cover
Contact Name
Muhammad Hanif Azhar
Contact Email
joas@psdku.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
joas@psdku.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Aquaculture Science
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25500910     EISSN : 25794817     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Journal of Aquaculture Science (JoAS) merupakan media pertukaran informasi dan karya ilmiah pada bidang Akuakultur meliputi teknik budidaya, teknologi, reproduksi dan penyakit ikan pada budidaya. Secara umum, Journal of Aquaculture Science menerima artikel hasil penelitian review artikel dan komunikasi singkat. Journal of Aquaculture Science terbit 2 kali dalam setahun (April dan Oktober).
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
New Recorded of Saltwater Crocodile Crocodylus porosus Schneider, 1801 from East Coast Mangrove Ecosystem in Surabaya, East Jawa, Indonesia Sapto Andriyono; Agustin Sukistyanawati
Journal of Aquaculture Science Vol 6 No 2 (2021): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i2.188

Abstract

A single specimen of saltwater crocodile Crocodylus porosus Schneider, 1801 (1.50 cm in length) was captured and photographed by a local fisherman by gill net at fishpond around mangrove ecosystem of east coast Surabaya on December 2020. The location where the estuarine crocodile caught is an important wetland area in Surabaya with an excellent mangrove cover. Wonorejo mangrove location is about 10 km from the centre of Surabaya, the second-largest city in Indonesia. This finding is considered as a first reported of C. porosus in Surabaya, and at the same time is proof of the importance of the mangrove area on the east coast of Surabaya as a habitat for wildlife that must be conserved appropriately. Routine monitoring of mangrove areas, including their wildlife, is essential so that they are not displaced by the development of the city which changes the land function to become a residential area.
Aplikasi POC (Pupuk Organik Cair) Pada Persiapan Kolam Pembesaran Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Terhadap Pertumbuhan, Tingkat Kelangsungan Hidup, Rasio Konversi Pakan, dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Nina Nurmalia Dewi; Nadya Rahadini
Journal of Aquaculture Science Vol 6 No 2 (2021): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i2.194

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas menjajikan yang bernilai tinggi. Budidaya udang vaname saat ini biasa menggunakan sistem intensif yang mana dapat mengakibatkan masalah lingkungan air budidaya kolam itu sendiri seperti limbah organik yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi POC (Pupuk Organik Cair) pada persiapan kolam pembesaran budidaya udang vaname terhadap pertumbuhan, rasio konversi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan, dan tingkat kelangsungan hidup udang vaname. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Budidaya Air Payau Prigi, Trenggalek, Provinsi Jawa Timur pada Desember 2019 – Januari 2020. Metode kerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa udang mengalami pertumbuhan sebesar 1,67-4,33 gram/hari dan selalu mengalami kenaikan. Nilai  FCR yaitu 1,6 dan EPP 62,5%. Tingkat kelulushidupan sebesar 51,3%. Rentang suhu selama penelitian berkisar 29°C-30,5°C sedangkan untuk pH berkisar antara 5,4-8, rata-rata nilai DO yaitu 4,86 mg/L, dan untuk salinitas berkisar antara 13-29 ppt.Keyword : pertumbuhan, kualitas air, tingkat kelangsungan hidup, pupuk organik cair.
Pemijahan Ikan Cupang Alam (Betta Channoides) Induk Alam (G0) Secara Berpasangan Dan Pengamatan Umur Matang Gonad Pertama Kali Keturunan Generasi Pertama (G1) asep - permana; Agus Priyadi; Ahmad Musa; Bastiar Nur; Sawung Cindelaras; Sulasy Rohmy; Siti Zuhriyyah Musthofa
Journal of Aquaculture Science Vol 6 No 2 (2021): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i2.197

Abstract

Ikan cupang alam (Betta channoides) merupakan ikan asli dan endemik dari Kalimantan Timur. Ikan ini mempunyai warna yang indah dan menarik sebagai komoditas ikan hias. Ikan ini bisa memijah alami baik secara berpasangan maupun secara massal. Sejauh ini data reproduksi dan umur matang gonad pertama kali ikan generasi pertama (G1) belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data reproduksi dari pemijahan secara berpasangan dan pertumbuhan serta umur matang gonad generasi pertama. Untuk melihat data reproduksinya dalam penelitian ini dilakukan pemijahan secara berpasangan (1 jantan : 1 betina). Hasil anakan dari pemijahan ini kemudian dipelihara dan dibesarkan dengan tujuan untuk melihat pertumbuhan dan umur matang gonad. Parameter yang akan diamati pada penelitian ini adalah data reproduksi : jumlah anakan, jumlah larva, sintasan larva dan benih, pertumbuhan dan umur matang gonad pertama anakan (G1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data reproduksi ikan B chanoides yang dipijahkan secara berpasangan menghasilkan larva sebanyak 61 ± 7,00 ekor, sintasan larva sampai pemeliharaan umur 30 hari sebesar 88 ± 2,65 %, sintasan benih sampai pemeliharaan umur 120 hari sebesar 71,33 ± 3,21 %. Pertumbuhan panjang mutlak dari larva sampai ukuran induk umur 120 hari sebesar 34,02 mm dan anakan generasi pertama memerlukan waktu untuk menjadi induk selama 120 hari atau 4 bulan. Kata Kunci : pemijahan, berpasangan, reproduksi, sintasan, pertumbuhan, umur matang gonad, generasi pertama, B channoides
Kajian Kualitas Air Sungai Meduri Pekalongan Akibat Pembuangan Limbah Cair Batik Berdasarkan Indikator Biologi Mahardhika Nur Permatasari; Heri Ariadi; Benny Diah Madusari; Hayati Soeprapto
Journal of Aquaculture Science Vol 6 No 2 (2021): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i2.198

Abstract

Sungai Meduri yang mengalir di desa ngaliyan, pandanarum, tirto, tegal dowo dan jeruk sari merupakan salah satu di kabupaten pekalongan yang diindikasikan tercemar oleh limbah batik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas sungai Meduri ditinjau dari aspek fisika (suhu, kecerahan, TSS dan kedalaman), aspek kimia (DO, pH, BOD, Cr6+, Minyak dan Fenol) dan aspek biologi (plankton).  Penelitian ini dilakukan pada bulan mei-juni 2015. pengambilan sampel dilakukan sebanyak  3 kali dengan interval waktu 2 minggu sekali. Komunitas Plankton di Sungai Meduri terdiri dari kelas Barcillariophyceaea, Chlorophycea, Chyanophyceae, Rotatoria dan Entomostraca. Kelimpahan berkisar antara 1104-5393, Indeks keanekaragaman (H') berkisar antara 1,011-1,885, Nilai indeks Keanekaragaman terendah pada staisu. bila nilai indeks keanekaragamn berkisar antara 1-1,5 menandakan perairan dalam kondisi tercemar sedang sampai berat Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,564-0,978 dan indeks Dominasi berkisar antara 0,022-1,000.pada sungai Meduri tidak ada biota yang mendominasi.  Kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) di perairan Sungai Meduri memiliki nilai yang melebihi baku mutu air kelas III. Berdasarkan PP RI No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air, Baku mutu air kelas III untuk parameter BOD adalah 3 mg/l. Nilai Cr6+  dan Minyak masih berada dibawah baku mutu air kelas III yaitu 0,05 mg/l dan 1000 mg/l. Sedangkan nilai fenol paling tinggi terdapat pada stasiun 3 dan 4 yaitu 0,11mg/l  dan 0,07 mg/l, baku mutu nilai fenol adalah 1 mg/l.
Front Matter JoAS Vol 6 No 2 2021 Rizki Dwi Akbar
Journal of Aquaculture Science Vol 6 No 2 (2021): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i2.203

Abstract

Back Matter Joas Vol 6 No 2 2021 Rizki Dwi Akbar
Journal of Aquaculture Science Vol 6 No 2 (2021): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i2.204

Abstract

PRODUCTION OF SHRIMP IN INTENSIVE AQUACULTURE SYSTEM OF VANAME SHRIMP (Litopenaeus vannamei) USING DIFFERENT CULTURAL SLUDGE MANAGEMENT METHODS Isya Tri Pamungkas; Anggun Wijaya; Bahren Qurrotul Nada; Mega Yuniartik
Journal of Aquaculture Science Vol 7 No 1 (2022): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v7i1.131

Abstract

Masalah utama pada budidaya  udang secara intensif adalah menurunnya kualitas air yang layak selama pemeliharaan udang dan munculnya penyakit. Masalah ini mengakibatkan  menurunya produktifitas udang vaname. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penerapan metode pengelolaan lumpur, dengan tujuan untuk mengurangi tumpukan lumpur didasar tambak intensif. Metode pengelolaan lumpur antara lain sistem, CRS (Close Resirculating System), semi close dan bioflok. Metode penulisan yang digunakan yaitu studi pustaka, untuk analisis data dengan membandingkan rata rata data produksi dan kualitas air pada masing masing sistem. Pengelolaan lumpur pada sistem CRS, memindahkan sisa bahan organik kedalam kolam pengendapan. Pada sistem semi close, membuang lumpur secara berkala melalui central draine. Pengelolaan lumpur pada sistem bioflok, memanfaatkan bakteri heterotopik untuk mengolah sisa bahan organik. Average Daily Gain (ADG) terbesar terdapat pada sistem bioflok sebesar 0.16 g/day dan terkecil pada sistem semi close sebesar 0,11 gr/day. Survival rate (SR) tingkat kelulus hidupan tertinggi pada sistem bioflok dengan SR mencapai 88%, dan terendah pada sistem CRS yaitu 81%. Feed Convertion Ratio (FCR) terbaik pada sistem bioflok yaitu nilai FCR mencapai 1.26, berikutnya sistem CRS dengan FCR 1.33, dan pada sistem semi close nilai FCR mencapai 1.93. Sistem pengelolaan lumpur terbaik  dari ketiga sistem tersebut yaitu sistem bioflok. Rata-rata data kualitas air harian dari ketiga sistem tersebut masih dalam kondisi optimal, walaupun pada parameter amonia, nitrit, dan nitrat terpaut tinggi, namun pada tingkat kelulus hidupan udang ketiga sistem tersebut masih diatas 80%.
Budidaya Ikan Lele Dumbo Sistem Akuaponik Untuk Pemberdayaan Panti Asuhan Yatim Budi Mulya di Kabupaten Banyuwangi Lailatul - Lutfiyah; Rijal Fakrudin Permana; Muhammad Novi Yusuf
Journal of Aquaculture Science Vol 7 No 1 (2022): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v7i1.147

Abstract

Panti asuhan merupakan suatu lembaga sosial untuk membentuk perkembangan anak-anak yang tidak memiliki keluarga atau tidak tinggal bersama keluarganya. Panti asuhan mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial dan mental. Pada kenyataanya banyak panti asuhan yang masih terkendala terkait biaya operasional dalam melakukan pengembangan pembinaan anak-anak panti. Sistem akuaponik merupakan gabungan teknologi budi daya ikan dan tanaman dalam satu wadah.  Budidaya ikan lele dumbo dengan sistem akuaponik merupakan solusi alternatif dalam menunjang kemandirian panti asuhan. Tujuan yang  diharapkan  dari  kegiatan  ini  adalah adanya kegiatan usaha budidaya ikan di Panti Asuhan Yatim Budi Mulya Banyuwangi sehingga menjadikan kemandirian panti secara ekonomi semakin cepat terwujud. Fasilitas sistem akuaponik telah dibangun dan dihibahkan kepada mitra dan kemudian dilakukan kegiatan pengenalan sistem budidaya akuaponik terdiri dari cara pembuatan akuaponik dan komoditas yang dibudidayakan, sistem budidaya dan manajemen budidaya serta monitoring kegiatan budidaya. Metode sosialisasi dan diskusi dengan menggunakan daring platfom zoom. Evaluasi pelaksanaan program akuaponik dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk grafik serta dianalisis secara deskriptif. Kegiatan budidaya ikan lele dumbo sistem akuaponik dapat diaplikasikan pada lokasi mitra. Guna menunjang kemandirian panti asuhan,sehingga mampu mendapatkan penghasilan secara mandiri.
Perbandingan Panjang-berat dan Faktor Kondisi Antara Kerang hijau (Perna viridis) dengan Spesies Kompetitor Limnoperna fortunei di Perairan Banyuurip Ujungpangkah, Gresik Aminin; Muhammad Zainul muttaqin; Muh. Sulaiman Dadiono
Journal of Aquaculture Science Vol 7 No 1 (2022): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v7i1.200

Abstract

Munculnya spesies kerang kompetitor di tempat kegiatan pembudidayaan kerang hijau di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, yakni kerang Emas (Limnoperna fortunei) perlu mendapatkan perhatian. Spesies tersebut dikenal memiliki kemampuan dalam beradapatasi dan hidup bersama dengan kerang hijau dan kerang lainya. Interaksi dengan kerang ini cenderung negatif dan mempengaruhi produktivitas kerang hijau yang dibudidaya. Panjang dan berat merupakan beberapa parameter yang digunakan untuk memberikan gambaran terhadap kesehatan dan kesesuaian lingkungan suatu populasi, Analisa hubungan panjang – berat dimaksudkan untuk mengukur variasi panjang dan berat dari spesies tertentu secara individual atau kelompok, serta menjadi petunjuk tentang kegemukan, kesehatan dan perkembangan gonad. Hubungan panjang-berat (Perna viridis dan Limnoperna fortune) di perairan Banyuurib memiliki pola allometrik negatif, artinya pertumbuhan panjangnya lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya. Faktor kondisi relatif kedua jenis kerang yang diperoleh yakni kondisi lingkungan mendukung pertumbuhan yang dengan pola interaksi kompetitif, sehingga keberadaan L. fortunei di wilayah perairan Ujungpangkah, Gresik berpotensi mengganggu pertumbuhan kerang hijau.
PENGARUH PERBEDAAN PADAT TEBAR TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENIH IKAN MARU (Channa marulioides) DENGAN SISTEM RESIRKULASI Susilawati; Rizal Akbar Hutagalung; Romi Susanti; Ridwan Salim
Journal of Aquaculture Science Vol 7 No 1 (2022): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v7i1.202

Abstract

Ikan maru (Channa marulioides)  merupakan spesies endemik sungai Kapuas yang saat ini sedang dalam positif dan terus meningkat permintaanya. Kepadataan optimal budidaya ikan ini belum ditemukan dengan sistem yang sesuai habitatnya yakni resirkulasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan  padat tebar yang tepat yang optimal dengan sistem resirkulasi terhadap performa pertumbuhan. Benih ikan maru yang digunakan berukuran 7-9 cm, dengan pakan kombinasi yakni pellet dan magot dengan dosis pakan 5%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan.  Perlakuan A: Padat tebar 2 ekor/Liter, Perlakuan B: 3 ekor/Liter, Perlakuan C: 4 ekor/Liter, Perlakuan D (kontrol): 1 Ekor/Liter tanpa adanya sistem resirkulasi. Pengumpulan data dilakukan setiap 15 hari sekali sedangkan data parameter kualitas air dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Laju pertumbuhan antara perlakuan A dan B memiliki nilai signifikan dan berbeda nyata (p<0,05). Dimana pertumbuhan mutlak (panjang dan bobot)  pada perlakuan A sebesar 9,93 cm dan 10,02 gr. Diikuti perlakuan B sebesar  6,3 cm dan 5,84 gr. Perlakuan B terdapat perbedaan nyata dengan perlakuan C dan D. Dimana  pertumbuhan panjang mutlak dan berat perlakuan C  dan D masing masing sebesar 3,43 cm, 3,9gr) dan (3,2 cm, 3,69 gr). Hasil penetian ini menunjukkan bahwa semakin padat penebaran berbanding terbalik dengan pertumbuhan panjang dan berat ikan maru.  Selanjutnya, kualitas air selama pemeliharaan masih dalam kategori cukup baik, hal tersebut sebagai dampak sistem resirkulasi pada perairan yang dapat mempertahankan kualitas air selama pemeliharaan.