cover
Contact Name
Ade Indra Saputra
Contact Email
admin@literasikitaindonesia.com
Phone
+6285227281672
Journal Mail Official
admin@literasikitaindonesia.com
Editorial Address
-
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Literasiologi
ISSN : 27455440     EISSN : 26563320     DOI : https://doi.org/10.47783/literasiologi
Core Subject : Education, Social,
Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
FUNGSI DAN PERAN BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN ILMIAH Hasana Hasana
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i4.391

Abstract

Bahasa Indonesia dikenal sebagi bahasa aglutinatif. Artinya, kosakata dalam bahasa Indonesia dapat ditempeli dengan bentuk lain, yaitu imbuhan. Imbuhan mengubah bentuk dan makna bentuk dasar yang dilekati imbuhan itu .Karena sifat itulah, imbuhan memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan kata bahasa Indonesia. Dengan demikian, sudah selayaknyalah, sebagai pemakainya kita memiliki pengetahuan mengenai ini. Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah karena bahas merupakan sarana komunikasi ilmiah pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sulit bagi seorang ilmuan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain. Dengan bahasa selaku alat komunikasi, kita bukan saja menyampaikan informasi tetapi juga argumentasi, dimana kejelasan kosakata dan logika tata bahasa merupakan persyaratan utama yaitu Bahasa Indonesia Ragam Baku.
TANTANGAN KELUARGA SAKINAH ERA GENERASI MILENIAL Muh Jamil
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i4.392

Abstract

Sebuah keluarga dapat mencapai sakinah tidaklah ditentukan oleh banyak sedikitnya harta benda. Hal ini ditandai dengan banyak keluarga yang memiliki kelebihan secara materi tetapi dalam kenyataannya, mereka tidak sakinah. Memiliki pasangan yang menawan bukan menjadi ukuran sakinah suatu keluarga, karena kecantikan atau ketampanan tidak abadi. Untuk itu, keluarga sakinah meliputi beberapa unsur yang harus terpenuhi, diantaranya adalah keharmonisan, religiusitas, bentuk ketaatan kepada Allah dan kelestarian perkawinannya. Di perkembangan teknologi ini, membina keluarga sakinah itu lebih sulit dibandingkan masa sebelumnya, karena adanya tuntutan kehidupan yang semakin meningkat. Era sebelumnya telah meninggalkan persoalan wanita karier yang belum terpecahkan dalam lingkungan rumah tangga. Banyak kasus penceraian disebabkan persoalan karier ibu rumah tangga. Predikat “sakinah”adalah mahkota kehidupan berumah tangga. Predikat ini selalu dicita-citakan, diagendakan, dan diperjuangkan oleh semua umat Islam. Dalam keluarga sakinah terdapat unsur adanya keharmonisan antar anggota rumah tangga, di dukung ketaatan beragama, baik suami atau istri taat pada Allah. Panjangnya usia pernikahan menentukan tingkat kesakinahan. Adanya kehormatan dan sumber daya manusia yang berkualitas.
PERAN BAHASA ARAB DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN PERADABAN ISLAM Nurjana Nurjana
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i4.393

Abstract

Puncak kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah. Sejarah mencatat bahwa salah satu faktor penting keberhasilan pengembangan peradaban saat itu adalah karena berkembangnya gerakan penerjemahan (arabisasi) yang dimotori oleh elit penguasa, yaitu Harun al-Rasyid (786-809 M) dan Al-Makmun (786-833 M). Gerakan penerjemahan itu disosialisasikan dengan ditunjang oleh adanya pusat riset dan pendidikan seperti Bait al-Hikmah dan Dâr al Hikmah. Penerjemahan karya-karya asing tidak terbatas pada ilmu-ilmu dasar, filsafat Yunani, melainkan juga mencakup matematika, astronomi, isika, geometeri, optika, musik, dan kedokteran yang berasal dari bahasa Suryani, Persia dan India. umat Islam tidak hanya bertindak sebagai pengalih ilmu tetapi juga sebagai penyusun, pengembang, dan pembangun berbagai disiplin ilmu pengetahuan baru. Kesadaran umat Islam juga harus dibangkitkan, melalui berbagai lembaga pendidikan dan media massa bahwa belajar bahasa Arab itu tidak sekadar untuk memahami Islam, melainkan juga untuk memahami ilmu pengetahuan, yang kini sudah mulai banyak ditulis dalam bahasa Arab. Diperlukan juga upaya standarisasi kemampuan bahasa Arab bagi calon mahasiswa maupun calon lulusan Perguruan Tinggi (misalnya dengan TOAFL), sehingga mereka memiliki standar kompetensi dalam berbahasa Arab. Penciptaan lingkungan berbahasa Arab (dengan keteladanan dosen dalam berbahasa Arab sebagai bahasa akademik/ perkuliahan) penting digalakkan. Para dosen juga perlu membiasakan menulis karya ilmiah dalam bahasa Arab, sehingga dikenal oleh dunia luar, khususnya dunia Arab. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang canggih, khususnya dalam bidang teknologi dan multimedia pendidikan bahasa Arab juga perlu dipikirkan bersama.
STRATEGI GURU SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN METODE PAIKEMI PEMBELAJARAN SKI Sumarni Sumarni
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i4.394

Abstract

Guru sebagai perancang pengajaran perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun desain pengajaran. Desain pengajaran merupakan alat yang dapat membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran secara efektif. Pengetahuan guru tentang cara menyusun desain pengajaran tidak secara otomatis dapat menjamin guru menjadi terampil dalam menyusun desain pelajaran. Hal demikian memerlukan latihan dan kerja sama guru dengan guru lain (terutama mengajar mata pelajaran yang sama). Dengan mengkomunikasikan desain pengajaran yang dibuat kepada guru yang lain, diharapkan guru tersebut akan memberikan umpan balik tentang desain pengajaran itu. Umpan balik itu dapat digunakan untuk menyempurnakan desain pengajaran berikutnya. Melalui Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan dan Islami. PAIKEMI dimaksudkan sebagai suatu sistem pembelajaran yang diterapkan di sekolah untuk menciptakan suasana pembelajaran lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan serta adanya nuansa Islami dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa dapat belajar dengan baik dan tujuan pembelajaran bisa tercapai.
MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU Supangat Supangat
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i4.395

Abstract

Keberhasilan dalam dunia pendidikan dapat diukur dari berbagai aspek. Mulai dari kualitas murid, kualitas pendidik, suasana lingkungan madrasah, sampai system administrasi madrasah. Akan tetapi, factor utama yang paling mempengaruhi dinamika pendidikan dimadrasah adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas berjalannya miliu pendidikan, dalam hal ini adalah kepala Madrasah. Kepala madrasah adalah seorang manajer yang mengatur semua kegiatan pendidikan di madrasah tersebut. Mulai dari kegiatan akademik, kegiatan non academik, bahkan sampai bimbingan profesionalisme tenaga pendidik. Profesionalisme seorang guru dalam mengajar memang tidak hanya bergantung pada kepala sekolah saja, namun peran kepala madrasah dalam membimbing profesionalisme guru tidak bisa dianggap remeh. Kepala madrasah selaku pimpinan harius bertanggung jawab terhadap profesionalitas guru supaya kegiatan belajar mengajar di madrasah dapat berjalan dengan lancar. Tulisan ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan penulis untung mengamati peranan manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalitas guru di MTsN 2 Tanjung Jabung Timur. Tulisan ini diharapkan dapat membentu memahami kinerja manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui profesionalitas guru.
PENGAWAS SEBAGAI GARDA TERDEPAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (KINERJA GURU DAN PROBLEMATIKA MUTU PAI) Syamsul Arif
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i4.396

Abstract

Pendidikan yang berkualitas merupakan salah satu tujuan pembelajaran di Indonesia. Tidak akan terwujud pendidikan yang berkualitas apabila faktor-faktor pendukungnya tidak berjalan sesuai dengan fungsinya. Guru sebagai pendidik memiliki peran sentral dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas ini. Namung beberapa kendala muncul menyebabkan kurang optimalnya kinerja guru. Tidak hanya pendidikan umum, pendidikan agama Islam pun mendapat sorotan mengenai mutu pendidikan yang masih kurang serta problematika yang dihadapinya. Penelitian bertujuan untuk meneliti tentang kinerja guru pendidikan agama Islam serta problematika mutu pendidikan agama Islam yang muncul hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metode literature riview atau tinjauan pustaka. Sumber data diperoleh dari berbagai referensi buku dan jurnal ilmiah. Kemudian data dihimpun dan dianalisis secara mendalam. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa kinerja guru PAI masih kurang optimal hal ini terjadi karena kurangnya disiplin guru dalam ketepatan waktu dan mematuhi aturan sekolah, serta kurangnya guru menguasai kemampuan perencanaan perangkat pembelajaran. Selanjutnya problematika mutu pendidikan agama Islam muncul berdasarkan beberapa faktor baik pendidik, peserta didik, kurikulum, manajemen dan sarana dan prasarana.
DALAM MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PERLU STRATEGI TEPATGUNA Nurzila Nurzila
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i4.397

Abstract

Diperlukan sikap arif bijaksana untuk menyeleksi informasi yang terverifikasi agar pelaksanaan Kurikulum Merdeka tetap mampu menerjadikan proses belajar pada anak. Apa pun Kurikulumnya, wajib menerjadikan proses belajar pada siswa sebagai pembelajar bersama guru yang juga belajar. Oleh karena itu, langkah yang dapat dilakukan guru di sekolah adalah selalu berkolaborasi memanfaatkan 6 strategi IKM. Dengan berkolaborasi, semangat saling memberi dan menerima dapat dilakukan secara bersama sehingga meminimalkan terjadinya misinformasi dan miskonsepsi”, memanfaatkan flatform Merdeka Mengajar sebagai pendekatan High-tech yang dapat membantu guru dalam mendapatkkan referensi, inspirasi, pemahaman serta pelatihan secara mandiri untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Jangan lagi menunggu akan ada Bimtek untuk melaksanakan IKM. Manfaatkan seoptimal mungkin flatform yang tersedia secara cerdas dan berdudaya”, serta menambahkan agar guru selalu terus belajar, mengajar, dan berkarya untuk kemajuan anak bangsa menuju generasi emas 2045.
ANALISIS KURIKULUM PAI SMA/SMK/MA KELAS XII Sipuan Sipuan; Rahman Umar; Rohimin Rohimin; Hery Noer Hery Noer; Alfauzan Amin
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i3.398

Abstract

Banyak orang awam yang beranggapan bahwa istilah pendidikan hanyalah sebuahkata yang mereprensentasikan kegiatan mendidik anak di sekolah agar menjadi lebih pandaidan kelak ia dapat menjadi anak yang sukses di masa depan atau mendapat pekerjaan yang diinginkan. Namun, anggapan tersebut ternyata belum cukup mewakili makna dantujuan pendidikan yang sebenarnya, seperti yang telah dirumuskan dalam Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 1. Kurikulum adalah suatukajian terhadap kompetensi, materi, evaluasi serta perencanaan pembelajarn yang dapat dijadikan pedoman bagi guru di sekolah. Kurikulu mwajib adanya pada setiap mata pelajaran termasuk di dalamnya mata pelajaran pendidikan agama Islam. Adapun Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan seluruh bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, dan urutan isi serta proses pendidikan Menurut pendapat Ahmad Tafsir memberikan pengertian bahwa Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Bila disingkat, pendidikan agama Islam adalah bimbingan terhadap seseorang agar menjadi muslim semaksimal mungkin. Dalam kurikulum PAI mendapatkan tambahan kalimat sehingga Menjadi Pendidikan Agama Islam. Sehingga dapat diartikan sebagai pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama Islam, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jenjang pendidikan. Perubahan atau pengembangan kurikulum menunjukkan bahwa sistem pendidikan itu dinamis, jika system pendidikan tidak ingin terjebak dalam stagnasi, semangat perubahan perlu terus dilakukan dan merupakan suatu keniscayaan. Kita berharap, perubahan dan pengembangan kurikulum 2013 tak hanya merampingkan mata pelajaran semata, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan perubahan dan perkembangan zaman. Pengembangan kurikulum merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. Disamping kurikulum, terdapat sejumlah factor diantaranya: lama siswa bersekolah, lama siswa tinggal disekolah, pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi, buku pegangan dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksasn pendidikan.
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SOSIAL GURU SMP MUARA BATANG EMPU Murniyanto Murniyanto
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i3.399

Abstract

Karakteristik guru yang memiliki kompetensi sosial adalah berkomunikasi secara santun dan bergaul secara efektif. Kompetensi sosial mengharuskan guru memiliki kemampuan komunikasi dengan siswa. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi sosial guru di SMP Muara Batang Empu. Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun jenis pendekatan penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data. Hasil penelitian Manajemen Kepala Sekolah Kompetensi Sosial Guru SMP Muara Batang Empu, yaitu dengan mendengarkan ide / saran dari para guru, Sosialisasi, mengemukakan keinginan dan menjelaskan keinginan, memberikan masukan dan berusaha memecahkan masalah guru, Membagi tugas secara bersama, memberikan teladan, bertindak sesuai dengan kemampuan guru, memberikan perhatian yang lebih terhadap yang rajin, dan Mengikuti pelatihan berkaitan dengan kompetensi sosial guru. Secara keseluruhan dan umum kinerja guru yang menjadi kendala adalah cara mengajar guru kurang disukai/bahkan tidak disukai, bimbingan dan penyuluhan dari guru kurang maksimal, penguasaan guru akan ilmu yang harus disampaikan kurang, cara penyampaian materi yang monoton dan kurang variatif, kurangnya pemahaman guru tentang psikologi anak, perhatian guru tentang latar belakang dan kebutuhan anak kurang, kurang adanya konsep perencanaan yang baik dalam penyusunan program-program untuk memajukan lembaga yang ditanganinya, kepribadian guru yang kurang matang, dan minimnya kreatifitas dan inovasi untuk mengatasi berbagai hambatan yang terjadi dalam lembaga.
MODEL SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI DI MTS KABUPATEN KEPAHIANG Putri Handayani; Sutarto Sutarto; Rini Rini
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i3.400

Abstract

Dalam dunia pendidikan dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia guna memperbaiki mutu pendidikan, pemerintah sudah berusaha memperbaiki kurikulum, peningkatan kualitas guru, memberikan sarana dan prasarana, menyejahterakan guru, perbaikan organisasi, perbaikan manajemen, pengawasan serta perundang-undangan. Tujuannya agar dilihat kinerja yang lebih baik dan mampu menciptakan pendidikan bermutu. Oleh karna itu guru harus memperoleh pengawasan dalam bentuk pembinaan profesional yang dilakukan secara kontinu.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi More Issue