cover
Contact Name
Achmad Yusuf
Contact Email
achysf@yudharta.ac.id
Phone
+6285646447498
Journal Mail Official
almurabbi@yudharta.ac.id
Editorial Address
Jl. Yudharta (Pondok Pesantren Ngalah) No. 7 Sengonagung Purwosari Pasuruan Kode pos 67162
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal al-Murabbi
ISSN : 24778338     EISSN : 25481371     DOI : https://doi.org/10.35891/amb
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Al-Murabbi invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islamic Education, which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of Islamic Education Materials, Management of Islamic Education, Educators and Students in Islamic Education, Learning methods Islamic Education, Curriculum Islamic Education, Politics of Education, Institution of Islamic Education , Educational Philosophy, History of Islamic Education, Tafsir Tarbawi, and Hadits Tarbawi.
Articles 250 Documents
ANTARA AKAL, JIWA, JASMANI DAN AKHLAQ DALAM KONSEP PENDIDIKAN IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH Asrul Anan Rizqi Nur Haqiqi

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.529 KB)

Abstract

Ibnu Qayyim adalah ulama’ yang  terkenal  dalm bidang ilmu fiqh yang bermadzhab Hambali. Banyak karya tulis yang dihasilkan oleh Ibnu Qayyim, yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, termasuk dalam bidang pendidikan. sedangkan pandangan beliau dalm bidang pendidikan adalah bahwa akal, jiwa, dan jasmani merupakan unsur totalitas sebagai potensi dasar manusia yang bisa dididik dan dikembangkan sehingga manusia dapat mengoptimalkan potensi-potensi akal, jiwa, dan jasmaninya agar bisa membrikan dampak dan manfaat yang baik bagi manusia itu sendiri. Pendidikan menurut Ibnu Qayyim Al Jauzi harus menyeimbangkan potensi Akal, Jiwa, jasmani dan Akhaq dalam mengembangkan potensi dan kepribadian manusia.ini bisa dilihat dari tujuan pendidikannya yaitu Ahdaf Akhlakiyah, Ahdaf Jismiyah, Ahdaf Fikriyah, Ahdaf Maslakiyah
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONSEP EMOTIONAL SPIRITUAL QUOTIENT Asrul Anan

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.545 KB)

Abstract

Pendidikan di Indonesia diharapakan mampu membentuk dan menyiapakan manusia kreatif, produktif, dan berkepribadian luhur, namun proses pendidikan di Indonesia masih terjebak pada pola orientasi kognitif yang terlalu menekankan arti penting nilai akademik, kecerdasan otak atau IQ saja. Konsep Emotional Spiritual Quotient dari Ari Ginanjar Agustian merupakan respon sekaligus kritik terhadap konsep Emotional Quotient karya dari Daniel Goleman dan Spiritual Quotient hasil karya Ian Marshall dan Danah Zohar. Konsep Emotional Spiritual Quotient dari Ari Ginanjar Agustian merupakan respon sekaligus kritik terhadap konsep Emotional Quotient karya dari Daniel Goleman dan Spiritual Quotient hasil karya Ian Marshall dan Danah Zohar. Banyak contoh di sekitar kita bahwa orang yang memiliki kecerdasan otak saja, atau banyak mempunyai gelar yang tinggi belum tentu sukses berkiprah di dunia pekerjaan. Bahkan seringkali yang berpendidikan formal lebih rendah ternyata banyak yang berhasil. Kebanyakan program pendidikan hanya berpusat pada kecenderungan akal (IQ), padahal yang diperlukan sebenarnya adalah bagaimana mengembangkan kecerdasan hati, seperti ketangguhan, inisiatif, optimisme, kemampuan beradaptasi yang kini telah menjadi dasar penilaian baru. Saat ini begitu banyak orang yang berpendidikan dan tampak begitu menjanjikan, namun karirnya mandek, atau lebih buruk lagi, tersingkir akibat rendahnya kecerdasan hati nurani mereka. ESQ berusaha mengembangkan potensi dasar manusia melaui konsep Zero mind proses, Mental Building, personal strength dan social strength.
KEDUDUKAN ANAK HASIL HUBUNGAN ZINA MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Ali Mohtarom

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.98 KB)

Abstract

Ada perbedaan yang tajam antara Hukum Islam disatu pihak dan Hukum Perdata atau Pidana di lain pihak dalam menanggapi hubungan seks diluar nikah.Dalam pasal 272 KUH Perdata dijelaskan bahwa setiap anak yang dilahirkan diluar nikah (antara gadis dan jejaka) dapat diakui, sekaligus dapat disahkan, kecuali anak-anak yang dibenihkan dari hasil zina atau anak sumbang. Adapun yang dimaksud dengan anak sumbang adalah anak yang lahir dari hubungan antara laki-laki dan wanita yang dilarang kawin antara keduanya (anak melanggar darah).Konsekuensi yuridis dari pengertian zina, ditinjau dari segi hukum pidana adalah bahwa yang dapat dihukum hanyalah hubungan seks yang dilakukan oleh orang yang sudah bersuami atau beristri, sedangkan mereka yang melakukan hubungan seks dari kalangan gadis dan jejaka tidak dikenai hukuman pidana. Hal ini dapat dilihat dari pasal 284Sedangkan menurut Hukum Islam, para fuqaha mendifinisikan zina sebagai berikut : Zina adalah memasukkan dzakar ke dalam faraj yang bukan istrinya, bukan campur secara subhat dan menimbulkan kelezatan.
MODERASI ISLAM DALAM DIMENSI TRILOGI ISLAM (AKIDAH, SYARIAH, DAN TASAWUF) Achmad Yusuf

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.872 KB)

Abstract

Islam tidak terlepas dari al-Qur’an dan al-Hadits sebagai pijakan sumber hukum. Namun di sisi lain, Islam distigmakan sebagai agama yang ektrim, dengan mengatasnamakan agama yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan melacak moderasi Islam dalam perspektif trilogi Islam (Aqidah, Syariah, dan Tasawuf). Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Berdasarkan pada hasil kajian bahwa Islam adalah agama yang wasathan. Wasathan dalam trilogi Islam yaitu moderasi Islam (1) dimensi aqidah meliputi (a) ketuhanan antara Atheisme dan Poletheisme, (b) alam antara kenyataan dan khayalan, (c) Sifat Allah antara Ta’thîl dan Tasybîh, (d) Kenabian antara Kultus dan Ketus, (e) Sumber Kebenaran antara Akal dan Wahyu, (f) Manusia di antara al-Jabr dan al-Ikhtiyar. (2) dimensi syari’ah, meliputi (a) Ketuhanan dan Kemanusiaan (b) Idealitas dan Realitas (c) Tahlil dan Tahrim, (d) Kemaslahatan Individu dan Kolektif, (e) Ketegasan dan Kelenturan dan (3) di bidang Tasawuf meliputi Syari`at dan Hakikat, (b) Khauf dan Raja`, (c) Jasmaniyah dan Ruhaniyah, (d) Zhahir dan Bathin.
EPISTEMOLOGI ISLAM (BAYANI, BURHANI, IRFANI) Mochamad Hasyim

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.008 KB) | DOI: 10.35891/amb.v3i2.1094

Abstract

Epistemologi merupakan bentukan dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu Episteme yang berarti pengetahuan dan Logos yang juga berarti pengetahuan atau informasiPada prinsipnya, Islam telah memiliki epistemologi yang komprehensif sebagai kunci untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Hanya saja dari tiga kecenderungan epistemologis yang ada (bayani, irfani dan burhani), dalam perkembangannya lebih didominasi oleh corak berpikir bayani yang sangat tekstual dan corak berpikir irfani (kasyf) yang sangat sufistik. Kedua kecenderungan ini kurang begitu memperhatikan pada penggunaan rasio (burhani) secara optimal.
STRATEGI PENINGKATAN PEMBELAJARAN MELALUI MANAJEMEN BOARDING SCHOOL (Studi Kasus di SMP ‘Aisyiyah Boarding School Malang) Achmat Mubarok

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.244 KB)

Abstract

Lembaga pendidikan yang menerapkan boarding school dapat menberikan disiplin keilmuan secara maksimal, terutama pendidikan akhlak, serta dapat memberikan motivasi dari interaksi sosial antar peserta didik, karena mereka berada di lingkungan yang sama. Sekolah boarding school dapat berhasil dalam melaksanakan proses pembelajaran karena didukung oleh manajemen proses pembelajaran, mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, serta pengevaluasian. Langkah-langkah strategi peningkatan kualitas dalam pembelajaran dapat dilakukan dalam bentuk pembiasaan, pemberian hadiah, pemberian hukuman, kelompok belajar dan didukung oleh faktor ciri khas keunggukan baik dari tempat, fasilitas maupun pelaksanaannya, kesemuanya dikelola berdasarkan fungsi manajemen yakni melalui proses perencanaan pembelajaran, pengorganisasian pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan pengawasan untuk evaluasi pembelajaran.
KONSEP IDEAL PONDASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Solusi Membangun Kembali Peradaban Umat Islam Muhammada .

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.637 KB)

Abstract

Perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini  memang mengagumkan. Dari perkembangan teknologi tersebut maka menuntut perkembangan hal-hal yang lain pula, seperti perkembangan ekonomi, pergaulan, etika dan lain sebagainya. Sebuah pemandangan yang begitu indah dan merindukan. Akan tetapi ada sesuatu yang terlupakan, dimanakah generasi-generasi itu saat ini? Dan manakah penerusnya? Semuanya seolah telah hilang bersama dengan angin globalisasi dan informasi yang dengan kencang menggerus motivasi al-Qur’an generasi ummat Islam. Televisi telah menjadi kitab suci baru, internet menjadi panduan hidup yang instan, game dan intertainment telah menjadi hiburan nurani ummat yang telah mulai tercabik-cabik.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 (K-13) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH DASAR (SD) Wiwin Fachrudin Yusuf

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.857 KB)

Abstract

Kebijakan penerapan kurikulum di Indonesia dianggap sebagai penentu keberhasilan pendidikan, oleh karena itu Indonesia mengalami beberapa kali pergantian kurikulum pasalnya kurikulum selalu memerlukan pengembangan baru sesuai dengan perkembangan masyarakat. Beberapa kurikulum yang sudah diterapkan sejak kemerdekaan Indonesia tahun 1945 hingga saat ini adalah: Kurikulum 1952, Kurikulum 1964, Kurikulum 1975/1976, Kurikulum1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi), Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan Kurikulum 2013.Kurikulum 2013 merupakan perangkat mata pelajaran dan program pendidikan berbasia sains yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan dengan tujuan untuk mempersiapkan lahirnya generasi emas bangsa indonesia, dengan sistem dimana siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Titik beratnya, kurikulum 2013 ini bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa agar lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mempresentasikan apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, kurikulum 2013 lebih menekankan pada ketiga aspek, yaitu menghasilkan peserta didik berakhlak mulia (afektif), berketerampilan (psikomotorik), dan berpengetahuan (kognitif) yang berkesinambungan. Sehingga diharapkan agar siswa lebih kreatif, inovatif dan lebih produktif.
PERKEMBANGAN POTENSI PENGETAHUAN SISWA DARI RASIONALISME DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Ahmad Ma’ruf

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.599 KB)

Abstract

Rasionalisme tidak mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman hanya dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. Karenanya, aliran ini yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak di dalam ide, dan bukannya di dalam barang sesuatu. Jika kebenaran bermakna sebagai mempunyai ide yang sesuai dengan atau yang menunjuk kepada kenyataan, maka kebenaran hanya dapat ada di dalam pikiran kita hanya dapat diperoleh dengan akal saja.
HUKUM KAUSALITAS PERSPEKTIF AL-QUR’AN Rossa Ilma Silfiah

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.139 KB)

Abstract

Hukum Kausalitas merupakan hukum keniscayaan bagi alam semesta, dan merupakan fitrah manusia untuk memahaminya bahwa setiap akibat/peristiwa merupakan hasil dari sebuah sebab. Akan tetapi secara keilmuan, hukum kausalitas dicetuskan oleh Aristoteles yang hidup sekitar 350 SM. Tidak banyak yang mengetahui, bahwa Aristoteles hidup bersama dengan masa Sang Raja Iskandar Dzul-Qarnain yang kisahnya diabadikan dalam Surat Al-Kahfi Ayat 84 “Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu”. Kata Sabab yang berarti jalan/proses seorang Iskandar Dzul-Qarnain ini merupakan tanda kekuasaan Allah yang tertulis secara tekstual dalam Al-Qur’an. Sedangkan kisah Raja Iskandar Dzul-Qarmain merupakan ayat-ayat kauniyah bagi manusia. 

Page 6 of 25 | Total Record : 250