cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Isolasi Senyawa Sitotoksik dari Kapang Emericella nidulans Muhammad Nursid; Ekowati Chasanah; Murwantoko Murwantoko; Subagus Wahyuono
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v6i2.404

Abstract

Kapang laut dikenal sebagai sumber penting metabolit farmakologi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa sitotoksik dari kapang laut Emericella nidulansyang diisolasi dari ascidia Aplidium longithoraxdari Taman Nasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kapang dikultivasi pada labu 3 L sebanyak 20 labu, masing-masing mengandung 1 L media SWS (mengandung 1% pati dapat larut, 0,2% pepton soya, dan 1 L air laut) dan diinkubasi dalam kondisi statis pada suhu 27–28oC selama 5 minggu. Miselium kapang diekstraksi dengan campuran pelarut diklorometan–metanol (1 :1 v/v) sebanyak 3 kali. Fraksinas i dilakukan dengan menggunakan kolom vakum SiO2 2 x 12 cm dan isolasi dilakukan dengan menggunakan kromatografi lapis tipis preparatif. Uji sitotoksik dengan metode MTT (3-(4,4-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyl-tetrazolium bromide) terhadap pertumbuhan sel T47D, digunakan sebagai panduan dalam proses isolasi. Senyawa sitotoksik berhasil diisolasi dari ekstrak miselium, terelusi pada menit ke-15 pada kromatogram kromatografi cair kinerja tinggi. Senyawa ini memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai IC50 sebesar 6,3 µg/mL.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etil Asetat Ulva fasciatadelile dan Turbinaria decurrensbory terhadap Laju Pertumbuhan Tumor Kelenjar Susu Padamencit C3h Thamrin Wikanta; Vita Fitria Handayani; Lestari Rahayu; Asri Pratitis; Puspita Eka Wuyung
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v6i1.92

Abstract

ABSTRACTBreast cancer is the second mostly found disease after cervix cancer to Indonesian woman. Research on the effect of Ulva fasciata Delile and Turbinaria decurrensBory ethyl acetate extract feeding on the Adenocarcinoma mammaecell proliferation on C3H mice has beenconducted. Thirty experimental mice were devided into 6 treatment groups, i.e.: K-I, negative control; K-II, solvent control; K-III, given U. fasciata ethyl acetate extract dose of 41.32 mg/20 g BW (body weight); K-IV, given U. fasciataethyl acetate extract dose of 82.64 mg/20 g BW; K-V, given T. decurrensethyl acetate extract dose of 24.29 mg/20 g BW; and K-VI, given T. decurrens ethyl acetate extract dose of 48.59 mg/20 g BW. All treatments were given during 21 days. The mice body weight and tumor volume were measured and collected subsequently at every two days. Tumor doubling time was calculated at the end of research. Results showed that there wasa highly tumor growth inhibition on the K-IV shown by the high doubling time value. Tumor growth inhibition decreased according to the sequence as follows: K-IV (U. fasciata dose of 82.64 mg/20g BW), K-V (T. decurrensdose of 24.29 mg/20 g BW), K-VI (T. decurrensdose of 48.59 mg/20 g BW) which equal to K-II (solvent control), K-III (U. fasciatadose of 41.32 mg/20 g BW), K-I(negative control).
Pengaruh Perebusan, Penggaraman Dan Penjemuran Pada Udang Dan Cumi Terhadap Pembentukan 7 Ketokolesterol Rudi Riyanto; Nandang Priyanto; Tuti Hartati Siregar
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v2i2.458

Abstract

Penelitian pengaruh perebusan, penggaraman dan penjemuran pada udang dan cumi terhadap pembentukan 7‑ketokolesterol telah dilakukan. Dalam penelitian ini, udang dan cumi masing ­masing dibagi dalam dua kelompok. Pada kelompok pertama diberikan perlakuan perebusan dalam air, dan pada kelompok kedua diberikan perlakuan perebusan dalam air garam (3% air garam untuk udang dan 20% air garam untuk cumi). Setelah perebusan, dilakukan pengeringan di bawah matahari (udang dikupas dahulu sebelum dijemur). Pengambilan sampel dilakukan saat kondisi segar, setelah direbus dan setelah dijemur. Pengamatan dilakukan terhadap kandungan 7‑ketokolesterol, kolesterol, nilai TBA, dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perebusan, penggaraman dan penjemuran berpengaruh terhadap pembentukan 7‑ketokolesterol sampai konsentrasi 20,82 ppm pada udang dan 15,05 ppm pada cumi sebagai konsentrasi tertinggi produk hasil oksidasi kolesterol yang terbentuk. Penelitian ini dapat dijadikan bukti bahwa pemanasan (perebusan dan penjemuran), serta penggaraman berpengaruh dalam proses oksidasi kolesterol pada udang dan cumi.
Bioaktivitas Ekstrak Kasar Aseton, Fraksi, dan Subfraksinya dari Ulva fasciata Terhadap Sel Lestari Tumor Hela Thamrin Wikanta; Andika Prabukusuma; Dian Ratih; Hedi Indra Januar
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v5i1.421

Abstract

Telah dilakukan pengujian bioaktivitas ekstrak kasar aseton, fraksi, dan subfraksinya dari Ulva fasciata terhadap sel lestari tumor HeLa. U. fasciata dimaserasi dalam aseton lalu ekstrak disaring dan pelarut dievaporasi. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kasar aseton U.  fasciata mengandung golongan senyawa flavonoid, steroid, dan saponin. Ekstrak kasar tersebut memiliki aktivitas antioksidan (IC50 = 411,81 mg/mL) lebih rendah dibandingkan vitamin C sebagai control (IC50 = 5,01 mg/mL). Ekstrak kasar aseton dipartisi menggunakan heksan, etil asetat, dan metanol-air. Hasil uji toksisitas terhadap Artemia salinamenunjukkan nilai LC50 dari ekstrak kasar aseton, fraksi heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol-air masing-masing sebesar 103,86; 128,03; 63,07; dan 406,05 mg/mL. Hasil uji sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa menunjukkan nilai IC50 dari ekstrak kasar aseton, fraksi heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol-air masing-masing sebesar 62,86; 43,56; 18,85; dan 37,56 mg/mL. Fraksi etil asetat yang memiliki sitotoksisitas tertinggi kemudian difraksinasi melalui kolom khromatografi Sepra C-18 dengan elusi gradien polaritas menghasilkan 6 subfraksi. Hasil uji sitotoksisitas masing-masing subfraksi terhadap sel lestari tumor HeLa pada konsentrasi 19 mg/mL menunjukkan nilai inhibisi: subfraksi-1 negatif (non-aktif); subfraksi-2 > 100% (sitotoksik); subfraksi-3 > 100% (sitotoksik); subfraksi-4 > 100% (sitotoksik); subfraksi-5 < 50% (non-aktif); dan subfraksi-6 = 100% (sitostatik).
Aktivitas Antioksidan Padina sp. pada Berbagai Suhu dan Lama Pengeringan Amir Husni; Deffy R. Putra; Iwan Yusuf Bambang Lelana
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i2.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan dalam oven terhadap aktivitas antioksidan Padina sp. Pengeringan dilakukan pada suhu 50, 55, dan 60 °C masing-masing selama 4, 6, dan 8 jam. Sebagai pembanding dilakukan pengeringan di bawah sinar matahari selama 8 jam. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, aktivitas antioksidan, total fenol, dan uji fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen Padina sp. berkisar antara 12,86–18,28%, kadar air 14,52–21,80%, IC50 antioksidan 37,68–48,03 ppm, total fenol 0,18–0,35 mg PGE/mg, dan hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa Padina sp. mengandung senyawa fenol. Pengeringan oven bersuhu 50 °C selama 4 jam menghasilkan aktivitas antioksidan dan total fenol tertinggi, dengan nilai IC50 37,68 ppm dan total fenol 0,35 mg PGE/mg.
Analisis Spektrofotometri terhadap Gugus Fungsi Ekstrak Metanol Rumput Laut Ulva Fasciata Segar dan Kering Matahari. Hedi Indra Januar; Thamrin Wikanta; Emma Hastarini
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i4.476

Abstract

           Riset ini dilaksanakan untuk mengetahui efek penggunaan sinar matahari sebagai metode preparasi bahan baku terhadap gugus fungsional di dalam ekstrak metanol rumput laut Ulva fasciata. Hasil analisis yang didasarkan pada metode spektrofotometri UV‑Vis menunjukkan bahwa teriadi penurunan absorbansi pada panjang gelombang 240‑270 nm, yang merupakan daerah ikatan rangkap terkonjugasi. Sementara spektrofotometri FT‑IR menunjukkan terjadinya penurunan konsentrasi gugus fungsional yang mempunyai pita pada 1111,25 cm‑1 (C‑0) dan 1406,63 cm‑1 (C=C), serta kenaikan konsentrasi gugus fungsional pada 1639 cm‑1 (C=O) selama 48 jam pengeringan bahan baku. Hasil ini membuktikan bahwa proses pengeringan matahari sebagai metode preparasi sampel sebaiknya dihindarkan pada eksplorasi senyawa alami dari rumput laut Ulva fasciata.
KARAKTERISASI ENZIM KITOSANASE DAR] ISOLAT BAKTERI KPU 2123 DAN APLIKASINYA UNTUK PRODUKS1 OLIGOMER KITOSAN Yusro Nuri Fawzya; Asri Pratitis; Ekowati Chasanah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v4i1.438

Abstract

Penelitian ini merupakan sebagian dari rangkaian penelitian mengenai eksplorasi enzim kitinolitik dari mikroba lingkungan laut, khususnya dari limbah udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi isolat bakteri KPU 2123 dari limbah udang, mengkarakterisasi dan mengaplikasikan enzim kitosanase yang dihasilkan oleh bakteri tersebut untuk produksi oligomer kitosan dan menguji bioaktivitas oligomer kitosan tersebut sebagai antitumor dan antibakteri. Karakterisasi enzim dilakukan dengan menguji aktivitas enzim pada berbagai suhu dan pH. Selain itu juga ditentukan besarnya aktivitas yang tersisa setelah enzim diinkubasi pada suhu dan lama waktu tertentu. Pengaruh ion logam terhadap aktivitas enzim juga dilihat dengan mereaksikan enzim dengan 1 mM ion logam dalam bentuk larutan khlorida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis gen 16S-rRNA, isolat bakteri KPU 2123 memiliki kemiripan 95% dengan Stanotrophomonas maltophilia. Enzim kitosanase dari isolat ini bekerja optimal pada suhu 50 ºC dan pH 6. Enzim ini cukup stabil pada suhu 37 ºC selama 120 menit. Penambahan ion logam berpengaruh terhadap aktivitas enzim. Ion logam Zn²+ (sebagai garam klorida 1 mM) menghambat 100% aktivitas enzim tersebut. Penggunaan enzim kitosanase dalam menghidrolisis substrat kitosan, menghasilkan oligomer kitosan yang mengandung tetramer, pentamer dan heksamer Oligor kitosan tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 10,06% dan dapat menyebabkan kematian sel HeLa dengan LC50 pada dosis 120 ppm.
Prevalensi Gen tdh dan trh Vibrio parahaemolyticus pada Udang Vaname Di Wilayah Indramayu, Jawa Barat Yusma Yennie; Ratih Dewanti Hariyadi; Achmad Poernomo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i1.245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi Vibrio parahaemolyticus patogenik pada udang vaname yang berasal dari tambak tradisional dan intensif berdasarkan keberadaan gen tdh dan trh. Isolasi dan konfirmasi Vibrio parahaemolyticus mengacu pada BAM (2004), yang dilanjutkan dengan konfirmasi gen tdh dan trh Vibrio parahaemolyticus  menggunakan metode PCR.  Hasil identifikasi menunjukkan bahwa  sebanyak 16/32(50%) dan 6/32 (18,8%) udang dari tambak tradisional dan intensif positif Vibrio parahaemolyticus. Berdasarkan gen tdh, ditemukan Vibrio parahaemolyticus patogenik pada udang tambak tradisional dan intensif berturut-turut adalah 81% (13/16) dan 50% (3/6). Sementara itu, jika didasarkan pada gen trh, Vibrio parahaemolyticus patogenik pada udang tambak tradisional dan intensif berturut-turut adalah 15/16 (93,8%) dan 4/6 (66,7%). Secara keseluruhan prevalensi udang vaname yang positif gen tdh adalah sebesar 72,2% (16/22) gen trh sebesar 86,4% (19/22) dan yang memiliki kedua gen adalah sebanyak 63,6% (14/22).
Preface JPBKP Vol. 14 No. 1 Tahun 2019 JPBKP JPBKP
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v14i1.610

Abstract

Kinerja Susunan dan Jumlah Elemen Peltier pada TEC Alat Transportasi Ikan Segar Tri Nugroho Widianto; Caesar Mahendra
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v14i1.567

Abstract

AbstrakKinerja cara penyusunan dan jumlah elemen peltier pada pendingin termoelektrik (TEC) alat transportasi ikan segar telah diuji. TEC alat transportasi ikan segar terdiri dari komponen utama yaitu elemen peltier, heatsink, kipas, bracket alumunium dan heat pipe. Uji kinerja dilakukan terhadap susunan dan jumlah elemen peltier TEC alat transportasi ikan segar dengan variasi dua buah TEC dengan elemen peltier tunggal, dua buah TEC dengan elemen peltier ganda dan empat buah TEC dengan elemen peltier tunggal. Parameter yang diamati meliputi suhu ruang penyimpanan ikan, suhu heatsink dan kebutuhan energi TEC. Pengukuran dilakukan selama 120 menit dengan interval pengukuran setiap 10 menit. Suhu ruang peti penyimpanan ikan dengan dua buah TEC peltier ganda adalah 18,8 °C, dua buah TEC peltier tunggal sebesar 13,5 °C dan empat buah TEC peltier tunggal sebesar 8,5 °C. Kebutuhan energi TEC dengan dua buah elemen ganda sebesar 46 Watt, TEC dengan 2 buah elemen peltier tunggal sebesar 83 Watt, sedangkan pada 4 elemen peltier tunggal 166 Watt.   Performance of Arrangement and Number the Peltier Elements on Refrigerated Fish Container TECAbstractPerformance of arrangement and number of peltier elements on the refrigerated fish container TEC (thermoelectric cooler) had been tested. The TEC of refrigerated fish container was composed of peltier elements, a heatsink, a fan, an aluminum bracket, and a heat pipe. The arrangement and number of peltier element variations in each refrigerated container box were two TEC composed of a single peltier element, two TEC composed of dual peltier element and four TEC composed of a single peltier element. Performance test was conducted by measuring temperature of box container, temperature of heatsink, and the energy consumption of TEC. Performance test carried out at every 10 minutes for 120 minutes. Temperature of refrigerated container box composed of two TEC with dual peltier element was 18.8 °C, two TEC with single peltier element was 13.5 °C and four TEC with single peltier element was 8.5 °C. The energy consumption of refrigerated container box of two TEC composed dual peltier element was 46 Watts, two TEC composed of single peltier element was 83 Watts and four TEC composed of single peltier element were 166 Watts.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue