cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR KOLESTEROLTOTAL PADA PASIEN FKTP DIABETES MELITUS TIPE II DI PRAKTIK MANDIRI DOKTER K. HAKIKIYAH LAMPUNG TENGAH AGUSTUS 2019 Muhammad Nur; Firhat Esfandiari; Selvia Anggraeni; Diki Septian
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.402 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2453

Abstract

Berat badan berlebih adalah keadaan yang hampir mendekati obesitas, di mana seseorang dapat dinyatakan berat badan berlebih apabila orang tersebut memiliki IMT ≥ 23. Timbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh penderita berat badan berlebih atau obesitas dapat mengakibatkan resistensi insulin yang berpengaruh terhadap kadar gula darah dan mempunyai risiko 1,71 kali terkena diabetes melitus. Tanpa adanya penurunan berat badan dan modifikasi gaya hidup, orang dengan sindrom metabolik memiliki resiko bermakna untuk menjadi diabetes melitus tipe 2 dan orang dengan hiperkolesterolemia memiliki faktor risiko 3,41 kali untuk terkena diabetes melitus. Untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol total pada pasien FKTP diabetes melitus tipe 2 di praktik mandiri dokter K. Hakikiyah Lampung Tengah. Penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan Desain penelitian Cross Sectional, populasi adalah seluruh pasien FKTP diabetes melitus tipe 2 di praktik mandiri dokter K. Hakikiyah Lampung Tengah. Penarikan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 56 orang. Analisa data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Distribusi frekuensi Indeks Massa Tubuh IMT terbanyak yaitu kategoriberlebih sebanyak 30 orang (53,6 %). Distribusi frekuensi kadar kolesterol total terbanyak yaitu kategori berlebih  sebanyak 43 orang (76,8 %). Di ketahui ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar kolesterol total pada pasien FKTP diabetes melitus tipe 2 di praktik mandiri dokter K. Hakikiyah Lampung Tengah dengan nilai p-value = 0,028. Ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar kolesterol total pada pasien FKTP diabetes melitus tipe 2 di praktik mandiri dokter K. Hakikiyah Lampung Tengah.
EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) SEBAGAI ANTI SKABIES TERHADAP MARMUT (Cavia porcellus) Fanny Maulida Junita; Endah Setyaningrum; Sutyarso Sutyarso; Nismah Nismah
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.927 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2594

Abstract

Skabies merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Biasanya skabies menyerang pada manusia dan hewan. Marmut merupakan salah satu hewan yang sering terkena skabies. Daun kemangi sebagai tanaman obat mengandung senyawa flavonoid, tanin dan minyak atsiri yang memiliki kandungan eugenol. Eugenol bersifat sebagai zat anti parasit yang dapat menghambat pertumbuhan tungau Sarcoptes scabiei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kemangi  (Ocimum sanctum) terhadap diameter keropeng yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabies. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental dengan rancangan percobaan RAL ( Rancangan Acak Lengkap). Perlakuan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu, kontrol negatif (NaCMC 0.5 %), kontrol positif (sufladex), dan ekstrak daun kemangi 100%.  Pemberian perlakuan dan pengamatan dilakukan selama 9 hari. Data yang diperoleh berupa diameter keropeng dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan didapatkan hasil terdapat perbedaan diameter  keropeng (P> 0,000). Kemudian dilanjutkan dengan uji Fisher LSD (Least Significance Different). Hasil menunjukkan ekstrak daun kemangi memiliki diameter keropeng yang paling rendah.
PERBANDINGAN POLA SENSITIVITAS BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIK ANTARA RUANG ICU DAN NON ICU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG PERIODE JANUARI-MARET TAHUN 2019 Hidayat Hidayat; Upik Febriani; Wirawan Anggotomo; M Agung Kurnia
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.313 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2444

Abstract

Penggunaan antibiotik yang irasional dapat menyebabkan timbulnya resisten di Rumah sakit terutama di unit perawatan intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perbandingan pola sensitivitas bakteri terhadap antibiotik antara ruang ICU dan non ICU di RSUD Dr H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode penelitian ini deskriptif analitik menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel pada penelitian ini 284 dibagian mikrobiologi laboratorium Patologi klinik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Uji statistik univariat. Hasil Pola kuman berdasarkan kultur pada  periode bulan januari- maret 2019 yaitu di ruang non ICU Enterobacter sp yaitu 51 sampel dan Klebsiella pneumoniae yaitu 9 sampel. Di ruang ICU adalah Enterobacter cloacea yaitu 68 sampel, Klebsiella sp yaitu 34 sampel, Proteus mirabilis yaitu 16 sampel, dan Escherichia coli yaitu 15 sampel. Kesimpulan Pola kuman terbanyak di ruang ICU adalah Enterobacter cloacea sensitivitas tertinggi terhadap amikacin sedangkan ruang non ICU adalah Enterobacter sp sensitivitas tertinggi terhadap antibiotik netilmycin.
GAMBARAN TINGKAT PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH YANG MENGGUNAKAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DI TK DIAN CIPTA CENDIKIA (DCC) GLOBAL SCHOOL KECAMATAN TANJUNG KARANG BARAT BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Festy Ladyani Mustofa; Supriyati Supriyati; Jimbris Kristianto Mombilia
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.166 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2460

Abstract

Stimulasi permainan untuk tumbuh kembang anak sejak dini sangat membantu, dengan pengetahuan orang tua yang baik, maka kebutuhan tumbuh kembang anak akan tercukupi. Berdasarkan laporan dari Departemen Kesehatan Repoblik Indonesia cakupan pelayanan kesehatan balita dalam deteksi tumbuh kembang balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang anak di Indonesia sebanyak 45,7%. Tujuan untuk Mengetahui Gambaran Tingkat Perkembangan Kognitif Pada Anak Usia Pra-Sekolah yang Menggunakan Alat Permainan Edukatif di Taman Kanak-Kanak (DCC) Global School Kecamatan Tanjung Karang Barat Bandar Lampung. Penelitian deskriptif dengan pendekatan pengamatan data dan observasi. Jenis data yang diperoleh yaitu data primer dan sekunder. Cara pengumpulan data melalui pengamatan data  hasil rapor TK B dan hasil tes CPM serta observasi penggunaan APE yang hasilnya akan dikategorisasikan. Penelitian ini dilakukan selama bulan November 2019 . Pada penelitian ini sampel yang diambil meliputi seluruh siswa TK B di TK DCC Global Bandar Lampung yang berjumlah enam siswa yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil menunjukkan bahwa APE biji-bijian untuk meronca, radio, boneka, dan balok terdapat enam siswa (100%) dapat menggunakan dengan baik. Diketahui perkembangan kognitif anak usia pra-sekolah dengan menggunakan tes CPM sehingga didapatkan hasil intelegensi setiap siswa. Dari hasil tes CPM menunjukan 5 siswa (83,3%) memiliki intelegensi diatas rata-rata (Kecerdasan Superior 1 siswa 16,6%, Kecerdasan diatas rata-rata 3 siswa 50%, Kecerdasan rata-rata 1 siswa (16,6%) sedangkan 1 siswa (16,6%) memiliki intelegensi kecerdasan lemah. Tingkat perkembangan kognitif pada anak usia pra-sekolah yang menggunakan alat permainan edukatif di Taman Kanak-Kanak Dian Cipta Cendekia (DCC) Global School Bandar Lampung Tahun 2019 baik, namun terdapat 1 siswa yang kurang dalam perkembangan kognitifnya.
PERBANDINGAN POLA SENSITIVITAS BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIKANTARA RUANG ICU DAN NON ICU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG PERIODE APRIL – JUNI TAHUN 2019 Hidayat Hidayat; Zulhafis Mandala; Joan Willy Ansar; Iga Afifah Rahmadini
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.809 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2445

Abstract

Data menunjukkan provinsi Lampung tertinggi kedua menyimpan antibiotik tanpa resep yaitu 92% setelah Kalimantan Tengah (93,4%). Pertumbuhan bakteri paling banyak yaitu pada ruang ICU sebanyak 14,6%. Pasien-pasien yang dirawat di ICU yang mempunyai pertahanan tubuh yang rendah.Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perbandingan pola sensitivitas bakteri terhadap antibiotik di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan Retrospekif. Sampel sebanyak 244 catatan rekam medik di ruang ICU dan non ICU yang mendapat terapi antibiotik dan mempunyai hasil uji kepekaan periode April – Juni 2019, data diperoleh dari laboratorium Patologi Klinik RSUD Dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung. Uji statistik dengan uji univariat. Berdasarkan hasil kultur periode bulan April – Juni 2019 yaitu di ruang ICU terdapat sampel tertinggi bakteri Enterobacter cloacae 14 (20%) sampel sedangkan di ruang non ICU yaitu bakteri Enterobacter sp 46 (26%) sampel. Bakeri terbanyak di ruang ICU yaitu Enterobacter cloacae dengan tingkat kepekaan 100% terhadap antibiotik Amikacin sedangkan di ruang non ICU yaitu Enterobacter sp dengan tingkat kepekaan 100% terhadap antibiotik Sulbactam.
UJI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) DALAM BENTUK SALEP DAN SPRAY SEBAGAI SKABISIDA TUNGAU Sarcoptes scabiei Ayu Tiara Fitri; Mohammad Kanedi; Endah Setyaningrum; Gregorius Nugroho Susanto
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.477 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2543

Abstract

Penggunaan obat skabies (skabisida) umumnya terbuat dari senyawa kimia sintetik. Efek pemberian dari senyawa sintetik kimia adalah resistensinya tungau terhadap obat. Daun kemangi dapat menjadi alternatif skabisida karena memiliki kandungan minyak atsiri berbahan aktif eugenol, sineol dan flavanoid. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2019. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak daun kemangi sebagai skabisida dan untuk mengetahui sediaan ekstrak daun kemangi yang lebih efektif antara salep dan spray. Penelitian ini berjenis eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat kelompok perlakuan (kontrol+, kontrol-, salep ekstrak daun kemangi, spray ekstrak daun kemangi) dan enam ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan One Way (ANOVA) dan didapatkan hasil terdapat perbedaan lebar keropeng sangat bermakna pada antar perlakuan (p=0.000). Hasil penelitian dilanjutkan menggunakan Fisher LSD (Least Significant Different) pada taraf nyata 5%, didapatkan lebar keropeng terkecil pada sediaan salep ekstrak daun kemangi. Kesiimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun kemangi dapat digunakan sebagai skabisida dan sediaan bentuk salep lebih efektif dibandingkan bentuk spray.
HUBUNGAN ANTARAINDEKS MASSA TUBUHDENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN FKTP DIABETES MELITUS TIPE II DI DOKTER PRAKTIK MANDIRI K-HAKIKIYAHLAMPUNG TENGAH AGUSTUS 2019 Zulfian Zulfian; Firhat Esfandiari; Selvia Anggraeni; Ayu Selviani
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.909 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2452

Abstract

Berat badan berlebih adalah keadaan yang hampir mendekati obesitas, di mana seseorang dapat dinyatakan berat badan berlebih apabila orang tersebut memiliki IMT ≥ 23. Timbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh penderita berat badan berlebih atau obesitas dapat mengakibatkan resistensi insulin yang berpengaruh terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus. Tanpa adanya penurunan berat badan dan modifikasi gaya hidup, orang dengan sindrom metabolik memiliki resiko bermakna untuk menjadi diabetes melitus tipe 2 sehingga perlu dilakukan pencegahan serta pengendalian untuk tidak memperburuk kondisi pasien tersebut.untuk mengetahui Apakah terdapat hubungan antaraIndeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar Trigliserida  pada pasien FKTP Diabetes Mellitus tipe II di Dokter Praktik Mandiri K.Hakikiyah Lampung Tengah Agustus Tahun 2019.Jenis penelitian ini menggunakan metode Analitik-observastional dengan pendekatan cross-sectional, yaitu cara dan pengambilan data dilakukan sekaligus tanpa pemberian perlakuan tertentu terhadap objek penelitian,Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Melitus tipe II di Dokter Praktik Mandiri K.Hakikiyah Lampung Tengah Agustus Tahun 2019.Tehnik Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Kuota total sampling, keseluruhan populasi menjadi sampel yang berjumlah 59 orang.Analisa data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Distribusi frekuensi Indeks Massa Tubuh IMT terbanyak yaitu kategoriberlebih sebanyak 30 orang (53,6 %). Distribusi frekuensi kadar Trigliserida terbanyak yaitu kategori normal sebanyak 22 orang (39,3%). Di ketahui ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) antara kadar Trigliserida  pada pasien FKTP diabetes melitus tipe II di dokter praktik mandiri K-Hakikiyah Lampung Tengah Agustus tahun 2019 dengan nilai p-value = 0,019.Ada hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) antara kadar Trigliserida pada pasien FKTP diabetes melitus tipe II di dokter praktik mandiri K-Hakikiyah Lampung Tengah Agustus 2019.
KEBERHASILAN PEMERANGKAPAN TIKUS (Rattus exulans) DENGAN JENIS UMPAN BERBEDA DI KEBUN RAYA LIWA LAMPUNG BARAT Destika Putri Gumay; Mohammad Kanedi; Endah Setyaningrum; Hendri Busman
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.045 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2551

Abstract

Tikus merupakan hewan liar yang mampu beradaptasi dengan kehidupan manusia. Tikus juga menjadi hama penting dalam kehidupan manusia, baik dalam bidang pertanian, perkebunan, permukiman, dan kesehatan. Tikus digolongkan ke dalam Ordo Rodentia dan Famili Muridae.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pemerangkapan tikus menggunakan empat jenis umpan yang berbeda berupa kelapa bakar, ikan asin, tulang ayam dan ubi jalar dengan meggunakan perangkap hidup tunggal (single live trap). Penelitian ini dilakukan di Kebun Raya Liwa Lampung Barat pada tanggal 17-26 Oktober 2019. Total perangkap yang digunakan adalah 8 perangkap dalam sekali pemasangan dengan total 10 kali pemasangan perangkap. Pengamatan yang dilakukan adalah jumlah tikus terperangkap, jenis tikus yang terperangkap, jenis kelamin dan ukuran tikus, serta umpan yang paling banyak menarik tikus sehingga terperangkap. Hasil penelitian ini adalah keberhasilan pemerangkapan (KP) tikus dengan jenis umpan yang berbeda. Tikus lebih menyukai umpan kelapa bakar dengan keberhasilan pemerangkapan paling tinggi yaitu 87,5 %. Spesies  yang terperangkap adalah (Rattus exulans) tikus ladang, (Suncus murinus) cecurut rumah dan (Hylomys suillus) cecurut babi. Tikus dengan jenis kelamin betina lebih banyak didapat (8 ekor) dibandingkan tikus jantan (3 ekor). Tikus dengan ukuran <70 gr lebih banyak didapat (8 ekor) dibandingkan dengan ukuran >70 gr (3 ekor).
POTENSI EKSTRAK RUMPUT LAUT HIJAU (Bryopsis pennata) SEBAGAI LARVASIDA DALAM MENEKAN ANGKA KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Marhamah Marhamah; Ismalia Husna
Jurnal Medika Malahayati Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.243 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v4i1.2665

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu vektor yang dapat menularkan berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Pada umumnya penatalaksanaan pasien DBD di rumah sakit bersifat suportif dan simptomatis, karena itu pengendalian biologi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menurunkan angka penyebaran kasus DBD, salah satunya dengan pemanfaatan ekstrak rumput laut hijau (Bryopsis pennata). Ekstrak rumput laut hijau dapat digunakan untuk membunuh larva Aedes aegypti melalui perusakan morfologi, perubahan histologi di bagian midgut larva, dan mengganggu kerja organ larva karena memiliki senyawa kimia seperti alkaloid, saponin, dan steroid yang merupakan racun pernapasan dan racun perut terhadap larva Aedes aegypti. Sehingga B. pennata dapat dikembangkan sebagai larvasida untuk mematikan larva Aedes aegypti dan penyakit DBD dapat diberantas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID PADA ANAK DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 Tessa Sjahriani
Jurnal Medika Malahayati Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.595 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v2i1.1956

Abstract

Tingginya kasus demam tifoid tidak terlepas dari faktor risiko yang merupakan predisposisi terjadinya demam tifoiddiantaranya kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, perilaku jajan anak, dan pengetahuan ibu.Untuk mengetahuianalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak di RSUD dr. H. Abdul Moeloek ProvinsiLampung tahun 2015.Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik, Rancangan penelitian inimenggunakan pendekatan case control. sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 (30 kasus dan 30 kontrol). Sampeldiambil mengunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan uji Chi Square.Data didapatkan dari 60 responden12 (20%) responden yang memiliki kebersihan kuku tidak baik dan 48 (80%) responden yang memiliki kebersihan kuku baik,nilai p 0.010 ≤0.05, terdapat hubungan yang bermakna antara kebersihan kuku dengan kejadian demam tifoid, 39 (65%)responden yang memiliki kebiasaan mencuci tangan tidak baik dan 21 (35%) responden yang memiliki kebiasaan mencucitangan baik nilai p 0.015 ≤ 0.05, terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadiandemam tifoid, 33 (55%) responden yang memiliki perilaku jajan kurang baik dan 27 (45%) responden yang memiliki perilakujajan baik nilai p 0.001 ≤0.05, terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku jajan dengan kejadian demam tifoid, 25(41,7%) responden yang memiliki pengetahuan ibu kurang baik dan 35 (58,3%) responden yang memiliki pengetahuan ibubaik nilai p 0.000 ≤0.05, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian demamtifoid.Dapat disimpulkan bahwa kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, perilaku jajan, dan pengetahuan ibu terdapathubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2015.

Page 11 of 48 | Total Record : 476