Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Adsorption of Ethylene using Cobalt Oxide-Loaded Pillared Clay Pani Satwikanitya; Imam Prasetyo; Moh. Fahrurrozi; Teguh Ariyanto
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 52 No. 3 (2020)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2020.52.3.9

Abstract

Clay is an abundant material that is widely used as an adsorbent in pristine or pillared form. Pillared clays feature better properties, e.g. higher specific surface area, thus they can adsorb a higher quantity of adsorbates compared to pristine material. In this work, a preparation of pillared clay using Indonesian natural bentonite and its potential for ethylene removal are presented. The novelty is that a pillaring agent of cobalt (mixed with aluminum) was used, which not only served as a pillar but also as an active metal adsorbent for ethylene. Natural bentonite was pillared using Al (NO3)3.9H2O and Co (NO3)2.6H2O. The resulting material was then calcined at 250 °C. The final material was characterized by N2-sorption analysis, scanning electron microscopy (SEM), and energy dispersive X-ray (EDX) analysis. The cobalt to aluminum ratios used were 1:9, 1:3, 1:1, 1:1/3, and 1:0. From characterization, the Co-Al pillared bentonite featured a specific surface area of up to 114 m2/g (pristine bentonite = 42 m2/g). In the adsorption test, an enhanced ethylene uptake of up to 6 times (at ambient temperature) compared to pristine bentonite was obtained. Thus, the results highlight the potential of cobalt oxide/pillared clay as ethylene scavenger.
Study of the Effect of Bioplasticizer Type of Epoxy Used Cooking Oil on the Mechanical Properties of Rubber Vulcanizate Andri Saputra; Pani Satwikanitya; Muh Wahyu Sya’bani; Mertza Fitra Agustian
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i2.222

Abstract

The high volume of used cooking oil is one of the biggest obstacles. Unsaturated fatty acids in waste cooking oil have the potential as a raw material for producing  plasticizer of epoxy oil. The development of renewable plasticizers based on natural materials to replace petroleum plasticizers has become the concern of many researchers due to the issue of depletion of petroleum raw materials, environmental problems, and health issues caused by petroleum plasticizers. This research aims to study the effect of different types of epoxy used cooking oil plasticizers on the mechanical properties of rubber vulcanizates. Used cooking oil that still contains unsaturated fatty acids was epoxidized by reflux method at 60oC using n-hexane solvent, glacial acetic acid catalyst and IR-120 amberlite resin, and oxygen donor hydrogen peroxide for 4 hours (MJE4), 6 hours (MJE6), and 8 hours (MJE8). The epoxy used cooking oil was characterized for oxirane number using the titration method. The epoxy cooking oil plasticizer was applied to the rubber compound and the mechanical properties of the rubber vulcanizate were tested. The analysis showed that MJE8 was the epoxy cooking oil with the highest oxirane number of 2.42% with a relative oxirane conversion of 84.92%. Epoxy cooking oil that has a higher oxirane content can increase the hardness and abrasion index, and reduce the tensile strength, elongation at break, and tear strength of rubber vulcanizates. The use of MJE8 produced rubber vulcanizates with higher elasticity properties, such as tensile strength (19.1 N/mm2), elongation at break (792.3%), and tear strength (26 N/mm). Meanwhile, MJE4 produced rubber vulcanizates with higher hardness and abrasion index with values of 68.7 HA and 90.8%, respectively.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI ECO ENZYME Ratri Retno Utami; Diana Ross Arief; Andri Saputra; Pani Satwikanitya; Uma Fadzilia Arifin; Mario Sarisky Dwi Ellianto; Wahyu Ratnaningsih; Latifah Listyalina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15343

Abstract

Abstrak: Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempunyai bank sampah Sidomulyo Maju yang dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah serta meningkatkan nilai perekonomian masyarakat. Permasalahan yang dihadapi masyarakat desa setempat adalah limbah organik dari rumah tangga yang belum dikelola dengan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan di Desa Sidomulyo tersebut dengan mengolah limbah organik menjadi eco enzyme. Metode kegiatan ini adalah dengan melakukan ceramah, diskusi, pelatihan, pendampingan, dan monitoring pengolahan eco enzyme oleh 2 instruktur dan 6 asisten instruktur kepada 30 orang peserta (anggota bank sampah dan masyarakat Desa Sidomulyo). Kegiatan ini menghasilkan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan mampu melakukan pengolahan eco enzyme. Masyarakat diharapkan menerapkan pengelolaan limbah organik menjadi eco enzyme yang dapat meningkatkan nilai tambah limbah dan pendapatan. Antusiasme dan keaktifan peserta juga ditunjukkan oleh kinerja peserta selama pelatihan dan hasil produk yang dihasilkan serta proses tanya-jawab (diskusi) yang aktif selama pelatihan. Hasil evaluasi diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai keterserapan materi yang disampaikan dari 47,78 (tes awal) menjadi 94,17 (tes akhir).Abstract: Sidomulyo Village, Bambanglipuro, Bantul, Special Region of Yogyakarta, has a Sidomulyo Maju waste bank which was built with the aim of increasing public awareness about waste management and increasing the community's economic value. The problem faced by the local village community is organic waste from households that has not been managed optimally. This community service activity aims to overcome the problems in Sidomulyo Village by processing organic waste into eco enzyme. The method of this activity is to conduct lectures, discussions, training, mentoring, and monitoring of eco enzyme by two trainers and six assistant trainers to 30 participants (waste bank members and Sidomulyo Village community). This activity produces people with the knowledge and skills capable of processing eco enzymes. The community is expected to apply organic waste management to become eco enzymes which can increase the added value of waste and income. The enthusiasm and activeness of the participants was also shown by the performance of the participants during the training and the results of the products produced as well as the active question and answer (discussion) process during the training. The evaluation results showed that there was an increase in the absorption value of the material presented from 47.78 (pretest) to 94.17 (posttest).
Studi Perbandingan Sifat Mekanis Vulkanisat Karet Menggunakan Plasticizer Minyak Jelantah Epoksi Dan Komersil Andri Saputra; Pani Satwikanitya; Muh Wahyu Sya'bani; Mertza Fitra Agustian; Fitria Puspita; Putra Oktavianto
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.138-151

Abstract

ABSTRAKTingginya jumlah minyak jelantah yang tersedia sebagai limbah menjadi tantangan terbesar. Asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam minyak jelantah memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan plasticizer minyak epoksi. Di sisi lain, pengembangan plasticizer terbarukan berbasis bahan alam untuk menggantikan plasticizer fosil telah menjadi perhatian banyak peneliti karena isu menipisnya bahan baku minyak bumi, masalah lingkungan, hingga isu kesehatan yang ditimbulkan oleh plasticizer fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan sifat mekanis vulkanisat karet yang menggunakan plasticizer minyak jelantah epoksi terhadap plasticizer komersil (minyak parafinik dan minyak kedelai epoksi). Minyak jelantah yang masih mengandung asam lemak tak jenuh diproses epoksidasi dengan metode refluks (60oC selama 4 jam) menggunakan pelarut n-heksane, katalis asam asetat glasial dan resin amberlit IR-120, dan oksigen donor hidrogen peroksida. Minyak jelantah epoksi dikarakterisasi gugus oksiran menggunakan spektrofotometer FTIR dan bilangan oksiran menggunakan metode titrasi. Plasticizer minyak jelantah epoksi, minyak parafinik, dan minyak kedelai epoksi diaplikasikan pada kompon karet dan diuji sifat mekanis vulkanisat karet menggunakan mesin universal testing machine. Hasil penelitian menunjukkan spektra FTIR minyak jelantah epoksi memperlihatkan keberadaan vibrasi peregangan gugus epoksi (C-O-C) pada puncak 1240 cm-1 dan bilangan oksiran 2,24%. Hasil pengujian vulkanisat menggunakan plasticizer minyak jelantah epoksi (EUCO) memiliki nilai kekuatan tarik, kekuatan sobek, dan ketahanan kikis yang lebih unggul dibandingkan vulkanisat menggunakan plasticizer minyak parafinik (PO). Hal tersebut menunjukkan bahwa minyak jelantah epoksi mampu menggantikan plasticizer berbasis minyak bumi, seperti minyak parafinik (PO). Kekuatan sobek dan ketahanan kikis vulkanisat yang menggunakan EUCO lebih tinggi dibandingkan vulkanisat yang menggunakan minyak kedelai epoksi (ESO), meskipun kekuatan tariknya lebih rendah, sehingga mengindikasikan bahwa minyak jelantah epoksi yang disintesis dapat memberikan kinerja yang cukup baik sebagai plasticizer karet, sebanding dengan minyak epoksi komersial, seperti minyak kedelai epoksi.Kata kunci: Minyak jelantah epoksi, Plasticizer komersil, Sifat mekanis, Vulkanisat.ABSTRACTThe high volume of waste cooking oil is one of the biggest obstacles. Unsaturated fatty acids in waste cooking oil have the potential as a raw material for producing plasticizer of epoxy oil. The development of renewable plasticizers based on natural materials to replace petroleum plasticizers has become the concern of many researchers due to the issue of depletion of petroleum raw materials, environmental problems, and health issues caused by petroleum plasticizers. This research aims to study the comparison of mechanical properties of vulcanizated rubber using plasticizer of epoxy waste cooking oil to commercial plasticizers (paraffinic oil and epoxy soybean oil). Waste cooking oil containing unsaturated fatty acids was epoxidized by reflux method (60oC for 4 hours) using n-hexane as solvent, glacial acetic acid and IR-120 amberlite resin as catalyst, and hydrogen peroxide as oxygen donor. The epoxy cooking oil was characterized for oxirane groups using FTIR spectrophotometer and oxirane number using titration method. Epoxy waste cooking oil, paraffinic oil, and epoxy soybean oil were applied to rubber compounds and tested for mechanical properties of vulcanizatesd rubber using a universal testing machine. The results showed that the FTIR spectra of epoxy waste cooking oil showed the presence of epoxy group stretching vibrations (C-O-C) at a peak of 1240 cm-1 and an oxirane number of 2.24%. The test results of vulcanizates using epoxy waste cooking oil (EUCO) have superior tensile strength, tear strength, and scrape resistance values compared to vulcanizates using paraffinic oil (PO). This shows that epoxy waste cooking oil can replace petroleum-based plasticizers, such as paraffinic oil (PO). The tear strength and scrape resistance of the vulcanizates using EUCO were higher than those using epoxy soybean oil (ESO), although the tensile strength was lower, thus indicating that the synthesized epoxy waste cooking oil can provide quite good performance as a rubber plasticizer, comparable to commercial epoxy oils, such as epoxy soybean oil.Keyword: Commercial plasticizer, Epoxy waste cooking oil, Mechanical properties, Vulcanized rubber.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Sabun Cair dari Minyak Jelantah di Bank Sampah Sidomulyo Maju Wahyu Ratnaningsih; Andri Saputra; Pani Satwikanitya; Mario Sarisky Dwi Ellianto; Latifah Listyalina; Muh Wahyu Sya'bani; Wisnu Pambudi; Uma Fadzilia Arifin
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol5.iss1.art5

Abstract

Keberadaan limbah minyak jelantah merupakan suatu hal yang menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas yang tidak dapat digunakan kembali karena akan menimbulkan gangguan kesehatan, sedangkan apabila dibuang ke lingkungan secara langsung juga akan menyebabkan masalah lain. Bank Sampah Sidomulyo Maju yang terletak di Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah maupun limbah serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Limbah minyak jelantah dari rumah tangga yang belum dikelola dengan optimal menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat desa setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun cair. Metode kegiatan ini antara lain memberikan ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cair oleh 2 instruktur dan 8 asisten instruktur kepada 30 orang peserta yang di antaranya merupakan anggota bank sampah dan masyarakat Desa Sidomulyo. Hasil kegiatan ini berupa pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pengolahan limbah minyak jelantah. Masyarakat diharapkan mampu menerapkan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun cair sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan nilai tambah. Keaktifan peserta dan antusiasme juga ditunjukkan oleh kinerja peserta selama pelatihan dan produk sabun cair yang dihasilkan serta kegiatan diskusi yang aktif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai keterserapan materi yang disampaikan dari 50,51 menjadi 94,17. Kata kunci : bank sampah; minyak jelantah;pemberdayaan masyarakat; sabun cair ABSTRACT The existence of used cooking oil has a negative impact on humans and the environment. Used cooking oil cannot be reused because it will cause health problems, while if disposed of directly into the environment it will also cause other problems. Sidomulyo Maju Waste Bank, located in Sidomulyo Village, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, was built with the aim of increasing public awareness about waste management and improving the community's economy. Used cooking oil waste from households that has not been managed optimally is one of the problems that faced by the local village community. This community service activity aims to overcome these problems by utilization of used cooking oil waste into liquid soap. The methods of this activity include giving lectures, discussions, training the production of liquid soap by 2 instructors and 8 assistant instructors to 30 participants, including members of the waste bank and the community of Sidomulyo Village. The results of this activity are in the form of community knowledge and skills in utilization of used cooking oil waste. The community is expected to be able to apply the utilization of used cooking oil waste into liquid soap so as to reduce environmental pollution and increase added value. Participants' activeness and enthusiasm were also shown by the participants' performance during the training and the liquid soap products produced as well as active discussion activities. The evaluation results showed that there was an increase in the absorption value of the material presented from 50.51 to 94.17. Keywords : community empowerment; liquid soap; used cooking oil; waste bank
Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga melalui Pembuatan Sabun Cair dari Minyak Goreng Bekas Ratnaningsih, Wahyu; Dwi Wibowo, Midarto; Bagus Seno Wulung, Raden; Suwarno, Yuli; Saputra, Andri; Satwikanitya, Pani; Sarisky Dwi Ellianto, Mario; Listyalina, Latifah
Jurnal ETAM Vol. 4 No. 2 (2024): JUNE
Publisher : Politeknik Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/etam.v4i2.637

Abstract

Sabun cair merupakan kebutuhan rumah tangga yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti mencuci tangan dan mencuci peralatan dapur. Di samping itu sabun cair dapat dibuat dari minyak goreng bekas, sedangkan minyak goreng bekas jika dibuang ke lingkungan secara langsung akan mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar para akademisi dapat turut serta untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga melalui pembuatan sabun cair dari minyak goreng bekas. Metode kegiatan ini antara lain dengan memberikan materi, diskusi, pelatihan, dan analisis kelayakan usaha oleh 4 instruktur kepada 30 peserta. Hasil kegiatan ini berupa pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pembuatan sabun cair dari minyak goreng bekas serta analisis ekonominya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai keterserapan materi yang disampaikan dari 47,78 menjadi 94,17. Analisis aspek ekonomi menunjukkan bahwa harga jual yang ditawarkan untuk 1 botol sabun cair yaitu Rp 5000 pada saat promosi dan Rp 6000 pada keadaan normal dengan margin keuntungan sebesar 30 %. Usaha pembuatan sabun cuci ini harus menjual 128 buah botol sabun 250 ml untuk mendapat titik impas.
Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick Stool Chair di Bank Sampah Bareng Mukti Saputra, Andri; Satwikanitya, Pani; Ellianto, Mario Sarisky Dwi; Pujiyanto, Risang; Hermiyati, Indri; Iswahyuni; Utami, Ratri Retno
Jurnal ETAM Vol. 4 No. 2 (2024): JUNE
Publisher : Politeknik Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/etam.v4i2.723

Abstract

Sampah plastik di Kalurahan Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul belum dikelola dengan baik, sehingga menimbulkan penumpukan di Bank Sampah Bareng Mukti. Pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Kalurahan Sidomulyo terkait pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick stool chair. Pelatihan dilakukan dengan metode sosialisasi dan praktik kepada 16 peserta anggota Bank Sampah Bareng Mukti dan masyarakat Kalurahan Sidomulyo. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan metode angket menggunakan kuesioner. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta pelatihan mampu membuat ecobrick stool chair dari botol plastik bekas dan sampah plastik lainnya. Ecobrick stool chair disusun berdasarkan modul HexBench. Hasil evaluasi keterserapan materi yang disampaikan selama pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rerata dari 82,25 (pretest) menjadi 96,06 (posttest). Rerata penilaian yang diberikan oleh peserta terkait materi dan performa instruktur secara keseluruhan adalah lebih dari 90 (sangat baik). Penilaian seluruh aspek kegiatan pelatihan oleh peserta terkait penyelenggaraan pelatihan menunjukkan hasilnya yang baik (rerata di atas nilai 4).
KINETIKA VULKANISASI KARET MENGGUNAKAN BIOPLASTICIZER MINYAK KAKAO TEREPOKSI Satwikanitya, Pani; Saputra, Andri; Sya’bani, Muh Wahyu; Agustian, Mertza Fitra
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.135 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.460

Abstract

Kinetika vulkanisasi karet menggunakan bioplasticizer minyak kakao terepoksi dipelajari berdasarkan data output moving die rheometer. Data percobaan didekati dengan beberapa model kinetika, yaitu model reaksi orde 1, orde 2, dan Deng-Isayev. Konstanta laju reaksi (k) pada model reaksi orde 1 dan orde 2 dihitung dari data torsi yang merupakan fungsi waktu (M = f(t)). Sedangkan pada model Deng-Isayev, nilai k dan orde reaksi (n) ditentukan menggunakan optimasi multivariable dengan tools Solver pada aplikasi Excel. Nilai energi aktivasi (Ea) diperoleh dari persamaan Arrhenius. Hasil penelitian memperlihatkan model Deng-Isayev dapat merepresentasikan data percobaan dengan baik. Konstanta laju reaksi sebanding dengan kenaikan suhu vulkanisasi. Reaksi vulkanisasi karet menggunakan minyak kakao terepoksi berlangsung pada orde (n) 3 dengan energi aktivasi (Ea) sebesar 157,55 kJ/mol.
Pemlastis epoksi ester minyak sawit sebagai pengganti epoksi minyak kedelai pada kulit imitasi Utami, Ratri Retno; Satwikanitya, Pani; Saputra, Andri; Syabani, Muh Wahyu; Indahwati, Luthfi Auliya; Ilmannafia, Danuraja
Jurnal Agrotek Ummat Vol 11, No 4 (2024): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v11i4.26741

Abstract

A plasticizer is a liquid added to synthetic leather materials to make the product softer, more flexible, and easier to process. The development of sustainable plasticizers in this study was achieved using palm oil as the primary raw material. The study aimed to evaluate the application of epoxidized palm oil esters on imitation leather. The epoxidation process used palm oil esters as the base material, with acetic acid, hydrogen peroxide, and amberlite resin as catalysts. The mixture was heated to a temperature of 60 °C and stirred at a speed of 400 rpm for 4 hours. The resulting epoxy oil was then applied to the top layer of imitation leather, and its mechanical properties were tested. Epoxidized palm oil esters replaced 50% and 100% of epoxidized soybean oil the imitation leather. As a control, plasticizers from commercial epoxidized soybean oil were used. The mechanical test results showed that replacing 100% of the epoxidized soybean oil with palm oil esters in synthetic leather did not result in significant differences in longitudinal tensile strength and transverse elongation compared to the control. However, artificial leather with epoxidized palm oil esters demonstrated better tear resistance than the control. Further studies are required to determine the optimal conditions for the epoxidation reaction, fatty acid composition, and stability of epoxidized palm oil esters.
Pelatihan Pemilahan Sampah Plastik di Bank Sampah Bareng Mukti BUMKal Sidomulyo Maju, Bambanglipuro, Bantul Saputra, Andri; Satwikanitya, Pani; Ellianto, Mario Sarisky Dwi; Arief, Diana Ross; Winursito, Isananto; Supomo, Supomo; Arifin, Uma Fadzilia; Wibowo, Midarto Dwi; Suwarno, Yuli; Utami, Ratri Retno
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 4, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v4i1.235

Abstract

Sampah plastik di Kalurahan Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul belum dikelola dengan baik, sehingga menimbulkan penumpukan di Bank Sampah Bareng Mukti. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Kalurahan Sidomulyo terkait pemilahan sampah plastik. Pelatihan dilakukan dengan metode sosialisasi dan praktik kepada 16 peserta anggota Bank Sampah Bareng Mukti dan masyarakat Kalurahan Sidomulyo. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan metode angket menggunakan kuesioner. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa Peserta pelatihan mampu membedakan dan memiliah sampah plastik. Sampah plastik dipilah berdasarkan 7 jenis plastik. Penilaian terhadap pemahaman materi yang diberikan selama pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan, dimana rata-rata nilai peserta meningkat dari 82,25 pada pre-test menjadi 96,06 pada post-test. Respons peserta terhadap materi dan instruktur sangat positif, dengan rata-rata penilaian keseluruhan mencapai 91,52, menunjukkan tingkat kualitas yang sangat baik. Evaluasi terhadap berbagai aspek pelatihan yang dilakukan oleh peserta juga mencerminkan hasil yang memuaskan, dengan rata-rata penilaian mencapai 4,21.