Jurnal Medika Malahayati
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles
476 Documents
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN ACNE VULGARIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2019
Eka Silvia;
Arti Febriyani;
Resati Nando;
Aulia Riza
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (136.046 KB)
|
DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2464
Acne vulgaris (AV) atau jerawat adalah peradangan kronik dari kelenjar pilose baseus. Salah satu tindakan pencegahan untuk mengatasi acne vulgaris adalah dengan memperbaiki kualitas tidur. Hal ini sudahterbukti pada penelitian-penelitian sebelumnya bahwa mempertahankan kualitas tidur yang baik dapat menekan hormon androgen yang berperan dalam timbulnya acne vulgaris. Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan acne vulgaris pada mahasiswa fakultas kedokteran umum universitas malahayati angkatan 2019. Analitik observasional dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional menggunakan teknik total sampling sebanyak 157 sampel keseluruhan di bagi menjadi112 sampel dengan acne vulgaris positif dan 45 sampel dengan acne vulgaris negatif. Pengambilan data dimulai pada bulan November 2019. Penelitian ini dilakukan di Universitas Malahayati Bandar Lampung. Data statistik uji chi-square menggunakan SPSS. Didapatkan responden penelitian berjumlah 157 mahasiswa dengan kualitas tidur buruk berjumlah 119 responden (75,8%), kualitas tidur baik berjumlah 38 responden (24,2%). Mahasiswa dengan acne vulgaris positif berjumlah 112 responden (71,3%), acne vulgaris negatif berjumlah 45 responden (28,7%). Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukan p-value sebesar 0,000 dengan Odds Ratio (OR)= 33,214.Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan acne vulgaris pada mahasiswa fakultas kedokteran umum universitas malahayati angkatan 2019.
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DENGAN ANGKA KEJADIAN DERMATITIS ATOPIK DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2019
Arief Effendi;
Eka Silvia;
Yesi Nurmalasari;
Jeane Lawren
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.97 KB)
|
DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2497
Dari lima kota besar di Indonesia, didapatkan dari 10 besar penyakit kulit anak dan dari sepuluh rumah sakit besar yang tersebar di seluruh Indonesia, dermatitis atopik telah menempati peringkat pertama sebesar 23,7%. Dermatitis atopik lebih sering dijumpai pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki dengan rasio 1,3:1. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan angka kejadian dermatitis atopik di poliklinik kulit dan kelamin RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel diambil menggunakan total sampling sebanyak 96 pasien dermatitis atopik yang berobat di poliklinik kulit dan kelamin RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung periode Januari 2018 – Desember 2019, data diperoleh dari catatan rekam medik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Uji statistik dengan uji univariat dan bivariat. Pada penderita dermatitis atopik laki-laki sebanyak 41 orang (42.7%) dan pada perempuan sebanyak 55 orang (57.3%). Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh p=0,012 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan angka kejadian dermatitis atopik.
KORELASI RERATA NILAI POSTTEST TERHADAP NILAI OBJECTIVE STRUCTURED PRACTICAL EXAMINATION (OSPE) ANATOMI DAN HISTOLOGI MAHASISWA KEDOKTERAN BLOK 1.1 FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2019
Rina Nofri Enis;
Intan Karnina Putri;
Amelia Dwi Fitri;
Erny Kusdiyah
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.987 KB)
|
DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2758
Perkembangan kurikulum, strategi, serta evaluasi pembelajaran dalam pendidikan kedokteran telah diaplikasikan melalui strategi SPICES. FKIK UNJA juga telah menerapkan strategi ini yang diantaranya terdiri atas ilmu anatomi dan histologi. Penerapan sistem evaluasi di FKIK UNJA diantaranya terdiri atas evaluasi sumatif dan formatif. Evaluasi sumatif terdiri atas MCQ dan OSPE sebesar maksimal 80%, dan evaluasi formatif sebanyak 20% dengan diantaranya penilaian hasil pretest dan posttest. Posttest juga digunakan sebagai instrumen penilaian untuk mengenali kemampuan mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi rerata nilai posttest terhadap nilai OSPE anatomi dan histologi mahasiswa blok 1.1 FKIK UNJA 2019. Studi ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan seluruh mahasiswa blok 1.1 FKIK UNJA 2019 dengan kKriteria inklusi mahasiswa FKIK UNJA semester pertama yang mengikuti OSPE blok 1.1. Didapatkan total 108 mahasiswa pada anatomi dan 118 mahasiswa pada histologi yang diuji. Uji Korelasi Pearson memperlihatkan adanya korelasi kedua variabel dengan nilai signifikansi p= 0,000 (p<0,05) antara rerata nilai posttest terhadap nilai OSPE anatomi. Sedangkan kekuatan derajat korelasi rerata nilai posttest terhadap nilai OSPE histologi dalam kategori kuat dengan nilai r= 0,693, sedangkan kekuatan derajat korelasi rerata nilai posttest histologi terhadap nilai OSPE dalam kategori sedang dengan nilai r= 0,414. Adanya hubungan positif bermakna antara rerata nilai posttest terhadap nilai OSPE anatomi dan histologi mahasiswa kedokteran blok 1.1.
GAMBARAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI UJIAN OSCE UKMPPD PADA MAHASISWA FIRST TAKER PENDIDIKAN PROFESI DOKTER UNIVERSITAS MALAHAYATI BATCH NOVEMBER 2019
Festy Ladyani Mustofa;
Jordy Oktobiannobel;
Sulesa Sulesa
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.34 KB)
|
DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2503
Kecemasan adalah keadaan tegang berlebihan ditandai perasaan khawatir, tidak menentu, atau takut. Kecemasan sering di alami pada mahasiswa khususnya mahasiswa kedokteran yang akan melaksanakan Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) diantaranya ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Computer Based Test (CBT). OSCE merupakan instrumen penilaian keterampilan klinik pada mahasiswa kedokteran. Kecemasan apabila sudah mencapai tingkat kecemasan yang berat akan mengganggu proses jalannya ujian dan juga memungkinkan mempengaruhi hasil ujian pada mahasiswa program profesi dokter yang melaksanakannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tujuannya untuk mengetahui gambaran kecemasan dalam menghadapi OSCE UKMPPD pada mahasiswa first taker pendidikan profesi dokter di Universitas Malahayati tahun 2019. Hasil penelitian didapatkan kecemasan paling tinggi yaitu sebesar 78 (56%) pada kecemasan ringan. Distribusi usia paling banyak mengikuti ujian OSCE UKMPPD adalah usia 24 tahun 88 peserta (63,8%). Ditribusi jenis kelamin paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 99 peserta (71,7%). Distribusi masa studi paling banyak dari peserta OSCE UKMPPD yaitu Masa studi 6 tahun yaitu sebanyak 108 peserta (78,26%). Berdasarkan distribusi data terbanyak untuk gambaran kecemasan dalam menghadapi ujian OSCE UKMPPD pada mahasiswa first taker pendidikan profesi dokter di Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2019 adalah kecemasan ringan, usia 24 tahun, jenis kelamin perempuan, dan dengan masa studi 6 tahun.
KARAKTERISTIK PASIEN EPILEPSI DI RUMAH SAKIT KOTA JAMBI PERIODE JANUARI SAMPAI DESEMBER 2018
Tia Wida Ekaputri Hz;
Larassati Larassati;
Nur Amaliah Verbty;
Erny Kusdyah
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (150.845 KB)
|
DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2759
Kasus epilepsi di Indonesia terbilang cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan. Tingkat kesalahan dalam diagnosa untuk sebagian besar negara sering terjadi. Secara konseptual epilepsi merupakan kelainan otak yang ditandai dengan adanya bangkitan epileptik yang terus menerus dengan konsekuensi neurobiologis, kognitif, psikologi dan sosial. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur distribusi karakteristik pada pasien epilepsi di kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik consecutive sampling. Responden pada penelitian ini adalah semua pasien usia >18 tahun yang didiagnosa mengalami epilepsi di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Kota Jambi pada tahun 2018. Didapatkan distribusi persentase jenis kelamin perempuan (54,1%) dari 172 pasien, usia dewasa muda (33,1%) dari 106 wisuda, jenis bangkitan umum (61,3%) dari 103 pasien, jenis etiologi simptomatik (68,9%) dan monoterapi fenitoin (44.8%) dari 172 pasien. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik berdasarkan jenis kelamin sampel penelitian terbanyak adalah perempuan dengan usia 21-31 tahun. Jenis bangkitan yang sering terjadi adalah bangkitan umum dengan etiologi simptomatik dan menggunakan obat anti epilepsi (OAE) monoterapi fenitoin.
HUBUNGAN KEPATUHAN TRANSFUSI DARAH TERHADAP PERTUMBUHAN ANAK THALASSEMIA DI RUMAH SINGGAH THALASSEMIA BANDAR LAMPUNG
Festy Ladyani Mustofa;
Nia Triswanti;
Prambudi Rukmono;
Muhammad Furqan Satriadi
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.318 KB)
|
DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2510
Penyakit Thalassemia di Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang berisiko tinggi. Berdasarkan data Yayasan Thalassemia Indonesia/Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia diketahui bahwa penyandang thalassemia di Indonesia mengalami peningkatan dari 4.896 penyandang di tahun 2012 menjadi 9.028 penyandang pada tahun 2018 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan transfusi darah terhadap pertumbuhan anak dengan thalassemia di rumah singgah thalassemia Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah anak dengan thalassemia beta major yang berusia 5-10 tahun yang terdata di rumah singgah thalassemia Bandar Lampung berjumlah 55 responden. Hasil penelitian didapatkan 65.5% responden yang memiliki kepatuhan transfusi darah baik dan yang memiliki pertumbuhan baik sebanyak 76.4% responden. Hasil dari uji Spearman, didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan transfusi darah terhadap pertumbuhan anak dengan thalassemia (p = 0.019). Terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan kepatuhan transfusi darah terhadap pertumbuhan anak dengan thalassemia. Dengan nilai koefisian korelasi 0.316 bertanda positif yang artinya nilai kepatuhan transfusi darah tinggi maka nilai pertumbuhan anak thalassemia juga tinggi, demikian sebaliknya bila kepatuhan transfusi darah rendah maka nilai pertumbuhan anak thalassemia juga rendah.
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA TIKUS (Rattus sp.) SEBAGAI VEKTOR PENYAKIT PES DI AREAL PELABUHAN PANJANG KOTA BANDAR LAMPUNG
Meri Diyana Sari;
Endah Setyaningrum;
Emantis Rosa;
Sutyarso Sutyarso
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.383 KB)
|
DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2865
Ektoparasit tikus berperan sebagai vektor biologis dalam penularan beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan oleh pinjal. Xenopsylla cheopis adalah pinjal tikus yang dikenal sebagai vektor biologi dari penyakit pes. Di Indonesia terdapat empat wilayah yang menjadi daerah pengawasan pes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosentase trap success, prosentase tikus terinfeksi ektoparasit dan jenis ektoparasit pada tikus serta indeks umum dan khusus pinjal pada tikus di Pelabuhan Panjang Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Pelabuhan Panjang dengan menggunakan 46 perangkap tikus yang disebar di 8 titik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 ekor tikus dengan trap success sebesar 4,34% kategori rendah , prosentase tikus terinfeksi ektoparasit 90% kategori hampir selalu. Jenis ektoparasit yang ditemukan Xenopsylla cheopis, Hoplopleura pacifia, Poliplax spinulosa, dan Ornithonyssus bacoti. Indeks umum pinjal sebesar 2,5 (>2) dan indeks khusus pinjal sebesar 2,2 (>1) berpotensi menularkan penyakit ke manusia.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN AKTVITAS FISIK DENGAN TINGKAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI PANTI SOSIALTRESNA WERDHA NATAR 2019
Festy Ladyani Mustofa;
Arti Febriyani;
Toni Prasetia;
Ine Ahyar Hasriza
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.018 KB)
|
DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2522
Lanjut usia akan mengalami proses penuaan secara terus menerus dengan ditandai menurunnya daya tahan dan aktivitas fisik. Hasil Riskesdas 2013, penyakit terbanyak lanjut usia adalah Penyakit Tidak Menular antara lain hipertensi, Hipertensi pada usia lanjut mempunyai beberapa ciri khas, umunya disertai dengan faktor risiko yang lebih berat, sering disertai oleh berbagai penyakit lain yang bisa mempengaruhi penanganan hipertensi. Mengetahui hubungan antara karakteristik dan aktivitas fisik dengan tingkat hipertensi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Natar 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan menggunakan metode total sampling. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 orang. Pengambilan data dimulai pada bulan Oktober-November 2019. Menggunakan data primer berupa kuisioner IPAQ (International Physical Activity Quistionnairre). Data dievaluasi dengan menggunakan program komputer SPSS 20 for windows. Dari hasil penelitian terdapat hubungan antara karakteristik dan aktivitas fisik dengan tingkat hipertensi yaitu untuk usia (p=0,010), untuk jenis kelamin (p=0,011), untuk penyakit lain (p=0,011) dan untuk aktivitas fisik (p=0,007. Terdapat hubungan antara karakteristik dan aktivitas fisik dengan tingkat hipertensi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Natar 2019.
STUDI KASUS ANEURISMA ARTERI PULMONALIS
Iyus Maolana Yusup
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.6 KB)
|
DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2873
Aneurisma arteri pulmonalis (AAP) merupakan pelebaran arteri pulmonalis yang disebabkan oleh kerusakan jaringan elastis dan kolagen pada tunika intima, media dan adventisia. AAP adalah kelainan vaskular arteri pulmonalis yang jarang terjadi di Indonesia. AAP sulit didiagnosis karena gejala klinis yang tidak khas serta tatalaksana yang masih belum jelas. Seorang wanita 39 tahun datang gejala klinis batuk lebih dari 2 minggu. Hasil pemeriksaan fisik tidak didapatkan adanya kelainan. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan normal. Hasil laboratorium didapatkan normal. Hasil sputum BTA (-). Hasil Foto thorax tampak bayangan opak bulat batas tegas tepi reguler dengan sillhouette sign (-) di lapang tengah paru kiri, hasil usg ditemukan gambaran “yin and yang” dan CT Scan thorax lesi isodens, berbentuk saccular pada arteri pulmonalis kiri, berukuran ± 6,5 x 5,5 x 4,8 cm di lapang paru kiri . AAP adalah penyakit yang jarang terjadi dengan gejala klinis yang tidak khas Modalitas radiologi yang bisa digunakan adalah foto thorax USG, MSCT Scan. Diagnosis dini dan penatalaksanaan yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi AAP.
HUBUNGAN KEBERSIHAN WAJAH TERHADAP KEJADIAN AKNE VULGARIS PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI TANJUNGSARI LAMPUNG SELATAN TAHUN 2020
Hernowo Anggoro Wasono;
Nopi Sani;
Resati Nando Panongsih;
Muhammad Shauma
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.624 KB)
|
DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2461
Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya acne vulgaris, salah satunya kebersihan/higene wajah.penelitian ini ditujukan untuk mengetahui Hubungan Kebersihan Wajah Terhadap Kejadian Akne Vulgaris Pada Siswa kelas X SMK Negeri Tanjungsari Lampung Selatan Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan rancangan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X SMK Negeri Tanjungsari Lampung Selatan sebanyak 77 orang. Kebersihan wajah diukur dengan menggunakan kuesioner dan akne vulgaris diukur dengan pemeriksaan fisik. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis yaitu uji statistic Chi square.penelitian ini didapatkan hasil dan kemudian diolah menggunakan SPSS 16. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebersihan wajah dengan kejadian Akne vulgaris pada siswa kelas x smk negeri tanjungsari lampung selatan tahun 2020 (OR=6,62 dan p=0,000).