cover
Contact Name
Ikrar Taruna Syah
Contact Email
tarunasyah@gmail.com
Phone
+6285242485665
Journal Mail Official
jurnalagercolere@gmail.com
Editorial Address
Universitas Ichsan Gorontalo, Jl. Drs. Achmad Nadjamuddin Kota Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Agercolere
ISSN : 26555611     EISSN : 26565145     DOI : https://doi.org/10.37195/jac
Jurnal Agercolere is an open access journal published by Agriculture Faculty of Universitas Ichsan Gorontalo that provides a platform for the international scholars, academicians, researchers, and employees, and to whom it may concern to share the contemporary thoughts in the field of agriculture. Jurnal Agercolere is a scientific multidisciplinary article by Universitas Ichsan Gorontalo. The scope of the articles is consist of Agricultural Crop Technology, Food Science and Technology, Plant Pest and Disease, Entomology, Soil Science, Agribusiness, and Agricultural Social Economy. Jurnal Agercolere is going to publish journals twice in two terms: February and August
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Peran penyuluh pertanian dalam usahatani kelapa sawit di Desa Sabbang, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara Sumantri Sumantri; Ratna Ratna
Jurnal Agercolere Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.717 KB) | DOI: 10.37195/jac.v1i2.76

Abstract

This study aims to determine the role of agricultural extension workers in oil palm farming in Sabbang Village, Sabbang District, North Luwu Regency. This research was conducted in January 2019 with the number of farmers being sampled as many as 31 respondents. Data collected in the form of primary data with secondary data, while the method of collecting data through interviews and observation. The analytical method used is descriptive statistics using a Likert scale. The results showed that the role of agricultural instructors in oil palm farming in Sabbang Village as a whole can be categorized as quite well with a score of 91.76 in carrying out their duties and functions. The role of the agriculture instructor in carrying out education is categorized very well with a score of 108.2, The role of the agricultural instructor in carrying out facilitation is categorized not good with a score of 77, The role of the agriculture instructor in conducting consultations is categorized as quite well with a score of 96, with a score of 81.4, the role of agricultural extension agents in carrying out monitoring and evaluation is categorized as quite well with a score of 96.2.
Pemanfaatan pupuk cair limbah sayur dan buah pada kacang tanah (Arachis hypogea L.) di dataran rendah Kota Palopo Nining Triani Thamrin; Rahman Hairuddin; Eka Sudartik
Jurnal Agercolere Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.581 KB) | DOI: 10.37195/jac.v1i2.78

Abstract

This study aims to determine the effect and concentration of liquid fertilizer prepared from fruit and vegetable waste on the growth and yield of peanut plants. This research was carried out in the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, University of Cokroaminoto Palopo, Jalan Lamaranginang, Batupasi Village, Wara Utara District, Palopo City. The experimental method used was a randomized block design (RBD) consisting of 5 treatments and 4 replications to comprise 20 experimental units. Each experimental unit consisted of 2 plant units so that there were 40 plant samples. The parameters observed were plant height, flowering age, root length, pod weight and the number of seeds. The results showed that the application of liquid fertilizer prepared from fruit and vegetable waste had a significant effect on the growth and yield of peanut plants. The effective concentration of fruit and vegetable waste liquid fertilizer was P4 (250 mL.L-1 water) that produced the best plant height with an average value of 20.93 cm, the average age of flowering was 33 days, the average root length was 4.49 cm, and the best average pods (22.77 grams), while a concentration of 200 mL.L-1 water (P3) produced the best average number of seeds (340.25 seeds).
Efektivitas pupuk hayati biofresh dan pupuk organik bokashi dalam meningkatkan ketahanan tanaman jagung terhadap penyakit Puccinia polysora Vit Neru Satrah; Eko Aprianto Johan; Andi Awaluddin; Andi Khaeruni R.; Hadi Sudarmo; Teguh Wijayanto; Mariadi Mariadi
Jurnal Agercolere Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.39 KB) | DOI: 10.37195/jac.v2i1.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk hayati Biofresh dan bahan organik Bokashi dalam meningkatkan ketahanan tanaman jagung terhadap penyakit karat daun Puccinia (Puccinia polysora). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Konda I, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Metode Percobaan menggunakan Rancakan Acak Kelompok (RAK) Pola Faktorial yang terdiri dari 8 kombinasi perlakuan dan ulangan 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah Intensitas Penyakit (IP) karat daun Puccinia, LDBKPP, IPP, dan Analisis Aktivitas Enzim Peroksidase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati Biofresh dan bahan organik Bokashi mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap pengakit karat daun Puccinia pada tanaman jagung. Nilai LDBKPP terendah pada perlakuan A1B1 sebesar 220,37%.hari, IPP tertinggi pada perlakuan A1B1 sebesar 51,74% dan aktivitas enzim peroksidase tertinggi pada perlakuan A1B1 sebesar 0,13 unit.mg–1.
Aplikasi air kotoran ikan lele dan rendaman kotoran kambing terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.) Milawati Lalla; Suwandi Said
Jurnal Agercolere Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.69 KB) | DOI: 10.37195/jac.v2i1.94

Abstract

Kotoran ikan lele dan kotoran kambing dapat digunakan sebagai pupuk organik pada tanaman, mudah diperoleh dan mengandung unsur hara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi air kotoran ikan lele dan rendaman kotoran kambing sebagai pupuk organik pada selada dan menganalisis respon tanaman selada pada pemberian air kotoran ikan lele dan rendaman kotoran kambing secara terpisah atau secara bersama-sama. Penelitian berlangsung selama ±60 hari (Oktober – Desember 2019) di kebun percontohan Badan Penyuluhan Pertanian Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 4 perlakuan (S0: Kontrol, S1: Air Rendaman Kotoran Kambing, S2: Air kotoran Ikan Lele dan S3: Air Rendaman Kotoran Kambing + Air Kotoran Ikan Lele) dan 3 kali ulangan. Parameter pengamatan adalah jumlah daun, bobot segar panen, bobot konsumsi, bobot akar dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air rendaman kotoran kambing yang diberikan bersama dengan air kotoran ikan lele memberikan hasil terbaik dan berpengaruh nyata pada parameter bobot segar panen, bobot konsumsi, bobot akar dan volume akar dan tidak berpengaruh nyata pada jumlah daun selada.
Pengaruh masa simpan krim santan terhadap tingkat penerimaan panelis Asriani I. Laboko
Jurnal Agercolere Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.708 KB) | DOI: 10.37195/jac.v2i1.95

Abstract

Coconut (Nyiur) is a tall palm tree beach, a quite old plant, that mostly spread throughout the tropics, and at the beginning of the Christian era it was well known and utilized by people in daily life and subsequently people had been traded as merchandise to various places, both abroad such as India, Sri Lanka, or in domestically (Indonesia). This study aimed to determine the level of coconut milk cream storage on the aroma, color, and texture. This research was conducted by an experiment with 3 treatments and 3 replications. S1 = 15 g salt : 500 g coconut grated, S2 = 20 g salt : 500 g coconut grated, S3 = 25 g salt : 500 g coconut grated. These treatments were tested by organoleptic tests which included aroma, color, and texture with 25 panelists. The results showed that at 3 weeks of storage, those treatments had not been decay. The more salt adding to coconut milk cream, the slower the process of decay, which can be seen from the panelist preferred level and the treatment preferred by the panelists, as well as resistant to decay. It was showed by S2 treatment (20 g salt : 500 g coconut grated).
Aplikasi xanthan gum terhadap sifat kehomogenan dan citarasa kopi pinogu Asniwati Zainuddin
Jurnal Agercolere Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.289 KB) | DOI: 10.37195/jac.v2i1.99

Abstract

Kopi pinogu merupakan produk hasil perkebunan yang menjadi produk unggulan di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Secara umum, aroma dan citarasa merupakan bagian yang terpenting pada proses akhir dari pengolahan kopi. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan formulasi yang tepat pada berbagai konsentrasi penambahan xanthan gum pada kopi pinogu. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan. A0 (tanpa xanthan gum), A1 (konsentrasi xanthan gum 250 ppm), A2 (konsentrasi xanthan gum 500 ppm), A3 (konsentrasi xanthan gum 750 ppm), dan A4 (konsentrasi xanthan gum 1000 ppm). Hasil penelitian menunjukkan formulasi yang tepat dan direkomendasikan pada penelitian ini adalah konsentrasi penambahan xanthan gum 750 ppm pada perlakuan A3. Hal ini disebabkan karena sifat dari xanthan gum yang berfungsi sebagai pengikat untuk menjaga produk kopi pinogu tetap homogen sehingga semua partikel kecil larut dalam pengadukan serta menghasilkan aroma dan citarasa yang khas dari kopi pinogu.
Perbedaan jenis komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi kangkung darat (Ipomea reptans Poir) dalam polibag Fardyansjah Hasan; Nofria Pakaya
Jurnal Agercolere Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.213 KB) | DOI: 10.37195/jac.v2i1.101

Abstract

Efisiensi penggunaan lahan melalui budidaya dalam polibag menjadi alternatif dalam budidaya tanaman kangkung darat (Ipomea reptans Poir.). Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan media tanam dalam polibag. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi kangkung darat. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Desa Boalemo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Indonesia. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal yaitu media tanam dan terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 15 satuan percobaan. Adapun perlakuan yang diberikan adalah perbedaan komposisi media tanam dengan perbandingan berdasarkan volume yaitu: M1 = Tanah; M2 = Tanah + pupuk kandang (1:3); M3 = Tanah + arang sekam + pupuk kandang (1:1:3); M4 = Tanah + serbuk gergaji + pupuk kandang (1:1:3); M5 = Tanah + arang sekam + serbuk gergaji + pupuk kandang (1:1:1:3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media tanam tanah + arang sekam + serbuk gergaji + pupuk kandang (1:1:1:3) menghasilkan bobot basah total, bobot konsumsi dan bobot akar tertinggi.
Retraction notice to “Adoption of goat production technology and its impact among rural farmers in nawalparsi district of nepal” [Jurnal Agercolere, 1(1), 1–5] Krishna Aryal; Bishnu Prasad Kandel
Jurnal Agercolere Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.166 KB) | DOI: 10.37195/jac.v1i2.103

Abstract

This article has been retracted: please see Jurnal Agercolere Publication Ethics (http://faperta.unisan.ac.id/jurnal/index.php/jac/ethics). This article has been retracted at the request of the Editor-in-Chief. The author has published manuscripts describing essentially the same research in more than one journal or primary publication, as follow: Aryal, M. Jaishi and A. Gaire, “Adoption of goat production technology and its impact among rural farmers of Nawalparasi district, Nepal” - Nepalese Journal of Agricultural Sciences, 2018, pp. 109–113. ref.6 url: http://www.hicast.edu.np/uploads/colleges/16/5c2a464490dbd.pdf One of the conditions of submission of a paper for publication is that authors declare explicitly that their work is original and has not appeared in a publication elsewhere. Re-use of any data should be appropriately cited. As such this article represents a severe abuse of the scientific publishing system. The scientific community takes a very strong view on this matter and apologies are offered to readers of the journal that this was not detected during the submission process.
Pengaruh Paecilomyces sp. pada berbagai bahan organik terhadap ketahanan dan produksi padi gogo Muhammad Botek; La Ode Jabuddin; Rahayu Endah Purwanti; Pertiwi Syarni; Rahayu Mallarangeng; Syair Syair
Jurnal Agercolere Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v2i2.91

Abstract

Cendawan Paecilomyces sp. merupakan salah cendawan endofit yang berinteraksi positif dengan tanaman dan berpotensi melindungi tanaman dari patogen. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran cendawan Paecilomyces sp dan penggunaan bahan organik terhadap ketahanan dan fase generatif padi gogo di lapangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam pola faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama adalah penggunaan bahan organik terdiri dari: Pupuk organik kotoran sapi (B1), pupuk kompos (B2)dan faktor kedua adalah aplikasi cendawan endofit yang terdiri dari: tanpa aplikasi Paecilomyces sp dan tanpa fungisida (T0), aplikasi fungisida ( T1), aplikasi Paecilomyces sp. dalam bentuk powder (T2) dan aplikasi Paecilomyces sp. dalam bentuk suspensi (T3). Data hasil pengamatan dianalisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan (UJBD). Kombinasi pupuk organik kotoran sapi dan aplikasi Paecilomyces sp. dalam bentuk powder (B1T2) memberikan respon terbaik terhadap ketahanan, jumlah bulir, panjang malai dan produksi padi gogo.
Inovasi teknologi pada budidaya cabai di Sulawesi Barat Ida Andriani; Eka Triyana Yuniarsih
Jurnal Agercolere Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Agercolere
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/jac.v2i2.106

Abstract

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Barat merupakan salah satu unit kerja Balitbangtan mendapat mandat melakukan pendampingan dan pengawalan dalam penerapan inovasi teknologi usahatani. Sebagai fungsi kontrol pendampingan berperan untuk melihat sejauh mana tingkat penerapan teknologi yang sudah exist di tingkat usahatani, serta melakukan identifikasi masalah dan kendala terhadap kondisi sumberdaya sebagai faktor penyebab rendahnya aplikasi teknologi di tingkat usahatani. Sebagai fungsi fasilitator, pendampingan berperan dalam proses adopsi inovasi teknologi yakni melakukan introduksi teknologi yang adaptif spesifik lokasi, serta melakukan perbaikan-perbaikan inovasi teknologi yang sudah exist di petani. kegiatan ini bertujuan: a) meningkatkatkan pengetahuan petani/penyuluh melalui identifikasi, pelatihan, gelar teknologi budidaya cabai b) meningkatkan, produktivitas, dan pendapatan petani cabai; mempercepat proses adopsi inovasi teknologi cabai. Hasil kegiatan demfarm inovasi teknologi budidaya cabai di Sulawesi Barat adalah : 1) Kegiatan inovasi teknologi budidaya cabai di Sulawesi Barat dilaksanakan di lahan sawah (Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju (POKTAN Sirannuang II), dan di lahan kering (Desa Baruga Dua, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene (POKTAN Rahmat). Masing-masing dengan luasan 1 ha; 2) Pembinaan dan bimbingan inovasi teknologi pada kelompok tani dilakukan dengan metode diseminasi melalui pelatihan, dan pendampingan aplikasi teknologi di lokasi demfarm; 3) Meningkatnya pengetahuan petani kooperator tentang budidaya cabai yang berwawasan lingkungan ditunjukkan dengan tingkat penerapan teknologi dilapangan; 4) Melalui perbaikan dan penerapan paket teknologi budidaya cabai, baik di lahan sawah maupun di lahan kering dapat meningkatkan produktivitas tanaman cabai (Var. Imola, Arimbi 85, Horison, Baja, LABA, dan Kriss) dibandingkan dengan tanaman cabai non demfarm; 5) Secara ekonomis, usahatani cabai di tingkat petani, baik di lahan sawah ataupun di lahan kering masih menguntungkan dengan nilai BC ratio antara 3,9 – 3,94; 6) Teknologi introduksi, baik di lahan sawah ataupun di lahan kering memberikan keuntungan jauh lebih besar dibanding dengan teknologi petani dengan nilai BC ratio 5,78 (lahan sawah) dan 6,69 (lahan kering) untuk usahatani cabai varietas LABA. Teknologi tersebut layak untuk diterapkan/dikembangkan karena memberikan nilai MBCR 7,42 (lahan sawah) dan 11,25 (lahan kering); dan 7) Semua varietas cabai yang ditanam (Var. Imola, Arimbi 85, Horison, Baja, dan Kriss) dengan teknologi introduksi, baik di lahan sawah maupun di lahan kering memberkan keuntungan yang lebih besar dibanding dengan cara petani dan teknologi tersebut layak untuk diterapkan.