cover
Contact Name
nuryani
Contact Email
nuryanigz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
gjph.ug@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Journal of Public Health
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26145057     EISSN : 26145065     DOI : https://doi.org/10.32662/gjph.v6i1.3035
Core Subject : Health,
Gorontalo Journal of Public Health (GJPH) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo. GJPH terbit dua kali dalam setahun yakni pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian dengan fokus dan Scope meliputi: 1. Epidemiologi; 2. Biostatistik; 3. Pendidikan dan Promosi Kesehatan; 4. Kesehatan Lingkungan; 5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja; 6. Administrasi Kebijakan Kesehatan; 7. Manajemen Rumah Sakit; 8. Gizi Kesehatan Masyarakat; 9. Kesehatan Reproduksi
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Pengukuran Utilitas Dana Kapitasi Puskesmas Dengan Capaian Standar Pelayanan Minimal Kesehatan di Indonesia Imam Sumardjoko; Muhammad Heru Akhmadi
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 3 NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v3i2.1165

Abstract

Abstract  The JKN program is a big step towards creating wider access to health services to the community. This program has covered around 60 percent of the total population of Indonesia. Public-Health Center (Puskesmas) is the largest entry-level health facilities that receives capitation funds for 8.53 trillion rupiah in 2017. Utilization of capitation funds varies from each Puskesmas. Payment of capitation funds has an increasing trend in line with the number of BPJS Health membership which is increasing towards universal health coverage. This study explores the utilization of Puskesmas capitation funds and health minimum service standard achievements. The research data covers the Puskesams in Cirebon City during the period 20172018. The variables that measure are SiLPA capitation funds, and minimum health service standards. Hypothesis formulation states there are differences in the achievement of minimum health service standards in the health sector in entry-level health facilities which have a low capitation SiLPA fund and a puskesmas that has a high SiLPA value. The Lilliefors test calculation results for the research sample yielded an L value of 0,1725 with normally distributed data. Homogeneity testing showed a homogeneous variant value with an F hit of 0,297. The results shows that there was no variance in the achievement of minimum health service standards of Public-Health Center in Cirebon CityAbstrak Program JKN menjadi langkah besar untuk menciptakan akses layanan kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat. Program ini telah mencakup sekitar 60 persen dari total penduduk Indonesia. Puskesmas merupakan FKTP terbesar yang memperoleh dana kapitasi dengan nilai Rp 8,53 triliun pada tahun 2017. Pemanfaatan dana kapitasi beragam pada setiap Puskesmas. Pembayaran dana kapitasi memiliki tren peningkatan seiring dengan jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan yang bertambah menuju universal health coverage. Kajian ini mendalami pemanfaatan dana kapitasi Puskesmas dan capaian SPM Kesehatan. Data penelitian mencakup Puskesams di Kota Cirebon selama periode tahun 2017-2018. Penelitian ini melibatkan variabel SiLPA dana kapitasi dan standar pelayanan minimal kesehatan. Rumusan hipotesis menyatakan terdapat perbedaan capaian standar pelayanan kesehatan minimal bidang kesehatan pada FKTP yang mempunyai SiLPA dana kapitasi rendah dengan puskesmas yang memiliki nilai SiLPA tinggi. Hasil perhitungan uji Lilliefors untuk sampel penelitan menghasilkan nilai L yaitu 0,1725 dengan data berdistribusi normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak terdapat varians capaian standar minimal pelayanan kesehatan pada Puskesmas di Kota Cirebon.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny. M.R di Puskesmas Suwawa Kabupaten Bone Bolango Endah Yulianingsih
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 3 NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v3i2.1112

Abstract

Program pembangaunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hami, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Hal ini ditandai dengan tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).  Asuhan kebidanan continuity of care dapat mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal dan neonatal. Pendekatan continuum of care merupakan konsep lintas tahapan dalam siklus hidup, serta lintas dari rumah tangga sampai rumah sakit. Konsep ini sangat penting diterapkan untuk mengatasi masalah kesehatan pada masa reproduksi, masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (pascapersalinan). Konsep continuum of care diharapkan dapat memenuhi tantangan dalam meningkatkan kesehatan dan survival dari ibu, bayi baru lahir dan anak. Upaya ini dapat melibatkan berbagai sektor untuk melaksanakan pendampingan pada ibu hamil sebagai upaya promotif dan preventif dimulai sejak ditemukan ibu hamil sampai ibu dalam masa nifas berakhir melalui konseling, informasi dan edukasi (KIE) serta kemampuan identifikasi resiko pada ibu hamil sehingga mampu melakukan rujukan. Tujuan memberikan asuhan berkesinambungan pada Ny. M.R umur 20 tahun multipara di Puskesmas Suwawa. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukan asuhan yang diberikan pada Ny. M.R umur 20 tahun multipara mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir berjalan dengan lancar serta ibu dan bayi dalam keadaan normal. Simpulan, setelah diberikan asuhan continuity of care mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir semua berjaan lancar dan kondisi ibu serta bayi dalam keadaan normal.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Di Puskesmas Kabila, Kabupaten Bone Bolango Yusni Igirisa
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 3 NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v3i2.1117

Abstract

Abstract  Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator to see the success of maternal health efforts. Based on the Data from the 2018 Bone Bolango Health Service Annual Report, there were 3 cases of maternal mortality and 45 cases of infant mortality. One of the efforts made to reduce MMR and IMR is comprehensive midwifery care that focuses on prevention and health promotion that is holistic and centered on women. The main goal of comprehensive midwifery care is to save mothers and babies (reducing morbidity and mortality. The methods of care used were interviews, observation and documentation in the form of Varney and SOAP. The subject in this care is NY R.M, 37 years old. The conclusion is based on the results of the care given to Mrs. R.M, starting from pregnancy, childbirth, childbirth, and newborns, there were no complications, mother and baby were safe and healthy. Suggestions for health workers, be able to implement continuous care according to midwifery service standards and follow the development of scienceAbstrak Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Berdasarkan data laporan tahunan Dinas Kesehatan Bone Bolango tahun 2018 terdapat 3 kasus angka kematian Ibu dan 45 kasus angka kematian bayi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB yaitu asuhan kebidanan komprehensif yang berfokus pada pencegahan dan promosi kesehatan yang bersifat holistik dan berpusat pada perempuan. Tujuan utama asuhan kebidanan komprehensif untuk menyelamatkan ibu dan bayi (mengurangi kesakitan dan kematian. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan case study yang dilaksanakan dengan menerapkan Manajemen Asuhan Kebidanan Secara Komprehensif dari kehamilan sampai masa nifas. Metode asuhan yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan pendokumentasian dalam bentuk Varney dan SOAP. Subjek dalam asuhan ini adalah NY R.M, umur 37 tahun. Hasil penelitian adalah berdasarkan asuhan yang diberikan pada Ny. R.M mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir ditemukan komplikasi yaitu anemia dalam kehamilan, Kekurangan energi kronik (KEK) namun dengan diberikannya asuhan secara komprehensif maka komplikasi tersebut dapat ditangani sehingga ibu dan bayi selamat dan sehat. Saran bagi tenaga kesehatan, dapat menerapkan asuhan secara komprehensif sesuai standar pelayanan kebidanan dan  mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
Karakteristik dan Usia Menarche pada Remaja Putri Rahmawati, Rahmawati; Hanapi, Sunarti; Lahasan, Finati
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3419

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun ditengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi. Usia menarche dapat dikatakan normal apabila terjadi pada usia 12-14 tahun. Menarche dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor eksternal seperti cuaca, penyakit kronis, sinar matahari, selain itu faktor pola makan yang tidak sehat, stres atau faktor psikologis juga berperan. Secara khusus, usia menarche diperoleh lebih awal pada anak yang mengalami obesitas. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik dan usia menarche remaja putri dengan metode deskriptif kuantitatif. Responden pada penelitian ini berjumlah 100 orang siswi putri di SMPN 1 Limboto pada tahun 2023. Distribusi responden berdasarkan IMT paling banyak dengan IMT normal sebanyak 80 responden (80%) dan terendah terdapat pada IMT kategori kurus sebanyak 5 responden (5,0%). Sedangkan berdasarkan lingkar lengan atas (LILA) paling banyak terdapat pada LILA ≥23,5 sebanyak 63 responden (63,0%), selanjutnya distribusi berdasarkan pola makan paling banyak pada pola makan baik sebanyak 75 responden (75,0%). Selain itu, responden umumnya mengalami menarche usia ≥12 tahun  sebanyak 45 responden (45%), dan terendah usia 9 tahun sebanyak 3 responden (3,0%), berdasarkan status gizi masih ada kateori gizi kurang/overweight sebanyak 20% dan kategori KEK sebanyak 37%. Kemudian distribusi berdasarkan kebiasaan olahraga/aktivitas fisik paling banyak remaja putri yang tidak melakukan olahraga sebanyak 80 responden (80,0%), sedangkan distribusi berdasarkan istirahat tidur remaja putri yang paling banyak terdapat pada remaja putri dengan istirahat tidur yang baik sebanyak 80 responden (80,0%). Sehingga direkomendasikan pada remaja putri untuk menjaga keseimbangan pola makan dan aktifitas fisik/olahraga
Pengaruh Senam Diabetes terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita DM Tipe 2 Susianti, Mike; Harismayanti, Harismayanti; Adam, Nerlanti
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 6 NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v6i2.3173

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena kurangnya respons reseptor terhadap insulin. Salah satu cara untuk mengatasi diabetes melitus adalah dengan berolahraga secara teratur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Kota Timur. Desain penelitian quasy experimental design pendekatan pretest posttest nonequivalent control group design. Populasi penderita DM tipe 2 sebanyak 137 orang, sampel 18 orang penderita DM tipe 2 dihitung dengan rumus sampel estimasi rerata dua kelompok berpasangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kelompok intervensi terkontrol obat dan senam diabetes, serta kelompok kontrol terkontrol obat dan tidak senam diabetes. Analisis dilakukan dengan uji paired sampel t test untuk membandingkan GDS pretest dan postest setiap kelompok dan independent t test untuk selisih penurunan GDS antar kelompok. Hasil penelitian mendapatkan GDS pretest pada kelompok intervensi: terendah 150 mg/dl, tertinggi 360 mg/dl, rata-rata 234,9 mg/dl. Pada kelompok kontrol terendah 153 mg/dl, tertinggi 360 mg/dl dan rata-rata 242,6 mg/dl. GDS posttest pada kelompok intervensi yaitu terendah 120 mg/dl, tertinggi 331 mg/dl, rata-rata 194 mg/dl. Pada kelompok Kontrol yaitu terendah 138 mg/dl, tertinggi 341 mg/dl dan rata-rata 223,9 mg/dl. Uji paired sampel t test pada kelompok intervensi (ρ Value 0,000), kelompok kontrol (ρ Value 0,000). Uji independent t test mendapatkan T hitung 3,484 dan ρ Value 0,003. Disimpulkan ada pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kota Timur.
Hubungan Siklus Kemoterapi dengan Fatigue pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi Fazlylawati, Ellyza; Amna, Nurul; Rizki, Muhammad Reza; Pratama, Urip; Syukriadi, Syukriadi
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3881

Abstract

Kanker payudara yang menjalani kemoterapi dapat memberikan dampak bagi pasien yaitu fatigue, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya fatigue diantaranya adalah Siklus Kemoterapi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Siklus Kemoterapi dengan fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan populasi 341 tahun 2022 dan sampel 153 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dengan menggunakan rumus slovin dan dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner dan Cancer Fatigue Scale (CFS). Data dianalisa menggunakan statistik deskriptif dan Pearson Correlation. Hasil analisis  menunjukkan bahwa Siklus Kemoterapi (P=0,000) berhubungan dengan fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi salah satunya disebabkan oleh Siklus Kemoterapi.
Gambaran Cakupan Imunisasi pada Anak Sekolah Dasar di Provinsi Gorontalo Tahun 2019-2021 Mohamad, Sabrina Nadjib; Napu, Dewi Darmiyani; Arda, Zul Adhayani
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v7i1.3366

Abstract

Pelaksanaan imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah dilakukan melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan sasaran anak usia sekolah dasar (SD). Jenis imunisasi yang diberikan pada pelaksanaan BIAS, yaitu Campak Rubela, Tetanus dan Difteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat cakupan imunisasi anak sekolah dasar di Provinsi Gorontalo. Penelitian  ini  menggunakan metode observasional dengan pendekatan rancangan penyajian data secara deskriptif menggunakan time series. Data yang digunakan adalah data sekunder dari  Profil Kesehatan Indonesia dari tahun 2019-2021. Analisis data dilakukan secara deskriptif  dengan  menyajikan  gambaran   cakupan imunisasi Campak Rubella, Difteri dan Tetanus yang diberikan pada anak sekolah dasar kelas 1 dan kelas 2 SD di Provinsi Gorontalo. Hasil distribusi cakupan imunisasi berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019-2021, menunjukkan angka penurunan imunisasi Campak Rubela, DT dan Td yang cukup signifikan pada siswa kelas 1 dan kelas 2 Sekolah Dasar di Provinsi Gorontalo. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat  tentang  pentingnya  imunisasi,  terutama  imunisasi  campak  dan  rubella pada anak usia sekolah dasar, dilakukan edukasi kepada orang tua atau wali murid anak mengenai manfaat imunisasi pada anak usia sekolah dasar
Hubungan Keikutsertaan Pelatihan APAR dengan Pengetahuan Penggunaan APAR Tesa, Nila; Sangadji, Namira Wadjir
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 6 NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v6i2.2065

Abstract

Hasil studi pendahuluan  di PT Sampoerna Land pada bulan September 2021 melalui pengisian kuisioner terhadap 20 (dua puluh) orang karyawan menunjukkan bahwa ada 55% responden yang memiliki pengetahuan yang kurang. Dari 20 pertanyaan pengetahuan tentang APAR, jawaban yang paling banyak salah adalah pertanyaan tentang pencegahan bahaya kebakaran yaitu sebanyak 70% responden, juga 60% responden yang tidak mengetahui bahwa APAR Jenis CO2 efektif untuk memadamkan kebakaran type Kelas B: bahan cair dan gas dan type Kelas C: Panel Listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keikutsertaan pelatihan APAR dengan pengetahuan penggunaan APAR di PT Sampoerna Land tahun 2021 menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 44 responden (51,8%), 69 responden (81,2%) ikut serta dalam Pelatihan APAR, 9 responden (56,2%) belum pernah mengikuti pelatihan dan memiliki pengetahuan yang kurang dan 37 responden (53,6%) yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan memiliki pengetahuan yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan keikutsetaan pelatihan APAR terhadap pengetahuan tentang APAR pada karyawan PT Sampoerna Land Tahun 2021 dengan nilai p-value = 0,664 (p0,05), sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian kualitatif agar dapat mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan juga dilakukannya praktik APAR pada karyawan.
Efektivitas Konsumsi Jus Buah Pare terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu Penderita Diabetes Melittus Tipe II Susianti, Mike; Retni, Ani; Djafar, Widya Ningsih
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 6 NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v6i2.3239

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dan gangguan metabolisme tubuh. peningkatan kadar gula darah akibat kelainan sekresi insulin, salah satu atau dua kerja insulin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konsumsi jus buah pare terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen, dan tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Penelitian dilakukan di desa Mongolato Dengan melibatkan 30 responden, dengan 15 responden menjadi kelompok control dan 15 responden menjadi kelompok eksperimen. Analisa data yang digunakan adalah uji T dependent t test (paired sampel t test) dan uji T independent. Hasil uji t dependent (paired sampel t test) pada kelompok eksperimen didapatkan nilai p=0.000 dan pada kelompok control didapatkan nilai p=0.013. Hasil uji T independent menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada kadar gula darah sewaktupenderita Diabetes melitus sesudah pemberian jus buah pare pada kelompok eksperimen, dengan nilai p=0,000. Hasil penelitian ini merekomendasikankonsumsi jus buah pare pada penderita diabetes melitus untuk menurunkan kadar gula darah sewaktu.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Kecemasan dengan Kepatuhan Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara Akili, Nurain Lista; Wulansari, Ika; Salawali, Siti Hajar
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v8i1.3936

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering didiagnosis dan mengancam jiwa pada wanita. Untuk mengurangi angka kematian pengobatan seperti kemoterapi perlu untuk dilakukan. Keberhasilan pengobatan bergantung pada kepatuhan pasien yang dapat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kecemasan dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di dua rumah sakit yang ada di Provinsi Gorontalo yaitu RSUD. Prof. Dr. Aloei Saboe dan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Sampel pada penelitian ini berjumlah 37 responden yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling dengan kriteria telah menjalani kemoterapi minimal sebanyak 3 siklus berturut-turut . Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner Zung Self Rating Anxiety Scale (ZSAS) serta lembar observasi. Uji yang digunakan adalah Chi-square test untuk analisa data dengan hasil yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p-value 0,010) dan kecemasan (p-value 0,004) dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker. Dukungan keluarga yang baik dan kecemasan yang rendah dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani kemoterapi