cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PENGARUH KINERJA PERSIMPANGAN TERHADAP PROSES PEMILIHAN RUTE PADA JARINGAN JALAN PERKOTAAN Wiradat Anindito
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan lalu lintas yang begitu cepat di Indonesia khususnya di daerah perkotaan perlu dimbangi dengan perbaikan kinerja prasarana lalu lintas seperti perbaikan jalan dan perbaikan persimpangan. Tundaan yang besar pada suatu persimpangan menyebabkan orang enggan untuk melewati persimpangan tersebut dan memilih melewati rule yang lain, sehingga lokasi kemacetan menjadi lebih menyebar. Dalam perencanaan transportasi, pemodelan jaringan jalan sangat membatu dalam menganalisis kinerja suatu jaringan jalan. Sering dalam pemodelan jaringan jalan khususnya di perkotaan suatu persimpangan dianggap berupa suatu titik padahal di persimpangan tersebut terdapat banyak pergerakan yang tiap-tiap pergerakan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. IHCM 1997, menyatakan bahwa kapasitas dan kinerja sistem jaringan jalan pada suatu kota sangat tergantung pada kinerja persimpangan, bukannya kinerja segmen jalan antar persimpangan. Dalam tulisan ini akan dibahas seberapa jauh pengaruh kinerja suatu persimpangan terhadap proses pemilihan rule pada jaringan jalan -yang berdampak pada kebutuhan akan perbaikan jaringan jalan.
PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN TERHADAP KEMAMPUAN MENAHAN PANAS PADA RUMAH TINGGAL DI PERUMAHAN WONOREJO SURAKARTA Abito Bamban Yuuwono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientasi Bangunan untuk daerah tropis lembab seperti di Indonesia pada dasarnya lebih ditujukan guna mendapatkan suatu posisi yang baik terhadap garis edar matahari, hal ini berkaitan dengan masalah pengantisipasian terhadap radiasi sinar matahari yang cukup tinggi. Namun dalam perkembangannya saat ini orientasi bangunan lebih ditujukan pada hal-hal lain yang dianggap lebih penting, antara lain guna memenuhi tuntutan fungsi bangunan maupun tuntutan filosofis tertentu. Rumah tinggal adalah bangunan dengan tingkat pemakaian yang relatif lebih tinggi dibandingkan jenis bangunan lainnya, sehingga adanya pembangunan rumah tinggal terutama di kawasan-kawasan perumahan dengan orientasi yang sangat bervariatif ini sangat menarik untuk diteliti, guna mengetahui seberapa besar pengaruh orientasi bangunan terhadap tingkat kemampuan dalam menahan panas. Obyek penelitian adalah pada rumah-rumah dikawasan perumahan Wonorejo Surakarta, dimana pada perumahan ini terdapat arah orientasi yang sangat bervariatif pada type-type rumah yang sama. Analisis penelitian ini menggunakan mutu kualitatif yang didapatkan dari data-data kuantitatif yang didapatkan dari hasil pengamatan dan pengukuran terhadap perubahan temperature dan kelembaban pada masing-masing arah orientasi bangunan yang kemudian diperbandingkan guna mendapatkan arah orientasi yang paling baik. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa arah orientasi bangunan yang mengarah ke selatan memiliki kemampuan yang paling baik dalam menahan panas.
PENGARUH TANDA PADA WAJAH ARSITEKTUR KOTA SURAKARTA Kasus: Jalan Slamet Riyadi DJUMIKO DJUMIKO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanda merupakan  suatu tulisan, gambar, lambang, bendera, atau sesuatu gambar. Fungsi tanda digunakan  sebagai alat komunikasi  antara subyek dengan obyek sehingga pengamat (subyek) akan mengenal secara keseluruhan makna tanda tersebut. Dengan adanya bermacam-macam tanda yang  berupa tulisan, gambar, lambang, bendera, yang digunakan pada suatu lingkungan/ kawasan tertentu akan mempengaruhi kondisi visual.  Lingkungan/ kawasan dapat menjadi lebih indah dan menarik, tetapi dapat juga menjadi lebih buruk artinya  terjadi kekacauan visual. Dengan melakukan observasi dan analisis  di kota Surakarta khususnya di jalan Slamet Riyadi, dihasilkan pengaruh tanda pada wajah arsitektural sebagai berikut : Tanda yang berfungsi untuk nama jalan, rambu-rambu lalu lintas, petunjuk jalan sudah cukup baik. Tanda untuk nama bangunan baik berupa papan nama berdidiri sendiri, menyatu dengan pagar, maupun menyatu dengan bangunan sudah cukup baik. Tanda untuk iklan yang berupa papan iklan yang berdiri sendiri/billboard perlu didesain ulang karena menutup pandangan,  maupun yang menyatu dengan bangunan ada beberapa  yang perlu ditata kembali sebab menutupi tampak bangunan.
KAJIAN PENGGUNAAN NONLINIEAR STATIC PUSHOVER ANALYSIS DENGAN METODA ATC-40, FEMA 356, FEMA 440 DAN PERILAKU SEISMIK INELASTIC TIME HISTORY ANALYSIS UNTUK EVALUASI KINERJA STRUKTUR BANGUNAN PASCA GEMPA SRI HARYONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejauh ini, sudah banyak dilakukan penelitian yang membandingkan antara analisis statik non-linear pushover dengan analisis dinamik non-linear riwayat waktu di dalam meramalkan perilaku seismik suatu bangunan, baik secara dua dimensi maupun tiga dimensi, dengan beban gempa satu arah maupun dua arah, dan dengan berbagai macam bentuk struktur. Kesemuanya memberikan kesimpulan bahwa analisis pushover dapat meramalkan perilaku seismic suatu bangunan dengan cukup baik. Beberapa penelitian sebelumnya  menunjukkan bahwa, untuk mengetahui kinerja struktur dapat dilakukan dengan analisa nonlinear riwayat waktu (Non-linear Response History Analysis, NL-RHA). Dari beberapa cara analisis statik nonlinier yang telah diusulkan, yang paling populer pada saat ini adalah cara Capacity Spectrum Method (CSM), atau lebih dikenal sebagai static pushover analysis. Static pushover analysis ini kemudian dikembangkan untuk meningkatkan pushover (Capacity Spectrum Method) dengan mengikutkan kontribusi mode yang lebih tinggi untuk seismic demands yang lazim disebut dengan Modal Pushover Analysis (MPA). Data output yang dipakai untuk membandingkan kedua analisis di atas adalah kurva kapasitas, posisi sendi plastis, besar drift maksimum, dan evaluasi tingkat kinerja struktur.
PENGARUH RENCANA ANGGARAN & BIAYA PEMBANGUNAN PADA DESAIN ARSITEKTUR KANTOR KECAMATAN KARTASURA DJOKO PRATIKTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu karya desain Arsitektur akan menjadi khayalan belaka dalam bentuk gambar rencana apabila desain tersebut tidak direalisasikan dalam suatu pelaksanaan pembangunan. Realisasi pelaksanaan pembangunan akan dapat diwujudkan apabila desain Arsitektur ini dilengkapi dengan Rencana Teknis Pelaksanaan (Detail Engineriing Desaign/DED), yang meliputi, gambar rencana detail arsitektur, rencana struktur/konstrusi dan perhitungannya,rencana jaringan utilitas (ME), rencana kerja dan syarat-syarat(RKS), , rencana dan anggaran biaya pelaksanaan (RAB) yang secara keseluruhan diatur dalam suatu kontrak kerja. Dalam proses pelaksanaan pembangunan gedung faktor utama untuk dapat menyelesaikannya adalah tersedia dana atau biaya pelaksanaan pembangunan. Biaya yang diperlukan untuk mewujudkan bangunan sampai pada bangunan ini berfungsi yaitu melalui proses perhitungan anggaran  yang disebut Rencana Anggaran dan Biaya pelaksanaan pembangunan (RAB). Perhitungan RAB diperlukan ontuk mengetahui besarnya biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu bangunan, begitu pula RAB berfungsi untuk mengatur aliran dana atau cash flow dalam proses kegiatan pelaksanaan pembangunan. Dasar untuk menhitung RAB adalah, macam dan jenis pekerjaan, besarnya volume pekerjaan dan bahan yang mengacu pada desain bangunan yang terkait dengan luas bangunan dan keinnginan pemilik bangunan. Namun keinginan pemilik bangunan ini kadang-kadang tidak sejalan dengan dana yang disediakan Keterbatasan dana ini yang sering mempengaruhi desain arsitektur yang dalam prosesnya selalu mengalami perubahan karena harus menyesuaikan dana yang ada. Rencana pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Kartosuro diambil sebagai sample kajian dalam pembahasan ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perhitungan RAB dalam desain Arsitektur Grdung Kantor Kecematan Kartosuro.
HARGA RUMAH SEDERHANA SEHAT TIPE 36/90 DAN PERHITUNGAN INDEKS KEMAHALAN KONSTRUKSI DI 33 KOTA/ PROPINSI Djumiko Djumiko
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah  layak huni merupakan hak dasar bagi warga negara.  Tetapi bagi masyarakat berpengahsilan rendah (MBR) tidak mudah untuk mewujudkannya. Hal ini disebabkan daya beli masyarakat menurun salah satunya akibat dari kenaikan harga bahan bangunan, menyebabkan kebutuhan akan rumah menjadi menurun/berkurang Untuk membantu MBR dalam memenuhi kebutuhan rumah yang layak dengan harga yang terjangkau maka diperlukan suatu gambaran mengenai  harga  Rumah Sederhana Sehat sesuai dengan kondisi kota/ propinsi masing-masing.. Tipe Rumah Sederhana Sehat  yang akan dianalisis adalah tipe 36/90, setiap macam/ jenis Rumah Sederhana Sehat dihitung harganya dan besarnya Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK). Dari analisis yang telah dilakukan dihasilkan harga   Rumah Sederhana Sehat  di 33 kota/ propinsi sangat bervariasi, demikian juga besarnya Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK).
PERILAKU PENGGUNA PADA SUB TERMINAL BUS TERBAN YOGYAKARTA Dwi Suci Sri Lestari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah kegagalan karya-karya Arsitektur Modern (sebenarnya hanya langgam Internasional), timbul upaya untuk menghubungkan antara perancangan arsitektur dengan ilmu-ilmu perilaku. Arsitek wajib mengerti kebutuhan calon pengguna karyanya, tidak hanya dari perilaku pengguna terkait kebutuhan fungsi ruang, melainkan perilaku secara lebih luas. Terkait hal itu, penulis menjumpai indikasi menonjol dalam Sub Terminal Bus Terban Yogyakarta  pada tahun 1999; yaitu hampir tidak terdapatnya calon penumpang bus masuk melalui pintu utama, melainkan menunggu dan menumpang bus pada jalur keluar bus. Dengan demikian tujuan penelitian untuk mengetahui penyebabnya dari perilaku pengguna. Metode penelitian: physical traces, place-centered mapping, bus-centered mapping serta wawancara dengan pengguna.  Hasil penelitian: aktivitas calon penumpang memilih bus pada jalur keluar bus, disebabkan oleh efektifitas waktu dan jarak, keamanan dan kenyamanan baik dalam menunggu dan memilih bus. Hal ini antara lain disebabkan oleh ketidak teraturan, ketidak amanan dan ketidak nyamanan dalam jalur masuk serta tempat tunggu
MANAJEMEN PEMELIHARAAN RUTIN DAN BERKALA JALAN LINGKAR (RING ROAD) (Studi Kasus : Jalan Lingkar/ring road Utara, Kabupaten Sragen) GATOT NURSETYO; M. TAUFIK YUNANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kualitas Jalan Lingkar perlu ditingkatkan dan dipelihara, agar selalu dalam kondisi baik, selama masa pelayanan. Permasalahan yang ada dalam usaha pemeliharaan jalan adalah keterbatasan sumber dana, sehingga diperlukan manajemen pemeliharaan jalan yang baik dan efisien. Agar jalan yang ada tetap berfungsi dengan baik, seperti halnya untuk jalan Lingkar utara Kabupaten Sragen yang kondisi lapis permukaannya mulai ada beberapa kerusakan. Dengan demikian tingkat layannya menurun, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menetapkan jenis penanganan yang sesuai serta menghitung berapa besar biaya yang diperlukan untuk menangani kerusakan tersebut. Yang digunakan dalam penilaian kerusakan dengan Metode Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten SK. No. 77/KPTS/Db/1990. Obyek penyusunan penelitian ini adalah studi kasus Jalan lingkar utara, Kabupaten Sragen. Panjang 9600 m, lebar 6,0 m (Sta.0+000  - 9+600) dengan jenis permukaan jalan lapis Hot Rollet Sheet (HRS). pemeriksaan dilakukan secara visual. Dari hasil penilaian diperoleh yaitu; total nilai rata-rata  = 10,3 kategori ringan. Jenis kerusakan lubang, legokan, retak-retak dan alur. Cara penanganan pelaksanaannya adalah pemeliharaan rutin dengan biaya total Rp.243.814.786,00 (dua ratus empat puluh tiga juta, delapan ratus empat belas ribu, tujuh ratus delapan puluh enam Rupiah).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI PERUMNAS MOJOSONGO SURAKARTA Danarti Karsono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan perumahan sederhana yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta adalah dengan melaksanakan pembangunan perumahan oleh Perumnas Mojosongo. Dengan dibangunnya perumahan sederhana bagi golongan masyarakat berpenghasilan menengah kebawah diharapkan masyarakat yang semula tinggal di perkampungan kumuh atau dari daerah permukiman lainnya, kemudian pindah ke permukiman baru yaitu Perumnas Mojosongo, maka akan mengalami suatu perubahan ekologi spasial. Berubahnya ekologi spasial dari suatu permukiman konvensional kesuatu permukiman baru ini diasumsikan akan mempengaruhi sikap masyarakat penghuninya. Penelitiam ini mengkaji tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di Perumnas Mojosongo Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi lingkungan social yang meliputi tingkat pendidikan, mata pencaharian dan kepemilikan rumah terhadap sikap masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di Perumnas Mojosongo Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian diskriptif kuantitatif yaitu penelitian terhadap suatu gejala yang terjadi dalam masyarakat yang actual pada saat sekarang, dengan mengumpulkan data, menyusun, mengklarifikasikan, menganalisa danpenginterpretasikan dalam bentuk suatu laporan. Hasil pembahasan adalah merupakan kesimpulanyang merumuskan bahwa sikap masyarakat dalam pengelolaan lingkungan merupakan kemampuan masing-masing pribadi anggota masyarakat, dalam hal ini sikap masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dipengaruhi olehfaktor kondisi lingkungan sosial dan lingkungan ekonomi.  
Transformasi Permukiman Pedesaan ke Perkotaaan di Daerah pinggiran Kota Surakarta(Studi Kasus Kelurahan Mojosongo) Danarti Karsono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi Permukiman Pedesaan ke Perkotaaan di Daerah pinggiran Kota Surakarta(Studi Kasus Kelurahan Mojosongo)Urbanization in Indonesia and generally still be called weak. The Indonesia population is, for a great part, still in the rural areas, nevertheless at this moment the city population has a very fas growth of (± 4%) much faster than the growth of the rural population (±1%). The settlement’s necessity especially for the middle class in cities can only be fulfilled in suburban areas, because  the prices of land on these areas is still relatively low to get a house along with its premeans. This research takes the case in Mojosongo village, in which city development is already visible in its suburban area, which changes the rural area with its ricefields into an urban area, which is full of buildings. The problem which needs to be studied for this case, is among other things, to solve the trend of the development of suburban areas. When a change or shift of land use takes place, the research method applied is the analyzis descriptive method, that of joint qualitative an quantitative nature, supplyed by a map analyzis, both about the physical things and its settlement. In its discussion, first of all, urbanization is observed, which is one of the factors, causing the development  of the Surakarta city. Further on, the dynamics of macro space change is also analyzed, both on its settlement aspect and on its physical one. Conclusions and suggestions of this research are among other things, the presentation of the process result of rural space transformation in a suburb, which will enrich the perception of all sides to the result of sub-urbanization in a suburb as a consequance of a city development.

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 30 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 29 No. 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 29 No. 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue