cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni
ISSN : 14113732     EISSN : 25489097     DOI : 10.24036
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni is an international journal dedicated for the publication of scientific articles in language education, literature, and arts education. It was firstly published on March 2000 with ISSN 1411-3732 in 2007 by Faculty of Language Literature and Arts Universitas Negeri Padang. This journal had ever been changed into Jurnal Bahasa dan Seni during 2004-2013. In 2014 this journal is renamed as Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni applies open journal system (OJS) and peer-reviewed online journal in 2017 with Online ISSN 2548-9097.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
CHARACTER EDUCATION VALUES IN THE SAPARAN TRADITION FOLKLORE ON WRITING SKILLS LEARNING Yanuar Bagas Arwansyah; Sarwiji Suwandi; Sahid Teguh Widodo
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.868 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.7727

Abstract

AbstractThis study aims to describe the value of character education of folklore in the Saparan tradition for the improvement of writing skills on learning in High School. This type of research is descriptive qualitative by deepening the history and education value through direct observation, interview, and document analysis. The validity of this study used triangulation of data and sources. Based on the results of analysis using Roland Barthes's semiotics theory validated by in-depth interviews, it is concluded that the values of character education in this Saparan tradition are the value of social care, the value of cultural education, and religious values. The substance of this research is to provide an understanding of the history and value of folklore in the Saparan tradition as a learning material for improving writing skills.Keywords: education value ,folklore,writing skill.  AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pendidikan karakter cerita rakyat dalam tradisi Saparan untuk peningkatan keterampilan menulis pada pembelajaran di Sekolah Menengah Atas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendalami sejarah dan nilai pendidikan melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen. Validitas penelitian ini menggunakan triangulasi data dan sumber. Berdasarkan hasil analisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang divalidasi dengan wawancara mendalam, disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi Saparan ini adalah nilai peduli sosial, nilai pendidikan budaya, dan nilai religius. Substansi dari penelitian ini adalah memberi pemahaman tentang sejarah dan nilai pada cerita rakyat dalam tradisi Saparan sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis.Kata Kunci: nilai pendidikan, cerita rakyat, keterampilan menulis.
AUTHENTIC ASSESSMENT OF SPEAKING SKILL FOR GRADE I JUNIOR HIGH SCHOOL Sahyoni Sahyoni; M Zaim
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.955 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.6509

Abstract

PENILAIAN OTENTIK KETERAMPILAN BERBICARA UNTUK KELAS I SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMAAbstractAuthentic assessment plays an important role in the process of learning evaluation. It covers three domains namely affective, psychomotor, and cognitive domains. To assess students’ speaking skill, teachers must apply appropriate authentic assessment to the students. This paper presents the result of a study on developing authentic assessment of speaking skill of English at grade 1 MTsN Batusangkar. Data were obtained through questionnaire, interview, validation checklist and practicality checklist. There were 32 students as the respondents. This paper revealed that there are six authentic assessment models appropriate for grade 1 Junior High School, they are role play, information gap, picture talks, brief question and answer, narrating sequences, and pair dialogue. It is suggested that teachers may apply the six authentic assessment models in assessing students’ speaking skill at grade 1 Junior High School. Key Words: authentic assessment, development model, speaking skill, junior high school.AbstrakPenilaian otentik memainkan peran penting dalam proses evaluasi pembelajaran. Penilaian otentik mencakup tiga domain yaitu: domain afektif, psikomotor, dan kognitif. Untuk menilai kemampuan berbicara siswa, guru harus menerapkan penilaian otentik yang sesuai dengan siswa. Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang pengembangan penilaian otentik untuk keterampilan berbicara di kelas I MTsN Batusangkar. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, ceklis validasi dan ceklis kepraktisan. Ada 32 siswa sebagai responden. Makalah ini mengungkapkan bahwa ada enam model penilaian otentik yaitu role play, information gap, picture talks, pertanyaan singkat dan jawaban, narasi urutan dan dialog pasangan. Hal ini sangat disarankan bagi para guru untuk menerapkan enam model penilaian otentik dalam menilai kemampuan berbicara siswa.
NEED ANALYSIS OF SCIENTIFIC-BASED APPROACH WORKSHEET BY USING DISCOVERY LEARNING MODEL FOR SENI BUDAYA AT JUNIOR HIGH SCHOOL Wisdiarman Wisdiarman; Abdul Hafiz
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.268 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.7742

Abstract

ANALISIS KEBUTUHAN LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIKDENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMPAbstract The purpose of this research is to: 1) find out the teacher's need for worksheet that can assist the students in art and cultural learning of fine art material; 2) to know the student's need for LKS that can help students in learning art and culture especially fine art material; 3) to know the needs of art and cultural learning of fine art material will worksheet based on scientific approach with discovery learning model. This research used descriptive qualitative method. Subjects in this study were art teacher of culture and grade VII junior high school students in Bukittinggi. Techniques of collecting data were interview, questionnaire and observation. The result of this research are: 1) the teachers of cultural art of junior high school in Bukittinggi need worksheets in the implementation of art and cultural learning in fine art material, 2) students need worksheet in the implementation of art and cultural learning of fine art material and 3) art learning implementation of art material art need LKS based scientific approach with discovery learning model that can help students master the material better.AbstakTujuan dari penelitin ini adalah untuk: 1) mengetahui kebutuhan guru akan LKS yang dapat membantu siswa dalam pembelajaran seni budaya materi seni rupa; 2) mengetahui kebutuhan siswa akan LKS yang dapat membatu siswa dalam pembelajaran seni budaya materi seni rupa; 3) mengetahui kebutuhan pembelajaran  seni budaya materi seni rupa akan LKS  berbasis pendekatan saintifik dengan model discovery learning.  Metode yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  deskriptif  kualitatif. Subjek  dalam  penelitian  ini  adalah  guru seni budaya  dan  siswa  kelas VII SMP di Kota Bukittinggi.  Teknik pengumpulan data adalah wawancara,  penyebaran  angket dan observasi.  Hasil dari penelitian ini adalah:  1)  guru seni budaya SMP Bukittinggi  membutuhkan  LKS  dalam pelaksanaan pembelajaran seni budaya materi seni rupa, 2) siswa membutuhkan LKS dalam pelaksanaan pembelajaran seni budaya materi seni rupa dan 3) pelaksanaan pembelajaran seni budaya materi seni rupa membutuhkan LKS berbasis pendekatan saintifik dengan model discovery learning, sehingga dapat membantu siswa menguasai materi dengan lebih baik. Kata kunci: analisis kebutuhan, pembelajaran seni rupa, LKS berbasis pendekatan saintifik 
THE USE OF WRITING LEARNING MEDIA FOR BIPA STUDENTS TO UNDERSTAND LOCAL CULTURE Asqina Mawadati Nur Setiawan; Andayani Andayani; Kundharu Saddhono
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.343 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.7730

Abstract

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS BAGI MAHASISWA BIPA UNTUK MEMAHAMI BUDAYA LOKALAbstract This research mainly discusses the use of learning media in writing for TISOL (Teaching Indonesia to Speaker of Other Language) students to understand the local culture in UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret. The purpose of this research is to describe the use of learning media of TISOL students to understand local culture. The research method is qualitative descriptive by using naturalistic case study. Data in this research consists of  primary and secondary taken from informants, events and literature review. The technique of collecting data is by using observation, interview and study of document. Validity of data is conducted by using method and source triangulation. The result of analysis and discussion in this research shows that teacher uses learning media particularly in writing skill. Learning media in teaching writing for TISOL students is by using film, local music, picture, demonstration media, and real life of community. Furthermore, learning outside the class is conducted so that students are able to apply learning material directly in understanding local culture and improving writing skill.Keywords: media, writing skill, TISOL, local cultureAbstrakPenelitian ini membahas tentang penggunaan media pembelajaran menulis bagi mahasiswa BIPA untuk memahami budaya lokal di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan media pembelajaran menulis bagi mahasiswa BIPA untuk memahami budaya lokal. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi penelitian studi kasus yang bersifat naturalistik. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder dengan sumber data berupa informan, peristiwa, dan studi pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Validitas data dilakukan dengan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengajar menggunakan media pembelajaran, terutama pada keterampilan menulis. Media pembelajaran keterampilan menulis dalam pembelajaran BIPA adalah media film, musik lokal, gambar, media demonstrasi, serta kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, dilakukan pula pembelajaran di luar kelas agar mahasiswa dapat menerapkan materi belajar secara langsung untuk memahami budaya lokal dan meningkatkan keterampilan menulis.Kata kunci: media, pembelajaran menulis, BIPA, budaya lokal.
THE VIOLATION OF POLITENESS SCALE OF UTTERANCES IN THE BAPAK KERDUS SONG LYRIC: A PRAGMATICS STUDY Putri Dian Afrinda
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.135 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.7106

Abstract

PELANGGARAN SKALA KESANTUNAN BERTUTUR PADA LIRIK LAGU BAPAK KERDUS: KAJIAN PRAGMATIK AbstractThis paper discusses the violation of the scale of politeness told in the lyrics of Bapak Kerdus. The development of songs in the world of music at this time began to not appropriate with propriety like a singer is a child but the song sung is not appropriate to be brought by the child. Early childhood education needs to be implemented to anticipate it. Discussing about the scale means discussing rankings. The scale of politeness is the rank of politeness ranging from the most polite to the very impolite. A very disrespectful thing can lead to a violation of the scale of politeness. Some indicators about the scale of politeness that experts say are Robin Lakoff, Brown and Levinson and Geoffrey Leech, in this paper will use the theory presented by Brown and Levinson. This discussion is based on the view that there is a causality relationship as a form of violation of politeness. The purpose of this study is to describe, discuss in more depth about the violation of the scale of politeness speaks what is contained in the lyrics of Bapak Kerdus song, what are the causes of dishonesty and what kind of insults contained in the lyrics of the song. This study also aims to describe the cause of violation of the scale of politeness of the said. This research applies descriptive qualitative method. The data collected in the form of words, images and not the numbers. This study contains data quotations to illustrate the presentation of the research. The data in this study is the lyrics of the song. The lyrics of the song are referred to as documents. The technique of analyzing documents is content analysis. Content review is technique used to draw conclusions through the discovery of message characteristics, and is done objectively and systematically. Data collection is done by recording the lyrics of songs that are heard from the music player. Keywords: pelanggaran, skala, kesantunan, bertutur , lirik, laguAbstrakTulisan ini membahas pelanggaran skala kesantunan bertutur pada lirik lagu Bapak Kerdus. Perkembangan lagu dalam dunia musik saat ini mulai tidak sesuai dengan kepantasan seperti penyanyi adalah anak-anak namun lagu yang dinyanyikan tidak pantas dibawakan oleh anak tersebut. Pendidikan pada anak usia dini perlu diterapkan untuk mengantisipasi hal itu. Membahas tentang skala berarti membahas tentang peringkat. Skala kesantunan merupakan peringkat kesantunan mulai dari yang paling santun sampai pada yang sangat tidak santun. Hal yang sangat tidak santun dapat menyebabkan pelanggaran terhadap skala kesantunan. Beberapa indikator tentang skala kesantunan yang disampaikan para ahli dantaranya Robin Lakoff, Brown dan Levinson serta Geoffrey Leech, pada tulisan ini akan menggunakan teori yang disampaikan  oleh Brown dan Levinson. Pembahasan ini dilandasi pandangan bahwa terdapat hubungan kausalitas sebagai bentuk dari pelanggaran kesantunan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, membahas secara lebih mendalam tentang pelanggaran skala kesantunan bertutur apa saja yang terdapat pada lirik lagu Bapak Kerdus, apa saja penyebab ketidaksantunan dan jenis makian apa yang terdapat pada lirik lagu tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan  penyebab terjadinya pelanggaran skala kesantunan bertutur tersebut. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Penelitian ini berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian pada penelitian. Data pada penelitian ini adalah lirik lagu. Lirik lagu tersebut disebut sebagai dokumen. Teknik menganalisis dokumen adalah analisis isi (content analysis). Kajian isi adalah teknik apa pun yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan, dan dilakukan secara objektif dan sistematis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat kembali lirik lagu yang didengar dari alat pemutar musik.Kata Kunci: Pelanggaran, Skala, Kesantunan, Bertutur , Lirik, Lagu
CHARACTER EDUCATION VALUES IN PACITAN FOLKLORE Arief Setyawan; Sarwiji Suwandi; St. Y. Slamet
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.198 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.7925

Abstract

Folklore as one of the cultural output with robust  value of character education from of the community where the story was created and developed. The study aims to describe the value of character education in the compilation of folklore. The method used is qualitative descriptive method with data source of research in the form of folklore from Pacitan published by Grasindo 2004 which contains 10 story titles. The research data is collected by reading the story plot as well as the content of the meaning or message in each story and noting. Data analysis is done by content analysis technique, that is research analysis that want to reveal the idea of writer or creator both manifested and latent. The results show that Pacitan folklore as a literary work contains the value of character education which includes: (1) religious, (2) honest, (3) hard work, (4) creative, (5) curiosity, (6) Spirit of nationalism, (7) respecting achievement, (8) love of peace, (9) environmental care, (10) social care, and (11) responsibility. These values form the basis that folklore is used as a medium for introducing stories that ancestors believed to their descendants, as well as being a means of educating their character.Keyword: character education, folklore, Pacitan.MUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT DI PACITAN AbstrakCerita rakyat sebagai salah satu produk kebudayaan tentu sarat akan nilai pendidikan karakter dari masyarakat tempat cerita itu lahir dan berkembang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kumpulan cerita rakyat tersebut. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data penelitian berupa Buku Cerita Rakyat dari Pacitan terbitan Grasindo 2004 yang memuat 10 judul cerita. Data penelitian dikumpulkan dengan membaca secara cermat terkait alur cerita maupun kandungan makna atau amanat dalam setiap cerita dan melakukan pencatatan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis), yakni analisis penelitian yang mengungkap gagasan penulis atau pencipta baik yang termanifestasi maupun yang laten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cerita Rakyat dari Pacitan sebagai suatu karya sastra mengandung nilai pendidikan karakter yang meliputi: (1) religius, (2) jujur, (3) kerja keras, (4) kreatif, (5) rasa ingin tahu, (6) semangat kebangsaan, (7) menghargai prestasi, (8) cinta damai, (9) peduli lingkungan, (10) peduli sosial, dan (11) tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar bahwa cerita rakyat selain digunakan sebagai media memperkenalkan kisah-kisah yang diyakini nenek moyang kepada keturunannya, juga bisa sekaligus menjadi sarana mendidik karakter pada diri mereka.Kata kunci: pendidikan karakter, cerita rakyat, Pacitan.
THE FORM OF STUDENTS’ POLITENESS IN SRAGEN, JAWA TENGAH Zahra Fizty Febriadina; Sumarwati Sumarwati; Sumarlam Sumarlam
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.8110

Abstract

This research is aimed to describe 1) the form of Javanese used in the students’ politeness language on Indonesian lesson at Vocational School; and 2) the  special characteristics of Javanese used in the students’ politeness language on Indonesian lesson at Vocational School. This is descriptive qulitative reseacrh with sociopragmatics approach. The data are the politeness uttarances made by the student which reflect from the form and special characteristics of Javanese in Indonesian language lesson at vocational school. The data are collected by using listening-free-participating-speaking (simak bebas libat cakap/SBLC) technique and data transcription. The data analyzing technique use Miles and Huberman interactive model, that consists of four steps, they are collecting data, reducing data, analizing data and verifying or conclusion drawing by pragmatics comparing methods. The result of the research shows that the form  of politeness using in  Javanese by students are 1) tact maxim; 2) agreement maxim; and 3) the sympathy maxim. The special characteristic of Javanese language uttered by the students are ‘yowis’, ‘rapopo’, ‘genah’ ‘nggih’, ‘apik’, ‘mawon’, ‘mugo’, dan ‘mbah putri’.Keyword: forms of students’ politeness, Vocational School, Javanese LanguageWUJUD KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DI SRAGEN, JAWA TENGAHAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud penggunaan bahasa Jawa dalam kesantunan berbahasa siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan; dan (2) kekhasan bahasa Jawa dalam kesantunan berbahasa siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data berupa tuturan siswa yang mencerminkan wujud dan kekhasan bahasa Jawa dalam tuturan kesantunan berbahasa ketika pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK. Pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan transkripsi data. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan verifikasi atau penarikan simpulan dengan metode padan pragmatis. Hasil penelitian ditemukan bentuk bahasa Jawa dalam kesantunan berbahasa siswa terdapat pada (1) maksim kebijaksanaan; (2) maksim kesepakatan; dan (3) maksim kesimpatian. Kekhasan bahasa Jawa yang digunakan dalam tuturan siswa ditandai dengan penggunaan kata ‘yowis’, ‘rapopo’, ‘genah’ ‘nggih’, ‘apik’, ‘mawon’, ‘mugo’, dan ‘mbah putri’.Kata kunci: wujud kesantunan berbahasa siswa, Sekolah Menengah Kejuruan, bahasa Jawa
THE CONTRIBUTION OF LEARNING ATTITUDE AND VOCABULARY MASTERY TOWARD SHORT STORY WRITING SKILLS OF GRADE IX STUDENTS OF SMP NEGERI 1 RAMBAH SAMO ROKAN HULU Rina Ari Rohmah; Syahrul Ramadhan; Erizal Gani
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.756 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.7284

Abstract

KONTRIBUSI SIKAP BELAJAR DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 RAMBAH SAMO KABUPATEN ROKAN HULUAbstractThis research aims to describe (1) the contribution learning attitude toward short story writing skills; (2) the contribution vocabulary mastery toward short story writing skills and (3) the contribution learning attitude and vocabulary mastery toward short story writing skills student 9­­th grade at SMP Negeri 1 Rambah Samo, Rokan Hulu Regency.This study uses a quantitative approach with descriptive methods and using correlational design. The study population was all 9th grade students of SMP Negeri 1 Rambah Samo totaling 119 people. Data were analyzed using Pearson correlation test of Product Moment (PPM), a double correlation test, t-test, F-test, and determinant coefficient formula to determine the contribution of independent variables on the dependent variable, either single or simultaneous. Results of this study are as follows: (1) learning attitude make a significant contribution to short story writing skills; (2) vocabulary contributed significantly to short story writing skills; (3) learning attitude and vocabulary mastery together make a significant contribution to short story writing skills. Thus, it can be concluded that learning attitude and vocabulary mastery, either single or simultaneous provide a significant contribution to short story writing skills of student 9­­th grade at SMP Negeri 1 Rambah Samo, Rokan Hulu Regency. Keyword: learning attitude, vocabulary mastery, short story.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) kontribusi sikap belajar  terhadap keterampilan menulis cerpen; (2) kontribusi penguasaan kosakata terhadap keterampilan menulis cerpen, dan (3) kontribusi sikap belajar dan penguasaan kosakata terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX SMP Negeri 1 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas IX SMP Negeri 1 Rambah Samo yang berjumlah 119 orang. Data penelitian ini berupa skor hasil sikap belajar, skor hasil penguasaan kosakata, dan skor hasil keterampilan menulis cerpen yang diubah ke dalam bentuk nilai. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment (PPM), uji korelasi ganda, uji t, uji F, dan rumus koefesien determinan untuk mengetahui besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) sikap belajar memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keterampilan menulis cerpen;(2)penguasaan kosakata memberikankontribusi yang signifikan terhadap keterampilan menulis cerpen;(3) sikap belajar dan penguasaan kosakata secarabersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keterampilan menulis cerpen. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sikap belajar dan penguasaan kosakata, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas IX SMP Negeri 1 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Kata kunci: sikap belajar, penguasaan kosakata, cerpen.
THE ALTERNATIVE STRATEGIES FOR TEACHING READING SKILL FOR EFL STUDENTS Muhammad Khairi Ikhsan
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.645 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.6517

Abstract

One thing that can not be denied by the English teachers is teaching  English skills. One of the skills that should be taught by the teacher is reading skill. For EFL students, reading is considered as a complicated skill to be comprehended. They tend to have problems to master this skill. There are some common problems made by the EFL students related to reading. For instance, they are difficult to understand the text and find the information from the texts given, and also its hard for them to determine the main ideas of the text. Besides, from the teacher’s perspective, they commonly not applying some appropriate strategies to teach reading. So, reading activities in the classroom sometimes supposed to be boring. Therefore, this paper is aimed at showing some strategies that can be applied by the teachers to make reading activities in the classroom become an interesting one
THE USE OF AUDIO VISUAL MEDIA IN THE LEARNING PROCESS OF GUITAR SUBJECT Harisnal Hadi
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.584 KB) | DOI: 10.24036/komposisi.v18i1.7573

Abstract

PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH GITARAbstractThis study aims to describe the data and events that exist, especially in the use of audio visual media in the classical guitar learning in the Music, Drama, and Dance Department of FBS Universitas Negeri Padang. It used descriptive method. This method is considered appropriate to describe and systematically intrepreted facts and characteristics of the problems studied. Data were processed by: 1) collecting and classifying data from the observation and interview with the speakers about the guitar lesson and then presented again into the research report, 2) presentation of data with the intent to conduct discussion and analyze based on the problems formulated, that is about the material, And the use of audio-visual media in learning. 3) The conclusion of the data obtained during the study. Then data were carefully reviewed by comparing the data obtained to find the deficiencies and the advantages and uniqueness that can produce conclusions. The result of the research is that the learning media, especially in the use of audio visual media is a supportive tool in learning that is very useful in motivating students, so that students are eager to start learning.Keywords: Learning, Guitar, Audio Visual Media AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data-data dan peristiwa yang ada, khususnya dalam penggunaan media audio visual dalam pembelajaran gitar klasik di jurusan Pendidikan Sendratasik FBS Universitas Negeri Padang. Dengan menggunakan metode deskriptif. Metode ini dianggap tepat untuk menggambarkan dan mengin-trepetasikan secara sistematis fakta dan karakteristik masalah yang diteliti. Teknik pengolahan data dilakukan dengan: 1) Mengumpulkan dan mengklasi-fikasikan data dari hasil observasi dan wawancara dengan para narasumber mengenai pembelajaran gitar lalu kemudian dipaparkan lagi ke dalam laporan penelitian, 2) Penyajian data dengan maksud melakukan pembahasan dan menganalisis berdasarkan permasalahan yang dirumuskan, yaitu mengenai materi, dan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran. 3) Penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh selama penelitian, kemudian ditinjau ulang secara seksama dengan cara membandingkan data yang diperoleh untuk menemukan kekurangan dan kelebihan serta keunikan yang dapat menghasilkan kesimpulan.hasil. Hasil penelitian dapat diperoleh temuan, bahwa media pembelajaran, khususnya dalam penggunaan media audio visual merupakan sarana pendukung dalam pembelajaran yang sangat bermanfaat dalam memotivasi mahasiswa, sehingga mahasiswa bersemangat untuk memulai pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran, Gitar, Media Audio Visual

Page 1 of 1 | Total Record : 10