cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN TERHADAP TINDAKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INFORMED CONSENT DI RS PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG PERIODE APRIL 2016 Garizki A Gewang
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.759 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i1.1998

Abstract

Latar Belakang: Informed consent merupakan pernyataan pasien atau yang sah mewakilinya yang isinya berupapersetujuan atas rencana tindakan kedokteran yang diajukan oleh dokter setelah menerima informasi yang cukup untukdapat membuat persetujuan atau penolakan. Pengetahuan keluarga pasien tentang informed consent di RS PertaminaBintang Amin sebagian besar kurang mengerti dan memahami tentang isi dari informed consent yang diberikan. Tingkatpengetahuan keluarga dibedakan menjadi 2, yaitu baik dan kurang baik, sehingga tingkat pengetahuan keluarga terhadapinformed consent dapat menentukan keputusan yang diambil.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan keluargapasien dengan tindakan pengambilan keputusan informed concent di RS Pertamina Bintang Amin tahun 2016.Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah cross sectional, teknik pengambilan sempel yang digunakanadalah accidental sampling. Sempel sebanyak 80 responden yang memenuhi kriteria inklusi di bagian bedah RS PertaminaBintang Amin selama bulan April 2016. Responden melakukan pengisian kuesioner dan di uji Chi square menggunakanprogram SPSS 21 for Windows.Hasil: Analisis dengan Chi Square α=0,05 didapatkan nilai derajat kemaknaan 0,024 (p<0,05). Terdapat hubunganyang signifikan antara pengetahuan keluarga pasien dengan tindakan pengambilan keputusan informed concent di RSPertamina Bintang Amin tahun 2016.Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat pengetahuan keluarga maka semakin matang dalam pengambilan keputusaninformed consent.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PTERYGIUM PADA PASIEN YANG BEROBAT DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2013 - 2014 Helmi Muchtar; Nia Triswanti
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.929 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i1.1951

Abstract

Latar Belakang : Pterygium dianggap sebagai fenomena iritatif yang disebabkan oleh sinar ultraviolet dan seringterjadi pada petani dan penggembala yang sehari-harinya berada diluar rumah, dibawah teriknya sinar matahari, di daerahberdebu atau berpasir. Pemicu pterygium tidak hanya dari etiologinya saja tetapi terdapat faktor resiko yangmempengaruhinya antara lain faktor usia, jenis kelamin, jenis pterygium, pekerjaan, dan jumlah mata terdiagnosis.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pterygium di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2013-2014.Metode Penelitian : Penelitian ini adalah retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semuapenderita pterygium yang berobat ke poli mata RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung dan sampel sebanyak 126Orang. Analisa dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square.Hasil Penelitian : Terdapat 126 pasien pterygium. dengan karakteristik kelompok usia paling banyak adalah usia>40 tahun yaitu sebanyak 74 penderita (58,7%), jenis kelamin paling banyak adalah perempuan yaitu 71 penderita (56,3%),pekerjaan paling banyak adalah pasien yang bekerja di dalam ruangan sebanyak 68 penderita (54%) dan letak terinfeksipterygium paling banyak adalah bilateral sebanyak 71 penderita (56,3%). Serta jenis pterygium paling banyak adalahderajat III-IV sebanyak 65 penderita (51,6%).Kesimpulan : Insidensi pterygium dari 126 kasus yang diteliti banyak terjadi pada derajat III-IV yang berjeniskelamin perempuan pada usia >40 tahun dan bekerja di dalam ruangan serta letaknya bilateral.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT ANSIETAS PADA PASIEN PRA OPERASI DI BANGSAL BEDAH RS PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2015 Yusmaidi Yusmaidi; Zuliadi Sitinjak; Yesi Nurmalasari
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.085 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i3.2027

Abstract

Latar Belakang : kecemasan adalah ketegangan dan kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitandengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya, tindakan operasi atau pembedahan merupakan ancaman potensial maupunaktual pada integritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stress fisiologis maupun psikologis. Beberapa faktoryang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kecemasan antara lain tingkat pendidikan, status ekonomi,umur, dan jenis kelamin,Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat ansietas pada pasien pra operasi di ruangoperasi di RS Pertamina Bintang Amin Bandar LampungMetode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, Rancangan penelitian dalampenelitian ini analitik menggunakan pendekatan cross sectional, obyek penelitian hanya diobservasi sekali dan pengukurandilakukan terhadap status karakter atau variabel obyek pada saat pemeriksaan dengan cara pendekatan dan pengumpulandata sekaligus pada satu saat. Dengan jumlah sampel 100 yang memiliki kriteria inklusi dan menggunakan alat ukurkuisioner HARS yang akan dilakukan di RS Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung tahun 2015.Hasil Penelitian : Di dapat pengaruh usia terhadap hasil uji statistik kecemasan dengan responden berusia dewasaawal terbanyak pada kecemasan ringan sebanyak 59 orang ( 96,7 % ), Pengaruh jenis kelamin terhadap kecemasandengan berjenis kelamin laki laki terbanyak mengalami kecemasan ringan sebanyak 57 orang ( 93,4 % ),Pengaruh pendidikan terhadap kecemasan dengan berpendidikan menengah terbanyak mengalami kecemasanringan sebanyak 58 orang ( 87,9 % ), Pengaruh pekerjaan terhadap kecemasan dengan responden yang bekerjaterbanyak mengalami kecemasan ringan sebanyak 55 orang ( 82,1 % ) dan Pengaruh sosial ekonomi terhadapkecemasan dengan penghasilan ≥ Rp 1.000.000 terbanyak mengalami kecemasan ringan sebanyak 54 orang( 98,2 % ).Kesimpulan : Terdapat pengaruh usia ( P.Value : 0.000 dan OR : 0,012 ), jenis kelamin ( P.Value : 0,000 dan OR :32,063 ), pendidikan ( P.Value : 0,000 dan OR : 15,159 ), pekerjaan ( P.Value :0,000 dan OR : 6,220 ) dan sosial ekonomi( P.Value : 0,000 dan OR : 0,009 ) terhadap kecemasan pasien yang akan melakukan operasi di RS pertamina BintangAmin Bandar Lampung.
ANGKA KEJADIAN STROKE BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN PADA STOKE HEMORAGIK DAN NON-HEMORAGIK DI INSTALASI RAWAT INAP NEUROLOGI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2014 Dharmawita Dharmawita
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.911 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i4.1989

Abstract

Jumlah penderita stroke di Indonesia semakin meningkat dan menduduki urutan pertama di Asia. Mengetahuidistribusi frekuensi stroke berdasarkan usia dan jenis kelamin pada stroke hemoragik dan non-hemoragik di instalasi rawatinap neurologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2014. Disain penelitian adalah deskriptif dan dianalisis secara univariat.Sampel penelitian ini semua kasus stroke pada tahun 2014 di instalasi rawat inap neurologi dan memiliki catatan rekammedik yang lengkap. Data diolah menggunakan SPSS Versi 21 dengan menggunakan uji distribusi frekuensi. Datadidapatkan dari 637 sampel secara umum prevalensi stroke terendah pada kelompok usia 15-24 tahun sebanyak 8 (1,3 %)pasien dan tertinggi pada kelompok usia 55-64 tahun 198 (31,1 %) pasien, perempuan 299 (46,9 %) pasien dan laki-laki338 (53,1 %) pasien. Prevalensi stroke hemoragik terendah pada kelompok usia 25-34 tahun sebanyak 1 (0,9 %) pasiendan tertinggi pada kelompok usia 45-54 tahun 39 (33,3 %) pasien, perempuan 66 (56,4 %) pasien dan laki-laki 51 (43,6 %)pasien. Prevalensi stroke non-hemoragik terendah pada kelompok usia 15-24 tahun sebanyak 8 (1,5 %) pasien dantertinggi pada kelompok usia 55-64 tahun 166 (31,9 %) pasien, perempuan 233 (44,8 %) pasien dan laki-laki 287 (55,2 %)pasien. Prevalensi Stroke hemoragik dan non-hemoragik terendah usia 25-34 dan 15-24 tahun, tertinggi usia 45-54 dan 55-64. Stroke hemoragik perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Stroke non-hemoragik laki-laki lebih banyak dibandingperempuan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA KEJADIAN DERMATITIS SEBOROIK BERDASARKAN LETAK LOKASI LESI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) Dr. H. ABDUL MOELOEK Eka Silvia; Yunita Sari Tanjung
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.22 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i4.1931

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis seboroik berhubungan erat dengan keaktifan kelenjar minyak yang terjadi pada bayibaru lahir dantidak aktif pada usia 9-12 tahun dengan puncak kejadian terjadi pada usia 18-40 tahun dengan efloresensiberupa eritem, edem,papul, vesikel, skuama dan keluhan gatal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi angka kejadian dermatitisseboroik berdasarkan letaklokasi lesi di Poli Kulit dan Kelamin RSUD dr.H.Abdul MoeloekMetode Penelitian: Yaitu deskripsi analitik dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional.Penelitian dilakukan di Poli Kulit dan Kelamin RSUD dr.H.Abdul Moeloek. Subjek dipilih menggunakan metode totalsampling dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 43.Variabel independent usia, jenis kelamindan tingkat kelembaban serta variabel dependent lokasi lesi dermatitis seboroik. Alat ukur yang digunakan pemberiankuisoner dan sub rekam medik dengan uji analisis univariat.Hasil: Dari 43 sampel berdasarkan usia letak lesi bagian atas sebanyak 20 dan bagian bawah 5 terjadi pada usia>46 tahun sedangkan usia <46 tahun letak lesi bagian atas sebanyak 14dan bagian bawah 4. Berdasarkan jenis kelamin letak lesi bagian atas sebanyak 19 dan bagian bawah 5 terjadi pada lakilaki,pada perempuan letak lesi bagian atas 15 dan bagian bawah 4. Berdasarkan tingkat kelembaban rendah (panas) letaklesi bagian atas sebanyak 31 dan bagian bawah 8 sedangkan pada kelembaban tinggi (dingin) letak lesi bagian atas 3 danbagian bawah 9.Kesimpulan: Angka kejadian lebih sering terjadi pada usia >46 tahun dengan jenis kelamin laki-laki serta dengantingkat kelembaban rendah (panas)
GAMBARAN KLINIS PASIEN APENDISITIS AKUT DENGAN MENGGUNAKAN PENILAIAN TZANAKIS SKOR DAN ALVARADO SKOR DI RSUD DR H ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Andi Siswandi
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.527 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i3.1975

Abstract

The incidence of appendicitis in Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung in 2014 each month, including 10common diseases. New problems arise when the lower right abdominal tenderness not ensure appendicitis. The purpose ofthis study was to determine the clinical features of acute appendicitis patients using Tzanakis assessment score andAlvarado score in the Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung in 2014.This type of research is descriptive retrospective study using medical records. The population is all appendicitispatient data in the inpatient surgical Rose and Kutilang Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung In 2014 as many as94 people. Data analysis using univariate analysis using the table in the presentation of the data.Results of the study there were 76 patients who met the criteria for inclusion in the study. Of the 76 patients wereobtained clinical picture of acute appendicitis based Tzanakis scores namely ultrasound (60.53%), pain in the right lowerquadrant (100%), off the right lower quadrant pain (40.79%), and leukocytes> 12.000mm3 (52.63%). Alvarado scoresnamely pain shifts in the lower right quadrant (11.84%), anorexia (86.84%), nausea and vomiting (48.68%), pain in the rightlower quadrant (100%), pain in the right lower quadrant off (40.79%), raising the temperature of 37.5 ° C-38 ° C (30.26%),leukocytosis (68.42%), white blood cells shift to the left (65.79%).
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DAN KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN ANGKATAN 2014 UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG Festy Ladyani Mustofa; Hetti Rusmini
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.436 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i3.1922

Abstract

Latar Belakang : Tumbuh kembang anak usia sekolah yang optimal tergantung pemberian nutrisi dengan kualitasdan kuantitas yang baik serta benar. Sarapan adalah suatu kegiatan yang penting dilakukan sebelum melakukan aktivitasbelajar mengajar. Tanpa sarapan seseorang akan mengalami hipoglikemia atau kadar glukosa di bawah normal.Hipoglikemia mengakibatkan susah berkonsentrasi dalam belajar. Itu semua karena kekurangan glukosa yang merupakansumber energi bagi otak. Seseorang yang mempunyai kadar hemoglobin di dalam darah lebih rendah dari nilai normal,menyebabkan gangguan dalam berkonsentrasi. Untuk bisa mempertahankan daya ingat maupun kemampuanberkonsentrasi diperlukan energi yang tersedia dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungankebiasaan sarapan pagi dan kadar hemoglobin terhadap konsentrasi belajar pada mahasiswi program studi kedokteranangkatan 2014 universitas malahayati bandar lampung.Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Subjek berjumlah 146 responden pengukuran kadarhemoglobin menggunakan easy touch nesco GHb dan pengukuran konsentrasi menggunakan tes Wechsler AdultIntelligence Scale (WAIS) . Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2015. Analisis data menggunakan ujiSpearman dengan program SPSS versi 16.00.Hasil : Responden dengan katakteristik sarapan pagi tertinggi sebanyak 57 orang (39,0%), karakteristik kadarhemoglobin rendah paling banyak 84 orang (57,5%), konsentrasi belajar kurang paling banyak 81 orang (51,5%). Hasil ujiChi-square didapatkan ada hubungan antara kebiasaan sarapan pagi (p = 0,000) dan kadar hemoglobin (p = 0,000)terhadap konsentrasi belajar.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi (p = 0,000) dan kadar hemoglobin(p = 0,000) terhadap konsentrasi belajar pada mahasiswi program studi kedokteran angkatan 2014 universitas malahayatibandar lampung.
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN POTENSI KECEMASAN PEMASANGAN ORTHODONTICS CEKAT PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS MALAHAYATI TAHUN 2016 Torry Duet Irianto; Ahmad Wibowo; Nita Sahara
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.667 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2013

Abstract

Latar Belakang: Aplikasi orthodontics cekat berasal dari kata orthos yang artinya lurus dan donti / dent berarti gigi.Jadi alat aplikasi orthodontics cekat adalah alat-alat yang berguna untuk meluruskan posisi gigi pada lengkung rahangyang normal. Orthodontics berpotensi menimbulkan kecemasan bagi penggunanya, kecemasan ini berkaitan dengan halhalseperti informasi dari calon pengguna orthodontics yang kurang, pengalaman negatif yang didapat baik dari diri sendirimaupun dari orang lain yang pernah mengalami perawatan orthodontics, tenaga medis, dan juga peralatan yang digunakanorthodontics itu sendiri. dalam pemasanganTujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan potensi kecemasan pemasanganorthodontics cekat pada mahasiswa fakultas kedokteran umum angkatan 2013 Universitas Malahayati Bandar Lampungtahun 2016.Hasil Penelitian: Dari responden laki-laki, sebanyak 12 (24%) mengalami potensi kecemasan pemasanganorthodontics cekat dengan kategori tidak cemas, sedangkan responden perempuan sebanyak 6 (12%) mengalami potensipemasangan orthodontics dengan kategori tidak cemas. Dari responden laki-laki, sebanyak 7 (14%) mengalami potensipemasangan orthodontics dengan kategori cemas, sedangkan responden perempuan, sebanyak 25 (50%) mengalamipotensi pemasangan orthodontics dengan kategori cemas. Pada hasil Risk Estimate untuk mendapatkan hasil PrevalenceOdds Ratio (POR) dan Confidence Interval, didapatkan hasilPrevalennce Odds Ratio (POR) sebesar 3,0476, wanita 3 kalilebih cemas dari pad alai-laki.Kesimpulan:Ada hubungan jenis kelamin dengan potensi kecemasan pemasangan orthodontics cekat.
EFEK EKSTRAK JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia, Swingle) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhii Diana Mustika Ayu; Tessa Sjahriani
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 2 (2014): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.777 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i2.1913

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak daun jeruk nipis terhadap bakteri Salmonellatyphii. Penelitian dilakukan melalui penentuan zona hambatan pertumbuhan dengan metode difusi cakram untuk penentuankadar hambat minimal (KHM). Daya antibakteri adalah kemampuan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuhbakteri. Untuk mengetahui daya antibakteri suatu zat, dapat dilakukan uji kepekaan bakteri terhadap zat tersebut secara invitro.Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun jeruk nipis memberikan zona hambatan terhadap bakteriSalmonella typhii dengan nilai KHM pada konsentrasi 5%. Ekstrak daun jeruk nipis memberikan rata-rata zona hambatberturut-turut untuk Salmonella typhi dengan konsentrasi 5%; 10%; 15%; 20%; 25%; 50%; 75%; 100% adalah 8,89 mm;11,81 mm; 13,54 mm; 15,72 mm; 17,09 mm; 18,35 mm; 19,57 mm; 22,13 mm.Sedangkan pada control positif (Kloramfenikol 30μg) memberikan zona hambat sebesar 40,20 mm. Disimpulkanbahwa ekstrak daun jeruk nipis memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhii namun tidak lebih baik daripadakontrol positifnya yaitu Kloramfenikol.
HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN PENINGKATAN TEKANAN INTRAOKULI PADA PASIEN GLAUKOMA DI RSUD. Dr. H. ABUL MOELOEK TAHUN 2014 Rahmat Syuhada
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.842 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i1.2003

Abstract

Glaukoma adalah suatu neuropati optik kronik di dapat yang ditandai oleh pencekungan (cupping) diskus optikusdan pengecilan lapangan pandang; biasanya disertai peningkatan tekanan intraokuli. Tekanan darah adalah kekuatan yangdiperlukan agar darah dapat mengalir dalam pembuluh darah dan beredar mencapai semua jaringan tubuh. Keadaanhipertensi merupakan salah satu faktor terjadinya glaukoma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungantekanan darah dengan peningkatan tekanan intraokuli pada pasien glaukoma. Metode yang digunakan dalam penelitian inimerupakan penelitian analitik dengan studi cross sectional. Data yang diambil berupa data sekunder menggunakan rekammedis. Pengambilan sample menggunakan teknik total sampling. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat danbivariat menggunakan uji stastistik fisher’s. Hasil penelitian di dapat dari 44 sampel yang diikutsertakan dalam penelitian,didapatkan hasil uji statistik fisher’s menunjukan adanya hubungan tekanan darah dengan peningkatan tekanan intraokulipada pasien glaukoma (p=0,035. OR=5,111). Kesimpulan yang dapat di ambil dari penelitian ini adalah terdapat hubunganantara tekanan darah dengan peningkatan tekanan intraokuli pada pasien glaukoma dan hipertensi 5 kali lipat dapatmenyebababkan faktor risiko peningkatan tekanan intraokuli pada pasien glaukoma.

Page 10 of 48 | Total Record : 476