cover
Contact Name
Ade Indra Saputra
Contact Email
admin@literasikitaindonesia.com
Phone
+6285227281672
Journal Mail Official
admin@literasikitaindonesia.com
Editorial Address
-
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Literasiologi
ISSN : 27455440     EISSN : 26563320     DOI : https://doi.org/10.47783/literasiologi
Core Subject : Education, Social,
Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
LABORATORIUM SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN IPA DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN KERJA ILMIAH Nurhayati Nurhayati
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.351

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu alat yang digunakan untuk praktek pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam pembelajaran diharapkan siswa tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami materi dengan baik. Pengetahuan tentang teori yang bersifat ilmiah dapat dibuktikan dengan melakukan beberapa percobaan di laboratorium. Dengan adanya laboratorium, siswa akan lebih memahami materi dengan melakukan karya ilmiah. Dengan demikian siswa akan memiliki pegangan yang baik pada langkah karya ilmiah dan pengetahuan mereka akan bertahan lebih lama. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Tugas pendidik yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Harapannya agar peserta didik memiliki kompetensi melalui upaya menumbuhkan serta mengembangkan sikap/attitude, pengetahuan/knowledge, keterampilan/skill. Kualitas yang harus terealisasikan antara lain kreativitas, kemandirian, kerjasama, solidaritas, kepemimpinan, empati, toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban danmartabat bangsa
Sejarah, Pendidikan Multikultural di Jepang Rahman Rahman; Sipuan Sipuan; Hery Noer Aly; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.352

Abstract

Masyarakat Jepang diketahui dengan ciri- ciri sebagai berikut: Kemauan yang kuat untuk mempelajari hal-hal baru dan menitu hal-hal yang dapat mengembangkan kebudayaan Jepang. Mengagumi ide – ide asing dengan cermat memilih hal-hal yang dapat diterima sesuai dengan kondisi Jepang. Menghargai kecakapan dan prestasi seseorang lebih tinggi daripada latar belakang atau keturunan. Ciri – ciri tersebut di atas membuat Negara Jepang untuk dapat bergerak lebih cepat dalam pengembangan pendidikan. Setiap warga memiliki kewajiban untuk mengembangkan daya intelektual dan moral mereka, melaksanakan hukum dan mempersembahkan keberaniannya deminegara untuk melindungi dan menjaga kesejahteraan istana kaisar. Setiap warga memiliki kesempatan yang sama menerima pendidikan menurut kemampuan mereka, bebas dari diskriminasi atas dasar ras, jenis kelamin, status sosial, posisi ekonomi, asal usul keluarga, bantuan finansial, bagi yang memerlukan, kebebasan akademik, dan tanggung jawab untuk membangun negara dan masyarakat yang damai. Perbedaan yang lain adalah mengenai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kesetiaan dan ketaatan bagi Kaisar agar dapat memperoleh persatuan masyarakat di bawah ayah yang sama, yakni Kaisar. Adapun tujuan pendidikan menurut adalah untuk meningkatkan perkembangan kepribadian secara utuh, menghargai nilai-nilai individu, dan menanamkan jiwa yang bebas.
GURU ERA REVOLUSI DIGITAL 4.0 Ratna Sari Dewi
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.353

Abstract

Guru merupakan komponen pendidikan yang utama. Berbagai komponen pendidikan lainnya, seperti kurikulum, sarana prasarana, dan lainnya tidak akan berarti apa-apa, jika tidak ada guru yang menerapkan dan menggunakannya. Karena demikian pentingnya seorang guru, Dalam era digital saat ini telah merambah keberbagai bidang kehidupan manusia termasuk dibidang pendidikan, guru dalam era ini dibutuhkan berbagaimacam syarat agar bisa menyesuaikan perkembangan dunia digital di dunia pendidikan serta guru dituntut untuk profesional dalam bidangnya. Selain persyaratan-persyaratan yang telah dimiliki sebelumnya, ia perlu ditambah dengan persyaratan lainnya yang sesuai. Dengan merujuk berbagai literatur yang otoritatif dalam jumlah yang memadai, serta disajikan secara deskriptif analitis, tulisan ini lebih lanjut memfokuskan pembahasannya pada persyaratan guru profesional yang dibutuhkan di era revolusi digital 4.0.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SANTRI PADA PONDOK PESANTREN DI KECAMATAN MANDIANGIN Suparno Suparno; Idi Warsah; Alfauzan Amin
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.354

Abstract

Peningkatan Motivasi Belajar Santri Pada Pondok Pesantren Di Kecamatan Mandiangin, menunjukkan bahwa: (1) Penyebab menurunnya motivasi belajar santri pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin ialah: (a) Kurang kreatifnya guru dalam memberikan rangsangan belajar. (b) Penerapan sanksi yang terlalu keras. (c) Program pesantren yang menjenuhkan. (2) Usaha-usaha yang telah dilakukan oleh pihak pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santrinya ialah: (a) Tidak bosan-bosan memberikan nasehat. (b) Menegakkan kedisiplinan. (c) Memantau kegiatan-kegiatan santri. (d) Membuat program istimewa pada setiap Romadhon. (3) Kendala-kendala yang dihadapi oleh pihak pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santrinya ialah: (a) Watak sebagian santri yang memang susah diatur. (b) Kekurangan finansial. (c) Orang tua santri yang cepat emosi. (d) Keterbatasan wawasan guru. (4) Program-program yang disiapkan kedepan oleh pihak pondok pesantren di Kecamatan Mandiangin dalam rangka meningkatkan motivasi belajar santrinya ialah: (a) Akan meningkatkan program pelayanan terhadap santri. (b) Akan mengadakan studi banding ke pesantren-pesantren yang lebih maju. (c) Akan mendatangkan guru-guru yang lebih kompetitif. (d) Akan memberikan reward kepada santri yang berprestasi.
Moderasi Beragama Ummat Hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara Sumatera Selatan Sumarto Sumarto; Emmi Kholilah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.355

Abstract

Moderasi Beragama tidak hanya untuk agama Islam, tetapi semua agama harus melakukan moderasi beragama, karena pesan – pesan dalam moderasi beragama bersifat umum dan bisa dijalankan semua agama. Ada beberapa indicator dalam moderasi beragama sesuai dengan Buku Moderasi Beragama yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI diantaranya adalah komitmen kebangsaan, bersikap toleransi, anti terhadap kekerasan dan ramah terhadap budaya dan relegi local, seperti halnya yang diterapkan masyarakat ummat hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung, Muratara, Sumatera Selatan. Metodologi penelitian yang digunakan penelitia adalah kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan setiap kegiatan moderasi beragama yang dilakukan masyarakat Hindu seperti kegiatan keagamaan upacara Ngaben, Upaca Melasti dan kegiatan keagamaan lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi Data. Hasil dari penelitian ini adalah masyarakat Hindu di Kampung Bali Kecamatan Nibung menerapkan indicator – indicator moderasi beragama seperti komitmen kebangsaan dan bersikap toleran dengan ummat Islam dan ummat Kristen yang ada disana, walaupu masyarakat Hindu menjadi dominan, tetap saling menghormati dan menghargai setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan ummat Islam dan ummat Kristen.
PENERAPAN MANAJEMEN TRILOGI PENDIDIKAN DALAM PENDIDIKAN ANAK DI SDN 01 DESA EMBACANG Murniyanto Murniyanto
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.356

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang dari guru yang dinilai sangat penting dalam perkembangan anak dan dunia pendidikan. Segala hal yang dilakukan guru adalah contoh bagi anak-anak oleh sebab itulah guru dalam melaksanakan pembelajaran perlu dengan lebih efektif seperti menggunakan konsep trilogy Ki Hadjar Dewantara, dimana di konsep ini memuat tiga hal yaitu : Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen trilogi pendidikan Ki Hadjar dewantara di kelas III serta kendala-kendala dalam penerapan tersebut di SDN 1 Desa Embacang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dimana menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, metode penelian ini purposive sampling. Hasil dari penelitian Penerapannya seperti guru memberikan contoh sikap sopan santun serta perilaku baik dilingkungan sekolah dan di luar sekolah. Hanya saja kendala penerapan ini dikarenakan kurangnya timbal balik dari anak. Kendala Pertama masalah ekonomi keluarga,kedua pengaruh teman sebaya,ketiga kurang perhatian orang tua
Problematika Rumah Tangga Rasulullah dan Metode Penyelesaiannya dalam Hadis Alven Putra
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i1.360

Abstract

The household of the Prophet is an example that needs to be imitated by every moslem. How he always tries to be just and wise as a husband in dealing with daily domestic problems. This paper aims to look at the household problems faced by the Prophet Muhammad SAW and his method in solving these problems, by referring to the traditions of the Prophet SAW (hadith). This research is a descriptive-qualitative with reference to library resources, both in the form of the Prophet's sirah and traditions, taken from primary hadith compilation, books, scientific journals and other relevant library sources. Domestic turmoil is common in every household, even with the Messenger of God. Starting from jealousy between wives, prosecution of material rights, to the accusations of adultery that befell Sayyidah 'Aisyah and Mariah Al-Qibtiyyah. As any other husband, there were so many household problems faced by the Prophet, yet he managed to find the best solution based on the conditions and situations. To resolve these problems, the Prophet confronted them with the method of smiling, teasing, reminding, and being patient, but also firm and did not hesitate to separate his wife for a while.
FILSAFAT DAN SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU HUKUM ISLAM Zahidin Zahidin; M Thoiyibi; Ahmad Syukri; Badarussamsi Badarussamsi
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i2.364

Abstract

Manusia pada dasarnya adalah makhluk pencari kebenaran. Manusia tidak pernah puas dengan apa yang sudah ada, tetapi selalu mencari dan mencari kebenaran yang sesungguhnya dengan bertanya-tanya untuk mendapatkan jawaban. Namun setiap jawaban-jawaban tersebut juga selalu tidak memuaskan manusia. Ia harus mengujinya dengan metode tertentu untuk mengukur apakah yang dimaksud disini bukanlah kebenaran yang bersifat semu, tetapi kebenaran yang bersifat ilmiah yaitu kebenaran yang bisa diukur dengan cara-cara ilmiah. Perkembangan pengetahuan yang semakin pesat sekarang ini, tidaklah menjadikan manusia berhenti untuk mencari kebenaran. Justru sebaliknya, semakin menggiatkan manusia untuk terus mencari dan mencari kebenaran yang berlandaskan teori-teori yang sudah ada sebelumnya untuk menguji sesuatu teori baru atau menggugurkan teori sebelumnya. Sehingga manusia sekarang lebih giat lagi melakukan penelitian-penelitian yang bersifat ilmiah untuk mencari solusi dari setiap permasalahan yang dihadapinya. Karena itu bersifat statis, tidak kaku, artinya ia tidak akan berhenti pada satu titik, tapi akan terus berlangsung seiring dengan waktu manusia dalam memenuhi rasa keingintahuannya terhadap dunia.
ANALISIS RESPON SISWA DAN GURU TERHADAP PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIPBOOK ONLINE PADA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIST DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KOTA BATU Miftah Hur Rahman Zh; Arief Ardiansyah; Mutiara Sari Dewi; Fatimah Nikmatullah
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i2.365

Abstract

Pada penelitian sebelumnya telah dikembangkan media pembelajaran flipbook online pada pelajaran Al-Qur’an Hadits materi kebenaran penurunan Al-Qur’an. Namun pada penelitian tersebut belum diketahui secara rinci respon siswa dan respon guru MAN Kota Batu terhadap pengembangan media pembelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa dan respon guru terhadap pengembangan media pembelajaran flipbook online pada pelajaran Al-Qur’an Hadits materi kebenaran penurunan Al-Qur’an. Responden dalam penelitian ini adalah 31 siswa kelas X MIPA 5 dan 1 orang guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits MAN Kota Batu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kusioner yang dibagikan menggunakan aplikasi google form. Hasil data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan menggunakan skala penilaian likert. Hasil penelitian di peroleh berdasarkan hasil angket respon siswa dan respon guru terhadap pengembangan media pembelajaran flipbook online pada pelajaran Al-Qur’an Hadits materi kebenaran penurunan Al-Qur’an. Untuk mendapatkan respon siswa dan guru, peneliti melakukan 2 tahapan uji coba. Uji coba yang dilakukan yaitu uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Pada uji coba kelompok kecil mendapatkan respon siswa dengan presentase rata-rata sebesar 4,56 dari skor maksimal 5. Pada uji coba kelompok besar rata- rata yang diberikan oleh seluruh siswa kelas X MIPA 5 adalah 4,57 dari skor maksimal 5. Guru meberikan rata-rata sebesar 4,24 dari skor maksimal 5. Berdasarkan respon tersebut dapat diketahui bahwasanya guru dan siswa memberikan respon sangat setuju terhadap pengembangan media pembelajaran flipbook online di MAN Kota Batu.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS BLOG BAGI MAHASISWA Rika Ariyani; Nur Anisyah; Darni Darni
Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v8i2.366

Abstract

As professionals, lecturers must be able to use and utilize media to support the learning process. Through the use of learning media, the presentation of the material becomes easier. Various types of learning media that can be used, one of which is a blog media. Apart from being free and not acknowledging space and time, blogs are a very efficient communication medium so that lecturers and students can interact such as asking questions, discussing and soon. In addition, blog-based learning media are also more flexible, lecture materials can be presented in attractive forms such as videos, pictures, and also PPT. Blog-based learning media is not only beneficial for students but also for the lecturers themselves. The blog is proof of his professionalism. Through blogs, lecturers can also indirectly improve their quality to be more creative, hone lecturers' skills in literacy, and can add insight.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi More Issue