cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Pembentukan Formaldehid Pada Ikan Kerapu (Epinephelus fuscoguffatus) Selama Penyimpanan Pada Suhu Kamar Rudi Riyanto; Arifah Kusumarwati; Dwiyitno Dwiyitno
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i2.393

Abstract

Penelitian pembentukan formaldehid pada ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) selama penyimpanan pada suhu kamar telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formaldehid terbentuk pada proses pembusukan ikan dan lama penyimpanan ikan segar pada suhu kamar berpengaruh nyata terhadap pembentukan formaldehid secara alami pada ikan. Formaldehid yang terbentuk adalah 2,4‑3,0 ppm pada lama penyimpanan 20 jam, pada saat itu kadar air ikan mencapai 77%; TVB 515,7 mgN% dan nilai organoleptik 1,2.
Persamaan Prediksi Umur Simpan Filet Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Dikemas Vakum dalam HDPE Rudi Riyanto; Supriyadi Supriyadi; Suparmo Suparmo; Endang Sri Heruwati
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v7i2.74

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data laju penurunan mutu filet ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dikemas vakum dengan HDPE. Hasil analisis digunakan untuk menentukan indikator yang paling tepat untuk persamaan prediksi umur simpan menggunakan persamaan regresi. Dalam percobaan yang dilakukan filet ikan nila yang dikemas vakum dengan HDPE disimpan pada suhu 0, 10, 20, dan 30 oC. Parameter yang dianalisis adalah TVB-N, pH, TBA, Organoleptik (hedonik), dan TPC (aerob dan anaerob). Data yang dihasilkan menunjukkan bahwa suhu dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap laju penurunan mutu filet ikan nila (P<0,05). Berdasarkan tingkat kecepatan parameter mutu untuk mencapai limit toleransi, nilai TVB-N merupakan parameter mutu yang paling tepat untuk dijadikan parameter penentu kinetika pembusukan filet ikan nila. Kandungan TVB filet ikan nila yang disimpan pada suhu 30, 20, 10, dan 0 °C telah melampaui batas mutu (30 mg-N/100 g) secara berturut-turut pada penyimpanan 9, 24, 72, dan 168 jam. Berdasarkan hasil pengolahan data nilai TVB filet ikan nila pada beberapa suhu penyimpanan menggunakan persamaan Arrhenius, nilai Ea yang didapatkan sebesar 72,17 KJ/mol dengan menggunakan nilai TVB 30 mg-N/100 g sebagai nilai batas penolakan mutu filet ikan nila. Persamaan prediksi umur simpan (t=jam) filet ikan nila dalam HDPE vakum yang didapatkan adalah ln A = ln A0 + (t.exp[26,44-8681(1/T)]) dengan tingkat akurasi nilai prediksi terhadap nilai mutu filet ikan nila percobaan adalah 73–78%.
Pengaruh Lama Penyimpanan Biji Picung (Pangium edule Reinw.) Beku terhadap Aktivitasnya dalam Mengawetkan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Novalia Rachmawati; Irma Hermana; Endang Sri Heruwati
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v6i2.409

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan biji picung beku terhadap kemampuannya dalam mengawetkan ikan. Biji picung cacah disimpan dalam kondisi beku (-18°) selama 4 bulan. Setiap bulan biji picung beku diambil dan diaplikasikan pada ikan nila segar dengan perbandingan 3% (b/b) dengan dan tanpa penambahan garam 2% (b/b). Ikan nila disimpan pada suhu ruang dan dilakukan pengamatan terhadap parameter mikrobiologi (Angka Lempeng Total dan antibakteri), kimiawi (TVB dan kadar air) serta organoleptik. Uji aktivitas antibakteri dari biji picung beku dilakukan terhadap bakteri Eschericia colidan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdas arkan parameter mikrobiologi, kimia dan organoleptik, biji picung beku yang disimpan hingga 1 bulan mampu mempertahankan kesegaran ikan hingga penyimpanan hari ke-2. Sedangkan dari hasil uji aktivitas antibakteri, biji pic ung beku dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. colidan S. aureusdengan kategori aktivitas sangat kuat.
Pengaruh Perlakuan Pemecahan Dinding Sel Botryococcus braunii dan Nannochloropsis Menggunakan Microwave dan Sonikator terhadap Minyak yang Dihasilkan Sri Amini; Diini Fitriani; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i1.98

Abstract

Penelitian pengaruh pemecahan dinding sel Botryococcus braunii dan Nannochloropsis menggunakan microwave dan sonikator terhadap jumlah minyak yang dihasilkan telah dilakukan di Laboratorium BBP4BKP, Slipi, Jakarta. Botryococcus braunii dan Nannochloropsis telah dikultur di dalam bak fiber ukuran 1000 liter berisi air laut, diaerasi terus menerus dan diberi cahaya sinar matahari. Conwy media ditambahkan ke dalam media air laut sebagai nutrisi suplemen pada kultur. Biomassa Botryococcus braunii dan Nannochloropsis dipanen pada umur 4 hari, lalu dipecah dinding selnya menggunakan microwave dengan frekuensi 2540 MHz dan sonikator dengan frekuensi 20 KHz. Minyak algae diekstraksi menggunakan pelarut heksan dilanjutkan dengan evaporasi menggunakan rotavapor. Hasil menunjukkan bahwa jumlah minyak dari Botryococcus braunii hasil pemecahan dinding sel menggunakan sonikator yaitu 22,24% dan microwave yaitu 7,92%. Jumlah minyak Nannochloropsis dengan pemecahan dinding sel menggunakan sonikator adalah 11,92% dan microwave adalah 16,54%. Ekstraksi minyak tanpa pemecahan dinding sel Botryococcu braunii sebesar 0,84% dan Nannochloropsis sebesar 1,54%. Asam lemak jenuh pada Botryococcus braunii antara lain asam stearat (18%), palmitat (5%), behenat (1%), dan arachidat (4%) dengan jumlah total 28%. sedangkan pada Nannochloropsis adalah asam stearat (21%), palmitat (9%), behenat (1%), dan arachidat (2%) dengan jumlah total33%.
Pengaruh Pemberian Natrium Alginat terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total Darah dan Bobot Badan Tikus. Thamrin Wikanta; R. R. Nasution R. R. Nasution; Lestari. Rahayu.
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i5.463

Abstract

         Penelitian tentang pengaruh pemberian natrium alginat terhadap penurunan kadar kolesterol total darah dan bobot badan tikus telah dilakukan. Tikus putih galur Sprague dawley, jenis kelamin jantan, diberi makanan berkadar kolesterol tinggi dan minuman mengandung propil tiourasil 0,01% untuk menjadikan kondisi hiperkolesterolemia. Kondisi hiperkolesterolemia dicapai setelah pemberian makanan berkadar kolesterol tinggi selama 3 minggu (21 hari). Bahan uji natrium alginat diberikan secara oral selama 4 minggu dengan tiga tingkat viskositas: 150 cps (viskositas rendah), 300 cps (viskositas sedang), dan 450 cps (viskositas tinggi) dengan dosis sama besar 200 mg/ekor/hari untuk semua viskositas. Pemberian natrium alginat dengan semua tingkat viskositas selama 4 minggu mampu menurunkan kadar kolesterol total darah secara efektif, tetapi tidak dapat menurunkan bobot badan tikus kecuali menggunakan alginat dengan viskositas 450 cps. 
Karakterisasi Permen Jeli yang Dibuat dari Hasil Formulasi Jelly Powder Ellya Sinurat; Murdinah Murdinah; Dina Fransiska
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v5i1.426

Abstract

Penelitian karakterisasi permen jeli dengan bahan baku formula jelly powder telah dilakukan. Formula jelly powder terdiri dari campuran karaginan murni, konjak, dekstrosa, dan KCl. Jelly powder ini digunakan untuk pembuatan permen jeli dengan variasi 3,5; 4,0; 4,5; dan 5,0%. Sebagai pembanding digunakan produk permen jeli impor berbahan dasar karaginan yang sudah ada di pasaran. Untuk mengetahui kualitas permen jeli, parameter yang diamati meliputi aktivitas air, sifat fisik (kekerasan, kelengketan, dan elastisitas) serta nilai organoleptik (kenampakan, bau, rasa, tekstur, elastisitas, transparansi, dan penerimaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi  jelly powder menyebabkan meningkatnya kekerasan, kelengketan, dan elastisitas permen jeli. Nilai organoleptik untuk rasa, tekstur, elastisitas, transparansi, dan penerimaan yang paling baik menurut panelis adalah pada konsentrasi jelly powder 4,5%
Potensi Antitumor Ekstrak Spons Crella papilata Asal Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu Nurrahmi Dewi Fajarningsih; Hedi Indra Januar; Muhammad Nursid; Thamrin Wikanta
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.229

Abstract

Penelitian mengenai potensi antitumor ekstrak spons Crella papilata asal Taman NasionalLaut Kepulauan Seribu (TNKpS) telah dilakukan. Uji toksisitas dilakukan dengan metode BSLT,sedangkan uji sitotoksisitas terhadap sel tumor HeLa dan mieloma dilakukan dengan metodeuji MTT. Hasil BSLT yang diperoleh menunjukkan bahwa toksisitas ekstrak kasar metanol Crella papilata(LC 50 : 19,99 ppm) dan fraksi metanol Crella papilata (LC50 : 21,15 ppm) tergolong sangat toksik. Ekstrak Crella papilatamemiliki aktivitas sitotoksik yang tinggi terhadap sel tumor HeLa dan mieloma. Respon bioaktivitas ekstrak Crella papilataterhadap sel tumor HeLa lebih tinggi dibandingkan terhadap sel mieloma. Nilai LC50 ekstrak kasar metanol Crella papilata terhadap sel HeLa sebesar 12,06 ppm dan terhadap sel mieloma sebesar 18,91 ppm, sedangkan nilai LC 50  fraksi metanol Crella papilata terhadap sel HeLa sebesar 7,63 ppm dan terhadap sel mieloma sebesar 17,30 ppm. Metabolit sekunder pada fraksi metanol sponsCrella papilata asal Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu mempunyai prospek yang menjanjikan untuk diteliti lebih lanjut bioaktivitasnya sebagai antitumor.
Resistensi Antibiotik pada Vibrio parahaemolyticus dari Udang Vaname Asal Pantai Utara Jawa untuk Pasar Ekspor Arifah Kusmarwati; Yusma Yenni; Ninoek Indriati
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v12i2.352

Abstract

AbstrakKeberadaan bakteri V. parahaemolyticus pada produk udang yang bersifat resisten terhadap antibiotik saat ini menjadi permasalahan serius yang berdampak pada jaminan mutu dan keamanan produk. Hal ini menjadi ancaman serius bagi manusia ketika mengkonsumsi udang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi antibiotik dan potensi risiko antibiotik dari bakteri V. parahaemolyticus  pada udang vaname. Pengambilan sampel udang vaname segar dari tambak dilakukan pada musim hujan dan musim kemarau di wilayah Pantai Utara Jawa pada bulan Februari hingga Oktober 2015 dengan metode purposive random sampling. Sebanyak 36 isolat bakteri V. parahaemolyticus yang mewakili 103 sampel udang vaname segar dari tambak udang di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur telah diuji resistensinya terhadap 8 jenis antibiotik (doksisiklin, nitrofurantoin, siprofloksasin, asam nalidiksat, amoksisilin-asam klavulanat, kloramfenikol, streptomisin, dan eritromisin). Uji kepekaan bakteri terhadap antibiotik dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer. Perhitungan indeks Multiple Antibiotic Resistance (MAR) juga dilakukan  untuk mengetahui potensi risiko antibiotik terhadap kesehatan manusia. Hasil analisis menunjukkan bahwa 100% isolat bakteri yang diuji resisten terhadap streptomisin, 90% isolat resisten terhadap eritromisin, dan berikutnya resisten terhadap amoksisilin-asam klavulanat dan nitrofurantoin masing-masing sebesar 83,33% dan 58,33%. Terdapat beberapa antibiotik yang masih mampu melawan bakteri V. parahaemolyticus yaitu siprofloksasin (88,89%), kloramfenikol (81,25%) dan doksisiklin (33,33%). Selain itu, sebanyak 63,89% dari total isolat bakteri tersebut memiliki indeks MAR>0,2 yang mengindikasikan adanya potensi risiko bagi kesehatan. Secara keseluruhan, bakteri V. parahaemolyticus dari sampel yang diambil pada musim hujan menunjukkan resistensi yang lebih tinggi. Antibiotic Resistance in  Vibrio  parahaemolyticusfrom Vannamei Shrimp Originated from Northern Coast of Java for Export MarketAbstractRecently, the occurence of V. parahaemolyticus bacteria in shrimp products that was resistant to antibiotics became a serious problem that affects quality assurance and product safety. It will be a serious threat to humans when consuming the shrimp product. Research was conducted to know antibiotic resistance and antibiotic risk potency of  V. parahaemolyticus bacteria on vannamei shrimp. Sampling of fresh vannamei shrimp from the ponds was conducted in rainy and dry season in the Northern Coast of Java from February to October 2015 with purposive randomize sampling method. A total of 36 isolates of V. parahaemolyticus bacteria representing 103 samples of fresh vannamei shrimp from shrimp ponds in West Java, Central Java and East Java have been tested for resistance to 8 types of antibiotics (doxycycline, nitrofurantoin, ciprofloxacin, nalidixic acid, amoxicillin-c lavulanic acid, chloramphenicol, streptomycin, and erythromycin). Antibiotic susceptibility test was performed using Kirby-Bauer method. Calculation of Multiple Antibiotic Resistance Index (MAR) was also conducted to determine the potential risks of antibiotics to the human health.The results showed that 100% of isolates tested were resistant to streptomycin, 90% of the isolates were resistant to erythromycin, and subsequently resistant to amoxicillin-clavulanic acid, and nitrofurantoin respectively (83.33% and 58.33%). Several antibiotics were still able to resist V. parahaemolyticus i.e ciprofloxacin (88,89%), chloramphenicol (81,25%) and doxycycline (33,33%). In addition, a total 63.89% of bacterial isolates have a MAR index>0,2 indicating potential health risks. Overall,  V.  Parahaemolyticus that was taken from rainy season showed high resistance.
TOKSISITAS SUBKRONIK KERANG HIJAU (Perna viridis) YANG DIBERI PEWARNA SINTETIK TERHADAP HATI MENCIT Dwiyitno Dwiyitno; Nandang Priyanto; Witri Astuti Wulanjari; Sudana Atmawidjaja
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v4i2.443

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji toksisitas subkronik daging kerang hijau (Perna viridis) yang diberi pewarna sintetik non-food grade pada hewan uji mencit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh toksisitas residu campuran pewarna sintetik rodamin B dan methanyl yellow pada kerang hijau terhadap kadar glutamat oksaloasetat transaminase (GOT), glutamat piruvat transaminase (GPT) darah dan histopatologi hati mencit. Sebanyak 72 ekor mencit putih jantan (Mus musculus L.) dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu 3 kelompok perlakuan (dosis awal/rendah, sedang, dan tinggi) serta kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberi bahan uji (tepung kerang hijau berpewarna) yang disuspensikan dengan karboksi metil selulosa (CMC-Na) 0,5% sebanyak 0,8 mL secara oral sehari sekali selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berclasarkan kadar GOT dan GPT darah serta hasil histopatologi mencit, dosis tinggi kerang hijau berpewarna non-food grade rodarnin B yang setara dengan 0,4 mg/kg 1313 manusia menyebabkan kerusakan organ hati mencit cukup serius dan perlu diwaspadai.
Karakteristik Pengeringan Rumput Laut Ulva sp. dan Sargassum sp. Dwi Joko Prasetyo; Tri Hadi Jatmiko; Crescentiana Dewi Poeloengasih
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v13i1.515

Abstract

AbstrakDalam penelitian ini karakteristik pengeringan dari rumput laut Ulva sp. dan Sargassum sp. telah dipelajari. Proses pengeringan dilakukan pada kondisi variasi suhu 40, 50, dan 60 °C di dalam alat pengering laboratorium. Laju pengeringan dievaluasi dengan empat model pengeringan lapis tipis, yakni Newton, Page, Two-Term, dan Midilli. Model yang paling sesuai ditentukan dari nilai sum square error (SSE) dan root mean square error (RMSE) terendah, serta nilai r tertinggi. Laju pengeringan kedua rumput laut memperlihatkan adanya periode laju pengeringan menurun dan tidak ada periode laju pengeringan konstan pada pengeringan Ulva sp. dan Sargassum sp. Hasil menunjukkan bahwa laju pengeringan meningkat seiring peningkatan kadar air dan suhu, dan laju pengeringan menurun seiring dengan berjalannya waktu. Laju pengeringan tertinggi diperoleh pada suhu 60 °C untuk Ulva sp. dan Sargassum sp. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model Midilli memiliki nilai SSE dan RMSE terendah, serta nilai r tertinggi. Berdasarkan hasil tersebut model Midilli merupakan model yang paling sesuai untuk menggambarkan laju pengeringan Ulva sp. dan Sargassum sp. Drying Characteristics of Ulva sp. and  Sargassum sp. SeaweedsAbstractIn this project drying characteristic of Ulva sp. and Sargassum sp. were studied. Drying process was conducted using laboratory scale dryer at various temperatures (40, 50, and 60 °C). Four different thin layer drying models, i.e., Newton, Page, Two-term and Midilli were used to evaluate the drying kinetics. The most appropriate model was determined based on the lowest value of sum square error (SSE) and root mean square error (RMSE), and the highest value of r. There was only decrease period and no constant drying period in drying rate of  Ulva sp. and Sargassum sp. The results showed that drying rate increased as moisture content and temperature increased, while drying rate decreased as drying time increased. The highest drying rate was obtained at 60 °C for  Ulva sp. and  Sargassum sp. The evaluation reveals that Midilli model has the lowest value of SSE and RMSE and the highest value of r at all condition. Based on the results, it was found that Midilli model was the appropriate model to describe the drying rate of  Ulva sp. And Sargassum sp.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue