Gorontalo Journal of Public Health
Gorontalo Journal of Public Health (GJPH) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo. GJPH terbit dua kali dalam setahun yakni pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian dengan fokus dan Scope meliputi: 1. Epidemiologi; 2. Biostatistik; 3. Pendidikan dan Promosi Kesehatan; 4. Kesehatan Lingkungan; 5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja; 6. Administrasi Kebijakan Kesehatan; 7. Manajemen Rumah Sakit; 8. Gizi Kesehatan Masyarakat; 9. Kesehatan Reproduksi
Articles
83 Documents
Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan dan Perencanaan Kesehatan: Kajian Literatur Sistematis
Kusuma, Putri Naira;
Salsabila, Annisya Putri;
Wasir, Riswandy;
Istanti, Novita Dwi
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gjph.v7i1.3411
Partisipasi masyarakat diperlukan untuk menunjang sistem kesehatan yang baik di suatu negara. Partisipasi masyarakat dalam sistem kesehatan diperlukan untuk pengambilan keputusan dan perencanaan program kesehatan. Aspirasi dan kritik masyarakat juga dapat menjadi bentuk evaluasi program kesehatan yang sedang dirancang sehingga output yang dihasilkan tepat sasaran dan sesuaidengan kebutuhan masyarakat. Namun masih terdapat beberapa hambatan partisipasi masyarakat dalam sistem kesehatan, sehingga dibutuhkannya strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat yang efektif. Tujuan dari kajian literatur ini adalah untuk membantu menganalisis berbagai model dan strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah systematic review dengan pedoman analisis PRISMA melalui data base Google Scholar dan Pubmed. Dari hasil analisis kajian literatur yang dilakukan, ditemukan faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat yaitu faktor internal berupa pendidikan, kemauan, serta persepsi masyarakat terhadap kebijakan kesehatan dan faktor eksternal yang berupa komponen pendorong partisipasi masyarakat seperti pemerintah dan juga lembaga kesehatan. Sehingga dapat dibentuknya strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan program kesehatan. Dapat disimpulkan peran pemerintah yang kuat seperti pembentukan lembaga aspirasi rakyat serta pendekatan kepada faktor dorongan partisipasi masyarakat yang baik dapat menjadi strategi yang tepat untuk meningkatkan partisipasi dan peran masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan kebijakan, serta hal ini juga dapat menjadi pedoman evaluasi bagi pembuat kebijakan.
Faktor yang berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Tambang
Akbar, Hairil;
Kaseger, Henny;
Fauzan, Moh. Rizki;
Mokoginta, Jasira Silvia;
Dimkatni, Ni Wayan;
Novitasari, Dalia
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3792
Gangguan muskuloskeletal berada pada peringkat kedua penyakit penyebab disabilitas di dunia yang diukur berdasarkan tahun produktif yang hilang akibat disabilitas. Provinsi Sulawesi Utara memiliki angka prevalensi penyakit musculoskeletal sebesar 8,35%. Pekerja di tambang emas tradisional sering merasakan keluhan nyeri punggung, bahu, pinggang, karena pekerjaan mereka mengangkat dan mengangkut batu serta aktivitas pekerjaan lain yang mungkin tidak memenuhi standar ergonomis. Menganalisis faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja tambang. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Waktu penelitian dimulai bulan Agustus sampai dengan November 2023. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pekerja tambang emas di Desa Tobongon. Jumlah sampel yang diambil untuk melakukan penelitian ini sebanyak 96 orang pekerja tambang. Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin. Teknik/metode pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel umur dengan keluhan Musculoskeletal Disorders MSDs (p value = 0,000), variabel durasi lama kerja (p value = 0,000), dan variabel masa kerja (p value = 0,000) pada pekerja tambang. Terdapat hubungan antara umur, durasi lama kerja dan masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja tambang di Desa Tobongon Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Diharapkan Bagi pihak pemerintah setempat dapat mengadakan sosialiasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada pekerja tambang agar dapat mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Hubungan Sumber dan Pengolahan Air Minum terhadap Kejadian Stunting pada Balita
Wardita, Yulia;
Hasanah, Laylatul;
Rasyidah, Rasyidah
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 6 NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gjph.v6i2.3258
Angka kejadian stunting di Kabupaten Sumenep pada tahun 2022 sebesar 21,6%, nilai tersebut masih jauh dari target penurunan stunting Pemerintah Indonesia yaitu sebesar 14%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sumber penyediaan air minum dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan analisis data uji Chocran untuk hubungan sumber air minum dengan kejadian stunting dan uji Chi-Square untuk hubungan pengolahan air minum dengan kejadian stunting. Data sumber air minum dilakukan dengan mewawancarai ibu balita dan hasil data stunting diperoleh dari pengukuran Tinggi/Panjang badan balita menurut umur balita, dibandingkan dengan standar baku dari WHO-MGRS yaitu nilai z-score-nya kurang dari -2 SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3 SD (severely stunted). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara sumber air minum yang dikonsumsi balita dengan kejadian stunting  dengan p=0,047 dan ada hubungan antara pengolahan air minum dengan kejadian stunting sebesar p=0,038 sehingga perlu diberikannya edukasi kepada masyarakat tentang pengolahan air minum untuk meminimalisir terjadinya diare pada balita.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kesiapan Remaja Putri dalam Menghadapi Menarche
Pomalingo, Irmawati;
Wulansari, Ika;
Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gjph.v8i1.3925
Menarche merupakan menstruasi pertama yang terjadi pada remaja putri yang menginjak dewasa yang ditandai dengan luruhnya lapisan dinding bagian dalam rahim yang banyak mengandung pembuluh darah. Ketidaksiapan dalam menghadapi menarche dapat berdampak pada masalah kurangnya kebersihan diri (personal hygiene) sehingga beresiko terjadi infeksi organ reproduksi. Kesiapan menghadapi menarche dapat dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang menarche. Salah satu sumber informasi yang di dapatkan remaja putri yaitu dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72 responden dan jumlah sampel 61 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan p-value = 0,000 ( ? (0,05) dengan nilai korelasi 0,579 yang bermakna terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche di SD Negeri 1 Limboto. Peneliti menyadari penelitian ini masih banyak kekurangan sehingga perlu dikembangkan terutama mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan remaja putri menghadapi menarche.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Pingsan
Susianti, Mike;
Syukur, Sabrin B.;
Kadir, Sulistiawati
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gjph.v7i1.3412
Dampak yang terjadi pada siswa yang mengalami pingsan yaitu siswa akan ketinggalan pelajaran disekolah karena harus beristirahat di UKS serta banyak siswa yang tidak memperhatikan kondisi kesehatannya, sehingga kehilangan kesadaran. Terjadinya pingsan pada siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kelelahan, tidak sarapan pagi dari rumah dan berdiri terlalu lama terlebih dibawa terik matahari. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor kelelahan, tidak sarapan dan berdiri terlalu lama dengan kejadian pingsan. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi siswa kelas 2 sebanyak 290 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 73 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan faktor kelelahan, tidak sarapan dan berdiri terlalu lama nilai p value=0,000. Sedangkan pada nilai OR diperoleh faktor kelelahan memiliki risiko 0,037 kali, tidak sarapan memiliki risiko 0,014 kali dan berdiri terlalu lama memiliki risiko 0,013 kali mengalami pingsan. Kesimpulan terdapat hubungan antara faktor kelelahan, tidak sarapan dan berdiri terlalu lama dengan kejadian pingsan pada kelas 2 di SMA Negeri 2 Limboto. Saran diharapkan agar menjadi perhatian bagi siswa itu sendiri untuk memperhatikan kondisi tubuh untuk tidak memaksa dalam suatu kegiatan sehingga menyebabkan kelelahan, melakukan sarapan pagi agar kegiatan sekolah tidak terhambat serta mengurangi kegiatan yang berkaitan dengan kekuatan otot di kaki seperti berdiri terlalu lama. Untuk pihak sekolah agar mengingatkan siswa melalui edukasi atau sosialisasi untuk menjaga kesehatan seperti sarapan, tidak terlalu lelah serta mempersingkat penyampaian saat apel pagi agar siswa tidak berdiri terlalu lama.
Penularan HIV-AIDS pada Populasi Berisiko (Gay, Waria dan LSL) di Kota Gorontalo
Hafid, Wahyuni;
Paramata, Yeni;
H. Mahmud, Sri Ananda Putri
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3790
Dalam laporan The United Nations Program on HIV and AIDS salah satu organisasi HIV-AIDS PBB jumlah HIV dari tahun 1950an – 2021 yaitu 84,2 juta orang. Kasus HIV-AIDS di Provinsi Gorontalo tahun 2023 pada laki-laki mencapai 629 orang. Berdasarkan kelompok cara penularan HIV-AIDS tahun 2023 kasus tertinggi terdapat pada kelompok cara penularan GWL (Gay, Waria, dan LSL) dengan total 354 orang. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor determinan penularan HIV-AIDS pada populasi berisiko (GWL) di Kota Gorontalo Tahun 2023. Jenis penelitian obsevasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, sampel penelitian yaitu kelompok berisiko (GWL) gay, waria dan LSL dengan jumlah 211 responden menggunakan teknik total sampling yang dilakukan di Kota Gorontalo dari bulan Januari – Maret tahun 2024, instrument penelitian yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan datanya dianalisis menggunakan uji chi-square. Pada penelitian ini didapatkan proporsi positif HIV sebanyak 110 (52,1%) responden. Hasil analisis didapatkan bahwa variabel perilaku seksual berisiko (p=0,000) dan penggunaan kondom (p=0,000) merupakan faktor penularan HIV-AIDS pada populasi berisiko (GWL) di Kota Gorontalo. Sedangkan Penggunaan narkoba suntik tidak memiliki hubungan dengan penularan HIV-AIDS pada populasi berisiko (GWL) di Kota Gorontalo. Diharapkan bagi kelompok berisiko (GWL) dapat menghindari perilaku seksual berisiko dan meningkatkan konsistensi penggunaan kondom baik untuk diri sendiri maupun  pasangan atau pelanggan serta rutin melakukan pemeriksaan HIV dengan tidak malas  atau malu untuk pergi ke pelayanan Kesehatan
Hubungan Masa Kerja dan Umur dengan Keluhan Muskuloskeletal pada Petani
Dimkatni, Ni Wayan;
Rumaf, Fachri;
Dolot, Nurhalisa;
Sarman, Sarman;
Fauzan, Moh. Rizki;
Tutu, Chriestien Gloria
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 6 NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gjph.v6i2.3327
Indonesia merupakan negara agraris dengan jumlah penduduk yang tinggi, bekerja di bidang pertanian memiliki resiko kesehatan seperti Gangguan muskuloskeletal memiliki keluhan pada otot-otot rangka gejala yang sering terjadi yaitu nyeri, kaku bahkan sampai terjadi penurunan fungsi gejala tersebut merupakan akibat dari kerusakan pada nervus dan pembuluh darah pada berbagai titik pada tubuh seperti leher, bahu, pergelangan tangan, pinggul, lutut, tumit dan lain sebagainya. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Tempat penelitian bertempat di Poyowa Besar Kecamatan Kotamobagu Selatan Kota Kotamobagu, dengan jumlah sampel 100 orang Petani, penentuan sampel menggunakan rumus lameshow pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, instrument penelitian yang digunakan yaitu kuisioner . Hasil Penelitian menunjukkan bahwa diperoleh p-value yaitu 0,083 dengan begitu maka masa kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan muskuloskeletal. Kemudian Variabel umur Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai p-value diperoleh yaitu 0,610 dengan begitu maka umur tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan musculoskeletal pada petani. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian lebih mendalam dan acuan dinas terkait untuk memperhatikan Kesehatan petani
Hubungan Pernikahan Dini dengan Pola asuh Anak di Kecamatan Limboto
Ladjaru, Syifa Aldarina;
Wulansari, Ika;
Hafar, Cindy Puspita Sari Haji
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 8 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gjph.v8i1.3944
Dampak pola asuh yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas perkembangan sosial, emosional anak dan bisa mempengaruhi aspek kehidupan anak termasuk pandangan mereka terhadap hubungan dan pernikahan. Anak yang merasa kurang diperhatikan atau tidak puas secara emosional dalam keluarga, mereka akan mencari perhatian dan dukungan di luar rumah yang bisa menyebabkan keputusan untuk melakukan pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pola asuh anak dengan pernikahan dini pada anak di Kecamatan Limboto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 76 responden dan jumlah sampel 64 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan uji alternatif fisher exact test (karena terdapat 2 cells dengan expect count5) 0,004 (0,05) yang artinya terdapat Hubungan Pernikahan Dini Dengan Pola Asuh Anak di Kecamatan Limboto. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka peneliti menghadarpkan lebih ditingkatkannya lagi edukasi terkait dampak negative dari pernikahan dini yang dilakukan pada Tingkat desa dan bekerjasama dengan pihak atau instansi Kesehatan
Determinan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada Balita
Hafid, Wahyuni;
Sandalayuk, Marselia;
Zees, Dwi Chantika
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gjph.v7i1.3789
Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 mencatat 5,2 juta kematian yang terjadi akibat penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) di Provinsi Gorontalo paling rendah terdapat di Kota Gorontalo dengan imunisasi terendah terdapat di wilayah kerja Puskesmas Sipatana yaitu 56,2%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor determinan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada balita di Awilayah kerja Puskesmas Sipatana. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross secsional, sampel pada penelitian ini adalah ibu balita yang melakukan imunisasi dengan jumlah 110 responden menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Sipatana dari tanggal 5-24 Februari tahun 2024. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar kuesioner dan datanya dianalisis menggunakan uji chi-square. Pada penelitian ini didapatkan imunisasi lengkap sebanyak 70 (63,6%) responden. Hasil analisis didapatkan bahwa variabel sikap ibu (p=0,025) dan keterjangkauan fasilitas kesehatan (p=0,044) memiliki hubungan dengan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada balita diwilayah kerja Puskesmas Sipatana. Sedangkan variabel sosial budaya (p=0,906), sosial ekonomi (p=0,809), pengetahuan ibu (p=1,000), serta dukungan keluarga (p=0,886) tidak memiliki hubungan dengan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada balita diwilayah kerja Puskesmas Sipatana. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang baik bagi ibu untuk kelengkapan imunisasi dasar pada balita, agar dapat mencegah dan mengurangi terjadinya penyakit akibat ketidaklengkapan imunisasi dasar.
Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Produksi ASI di Puskesmas Telaga
Susianti, Mike;
Harismayanti, Harimayanti;
Mahmud, Cici Apriliani
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 7 NOMOR 2, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32662/gjph.v7i2.3831
Ibu menyusui memerlukan alat kontrasepsi yang aman digunakan selama proses laktasi, namun metode kontrasepsi hormonal terutama yang mengandung estrogen dapat mengakibatkan laktasi menjadi terhambat karena terdapat prolaktin yang dapat berpengaruh terhadap produksi ASI. Penelitian ini bertujuan melihat penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap produksi ASI. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitiatif korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi sebanyak 602 responden dengan pengambilan sampel penelitian menggunakan rumus slovin yang berjumlah sebanyak 85 responden, serta pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi hormonal suntik (84,7%), sedangkan pengguna pil hanya 15,3%. Selain itu, mayoritas responden memiliki produksi ASI yang baik (91,8%), sementara 8,2% mengalami produksi ASI yang kurang. Hubungan kontrasepsi hormonal terhadap produksi ASI menunjukkan hasil uji Chi-Square yaitu pvalue = 0,001 atau 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan produksi ASI. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal, terutama pil kombinasi estrogen dan progesteron, berhubungan negatif dengan produksi ASI. Ibu yang menggunakan pil lebih cenderung mengalami masalah dalam produksi ASI, sementara pengguna kontrasepsi suntik yang mengandung progesteron memiliki produksi ASI yang lebih baik.