cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Sports Coaching
ISSN : 26543435     EISSN : 26560437     DOI : 10.37311/jjsc
Core Subject : Education,
Jambura Journal of Sports Coaching (JJSC) is an international peer-refereed research journal published by sports coaching education program, The scope of articles published in this journal deals with a broad range of topics, including Sports Training Science, Sports Biomechanics, History and Philosophy in Sports, Measurement and Evaluation in Physical Education and Sports, Motor Control and Learning, Motor Development, Olympic and Paralympic Games, Sports Pedagogy, Physical Education (Elementary, Secondary, & Adaptive), Sports Psychology, Sports Physiology, Recreation and Leisure Studies, Sports Therapy and Rehabilitation, Sports Sociology and Cultural Anthropology, Sports Management, Sports Medicine. JJSC publishes original scientific works of researchers in all of the above fields in any of the following languages: English and Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
UPAYA PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI MENGGUNAKAN METODE LATIHAN PLYOMETRIC DENGAN MODEL CIRCUIT TRAINING kurniawan, Ahmad Abdi; Fadhli, Nurrul Riyad
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33324

Abstract

Latihan plyometric ini menggabungkan model circuit training sebagai variabel pada penelitian ini, dikarenakan metode ini melibatkan serangkaian stasiun yang dilakukan secara berurutan dengan sedikit ataupun tanpa jeda antar stasiun. Peneliti memiliki tujuan utama yang ingin mengetahui efektivitas dari metode latihan Ploymetric dengan model latihan circuit training dalam meningkatkan power otot tungkai pemain bola voli fase Train to train usia 12-16 tahun. Menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pra-experimental design menjadi jenis penelitiannya. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain bola voli Active Movement Volleyball School menggunakan teknik Purposif Sampling, sehingga data yang didapatkan sebanyak 27 pemain putra dan putri yang berusia 12-16 tahun. Pengujian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan diproses menggunakan SPSS statistic for windows. Setelah dilakukan analisis data, dapat ditentukan bahwa hasil dari penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dari metode latihan plyometric dengan model circuit training unutk meningkatkan power otot tungkai.
ANALISIS HUBUNGAN TOXIC COMMENTS DENGAN KEPERCAYAAN DIRI ATLET VOLI Wiyata, Isnan Rahmat; Priyohutomo, Ahadi; Ardhiyanto, Yanuar Dhuma; Wicaksono Gussanto, Amin Brilian
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33472

Abstract

Kepercayaan diri yang rendah dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap dampak negatif toxic comment, sementara kepercayaan diri yang tinggi membantu individu lebih kuat secara mental dan tidak mudah terpengaruh oleh komentar merendahkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan toxic comments dengan tingkat kepercayaan diri atlet bola voli. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner mandiri yang diisi oleh 20 atlet voli aktif berusia 15-25 tahun, dengan minimal pengalaman berlatih selam lebih dari 3 tahun serta berbagai posisi yaitu spiker, setter, maupun libero. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu toxic comments yang diadaptasi dari Cyberbullying Questionnaire dan kepercayaan diri atlet. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara toxic comments dan kepercayaan diri (r = -0.799, p = 0.000), mengindikasikan bahwa semakin tinggi paparan komentar negatif, semakin rendah kepercayaan diri atlet. Temuan ini menegaskan dampak buruk toxic comments terhadap psikologi atlet, terutama dalam hal kepercayaan diri atlet. Penelitian ini menyoroti pentingnya manajemen kesehatan mental dan perlindungan atlet dari komentar negatif untuk mendukung performa optimal. Temuan ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan olahraga yang mendukung serta perlindungan bagi atlet dari paparan komentar merugikan, khususnya di media sosial.
EFEKTIVITAS LATIHAN BURPEES DALAM MENINGKATKAN KONDISI FISIK (VO₂ MAX) PADA KOMUNITAS LARI RIOT GORONTALO Samin, Giofandi
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan burpees dalam meningkatkan kapasitas aerobik (VO₂ Max) pada komunitas pelari rekreasi, yaitu anggota komunitas lari RIOT Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest-posttest dengan kelompok kontrol, yang melibatkan 30 pelari rekreasi. Kelompok eksperimen menjalani program latihan burpees selama 8 minggu, sementara kelompok kontrol melakukan latihan ringan. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengukur perubahan VO₂ Max menggunakan Tes Cooper. Analisis statistik menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan VO₂ Max yang signifikan (p = 0,000) dari 39,53 menjadi 42,65, sementara kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan kecil yang tidak signifikan (p = 0,278). Uji independent t-test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000), dengan kelompok burpees menunjukkan peningkatan yang lebih besar (3,12%) dibandingkan kelompok kontrol (0,53%). Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan burpees, yang merupakan bagian dari High-Intensity Interval Training (HIIT), lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas aerobik dibandingkan latihan ringan. Penelitian ini menyarankan integrasi latihan burpees dalam rutinitas latihan pelari untuk meningkatkan VO₂ Max, kebugaran kardiovaskular, dan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
PEMANFAATAN BLEEP TEST SEBAGAI INDIKATOR AWAL DALAM SELEKSI ATLETIK NOMOR LARI MAHASISWA PUTRI Refiater, Ucok Hasian; Nurkhoiroh, Nurkhoiroh; Ilham, Al
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33050

Abstract

Kebugaran kardiorespirasi merupakan salah satu penentu utama dalam performa lari, khususnya pada nomor jarak menengah dan jauh. Namun demikian, proses seleksi atlet mahasiswa sering kali belum menggunakan metode yang efisien, objektif, dan hemat biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan Bleep Test sebagai indikator awal dalam seleksi mahasiswi untuk nomor lari atletik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Sampel terdiri atas 17 mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo yang telah mengikuti latihan fisik umum minimal selama tiga bulan. Data diperoleh melalui tes kebugaran multistage 20 meter dengan protokol standar sesuai kelompok usia. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada peserta yang mencapai kategori kebugaran “tinggi” atau “bagus”. Sebanyak 8 peserta masuk kategori “sedang”, 7 “rendah”, dan hanya 2 peserta berada pada kategori “cukup”. Temuan ini mengindikasikan tingkat kesiapan fisik yang masih rendah dan memperkuat nilai guna Bleep Test tidak hanya sebagai alat seleksi awal, tetapi juga sebagai alat pemantauan berkala. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Bleep Test merupakan metode yang valid, praktis, dan dapat diterapkan secara luas untuk mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data dalam seleksi atlet. Oleh karena itu, disarankan agar institusi pendidikan tinggi mengintegrasikan tes ini dalam program pembinaan atlet untuk meningkatkan hasil pelatihan dan menciptakan sistem identifikasi bakat yang lebih terstruktur.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENDANG BOLA DENGAN KAKI BAGIAN DALAM MELALUI METODE JIGSAW Fataha, Iwan; Gani, Ardin Abdul
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.32758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menendang bola dengan kaki bagian dalam pada permainan sepak bola melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas VIII1 SMP Negeri 6 Kota Gorontalo. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan dasar menendang bola dengan kaki bagian dalam yang ditunjukkan oleh sebagian besar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes keterampilan menendang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menendang bola, yang terlihat dari peningkatan persentase kemampuan dari 45,58% pada siklus awal menjadi 75,06% pada akhir siklus. Dengan demikian, hipotesis tindakan dalam penelitian ini dapat diterima. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran pendidikan jasmani, khususnya dalam teknik dasar sepak bola, serta memberikan referensi bagi guru dan pemangku kebijakan dalam pengembangan model pembelajaran yang efektif.
MINAT SISWA SMA NEGERI 14 PEKANBARU TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA TENIS MEJA Ruqayah, Roiyatul; Pratiwi, Yuly Rahmi; Fitri, Amelia
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33029

Abstract

Pelaksanaan kebijakan kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah telah berlangsung dengan baik dan mendapat partisipasi yang cukup tinggi dari siswa. Namun demikian, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga, khususnya pada cabang olahraga tenis meja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tenis meja di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 14 Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 14 Pekanbaru yang berjumlah 412 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan persentase. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat minat siswa yang ditinjau dari dua dimensi utama, yaitu dimensi intrinsik dan ekstrinsik. Oleh karena itu, disarankan kepada pihak sekolah atau penyelenggara kegiatan ekstrakurikuler untuk merancang program-program yang lebih menarik dan sesuai dengan minat serta kebutuhan siswa, agar partisipasi dalam kegiatan tersebut dapat terus ditingkatkan.
PENGARUH LATIHAN FREQUENCY, INTENSITY, TIME, AND TYPE TERHADAP MOTORIK SISWA DISABILITAS Pamungkas, Wahyu Bangkit; Wibisana, Muh Isna Nurdin; Fahmi, Donny Anhar
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 8, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v8i1.36304

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena pentingnya pengembangan keterampilan motorik untuk siswa yang memiliki disabilitas, yang mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari program latihan Frequency, Intensity, Time, and Type (FITT) dengan intensitas sedang terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar dan halus pada siswa di SLB C Pelita Ilmu Semarang. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain satu kelompok pretes dan postest. Sampel penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti. Dari total populasi sebanyak 20 siswa, dipilih 15 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan dengan berbagai jenis disabilitas intelektual. Pemilihan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian karakteristik subjek dengan tujuan penelitian serta keterjangkauan dalam pelaksanaan program latihan, sehingga sampel yang dipilih diharapkan dapat merepresentasikan populasi yang diteliti secara relevan.Data dikumpulkan melalui tes keterampilan motorik kasar dan halus yang telah dicek oleh para ahli. Untuk menganalisis data digunakan uji paired sample t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan signifikan pada kemampuan motorik kasar (p0,05) setelah mengikuti program latihan. Selain itu, kemampuan motorik halus juga meningkat secara signifikan baik pada tangan kanan (p0,05) maupun tangan kiri (p0,05). Ini menunjukkan bahwa latihan FITT dengan intensitas sedang memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan motorik siswa yang memiliki disabilitas. Penelitian ini memberikan manfaat bagi para guru olahraga, pelatih, dan terapis dalam merancang program latihan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa di sekolah luar biasa.
PROFIL KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERTIPE TUBUH MESOMORPHY Sitanggang, Renhard Hasintongan; Irawan, Fajar Awang
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 8, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v8i1.36704

Abstract

Berdasarkan observasi saat keberlangsungan mata pelajaran PJOK, diketahui bahwa 30-40% siswa berpandangan bahwa siswa yang terlihat berbadan besar atau berotot, cenderung dominan saat kegiatan pelajaran PJOK berlangsung. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil kebugaran jasmani pada siswa bertipe tubuh mesomorphy. Jenis penelitian yang digunakan pada kajian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini melibatkan 29 sampel yang dipilih melalui metode purposive sampling, dengan kriteria iklusi dan eksklusi berturut-turut adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mardi Rahayu Ungaran yang sehat bertipe tubuh mesomorphy yang bersedia berpartisipasi, namun akan digugurkan jika tidak hadir atau gagal menyelesaikan seluruh rangkaian tes dan pengukuran. Instrumen penelitian ini mencakup Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) Fase D dan pengukuran somatotype melalui somatochart rating form dari Heath-Carter. Penelitian ini menggunakan uji statistik deskriptif untuk uji analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kebugaran siswa mesomorphy SMP Mardi Rahayu Ungaran didominasi kategori Kurang (62,02%), diikuti kategori Baik (17,24%), Cukup (17,24%), dan Kurang Sekali (3,5%), dengan rata-rata VO2Max pada level Cukup (26,13±6,06 mL/kg/menit). Penelitian ini mengimplikasikan bahwa individu bertipe tubuh mesomorphy tidak menjamin tingkat kebugaran jasmani yang tinggi pada siswa jika tidak didukung oleh budaya aktivitas fisik yang konsisten, mengingat mayoritas subjek dalam studi ini justru memiliki tingkat kebugaran yang berada pada kategori kurang.
SURVEI PEMBINAAN PRESTASI ATLET PENCAK SILAT PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR GORONTALO Adam, Muthia Indarini; Fataha, Iwan; Dewi, Ratna; Gani, Ardin Abdul
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 8, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v8i1.35771

Abstract

Pembinaan prestasi atlet merupakan faktor kunci dalam keberhasilan olahraga prestasi, khususnya pada lembaga pembinaan usia pelajar seperti Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP). Cabang olahraga pencak silat di PPLP Provinsi Gorontalo memerlukan pengelolaan pembinaan yang terintegrasi agar mampu menghasilkan atlet berprestasi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembinaan prestasi atlet pencak silat serta faktor-faktor yang memengaruhinya di PPLP Provinsi Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi pengelola PPLP, pelatih, atlet, dan orang tua atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem organisasi pembinaan di PPLP Provinsi Gorontalo telah berjalan sesuai dengan prinsip dan tugas pokok fungsi, program latihan disusun secara terencana berdasarkan evaluasi kemampuan atlet, pelatih berperan aktif dalam pembinaan teknis dan mental, serta sarana prasarana dan dukungan orang tua cukup menunjang proses pembinaan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan prestasi atlet pencak silat di PPLP Provinsi Gorontalo telah dilaksanakan dengan cukup optimal, meskipun masih diperlukan peningkatan pada aspek pembaruan fasilitas dan penguatan sistem evaluasi berkelanjutan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rujukan bagi pengelola PPLP dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet pencak silat secara sistematis dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI BLEEP TEST SEBAGAI DASAR PENENTUAN KONDISI FISIK AWAL TIM SEPAK BOLA MAHASISWA PUTRA Refiater, Ucok Hasian; Nurkhoiroh, Nurkhoiroh
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 8, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v8i1.36306

Abstract

Kondisi fisik merupakan komponen utama yang menentukan performa atlet dalam cabang olahraga sepak bola, sehingga diperlukan instrumen yang tepat untuk menilai tingkat kebugaran aerobik sebagai dasar seleksi awal tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Bleep test sebagai indikator awal dalam menentukan kondisi fisik mahasiswa putra calon pemain tim sepak bola. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Sampel terdiri atas 39 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Gorontalo yang telah mengikuti latihan fisik umum minimal selama satu bulan. Instrumen yang digunakan adalah Multistage 20 Meter Shuttle Run Test (Bleep test) dengan protokol standar untuk kelompok usia 20–29 tahun. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan hasil ke dalam kategori tingkat kebugaran berdasarkan standar VO₂max. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada peserta yang mencapai kategori kebugaran “tinggi” maupun “rendah”. Sebanyak 12 peserta (30,8%) berada pada kategori “bagus”, 14 peserta (35,9%) pada kategori “cukup”, dan 13 peserta (33,3%) pada kategori “sedang”. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran aerobik mayoritas peserta berada pada kategori sedang hingga cukup, yang mencerminkan perlunya peningkatan program latihan daya tahan sebelum seleksi utama tim sepak bola dilaksanakan. Temuan ini menegaskan bahwa Bleep test dapat digunakan sebagai alat seleksi awal yang efisien dan objektif untuk menilai kesiapan kondisi fisik pemain sepak bola tingkat mahasiswa.

Page 10 of 11 | Total Record : 106