cover
Contact Name
Akhmad Maliki
Contact Email
maliki.ts@uwks.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.axial@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi
ISSN : 23376317     EISSN : 26150824     DOI : http://dx.doi.org/10.30742/axial.v10i1
Core Subject : Engineering,
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya sejak tahun 2012 dengan ISSN:2337-6317 untuk terbitan versi cetak, sedangkan untuk terbitan versi online mulai tahun 2018 dengan ISSN: 2615-0824. axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi merupakan jurnal yang berisikan tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, kajian, dan telaah kritis dibidang ilmu ketekniksipilan dengan konsentrasi ilmu rekayasa struktur, bangunan air, manajemen transportasi/lalu lintas, manajemen konstruksi dan geoteknik. axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi diterbitkan tiga kali dalam satu tahun, antara bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
ANALISA FAKTOR FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN JOYOBOYO Anggi Wahyuningtyas; Johan Paing Heru Waskito
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1746

Abstract

Abstrak : Dalam proyek konstruksi jembatan ada beberapa kecenderungan yang mempengaruhi kinerja proyek diantaranya adalah adanya faktor faktor yang mempengaruhi manajemen waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang dapat menyebabkan delay dalam manajemen waktu. Pengumpulan data dilakukan dengan survey menggunakan kuesioner yang diisi oleh 15 responden sebagai pelaku dalam jasa konstruksi. Responden diambil dengan berdasarkan metode random sampling yang meliputi orang berkompeten dalam biding konstruksi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan perangkingan melalui uji severity index dan frecuency index dan importance  index menggunakan programs SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 25. Dari analisis data diperoleh rangking sepuluh besar kendala penerpan manajemen waktu pada proyek pembangunnan Jembatan Joyoboyo yaitu : Keterlambatan dalam penyerahan lahan dengan indeks kepentingan sebesar 80,91 persen, Kondisi Cuaca ynag Buruk dengan indeks kepentingan 79,73 persen, Perubahan Desain dengan indeks kepentingan sebesar 79,73 persen, Kurangnya pengendalian dan pengawasan keuangan dengan indeks kepentingan sebesar 79,67 persen, Jumlah tenaga kerja tidak memadai dengan indeks kepentingan sebesar 78,58 persen, Pemogokan Pekerja dengan indeks kepentingan sebesar 78,58 persen, Pembayaran Termin yang terlambat dengan indeks kepentingan sebesar 78,48 persen, Keterlambatan dalam persetujuan desain gambar dengan indeks kepentingan sebesar 75,01 persen, Pengalokasian dana tidak tepat dengan indeks kepentingan sebesar 72,69 persen, Perbedaan kondisi bawah tanah (terdapat utilitas pipa gas, PLN,PDAM) dengan indeks kepentingan sebesar 72,6 persen. Kata kunci: Manajemen Waktu, Kendala, Indeks Kepentingan, Indeks Pengaruh, Indeks Frekuensi.
PEMANFAATAN CAMPURAN LIMBAH KARET BAN DENGAN FILLER ABU KERANG SIMPING PADA ASPAL BETON Kiki Nur Indah Sari; Akhmad Maliki; Akbar Bayu Kresno Suharso
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 10, Nomor 1, April Tahun 2022
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v10i1.2173

Abstract

ABSTRAK: Kerusakan jalan raya dapat memberikan dampak kurang baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Sehingga, banyak usaha yang dilakukan untuk meningkatkan mutu aspal yaitu dengan memodifikasi sifat fisik serta kimia aspal dengan bahan tambah (additive) dan filler  yang beragam. Penelitian ini menggunakan limbah kerang simping sebagai filler dan karet ban bagian dalam dari kendaraan bermotor sebagai bahan additive untuk menambah daya lekat serta kekentalan aspal. Penambahan karet ban bekas dan filler abu kerang simping pada campuran lapis aspal beton mempengaruhi nilai karakteristik marshall. Filler abu cangkang kerang simping kadar 5 persen mampu mengisi rongga pada campuran aspal + karet ban. Dari nilai VFA, flow dan stabilitas untuk aspal yang ditambah karet ban dengan kadar 2 persen, 4 persen dan 6 persen memiliki nilai lebih tinggi dari aspal beton tanpa karet ban. Pada nilai VMA untuk aspal dengan karet ban 2 persen, 4 persen dan 6 persen memiliki kinerja yang lebih rendah dari aspal beton tanpa karet ban. Nilai VIM aspal dengan karet ban 4 persenmemiliki nilai paling tinggi yaitu 4,61 persen untuk kadar aspal 4,5 persen. Nilai MQ aspal dengan karet ban 2 persen memiliki nilai paling tinggi yaitu 276,85 kg/mm untuk kadar aspal 4,5 persen. Sedangkan yang tidak memenuhi persyaratan Bina Marga yaitu nilai VFA aspal tanpa karet ban dengan kadar aspal 4,5 persen dengan nilai 64,05 persen, namun untuk pengujian lain sudah memenuhi persyaratan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif antara penambahan karet ban dan filler abu kerang simping terhadap karakteristik marshall lapis aspal beton. KATA KUNCI : Aspal Beton, Limbah Karet Ban, Filler Kerang Simping, Marshall
PERBANDINGAN BRESING X-1 DAN X-2 PADA GEDUNG STRUKTUR BAJA DITINJAU DARI NILAI DRIFT Panjaitan, Agustina; Khatulistiani, Utari; Machmoed, Soerjandani Priantoro
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Vol 6, No 1 (2018): Volume 6, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v6i1.476

Abstract

Gedung struktur baja yang berada di wilayah gempa tinggi butuh diberi bresing (bracing) guna meningkatkan kinerja struktur dalam menahan gaya gempa. Dilakukan studi dari dua pemodelan gedung yang menggunakan tipe bresing berbeda, yaitu bresing x-1 (Tipe 1) dan x-2 (Tipe 2). Gedung terdiri dari 6 lantai. Bresing x adalah pengaku yang dipasang pada gedung menyerupai huruf x. Bresing x-1 dipasang antar satu lantai, dan x-2 dipasang antar dua lantai. Hasil analisa gedung yang diberi beban gempa diperoleh nilai drift (simpangan horisontal) tiap lantai portal dengan bresing x-1diperoleh lebih kecil dibanding portal dengan bresing x-2.Kata kunci : Struktur baja, bresing konsentrik khusus, bresing tipe x-1dan x-2, drift, gempa.
ANALISA DRIFT GEDUNG STRUKTUR BAJA TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN KOMBINASI TWO STORY-X BRACING DAN X BRACING DI SURABAYA Rahmawati, Dayu Felli; Khatulistiani, Utari
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Vol 7, No 1 (2019): Volume 7, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v7i1.703

Abstract

Menurut BMKG dan LIPI, di kota Surabaya telah ditemukan adanya 2 patahan bumi yang berpotensi terjadi gempa. Oleh karena itu dalam perencanaan Gedung dipertimbangkan sebagai Gedung tahan gempa. Gedung direncanakan terdiri dari 8 lantai beserta atap dengan ukuran 30 x 42 meter yang berlokasi di kota Surabaya, digunakan struktur baja dengan menggunakan pengaku (bracing), terdiri dari 3 model. Model yang digunakan adalah kombinasi dari pengaku (bracing), yaitu two story-x bracing dan x bracing. Dari 3 model tersebut ditinjau simpangan horisontal (drift) yang terjadi. Perencanaan dilakukan berdasarkan menggunakan Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung dan Non Gedung (SNI 03-1729-2002) dan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non gedung (SNI 1726:2012). Berdasarkan dari hasil perencanaan struktur gedung yang menggunakan struktur baja, maka dapat disimpulkan model kombinasi 1 dengan two story-x bracing pada lantai 1-4 dan x bracing pada lantai 5-8, didapatkan total nilai simpangan horisontal sebesar 0,102 m. Model kombinasi 2 dengan two story-x bracing pada lantai 5-8 dan x bracing pada lantai 1-4, didapatkan total nilai simpangan horisontal sebesar 0,107 m. Model kombinasi 3 dengan two story-x bracing pada lantai 3-6 dan x bracing pada lantai 1-2 dan 7-8, didapatkan total nilai simpangan horisontal sebesar 0,106 m. Dari total nilai simpangan horisontal 3 model kombinasi tersebut maka nilai simpangan horisontal 0,102 meter pada model kombinasi 1 adalah nilai simpangan horizontal paling kecil.Kata kunci : Nilai simpangan horisontal (drift), struktur baja, two story-x bracing dan x bracing, gempa
EVALUASI SENSITIVITAS KETERLAMBATAN DURASI PADA PROYEK GEDUNG UPT K3 SURABAYA DENGAN METODE CPM Andry Hermawan; Siswoyo Siswoyo
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Vol 7, No 3 (2019): Volume 7, Nomor 3, Tahun 2019
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v7i3.773

Abstract

Abstrak : Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang memiliki jangka waktu dalam penyelesaiaannya.Sensitivitas dalam proyek konstruksi dibutuhkan untuk memperbaiki cara pelaksanaan proyek danmengurangi risiko terjadinya keterlambatan yang berdampak pada kerugian. Perencanaan danpenjadwalan pada proyek konstruksi terkait dengan waktu, biaya, dan mutu yang disyaratkan. Dimanakeseimbangan ketiga aspek tersebut adalah merupakan tujuan utama yang perlu dicapai dalam proyekkonstruksi. Pada pengerjaan proyek pembangunan Lanjutan / Rehab Gedung Depan UPT K3 – DukuhMenanggal Surabaya yang memiliki kegiatan berulang digunakan metode CPM menggunakan programbantu MS Project 2013 dengan untuk mengetahui jalur kritis. Dari penerapan metode CPM yangdigunakan diperoleh hasil penyelesaian proyek dari durasi total perencanaan proyek yang sebelumnya 90hari menjadi 84 hari (lebih cepat 6 hari), dengan total biaya keseluruhan sebelumnya Rp. 1.405,984.000.meningkat menjadi Rp. 1.408.846.255. Pengendalian dengan cara melakukan lembur selama 2 jam/hariadalah langkah yang tepat untuk mengatasi masalah keterlambatan.Kata Kunci : CPM, Penjadwalan, MS Project 2013
PERENCANAAN RIGID PAVEMENT DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA DI JALAN BABAT – BATAS JOMBANG KABUPATEN LAMONGAN Ricky Elyas Aditiya; . Siswoyo
xxxxxxxxx
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v8i2.1029

Abstract

Abstrak. Jalan Babat – Bts. Jombang Kab. Lamongan adalah fungsi jalan kolektor yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dan Jombang, sehingga ruas jalan Babat – Bts. Jombang memiliki volume lalu lintas yang sangat tinggi dan beban lalu lintas yang berat, dapat disimpulkan jalan tersebut dilalui kendaraan besar sehingga menimbulkan kerusakan yang cukup signifikan. Selama ini jalan tersebut penanganannya hanya pemeliharaan dan perbaikan fungsional pada permukaan jalan yang rusak. Penanganan ini masih kurang tepat, sebab dalam upaya perbaikan yang dilakukan tidak dapat bertahan lama sesuai dengan umur rencana.Pada Tugas Akhir ini, berdasarkan hasil perhitungan rencana desain untuk 40 tahun didapatkan analisa kapasitas jalan menggunakan acuan PKJI 2014, derajat kejenuhan masih di angka 0,75 hingga tahun 2060. Perencanaan tebal pelat menggunakan metode Manual Desain Perkerasan 2017 sebesar 295 mm, lapis pondasi LMC sebesar 100 mm dan LFA A sebesar 150 mm dengan tulangan memanjang dan melintang diameter 12 - 300 mm. Dowel berdiameter 36 mm, panjang dowel 450 mm dan jarak dowel 300 mm. Tie bars berdiameter 16 mm, panjang dowel 700 mm dan jarak 750 mm. Biaya yang dibutuhkan untuk perencaanaan Jalan Babat – Bts. Jombang menggunakan acuan HSPK Lamongan sebesar Rp 148.546.645.926,74 (Seratus Empat Puluh Delapan Milyar Lima Ratus Empat Puluh Enam Juta Enam Ratus Empat Puluh Lima Ribu Sembilan Ratus Dua Puluh Enam Rupiah). Kata Kunci : Jalan, Perkerasan Kaku, PKJI 2014, Manual Desain Perkerasan 2017, Rencana Anggaran Biaya.
PERENCANAAN SALURAN PEMATUSAN BOEZEM SELATAN MOROKREMBANGAN SURABAYA Zidane al baihaqi; Soebagio Soebagio
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1751

Abstract

Abstrak : Boezem merupakan sebuah waduk yang memiliki luas hingga puluhan hektar yang di gunakan untuk menampung limpahan air hujan. Permasalahan utama bagi Boezem Morokrembangan yang terjadi saat ini adalah penumpukan endapan sedimen di Boezem Morokrembangan yang semakin meningkat dan membentuk kubangan air kotor pada saat musim kemarau. Disamping itu  endapan sedimen yang bercampur sampah tersebut mengeluarkan bau yang tidak enak dan menjadi sarang nyamuk. Hal ini terjadi akibat dari genangan air yang masih tersisa sedikit saat elevasi air di Boezem rendah. Dengan kondisi di atas diperlukan perencanaan saluran Pematusan agar pada saat  musim kemarau atau elevasi air di boezem rendah dan menjadi kubangan akhir, dapat segera mengalir ke saluran. Pembangunan saluran pematus di harapkan bisa menjadi solusi permasalahan sehingga pada musim kemarau bantaran boezem yang sebelum nya menjadi kubangan air limbah bisa mengering dan dapat di manfaat kan oleh masyarakat, Dari hasil analisis dengan metode Rasional diperoleh debit rencana periode ulang 25 tahun mendatang sebesar 45,91 m3/det dan debit air limbah sebesar 0,400 m3/det maka debit rancangan sebesar 46,310 m3/det. Saluran pematus di rencanakan dengan beton precast trapesium dengan lebar dasar saluran 14 m, kemiringan talud 1:1, tinggi saluran 1,5 m, kemiringan dasar saluran 0,0007 m. Kata Kunci : Perencanaan, Saluran Pematus, Boezem Morokrembangan.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL LEKO MENGGUNAKAN SISTEM GANDA DI KOTA BELITONG Permana, Ryan; Andaryati, Andaryati
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Vol 6, No 3 (2018): Volume 6, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v6i3.537

Abstract

Abstrak. Perencana struktur di negara Indonesia dituntut agar lebih kreatif dan inovatif dimana negaraIndonesia merupakan wilayah rawan terhadap gempa bumi. Dalam Tugas Akhir merencanakan gedungHotel Leko di Kota Belitong. Struktur yang digunakan konstruksi beton bertulang yang terdiri dari 10 lantai+ atap. Sebagai pemecah gaya gempa pada gedung hotel Leko digunakan dinding geser yang mengacu padaperaturan SNI 2847:2013 untuk perencanaan beton bertulang dan SNI 1726:2012 untuk acuan bebangempa. Perhitungan beban gempa yang terjadi pada gedung menggunakan analisa statik ekuivalen. Untukanalisa gaya-gaya dalam yang terjadi pada struktur ini menggunakan program komputer SAP2000 V 11Dari analisa diperoleh kontrol batas simpangan antar lantai tingkat desain pada lantai tertinggi adalah 0,025m, lebih kecil dari nilai simpangan tingkat ijin 0,0088 m. Letak dinding geser memenuhi persyaratan yaituuntuk SRPMK lebih besar dari 25 persen dan dinding geser lebih kecil dari 75 persen. Hasil analisa menunjukkanbahwa gedung sudah memenuhi standar sebagai gedung tahan gempa. Dinding geser direncanakan denganketebalan 40 cm menggunakan tulangan longitudinal D36-70 dan tulangan sengkang 2D25-50.Kata kunci : Gedung , dinding geser, gempa, beton bertulang
KAJIAN SISTEM DRAINASE DI WILAYAH WISMA LIDAH KULON SURABAYA BARAT Efendi, Ahmad; Soebagio, Soebagio
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i2.1748

Abstract

Abstrak : Permasalahan banjir sering terjadi di wilayah Wisma Lidah Kulon, lamanya genangan di wilayah Wisma Lidah Kulon pada tahun 2020 adalah 90-150  menit dengan kedalaman 25-30 cm. Untuk menangani masalah banjir perlunya dilakukan kajian drainase, agar saluran dapat menampung debit yang ada dikawasan tersebut. Curah hujan rencana dengan Metode Log Person didapatkan R2 adalah 75,15 mm dan R5 adalah 85,02 mm. Debit banjir rencana total dihitung dengan Metode Rasional dengan periode ulang 5 tahun untuk saluran tersier. Total debit banjir rencana akan dibandingkan dengan kapasitas saluran eksisting yang dihitung dengan perumusan Manning hasilnya ada 2 (dua) saluran tersier yang tidak dapat menampung total debit banjir rencana. Saluran yang tidak dapat menampung debit banjir yang diakibatkan oleh kecilnya dimensi saluran yang ada, diperlukan perencanaan ulang dimensi saluran yang sesuai dengan kebutuhan. Kata Kunci : Drainase, Banjir, Saluran Wisma Lidah Kulon
PENERAPAN METODE CRASH PROGRAM UNTUK MENGANALISA KETERLAMBATAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK ( STUDI KASUS HOTEL SHAFIRA SURABAYA) Regel, Norlin; Waskito, Johan Paing Heru
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 10, Nomor 1, April Tahun 2022
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v10i1.2176

Abstract

ABSTRAK: Keberhasilan suatu proyek dapat di wujudkan dengan penyelesaian yang efisien dan efektif, pada kenyataannya pelaksanaan proyek konstruksi selalu mengalami keterlambatan penyelesaian,untuk mengantisipasi keterlambatan tersebut maka dilakukan Penerapan Metode Crash Program dan bantuan jalur kritis dengan menggunakan Microsoft Project pada studi kasus hotel shafira surabaya, Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai aktivitas jaringan kerja dengan bantuan aplikasi Microsoft Project dan mendreskripsikan mengenai efektivitas waktu percepatan dan efisiensi biaya pelaksanaan proyek dengan melakukan analisa metode crash program dengan penambahan  jam kerja lembur. Proyek pembangunan Hotel Shafira surabaya penyelesaiannya bisa lebih cepat dari waktu normal 257 hari menjadi 217 hari kerja setelah di Crashing .Dari hasil analisis pada penelitian ini didapat total biaya proyek dalam kondisi sesudah crashing dengan alternatif penambahan jam kerja lembur selama 3 jam diperoleh 317 hari kerja dengan biaya adalah sebesar Rp 22.026.157.861,00  Untuk efisiensi biaya dalam pengerjaan proyek adalah 0,0045 persen dengan selisih biaya normal dengan percepatan adalah Rp67.436.251.  KATA KUNCI : Crash Program, Jam Lembur, Keterlambatan

Page 8 of 19 | Total Record : 190