cover
Contact Name
Ade Indra Saputra
Contact Email
admin@literasikitaindonesia.com
Phone
+6285227281672
Journal Mail Official
admin@literasikitaindonesia.com
Editorial Address
-
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Literasiologi
ISSN : 27455440     EISSN : 26563320     DOI : https://doi.org/10.47783/literasiologi
Core Subject : Education, Social,
Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGINTEGRASIAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Henrawansyah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i1.270

Abstract

Integration according to Sanusi is a unified whole, not divided and scattered. Integration includes the needs or completeness of the members who form a unit with a close, harmonious and intimate relationship between the members of the unit. Whereas what is meant by value education integration is the process of integrating certain values into another concept so that it becomes a coherent and inseparable whole or the process of assimilation to become a unified whole and unified. In the world of education, the term integration is usually associated with a movement for democratic education that focuses on actual issues as the core curriculum. Integration learning centers on organizing important issues in the school curriculum with the wider world. This integration will connect problems with one another, so that a unity of knowledge is built. A knowledge that represents the parts to the whole (part whole relationships)
Pemahaman Nilai – Nilai Moderasi Beragama dan Kebangsaan Melalui Kegiatan Diklat Kementerian Agama RI dalam Muwujudkan ASN Moderat Studi di Balai Diklat Keagamaan BDK Palembang Sumarto Sumarto; Emmi Kholilah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i1.271

Abstract

Menjadi ASN adalah pengabdian kepada Negara. Menjadi ASN bukan di layani tetapi melayani masyarakat dalam konteks ini adalah melayani mahasiswa yang sudah menjadi tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang berkarakter dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara. Tidak hanya melayani mahasiswa terlalu sedikit, tetapi melayani masyarakat dengan memberikan pengetahuan, pengalaman dan mampu menjadi problem solver. Mewujudkan ASN Moderat bisa melalui kegiatan Pelatihan Moderasi Beragama dan Nasionalisme/Kerukunan Umat Beragama bagi ASN Angkatan III Kementerian Agama RI Tahun 2021 se - Provinsi Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu. Mengapa harus bersikap moderat? Pertanyaan yang mendasar bagi kita semua tidak hanya ASN. Menyikapi gesekan sosial yang terjadi belakangan hari ini dan bahkan terjadi banyak konflik yang dikarenakan isu Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat. Pentingnya Internalisasi dari nilai nilai Moderasi yaitu Komitmen Kebangsaan, Anti Kekerasan dan Radikalisme, Toleransi dan Akomodatif atau ramah terhadap Budaya lokal.
UPAYA MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI DI KALANGAN MAHASISWA Jalaludin Jalaludin
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i1.272

Abstract

Sebutan “kutu buku” seolah-olah kebiasaan membaca sebagai hal yang aneh. Bahkan di kalangan mahasiswa, anak yang rajin membaca justru diolok-olok dan dipandang sebagai mahasiswa yang kurang gaul. Persepsi inilah yang sesungguhnya telah berakibat buruk terhadap sistem pendidikan di tanah air yang menjurus kepada rendahnya budaya literasi, tidak terkecuali di kalangan mahasiswa dan umumnya masyarakat Indonesia. Beberapa hal yang menjadikan rendahnya budaya literasi di Indonesia antara lain, tingkat pendidikan masyarakat, malas membaca, minimnya akses dalam membaca. Ini disebabkan sedikitnya perpustakaan, harga buku yang cenderung tak terjangkau oleh daya beli masyarakat dan pemamfaatan teknologi yang tidak tepat, sehingga hanya sedikit yang mampu menuliskan pengetahuan yang diperoleh dari membaca.
Esensi Ibadah dan Pengamalannya Perspektif Hukum Islam Maryani yani
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i1.273

Abstract

Konsep Ibadah menurut Abdul Wahab adalah konsep tentang seluruh perbuatan lahiriah maupun batiniah, jasmani dan rohani dicintai dan diridai Allah SWT. Ibadah juga diartikan sebagai hubungan manusia dengan yang diyakini kebesaran dan kekuasannya. Jika yang diyakini kebesarannya adalah Allah, artinya menghambakan diri kepada Allah, sedangkan jika yang dimaksud maha besar itu setan, Ibadahnya kepada setan. Dengan demikian, dilihat dari tujuan penghambaannya, Ibadah itu dibagi dua, yakni Ibadah kepada Allah dan Ibadah kepada setan. Apa sebenarnya makna Ibadah? Kata ibadah menurut bahasa artinya taat (bahasa arab, tha’at). Taat artinya patuh, tunduk dengan setunduk-tunduknya, artinya mengikuti semua perintah dan menjauhi semua larangan yang dikehendaki oleh Allah SWT. Karena makna asal Ibadah itu menghamba, dapat pula diartikan sebagai bentuk perbuatan yang menghambakan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
TEKNOLOGI DAN INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MASA PANDEMI COVID-19 Muhammad Amin
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i2.274

Abstract

Inovasi pembelajaran pendidikan agama Islam sangat perlu dilakukan. Salah satunya adalah pembelajaran berbasis ICT sebagai alternatif baru dalam proses pembelajaran PAI sehingga problematika dapat dipecahkan serta tujuan yang diinginkan dapat terealisasikan. Namun bentuk penerapan dari pendidikan agama Islam berbasis ICT inilah yang akan dikaji serta didesain sesuai kebutuhan peserta didik. Pembelajaran PAI berbasis ICT disini maksudnya adalah proses pembelajaran agama Islam yang berusaha memecahkan masalah pendidikan dengan mendayagunakan segala sumber yang ada seefektif mungkin. Namun lebih ditekankan kepada pendayagunaan ICT khususnya internet sebagai media pembelajaran pendidikan agama Islam dalam bentuk e-learning. Pendidikan di masa mendatang akan menjadi milik mereka yang dapat memanfaatkan teknologi (pendidikan dan penagajaran/instruksional). Pemanfaatan teknologi pendidikan perlu dalam rangka kegiatan belajar mengajar. Karena dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional, sebagaimana dituntut oleh teknologi pendidikan, tujuan pendidikan yang efektif dan efisien akan tercapai. Akan tetapi, dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi di masa globalisasi yang digunakan untuk meningkatkan efektifitas serta efisiensi dalam pendidikan, juga memberikan dampak atau akibat kepada dunia sosial budaya masyarakat, diantaranya: mengecilnya ruang dan waktu sehingga menyebabkan hampir tidak ada kelompok orang atau bagian dunia yang hidup dalam isolasi. Perbedaan sosial yang berlaku dalam masyarakat tidak ada artinya dalam internet. Batasan Negara tidak lagi menjadi batas informasi.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SECARA DARING: SISWA MTSN 1 TANJUNG JABUNG TIMUR DI NIPAH PANJANG Nurjanah Nurjanah
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i2.275

Abstract

Sejak pandemic Covid-19 melanda Indonesia dan dinyatakan sebagai bencana nasional, pemerintah menuntut seluruh lembaga pendidikan harus melaksanakan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) atau kita kenal dengan pembelajaran online, termasuk program studi Bahasa Arab, Madrasah Tsanawiyah Negeri Tanjung Jabung Timur di Nipah Panjang . Dalam pelaksanaannya, pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Negeri Tanjung Jabung Timur di Nipah Panjang seringkali dihadapkan dengan berbagai problematika atau masalah. Peneliti merasa problema yang muncul selama pembelajaran daring sangat menarik untuk diteliti, khususnya terkait problematika yang dihadapi oleh para mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Responden penelitian ini berasal dari Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Tanjung Jabung Timur di Nipah Panjang. Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja problematika yang dihadapi selama proses belajar bahasa Arab yang dilakukan secara online. Dari data yang didapatkan peneliti mengolah dan melaporkannya dalam bentuk deskriptif kualitatif. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini didapatkan data bahwa kendala yang paling sering dihadapi oleh siswa adalah masalah jaringan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan, disamping beberapa kendala lainnya yaitu masalah Jaringan atau signal lemah.
PROBLEMATIKA DALAM KEHIDUPAN GENERSI MUDA (PESERTA DIDIK) MELALUI PENDEKATAN PAI Karidawati
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i2.276

Abstract

Problema-problema yang timbul atau berasal dari dalam keluarga jika diatasi sedini mungkin, akan terus berlanjut menjadi problema dalam pendidikan. Problema dalam pendidikan itu sangat beragam, hal ini disebabkan adanya keinginan-keinginan yang berada antara remaja dan orang tua. Kesulitan untuk mendapatkan sekolah yang sesuai dengan keinginannya, biaya sekolah yang terlalu tinggi dan tidak terjangkau oleh orang tuanya. Benturan-benturan tersebut akan berakibat fatal bagi generasi muda (pserta didik), sebab pada dasarnya mereka ingin menyaipkan suatu masa depan akan tetapi sarana tidak memungkinkan atau tidak cocok dengan keinginannya. Salah satu sarana untuk mempersiapkan masa depannya adalah sekoah. Sekolah merupakan salah satu mata rantai untuk menghadapi beban tanggung jawab dalam masyarakat, di samping pendidikan non formal lainnya.
UPAYA ORANG TUA DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI MTs NURUL HUDA KELURAHAN TELUK MAJELIS KECAMATAN KUALA JAMBI . Qamariyah Qamariyah
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i2.277

Abstract

Lingkungan keluarga paling utama dan pertama orang yang bertanggung jawab atas upaya mengatasi kenakalan remaja itu sendiri karena masa remaja adalah masa yang sedang mencari jati dirinya apakah remaja akan mengalami kebingungan dan tidak jarang remaja sangat mudah terpengaruh dengan hal-hal baru dan tidak jarang akan menjadi panutan atau idolanya tanpa berfikir panjang apakah itu benar atau salah, hal ini juga bisa menimbulkan kenakalan remaja. Bila kenakalan remaja menimpa suatu keluarga maka upaya orang tua dalam mengatasi kenakalan remaja perlu mengadakan suatu pembinaan melalui ajaran-ajaran agama Islam yang bertujuan agar mereka menjadi remaja generasi yang baik, yang Shaleh atau Shalehah, beriman, berilmu dan bertakwa, untuk membina remaja itu bisa dilakukan melalui berbagai pendekatan seperti upaya-upaya yang dilakukan oleh orang tua sendiri.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Integrated Kepala Madrasah Dalam Kepimimpinan Situasional Terhadap Kinerja Guru Ambo Pera Afiral
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i2.278

Abstract

Salah satu fungsi utama dan pertama yang menjadi tanggung jawab kepala madrasah adalah membuat atau menyusun perencanaan yang merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap organisasi atau lembaga dan bagi setiap kegiatan baik perseorangan maupun kelompok. Karena tanpa perencanaan atau planning, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan mungkin juga kegagalan. Dalam penyusunan rencana guru dan pegawai madrasah lainnya hendaknya diikut sertakan, karena akan dapat membantu pemikiran dan ide-id e serta pemecahan maslah yang tidak dapat dipecahkan sendiri oleh kepala madrasah. Adanya bermacam-macam tugas dan pekerjaan yang dilaksanakan oleh banyak orang, memerlukan adanya koordinasi serta pengarahan yang baik dari pimpinan madrasah. Karena dengan adanya koordinasi serta pengarahan yang baik dan berkelanjutan dari kepala madrasah dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat antar personel madrasah dan kesimpang siuran dalam tindakan. Dengan kata lain, adanya pengorganisasian yang baik memungkinkan semua personel bekerja sama kearah satu tujuan yang telah ditetapkan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN TAJWID SISWA KELAS VIII.A DENGAN TEHNIK BBM BERMAIN,BERDISKUSI,DAN MELANTUNKAN PADA MASA PANDEMI DI SMP NEGERI 9 TANJUNG JABUNG TIMUR Siti Masitah
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i2.279

Abstract

Metode memiliki kedudukan yang sangat signifikan dalam mencapai tujuan pendidikan Islam, karenanya, penerapan metode yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Sebaliknya, kesalahan dalam menerapkan metode akan berakibat fatal. Dalam materi tajwid, hasil belajar siswa SMPN 9 Tanjung Jabung Timur tergolong rendah. Hal itu bisa dilihat dari hasil penilaian yang dilaksanakan oleh guru pada saat kelas VII yang menyatakan bahwa siswa yang mendapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal) lebih dari 50%.Berarti masih sangat jauh pemahaman siswa tentang tajwid. Untuk mengatasi masalah ini dicoba mencari solusi untuk meningkatkan hasil belajar materi tajwid dengan menggunakan teknik “BBM” yaitu teknik pembelajaran yang menggunakan tiga tahapan proses yaitu Bermain, Berdiskusi dan Melantunkan. Proses pelaksanakan penelitian dilakukan selama dua siklus. Siklus 1 dan 2, masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Pertemuan 1 melakukan tahap ”Bermain” dan ”Beriskusi”, sedangkan pertemuan 2 melakukan tahap ”Melantunkan”. Teknik “BBM” terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa penguasaan konsep 20,46% dan penerapan 13,63%. 100% siswa menyatakan bahwa teknik “BBM” menyenangkan dan mampu membuat suasana kelas menjadi hidup dan menyenangkan sehingga siswa menjadi termotivasi Teknik ”BBM” juga membawa manfaat positif terhadap kemampuan siswa mengungkapkan hasil pembelajaran melalui kata- kata dan berfikir kritis

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi More Issue