cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Sports Coaching
ISSN : 26543435     EISSN : 26560437     DOI : 10.37311/jjsc
Core Subject : Education,
Jambura Journal of Sports Coaching (JJSC) is an international peer-refereed research journal published by sports coaching education program, The scope of articles published in this journal deals with a broad range of topics, including Sports Training Science, Sports Biomechanics, History and Philosophy in Sports, Measurement and Evaluation in Physical Education and Sports, Motor Control and Learning, Motor Development, Olympic and Paralympic Games, Sports Pedagogy, Physical Education (Elementary, Secondary, & Adaptive), Sports Psychology, Sports Physiology, Recreation and Leisure Studies, Sports Therapy and Rehabilitation, Sports Sociology and Cultural Anthropology, Sports Management, Sports Medicine. JJSC publishes original scientific works of researchers in all of the above fields in any of the following languages: English and Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN TINGKAT KECACATAN TERHADAP KETERAMPILAN DASAR SEPAK BOLA ANAK TUNAGRAHITHA Giovanni, Krisno; Padillah, Ade; Putra, Jeki Purnama
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 6, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v6i2.26858

Abstract

Teknik bermain Sepak bola terdiri atas bermacam-macam gerakan. Keahlian dalam memainkan bola sangat berguna agar pertandingan dapat berlangsung dengan baik. Empat teknik keterampilan gerak dasar dalam Sepak bola yaitu: passing-stopping, dribling, shooting dan heading. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran yaitu Teaching Games For Understanding (TGFU) dan Direct Intstruction pada siswa yang memiliki tingkat kecacatan ringan dan sedang terhadap peningkatan keterampilan gerak dasar Sepak bola siswa tunagrahita. Metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 36 orang yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh pada kelas SMA SLB C Tunas Harapan Karawang. Analisis data menggunakan SPSS versi 21 dengan pengujian hipotesis melalui Two Way Anova. Hasil analisis dan perhitungan data mengungkapkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua model pembelajaran terhadap peningkatan keterampilan dasar Sepak bola, tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat kecacatan terhadap peningkatan keterampilan gerak Sepak bola,bagi siswa yang memiliki tingkat kecacatan ringan model pembelajaran Direct Interaction lebih baik dibandingkan dengan menggunkan Teaching Games For Understanding (TGFU) dalam meningkatkan keterampilan dasar Sepak bola, bagi siswa yang memiliki tingkat kecacatan sedang model pembelajaran Direct Interaction lebih baik dibandingkan dengan menggunkan Teaching Games For Understanding (TGFU) dalam meningkatkan keterampilan dasar Sepak bola.
KONTRUKSI TES KETERAMPILAN SEPAK MULA SEPAK TAKRAW Zulkifli, Zulkifli; Alficandra, Alficandra; Kurniawan, Wahyu
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 6, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v6i1.23170

Abstract

Sepak takraw merupakan salah satu permainan net yang proses penambahan poin yang tidak jarang dapat dilakukan pada tahapan servis. Tujuan dalam penelitian ini yaitu, melakukan perbaikan dalam tes sepak mula/servis Sepak takraw. Komponen yang diperbaiki pada proses pelaksanan gerakan sepak mula pada gerakan sikap awalan, gerakan sikap pelaksanan dan gerakan sikap akhir pelaksanaan. Instrumen tes yang sudah ada cuma mengukur hasil sepakan sepak mula yang jatuh ke daerah yang sudah diberi nomor atau angka.Mengetahui kualitas keterampilan sepak mula Sepak takraw mahasiswa Penjaskesrek Universitas Islam Riau, tentunya harus ada instrumen tes dan norma tes yang sesuai yang bisa mengukur dari proses pelaksanan gerakan sampai pada hasil dari sepakan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan penelitian danmetode pengembangan atau penelitian dan pengembangan. Validasi penelitian daninstrumen pengembangan menggunakan validasi konten yang dilakukan oleh beberapa orangahli (expert judgement) yang menjadikan satu orang ahli tes dan pengukuran serta dua orang ahli dalambidang Sepak takraw.Berdasarkan hasil analisis evaluasi uji ahli, instrumen sepak mula Sepak takraw dinyatakan valid dan reliabel, sehingga dapat dijadikan instrumen tes untuk mengukur kemampuan hasil sepak mula mahasiswa.
ANALISIS KINEMATIKA GERAK PENGARUH PERBEDAAN POSISI BAT TERHADAP KECEPATAN SWING BAT MAHASISWA SOFTBALL UPI Zharifah, Najla Naila Nur; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Haryono, Tono; Kurniawan, Tian; Imanudin, Iman
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i1.29499

Abstract

Teknik memukul bola merupakan kemampuan dasar pemain untuk menyerang lawan dan mendapatkan poin dalam permainan softball. Jenis pukulan yang sering digunakan adalah swing, karena keluarnya kecepatan bat berpengaruh dalam memperkirakan kekuatan pemukul bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dari dua posisi bat yaitu posisi bat mendatar dan posisi bat miring terhadap kecepatan swing bat yang terjadi ketika berada ditahap awalan posisi berdiri sampai kontak dengan bola pada mahasiswa Softball UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data secara observasi terstruktur. Populasi yang juga merupakan keseluruhan sampel berjumlah 12 mahasiswa softball UPI dengan memiliki pengalaman bermain minimal dua tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Paired Sample T-test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dengan signifikan bahwa posisi mendatar memiliki pengaruh dalam kecepatan linear bat, panjang lintasan bat, dan selisih sudut bat. Hasil dari penelitian ini juga menujukkan bahwa kecepatan linear bat dipengaruhi oleh besar kecilnya panjang lintasan bat dan selisih sudut bat ketika berada ditahap awalan sampai tahap pemberian beban. Namun, dalam penelitian ini tidak ditemukan pengaruh besar antar posisi bat yang berbeda dan pengaruh kecepatan bat dalam kecepatan bola. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi posisi bat mendatar dapat meningkatkan kecepatan swing yang lebih linear, sehingga dapat menjadi fokus dalam pelatihan teknik memukul pada pemain softball. Selain itu, pelatih dapat memanfaatkan analisis lintasan dan sudut bat untuk merancang latihan yang lebih efektif dalam meningkatkan performa pukulan.
PENGARUH KELELAHAN OTOT LOWER BODY PADA KINEMATIKA TAKE OFF JUMP SPIKE BOLA VOLI Rahman, Iklima Aida; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Kurniawan, Tian; Umaran, Unun; Imanudin, Iman; Hardwis, Syam; Haryono, Tono; Badruzaman, Badruzaman
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i1.29556

Abstract

Kelelahan otot lower body secara langsung memengaruhi efisiensi gerakan take off dalam jump spike. Hubungan antara kelelahan dan perubahan kinematika ini menjadi faktor krusial dalam menentukan performa optimal atlet bola voli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelelahan otot lower body terhadap kinematika pada fase take off teknik jump spike serta hubungan antara pusat gravitasi tubuh (CG) dan gaya reaksi tanah (GRF). Sampel sebanyak 12 atlet laki-laki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bola Voli Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kadar asam laktat, yang mengindikasikan akumulasi akibat kelelahan. Pada parameter kinematika, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada sudut ankle, knee, dan hip, meskipun terjadi perubahan. Namun, jump height menunjukkan penurunan signifikan, menunjukkan bahwa kelelahan mempengaruhi kemampuan lompatan. Selain itu, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kelelahan dan perubahan parameter kinematika lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelelahan otot lower body berdampak signifikan pada performa jump height, namun tidak mempengaruhi sudut tubuh selama fase take off teknik jump spike. Penelitian ini menyarankan pentingnya pengelolaan kelelahan otot untuk menjaga performa jump spike. Pelatih dan atlet harus fokus pada pemulihan dan penguatan lower body. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa meskipun sudut tubuh tidak terpengaruh, penurunan jump height dapat mengurangi efektivitas permainan, sehingga latihan daya tahan dan teknik lompatan perlu ditingkatkan.
PENGARUH SMALL SIDED GAMES TERHADAP POSTUR TUBUH DAN INDEKS MASSA TUBUH ATLET SEPAK BOLA Syarif, Sabrina Aisha; Imanudin, Iman; Zaky, Mohammad; Fadli, Muhamad
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i1.30035

Abstract

Small Sided Games (SSG) adalah metode latihan yang populer dalam olahraga sepak bola karena dapat mengintegrasikan aspek fisik, teknis, dan taktis dalam kondisi latihan yang menyerupai pertandingan. Metode ini memiliki potensi untuk memengaruhi postur tubuh dan Indeks Massa Tubuh (IMT) atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak SSG dengan tiga pola latihan interval, mix, dan piramid terhadap perubahan IMT atlet sepak bola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan interval memberikan efek yang paling konsisten dalam meningkatkan IMT, sedangkan latihan mix menghasilkan hasil yang lebih bervariasi, dan latihan piramid cenderung menunjukkan stabilitas. Temuan ini menegaskan bahwa intensitas dan struktur latihan memainkan peran penting dalam memengaruhi adaptasi fisik. Latihan interval dapat meningkatkan metabolisme dan komposisi tubuh secara efektif, sementara metode mix dan piramid lebih cocok untuk tujuan yang berbeda, seperti pemulihan atau pengembangan kapasitas aerobik. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya memilih metode latihan yang sesuai dengan tujuan spesifik atlet dan perlunya pemantauan individual untuk mengoptimalkan hasil. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung pengembangan program latihan berbasis bukti untuk meningkatkan performa atlet sepak bola.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MAHASISWA BERJALAN KAKI DIKAJI DARI SISI KEBUGARAN JASMANI Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Bin Seh Abubakar, Sayid Fariz
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.23296

Abstract

Rendahnya kebiasaan berjalan kaki pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh tingkat kebugaran jasmani, di mana mahasiswa dengan kebugaran jasmani yang rendah cenderung memiliki motivasi dan kapasitas fisik yang lebih rendah untuk melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang mempengaruhi rendahnya minat mahasiswa dalam berjalan kaki. Latar belakang dalam penelitian ini adalah banyaknya antrian mahasiswa ketika akan menaiki lift, banyaknya mahaiswa dalam menggunakan kendaraan dibandingkan berjalan kaki. Populasi dalam penelitian ini adalah mahaiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Muhammadiyah Semarang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel mahasiswa angkatan 2023 sebanyak 19 mahasiswa. Metode dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, instrumen penelitian yang digunakan menggunakan tes lari cooper untuk mengukur daya tahan dan wall sit untuk mengukur kekuatan otot tungkai. Analisa data yang digunakan berupa mengklasifikasikan hasil penelitian. Hasilnya, rata-rata daya tahan mahasiswa Ilmu Keolahragaan masuk dalam kategori dibawah rata-rata dan rata-rata kekuatan otot tungkai masuk dalam kategori rata-rata. Kesimpulannya, rendah minat mahasiswa untuk berjalan kaki menaiki anak tangga salah satunya dipengaruhi oleh daya tahan yang dibawah rata-rata dan kekuatan otot tungkai sehingga dibutuhkan peningkatan kondisi fisik untuk menunjang kegiatan sehari hari dan peningkatan prestasi.
HUBUNGAN ANTARA ANTROPOMETRI, PANJANG TUNGKAI, DAN POWER OTOT TUNGKAI TERHADAP LOMPATAN START RENANG Rahmaningrum, Yulinda Putri; Irawan, Fajar Awang
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.30984

Abstract

Start renang merupakan bagian awal perlombaan, awalan yang baik dapat mempengaruhi hasil perlombaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan, tinggi badan, panjang tungkai, dan power otot tungkai terhadap panjang lompatan start renang pada atlet klub Tirta Tunggal Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel terdiri dari 15 atlet putra dan putri klub renang Tirta Tunggal Kota Semarang yang memenuhi kriteria kesehatan baik, mengikuti program latihan, dan berada pada kelompok usia III, IV, dan V. Pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan panjang tungkai) dilakukan dengan timbangan digital, stadiometer, dan meteran kain, sementara power otot tungkai diukur dengan tes vertikal jump. Panjang lompatan start renang dianalisis menggunakan software Kinovea 0.9.5 dan teknik analisis data dengan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menemukan bahwa korelasi antara berat badan dengan panjang lompatan lemah, korelasi antara tinggi badan dengan panjang lompatan sedang, korelasi antara panjang tungkai dengan panjang lompatan kuat, dan korelasi antara power otot tungkai dengan panjang lompatan lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa panjang tungkai memiliki hubungan paling kuat dengan panjang lompatan start renang. Faktor antropometri dan kondisi fisik yang baik, disertai dengan teknik start yang tepat, dapat meningkatkan performa lompatan atlet. Rekomendasi bagi atlet dapat memperkuat teknik start melalui latihan intensif, dan pelatih fokus pada pengembangan power otot tungkai dalam sesi latihan.
STRATEGI MANAJEMEN PELATIHAN ATLET PETANQUE DALAM PERSIAPAN UNTUK MINGGU OLAHRAGA PROVINSI TAHUN 2025 Panjiantariksa, Yusuf; Setyadi, Fantas; Irfan, Mohammad; Wili, Neysha Sarita
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.32818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi manajemen pelatihan yang efektif bagi atlet petanque di Kabupaten Magetan dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga dari Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Magetan. Penelitian ini menyoroti pentingnya program pelatihan yang terstruktur, kepemimpinan yang efektif, dan manajemen sumber daya dalam meningkatkan prestasi atlet. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan fasilitas pelatihan, kurangnya pelatih yang berkualifikasi, dukungan psikologis yang tidak memadai, dan penjadwalan yang tidak konsisten, yang secara kolektif berdampak pada perkembangan atlet. Temuan penelitian menekankan bahwa manajemen pelatihan yang sukses memerlukan pendekatan holistik, yang mengintegrasikan pelatihan fisik, keterampilan taktis, dan persiapan psikologis. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kerangka kerja pelatihan yang komprehensif yang menggabungkan perencanaan berbasis kinerja, periodisasi yang selaras dengan kalender kompetisi, dan proses evaluasi rutin. Selain itu, pelibatan psikolog olahraga dan peningkatan pelatihan pelatih disarankan untuk meningkatkan ketahanan mental dan motivasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi manajer, pelatih, dan atlet di Kabupaten Magetan, yang dapat meningkatkan kinerja petanque dan berkontribusi pada bidang manajemen olahraga yang lebih luas. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya menangani sumber daya berwujud dan faktor tidak berwujud, seperti motivasi atlet dan dukungan masyarakat, untuk mengoptimalkan keberhasilan dalam lingkungan yang kompetitif.
PENGARUH GERAK DASAR, AKTIVITAS FISIK, DAN MOTIVASI TERHADAP DURASI MAIN GAME SISWA Ramadan, Gilang
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33465

Abstract

Pengaruh keterampilan gerakan dasar, aktivitas fisik, dan motivasi berolahraga terhadap pengurangan durasi bermain video game pada siswa Sekolah Dasar Studi ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keterampilan gerakan dasar, aktivitas fisik, dan motivasi berolahraga terhadap pengurangan durasi bermain video game pada siswa sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif menggunakan teknik analisis jalur dan korelasi diterapkan untuk menganalisis hubungan antara variabel independen (keterampilan gerakan dasar, aktivitas fisik, dan motivasi berolahraga) dan variabel dependen (pengurangan durasi bermain video game). Data dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas fisik dan tes keterampilan fisik, termasuk tes lari 30 meter, sit-and-reach, dan tes menangkap bola. Hasilnya menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara keterampilan gerakan dasar, aktivitas fisik, motivasi untuk berolahraga, dan pengurangan waktu bermain video game. Antara ketiga hal tersebut, keterampilan gerakan dasar memiliki korelasi terkuat, diikuti oleh aktivitas fisik dan motivasi untuk berolahraga. Temuan ini menunjukkan bahwa meningkatkan keterampilan motorik anak, meningkatkan partisipasi dalam aktivitas fisik, dan meningkatkan motivasi untuk berolahraga dapat secara efektif mengurangi ketergantungan mereka pada video game. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi yang berfokus pada peningkatan keterampilan motorik, promosi aktivitas fisik, dan penguatan motivasi berolahraga sangat penting untuk mengurangi kecanduan video game pada anak-anak. Implikasi dari temuan ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan program aktivitas fisik dalam kurikulum sekolah serta keterlibatan orang tua dalam mendukung kebiasaan hidup sehat pada anak-anak.
PENGARUH LATIHAN SAQ BERBANTUAN LADDER DRILL TERHADAP KECEPATAN DAN KELINCAHAN ATLET TAEKWONDO PEMULA Darma Yanthi, I Gusti Ayu Agung; Adinata Kusuma, Ketut Chandra; Kardiawan, I Kadek Happy; Suratmin, Suratmin; Darmawan, Gede Eka Budi
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33364

Abstract

Kemampuan kecepatan dan kelincahan merupakan komponen penting dalam olahraga Taekwondo, terutama bagi atlet usia dini yang sedang berada dalam masa perkembangan motorik. Salah satu metode yang efektif untuk mengembangkan kecepatan dan kelincahan atlet adalah latihan SAQ (Speed, Agility, and Quickness) berbantuan ladder drill. Tujuan dari penelitian ini adalah untk mengkaji sejauh mana pengaruh Latihan SAQ (Speed, Agilty and Quickness) berbantuan ladder drill terhadap kemampuan kecepatan dan kelincahan atlet pemula usia 10-12 tahun di Dojang Gamarga Taekwondo Club. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental menggunakan model one group pretest dan posttest. Dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 14 atlet dari populasi atlet pemula sebanyak 20 atlet dalam rentang usia 10-12 tahun dilibatkan sebagai sampel penelitian. Berdasarkan hasil analisis statistik, variabel kecepatan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 0.05 mengindikasian pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa latihan SAQ berbantuan ladder drill dapat digunakan sebagai metode latihan efektif untuk meningkatkan kecepatan dan kelincahan atlet pemula. Dengan itu disarankan kepada pelatih untuk menjadikan latihan ini sebagai bagian dari program latihan dasar guna menunjang perkembangan kemampuan fisik atlet sejak usia dini.

Page 9 of 11 | Total Record : 106