cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi
Published by Universitas Jayabaya
ISSN : 16930266     EISSN : 26548666     DOI : -
Jurnal Teknologi merupakan Jurnal yang diterbitkan secara berkala 2 kali setahun oleh Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya. Sejak pertamakali dipublikasikan tahun 2010, Jurnal Teknologi telah terbit sebanyak 10 kali. Ruang lingkup dari jurnal teknologi adalah perancangan Alat dan Proses, Pengolahan Air Limbah, Kinetika dan Katalis, Optimasi dan Proses kontrol, Energi, Air, Lingkungan dan Keberlanjutannya, Ergonomi, Material Bahan,Biokimia dan Teknik Bioproses, Teknik Pelumas, Energi Terbarukan, Mekanika Fluida, Teknik Pembakaran,Konversi Energi, Robotika, Instrumentasi Industri, Automasi danSistem Kendali, Internet of Things (IoT).
Arjuna Subject : -
Articles 114 Documents
Distribusi Suhu dan Kecepatan Aliran Udara dari Sistem Heat Pump Kompresi Uap untuk Ruang Pengering Tipe Drum Horizontal dengan Bantuan Computational Fluid Dynamics Damawidjaya Biksono; Deny Bayu Saefudin; War’an Rosihan; Rachman Hakim; M. Faisal Wicaksono; Lukman Nulhakim; Arif Nurohman
Jurnal Teknologi Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i1.201

Abstract

Model drum dryer digunakan untuk mengeringkan berbagai biji-bijian atau produk pertanian. Salah satu kegunaannya adalah untuk mengeringkan gabah. Pemilihan desain silinder tipe horizontal yang digunakan dalam pengeringan ini akan mempengaruhi distribusi udara yang memasuki ruang pengering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kecepatan udara dan distribusi suhu dalam ruang pengering tipe silinder horizontal. Sehingga hasil simulasi akan mengetahui yang optimal bahwa proses pengeringan tersebut merata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan virtual dengan menggunakan software Computational Fluid Dynamics (CFD) sehingga hasil simulasi dapat memberikan gambaran distribusi kecepatan aliran udara pada drum dryer untuk memudahkan penentuannya desain ruang pengering. Sedangkan variasi kecepatan aliran udara menggunakan "4,5" m/s, "6,75" m/s, dan "9" m/s dan suhu "38,14" °C, "39,60" °C, "40,17" °C dan "41,55" °C. Dari variasi tersebut hasil simulasi CFD yang paling optimal didapat pada variasi kecepatan aliran udara sebesar 9 m/s dan temperatur 41,55 °C dengan nilai perpindahan kalor yang diperoleh di dalam chamber dan pengeringan dinding, masing-masing sebesar 3.931 W dan 31.354 W.
Pengaruh nilai K-value dan Penambahan Filler terhadap Kualitas Kulit Sintetis berbasis Polivinil Klorida Muh. Wahyu Syabani; Ina Amaliana; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Teknologi Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i1.200

Abstract

Synthetic leather is generally made using polyvinyl chloride or polyurethane resins by coating method. The balance between quality and production costs of the final product is influenced by the selection of the right material composition. Polyvinyl chloride resins are available in a variety of k-values, while fillers are often added to modify mechanical characteristics and lower the costs. The aim of this study was to examine the effect of the k-value of polyvinyl chloride blend and the amount of filler on the quality of synthetic leather. Plastisol is prepared by mixing resin, primary plasticizer, secondary plasticizer, and stabilizer according to the formulation. PVC resin blend with different k-values and certain amount of filler (10, 20, 30 and 40 phr) were used. The quality of the samples was tested using adhesion strength, tensile strength, and elongation at break testing according to ASTM D751-06. The results showed that resins blend with different k-values could be used to obtain the desired quality. The value of the adhesion strength, tensile strength and elongation at break will approach the characteristics of the larger part of the resin. The homogeneity of plastisol because of resin blend also needs attention, especially if the k-value difference between two resin is too large. Meanwhile, the use of calcium carbonate as filler in general will reduce the test results obtained.
Pengaruh Penambahan Poli Vinil Alkohol (PVA) pada Enkapsulasi Minyak Kacang Kenari dalam Urea-Formaldehid untuk Aplikasi Self-Healing Coating Reviana Inda Dwi Suyatmo; Abdussalam Topandi; Lathiefah Oktriananda Sari; Lukman Nulhakim
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i2.226

Abstract

Self-healing coating is a method that can be used to minimize the impact of cracks on metal surfaces. Self-healing coating repairs cracks without human intervention. In microcapsule self-healing coating, there is a core material and a shell. The core material is the healing agent for surface damage, while the shell will break if a crack occurs, removing the core material. In this study, the core material used is walnut oil which belongs to the drying oil group while the shell material used was urea-formaldehyde. Poly Vinyl Alcohol (PVA) took a role as a surfactant in the microcapsule reaction. The PVA concentrations used were 0%, 3%, 4%, and 5%. The results of the microcapsule diameter test showed that 5% PVA produced microcapsules with the smallest diameter of 90.1426 microns. Based on the results of observations through a microscope, it was also seen that without the addition of PVA, the formation of microcapsule granules did not occur where the results were still agglomerated. The results of the thermal stability test using Thermo Gravimetry Analyzer (TGA) showed that the addition of PVA had no significant effect on the decomposition temperature of the microcapsule where this decomposition temperature was still under the requirements for coating applications. The results of the Scanning Electron Microscope (SEM) test also strengthen the results of microscope. Microcapsules of 5% PVA was better and do not clump when compared to 4% PVA microcapsules.
Microwave-Assisted Hydrolysis Batang Tembakau untuk Produksi Gula Pereduksi sebagai Bahan Baku Bioetanol Bekti Palupi; Bimo Bayu Aji; Mizanurafi’ Ghifarhadi Prasiefa; Ditta Kharisma Yolanda Putri; Istiqomah Rahmawati; Boy Arief Fachri; Meta Fitri Rizkiana; Helda Wika Amini
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i2.225

Abstract

Tumbuhan tembakau yang diproduksi dengan skala besar di Indonesia ternyata memiliki problematika, yaitu limbah dari batangnya sekitar 2.000.000 ton yang tersedia setiap tahunnya dan belum dimanfaatkan. Batang tumbuhan secara umum mengandung lignin, selulosa, dan hemiselulosa, termasuk batang tembakau yang menjadi limbah. Kandungan lignin terlebih dahulu dihilangkan dengan proses pretreatment basa sebelum hidrolisis. Proses hidrolisis yang menggunakan microwave-assisted dengan basa akan mengkonversi selulosa dan hemiselulosa menjadi gula pereduksi yang selanjutnya difermentasi untuk memperoleh bioetanol. Proses hidrolisis dalam penelitian ini menggunakan 3 gram serbuk batang tembakau yang sudah dipretreatment dan dicampurkan dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) dengan rentang konsentrasi 2 - 5%. Selanjutnya diproses menggunakan microwave untuk diiradiasi dengan daya 250 - 350 watt selama 5 - 15 menit. Penelitian ini menggunakan Software Design Expert yang disesuaikan dari pendekatan Response Surface Methodology (RSM) serta model Central Composite Design (CCD) sehingga didapatkan 20 kali running pada penelitian ini. Hasil gula pereduksi paling tinggi sebesar 7,40 mg/mL didapatkan pada percobaan ke-17 dengan konsentrasi larutan NaOH 2%, daya microwave 350 watt, dan selama 15 menit.
Perancangan Instalasi Ducting Ac Central Menggunakan Sistem Motorized Duct Damper Erma Yuniaty
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i2.231

Abstract

AC Central adalah sistem pendingin ruangan terpusat, system AC Central menggunakan ducting sebagai penyalur aliran udara dingin menuju tiap-tiap ruangan. Pada kondisi saat ini AC Central akan mengalami permasalahan penggunaan energi pada gedung yang dikembangkan sehingga membutuhkan penyesuaian peralatan yang ada sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem AC Central sehingga dapat mengatasi permasalahan penggunaan energi pada pengembangan gedung saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori perhitungan Fan Affinity Law yang disesuaikan dengan aliran udara yang terbagi ke masing-masing ruangan. Hasil rancangan bertujuan untuk mengaplikasikan peraturan Konservasi Energi Pendingin Udara pada Gedung Bertingkat tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna ruangan. Rancangan ini bekerja dengan menutup dan membuka aliran udara menuju ruangan sesuai dengan kebutuhan penggunaan ruangan yang berdampak pada pengaturan kecepatan motor blower pada system AC Central. Dengan mengoptimalisasi aliran udara dingin hanya pada ruangan yang digunakan menjadikan sistem AC Central dapat mencapai penggunaan yang lebih luas. Sesuai dengan data yang digunakan, penggunaan Motorized Damper sebagai pengatur aliran udara dingin pada dua ruangan dengan jam penggunaan yang berbeda dapat mengoptimalisasi kebutuhan daya pendingin ruangan sebesar 4.852,44 Kwh dalam satu bulan. Dengan ini Konservasi Energi tetap tercapai dan sistem AC Central pada Gedung yang dikembangkan menjadi optimal.
Study of the Effect of Bioplasticizer Type of Epoxy Used Cooking Oil on the Mechanical Properties of Rubber Vulcanizate Andri Saputra; Pani Satwikanitya; Muh Wahyu Sya’bani; Mertza Fitra Agustian
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i2.222

Abstract

The high volume of used cooking oil is one of the biggest obstacles. Unsaturated fatty acids in waste cooking oil have the potential as a raw material for producing  plasticizer of epoxy oil. The development of renewable plasticizers based on natural materials to replace petroleum plasticizers has become the concern of many researchers due to the issue of depletion of petroleum raw materials, environmental problems, and health issues caused by petroleum plasticizers. This research aims to study the effect of different types of epoxy used cooking oil plasticizers on the mechanical properties of rubber vulcanizates. Used cooking oil that still contains unsaturated fatty acids was epoxidized by reflux method at 60oC using n-hexane solvent, glacial acetic acid catalyst and IR-120 amberlite resin, and oxygen donor hydrogen peroxide for 4 hours (MJE4), 6 hours (MJE6), and 8 hours (MJE8). The epoxy used cooking oil was characterized for oxirane number using the titration method. The epoxy cooking oil plasticizer was applied to the rubber compound and the mechanical properties of the rubber vulcanizate were tested. The analysis showed that MJE8 was the epoxy cooking oil with the highest oxirane number of 2.42% with a relative oxirane conversion of 84.92%. Epoxy cooking oil that has a higher oxirane content can increase the hardness and abrasion index, and reduce the tensile strength, elongation at break, and tear strength of rubber vulcanizates. The use of MJE8 produced rubber vulcanizates with higher elasticity properties, such as tensile strength (19.1 N/mm2), elongation at break (792.3%), and tear strength (26 N/mm). Meanwhile, MJE4 produced rubber vulcanizates with higher hardness and abrasion index with values of 68.7 HA and 90.8%, respectively.
Pemanfaatan Minyak Sereh (Cymbopogon Nardus L) dengan Pemakaian Variasi Pelarut pada Pembuatan Sabun Cair Harini Agusta
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i2.230

Abstract

Pandemi yang melanda dunia disebabkan karena virus telah menyadarkan akan arti pentingnya kebersihan. Salah satu cara untuk mencegah penularan virus dan bakteri adalah dengan sering melakukan cuci tangan menggunakan sabun.Pada umumnya sabun kulit cair atau sabun mandi mempunyai manfaat ganda selain menjaga kebersihan juga memberikan aroma yang bermanfaat untuk rileksasi yang membuat tenang dan dapat mengurangi stress.Di alam tersedia berbagai tanaman yang menghasilkan minyak esensial diantaranya tanaman sereh. Dalam penelitian ini diharapkan kandungan minyak sereh dapat diformulasikan kedalam sabun cair kulit dan memenuhi syarat kesehatan. Minyak sereh yang akan diformulasikan sebagai zat tambahan dalam sabun cair diperoleh dengan cara Extraksi.Sebagai pelarut yang digunakandalam proses ekstraksi adalah Metanol dan N-Hexana. Tahap selanjutnya hasil extraksi minyak sereh yang telah dipisahkan dari pelarutnya di formulasikan kedalam sediaan sabun cair dengan konsentrasi minyak sereh 1%, 2%, 3%, 4%, 5%. Hasil Penelitian diperoleh f ormulasi sabun cair terbaik dari masing masing pelarut  adalah sabun cair pada  konsentrasi 3% minyak sereh.Hasil  Uji beberapa parameter untuk pemakaian pelarut Metanol menunjukkan nilai pH=5,8; viscositas=7620cps dan daya hambat bakteri 9,31mm.Dan dengan pemakaian pelarut  N-Hexana  diperoleh Nilai Ph=5,76; viscositas=7500cps dan daya hambat bakteri 8,77mm.
Pengaruh Waktu dan Suhu Penyimpanan Kompon Karet terhadap Karakteristik Vulkanisasi Muh. Wahyu Syabani; Suharyanto Suharyanto; Mertza Fitra Agustian; Lestari Hetalesi Saputri
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i2.223

Abstract

A rubber compound is an intermediate product resulting from mixing rubber with other additives before being molded through a vulcanization process. Frequently, there is a delay between the compounding process and vulcanization, therefore proper storage procedures must be prepared. The presence of a vulcanizing agent, activator, and accelerator in the compound allows the vulcanization reaction to occur during the storage period. This study aims to analyze the effect of the storage time and temperature of rubber compounds on rubber vulcanization characteristics. The rubber compound is stored at room temperatures of 25oC and 32oC. On the 1st, 3rd, and 5th day of storage, the compounds were tested using a rheometer to obtain vulcanization parameter data. The values of MH, ML, ts2, tc90, cure rate index (CRI), and effective torque of each treatment were studied. The results showed that the storage time of the compound affected each of the observed parameters. In the range of 5 days, the longer time indicates the formation of polysulfide crosslinks in the rubber polymer chain network. Higher storage temperature also faster reaction rate during storage. The increasing number of cross-links resulting a longer induction period dan vulcanization time, lower CRI, and effective torque.
PENGARUH DISTRIBUSI UDARA TERHADAP WAKTU PENGERINGAN DARI SISTEM HEAT PUMP KOMPRESI UAP UNTUK PENGERING GABAH TIPE BED DRYER Damawidjaya Djaya Biksono
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i2.224

Abstract

Penelitian Biksono, D. et al. (2015, 2016, 2021 dan 2022)  pengeringan dengan menggunakan sistem heat pump kompresi uap (HPKU) yaitu kompresor refrigerator dengan refrigeran R-134a dan R-404a. Banyak model yang telah dikembangkan untuk melihat kinerja kompresor.  Beberapa peneliti yang menggunakan model-model lain juga pendugaan kompresor seperti McGovern (1990) atau Mackensen et al. (2002).  Pada model ini laju aliran refrigeran dan daya kompresor dimodelkan secara politropik terhadap tekanan hisap dan discharge. Model yang digunakan pada Stoecker untuk kapasitas refrigerasi dan daya kompresi jauh lebih sederhana karena keduanya dimodelkan terhadap suhu evaporator dan kondensor secara empiric. Penelitian ini bertujuan ingin mengimplemintasikan model pengering type bed dryer, serta mengetahui besarnya total energy dan waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan dengan tipe tersebut tanpa menggunakan swirling, sehingga efisien SMER dan SMERTotal yang dihasilkan dari sistem heat pump kompresi uap pada mesin pengering serta kebutuhan energy dari masing-masing perlakuan. Sedangkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan Biksono, D. (2021) pengujian yang dilakukan dengan alat uji mesin pengering menggunakan sistem HPKU serta memanfaatkan panas kondensor ekternal  (free energy) dapat menghasilkan suhu panas yang dikeluarkan dari kondensor sebesar antara  40-500 C dan kelembaban relatif (RH) antara 30-40 % untuk proses pengeringan gabah. Sedangkan nilai SMERTotal pada variabel  massa 30 kg sebesar 0.69 kg/kWh, untuk massa 60 kg sebesar 1,06 kg/kWh, dan variable massa 100 kg sebesar 0,93 kg/kWh. Nilai SMERTot ini terbilang rendah jika dibandingkan dengan penelitian (Biksono, 2016) yang mendapatkan SMERTot berkisar 2.45–5.06 kg/kWh. Semakin banyak kapasitas yang dikeringkan semakin besar pula daya serta waktu yang dibutuhkan
Sintesis Biokomposit Resin Epoksi/Serat Ijuk/Serat Kelapa dengan Alkalisasi KOH Melyna, Ella; Jingga Sopian, Annisa
Jurnal Teknologi Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v11i2.239

Abstract

Saat ini penggunaan polimer di dunia industri semakin berkembang, salah satunya dengan dibentuk menjadi komposit polimer. Matriks yang dapat digunakan dalam pembuatan komposit salah satunya adalah polimer termoset jenis resin epoksi. Penggunaan serat alam sebagai penguat dalam pembuatan komposit dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan serat sintetis yang dianggap kurang ramah lingkungan. Serat kelapa memiliki nilai kelenturan yang tinggi dan tidak mudah patah, sedangkan serat ijuk memiliki nilai kuat tarik yang cukup tinggi dan tidak mudah terurai. Sebelum serat digunakan dalam pembuatan komposit, serat terlebih dahulu diberi perlakuan alkali untuk menghilangkan kandungan lignin supaya ikatan antara matriks dan serat menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat ijuk dan serat kelapa pada komposit dengan menggunakan resin epoksi terhadap kuat tarik dan nilai kekerasannya. Variabel penelitian ini adalah variasi komposisi massa resin epoksi/serat ijuk/serat kelapa yaitu 70:30:0, 70:0:30, 70:15:15, dan 60:30:10. Pembuatan komposit dilakukan dengan menggunakan metode Hand Lay Up dan selanjutnya dilakukan pengujian kekuatan tarik dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) dan kekerasan menggunakan Durometer Hardness Tester Shore D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit dengan nilai kekuatan tarik tertinggi berada pada variasi komposisi resin:serat ijuk:serat kelapa 70:15:15 yaitu sebesar 26,45 MPa, hal ini menunjukkan bahwa dengan penambahan serat ijuk dan serat kelapa dengan komposisi seimbang dapat memberikan nilai kekuatan tarik terbaik, sedangkan komposit dengan nilai kekerasan tertinggi berada pada variasi komposisi resin:serat ijuk:serat kelapa 70:0:30 yaitu sebesar 77,5 Shore D, hal ini menunjukkan bahwa dengan penambahan serat kelapa pada pembuatan komposit memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai kekerasan. Kata Kunci: Hand lay up; komposit; resin epoksi; serat ijuk; serat kelapa

Page 7 of 12 | Total Record : 114