cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PERENCANAAN STRUKTUR BENDUNGAN DI DAERAH RAWAN GEMPA GUNARSO GUNARSO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam perencanaan segala bentuk bangunan yang kaitannya dengan pekerjaan teknik Sipil maka perlu adanya perencanaan Gempa yang mendetail, baik itu struktur bangunan Gedung ataupun bendungan,terutama struktur yang terletak  didaerah rawan gempa, Sebagai contoh untuk analisanya didasarkan apa yang ditulis oleh Dr.HB.Seed dalam journal Soil Mechanics and Foundation Division dari ASCE terbitan Mei 1966 dengan judul The Seismic Coefficient in Earth Dam Design. Pada prinsipnya koefisien gempanya dibuat tidak merata dari pondasi hingga puncak bendungan.Dari mulai kecil hingga ke puncak bendungan semakin besar. Selanjutnya Ministry of Construction Jepang juga mengeluarkan suatu prosedur untuk menganalisa stabilitas bendungan yang lebih mendetail, dengan dasar pemilihan koefisien yang berubah dari puncak bendungan hingga ke pondasinya,Bahkan type bendungan Rockfill, sudut geser dalam untuk material rockfillnya juga dihitung berubah secara non linier dari atas kebawah tergantung dari besarnya tegangan normalnya. Atas dasar prinsip diatas akan diperoleh lereng bendungan yang tidak terlalu landai, sehingga biaya pembangunannya menjadi lebih ekonomis dengan kestabilan yang cukup memadai.  
KETAHANAN ELEMEN STRUKTUR TERHADAP KEBAKARAN Kusdiman Joko Priyanto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan bencana yang dapat terjadi setiap saat dan kapan saja. Banyak bangunan telah mengalami kebakaran karena berbagai sebab, antara lain akibat hubungan arus pendek, ledakan gas, sambaran petir dan sebagainya. Berbagai fenomena yang ada ketika kebakaran terjadi, diketahui adanya beberapa hal antara lain keganasan api, pemindahan panas, penjalaran api dan pengaruhnya terhadap suatu elemen struktur. Sehingga dengan diketahui fenomena tersebut dapat diupayakan agar elemen struktur tahan terhadap bahaya panas dan api. Upaya yang dilakukan dengan cara memberikan perlindungan terhadap elemen struktur, melakukan sistem perancangan struktur yang tepat, dan peningkatan kwalitas bahan struktur yang dipakai.
“ANALISIS KAPASITAS DAN KARAKTERISTIK PARKIR KENDARAAN DI LOKASI PERBELANJAAN” (Studi Kasus Surakarta Grand Mall Surakarta) Sumina Sumina
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosial dan ekonomi di kota Surakarta mengalami peningkatan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Disamping itu kota Surakarta juga merupakan kota perdagangan yang berfungsi sebagai distribusi barang dan jasa untuk kebutuhan daerah-daerah sekitarnya, sehingga perlu dibangun fasilitas-fasilitas pendukung seperti pusat perbelanjaan yang memadai. Salah satu dampak dari adanya pembangunan pusat perbelanjaan adalah perlu ada sarana parkir yang memadai. Hal ini perlu diperhatikan, mengingat keberadaan suatu pusat kegiatan harus seminimal mungkin menimbulkan gangguan pada arus lalu lintas di sekelilingnya. Khususnya di pusat perdagangan solo Grand mall sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar dan terkemuka di kota Surakarta sangat memerlukan fasilitas parkir bagi para pengunjung. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk mengetahui karakteristik parkir dan menganalisa kebutuhan ruang parkir di pusat perbelnjaan Solo Grand Mal. Tingkat turnover parkir mobil penumpang tertinggi 4,77 terjadi pada hari Minggu, Durasi parkir untuk mobil penumpang tidak sama, rata-rata tertinggi terjadi pada hari Minggu tanggal 25 Mei 2008 yaitu 89,20 menit, dan terendah terjadi pada hari Rabu tanggal 21 Mei 2008 dengan rata-rata durasi parkir 66,28 menit. Akumulasi maksimum untuk mobil penumpang adalah sebanyak 311 kendaraan, dan ruang parkir yang tersedia adalah sebanyak 344 kendaraan, dengan demikian ruang parkir untuk mobil di Surakarta Grand mall masih memenuhi standar kebutuhan ruang parkir untuk pusat perdagangan. Luas areal parkir yang dibutuhkan seluas 3887,5 m2, sedangkan luas areal parkir tersedia 9472 m2, dengan demikian areal parkir untuk mobil di Surakarta Grand mall juga masih memenuhi standar kebutuhan parkir untuk pusat perdagangan.
PERANAN KONSTRUKSI PELINDUNG TEBING DAN DASAR SUNGAI PADA PERBAIKAN ALUR SUNGAI Yuliman Ziliwu
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Defenisi dari siklus hidrolologi yaitu hujan yang turun ke permukaan tanah, sebagian ada yang meresap kedalam tanah (infiltrasi), sebagian lagi mengalir dipermukaan bumi (run off). Sebagian air hujan yang mengalir di atas permukaan bumi karena grafitasi akan mengalir ke tempat-tempat yang lebih rendah seperti sungai dan akhirnya bermuara ke laut, air yang ada diatas permukaan tanah, air sungai dan air laut sebagian menguap (evaporasi). Aliran sungai dalam perjalanannya ke hilir akan bertemu dengan banyak sungai yang mana di daerah dataran rendah secara berangsur-angsur tubuh sungai menjadi semakin lebar. Pada awalnya sungai merupakan saluran drainase alamiah, akan tetapi dengan adanya air yang mengalir di dalamnya. Untuk di daerah pegunungan alur sungainya terjal dan kemiringan tebingnya juga terjal sehingga aliran sungai ini menggerus tanah dasarnya secara terus menerus sepanjang masa existensinya dan terbentuklah lembah-lembah sungai. Peranan konstruksi pelindung tebing dan dasar sungai adalah pembangunan sistim pengamanan banjir dan memperlancar lalu lintas sungai. Konstruksi pelindung tebing dan dasar sungai yang dapat digunakan adalah : Tanggul, konstruksi krip dan ambang (ground sill).
KAJIAN PELESTARIAN RUANG PUBLIK LINGKUNGAN LAWEYAN SURAKARTA DANARTI DANARTI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan Laweyan Surakarta dengan kehidupan masyarakatnya menjadi bagian yang melengkapi perkembangan kota. Suatu lingkungan dengan pola kehidupan yang khas diharapkan mampu mempertahankan jatidirinya di tengah perkotaan yang selalu mengalami perubahan-perubahan karena tuntutan kebutuhannya. Kajian tentang Pelestarian Ruang Publik di Laweyan Surakarta bertujuan untuk memperoleh gambaran dan makna signifikan tentang bentuk ruang publik, agar dalam kegiatan pelestariannnya tidak menjadikan asing penghuninya. Dari latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian yaitu mengungkapkan tentang makna pengaruh-pengaruh sosial budaya masyarakat terhadap morfologi lingkungan untuk melestarikan lingkungan dan menjaga agar tempat-tempat yang menarik dapat dipakai tidak dihancurkan atau diubah dengan cara yang kurang sesuai. Salah satu bentuk pelestarian adalah konservasi yang mempunyai pengertian melestarikan apa yang ada sekarang dan mengarahkan perkembangan ke masa depan. Pelestarian tersebut digunakan untuk menjaga agar tempat-tempat tempat-tempat yang menarik dapat dipakai tidak dihancurkan atau diubah dengan cara yang kurang sesuai. Dari pembahasan terungkap bahwa faktor-faktor sosial budaya di Lawayan Surakarta yaitu tingginya privacy yaitu kehidupan individu yang tidak ingin diganggu oleh orang yang tidak dikenal menyebabkan morfologi lingkungan menjadi ajeg, sehingga timbul konservasi /pelestarian dari masyarakatnya sendiri. Hasil dari interaksi faktor-faktor sosial masyarakat pelindung privacy dan sebagai ciri khas dari lingkungan yang tertutup. Merupakan fungsi ruang publik pada lingkungan pemukiman yang ada di Laweyan karena interaksi sosial budaya masyaraka banyak dilakukan didalam tembok bangunan, sehingga ruang publik menjadi tempat untuk penuntun manusia dari satu tempat ke tempat lain. Dalam kegiatan pelestarian lingkungan diharapkan tetap mempertahankan bangunan-bangunan yang sudah ada sesuai fungsi semula dan menambah fungsi baru dengan tidak merusak yang telah ada. Upaya mengantisipasi perkembangan kota, maka penambahan bangunan pada wawasan guna menunjang kehidupan lingkungannya diharapkan tidak menggusur tempat tinggal dan ruang publik yang ada, dengan harapan dapat mempertahankan identidas Laweyan sebagai lingkungan yang dikonservasi.
PERMASALAHAN SANITASI DALAM BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT TINGGI Djoko Pratikto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan karya seorang arsitek/perancang bangunan tidak hanya tergantung dari keindahan tampilan fisik secara estetika saja, namun lebih banyak disebabkan oleh faktor kenyamanan, faktor fungisional serta faktor kelengkapan bangunan didalam pelayanan terhadap gedung tersebut. Faktor kenyamanan serta kelengkapan bangunan dalam melayani penghuninya ini sering tidak sesuai dengan yang tidak diharapkan oleh penghuninya. Banyak sekali permasalahan yang timbul berkaitan dengan kenyamanan akibat kurang sempurnanya pemasangan kelengkapan/utility bangunan, salah satu diantaranya adalah permasalahan sanitasi bangunan gedung. Permasalahan sanitasi  ini banyak sekali terjadi pada bangunan tingkat tinggi. Keluhan yang dirasakan oleh para penghuni bangunan tingkat tinggi antara lain berupa macetnya saluran air (bersih dan kotor), timbul polusi bau. Kedua problema tersebut memungkinkan penghuni gedung ini menjadi tidak betah untuk tinggal dalam gedung tesebut. Pada penelitian ini akan dicari penyebab dari permasalahan yang timbul (macet saluran dan bau tidak enak), melalui pendekatan permasalahan yang ada dan menarik ke belakang proses pembangunan gedung bertingkat tinggi, yaitu mulai dari perancangan proses perancangan, pelaksanaan pembangunan sampai gedung sudah berfungsi (ditempati). Dalam pembahasan mengacu pada tingkat tinggi yang tidak mengalami permasalahan sanitasi. Hasil penelitian berupa kesimpulan dari pemecahan masalah yang didapat anilitis yang telah dilakukan, yaitu berupa perancangan sistem sanitasi pada bangunan tinggi yang tepat dan benar sampai pada proses pemasangan, sehingga problema tersebut tidak akan terjadi.
KONSERVASI BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KERATON KASUNANAN SURAKARTA ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi merupakan istilah yang menjadi payung dari semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan internasional yang telah dirumuskan dalam Piagam Burra tahun 1981 ‘ The Burra  Charter of the concervation of cultural Sicnificate ‘. istilah-istilah dasar yang disepakati dalam piagam Burra antara lain : Konservasi,  Preservasi, Restorasi, Rehabilitasi, Adaptasi/Revilatasi, Domisili. Sedangkan kriteria dan motivasi konservasi menurut Catanese, AJ dan Snyder, JC(1979) adalah estetika, Kejamakan, Kelangkaan, peranan sejarah serta memperkuat kawasan didekatnya. Lingkup konservasi dalam suatu lingkungan kota, obyek dan lingkungan konservasi digolongkan dalam luasan : satuan areal, satuan pandangan/ visual/ landscape, satuan fisik/ berwujud bangunan, tentang bentang alam. Pendekatan Adaptiv Reus (Adaptiv Reus an Apporch), merupakan pendekatan pelestarian ditinjau dari peruangan (Caries C, Ramalaksmi, 1955). Lingkungan Keraton Surakarta terdapat elemen-elemen ruang sebagai pembentuk lingkungan keseluruhan keraton yang mempunyai nilai historis, estetika, kejamahan, kelangkaan dan memperkuat lingkungan. Dari sini akan terungkap bahwa dari elemen-elemen ruang di lingkungan Keraton Surakarta secara arsitektur mempunyai nilai sejarah, nilai viston, stop, land mark, edge, tress of town space, space lier, the traditional economic bace.
UPAYA PERLINDUNGAN TERHADAP AIR TANAH DARI KERUSAKAN SEBAGAI DAMPAK PENGEMBANGAN PEMUKIMAN (Studi Kasus di Kabupaten Sukoharjo Sriyono Sriyono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas peraturan perlindungan air tahan terhadap dampak pengembangan permukiman masalah apa yang terjadi dan pola perlindungan yang telah ada adapat dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah upaya perlindungan sember air bawah tanah terhadap dampak pengembangan permukiman di Kabupaten Sukoharjo merupakan masalah-masalah apa yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan pemukiman, upaya-upaya apakah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, dalam rangka mengembangkan pola perlindungan hukum yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif abstrak indikatif. Pendekatan yang dilakukan adalah yuridis empirisatau yuridis sosiologis. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sukoharjo. Areal permukiman yang diteliti dipilih secara “purposive”. Responden penelitian dipilih secara “non probability”. Responden diambil dari pengembang, masyarakat penghuni, aparat yang terkait. Data priper diperoleh dengan mempergunakan “content identification”. Analisis data secara kualitatif yaitu dengan model analisis interaltif. Hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan temuan bahwa pada pola perlindungan sumber air bawah tanah dari kerusakan sebagai dampak dari pengembangan permukiman di Kabupaten Sukoharjo sudah dapat memberi hasil yang efektif. Dair data penelitian ini karena pengembangan permukiman dilakukan tidak pada daerah tangkapan hujan, ruang terbuka yang tersedia. Luas lahan yang dikembangkan masih memenuhi persyaratan yaitu lebih dari 40% penggunaan sumber air tanah oleh penghuni permukiman masih sangat terbatas. Masalah-maslah yang ditemukan antara lain belum lengkap peraturan perundangan yang diperlukan, belum ada kelembagaan yang secara khusus menangani perijinan dan pengawasan, fasilitas jalan permukiman berupa aspal sehingga tidak memberi efek resapan air, koefisien dasar bangunan yang melebihi standart karena belum adanya fasilitas sumur resapan masih kurangnya pemahaman tentang pengaturan arti penting sumber air bawah tanah. Pola perlindungan yang perlu dikembangkan berupa penyusunan Peraturan Daerah yang mencakup perijinan tentang pembangunan permukiman baru dan perijinan penggunaan/eksploitasi air tanah. Disamping itu, diperlukan pembentukan suatu kelembagaan yang terintregasi yang melibatkan instansi teknis terkait lainnya di bidang perijinan dan pengawasan terhadap eksploitasi air tanah. Dari hasil pembahasan didapat saran berupa perlu dilakukan penelitian labih lanjut pada berbagai daerah lain untuk digunakan sebagai perbandingan dalam rangka merumuskan pola perlindungan hukum yang lebih tepat terhadap air tanah dari kerusakan akibat pengembangan permukiman.
APLIKASI METODE ELEMEN HINGGA DALAM ANALISIS KASUS ALIRAN PANAS TRANSIER LINEAR PADA STRUKTUR RANGKA BATANG BIDANG Sri Haryono; Slamet Widodo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembebanan mekanik yang disertai peristiwa perpindahan panas merupakan masalah yang sering dijumpai di bidang teknik sipil sehingga diperlukan cara analisis yang dapat menyelesaikannya, salah satu cara numeris yang dapat digunakan adalah metode elemen hingga. Formulasi elemen hingga yang diperlukan meliputi matriks konduktansi, matrik kapasitan, matrik kekakuan struktur, serta vektor gaya, sedangkan sistem persamaannya dibentuk dengan metoda Crank-Nicholson. Dalam makalah ini juga disajikan algoritma analisis kasus aliran panas transien linier pada struktur rangka batang dua demensi dengan metoda elemen hingga. Formulasi elemen hingga yang terbentuk menunjukkan bahwa parameter-parameter yang berpengaruh dalam peristiwa aliran panas transien linier pada struktur rangka batang bidang yang menyebabkan timbulnya tegangan termal, meliputi konduktivitas bahan , panas jenis, massa jenis, luas tampang batang, keliling penampang, panjang elemen, sumber panas, suhu lingkungan, koefisien konveksi serta lama waktu perpindahan panas.
KAJIAN DIAGNOSIS DETERIORATION PADA STRUKTUR BETON Sri Haryono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas bahan beton, jenis , dan metode konstruksi terus berkembang variatif. Secara bersamaan, pemahaman tentang perilaku kimiawi dan kinerja beton mengalami peningkatan yang cukup baik. Suatu kenyataan bahwa disamping kelebihan yang dimilki oleh struktur beton, perlu difahami adanya suatu  fakta yang tidak dapat dihindari bahwa semua struktur beton akan mengalami kemunduran kualitas (kerusakan) dengan berjalannya waktu. Selama waktu layannya struktur bangunan beton dapat mengalami kemunduran mutu, kemunduran beton akan dipengaruhi oleh banyak faktor. baik oleh sebab-sebab dalam diri bangunan itu sendiri maupun akibat perubahan lingkungan di sekitarnya. Kemunduran kualitas akan mengubah kinerja dan penampilan struktur, yang dapat mempengaruhi perilaku di bawah kondisi beban kerja normal yang berpengaruh terhadap keselamatan struktural. Penyebab kemunduran harus diidentifikasi secara teliti sehingga strategi perbaikan yang tepat dapat ditentukan. Perbaikan dengan cara hanya melapisi permukaan beton yang mengalami kerusakan sudah tidak dapat direkomendir dan tidak dapat diterima lagi. Keputusan yang akurat sekarang hanya dapat dibuat, didasarkan pada penelitian yang tepat dan dengan melakukan diagnosis deterioration beton.

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 30 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 29 No. 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 29 No. 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue