COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
The journal reports significant new findings related to physics and education physics, including: learning media development, learning methods development, learning methods implementation and several application of physics.
Articles
309 Documents
Pembelajaran Yang Menyenangkan dengan Instruksi Pemodelan (Tinjauan Pustaka Berdasarkan Pelatihan Guru Di Universitas Nagoya Jepang)
Luluk Ayunning Dyah P.
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6 No 1 (2019): COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/cjipf.v6i1.4691
Modeling instructionmerupakan model yang efektif dalam pendidikan sains (Jackson, 2008).  Modeling instructionmembuat peserta didik terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Dengan modeling instruction, peserta didik dapat menemukan sendiri konsep-konsep sains melalui kegiatan belajar yang menyenangkan. Metode pengajaran dengan modeling instruction, mengoreksi banyak kelemahan dari model pengajaran konvensional, yang lebih banyak menggunakan ceramah dan demostrasi. Hal ini sesuai dengan pendapat  Confucius 2400 tahun yang lalu adalah benar, yakni : What I hear, I forget ; What I see, I remember ; What I do, I understand.Â
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TEKNIK TANDUR TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN PERPINDAHAN KALOR
Novi Mubarokah;
Yuli Prihatni;
Sumadi Sumadi
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/cjipf.v2i1.634
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan prestasi belajar Fisika pokok bahasan perpindahan kalor pada siswa yang diajar dengan model pembelajaran Quantum Teaching teknik TANDUR dan model pembelajaran konvensional teknik pemberian informasi. Secara komparatif untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar fisika pokok bahasan perpindahan kalor siswa yang diajar dengan model pembelajaran Quantum Teaching dengan teknik TANDUR dan menggunakan model pembelajaran konvensional teknik pemberian informasi serta efektifitas penggunaan model pembelajaran tersebut. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA berjumlah 257 siswa. Sampel diambil dengan cluster random sampling, yaitu kelas X-8 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-5 sebagai kelas kontrol. Data prestasi hasil belajar dengan tes pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan uji t setelah dilakukan uji persyaratan, uji normalitas sebaran dan uji homogenitas varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kecenderungan prestasi belajar fisika dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching teknik TANDUR berada pada kategori sangat tinggi (rerata 21,09), 2) kecenderungan prestasi belajar fisika menggunakan model pembelajaran konvensional teknik pemberian informasi berada pada kategori tinggi (rerata 16,31). Secara komparatif 1) terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar fisika yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Quantum Teaching teknik TANDUR dengan model pembelajaran konvensioal teknik pemberian informasi (uji t dengan signifikansi 0,000 < 0,05). 2) model pembelajaran Quantum Teaching teknik TANDUR lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional teknik pemberian informasi karena rerata model pembelajaran Quantum Teaching teknik TANDUR lebih besar.
PENGARUH PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DAN METODE DISKUSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN GERAK
Nur Dyah Yulianawati;
Sumadi Sumadi
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/cjipf.v2i2.665
Penelitian ini secara komparatif untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar fisika pokok bahasan gerak antara yang menerapkan metode Eksperimen, metode Diskusi, dan metode Ceramah. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen Semu. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 8 kelas sejumlah 240 siswa. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 94 siswa. Kemampuan awal diperoleh dari nilai pre-test. Data prestasi hasil belajar dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Teknik analisis data dengan menggunakan uji Anava satu jalur. Sebelum itu perlu dilakukan uji persyaratan yang meliputi uji normalitas sebaran dan uji homogenitas varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan prestasi belajar fisika pokok bahasan gerak antara yang menerapkan metode Eksperimen, metode Diskusi, dan metode Ceramah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII
Arendra Unggul Clarotta;
Veator Renyaan
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/cjipf.v4i1.1388
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan prestasi belajar fisika siswa kelas VIIIyang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan menggunakan model pembelajaran konvensional. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, terpilih kelas VIII C sebanyak 33 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII Csebanyak 33 siswa sebagai kelas kontrol. Hasil uji-t diperoleh thitung= 5,124 dengan p = 0,000. Ada perbedaan yang sangat signifikan pada prestasi belajar fisika siswa kelas VIII antara yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Rerata prestasi belajar fisika yang diajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi dari pada yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, sehingga disimpulkan ada pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas.
ANALISIS KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL FISIKA MATERI USAHA DAN ENERGI SISWA KELAS X SMK TAMAN KARYA JETIS YOGYAKARTA
Siti Nurjanah;
Sunarto Sunarto
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5 No 2 (2018): COMPTON
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/cjipf.v5i2.4161
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kesulitan yang dialami oleh siswa dalam memecahkan masalah bisnis dan energi. Dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam melakukan masalah bisnis dan energi. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Jetis Karya Yogyakarta. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMK Jetis Karya Yogyakarta dengan total 27 siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan pada kelas X. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan tes esai. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes urian. Untuk pertanyaan tes yang diuji dalam penelitian ini, meliputi: uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase kesulitan menggunakan konsep 20,61%, penggunaan prinsip 30,30%, pengungkapan informasi sebesar 20,00%, dan kesulitan penghitungan adalah 29,00%. Dari keempat jenis kesulitan tersebut, kesulitan yang dominan adalah kesulitan dalam menggunakan prinsip dengan persentase 30,30%. Hal ini dapat terjadi karena siswa tidak memahami konsep dan prinsip bisnis dan energi, sehingga kesulitan siswa dihadapkan pada pertanyaan dengan jenis pengembangan yang merupakan pemecahan masalah.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL, KEMAMPUAN MATEMATIKA, DAN KEAKTIFAN SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA
Ivo Rahmawati;
Widodo Budhi;
Hidayati Hidayati
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/cjipf.v1i2.573
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional, kemampuan matematika dan aktivitas siswa di kelas dengan prestasi belajar fisika kelas VIIIÂ SMPN 16 Yogyakarta Tahun Akademik 2012/2013. Pengumpulan data kemampuan belajarmatematika dan prestasi belajar fisika menggunakan tes dan kuesioner. Teknik kuesioner untuk mengukur kecerdasan emosional dan aktivitas siswa. Teknik analisis data deskriptif dengan kurva normal yang ideal dan korelatif dengan analisis regresi. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan kecerdasan emosional, kemampuan matematika, aktivitas siswa, dan prestasi belajar fisika dikategori tinggi. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan ada hubunganpositif dan signifikan antara kecerdasan emosional, kemampuan matematika, dan aktivitas siswa dengan prestasi belajar fisika.
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN SISWA, LINGKUNGAN SOSIAL DAN INTENSITAS BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA
Ahni Ristanti;
Sumadi Sumadi
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/cjipf.v3i2.689
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kedisiplinan siswa, lingkungan sosial intensitas belajar dengan prestasi belajar fisika siswa kelas XI semester genap. Populasi penelitian 290 siswa. Sampel sebanyak 158 siswa dan menggunakan proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Uji validitas menggunakan korelasi product moment, uji reliabilitas menggunakan KR-20 dan Alpa Cronbach. Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan yang positif dan sangat signifikan antara kedisiplinan siswa,lingkungan sosial, intensitas belajar dengan prestasi belajar fisika. Nilai determinasi R2 = 0,470 dengan p = 0,000. Sumbangan efektif ketiga prediktor sebesar 47,015% terdiri kedisiplinan siswa 9,282%, lingkungan sosial 24,497% dan intensitas belajar 13,237%.
PENGARUH PEMBERIAN TUGAS TERSTUKTUR TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA KONSEP KALOR
Kostansa Lissa Luturmus;
Puji Hariati Winingsih
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5 No 1 (2018): COMPTON
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/cjipf.v5i1.4139
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar fisika dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur dan metode pemberian tugas tidak terstruktur. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan tes. Data tes hasil belajar diperoleh dengan pemberian tugas terstruktur. Perhitungan statistik uji-t yang digunakan untuk uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan taraf signifikan (α=5%) Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pebedaan hasil belajar siswa yang diberi tugas terstruktur dengan yang tidak diberi tugas terstruktur dengan hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 3,100 dengan p = 0,004 < 0,01 maka hipotesis diterima. Skor hasil belajar fisika dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak diberikan tugas terstruktur yaitu rata-rata nilai kelas eksperimen 19,040 varians 21,707 dan standar deviasi 4,659. Sedangkan rata-rata nilai kelas kontrol 14,200, varians 39,250 dan standar deviasi 6,265.
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VII SMP
Dhimas Oki Permata Aji;
Sumadi Sumadi;
Veator Renyaan
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/cjipf.v1i1.233
Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecenderungan prestasifisika pokok bahasan pengukuran siswa kelas VII semester I menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together. Sampel menggunakan nomogram Harry King dan di dapat 62,98, dari 3 kelas yang ada diambil 2 kelas secara random yang terdiri dari kelas VIIB dan VIIA berjumlah 64 siswa. Validitas butir soal diuji dengan korelasi product moment diperoleh hasil 26 sahih dan 4 butir soal gugur. Reliabilitas instrumen di uji dengan rumus KR-20 diperoleh rtt = 0,852 dengan status andal. Teknik analisis data menggunakan uji t meliputi uji normalitas sebaran dan uji homogenitas varians. Hasilnya menunjukkan bahwa kecenderungan prestasi belajar fisika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 15,031, sedangkan kecenderungan prestasi belajar model tipe Numbered Head Together berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 17,938. Secara komparatif ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan Numbered Head Together. Dan prestasi belajar fisika yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together lebih tinggi yaitu 17,938 dari pada model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share yaitu sebesar 15,031.PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE THINK PAIR SHARE DAN NUMBERED HEAD TOGETHERTERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VII SMP
Developing Physics Comprehensive Contextual Teaching Material (PhyCCTM) to Improve the Problem Solving Skill
Muhammad Zaini
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7 No 1 (2020): COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/cjipf.v7i1.7758
Abstract Development of teaching materials in learning physics is something that is needed and implanted continuously. Thus, the development of teaching materials has an important role in learning physics to complete the nature of physics it self. Physics learning is mostly only taught based on the theories in the book, so it is difficult for students to imagine the physical phenomena that occur. One effect is the low ability of students in problem solving. This study aims to produce PhyCCTM teaching materials that can improve problem solving skills and find out the improvement of students’ problem solving abilities using PhyCCTM teaching materials. This research is a research and development. The development procedure refers to the development adapted from the 4D model which consists of four stage namely defining, designing, developing, and distributing. Content validation was carried out by four lecturers and seven physics teachers. The Trials was conducted at school by applying the quasi-experimental method and using the control group pretest and posttest design. The trial was conducted by taking two classes as the experimental and control class. Improvement and differences in the result of students’ problem solving abilities in the experimental and control groups were done by t-test.The research results obtained are PhyCCTM teaching materials to improve problem-solving abilities suitable for use with the category of “Good†and PhyCCTM able to improve students’ ability to solve problems with sig. (2-tailed) of 0,000. The conclusion obtained from this study is that PhyCCTM teaching materials developed are feasible to use and can improve students’ ability to solve problems.Keywords: PhyCCTM, Problem Solving Skill