cover
Contact Name
nuryani
Contact Email
nuryanigz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
gjph.ug@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Journal of Public Health
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26145057     EISSN : 26145065     DOI : https://doi.org/10.32662/gjph.v6i1.3035
Core Subject : Health,
Gorontalo Journal of Public Health (GJPH) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo. GJPH terbit dua kali dalam setahun yakni pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian dengan fokus dan Scope meliputi: 1. Epidemiologi; 2. Biostatistik; 3. Pendidikan dan Promosi Kesehatan; 4. Kesehatan Lingkungan; 5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja; 6. Administrasi Kebijakan Kesehatan; 7. Manajemen Rumah Sakit; 8. Gizi Kesehatan Masyarakat; 9. Kesehatan Reproduksi
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Pengaruh Penerapan Pijat Endorphin terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Postpartum Witari, Ni Nyoman Deni; Dewianti, Ni Made; Widiantari, Kadek
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i1.3243

Abstract

Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI di produksi, disekresi, dan pengeluaran ASI sampai pada proses bayi menghisap dan menelan ASI. Menyusui merupakan suatu proses alamiah namun sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui atau menghentikan menyusui lebih dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap kelancaran produksi ASI. Desain penelitian ini adalah quasi-experimental design dengan one pretest-posttest group, without control group. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas III Denpasar Selatan dengan sampel sebanyak 31 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pijat endorphin dan variabel terikatnya adalah kelancaran produksi ASI. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ASI ibu menyusui sebelum diberikan pijat endorphin (42,5%) lancar dan setelah diberikan pijat endorphin sebagian besar ibu (90%) memiliki produksi ASI lancar.  Hasil uji Wilcoxon nilai Z sebesar -4,870 dengan p-value (0,000) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pijat endorphin terhadap kelancaran produksi ASI. Pijat endorphin  dapat diterapkan pada ibu menyusui untuk kelancaran produksi ASI.
Gambaran Status Gizi Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Gandasuli Novarina, Yulia Yogi; Andiani, Andiani; Lestari, Tutik
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v8i2.4477

Abstract

Masalah gizi pada anak balita masih menjadi isu serius di Indonesia, dengan prevalensi stunting, wasting (gizi buruk), underweight (kurus), dan overweight (gizi berlebih) yang masih tinggi. Semua kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara nutrisi yang masuk dan kebutuhan tubuh anak, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan kognitifnya di masa depan. Lebih lanjut, hal ini juga dapat meningkatkan risiko anak terhadap penyakit dan kematian. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran status gizi balita dengan menggunakan indikator TB/U, BB/TB dan BB/U. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang dilakukan dengan cara mengambil seluruh responden yang berada pada saat penelitian dilakukan sebanyak 220 balita yang tersebar di Posyandu Kampung Makian, Gandasuli Mawar Merah Anggrek, Panamboang Melati dan Papaloang Puncak Sibela. Dari 220 balita di 4 posyandu, ditemukan 5.9% status gizi pendek dan sangat pendek 15%, status gizi buruk 3.2% dan gizi kurang 11.8%, berisiko gizi lebih 5.5% dan 1.4%, status gizi berat badan sangat kurang 3.6%, berat badan kurang 15.9% dan risiko berat badan lebih 3.2%. Diharapkan adanya pelatihan khusus bagi petugas kesehatan dan kader posyandu terkait dengan pengukuran antropometri, pembuatan MP-ASI, dan penanganan masalah gizi.
Strategi Promosi Kesehatan oleh Warga Peduli AIDS Kelurahan Kalumpang dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Ansar, Sulasmi; Muslim, Riskal; Lestari, Tutik
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v8i2.4564

Abstract

Warga Peduli AIDS merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang melibatkan partisipasi masyarakat. Kelompok masyarakat yang tergabung dalam WPA terdiri dari berbagai komponen dalam suatu lingkungan masyarakat. Dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini, bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan yang dilakukan oleh Warga Peduli AIDS Kelurahan Kalumpang dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan adanya advokasi yang efektif antara petugas kesehatan dan Warga Peduli AIDS dalam menjalankan program pencegahan. Selain itu, terdapat dukungan sosial yang kuat dari berbagai pihak seperti tokoh agama/masyarakat, PKK, dan Warga Peduli AIDS, yang terwujud melalui kunjungan rumah untuk memberikan bantuan psikososial (berupa pakaian, uang, dan kebutuhan lainnya) guna mengurangi stigma dan isolasi yang dialami penderita. Pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian integral dari strategi ini, di mana petugas kesehatan secara rutin melibatkan tokoh agama/masyarakat dalam kegiatan penyuluhan, termasuk kunjungan ke sekolah-sekolah dan edukasi bagi remaja. Penelitian ini merekomendasikan agar kolaborasi antara petugas kesehatan, Warga Peduli AIDS, dan masyarakat terus ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.