cover
Contact Name
Ade Indra Saputra
Contact Email
admin@literasikitaindonesia.com
Phone
+6285227281672
Journal Mail Official
admin@literasikitaindonesia.com
Editorial Address
-
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Literasiologi
ISSN : 27455440     EISSN : 26563320     DOI : https://doi.org/10.47783/literasiologi
Core Subject : Education, Social,
Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PAI PADA MASA NEW NORMAL DI SEKOLAH DASAR NEGERI 05 BERMANI ILIR KECAMATAN BERMANI ILIR KABUPATEN KEPAHIANG Doli Mukhti Siregar; Fakhruddin Fakhruddin; Hartini Hartini
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i3.401

Abstract

Terbatasnya sarana dan prasarana,kondisi strata sosial peserta didik yang berbeda, tidak mempunyai paket data,tidak bisa mengakses aplikasi belajar daring, dan SDM orang tua yang bervariasi,serta adanya kesibukan orang tua. Walaupun demikian seorang guru harus mempunyai strategi, agar pembelajaran daring dapat terlaksana dengan baik,maka ada beberapa strategi yang dilakukan seperti adanya kebijakan membagikan paket data, mengunjungi peserta didik atau sebaliknya, merampingkan silabus, membuat grup pembelajaran,seperti whatsapp, Google Meet, Claasroom, Zoom dan lain-lain. Serta adanya kerja sama yang baik antara orang tua dan guru Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan pedagogis. Analisa data dalam penelitian kualitatif secara umum dimulai sejak pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didaptkan yaitu Strategi pembelajaran yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 05 Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang adalah Strategi pembelajaran ekspositori, strategi pembelajaran inkuiri, strategi pembelajaran kontekstual, dan strategi pembelajaran komperatif, adapun model pembelajaran adalah model Self organized learning environments (sole) dan Project Based Learning. Dalam pembelajaran daring menggunakan aplikasi zoom, google meet, claasroom, dan whatsapp dengan metode ceramah dan demonstrasi, Faktor pendukung dan penghambat melalui daring yaitu; a. Faktor pendukungnya adalah manajemen sekolah yang tergolong baik dan SDM yang ada, b. Faktor penghambat pembelajaran pendidikan Agama Islam melalui daring pada saat masa New Normal adalah sarana dan prasarana yang kurang memadai, selain itu keterlambatan distribusi paket data, dan geografis lingkugan peserta didik.
PENGARUH PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEGIATAN PRAKERIN TERHADAP KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XII DI SMK N 1 REJANG LEBONG Nikku Panduning Hutami; Ifnaldi Ifnaldi; Sumarto Sumarto
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i3.402

Abstract

Kompetensi kewirausahaan merupakan salah satu pencapaian yang dituntut ada dalam diri seorang siswa kelas XII SMK, karena didalam kurikulum pembelajarannya terdapat mata pelajaran mengenai kewirausahaan serta melalui kegiatan prakerin di kelas XI siswa dituntut untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan langsung di dunia industri. Namun pada kenyataannya kompetensi siswa kelas XII di SMK N 1 Rejang Lebong masih belum optimal, banyak faktor yang menjadi penyebabnya salah satunya adalah dari proses pembelajaran kewirausahaan itu sendiri di dalam kelas serta berjalannya kegiatan prakerin di dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) bagaimana pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII di SMK N 1 Rejang Lebong; 2) bagaimana pengaruh kegiatan prakerin terhadap kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII di SMK N 1 Rejang Lebong; 3) bagaimana pengaruh pembelajaran kewirausahaan dan kegiatan prakerin terhadap kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Rejang Lebong. Penulis menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan atau status fenomena. Responden adalah siswa kelas XII SMK Negeri 1 Rejang Lebong berjumlah 90 dari total populasi 359 siswa kelas XII SMK Negeri 1 Rejang Lebong dengan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode angket. Teknik analisis regresi berganda dan korelasi pearson adalah teknik yang digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian sebagai berikut : 1) Pembelajaran kewirausahaan berpengaruh terhadap kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Rejang Lebong, 2) Kegiatan prakerin berpengaruh positif terhadap kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Rejang Lebong, 3) Pembelajaran kewirausahaan dan kegiatan prakerin secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Rejang Lebong. 63,9 persen kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII SMK Negeri 1 Rejang Lebong dipengaruhi oleh variabel pembelajaran kewirausahaan dan kegiatan magang, sedangkan sisanya 36,1 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian. Keterampilan kewirausahaan siswa ditemukan lebih kuat dipengaruhi oleh variabel pembelajaran kewirausahaan daripada variabel aktivitas prakerin. Temuan ini dapat diamati pada hasil uji-t, di mana ada 5.046, dan 2.027 kegiatan prakerin.
PENGEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI STIMULASI NEURON OLEH GURU PAUD AL-JAMIAH UIN STS JAMBI Atiatul Husna
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i3.403

Abstract

Seorang guru anak usia dini harus benar-benar menyadari bahwa setiap anak mempunyai dunianya sendiri yang terbentuk dari lingkungan keluarga yang berbeda-beda. Perbedaan latar belakang lingkungan keluarga dalam membimbing dan membentuk jaringan-jaringan otak anak melahirkan potensi kemampuan konseptual dan perilaku berbahasa anak juga berbeda. Upaya yang dilakukan guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak yakni dengan (a) Menciptakan proses belajar yang berpusat pada anak (b) memberikan kebebasan berinteraksi dengan teman (c) Memberikan pertanyaan sederhana (d) Memberi kesempatan anak untuk bercerita (e) Guru menggunakan bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran (f) Guru memberikan hadiah/reward, penghargaan (g) Menciptakan permaian pesan bersambung (h) Guru menciptakan lagu (i) Guru mengharuskan anak untuk menerima sesuatu dengan tangan kanan dan mengucapkan terimakasih. Kemampuan berbahasa anak masih rendah hal tersebut terbukti dari belum tercapainya target ketercapaian bahasa seperti yang tergambarkan dalam permen 58 tahun 2009, hal itu mengindikasikan bahwa stimulasi yang dilakukan oleh guru belum optimal. Faktor pendukung bagi guru dalam menstimulasi neuron Anak adalah (a) Program pelatihan, program parenting dan program beasiswa bagi guru,(c) Adanya kerjasama dengan dinas kesehatan untuk pengecekan kesehatan anak. Faktor penghambat bagi guru dalam menstimulasi neuron adalah (a) Masih rendahnya pemahaman guru tentang stimulasi neuron , masih terbatasnya pelatihan bagi guru (b) pandangan orang tua masih berifat tradisional, orang tua masih beranggapan bahwa kecerdasan anak yang penting adalah sudah bisa membaca, menulis dan menghitung, serta anggapan bahwa sekolah yang penting dimulai saat SD (c) intervensi lingkungan sekolah,(d) pengaruh lingkungan
SEKOLAH TRANSFORMATIF PAYUNGI UNIVERSITY ANALISIS PERUBAHAN SOSIAL Sumarto Sumarto; Emmi Kholilah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i3.404

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti di Payungi Uiversity salah satu Rumah Pendidikan Non Formal da In Formal yang ada di Kota Metro Lampung. Rumah Pendidikan yang tidak memiliki proses administrasi atau manajemen seperti Lembaga Pendidikan Formal atau Pendidikan Tinggi. Tidak ada Ijazah dan tidak ada proses Perlengkapan Proses Pembelajaran yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). Proses pembelajaran yang dilakukan berdasarkan kepedulian dan kesadaran masyarakat sekitar untuk melakukan perubahan social yaitu perubahan hidup yang lebih baik dan sejahtera melalui pendidikan, agama, social, ekonomi dan pemerintahan. Karena prinsip dari pendidikan transformative adalah proses dari perubahan bukan berorientasi hasil dari perubahan, karena proses adalah hasil, bukan hasil adalah hasil, karena prinsip keberlanjutan dari peruubahan adalah proses itu sendiri. Keberadaan Payungi Uiversity di Kota Metro Lampung memberikan dampak yang luar biasa pada aspek pendidikan, social budaya dan ekonomi karena di Payungi University di ajarkan bagaimana bersikap mandiri secara ekonomi, bersikap peduli secara social, bersikap saling mendidikan secara pendidikan, karena pada hakikatnya setiap manusia adalah makhluk social yang harus saling membantu dan menghargai. Analisis yang digunakan penelitia dalam penelitian ini adalah Analisi Perubahan Sosial salah satu pendekatan dalam metodologi penelitian kualitatif.
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER PERCAYA DIRI ANAK USIA DINI H.M. Taufik Amrillah; Yosi Yulizah; Dini Widiyanti
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i3.405

Abstract

This study discusses the role of teachers in shaping self-confidence in early childhood. The teacher is the main role in shaping the character of each child, this shows the teacher must be able to carry out his main role as a guide, motivator, and inspiration. The purpose of this study was to identify and describe the teacher's role in shaping the self-confident character of early childhood. By using qualitative research methods using descriptive qualitative which is defined by describing, with this research is to describe a situation with words. This is very much in line with the problem being studied, because this study analyzes phenomena and facts regarding the role of teachers in shaping the self-confident character of early childhood. With the results of the research that has been analyzed, it is found that the teacher has become a teacher who acts as a guide, motivator, and inspiration during the learning process in the classroom.
Strategi Pengembangan Mutu Guru Dalam Meningkatkan Kinerja Guru PAI Nazpi Nazpi
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i1.422

Abstract

Kebutuhan akan guru yang berkualitas yang semakin tinggi saat ini harus disikapi secara positif oleh para pengelola pendidikan guru. Respon positif ini haruslah ditunjukkan dengan senantiasa meningkatkan mutu program pendidikan yang ditawarkannya. Perbaikan mutu pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi ini jelas akan membawa dampak positif bagi penciptaan guru yang berkualitas kelak di kemudian hari. Pembangunan guru yang berkualitas guna menunjang pembentukan pendidikan bermutu Bila melihat dunia pendidikan secara umum saat ini, dimana mutu pendidikan di Indonesia bisa dikatakan rendah. Namun bila kita telaah lebih jauh mengenai penyebab dari kurangnya mutu pendidikan adalah kurangnya kualitas guru dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru (kurang profesional) dan juga kurangnya penghargaan terhadap guru. Mewujudkan guru yang bermutu pada dasarnya adalah usaha untuk meningkatkan profesionalisme guru sepajang karirnya. Guru dapat mengembangkan pengetahuan professional sehingga diharapkan guru akan mampu membangun pengetahuannya secara mandiri. Akhirnya diharapkan guru di sekolah akan menjadi kaya dan beragam dengan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan.
Kompetensi Guru Dalam Pembelajaran PAI Era Milenial Bungatan Bungatan
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i1.423

Abstract

Dua dampak ini menjadi ciri khas kondisi zaman milenial. Posisi pendidikan agama kadang menempati posisi terakhir. Dengan perkataan lain, pendidikan agama mulai kehilangan identitasnya dari pikiran generasi muda. Jika generasi muda meninggalkan agamanya maka akan menjadi petaka yang mengerikan. Penyebab utama kerusakan moral para remaja adalah masalah-masalah pengangguran, pergaulan bebas, kerapuhan kepribadian, dan mental yang tak mampu memikul tanggung jawab. Penguasaan bahan pelajaran ini merupakan suatu keharusan bagi guru agama dan merupakan salah satu kompetensi guru agama. Dalam buku metodologi pengajaran agama Islam dinyatakan bahwa“Diantara kompetensi yang harus dimiliki oleh guru itu adalah penguasaan bidang studi yang diajarkankannya, Mampu Mengelola Program Belajar Mengajar Dalam rangka untuk mencapai tujuan instruksional yang dikehendaki, maka guru agama harus mempunyai kompetensi dalam mengelola proses belajar mengajar. Tanpa kompetensi seperti ini penulis lebih cenderung mengatakan guru agama tersebut mengalami kesulitan dalam membantu siswa untuk mencapai tujuan instruksionalnya. Oleh karenanya guru agama harus cerdas dan mempunyai fleksibilitas dalam mengelola program belajar mengajar dengan melihat siswa sebagai subyek anak didik, baik secara psikologis maupun intelektual.
Manajemen Kepala Madrasah; Studi Evaluatif Di Sekolah MAN 3 Kabupaten Bungo Haidir Haidir
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i1.424

Abstract

Berpijak dari latar belakang diatas pembahasan ini mengungkapkan dua permasalahan, yaitu pertama secara umum manajemen Madrasah Aliyah Negeri 3 Bungo sudah sesuai standar manajemen sekolah menengah pertama. Kedua, secara khusus manajemen Madrasah Aliyah Negeri 3 Bungo dengan standar kesiswaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana tentang manajemen kesiswaan yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 3 Bungo dalam rangka meningkatkan keaktipan siswa. Penelitian ini merupakan tindakan observasi pengamatan yang dilakukan selama tujuh kali observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan terhadap keaktifan siswa kurang berminat tetapi dengan model kekeluargaan dengan bersama-sama ada peningkatan terbukti kegiatan kesiswaan berjalan dengan baik. Subjek yang akan dilakukan berkaitan dengan kegiatan kesiswaan dalam memenuhi manajemen kesiswaan kemudian jenis penelitian menggunakan kuisioner serta wawancara. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan dari hasil analisa pengamatan, wawancara maupun dari hasil pemeriksaan dokumentasi kemudian dideskrifsikan untuk mendapat keadaan nyata tentang hasil penelitian dalam kegiataan kesiswaan.
Efektifitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Team Game Tournament Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pola Makanan Sehat, Bergizi Dan Seimbang Siswa Kelas VII-D MTs. Negeri 1 Kerinci Nazirwan S.Pd.I
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i1.425

Abstract

Dari pengalaman mengajar pada mata pelajaran Penjasorkes kelas VII D di MTsN 1 Kerinci ternyata masih banyak menemukan permasalahan, antara lain: 1) Hasil belajar mata pelajaran Penjasorkes sangat rendah, 2) siswa tidak memperhatikan guru saat menjelaskan materi pembelajaran, dan 3) guru dalam proses pembelajaran masih bersifat konvensional/ ceramah saja/ tidak menggunakan metode yang bervariasi. Berdasarkan hasil ulangan terdapat 13 Orang siswa mendapatkan nilai rata-rata dibawah standar dari nilai rata-rata yang telah ditetapkan sekolah yakni 60, serta Ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 23,53%. Standar minimum ketuntasan belajar penjasorkes Kelas VII C MTs Negeri 1 Kerinci belum mencapai standar minimum ketuntasan belajar yaitu ?73%. Berdasarkan hasil belajar setelah diberikan tindakan pada siklus 1 dan siklus 2 untuk ketuntasan belajar siswa pada siklus 1 secara klasikal sebesar 23,53% belum mengalami kenaikan masih tetap pada 23,53% dari setelah diterapkannya Model Pembelajaran tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar pada siklus 1 meningkat akan tetapi belum memenuhi standar minimum ketuntasan belajar yaitu ?73%. Berdasarkan hasil belajar setelah diberikan tindakan pada siklus 2 Ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 23,53% atau mengalami kenaikan sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar pada siklus 2 meningkat dibandingkan dengan siklus 1. Jadi, melalui Model Pembelajaran Kooperatif Team Game Tournament dapat meningkatkan hasil belajar materi pola makanan sehat, bergizi dan seimbang siswa Kelas VII D MTs Negeri 1 Kerinci.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Siswa Kelas IXE MTs. Negeri 1 Kerinci Melalui Metode Pembelajaran Index Card Matc Sukardi S.PdI
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i1.426

Abstract

Dari pengalaman mengajar pada mata pelajaran Penjasorkes masih banyak menemukan permasalahan, antara lain : (1) Hasil belajar mata pelajaran Penjasorkes sangat rendah; (2) siswa tidak memperhatikan guru saat menjelaskan materi pembelajaran; (3) guru dalam proses pembelajaran masih bersifat konvensional/ ceramah saja/ tidak menggunakan metode yang bervariasi. pemecahan masalah yang peneliti terapkan yaitu melaksanakan pembelajaran dengan mengunakan metode pembelajaran Index Card Match, Berdasarkan hasil ulangan siswa terdapat 13 Orang siswa mendapatkan nilai rata-rata dibawah standar dari nilai rata-rata yang telah ditetapkan sekolah yakni 60, serta Ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 23,53%. Hal ini menunjukkan bahwa belum mencapai standar minimum ketuntasan belajar yaitu ?73%, sehingga perlu adanya tindakan untuk mengatasi masalah tersebut di atas. Pada siklus 1 ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 23,53% belum mengalami kenaikan dan belum memenuhi standar minimum ketuntasan belajar, sehingga perlu adanya tindakan selanjutnya pada siklus 2. Pada siklus 2 mengalami kenaikan sebesar 100% dari setelah diterapkannya Metode Pembelajaran tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar pada siklus 2 meningkat dibandingkan dengan siklus 1 setelah Metode Pembelajaran tersebut diterapkan, sehingga dapat disimpulkan melalui Metode Pembelajaran Index Card Match dapat meningkatkan hasil belajar materi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) siswa Kelas IX E MTs Negeri 1 Kerinci.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi More Issue