cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PELESTARIAN RUANG PUBLIK LINGKUNGAN LAWEYAN SURAKARTA Danarti Karsono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan Laweyan Surakarta dengan kehidupan masyarakatnya menjadi bagian yang melengkapi perkembangan kota, suatu lingkungan dengan pola kehidupan yang khas diharapkan mampu mempertahankan jati dirinya di tengah perkotaan yang selalu mengalami perubahan-perubahan karena tuntutan kebutuhan masyarakat. Perubahan Ruang Publik Lingkungan Laweyan Surakarta bertujuan untuk memperoleh gambaran dan makna yang signifikan tentang bentuk ruang publik, agar dalam kegiatan pelestariannya tidak menjadikan asing bagi penghuninya. Dari latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, yakni mengungkapkan tentang makna pengaruh-pengaruh sosial budaya masyarakat terhadap morfologi lingkungan untuk melestarikan suatau lingkungan dengan segala perubahan kehidupan masyarakatnya, maka digunakan metoda deskriptif kualitatip. Konservasi adalah salah satu bentuk pelestarian yang mempunyai pengertian melestarikan apa yang ada sekarang dan mengarahkan perkembangannya ke masa depan. Pelestarian tersebut digunakan untuk menjaga agar tempat-tempat yang menarik dan dapat dipakai tidak dihancurkan atau diubah dengan cara yang kurang sesuai. Dari pembahasan terungkap bahwa faktor-faktor sosial budaya di Laweyan Surakarta yaitu tingginya tingkat privacy yakni kehidupan individu yang tidak ingin diganggu oleh orang yang tidak dikenal menyebabkan morfologi lingkungan menjadi rutin, sehingga timbul konservasi/pelestarian dari masyarakatnya sendiri. Hasil dari interaksi faktor-faktor sosial masyarakat Laweyan tersebut menyebabkan dinding dipersepsikan sebagai pelindung privacy, dan sebagai ciri khas lingkungannya. Rutinnya fungsi ruang publik pada lingkungan permukiman yang ada di Laweyan karena interaksi sosial budaya masyarakat banyak dilakukan di dalam tembok bangunan, sehingga ruang publik menjadi tempat untuk penuntun manusia dari satu tempat ke tempat lain. Dalam mengantisipasi perkembangan kota maka penambahan bangunan pada kawasan guna mendukung kehidupan lingkungannya diharapkan tidak menggusur tempat tinggal dan ruang publik yang ada, dengan harapan dapat mempertahankan identitas Laweyan sebagai lingkungan yang dikonservasi.
KASUS PENYIMPANGAN KODE ETIK DALAM PROFESI ARSITEK Djoko Pratikto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kode Etik dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek bagi anggota IAI disusun dengan tujuan untuk mengatur para arsitek anggota  IAI dalam melaksanakan tugas profesionalnya sesuai dengan prilaku dan moral sebagai arsitek yang beretika. Artinya bahwa seorang arsitek profesional dalam menjalankan tugas profesionalnya dilandasi dengan panggilan hati nurani, didasarkan pada moral agama yang dianutnya untuk melaksanakan bidang ilmu yang dikuasainya dengan taat azas kepada para pengguna jasa dengan penuh tanggung jawab. Menyimpang dari aturan yang tercantum dalam Kode Etik dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek para anggota IAI akan mendapatkan sangsi organisasi. Namun pelanggaran tersebut apabila masuk ke ranah hukum akan diselesaikan secara hukum pula di Pengadilan. Aturan yang ada di Kode Etik tersebut sudah jelas, namun dalam prakteknya banyak para arsitek yang melanggar etika ini. Secara moral para arsitek yang baik berkewajiban untuk mengingatkan dan memberi pengertian pada rekan sejawatnya yang mungkin kurang memahami tentang etika yang tercantum dalam Kode Etik dan Kaidah Tata laku Profesu Arsitek bagi anggota IAI. Pemberian pemahaman dan pengertian tentang arsitek yang beretika dapat melalui penataran kode etik dan kaidah tata laku profesi arsitek bagi para arsitek dan calon arsitek profesinal. Tujuan pelatihan atau penataran kode Etik dan Kaidan Tata Laku Profesi Arsitek bagi anggota IAI adalah untuk memberikan bekal bagi calon arsitek dan arsitek professional, agar dalam menjalankan praktek profesionalnya mempunyai sikap prilaku serta moral yang baik dan bertanggng jawab terhadap profesinya
KARAKTERISTIK PERUMAHAN DI KAWASAN TEPI SUNGAI MAHAKAM KASUS KELURAHAN SELILI KECAMATAN SAMARINDA ILIR KOTA SAMARINDA Dwi Suci Sri Lestari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan tepi sungai  merupakan  kawasan tempat bertemunya daratan dan air sungai.  Kawasan dimaksud merupakan kawasan dinamis dan unik dari suatu kota, selain itu juga sangat strategis  karena mudah dicapai dari daratan maupun sungai. Kawasan ini difungsikan antara lain untuk perdagangan, rekreasi, perkantoran, pergudangan, pelabuhan, maupun perumahan. Khusus untuk kajian akan dibahas  perumahan. Sebagai studi kasus, dilakukan kajian pada kelurahan Selili kecamatan Samarinda Ilir kota Samarinda. Kota Samarinda merupakan kota yang unik, dengan bagian tengahnya mengalir Sungai Mahakam yang berfungsi untuk transportasi air berhubungan langsung dengan laut Selat Makasar. Di sepanjang tepi sungai  banyak ditempati masyarakat sebagai permukiman. Dari kajian yang dilakukan, disimpulkan tentang karakteristik perumahan di kawasan tepi sungai Mahakam kota Samarinda, yaitu :  lokasi perumahan menempati daerah tepi sungai, baik di darat maupun di atas permukaan air sungai. Masa bangunan yang berada di darat berbentuk teratur,dan  yang berada di atas permukaan air sungai juga berbentuk  teratur. Penampilan bangunan sederhana berbentuk panggung, struktur bangunan dibuat dari konstruksi rangka dari bahan kayu, untuk mencapai bangunan satu dengan lainnya dilengkapi dengan jembatan kayu.
STUDI PENENTUAN FUNGSI SABUK HIJAU KOTA DALAM MASALAH PEMBANGUNAN LINGKUNGAN PERKOTAAN DI SURAKARTA ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan kondisi lingkungan dapat berpengaruh buruk terhadap manusia. Hal ini tentunya bisa berdampak global pada lingkungan, khususnya bagi kesehatan masyarakat sendiri. Berbagai bentuk perusakan lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas lingkungan akibat bencana alam, seperti bencana banjir, bencana kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan, masalah sampah, dan meningkatnya kadar polusi udara merupakan masalah lingkungan yang tergolong bukan sepele. Sebab, tidak terselesaikannya atau berlarut-larutnya masalah lingkungan akan menghancurkan potensi pemenuhan generasi mendatang. Termasuk adanya kemerosotan kualitas lingkungan bisa berdampak buruk bagi kenyamanan lingkungan, khususnya bagi kehidupan manusia. Sabuk hijau  kota merupakan pendekatan dan penerapan salah satu atau beberapa fungsi hutan dalam kelompok vegetasi di perkotaan untuk mencapai tujuan proteksi, rekreasi, estetika, dan kegunaan fungsi lainnya bagi kepentingan masyarakat perkotaan. Untuk itu, hutan kota tidak hanya berarti hutan yang berada di kota, tetapi dapat pula berarti bahwa hutan kota dapat tersusun dari komponen hutan, dan kelompok vegetasi lainnya yang berada di kota, seperti taman kota, jalur hijau, serta kebun dan pekarangan.
RTBL BANDARA TEMINDUNG SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PEMANFAATAN RUANG KOTA SAMARINDA Indro Sulistyanto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian dari lingkungan yang memperoleh imbas dari perkembangan Kola Samarinda, Kawasan Bandara Temindung yang tersusun atas wilayah Kelurahan Bandara, sebagian wilayah Kelurahan Pelita, dan sebagian wilayah Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Samarinda Utara, telah mengalaml pertumbuhan fisik yang cepat namun berkembang kurang tertib, tidak selaras dan serasi dengan lingkungannya, sehingga Kawasan Bandara Temindung menjadi tidak produktif. Kondisi ini terlihat dari kualitas tata bangunan dan lingkungan yang tidak terencana dengan baik. Dengan pola yang berkembang saat ini diperlukan pengaturan lebih khusm berkaitan dengan tata bangunan dan lingkungannya, agar dengan disusunnya Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Kawasan Bandara Temindung ke depan diharapkan dapat berkembang menjadi lingkungan yang mampu memberi manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat yang bergiat di dalamnya dengan kualitas yang lebih baik dari kondisi yang ada sekarang. Pada sisi lain diharapkan juga dapat memberikan arahan terhadap pemanfaatan lahan sesuai dengan kebijakan tata bangunan dan tata lingkungan yang tertuang dalam berbaga arahan kebijakan penataan ruang yang berlaku. RTBL tersebut juga merupakan arahan untuk perwujudan arsitektur lingkungan setempat agar lebih melengkapi peraturan bangunan yang ada.
STUDY CONCERNING ELECTION OF PROCUREMENT METHOD IN PROJECT CONSTRUCTION IN INDONESIA ISNARNO ISNARNO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Procurement method is one of the steps or sub-sistems in construction project. There are some procurement methods expanding in Indonesia, for example : Conventional method, Design / Build method, Turnkey method and Management Construction method. Accuracy in choosing procurement method the will have an effect on in execution of construction project: speed of execution, cost, quality, involvement from every party. This research aims to analyse factors influencing election of procurement method in construction project in Indonesia. The gathering data has done by spreading questionnaire to Jakarta, Semarang, Solo, Purwokerto, Yogyakarta and Surabaya. From questionnaires which were returned, 30 questionnaire could be processed. Result of data analysis in this research indicate that factor influencing election of qonventional method are quality level, point of responsibility and certainty. Factor influencing election of Design I Build method are quality level, price competition and complexity. Factor influencing election of Turnkey method are certainty, risk avoidance and flexibility. Factor influencing election of Management Construction method are quality level, price competition and point of responsibility. And factor influencing election of procurement method in general are quality level, certainty and price competition
CATURDAYA SEBAGAI KETERPADUAN UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN Indro Sulistyanto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya pola pembangunan di Indonesia melalui komunitas masyarakat kota dan desa yang masing-masing memiliki karakter spesifik, serta meningkatnya kebutuhan kehidupan yang dentokratis, telah berpengaruh pada bergesernya peran para pelaku pembangunan, dengan konsekuen dan konsisten mendudukkan pemerintah, masyarakat, dan swasta pada peran dan fungsi yang semestinya. Selanjutnya berkembang paradigma pola pembangunan dengan memberikan peran secara penuh kepada setiap orang yang bergiat pada maslng-masing komunitas masyarakat, tidak hanya dalam proses, namun terutama di dalam spirit pembangunan yang terdiri dan unsur masyarakat dan swasta. Sejalan dengyn perubahan paradigma tersebut, terjadi pergeseran peran pemerintah dalam proses pembangunan, menjadi fasilitator yang menjembatani para pelaku pembangunan untuk memperoleh kesepakatan dan manfaat optimal dari setiap proses pembangunan. Sehingga proses pembangunan tidak lagi semata-mata sebagai proses teknis plamologis, namun juga proses sosial-budaya, politik, dan ekonomi. Dalam kaitannya dengan pembangunan sebagai bagian dari Caturdaya pemberdayaan manusia, pemberdayaan kegiatan usaha produktif, pemberdayaan kelembagaan, dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana lingkungan, maka kepentingan masyarakat yang bergiat pada suatu komunitas merupakan basis utama dalam perumusan rencana pembangunan. Kondisi ini memberi arah bagi dikembangkannya mekanisme yang membuka peluang bagi partisipasi warga (masyarakat) secara lebih luas dan langsung dalam penyusunan rencana, implementasi, dan pembangunan. Implikasi dari pendekatan tersebut menjadi bagian mendasar yang digunakan dalam menentukan bentuk dan arah pembangunan yang spesifik bagi setiap komunitas, baik melalui organisasi. kelompok, atau bahkan individu. Harus disadari, bahwa berbagai keputusan yang tertuang dalam serangkaian proses pembangunan yang nantinya disusun dalam bentuk Community Action Plan-CAP (Rencana Tindak Komunitas), terutama sangat memungkinkan munculnya berbagai perbedaan di dalam implementasinya di tengah masyarakat yang bergiat di tingkat komunitas yang secara langsung terkena kebijaksanaan tersebut. Kegiatan Caturdaya diharapkan dapat berperan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas Ungkungan pada suatu komunitas disusun sebagai bentuk kepedulian (kkususnya Pemerintah), dalam bentuk stimulan (dorongan), pendampingan, dan penyediaan sarana dan sarana, untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat pada suatu komunitas untuk dapat dikembangkan dalam skala yang lebih luas dari komunitas vang bersangkutan.  
PENGGUNAAN HAMILTON'S PRINCIPLE UNTUK MEMPEROLEH GOVERNING EQUATIONS : PERMASALAHAN MEKANIKA SOLID ELASTIK LINEAR Iskandar Yasin
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyelesaian masalah mekanika pada material dapat dilakukan dengan Mathematics Analysis maupun dengan Numerical Analysis. Dengan menggunakan solusi ini maka harus ditentukan dahulu Constitutive Equations sebelum menentukan Governing Equations-nya pada suatu kontinum. Permasalahannya adalah apabila hukum-hukum Newton sulit untuk memformulasikan Constitutive Equations-nya dan permasalahan akan komplek jika kontinum pada kondisi elastic nonlinearity maupun jika sudah dalam kondisi plastis. Hamilton's Principle mengasumsikan bahwa suatu sistem mekanika berdasar pada fungsi tenaga kinetik (T) dan fungsi tenaga potensial (V). Jika sistem mekanikanya dinamis maka Hamilton's Principle ditinjau dengan sistem konservatif yang berdasar pada persamaah La grange. Dengan penggunaan Hamilton's Principle maka sangat memudahkan dalam memformulasikan persamaan diferensial untuk memperoleh Governing Equations. Hamilton's Principle berguna sekali pada permasalahan sistem mekanika, dimana hukum-hukum Newton sangat sulit untuk memformulasikan penyelesainnya.  
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TERHADAP DURABIUTAS HIGH-FLOWABLE CONCRETE PADA PENGECORAN BETON DI RAW AH AIR Slamet Widodo; Sri Haryono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete that used for under water construction need to be proportioned to spread readily and self consolidate.  High Flowable Concrete (HFC) is a kind of High Performance Concrete (HPC) that able to spread readily (flowability more than 50 cm according to BS – 1881). This kind of concrete can be resulted by using higher water/binder ratio or adding some High Range Water Reducer (HRWR) agent. This reseacrh proposed to evaluate effects of water/binder ratio and High Range Water Reducer based on polycarboxylatether (Sika Viscocrete-5) dosage on fresh concrete properties, compressive strength and water absorption of underwater concrete. The research has done with o,40 and 0,45 water/binder ratio and 0.3, 0.6, 0.8, 1.0 and 1.3 percent of HRWR by total wight of binder. 30 cubes (15cm x15cm x15cm) of underwater concrete  were used for absorption examination according to ASTM C-127-68 underwater concrete cylinders (Ø 15cm x 30cm) were investigated for compressive strength in 56 days. Test result indicates that HRWR based on polycarboxylatether could improve flowability up to 3.24 % for 0.4 water per binder ratio and 23.90 % for 0.45 w/c. High Range Water Reducer also improve durability of underwater concrete, indicates by the reduction of water absorption up to 11.11 % for 0.4 water per binder ratio and 18.28 for 0.45 water per binder ratio. Better durability of underwater concrete could be obtained by reducing the value of water per binder ratio that indicated by lower water absorption.
METODE PENYAMBUNGAN PADA STRUKTUR BETON BERTULANG Djoko Subari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  The magnitude of most concrete construction is such tahat interruption will inevitably accur to the placing of concrete. Whetherthe period of these interruptions be days, overnight, or merely 30 minutes, if it allows the concrete to stiffen to the extent that it cannot be worked, then a joint must be made. There will also be ocasions where for structural reasons it is considered necessary,to porposely break the continuity concrete placing and to construct a joint. Where construction joint to be made in structural member they should be located at a position where on either side of them can be nemed according in the type of movement they allow: contraction joint, dummy contraction or control joint, expansion joint, isolation joint. The positioning of joint and the type of joint may same time be governed be architectural as wel as structural reqttirementand in some structurea , the need for making watertight joint is primary cosideration.

Filter by Year

2001 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 30 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 29 No. 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 29 No. 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue