cover
Contact Name
Ikrar Taruna Syah
Contact Email
tarunasyah@gmail.com
Phone
+6285242485665
Journal Mail Official
jurnalagercolere@gmail.com
Editorial Address
Universitas Ichsan Gorontalo, Jl. Drs. Achmad Nadjamuddin Kota Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Agercolere
ISSN : 26555611     EISSN : 26565145     DOI : https://doi.org/10.37195/jac
Jurnal Agercolere is an open access journal published by Agriculture Faculty of Universitas Ichsan Gorontalo that provides a platform for the international scholars, academicians, researchers, and employees, and to whom it may concern to share the contemporary thoughts in the field of agriculture. Jurnal Agercolere is a scientific multidisciplinary article by Universitas Ichsan Gorontalo. The scope of the articles is consist of Agricultural Crop Technology, Food Science and Technology, Plant Pest and Disease, Entomology, Soil Science, Agribusiness, and Agricultural Social Economy. Jurnal Agercolere is going to publish journals twice in two terms: February and August
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Identifikasi dan preferensi lalat buah (Bactrocera spp.) terhadap ekstrak serai (Andropogon nardus) dan warna perangkap pada tanaman cabai (Capsicum annum) Angry Pratama Solihin; Mohamad Lihawa; I Wayan Diki Saputra
Jurnal Agercolere Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v2i2.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lalat buah dan pengaruh konsentrasi ekstrak serai dan warna perangkap yang paling efektif dalam menarik lalat buah Bactrocera spp. Penelitian dilakukan di Desa Helumo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango dari bulan Juli sampai September 2019. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dua faktor dengan enam perlakuan yang diulangi sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 petak unit percobaan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (annova) dan selanjutnya diuji lanjut dengan menggunakan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat dua spesies lalat buah yang terperangkap yaitu Bactrocera dorsalis dan Bactrocera umbrosa. Selanjutnya, perlakuan D2W1 (ekstrak serai 10 ml + perangkap warna kuning) merupakan perlakuan terbaik dalam memerangkap lalat buah dengan jumlah tangkapan tertinggi adalah 23,33 ekor/perangkap/hari. Disisi lain, seluruh kombinasi perlakuan tidak berpengaruh pada intensitas serangan lalat buah pada tanaman cabai.
Substitusi pewarna sintetik dengan larutan kayu secang pada kue tradisional ku’u Siti Nur Rahmatia Tolinggi; Asniwati Zainuddin; Anto Anto
Jurnal Agercolere Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v2i2.115

Abstract

Kue ku’u adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung ketan yang berisi kacang hijau, memiliki tekstur kenyal dan memiliki pigmen merah muda. Kue ku’u tersebut berbentuk menyerupai tempurung kura-kura. Tujuan penelitian adalah mengetahui penambahan larutan kayu secang dapat digunakan sebagai pewarna alami, mengetahui kadar antosianin, aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, serta mengetahui tingkat penerimaan panelis dari kue tradisional ku’u dengan pewarna alami kayu secang. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan P0: Pewarna sintetik (kontrol), P1: pewarna sintetik kayu secang 2% b/v, P2: pewarna sintetik kayu secang 4% b/v dan P3: pewarna sintetik kayu secang 6% b/v). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pembuatan kue ku’u menggunakan pewarna sintetik dengan larutan kayu secang berpengaruh nyata terhadap kadar antosianin, kadar antioksidan dan tingkat kecerahan. Nilai kadar antosianin pada P0, P1, P2, dan P3 yaitu: 2,51%, 3,27%, 3,79% dan 4,45%, kadar antioksidan yaitu P0: 2,15%, P1: 3,38%, P2: 4,27%, dan P3: 6,49% dan tingkat kecerahan yaitu P0: 30,54, P1: 43,98, P2: 33,06, dan P3: 32,43. Untuk hasil uji organoleptik pada warna, rasa, aroma dan tekstur yang direkomendasikan adalah perlakuan P1 dengan tingkat penerimaan panelis kategori suka.
Pemanfaatan belut (Monopterus albus) pada pembuatan cendol kaya protein Novia Anggraeni; Luqmanul Hakim; Fath Fadhilah W.
Jurnal Agercolere Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v2i2.118

Abstract

Cendol merupakan minuman khas Indonesia yang memiliki tekstur yang kenyal namun memiliki kandungan gizi yang belum lengkap. Salah satu alternatif untuk melengkapi kandungan gizi dari produk cendol adalah dengan melakukan diversifikasi pangan. Penambahan belut pada produk cendol merupakan salah satu proses dari diversifikasi pangan yang bertujuan juga untuk meningkatkan nilai jual belut di pasar local Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan daging belut terhadap karakteristik dan nilai gizi produk cendol. Penelitian ini menggunakan percobaan eksperimental dengan 4 perlakuan penambahan belut sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30%. Cendol terpilih dari pengujian organoleptik adalah cendol dengan penambahan belut 10% dengan kadar air 71,06%, kadar lemak 1,22%, kadar protein 4%, karbohidrat 23,37%, dan kadar abu 0,45%.
Laporan kasus keracunan Chlorophyllum cf. molybdites di Surabaya, Indonesia Ivan Permana Putra
Jurnal Agercolere Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v3i1.120

Abstract

Wild mushrooms are one of the agricultural commodities used as food by Indonesian. However, the risk of poisoning can occur due to the morphology which often similar between edible and poisonous mushrooms. One family consumed wild mushroom which found around their residential area in Surabaya. The macrofungi grew on the grass near the ‘sengon’ trees around it. A few hours later, all of them experienced vomiting and diarrhea. The entire family rushly evacuated to the nearest hospital and received treatment. The blood tests and computed tomography (ct) scan of the abdomen showed no serious effect in all victims. The mushroom which caused poisoning then documented completely. The identification results using several macroscopic characters confirmed the macrofungi as Chlorophyllum cf. molybdites. This mushroom is known as in the category of V poisonous mushrooms which cause irritation of the digestive tract. This report indicates the need for a better understanding of the wild mushrooms identification for consumption. This is one of the approach to prevent wild mushroom poisoning in Indonesia.
Potensi pewarna dari bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai antioksidan Elazmanawati Lembong; Gemilang Lara Utama
Jurnal Agercolere Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v3i1.122

Abstract

Pada abad ke-21 ini, pewarna alami mulai menjadi hal yang diperhitungkan di negara-negara maju. Hal ini disebabkan pewarna sintetik yang biasanya digunakan mulai ditinggalkan, dalam jangka waktu yang panjang akan mengakumulasi residu dalam tubuh sehingga memberikan efek negatif bagi kesehatan. Pewarna alami ini mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pewarna dan sumber komponen bioaktif. Salah satu sumber pewarna alami ini adalah betalain dari umbi bit merah yang juga memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan warna dan aktivitas antioksidan umbi bit merah dari beberapa pelarut yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelarut etanol dengan tambahan asam sitrat (2%), asam askorbat (0,05 M) dan asam tartrat (3%). Tingkat kecerahan dari ekstrak umbi bit merah dari berbagai pelarut rendah karena nilai L* yang diukur menggunakan Chromameter berkisar antara 5,70–6,01. Warna ekstrak umbi bit merah ini cenderung merah dan ada warna kekuningan ditandai dengan nilai a* positif dan b* positif yaitu 4,36–9,02 dan 0,20–2,33. Aktivitas antioksidan yang paling tinggi adalah ekstrak umbi bit merah menggunakan etanol + asam sitrat 2% yang mampu menghambat radikal bebas sebesar 96,65% pada konsentrasi 2000 ppm.
Addition of blue pea flower (Clitoria ternatea L.) extract increase antioxidant activity in yogurt from various types of milk Adi Sutakwa; Lana Santika Nadia; Suharman Suharman
Jurnal Agercolere Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v3i1.123

Abstract

Blue pea flower (Clitoria ternatea L.) is known as the source of anthocyanin and has potential as a natural blue dye. The present study aimed to determine the effect of additional blue pea flower (BPFE) to yogurt from various types of milk. The study used dried blue pea flowers, extracted with water in 3:1 (g.L-1) ratio, at the extraction condition of 60 ˚C and 45 minutes. The fermentation was processed by adding BPFE to (A) liquid skim milk, (B) ultra-high temperature (UHT) milk, (C) pasteurized milk, (D) UHT milk with skim powder, and (E) pasteurized milk with skim powder. Then, the yogurt starter was added to all milk samples, evenly mixed and incubated for 24 hours at 37 ˚C. The fermentation of all five different milk to make plain yogurt also processed with same method without addition of BPFE. The antioxidant activity and color intensity of yogurt are evaluated to investigate the effect of BPFE in yogurt. The result showed that the plain yogurt without the addition of BPFE has antioxidant activity and increases with the addition of BPFE. Skim milk BPFE yogurt has the highest antioxidant activity (437.04 ppm) with the values of L*, a*, b* was 37.35; 2.02; -1.32, respectively. Antioxidant activity of the other BPFE yogurt, which was added with skim milk, also increased. The BPFE yogurt made from skim milk or added skim milk had higher antioxidant activity than the other types of milk.
Respon pertumbuhan sorgum manis (Sorghum bicolor L.) terhadap pemberian air yang berbeda Samanhudi Samanhudi; Ahmad Yunus; Amalia Tetrani Sakya; Novianda Nugroho
Jurnal Agercolere Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v3i1.124

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggap pertumbuhan beberapa varietas Sorgum manis terhadap cekaman kekeringan. Penelitian meliputi dua tahap, yaitu di laboratorium dan di rumah kaca. Percobaan di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Sedangkan percobaan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial juga dengan dua faktor dan tiga ulangan. Hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam pada taraf 5%, dilanjutkan dengan uji Duncan taraf 5%. Pada penelitian di laboratorium, semua variabel pengamatan tidak terpengaruh oleh perlakuan polyethylene glycol (PEG-6000). Sedangkan pada penelitian di lapangan, cekaman air dapat menunda saat kemunculan bunga, menghambat penambahan tinggi tanaman, jumlah daun, berat brangkasan kering, dan berat biji per malai. Masing-masing varietas memberikan tanggap pertumbuhan yang berbeda terhadap cekaman kekeringan. Varietas Sweet dan Kawali menghasilkan tinggi tanaman yang lebih tinggi daripada varietas Numbu, serta adanya korelasi antara panjang akar kecambah dan panjang akar varietas Sweet.
Pengaruh penambahan variasi tepung sayuran pada karakteristik keripik tortila Atika Nur Syarifah; Dewi Amrih
Jurnal Agercolere Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v3i1.125

Abstract

Keripik tortila merupakan salah satu jenis camilan yang terbuat dari jagung yang tinggi kalori dan disukai oleh banyak orang. Namun, keripik tortila ini kurang dalam aspek serat pangan sehingga adanya tambahan bahan lain diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk tortila yang dihasilkan. Pembuatan tortila ini menggunakan bahan jagung dan variasi sayuran. Variasi sayuran yang digunakan adalah bayam merah dan buah bit yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas keripik tortila yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu produk tortila tepung jagung dengan variasi sayuran tepung bayam merah dan buah bit memounyai nilai Aw 0,35–0,40, kadar air 1,89–6,98%, kadar abu 4,15–12,44%, kadar protein 9,67–39,32%, kadar lemak 4,25–9,00%, kadar karbohidrat 38,91–79,29% dan kadar serat pangan 5,01–19,14%.
Aplikasi pupuk organik cair daun lamtoro (Leucaena leucophala (Lam.) de Wit) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata sturt L.) Fardyansjah Hasan; Muh. Jabal Nur; Febriyanto Nayo
Jurnal Agercolere Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v3i2.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organic cair daun lamtoro dan menentukan dosis yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini telah dilakukan pada Februari hingga bulan April 2021 di kebun Desa Bulango Raya, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan terdapat empat perlakuan konsentrasi POC yang diulang sebanyak tiga kali yaitu L0: Tanpa Perlakuan (0%); L1: Konsentrasi 10% POC; L2: Konsentrasi 20% POC dan L3: Konsentrasi 30% POC. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang tongkol, bobot tongkol, dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pupuk organic cair daun lamtoro dengan konsentrasi 30% (L3) menghasilkan panjang, diameter dan bobot tongkol tertinggi.
Analisis farmer’s share komoditas bawang merah Sumarni B.
Jurnal Agercolere Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v3i2.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar share petani, rasio, serta efisiensi dalam memasarkan bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2021 di Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan sampel sebanyak 30 orang, dimana jumlah petani sebanyak 15 orang, pedagang besar 3 orang, pedagang pengecer 12 orang. Penentuan sampel petani ditentukan secara sengaja (purposive sampling), sedangkan penentuan sampel pedagang menggunakan teknik snowball sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif, analisis Farmer’s share, analisis rasio dan analisis efisiensi pemasaran. Farmer’s share paling besar yang diterima oleh petani dalam memasarkan bawang merah dengan menggunakan tiga saluran pemasaran adalah farmer’s share saluran pemasaran I dengan share sebesar 100%, kemudian share tertinggi kedua adalah pada saluran pemasaran II dengan share sebesar 73,33% dan yang paling rendah adalah share pada saluran pemasaran III dengan share sebesar 37,82%. Dilihat dari segi rasio, keuntungan yang diberikan bagi para pedagang pada saluran pemasaran II adalah sebesar 10,42 dan pada saluran III sebesar 8,86. Sedangkan untuk tingkat efisisensi pemasaran, maka semua saluran pemasaran bawang merah efisien karena masih berada pada kisaran 0–33%. Namun jika ketiga saluran pemasaran tersebut dibandingkan, maka dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran pertama merupakan saluran pemasaran yang paling efisien.