cover
Contact Name
Ahmadi Riyanto
Contact Email
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Phone
+628111166998
Journal Mail Official
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Jl. Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong 16911
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology)
ISSN : 16930339     EISSN : 25798634     DOI : https://doi.org/10.32491
Aims and Scope Aims: Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) aims to publish original research results on fishes (pisces) in fresh, brackish and sea waters including biology, physiology, and ecology, and their application in the fields of fishing, aquaculture, fisheries management, and conservation. Scope: This journal publishes high-quality articles dedicated to all aspects Aquaculture, Fish biodiversity, Fisheries management, Fish diseases, Fishery biotecnology, Moleculer genetics, Fish health management, Fish biodiversity.
Articles 420 Documents
Reproductive biology of Celebes rainbowfish (Marosatherina ladigesi Ahl, 1936) in some rivers of South Sulawesi Jayadi St Hadijah; Beddu Tang; Amrah Husma
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 2 (2016): June 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i2.40

Abstract

The purpose of this study was to analyze the reproductive biology of Celebes rainbowfish (Marosatrherina ladigesi) in some rivers of South Sulawesi including sex ratio, fecundity, eggs diameter, gonado somatic index, gonad maturity sta- ges, and spawning season. Fish collections were conducted in the Bantimurung River, Sawae River, Asanae River, and Jenae River. This study was conducted for one year from January to December 2014. Fish samples were separated by sex, total length was measured using calliper with a precision of 0.1 mm, while the body weight and gonad weight were measured with analytical balance with a precision of 0.01 g. Gonads were preserved in formaldehyde 4% for the deter- mination of fecundity, eggs diameter, gonad maturity index, and gonad maturity level. Sex ratio was unbalanced in every month and fecundity of fish ranged between 98-978 eggs. Relationship between fecundity and body length was strongly correlated, while the relationship between fecundity with body weight was weakly correlated. Fish eggs diameter was vary and this fish categorized as partial spawner. Gonad maturation index of males and females increase in August, September, October, November, December and January. Mature fish was collected in every month of sampling period and the peak spawning season was found in December Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menganalisis biologi reproduksi ikan beseng-beseng di Sulawesi Selatan meliputi nisbah ke- lamin, fekunditas, diameter telur, indeks kematangan gonad, tingkat kematangan gonad, dan musim pemijahan. Lokasi pengambilan sampel meliputi Sungai Bantimurung, Sungai Sawae, Sungai Asanae, dan Sungai Jenae. Penelitian dilaku- kan selama satu tahun mulai Januari sampai Desember 2014. Pengambilan sampel ikan menggunakan alat tangkap se- ser. Sampel ikan yang tertangkap dipisahkan berdasarkan jenis kelamin dan diukur panjang total, bobot tubuh, bobot gonad dan fekunditas. Pengukuran panjang total ikan menggunakan mistar geser berketelitian 0,1 mm, sedangkan bobot tubuh dan bobot gonad menggunakan timbangan analitik berketelitian 0,01 g. Gonad diawetkan dalam larutan formalin 4%, untuk penentuan fekunditas, diameter telur, indeks kematangan gonad, dan tingkat kematangan gonad. Nisbah ke- lamin tidak seimbang pada setiap bulan dan fekunditas ikan berkisar antara 98-978 butir. Hubungan fekunditas dengan panjang tubuh ikan berkorelasi erat, sedangkan hubungan fekunditas dengan bobot tubuh berkorelasi lemah. Sebaran diamater telur bervariasi dan tipe pemijahan tidak serentak. Indeks kematangan gonad ikan jantan dan betina meningkat pada bulan Agustus, September, Oktober, November, Desember dan Januari. Ikan yang yang matang gonad ditemukan setiap bulan pengamatan dan puncak pemijahan terjadi pada bulan Desember.
Ichthyofauna of Menoreh Karst area, Jawa Tengah and the conservations efforts Renny Kurnia Hadiaty
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 2 (2016): June 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i2.41

Abstract

Ichthyofauna study was conducted at 11 freshwater ecosystems, consisted of three caves and eight rivers of Menoreh Karst area. Nine fish species were collected during the study, i.e Barbodes binotatus, Kalimantania lawak, Rasbora lateristriata, Nemacheilus fasciatus, Poecilia reticulata, Sicyopterus hageni, Stiphodon atratus, Sicyopus rubicundus and Channa gachua. For 30 years work as freshwater fish researcher, It is the first time to collect Kalimantania lawak, the distribution of this fish only in Kalimantan and Java. Scale structures is a key character for identification of cypri-nid, the differences of scale structures of K. lawak, B. binotatus dan Barbonymus gonionotus provided. The biodiversity conservation efforts has been attempted in Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. The village regulations has been established, the people are forbidden to collect fish using electric fishing or the poison/chemicals. In fact, it succeeded by the existing of aquatic biota in the rivers, the number of fish and species from those rivers are highest than the others area. Abstrak Penelitian iktiofauna di wilayah Karst Menoreh telah dilakukan di 11 perairan, tiga diantaranya terdapat di gua dan delapan di sungai. Penelitian mendapatkan 9 jenis ikan yaitu Barbodes binotatus, Kalimantania lawak, Rasbora lateristriata, Nemacheilus fasciatus, Poecilia reticulata, Sicyopterus hageni, Stiphodon atratus, Sicyopus rubicundus, dan Chan- na gachua. Hal yang menggembirakan, setelah 30 tahun bekerja sebagai peneliti ikan air tawar, untuk pertama kali ditemukannya K. lawak. Jenis ini hanya dijumpai di Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa. Struktur sisik merupakan satu karakter kunci dalam identifikasi, sehingga dapat digunakan untuk membedakan K. lawak, B. binotatus, dan Barbonymus gonionotus. Upaya untuk melakukan konservasi keanekaragaman hayati telah diupayakan khususnya di Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo yang telah dituangkan dalam bentuk Peraturan Desa (Perdes). Pada Per- des tersebut tercantum larangan penggunaan electric fishing atau racun/bahan kimia untuk menangkap ikan. Larangan ini efektif dalam mempertahankan keanekaragaman jenis ikan di wilayah perairan di desa tersebut. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan perolehan jenis dan jumlahnya tertinggi dibandingkan dari wilayah lainnya.
The supplementation of clove oil Syzygium aromaticum in the diet to improve the growth performance of common carp Cyprinus carpio Linnaeus 1758 Tira Silvianti; Dedi Jusadi; Sri Nuryati
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 2 (2016): June 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i2.42

Abstract

The aim of this research was to determine the effect of the diet supplemented with clove oil Syzygium aromaticum on the growth performance of common carp, Cyprinus carpio. The experiment was carried out from February to April 2015 at the Laboratory Production, Department of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University. Common carp, strain Majalaya with an initial body weight of 3.90±1.08 g were reared in the 50x40x35 cm3 aquaria (150 L volume) at density of 25 fish per aquaria. During the rearing period, fish were fed on the diet contained with clove oil with a dose of 0, 5, 10, 15, or 100 mg 100 g-1 diet with three replications. The experiment for growth performance was conducted for 56 days and followed by digestibility test for 10 days. The fish were fed three times a day at 08:00, 12:00 and 16:00 hours. The results showed that the growth performances of fish were affected by clove oil supplementation. Fish fed on the diet supplemented with clove oil at a dose of 100 mg 100 g-1 diet significantly had the best growth performance and health status, including blood profile and the intestinal villus length. Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi penambahan minyak cengkeh Syzygium aromaticum dalam pakan untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan mas Cyprinus carpio. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga bulan April 2015, di Laboratorium Produksi, Kolam Percobaan Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Ikan uji yang digunakan adalah mas dari varietas Majalaya yang berbobot 3,90 ±1,08 g. Ikan ditebar pada akuarium berukuran 50x40x35 cm3 (volume 150 L) dengan kepadatan 25 ekor ikan setiap akuarium. Selama masa pemeliharaan, ikan diberi pakan yang mengandung minyak cengkeh dengan dosis 0, 5, 10, 15, atau 100 mg 100 g-1 pakan dengan masing-masing tiga ulangan. Uji pertumbuhan dilakukan selama 56 hari, dilanjutkan dengan uji kecernaan selama 10 hari. Ikan diberi pakan tiga kali dalam sehari, yaitu pukul 08.00, 12.00, dan 16.00. Ha-sil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pertumbuhan ikan mas dipengaruhi oleh penambahan minyak cengkeh. Ikan yang diberi pakan dengan penambahan minyak cengkeh pada dosis 100 mg 100 g-1 pakan secara signifikan memiliki kinerja pertumbuhan dan status kesehatan terbaik, termasuk profil gambaran darah dan tinggi vili usus.
Ratio of intestine length to body weight of giant gourami, Osphronemus goramy Lac. feed with different protein levels of the diets supplemented with recombinant growth hormone (rGH) Darmawan Setia Budi; Alimuddin Alimuddin; Muhammad Agus Suprayudi
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 2 (2016): June 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i2.43

Abstract

The purpose of this study was to describe the effect of dietary protein levels enriched with rGH on the ratio of length of the intestine to body weight of giant gourami. The diet with different protein levels (i.e. 21%, 28%, 34%; isoenergy) coated with egg yolk containing rGH. Each treatment has a control without rGH addition. Juveniles of giant gourami (body weight15.83 ± 0.13 g) were fed with a diet containing rGH twice a week. Fish were reared in 100 L glass aquaria with density of 10 fish per aquaria for 42 days. At the end of the treatment, body weight and length of the intestine were measured to determine the effect of treatment on the ratio of these two parameters. The result of research showed that at each level of treatment, the dietary protein levels and rGH supplementation gave a significant effect to increase the ratio of intestinal length to body weight (p <0,05). Ratio of intestinal length to body weight of fish was increase by decre-asing protein level in dietary (p <0,05). No interaction between protein levels and rGH additon on the ratio of intestinal length to body weight (p> 0,05). Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pemberian pakan dengan kadar protein berbeda yang diperkaya dengan rGH pada nisbah panjang usus dan bobot tubuh ikan gurami. Pakan dengan kadar protein berbeda (21%, 28%, 34%;isoenergi) dibalut kuning telur yang mengandung rGH. Masing-masing perlakuan memiliki kontrol tanpa penam-bahan rGH. Yuwana ikan gurami (bobot tubuh15,83±0,13 g) diberi pakan mengandung rGH dua kali seminggu. Yuwa-na ikan dipelihara dalam akuarium volume100 L dengan padat tebar 10 ekor per akuarium selama 42 hari. Pada akhir perlakuan dilakukan pengukuran bobot tubuh dan panjang usus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masing-ma-sing taraf perlakuan kadar protein pakan, pemberian rGH berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap peningkatan nisbah pan-jang usus dan bobot tubuh ikan. Penurunan kadar protein pada pakan terbukti meningkatkan nisbah panjang usus dan bobot tubuh ikan (p<0,05). Tidak terdapat interaksi antar perlakuan kadar protein dan penambahan rGH terhadap rasio panjang usus terhadap bobot tubuh (p>0,05).
Evaluation of the addition of turmeric Curcuma longa Linn. extract in diet for biochemical blood and growth performance of giant gourami Osphronemus goramy Lacepede, 1801 Putri Pratamaningrum Arifin; Mia Setiawati; Nur Bambang Priyo Utomo
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i1.44

Abstract

Giant gourami (Osphronemus goramy) has a relatively slow growth. One way to increase the growth of giant gourami is to provide additional materials (feed additives). The active substance curcumin in turmeric can stimulates the gall bladder wall to secrete bile and essential oils to prevent excessive stomach acid secretion. This study aimed to evaluate the different dose of turmeric extract in the feed that can affect digestive enzymes and growth performance of giant gourami. The turmeric extract mixed into the diet with 4 doses i.e.: 0 (control); 0.05; 0.10; and 0.15%. Fishes (4.20±0.08 g) were reared in 12 aquariums (50 x 40 x 35 cm3) with density of 10 fishes in 40 L for 60 days. Fishes were reared with recirculating system using top filter and fed at satiation two times daily at 08.00 and 16.00. Some parameters were measured including blood biochemistry (cholesterol, triglycerides, HDL, LDL and glucose), feeding consumption, specific growth rate, feed efficiency, survival rate, protein retention, lipid retention, hepatosomatic index (HSI), lipid content of liver, and glycogen content of liver. Experimental design was set according to completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. Data growth performance and liver parameters were statistically analysed by ANOVA (one-way analysis of variance) using SPSS 17.0. The significant parameters (p<0.05) then analysed by Tukey’s test. The blood biochemical parameters (cholesterol, triglycerides, HDL, LDL and glucose) were descriptively analysed. The result showed that turmeric extract 0.15% in the feed could affect the blood biochemistry but not the growth performance of giant gourami. Abstrak Ikan gurame (Osphronemus goramy) memiliki pertumbuhan yang relatif lambat. Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ikan gurame dengan memberikan bahan tambahan. Kunyit memiliki zat aktif kurkumin yang merangsang dinding kantung empedu untuk mengeluarkan cairan empedu dan minyak atsiri mencegah keluarnya asam lambung yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian ekstrak kunyit dengan dosis yang berbeda pada pakan yang dapat memengaruhi biokimia darah dan kinerja pertumbuhan ikan gurame. Ekstrak kunyit dicampurkan ke dalam pakan dengan 4 dosis yaitu: 0; 0,05; 0,1; dan 0,15%. Ikan gurame (4,20±0,08 g) dipelihara dalam 12 akuarium (50 x 40 x 35 cm3) dengan kepadatan 10 ekor dalam 40 L selama 60 hari. Ikan dipelihara menggunakan sistem resirkulasi top filter dan diberi pakan secara at satiation sebanyak dua kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00. Parameter uji yang diamati yaitu biokimia darah (kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, dan glukosa), jumlah konsumsi pakan, laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan, kelangsungan hidup, retensi protein, retensi lemak, indeks hepato-somatik, kadar lemak hati, dan kadar glikogen hati. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Data kinerja pertumbuhan dan parameter hati dianalisis secara statistik dengan ANOVA menggunakan program SPSS 17.0. Parameter yang berbeda nyata (p<0,05) dilakukan uji lanjut menggunakan analisis Tukey. Parameter biokimia darah dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kunyit 0,15% pada pakan dapat memengaruhi biokimia darah tetapi tidak memengaruhi kinerja pertumbuhan ikan gurame.
The Application of the willow leaf powder (Justicia gendarussa) in the fish feed to reduce the level of fertility of gift tilapia, Oreochromis sp. Munawar Khalil; Nurul Aida; Saiful Adhar; Prama Hartami
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i1.45

Abstract

The study was conducted on March, 18th -May, 2nd 2014 at Balai Benih Ikan Keumala, Pidie Regency, Nangroe Aceh Darussalam Province. The aim of this study was to test the use of willow leaf powder in the feed to reduce fertility levels of gift tilapia (Oreochromis sp. genetic improvement farmed tilapias ). The method in this study used non-factorial completely randomized design with four treatments and three replications i.e. A: without giving willow leaf powder, B: 40 mg, C: 50 mg, D: 60 mg leaf powder. The results showed that the application of willow leaf powder in the fish feed gives a very significant effect on the level of fertility and hatching rate of tilapia, where (F value > F table). The eggs were unfertilized on the treatment numbers D, C, and B, meanwhile almost of eggs were fertilized in the treatment numbers A (without giving willow leaf powder). Otherwise, the results showed that the willow leaf powder was not affect the growth weight and length of tilapia (Fvalue < Ftable). Abstrak Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Maret-2 Mei 2014 di Balai Benih Ikan Keumala, Kabupaten Pidie, Pro-vinsi Nangroe Aceh Darussalam. Tujuan penelitian untuk menguji penggunaan tepung daun gandarusa dalam pakan un-tuk mengurangi tingkat fertilitas pada ikan nila gift (Oreochromis sp., genetic improvement farmed tilapias). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap non faktorial dengan empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu perlakuan A: tanpa pemberian tepung daun gandarusa, perlakuan B: 40 mg, perlakuan C: 50 mg dan perlakuan D: 60 mg tepung daun gandarusa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran tepung daun gandarusa dalam pakan memberi pengaruh yang sangat berbeda nyata terhadap tingkat fertilitas dan tingkat penetasan telur ikan nila gift. Telur yang paling banyak tidak terbuahi adalah pada perlakuan D kemudian C, dan B, sedangkan yang paling banyak terbuahi adalah pada perlakuan A. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tepung daun gandarusa tidak memberi pengaruh buruk terhadap pertumbuhan baik pertumbuhan bobot maupun panjang ikan nila gift (Fhitung < Ftabel).
Hormonal induction on artificial ovulation and spawning of striped catfish, Pangasianodon hypopthalmus (Sauvage, 1878) using aromatase inhibitor and oxytocin Mahdaliana Mahdaliana; Agus Oman Sudrajat; Dinar Tri Soelistyowati
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i1.46

Abstract

Artificial spawning on stripe catfish has generally carried out by stripping because of the absence in reflex of spawning. Mechanical stripping usually caused stress, decreased quality of gametes and seeds and damage on gonad. Induced spawning without stripping could be used for the process of gonad maturation to stimulate the ovulation of the fish which has the difficulties to spawn in its non natural habitat. Induced spawning without stripping by using hormones combi-nation was conducted in the present study. This research proposed to evaluate the injection of hormones combination between aromatase inhibitor (AI) and oxytocin association with ovaprim and PGF2a for stimulating ovulation and spawning without stripping. The completely randomized design of combined hormones consisted of five treatments such as P1(AI,oxytocin), P2 (AI, oxytocin,ovaprim), P3 (AI, oxytocin, ovaprim, PGF2a), P4 (ovaprim) as positive control, and P5 (NaCl) as negative control. Each treatment was performed using five paires of males and females as individual replicate of about 2-6 kg weight. The results showed that the combination of P3 was the most effectively and successfully induced ovulation with naturally spawning without stripping, treatment P4 ovulation with stripping, while the treatment P5 there was not ovulation. The hormones combination caused decreasing of estradiol-17p concentration and testosterone (p<0.05) as the sign of the final maturation. The average time of ovulation was 12.35±4.05 to 15.20±2.25 minutes. The highest number of eggs about 145.865 from the treatment P3 (AI, oxytocin, ovaprim, PGF2a). Abstrak Pemijahan buatan pada ikan patin dilakukan dengan cara pengurutan karena tidak memiliki kemampuan untuk menge-luarkan telur secara alami. Teknik pengurutan berdampak stres pada induk, kualitas gamet menurun, dan gonad menjadi rusak. Proses pematangan gonad dan pemijahan tanpa pengurutan dapat diinduksi secara hormonal untuk membantu ovulasi ikan yang sulit memijah di luar habitatnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan hormon penghambat aromatase (aromatase inhibitor - AI) dan oksitosin serta kombinasi hormon untuk merangsang ovulasi dan pemijahan pada ikan patin tanpa pengurutan(semi alami). Perlakuan kombinasi hormon terdiri atas P1(AI+Oksitosin), P2 (AI+Oksitosin+Ovaprim), P3 (AI + Oksitosin + Ovaprim + Pgf2a), P4 (ovaprim) sebagai kontrol positif, dan P5 (NaCl) sebagai kontrol negatif. Pada setiap perlakuan digunakan lima induk ikan patin jantan dan lima induk ikan patin betina sebagai ulangan individu dengan bobot berkisar 2-5 kg. Perlakuan diberikan satu kali dengan cara penyuntikan hormon ke dalam jaringan pada bagian otot dibawah sirip punggung (intramuscular). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P3 berhasil menginduksi ikan untuk ovulasi dan memijah tanpa pengurutan, sedangkan pada perlakuan P4 ikan memijah dengan cara pengurutan, dan pada P5 ikan tidak ovulasi dan tidak memijah. Perlakuan kombinasi hormon menyebabkan konsentrasi estradiol-17p dan testosteron plasma menurun yang menunjukkan tahap pematangan akhir. Lama waktu ovulasi tidak berbeda nyata yaitu berkisar antara 12,35±4,05 sampai 15,20±2,25 jam, sedangkan jumlah telur yang diovulasikan tertinggi adalah 145.865butir pada perlakuan kombinasi hormon P3 (AI + Oksitosin + Ovaprim + Pgf2a).
Induction on gonadal maturation of male striped catfish Pangasianodon hypopthalmus (Sauvage, 1878) using Javanese long pepper extract Piper retrofractum Vahl. enriched feed Yeni Elisdiana; Dinar Tri Soelistyowati; Widanarni Widanarni
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i1.47

Abstract

Javanese long pepper is an aphrodisiac plants that have hormonal effects. This study aimed to evaluate the using of Javanese long pepper extract (JLPE) enriched feed to accelerate the gonadal maturation of male striped catfish. The dose 37.5 and 187.5 mg kg body weight-1 day-1 JLPE enriched feed were given on treatments compared to 17-a methyl testosterone (50 ^g kg body weight-1 week-1) and control. The treatments were given for 8 weeks on male striped catfish fish weighed 250±18.6 g. Gonadosomatic index of JLPE treatment higher than control since the second week (p<0.05), also testosterone levels in 187.5 mg kg body weight-1 day-1 JLPE treatment to control (p<0.05). The spermatozoa dispersion reached 75% in JPLE treatment higher than control (p<0.05), althought there was not significant difference on spermatocrite level (p> 0.05). Therefore, JLPE treatment at dose 187.5 mg kg body weight-1 day-1 increased the reproductive performance and sperm quality of male striped catfish. Abstrak Cabe jawa merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek hormonal sebagai afrodisiak. Penelitian ini bertujuan un-tuk mengevaluasi pemberian ekstrak cabe jawa (ECJ) melalui pakan terhadap akselerasi pematangan gonad ikan patin siam jantan. Perlakuan yang diberikan meliputi ECJ dengan dosis 37,5 dan 187,5 mg kg ikan-1 hari-1, dibandingkan dengan 17-a Metiltestosteron (50 ^g kg ikan-1 minggu-1) dan kontrol selama 8 minggu. Perlakuan ECJ menunjukkan in-deks kematangan gonad lebih tinggi dibandingkan kontrol sejak minggu ke-2 (p<0,05). Kadar testosteron darah pada perlakuan ECJ 187,5 mg kg ikan-1 hari-1 lebih tinggi dibandingkan kontrol (p<0,05). Pada minggu ke-8, sebaran spermatozoa perlakuan ECJ mencapai 75%, sedangkan sebaran spermatozoa kontrol kurang dari 50%. Kepadatan, volume, dan motilitas sperma perlakuan ECJ dan 17a-metiltestosteron lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (p<0,05) pada minggu ke-8, namun kadar spermatokrit menunjukkan hasil yang sama (p>0,05). Perlakuan ECJ 187,5 mg kg ikan'1 hari-1 meningkatkan performa reproduksi dan kualitas sperma ikan patin siam jantan.
Spectrum manipulation on growth and color quality of juvenile clown loach Chromobotia macracanthus Bleeker Annisa Khairani Aras; Kukuh Nirmala; Dinar Tri Soelistyowati; Sudarto Sudarto
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i1.48

Abstract

This study aimed to evaluate the performance light spectrum on growth and color quality of juvenile clown loach. The experiment design was a completely randomize design with three replications i.e. R (negative control with room light tube lamp), P (positive control with LED white), M (LED red), H (LED green) and B (LED blue). The juveniles of clown loach with total length (TL) of 3.88±0.19 cm ind-1, standard length (SL) of 3.38±0.19 cm ind-1 and body weight of 0.61±0.11 g ind-1 was rearing with density 18 inds aquarium-1 and fed with blood worm. The best growth performance was found in LED green with survival rate of 96.29±3.21 %, specific growth rate of 2.35±0.27 %, the weight growth of 0.030±0.003 g ind-1 day-1, the growth of total length (TL) 1.69±0.11 cm, the growth of standard length (SL) 1.66±0.29 cm and efficiency of feed 2.90±0.15%. The best color quality performance of botia juvenile was found in LED red based on Toca color quality finder (TFC) for average scoring on body color 35.90, pectoral fin of 42.20 and caudal fin of 38.30, visual color diversity on body color of 41.61±0.57 %, pectoral fin color 75.22±2.69 %, and caudal fin color 67.87±3.89 % and chromatophores cells of 361 cells. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi spektrum cahaya terhadap pertumbuhan dan kualitas warna yuwana ikan botia. Penelitian ini menggunakan RAL (rancangan acak lengkap) yang terdiri atas lima perlakuan dengan tiga ulangan yaitu R (kontrol negatif dengan cahaya ruang lampu tube), P (kontrol positif dengan LED putih), M (LED merah), H (LED hijau), dan B (LED biru). Yuwana ikan dengan panjang total (PT) 3,88±0,19 cm ekor-1, panjang baku 3,38±0,19 cm ekor-1, dan bobot 0,61±0,11 g ekor-1 dipelihara dengan padat tebar 18 ekor per akuarium serta diberi pakan cacing darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pertumbuhan yang terbaik diperoleh pada perlakuan LED hijau dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 96,29±3,21%, laju pertumbuhan harian sebesar 2,35±0,27%, pertumbuhan bobot sebesar 0,030±0,003 g ekor-1 hari-1, pertumbuhan panjang total (PT) sebesar 1,69±0,11 cm, pertumbuhan panjang baku sebesar 1,66±0,29 cm, dan efisiensi pakan sebesar 2,90±0,15%. Parameter kualitas warna yang terbaik diperoleh perlakuan LED merah dengan peringkat warna Toca color finder (TFC) pada warna perut sebesar 35,90, sirip dada sebesar 42,20 dan sirip ekor sebesar 38,30, keragaan warna visual pada warna perut sebesar 41,61±0,57 %, warna sirip dada sebesar 75,22±2,69 %, dan sirip ekor sebesar 67,87±3,89 % serta jumlah sel kromatofora sebesar 361 sel.
Maturational induction of grass carp, Ctenopharyngodon idella (Valenciennes, 1844) using hormone and Indigofera zollingeriana feed Dwi Mulyasih; Agus Oman Sudrajat; Luki Abdullah
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16 No 1 (2016): February 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v16i1.49

Abstract

Pregnant mare serum gonadotropin (PMSG) premix hormone and anti dopamine were used to accelerate maturation. Indigofera zollingeriana a legume plant that has high nutrition content and carotenoids whose has function in oocyte development. The aim of this research was to accelerate the maturation of grass carp (Ctenopharyngodon idella) using premix hormone and to replace the commercial feed with indigofera. The research was conducted in couple randomize design (CRD), using five treatments which were A (NaCl 0.5 ml kg-1 body weight + commercial feed), B (NaCl 0.5 ml kg-1 body weight + indigofera feed), C (premix hormone 0.5 ml kg-1 body weight + commercial feed), D (premix hormone 0.5 ml kg-1 body weight + indigofera feed) and E (premix hormone 0.5 ml kg-1 body weight in indigofera feed) and five fishes as individual replication. The result showed that 17P- estradiol concentration reached the highest level at 4-week on C treatment 1194.8 pgmL-1, while in E treatment 17P-estradiol concentrations was higher than the other treatments at 8-week. At the end of research period, the highest gonadosomatic index (GSI) was performed by E treatment. Addition of premix hormone on feed could increase the gonadal maturation up to perinucleus phase, while in control was still immature. These results indicated that premix hormone could induce gonadal maturity, indigofera could replace commercial feed as broodstock diet, and gonadal maturation through hormonal induction could be perform by giving more competitive feed. Abstrak Premiks hormon pregnant mare serum gonadotropin (PMSG) dan anti dopamin dapat mempercepat pematangan gonad pada ikan. Indigofera zollingeriana merupakan tumbuhan leguminosa yang memiliki nutrisi tinggi dan mengandung ka-rotenoid yang berfungsi untuk perkembangan oosit. Tujuan penelitian ini untuk mempercepat pematangan gonad meng-gunakan premiks hormon serta menggantikan pakan komersial dengan pakan indigofera pada ikan koan (Ctenopha-ryngodon idella). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan yaitu A (NaCl fisiologis 0,5 ml kg-1 bobot tubuh + pakan komersial), B (NaCl fisiologis 0,5 ml kg-1 bobot tubuh + pakan indigofera), C (premiks hormon 0,5 ml kg-1 bobot tubuh + pakan komersial), D (premiks hormon 0,5 ml kg-1 bobot tubuh + pakan indigofera), E (premiks hormon 0,5 ml kg-1 bobot tubuh dalam pakan indigofera) dan lima kali ulangan individu. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa estradiol-17p mencapai puncak pada minggu keempat pada perlakuan C yaitu sebesar 1194,8 pg ml-1 sedangkan pada perlakuan E konsentrasi estradiol-17p lebih tinggi daripada perlakuan lain pada minggu kedelapan. Pada akhir penelitian indeks kematangan gonad tertinggi diperoleh pada perlakuan E. Penambahan premiks hormon pada pakan dapat meningkatkan kematangan gonad hingga mencapai fase perinukleus sedangkan pada kontrol tidak berkem-bang. Hasil ini menunjukkan bahwa premiks hormon dapat menginduksi kematangan gonad, pakan indigofera dapat menggantikan pakan komersial sebagai pakan induk, dan induksi pematangan gonad secara hormonal dapat dilakukan dengan pemberian pakan yang lebih kompetitif.

Filter by Year

2001 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 2 (2022): June 2022 Vol 22 No 1 (2022): February 2022 Vol 21 No 3 (2021): October 2021 Vol 21 No 2 (2021): June 2021 Vol 21 No 1 (2021): February 2021 Vol 20 No 3 (2020): October 2020 Vol 20 No 2 (2020): June 2020 Vol 20 No 1 (2020): February 2020 Vol 19 No 3 (2019): October 2019 Vol 19 No 2 (2019): June 2019 Vol 19 No 1 (2019): February 2019 Vol 18 No 3 (2018): October 2018 Vol 18 No 2 (2018): June 2018 Vol 18 No 1 (2018): February 2018 Vol 17 No 3 (2017): October 2017 Vol 17 No 2 (2017): June 2017 Vol 17 No 1 (2017): February 2017 Vol 16 No 3 (2016): October 2016 Vol 16 No 2 (2016): June 2016 Vol 16 No 1 (2016): February 2016 Vol 15 No 3 (2015): October 2015 Vol 15 No 2 (2015): June 2015 Vol 15 No 1 (2015): Februari 2015 Vol 14 No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 14 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 14 No 1 (2014): Februari 2014 Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013 Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013 Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012 Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011 Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011 Vol 10 No 2 (2010): Desember 2010 Vol 10 No 1 (2010): Juni 2010 Vol 9 No 2 (2009): Desember 2009 Vol 9 No 1 (2009): Juni 2009 Vol 8 No 2 (2008): Desember 2008 Vol 8 No 1 (2008): Juni 2008 Vol 7 No 2 (2007): Desember 2007 Vol 7 No 1 (2007): Juni 2007 Vol 6 No 2 (2006): Desember 2006 Vol 6 No 1 (2006): Juni 2006 Vol 5 No 2 (2005): Desember 2005 Vol 5 No 1 (2005): Juni 2005 Vol 4 No 2 (2004): Desember 2004 Vol 4 No 1 (2004): Juni 2004 Vol 3 No 2 (2003): Desember 2003 Vol 3 No 1 (2003): Juni 2003 Vol 2 No 2 (2002): Desember 2002 Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002 Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001 Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001 More Issue