cover
Contact Name
Ikrar Taruna Syah
Contact Email
tarunasyah@gmail.com
Phone
+6285242485665
Journal Mail Official
jurnalagercolere@gmail.com
Editorial Address
Universitas Ichsan Gorontalo, Jl. Drs. Achmad Nadjamuddin Kota Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Agercolere
ISSN : 26555611     EISSN : 26565145     DOI : https://doi.org/10.37195/jac
Jurnal Agercolere is an open access journal published by Agriculture Faculty of Universitas Ichsan Gorontalo that provides a platform for the international scholars, academicians, researchers, and employees, and to whom it may concern to share the contemporary thoughts in the field of agriculture. Jurnal Agercolere is a scientific multidisciplinary article by Universitas Ichsan Gorontalo. The scope of the articles is consist of Agricultural Crop Technology, Food Science and Technology, Plant Pest and Disease, Entomology, Soil Science, Agribusiness, and Agricultural Social Economy. Jurnal Agercolere is going to publish journals twice in two terms: February and August
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Pertumbuhan dan produksi jagung pulut lokal Gorontalo, efektivitas agronomi, dan ekonomi dengan pemberian pupuk organik di Bualo, Kabupaten Boalemo Warman Tialo; Muhammad Arief Azis; Nurdin Nurdin
Jurnal Agercolere Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v4i2.168

Abstract

Jagung pulut menjadi sumber pangan lokal bagi masyarakat sehingga dapat mewujudkan ketahanan pangan, tetapi ketersediaannya masih rendah. Selain itu, budidaya jagung pulut selama ini masih bergantung pada pupuk anorganik yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pertumbuhan dan produksi jagung pulut, serta menentukan efektivitas agronomi dan ekonomi dengan pemberian pupuk organik di Desa Bualo, Kabupaten Boalemo. Data yang diperoleh dirancang dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 11 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 33 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik sebanyak 2.000 kg.ha–1 mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung pulut terbaik. Pupuk organik baik secara agronomis dan ekonomis tergolong efektif meningkatkan produksi jagung pulut.
Pengaruh tumpangsari kopi terhadap peningkatan pendapatan petani dataran tinggi Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah Bayu Mahendra; Aji Priambodo
Jurnal Agercolere Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v4i2.170

Abstract

This research aims to determine how much influence Arabica coffee intercropping has on increasing upland farmers' income. The object of this research is the Farmers Group by Raharja Mukti, located in Gunung Malang Hamlet, Serang Village, Karang Reja District, Purbalingga Regency, Central Java. The basis for choosing the location is because the location is right as the location where the Department of Agriculture distributes Arabica Coffee seeds and is also supported by the altitude of the location which is 1,400 meters above sea level. The number of samples in this study was 32 farmers and the sample selection was carried out by purposive sampling. The results of the normality test for each income of upland farmers who use the coffee intercropping system and those who do not are normally distributed. The analysis of this study shows that the lowest income for farmers who use the Arabica coffee intercropping system is IDR. 41,700,000 per year and the highest is IDR. 43,100,000. The average income of farmers with the intercropping system is IDR. 42,140,625 while the farmers who do not use the intercropping system are IDR. 40,418,750. There is a difference in the average income of farmers with the intercropping system and not IDR. 1,721,875, -. The t-test results show the value of Asymp. Sig. is 0.000 where the value is <0.05 so it can be said that the test of the average income of farmers with coffee intercropping and farmers not using intercropping is significant.
The role and elements of social capital of potato farmers in Pattapang Village, Tinggimoncong District, Gowa Regency Nurbaya Busthanul; Nurdin Lanuhu; Heliawaty Heliawaty; Masyhur Syafiuddin; Andi Kumala Sari
Jurnal Agercolere Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v4i2.171

Abstract

Social capital is something that is real in everyday life, especially the presence of sympathy, community social relations, and community life that form a social unit. Social capital is meaningful by contributing to the farming community based on the principles of trust, mutual support, and realizing mutual benefits. The purpose of this study was to describe the role and elements of social capital in potato farming in Pattapang Village, Tinggimoncong District, Gowa Regency. The research method uses descriptive qualitative analysis to describe the investment system and the role of social capital. The results of this study show that social capital is beneficial for Potato Farmers in running their farms, then the coordination activities of farmers are able to work together in choosing quality seeds, and farmers are able to make joint decisions so that the choices made are not misguided. With the establishment of good interactions based on the social capital of the Pattapang farming community, it is easier to carry out farming activities and daily life in the community.
Perbandingan nilai tambah dan peluang pasar gula aren dan gula semut Supriyo Imran; Ria Indriani; Yuliana Bakari
Jurnal Agercolere Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Agercolere Vol. 5 Numb 1, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v5i1.180

Abstract

Tujuan penelitian adalah:1) Menghitung perbandingan nilai tambah antara gula aren dan gula semut, 2) Mengidentifikasi peluang pasar dari gula aren dan gula semut. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bone Bolango yang terfokus pada wilayah pengembangan usaha pengolahan aren di Kecamatan Bulango Utara dan Bulango Ulu. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan mulai bulan Mei – Juli 2022. . Metode penelitian menggunakan metode survey dimana wawancara dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data primer yang berasal dari pengrajin gula aren dan gula semut. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling yaitu sampel penelitian adalah kelompok tani Aren yang mengolah nira menjadi gula aren di Kecamatan Bulango Ulu khususnya Desa Mongiilo 25 orang dan 2 orang pengrajin gula semut di Kecamatan Bulango Utara, sehingga diperoleh 27 orang responden. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, margin pemasaran dan analisis nilai tambah Hayami.. Hasil penelitian menunjukkan dalam setiap kilogram gula semut menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 7.978,91 atau 90,3% dari nilai produk. Hal ini menunjukkan nilai tambah nira aren menjadi gula semut lebih tinggi dibandingkan dengan gula aren dimana nilai tambah dalam setiap 1 kg produk gula aren adalah Rp 1.566,26 atau 64,63% dari nilai produk.. Namun berdasarkan dari rasio nilai tambah dari keduanya yang lebih besar dari 40 persen, menunjukkan nilai tambah gula aren maupun gula semut cukup tinggi. Peluang pasar dari gula semut lebih menjanjikan dibanding gula aren sebab harga jualnya lebih tinggi dari gula aren dimana harga gula semut sebesar Rp 35.000/kg dan gula aren sebesar Rp 15.000/kg.
The Efisiensi penggunaan pupuk anorganik untuk produksi tanaman jagung manis (Zea mays L. Saccharata) melalui pemanfaatan gulma kayu apu (Pistia stratiotes L.) sebagai pupuk organik Fardyansjah Hasan; I Made Sudiarta; Ramdan Apia; Ivana Butolo
Jurnal Agercolere Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Agercolere Vol. 5 Numb 1, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v5i1.178

Abstract

Pengembangan potensi bahan organik yang dapat menurunkan penggunaan pupuk anorganik terutama dalam budidaya jagung manis. Gulma kayu apu merupakan menjadi sumber bahan organic yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pertumbuhan dan produksi jagung manis dengan aplikasi dosis kompos kayu apu dan dosis pupuk anorganik. Penelitiah dilaksanakan di kebun Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, Provinsi Gorontalo, mulai bulan Mei hingga Oktober 2022. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yaitu kompos kayu apu dan pupuk anorganik. Terdapat tiga taraf dosis kompos kayu apu yaitu tanpa aplikasi, 5 ton/Ha dan 10 ton/Ha. Selanjutnya tiga taraf dosis pupuk anorganik yaitu 0, 150 kg/Ha dan 300 kg/Ha. Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percoban. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata aplikasi kompos kayu apu maupun pupuk anorganik tetapi tidak ditemukan interaksi nyata pada pertumbuhan tanaman jagung manis.
Microwave assisted extraction of betacyanin from peel of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) (Study of the extraction time and the ratio of materials : solvent) Widya Rahmawaty Saman; Arie Febriyanto Mulyadi; Susinggih Wijana
Jurnal Agercolere Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Agercolere Vol. 5 Numb 1, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v5i1.186

Abstract

This study aims to get the right combination and determine the best treatment effect of extraction time and the ratio of solvents to the yield and quality of the skin pigment red dragon fruit using MAE (Microwave Assisted Extraction) with 100 watts of power. In the collection phase, the pigment betacyanin used the method of randomized block design with 2 factors, namely the time of extraction (T) consisting of 3 levels (T1, T2, and T3 respectively - each 5, 10, and 15 minutes) and the second factor is the ratio of materials: Solvent (R) consisting of 2 levels (R1 and R2) each - each 1:20 and 1:30 (w/v). Each treatment was repeated 3 times to obtain 18 units of the experiment. Followed by DMRT (Duncan Multiple Range Test) if there is an interaction between the two factors or further test BNT. From the research that has been done, the best treatment is obtained by the old extraction treatment of 5 minutes and the ratio of materials: solvent 1:30 (w/v) with a temperature range of ± 60°C produces the best characteristics with a total value betacyanin 0.4120mg/100g, 2.25 pH value, the total yield of as much as 15.11%, the level of brightness (L*) 20.4, the intensity of the red color (a*) 10.8, and the intensity of the yellow color (b*) 6.5.
Respon perkecambahan benih padi lokal siam kuning hasil iradiasi sinar gamma Ria Megasari; Asmuliani R
Jurnal Agercolere Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Agercolere Vol. 5 Numb 1, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v5i1.177

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki karakter fisiologi dan morfologi tanaman padi local “Siam Kuning”. Dosis iradiasi gamma yang digunakan pada benih padi adalah 0 Gy, 200 Gy, 300 Gy dan 400 Gy. Iradiasi gamma yang dilakukan menghasilkan pengaruh yang signifikan. Peningkatan dosis iradiasi menurunkan daya kecambah dan keserempakan tumbuh benih padi. Pada perlakuan 0 Gy dihasilkan 78% benih yang tumbuh, perlakuan 200 Gy menghasilkan 70% yang tumbuh, perlakuan 300 Gy menghasilkan 64% benih yang tumbuh dan perlakuan 400 Gy menghasilkan 31% benih yang tumbuh. Selanjutnya parameter laju perkecambahan yang paling cepat adalah perlakuan 0 Gy, 200 Gy dan 300 Gy didapatkan 4 hari sedangkan perlakuan 400 Gy selama 5 hari. Sedangkan untuk mutasi klorofil daun didapatkan beberapa tipe mutasi antara lain Albino, Clorina dan Striata. Dari perlakuan Iradiasi sinar gamma dapat diperoleh nformasi tentang perbaikan karakter benih padi siam kuning.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Padi Sawah (Oriza Sativa L) Melalui Sistem Mina Padi I Made Sudiarta; Fardyansjah Hasan; Rivai Hulopango; Nur Cahya Dirga
Jurnal Agercolere Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Agercolere Vol. 5 Numb 2, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v5i2.179

Abstract

Pengunaan varietas padi unggul merupakan salah satu komponen teknologi yang berkontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas dan produksi padi. Pelepasan beberapa varietas padi di lapangan menjadi salah satu alternatif pilihan bagi petani dalam pengembangan budidaya padi secara organik yang sesuai dengan kondisi lingkungannya. Untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya dilakukan melalui pengembangan diversifikasi usaha tani dan perikanan melalui sistem minapadi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui varietas padi yang tepat dalam budidaya sistem mina padi terhadap peningkatan kualitas tanah serta pertumbuhan dan produksi tanaman padi sehingga mampu mengatasi keterbatasan lahan, serta dapat meningkatkan pendapatan petani. Metode Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan yaitu P0 (Varietas Inpara 10), P1 (Varietas Cakrabuana), P2 (Varietas Inpari 42), dan P3 (Varietas Nutrizink). Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan beberapa varietas padi sawah melalui sistem mina padi memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan/perumpun, jumlah anakan produktif tanaman padi. Sedangkan Perlakuan P2 (Inpari 42) menghasilkan rata-rata produksi tanaman padi perhektar tertinggi yaitu 5,70 ton/ha. Sedangkan bobot ikan mutlak tertinggi yaitu perlakuan P2 (Padi Inpari 42) mencapai 318 (g) dan tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar 48,57 %.
Resiliensi Pengrajin Gula Aren di Kabupaten Bulukumba (Studi Kasus Desa Anrihua Kecamatan Kindang) Helda Ibrahim; Adriyanti Syam; Musdalifah Mahmud; Majdah Muhyddin Zain
Jurnal Agercolere Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Agercolere Vol. 5 Numb 2, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v5i2.215

Abstract

Anrihua Village is one of the villages in Kindang subdistrict, Bulukumba district which has the potential to produce palm sugar of the best quality. Changes in the business system both from social, cultural, and economic aspects as well as the characteristics of palm sugar craftsmen require a continuous process. The objectives of this research are: 1) To determine the characteristics of palm sugar craftsmen in Anrihua Village, Kindang District. 2) To find out the process of making palm sugar in Anrihua Village, Gantarang District. 3) To analyze the resilience of palm sugar craftsmen from social, cultural, and economic aspects in Anrihua Village, Kindang District. This research was carried out in July – August 2023. This research was conducted in Anrihua Village, Kindang District, Bulukumba Regency, South Sulawesi Province. The population and sample in this study were taken by census, namely 33 palm sugar craftsmen. The results of this research show that the identity of palm sugar craftsmen in Anrihua Village is that the age of productive palm sugar craftsmen is 36 years to 57 years. Palm sugar craftsmen are dominated by women. The education of most palm sugar craftsmen is only in elementary school (SD). palm sugar in Anrihua Village ranges from 3 years to 12 years and the number of dependents of palm sugar craftsmen in the family ranges from 1 person to 4 people. The process of making palm sugar in Anrihua Village, Kindang subdistrict is still simple and traditional. The resilience of palm sugar craftsmen from 33 respondents shows the value of the social aspect with a percentage of 53% (Less Resistance), the cultural aspect with a percentage of 66% (Surviving), and the economic aspect with a percentage of 64% (Surviving).
Karakteristik Fisikokimia, Sensori Dan Indeks Glikemik Flakes Dengan Variasi Tepung Berbeda Ati Atul Quddus; Mardiana Mardiana; Alma Ainun Namiroh; Panca Sri Lanang
Jurnal Agercolere Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Agercolere Vol. 5 Numb 2, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v5i2.217

Abstract

Flakes merupakan salah satu pilihan menu sarapan pagi yang praktis, sehat, serta mengandung karbohidrat sehingga bisa menjadi pengganti nasi. Flakes biasa disajikan bersama susu cair atau yoghurt. Bahan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan tepung jagung sebagai kontrol, tepung porang, tepung kacang merah dan tepung terigu dengan formulasi yang berbeda yaitu P0 (100% tepung jagung), P1 (4% tepung porang : 46% tepung kacang merah : 50% tepung terigu), P2 (8% tepung porang : 47% tepung kacang merah : 45% tepung terigu), P3 (12% tepung porang : 50% tepung kacang merah : 38% tepung terigu). Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini di antaranya karakteristik fisikokimia, uji sensori dan indeks glikemiks. Pengujian kimiawi menghasilkan kadar air tertinggi pada P3 sebesar 9,49%, kadar abu tertinggi pada P1 sebesar 4,76%, kadar lemak tertinggi pada P3 sebesar 1,95%, kadar protein tertinggi pada P3 sebesar 14,79%, kadar KH tertinggi pada P2 sebesar 84,42%, serat kasar tertinggi pada P3 sebesar 3,71%, kadar oksalat tertinggi pada P3 sebesar 0,57%. Pada uji fisik dan sensori menghasilkan nilai densitas kamba tertinggi ditunjukkan oleh formulasi P3 dengan nilai 0,60 g/ml, nilai daya serap air tertinggi oleh formulasi P2 dengan nilai 2,24%, derajat pengembangan tertinggi oleh formulasi P0 yaitu 40,64%, dan ketahanan sereal dalam susu tertinggi oleh formulasi P2 yaitu 39,03 menit. Sedangkan hasil sensori dari 25 panelis terhadap atribut sensori tekstur tertinggi ditunjukkan oleh formulasi P1 dan P2 yaitu 3,12 (suka), warna tertinggi oleh formulasi P0 yaitu 3,24 (suka), aroma tertinggi oleh formulasi P1 yaitu 3,28 (suka), dan rasa tertinggi oleh formulasi P1 yaitu 3,32 (suka). Uji indeks glikemik menghasilkan nilai sebesar 50 dengan kategori indeks glikemik rendah.