metode yang digunakan adalah HIRADC karena HIRADC sederhana, praktis, menggabungkan data kualitatif-semi kuantitatif, sesuai standar regulasi, lebih aplikatif dibanding metode lain. Studi ini melibatkan 100 responden yang terdiri dari OHS Officer, Koordinator K3L, SPO Assistant, auditor, serta praktisi K3L dilibatkan melalui kuesioner, wawancara, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas muat, angkut, dan bongkar memiliki bahaya spesifik berupa kontak langsung dengan bahan korosif, paparan uap beracun, potensi ledakan, kecelakaan lalu lintas, serta pencemaran akibat tumpahan. Sebelum pengendalian, mayoritas risiko berada pada kategori tinggi dan sedang, namun setelah penerapan strategi pengendalian hirarki seluruh risiko berhasil diturunkan ke kategori rendah.
PERAN SELF-DIRECTED LEARNING READINESS TERHADAP EFEKTIVITAS PROBLEM-BASED LEARNING PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI Pramudya, Faturrahman Ikhsan; Laras Chantika, Aprilyan; Mohammad Ishaq S, Rhiza
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i4.34233

Abstract

Self Directed Learning Readiness (SDLR) merupakan kemampuan mahasiswa dalam merencanakan, mengatur, serta melaksanakan proses belajar secara mandiri yang menjadi elemen penting dalam strategi pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat SDLR dengan efektivitas PBL pada mahasiswa kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik simple random sampling. Pengukuran SDLR dilakukan menggunakan Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS), sedangkan efektivitas PBL diukur dengan Tutorial Group Effectiveness Instrument (TGEI). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,9% mahasiswa memiliki tingkat SDLR tinggi, sedangkan efektivitas PBL mayoritas berada pada kategori sedang sebesar 50,4%. Uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,001 dan r = 0,289, yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan, namun dengan kekuatan korelasi lemah antara SDLR dan efektivitas PBL. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan kombinasi instrumen SDLRS dan TGEI secara bersamaan dalam konteks institusi yang jarang diteliti, serta temuan korelasi lemah namun signifikan yang berbeda dari hasil penelitian terdahulu. Hasil ini juga menyoroti adanya pengaruh faktor eksternal seperti peran tutor, dinamika kelompok, dan konteks budaya pembelajaran terhadap efektivitas PBL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin tinggi kesiapan belajar mandiri mahasiswa, semakin baik efektivitas PBL, meskipun hubungan tersebut bersifat lemah, sehingga peningkatan SDLR perlu diiringi dengan optimalisasi faktor eksternal untuk memaksimalkan keberhasilan pembelajaran berbasis masalah.
INTENSITAS MENONTON VIDEO PENDEK DAN SELF-EFFICACY SEBAGAI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI Hidayati, Annisa; Primanagara, Risnandya; Octaviara, Tissa
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i4.34230

Abstract

Mahasiswa kedokteran menghadapi tuntutan akademik yang tinggi yang berpotensi menimbulkan prokrastinasi akademik. Perkembangan teknologi digital, khususnya popularitas video pendek seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels, sering kali menjadi distraksi yang memperkuat kecenderungan tersebut. Sebaliknya, faktor internal seperti self-efficacy diyakini berperan dalam menekan perilaku prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara intensitas menonton video pendek dan self-efficacy dengan prokrastinasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 266 mahasiswa yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner intensitas menonton video pendek, kuesioner self-efficacy, dan kuesioner prokrastinasi akademik, dengan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan 63,91% mahasiswa memiliki intensitas menonton video pendek tinggi, 75,56% tingkat self-efficacy tinggi, dan 56,77% prokrastinasi akademik sedang. Terdapat hubungan signifikan antara intensitas menonton video pendek dan prokrastinasi akademik (p = 0,001; r = 0,403), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dan prokrastinasi akademik (p = 0,345; r = 0,058). Penelitian ini menunjukkan bahwa distraksi digital berperan lebih besar dibandingkan faktor psikologis internal dalam mempengaruhi prokrastinasi akademik mahasiswa kedokteran. Kebaruan penelitian terletak pada fokus terhadap video pendek sebagai distraksi digital spesifik serta pengujian simultan faktor eksternal dan internal, dengan temuan bahwa self-efficacy tidak berhubungan signifikan, berbeda dari mayoritas literatur sebelumnya.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PENGELOLAAN FASILITAS LIFT DI GEDUNG SUJUDI KEMENTERIAN KESEHATAN Avero, Marten; Eddyono, Fauziah; Setyawati, Ekaterina; Sukwika, Tatan
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i4.34581

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada fasilitas transportasi vertikal, khususnya lift di gedung pemerintahan, masih sering terabaikan meskipun memiliki risiko tinggi bagi pengguna. Penelitian ini memiliki kebaruan dengan mengintegrasikan faktor teknis, perilaku operator, prosedur kerja, frekuensi perawatan, lingkungan kerja, dan manajerial dalam menganalisis risiko K3 pada lift di Gedung Sujudi Kementerian Kesehatan RI. Tujuannya adalah mengidentifikasi sumber bahaya, menilai tingkat risiko, serta menguji pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap tingkat risiko K3. Metode yang digunakan adalah analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) terhadap 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap risiko K3, dengan faktor manajerial sebagai determinan dominan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pengelolaan risiko K3 pada fasilitas publik membutuhkan pendekatan integratif yang menekankan komitmen manajemen, pemeliharaan terjadwal, dan penguatan budaya keselamatan.
MOLECULAR DETECTION AND CHARACTERIZATION OF THE  fbpA GENE IN MULTI DRUG RESISTANT (MDR) Mycobacterium tuberculosis ISOLATES FROM MAKASSAR Widyastuti, Helmy; Agus, Rosana; Wahyudi, Dedeng
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i4.33729

Abstract

Antibiotics have been widely used to treat tuberculosis (TB), yet the emergence of drug-resistant strains remains a serious global concern, highlighting the need for new molecular biomarkers to assess treatment success more accurately. Mycobacterium tuberculosis adheres to host tissues through the fbpA gene, which plays a vital role in bacterial virulence and persistence. The novelty of this study lies in exploring the fbpA gene as a potential biomarker for evaluating TB treatment response, differing from previous research that mainly targets drug-resistance genes such as rpoB, katG, or inhA. This study offers a new perspective by focusing on a virulence-related gene that may reflect bacterial survival and therapy outcomes, particularly in Indonesian clinical samples where such data remain scarce. The study aimed to assess the potential of the fbpA gene as a treatment biomarker by detecting a 900 bp fragment using molecular techniques. Ten sputum samples were collected from the Tuberculosis Unit of HUM-RC, Hasanuddin University Hospital, Makassar, and underwent sputum decontamination, Ziehl-Neelsen staining, acid-fast bacilli examination, DNA isolation, PCR amplification, and gel electrophoresis. The results showed the presence of DNA bands in all samples, with variations in thickness and intensity corresponding to DNA concentration. These findings suggest that the fbpA gene could serve as a rapid and reliable molecular biomarker for monitoring bacterial load and evaluating treatment efficacy, supporting the development of more precise diagnostic tools for multidrug-resistant TB management.
GLOBAL EVIDENCE ON RISK FACTORS FOR CHILDHOOD TUBERCULOSIS: A SCOPING REVIEW Safira, Rahma; Setyawan, Henry; Hadisaputro, Suharyo
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i4.34181

Abstract

Childhood tuberculosis (TB) remains a major global public health concern, particularly in developing countries, due to children’s immature immune systems and frequent exposure to infectious adults within households. This scoping review aimed to identify and synthesize global evidence on risk factors associated with TB among children aged 0–19 years, following the Joanna Briggs Institute (JBI) methodology and PRISMA-ScR guidelines. Unlike previous systematic reviews that focused on specific regions or populations, this study comprehensively mapped risk factors using evidence from PubMed, Scopus, and Garuda databases up to March 2025. Eleven primary studies meeting the inclusion criteria were analyzed thematically. The most frequently reported risk factors included close contact with adult TB patients, lack of Bacillus Calmette–Guérin (BCG) vaccination, malnutrition, overcrowded housing, and poor ventilation. Additional factors such as HIV infection, exposure to cigarette smoke, low parental education, and poor household income further increased susceptibility. The findings indicate that childhood TB arises from a complex interplay of biological, social, and environmental determinants. Therefore, effective prevention strategies should integrate immunization, active contact tracing, family health education, and improvement of living conditions. This review provides valuable insights for strengthening community-based TB control programs, highlights the need to prioritize children as a vulnerable population, and identifies research gaps to guide future policy and interventions toward TB elimination.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 3 (2025): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 2 (2025): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 4 (2024): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 1 (2024): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 2 (2022): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 2 (2022): Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 1 (2022): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4 (2022): SPECIAL EDITION JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 3, No 2 (2021): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 3, No 1 (2021): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 2, No 2 (2020): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 2, No 1 (2020): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 1, No 2 (2019): July Vol 1, No 2 (2019): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 1, No 1 (2019): JANUARI More Issue