cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
DIFFERENCE OF WORK SATISFACTION ON TEACHERS BASED ON GENDER LEADERSHIP Susi Endang Era Wati; Suparno Suparno; Rosana Dewi Yunita
Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to know the difference of work satisfaction based on gender leadership. The participants of this research is 48 teachers from SMP Negeri 2 Kartasura and SMP Negeri 3 Kartasura. The result of this research shows t-test about 3,348 (p < 0.01). It tells us about the difference of work satisfaction based on gender leadership which is the empiric mean for male leadership around 143,652 and for female leadership around 128,990. This result shows that teacher work satisfaction who had male leadership is higher than who had female leadership.Key words: gender in leadership, work satisfaction
UPAYA PENGEMBANGAN KARIER BERKELANJUTAN PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN CIANJUR D. Farida Sinaga
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengembangan karier pegawai negeri di lingkungan sekretariat DaerahKabupaten Cianjur secara umum relatif cukup baik, namun masih ditemui pegawai yangtelah mengikuti program pendidikan dan pelatihan atau penjenjangan karier belumdipromosikan dalam suatu jabatan yang sesuai dengan keahliannya atau sebaliknyamasih ada pula pegawai yang belum mengikuti pendidikan dan pelatihan, tetapi sudahmenduduki jabatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui upayaPemerintah Daerah Kabupaten Cianjur dalam menindaklanjuti pegawai negeri yangtelah mengikuti pendidikan dan pelatihan dalam pengembangan karier, khususnyaSekretariat Daerah Kabupaten Cianjur. Populasi penelitian ini adalah keseluruhanPegawai Negeri Sipil yang bekerja di Lingkungan Sekretariat Daerah KabupatenCianjur yang berjumlah 208 orang. Responden yang terpilih dari anggota populasitersebut sebanyak 47 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumenkuesioner. Tipe instrumen yang dipakai adalah kuesioner tertutup. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa secara umum Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur dalammenindaklanjuti pegawai negeri yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan dalampengembangan karier terlaksana dengan cukup baik. Meskipun demikian, hasil yangdiharapkan dari penyelenggaraaan pendidikan dan pelatihan belum berperan secaraoptimal terhadap peningkatan kualitas pegawai di lingkungan sekretariat DaerahKabupaten Cianjur. Kondisi ini terjadi dikarenakan adanya sebagian proses pendidikandan pelatihan yang tidak dilaksanakan sepenuhnya.Kata Kunci : Pendidikan dan pelatihan, Pengembangan karier pegawai, Cianjur
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP WHICH CAN GROW ORGANIZATIONAL COMMITMENT Betty Yuliani Silalahi
Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A meta-analysis consist of 45 studies from 20 articles and 20860 subjects evaluated the correlation between Transformational leadership and Organizational commitment. Summary analysis provided support for the hypothesis that transformational leadership has a correlation on organizational commitment. The purpose of the study is to analyzed the data from the primer study and to support the hypothesis or refuse from the studies. Result indicated that transformational leadership can grow organizational commitment.Keywords : Transformational leadership, Organizational Commitment, Meta Analysis
SOSIALISASI GENDER OLEH ORANGTUA DAN PRASANGKA GENDER PADA REMAJA Dewi Ashuro Itouli Siregar; Sri Rochani
Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori belajar sosial, perlakuan orangtua yang berbeda secara tradisional terhadap anak laki-laki dan perempuan dipercaya sebagai salah satu sumber prasangka gender. Untuk membuktikan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sosialisasi gender oleh orangtua dengan prasangka gender pada remaja. Partisipan terdiri atas 106 perempuan dan 94 pria di DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan gender (hostile sexism) pada remaja pria lebih tinggi daripada perempuan. Sebaliknya, perempuan memiliki penerimaan gender (benevolent sexism) yang lebih tinggi daripada pria. Diketahui pula bahwa orangtua menerapkan sosialisasi gender yang lebih tradisional pada remaja perempuan. Responden dari ibu yang lebih dominan ternyata memiliki penerimaan gender yang lebih tinggi. Juga ditemukan adanya hubungan karakteristik demografis berupa usia, tingkat pendidikan, dan status bekerja pada ibu dengan prasangka gender. Berdasarkan analisis korelasi Pearson, tidak terbukti bahwa sosialisasi gender oleh orangtua berhubungan dengan prasangka gender secara umum, maupun dengan penerimaan gender pada remaja pria dan perempuan. Namun demikian, ditemukan bahwa sosialisasi gender oleh orangtua memiliki hubungan dengan penolakan gender pada remaja pria meskipun tidak pada remaja perempuan.
DUKUNGAN SOSIAL DAN HARGA DIRI PADA REMAJA PENDERITA LUPUS Yanni Nurmalasari; Dona Eka Putri
Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lupus memang bukan penyakit yang popular, masyarakat awam dan para dokter ahli kerap terkecoh dengan munculnya penyakit ini. Penyakit ini lebih banyak menyerang pada wanita usia produktif (14-44 tahun). Penyakit ini membawa perubahan yang besar bagi para odapus, baik itu perubahan fisik maupun psikis. Hal ini kerap menimbulkan efek psikologis terutama pada negatifnya harga diri penderita. Oleh karena itu diperlukan dukungan sosial guna menjaga harga diri penderita tetap positif sehingga membantu individu melawan penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan sosial dengan harga diri pada remaja penderita penyakit lupus. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji Non Parametrik dengan teknik Spearman’s Rho (1-tailed), diketahui bahwa hasil koefisien korelasi sebesar 0.738 dengan taraf signifikansi sebesar 0.000 (p < .01). Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hal ini berarti semakin tingginya dukungan sosial maka semakin tinggi pula harga diri terhadap remaja penderita penyakit lupus, demikian sebaliknya. Kata Kunci: Dukungan sosial, Harga diri, Lupus
KONDISI JIWA DAN KONDISI HIDUP MANUSIA Erik Saut H utahaean
Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beratnya beban hidup membuat banyak manusia tidak sanggup untuk menjalaninya. Tidak sedikit manusia yang takut menjalani kenyataan hidup karenanya. Dengan sebuah ulasan yang didasarkan pada tinjauan filsafat manusia dan mengadopsi contoh kenyataan hidup yang ada, dapat diketahhui bahwa dalam kondisi tertekan ternyata membuat kondisi jiwa manusia menjadi semakin terguncang, jika jiwa manusia terguncang akan berpengaruh kepada kondisi manusia itu seindiri. Jika jiwa kita sakit maka kita adalah manusia yang sakit pula, jika jiwa kita rusak maka kita akan menjadi rusak pula, dan jika jiwa kita mati maka kita akan menjadi mati juga. Banyak manusia yang menjadi tidak sehat yang nampak melalui gejala fisik dan gejala mentals. Jiwa kita terguncang jika dihadapkan pada kondisi-kondisi yang tidak kita harapkan; tindak kekerasan dan perilaku kasar, caci maki, sesuatu yang kita harapkan tidak datang sesuai dengan harapan, kegagalan, kehilangan dan memikirkan tentang masa depan yang begitu menakutkan. Manusia menjadi tidak tenang dalam mengahadapi persoalan hidupnya, terkesan emosional dan tidak sanggup untuk menjalaninya.
SIKAP AKAN RESPON TERHADAP IDENTITAS SOSIAL NEGATIF DAN PENGUNGKAPAN ORIENTASI SEKS PADA GAY Wahyu Rahardjo
Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu fenomena sosial yang kontroversial, gay selalu menjadi topik yang menarik untuk didiskusikan. Penolakan masyarakat terhadap keberadaan kaum gay membuat gay menjadi sangat berhati-hati untuk membuka orientasi seks. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui kontribusi sikap akan respon terhadap identitas sosial negatif terhadap coming out pada gay. Studi ini memperlihatkan hasil bahwa sikap akan respon terhadap identitas sosial negatif memiliki korelasi positif yang signifikan dengan coming out dan memiliki kontribusi 18.2% terhadap coming out. Oleh karena itu, hasil studi ini memerlukan diskusi lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh tentang gay.Kata Kunci: sikap akan respon terhadap identitas sosial negatif, coming out, gay
PRIVASI DAN KETERBUKAAN DIRI FX. Yoseptian Lee; Inge Andriani
Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, remaja sering menuliskan status-status yang menggambarkan kegiatan atauperasaannya saat itu ketika mengakses situs jejaring sosial Facebook. Remaja tersebutkadang mengungkapkan informasi pribadinya tanpa batasan-batasan yang wajar. Tujuanpenelitian ini adalah untuk melihat kontribusi privasi terhadap keterbukaan diri pada remajapengguna Facebook. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan partisipansejumlah 110 orang remaja pengguna Facebook berusia 13-23 tahun. Hasil penelitian iniantara lain ditemukan adanya hubungan negatif antara privasi dengan keterbukaan diri dankontribusi privasi sebesar 43.3% terhadap keterbukaan diri pada remaja penggunaFacebook. Hasil penelitian memperlihatkan peran privasi yang cukup besar dalammembantu remaja memberikan batasan terhadap keterbukaan diri ketika mengakses jejaringsosial seperti Facebook. AbstractNowadays, adolescents often make statements to describe her/his activities or feelings whileusing Facebook. Sometimes, adolescents disclose the personal information without anylogical barriers. The aim of this study is to determine contribution of privacy to selfdisclosureon Facebook adolescent users. This research is using quantitative method. Theparticipants of this research are 110 adolescent users with age range between 13-23 yearsold. The result shows the significant negative correlation between privacy and selfdisclosure.The contribution of privacy to self-disclosure is 43.3%. This finding shows thatprivacy plays an important role for adolescents to make limitation in building interactionwhile accessing Facebook.
COLLECTIVE MEMORIES OF WEST-SUMATRAN EARTHQUAKE AND THEIR RELATION TO COMMUNITY RESILIENCE Dona Eka Putri
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia’s geographical conditions are in the high earthquake-prone that requires a seriouseffort in disaster mitigation, so that the losses inflicted disasters both physically andpsychologically can be minimized. This study aims to find out the positive aspects ofexperiencing traumatic event in community that experienced natural disasters, in which withthese memories help the community become more resilient. In this study, interview conductedafter Padang earthquake (West Sumatra) on September 2009. The participants were 7 adults,whom experiencing the event directly. Interview conducted in Indonesian or Minanglanguage. The approach was narrative, asked participants to tell their story of the disasterand how the disaster has changed their community. Analysis was performed with a qualitativeapproach. From the interviews conducted, the finding obtained is the theme of narrative givenby participants can be grouped into two categories; the strategy of evacuation and things thatminimize the impact.
THE ADAPTATION, VALIDITY TEST AND RELIABILTY CAREER MATURITY INVENTORY (CMI) ON JAKARTA HIGH SCHOOL STUDENT Ni Made Taganing Kurniati; Dona Eka Putri; Wahyu Rahardjo; Hamdi Muluk; Tjut Rifameutia
Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to adapt and measuring the validity and reliability of Career Maturity Inventory(CMI) created by John E. Crite. The goal of this research is a psychological inventory to measure thesenior high school students’ career maturity that already tested in Indonesian culture. The participantsof this research is 160 senior high school students in Jakarta with the sample comes from SMA KartiniJakarta and SMA 109 Jakarta. The research shows that only 30 items selected of attitude scale of CMIand 50 items selected of competency scale of CMI. The reliability for attitude scale of CMI is 0.708, andfor competency scale of CMI is 0.702. This results tell that CMI can be used as a tool in measuring thecareer maturity.Key words: career maturity, Career Maturity Inventory, career planning