cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
UJI EFEKTIVITAS SKABISIDA EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) SECARA IN VIVO TERHADAP TUNGAU Sarcoptes scabiei PADA MARMUT (Cavia porcellus) Kinanti Alif Formasiyah Aisyah; Endah Setyaningrum; Gina Dania Pratami; Endang Linirin Widiastuti
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 2 (2020): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.862 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i2.2681

Abstract

Kondisi lingkungan marmut yang kurang sehat merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan penyakit. Salah satu penyakit tersebut dikenal sebagai skabies. Penyakit skabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang menyerang hewan terutama pada bagian kulit. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas skabisida ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) secara in vivo terhadap tungau S. scabiei pada marmut (Cavia porcellus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2019. Pemeriksaan sampel, pemberian perlakuan dan pengamatan dilakukan di Laboratorium Zoologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sedangkan pembuatan ekstrak daun sirih dilakukan di Laboratorium Botani Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Untuk pemilihan sampel skabies, dilakukan pemeriksaan sampel kulit secara mikroskopis pada marmut yang menunjukkan gejala klinis skabies untuk memastikan adanya tungau S. scabiei. Sampel yang digunakan sebanyak 27 keropeng marmut yang relatif sama. Dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 perlakuan, yaitu kontrol positif, kontrol negatif, dan pemberian ekstrak daun sirih. Data yang diperoleh di analisis menggunakan One Way ANOVA dan didapatkan hasil p=0,001 yang menunjukkan adanya pengurangan lebar keropeng yang bermakna. Kemudian dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significance Different). Berdasarkan hasil dan pembahasan maka disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) secara in vivo terhadap tungau Sarcoptes scabiei pada marmut (Cavia porcellus) memiliki efektivitas yang paling tinggi sebagai skabisida dibandingkan dengan NaCMC 0,5%.
TINJAUAN PUSTAKA COVID-19: VIROLOGI, PATOGENESIS, DAN MANIFESTASI KLINIS Nur Indah Fitriani
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 3 (2020): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.185 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i3.3174

Abstract

Covid-19 dideklarasikan sebagai pandemik oleh WHO pada tanggal 12 Maret 2020. Hal ini membuat Covid-19 menjadi perhatian utama dunia. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengungkap agen penyebab Covid-19 serta patogenesis dan manifestasi klinis pada pasien Covid-19. Penulisan ini menggunakan metode studi literatur melalui penelusuran artikel publikasi pada PubMed, Elsevier, dan Springer yang diterbitkan pada tahun 2020. Ditemukan bahwa agen penyebab Covid-19 merupakan virus RNA yang berasal dari genus betacoronavirus. Virus ini dinamakan SARS-CoV-2 dan menggunakan ACE2 yang merupakan reseptor membran ekstraselular yang diekspresikan pada sel epitel tubuh inang sebagai jalan masuknya. Infeksi dari SARS-CoV-2 dapat menyebabkan badai sitokin yang berakibat pada kerusakan jaringan dan dapat menimbulkan Acute Respiratory Distress Syndrome. Manifestasi klinis Covid-19 beragam, melibatkan traktus respiratorius, traktus gastrointestinal, hingga dilaporkan manifestasi neurologis. Gejala utama Covid-19 yaitu demam, batuk kering, dispnea, fatigue, nyeri otot, dan sakit kepala.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL PASCA 6-12 BULAN DENGAN KADAR VIRAL LOAD PADA LELAKI SEKS LELAKI (LSL) YANG TERINFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) DI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Muhammad Syafei Hamzah; Firhat Esfandiari; Marisa Anggraini; Airin Shabrina Elta Kusmana
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 3 (2020): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.257 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i3.2498

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah suatu retrovirus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Kepatuhan minum obat antiretroviral merupakan keharusan dalam menurunkan jumlah virus dalam darah. Pada komunitas Lelaki Seks Lelaki (LSL) di Bandar Lampung yang terinfeksi HIV masih banyak yang tidak patuh dalam meminum obat antiretroviral itu sendiri. Salah satu cara untuk mengetahui keberhasilan pengobatan antiretroviral dapat dilakukan pemantauan terapi yaitu dengan tes viral load. Mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat antiretroviral dengan kadar viral load pada Lelaki Seks Lelaki (LSL) yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan snowball. Pengambilan data menggunakan kuesioner baku MMAS-8. Analisis bivariat dengan uji Chi Square. Jumlah responden 37 orang diketahui uji univariat tingkat kepatuhan minum obat kategori tidak patuh sebanyak 19 orang dan kategori patuh sebanyak 18 orang. Hasil uji bivariat didapatkan nilai p=0,001. Terdapat hubungan bermakna antara kepatuhan minum obat antiretroviral dengan kadar viral load pada Lelaki Seks Lelaki (LSL) yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).
TEKANAN INTRAOKULAR PRE DAN PASCA OPERASI ABLASIO RETINA DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Rahmat Syuhada; Ade Utia Detty; Rina Kriswiastiny; Siti Syifa Nahdiyah
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.628 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i2.4129

Abstract

Tekanan intraokular pada ablasio retina umumnya mengalami peningkatan/ penurunan, sehingga dibutuhkan operasi ablasio retina untuk mengembalikan tekanan intraokular menjadi normal. Ablasio retina (retinal detachment) merupakan keadaan terpisahnya bagian sensoris retina (fotoreseptor dan lapisan jaringan dalam) dari retinal pigment epithelium (RPE). Untuk mengetahui perubahan antara tekanan intraokular pre dan pasca operasi ablasio retina di RSPBA Bandar Lampung tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 53 orang. Instrumen yang digunakan adalah data rekam medik. Hasil analisis statistik menggunakan uji Paired Sample T-Test menunjukkan p-value = 0,271 lebih besar dari 0,05 (α>0,05) dengan selisih rerata 1,24 yang berarti menunjukan tidak adanya perbedaan yang bermakna pada jumlah Tekanan Intraokular (TIO) sebelum dan sesudah pars plana vitrektomi, namun jika dilihat dari selisih reratanya ada perubahan antara sebelum dan sesudah pars plana vitrektomi. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara Tekanan Intraokular sebelum dan sesudah pars plana vitrektomi.
PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN ABORSI PADA REMAJA PUTRI DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN Zakiatul Fuada; Dewi Karlina Rusly; Silvia Yasmin Lubis
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.206 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i1.3621

Abstract

Remaja merupakan periode transisi antara anak-anak ke masa dewasa,atau anak usia belasan tahun, Remaja harus mempersiapkan diri menuju kehidupan dewasa, termasuk dalamaspek seksualnya. Dibutuhkan sikap yang bijaksanadaripara orang tua, pendidik dan masyarakat pada umumnya serta tentunya dariremaja itu sendiri, agar mereka dapat melewati masa transisi itu dengan selamat supaya remaja dan orangtua dapat mengatasi transisi ini dengan baik. Pada tahun 2011 angka kejadian aborsi di dunia diperkirakan 56 juta kasus (25,6%) dari 180 juta kehamilan. Di wilayah Asia Tenggara, World Health Organization (WHO) memperkirakan 4,2 juta aborsi dilakukan setiap tahunnya. Diantaranya 750.000 sampai 2 juta kasus terjadi di Indonesia, atau dapat dikatakan hampir 50%nya terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang aborsi pada usia remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling  yang diambil dari remaja putri kecamatan Simpang Keuremat dan Kota Lhokseumawe yang berjumlah total 214 sampel. Uji statistik yang digunakan adalah uji T dengan ketentuan hasil dilihat dari nilai T hitung. Hasil uji statistik didapatkan hasil nilai mean 38.33 (SD 5.335) dan nilai median 39,00 pada remaja putri perkotaan dan nilai mean 36.13 (SD 4,853) dan nilai median 36,00  pada  remaja putri pedesaan nilai t hitung = 3.150 (sig. 0.002 dan  T-hitung > T-tabel). Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan tentang aborsi pada sampel penelitian ini berdasarkan statistik.
AIR KELAPA MUDA TERHADAP NYERI HAID Suri Gusmiyanti Fitriyah; Sunarsih Sunarsih; Yulistiana Evayanti
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 4 (2020): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.589 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i4.3327

Abstract

Tingginya angka prevalensi dan morbiditas dari nyeri haid dengan insidensi didunia rata-rata antara 16,8 – 81%, di Indonesia sebesar 64,8% dan di Bandar Lampung menempati urutan pertama keluhan yang sering dialami wanita pada tahun 2014, Konsumsi minuman herbal seperti air kelapa muda dapat mengurangi nyeri haid. Diketahui pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap nyeri haid pada remaja putri Di SMK Negeri 1 Bandar Lampung Tahun 2020.Dengan metode penelitian quasi eksperimen, subjek penelitian adalah remaja putri kelas IX SMKN 1 Bandar Lampung berjumlah 40 responden. Data dikumpulkan sejak tanggal 7 Februari - 1 juli 2020, dianalisis data menggunakan uji t-independent. Didapatkan hasil penelitian nilai rata-rata nyeri menstruasi kelompok intervensi sebesar 4,10 dan kelompok kontrol sebesar 6,15. Didapatkan mengkonsumsi air kelapa muda berpengaruh terhadap nyeri haid remaja putri di SMK Negeri 1 Bandar Lampung, secara statistik mempunyai pengaruh yang bermakna dengan p-value=0.000 atau <0.05.Adapengaruhpemberianairkelapamudaterhadap nyeri haid remaja putri di SMK Negeri 1 Bandar Lampung. Diharapkan para remaja dapat menjadikan air kelapa muda sebagai salah satu pengobatan komplementer nyeri haid.
DISTRIBUSI FREKUENSI IBU PASCAMELAHIRKAN DENGAN KEJADIAN BABY BLUES SYNDROME DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN WILAYAH KECAMATAN RAJABASA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Fonda Octarianingsih; Festy Ladyani Mustofa; Woro Pramesti; Nadya Putri Amany
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 3 (2020): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.928 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i3.2553

Abstract

Pada wanita peristiwa hamil dan melahirkan sudah dianggap wajar terjadi di kehidupannya.Namun perubahan pada saat melahirkan tidak dapat dilalui oleh sebagian besar wanita sehingga wanita tidak bisa beradaptasi dengan kondisinya.Salah satu perubahan yang dirasakan setiap wanita pascamelahirkan adalah perubahan emosional. Gangguan emosional akan terjadi tidak menentu, setidaknya ibu merasakan dua emosi yaitu emosi positif (suka cita dan kepuasan) dan emosi negatif (ketakutan dan kecemasan) apabila ibu tidak beradaptasi dengan kondisinya, ibu bisa mengalami baby blues syndrome. Baby blues syndrome merupakan salah satu bentuk gangguan perasaan ibu karena tidak bisa beradaptasi dengan bayinya. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner EPDS (Edinburgh Postpartum Depression Scale).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu pascamelahirkan dengan kejadian baby blues syndrome di Praktik Mandiri Bidan Wilayah Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung Tahun 2019.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data primer untuk mengetahui distribusi ibu pascamelahirkan dengan kejadian baby blues syndrome. Sampel penelitian ini sebanyak 77 ibu pascamelahirkan yang diambil dengan teknik total sampling yang bertempat di Praktik Mandiri Bidan Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung.Analisis data menggunakan uji statistika analisis univariat distribusi frekuensi SPSS 20.Hasil dari penelitian ini didapatkan sebanyak 54 ibu pascamelahirkan (70,1%) tidak mengalami kejadian baby blues syndrome dan sebanyak 23 ibu pascamelahirkan (29,9%) dengan kejadian baby blues syndrome.Didapatkan distribusi frekuensi ibu pascamelahirkan dengan kejadian baby blues syndrome di Praktik Mandiri Bidan Wilayah Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung Tahun 2019.
PERBANDINGAN INDEKS ERITROSIT PADA SAMPEL DARAH 3 mL, 2 mL, DAN 1 mL DENGAN ANTIKOAGULAN K2EDTA DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Syuhada Syuhada; Tusy Triwahyuni; Amalia Dwi Nugraheni
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.535 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i1.4108

Abstract

Penetapan hasil didalam laboratorium berdasarkan kondisi pre analitik, analitik, post analitik yang baik salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan hematologi di laboratorium adalah penggunaan antikoagulan dalam pengambilan darah. Tabung vacutainer berisi antikoagulan K2EDTA banyak digunakan sebagai penampung darah karena mempunyai ketepatan kadar antikoagulan yang baik. Volume darah yang tidak sesuai dalam tabung vacutainer sangat berpengaruh pada ketepatan hasil laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan indeks eritrosit pada volume sampel darah 3 mL, 2 mL, dan 1 mL dengan antikoagulan K2EDTA. Penelitian ini menggunakan data primer dengan pemeriksaan hematologi di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jenis Penelitian ini adalah Kuantitatif menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional melalui pemeriksaan hematologi menggunakan alat Hematology Alayzer Mindray BC-3600 dengan jumLah sampel 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil pemeriksaan indeks eritrosit menunjukkan rerata nilai MCV, MCH, dan MCHC pada tabung dengan 3 mL darah (86,4 fl; 28,9 pg; 33,6%) tabung dengan 2 mL darah (86,5 fl; 28,7 pg; 33,5%) tabung dengan 1 mL darah (86,3 fl; 28,9 pg; 33,5%). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara pemeriksaan indeks eritrosit dengan volume sampel darah 1 mL, 2 mL, dan 3 mL pada tabung vacutainer K2EDTA.
PROFIL PENDERITA PSORIASIS DI POLI KULIT DAN KELAMIN RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH PERIODE TAHUN 2016-2019 Ulfa Rizqia; Rizky Kurniawan; Elfa Wardani Fitri
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 4 (2020): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.494 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i4.3396

Abstract

Psoriasis adalah penyakit peradangan kulit kronik dengan dasar genetik yang kuat dengan karakteristik perubahan pertumbuhan dan diferensiasi sel epidermis disertai manifestasi vaskuler, dan juga diduga adanya pengaruh dari sistem saraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita psoriasis di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh Periode Tahun 2016 – 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dan sampel diambil dengan menggunakan metode total sampling. Pada hasil penelitian ini terdapat 82 kasus psoriasis. Berdasarkan usia, paling banyak terjadi pada usia 26-35 tahun yaitu sebanyak 20 kasus terdiri dari 8 laki-laki dan 12 perempuan. Berdasarkan jenis kelamin, paling banyak terjadi pada perempuan sebanyak 45 kasus, dan berdasarkan tipe psoriasis paling banyak terjadi adalah tipe psoriasis vulgaris yaitu sebanyak 68 kasus. Kesimpulan pada penelitian ini kelompok usia yang paling banyak mengalami psoriasis yaitu usia 26-35 tahun, lebih sering menyerang perempuan dibandingkan laki-laki dan tipe psoriasis vulgaris adalah yang paling banyak ditemukan.
PERBEDAAN ANGKA KAPANG KHAMIR PADA JAMU BERAS KENCUR GENDONG DI PASAR TRADISIONAL DENGAN JAMU BERAS KENCUR KEMASAN DI DEPOT JAMU KOTA BANDAR LAMPUNG Febri Yanti Santika; Marhamah Marhamah; Wimba Widagdho Dinutanayo
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 3 (2020): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.204 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i3.3223

Abstract

Jamu adalah obat tradisional yang berisi beberapa bahan tanaman menjadi penyusun jamu. Jamu beras kencur merupakan salah satu jamu yang dijual oleh pedagang jamu. Jumlah jamur yang besar, menunjukkan mutu jamu yang dihasilkan. Jamur yang menghasilkan zat racun atau toksin dapat meracuni organ tubuh bahkan mengakibatkan kanker. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan angka kapang khamir pada jamu beras kencur gendong di pasar tradisional dengan jamu beras kencur kemasan di depot jamu Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain kompratif kausual. Analisis data menggunakan uji T Independent. Hasil penelitian dari 10 jamu beras kencur yaitu, 5 jamu beras kencur gendong di pasar tradisional dan 5 jamu beras kencur kemasan di depot jamu. Hasil angka kapang khamir 5 jamu beras kencur gendong  2,55 x 102 sampai 95,5 x 103 koloni/mL didapatkan sampel tidak memenuhi syarat yaitu, sampel C 95,5 x 103 koloni/mL dan sampel D 7,1 x 103 koloni/mL dengan hasil persentase memenuhi syarat 60% sedangkan tidak memenuhi syarat 40%. Hasil angka kapang khamir 5 jamu beras kencur kemasan 4,5 x 102 sampai 6,3 x 102 koloni/g dengan hasil persentase 100%. Hasil analisis diperoleh p value 0,311 tidak ada perbedaan signifikan pada jamu beras kencur gendong dengan kemasan karena (p>0,05).