cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
HARGA DIRI SEBAGAI MODERATOR PADA HUBUNGAN KESEPIAN DAN ADIKSI INTERNET PADA REMAJA Bonar Hutapea
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk memberi penjelasan terhadap adiksi internet padaremaja. Umumnya penelitian terkait berfokus pada anteseden maupun konsekuensi dariperilaku adiktif tersebut, namun masih jarang dilakukan kajian untuk menguji faktor yangmemoderasi hubungan adiksi internet dengan variabel independen. Tujuan penelitian iniadalah untuk menguji efek harga diri sebagai moderator dalam hubungan kesepian denganadiksi internet pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang menjadipelanggan pada sejumlah warung internet di Jakarta Pusat berjumlah 121 orang dengansampling aksidental. Guna mengukur ketiga variabel dalam penelitian ini digunakan skalamodel likert yang terdiri dari skala kecanduan internet, skala kesepian, dan skala harga diriyang valid dan reliabel. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa secarastatistik tidak ditemukan bahwa harga diri adalah variabel moderator dalam hubungankesepian dengan adiksi internet. Namun, terdapat pengaruh positif dan signifikan variabelkesepian terhadap adiksi internet. Selain itu, harga diri memiliki kontribusi yang unikterhadap adiksi internet.AbstractMany researches have been conducted in evaluating internet addiction on adolescents.Generally previous researches focus on internet addiction antecedents or the impact of theaddiction. So far it can be noted that very few attention given to identify moderating variablein creating internet addiction. Given the fruitfull of studies on the relationship betweeninternet addiction and relating variables, it is important to understand the moderating factor,especially in term of causal relation. The aim of the the study was to investigate themoderating impact of self-esteem on the relationship between loneliness and internetaddiction among adolescents. The sample of the study consisted of 121 adolescents selectedfrom several internet cafes in Central Jakarta. Three valid and reliable questionnaires titledInternet Addiction Scale, Loneliness Scale, and Self-esteem Scale were used for this study. Theresults revealed that self-esteem did not significantly moderate the relationship betweenloneliness and internet addiction among respondents. However, self-esteem exhibited asignificant unique relationship with internet addiction.
KECERDASAN ADVERSITAS DAN INTENSI SEMBUH PADA PENGGUNA NARKOBA DI PANTI REHABILITASI Anggi Setio Wulandari; Liftiah Liftiah; Tri Esti Budiningsih
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan narkoba atau narkotika dan obat-obatan terlarang, di Indonesia kinisemakin meresahkan. Penyebaran narkoba saat ini sudah banyak tersebar dalammasyarakat. Para pengedar narkoba telah banyak mempengaruhi anak-anak di bawahumur dan bukan lagi anak-anak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), tetapi jugaanak-anak Sekolah Dasar (SD). Kecerdasan Adversitas (KA-adversity quotient) adalahkemampuan seseorang dalam menghadapi dan bertahan terhadap kesulitan hidup dantantangan yang dialami serta perubahan yang terus menghadang dan menghadapisemua kesulitan tersebut sebagai suatu proses untuk mengembangkan diri dan potensipotensinya.Usaha itu dilakukan mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan dari penelitianini adalah untuk menganalisis hubungan kecerdasan adversitas dengan niat sembuhpada pengguna narkoba. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatifkorelasi. Responden dalam penelitian ini adalah para pengguna narkoba yangmelakukan pengobatan di panti rehabilitasi yang berada di Semarang. Teknikpengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil analisis data yangdilakukan menunjukkan ada hubungan signifikan antara KA dengan intensi sembuh.Korelasinya sebesar 0.789 dengan p = 0.0789. Intensi sembuh pada pengguna narkobadi panti rehabilitasi dalam kategori sedang ke bawah.AbstractNarcotic and its similarity abuse has been troubling Indonesian citizens. Drugs havespread out to society and bring negative impact not only on junior high school studentsbut also on elementary students. It’s not surprisingly then to meet many of drug addictsof adolescences. Adversity quotient is the ability to survive on life difficulties andchallenge, and continuously changing as the processes to self-develop, developpotencies, and reach particular aims. The objective of this study is to analyze therelationship adversity quotient and recovery intention. This research is categorized asquantitative research. The respondents are drugs addicts who are treating inrehabilitation centre of Semarang. Sampling technique deployed is purposive sampling.Result show that there is association between adversity quotient and recovery intentionin which the correlation was r = 0.789 and p = 0.789. Further it is found that adversityquotient level and intention to recover from using drug in rehabilitation centre was lowmedium.
CORRELATION BETWEEN RELIGIOUSITY AND FREE SEX BEHAVIOR AT YOUNG ADULTHOOD Miftah Aulia Andisti; Ritandiyono Ritandiyono
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to know the correlation between religiusity and free sex behavior at young adulthood. With Product Moment Pearson’s correlation shows that there is a significant correlation between religiusity and free sex behavior in young adulthood where the more religious the more impermissive the free sex behavior that can be seen.Key world: religiousity, free sex behavior, young adulthood
KEPUASAN PELANGGAN DAN KUALITAS PELAYANAN PADA PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BAHASA JAKARTA Sri Ekasari Lestari; Siti Mufattahah
Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk bertujuan untuk menyajikan gambaran secara deskriptif tentangkepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan di Pusat Pengembangan danPemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bahasa Jakarta. Partisipandalam penelitian ini adalah pelanggan yang mengikuti diklat sebanyak 50 orang. Data yangdiperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tingkat kepentingan kinerja danberdasarkan model gap. Dari hasil analisis data penelitian diperoleh skor tingkat kinerjalebih kecil nilainya yaitu sebesar 3.07 daripada tingkat harapan yaitu sebesar 3.20 sehingganilai tingkat penyesuaiannya sebesar 95.94 %. Hal ini berarti tingkat kepuasan pelangganterhadap kualitas pelayanan P4TK Bahasa Jakarta belum memenuhi harapan pelanggan.AbstractThe objective of this study is to describe customer satisfaction towards service quality onJakarta Center of development and Deployment of Language Teacher and Educating Staff.Participants to the study are them who are attending training and workshop on datacollection time schedule. It’s suceeded to recruit 50 participants. Data collected further wasanalyzed using important-performance analysis and gap model. Result shows thatperformance level score (3.07) is lower than customer expectation (3.20), resulting adjustablescore 95.94%. It means that customer of Jakarta Center of development and Deployment ofLanguage Teacher and Educating Staff are not satisfied with service they receive.
ACCEPTANCE OF PARENTS TOWARD AUTISM KID AND THEIR ROLE IN AUTISM THERAPY Sri Rachmayanti; Anita Zulkaida
Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to gain a comprehensive description about the acceptance of parents with autism children and their role in austism therapy. The approach of this study is a qualitative study with interview and observation as tools of research. The participants of this study are three parents with autism children. The result shows that all the participants already accepted the fact that their children has autism. Factors influencing the acceptance are support from the big family, finacial factor, religion background, educational level, marital status age and support from expert and the society. All the participants have significant role in handling their children from make sure for the diagnose, looking for good doctor and also build good communication with the doctor, etc.Key words: parents acceptance, autism children, parents role in therapy
PENILAIAN ASPEK PERILAKU DAN HASIL KERJA MELALUI MOTIVASI KERJA DOSEN Harmein Nasution
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penilaian aspek perilaku dan hasil kerja dengan prestasi kerja dosen, dan menjelaskan persamaan motivasi kerja sebagai variabel antara dalam hubungan antara aspek perilaku dan aspek hasil kerja dengan aspek pencapaian prestasi. Sampel penelitian berjumlah 312 orang dosen yang diambil dari 13 fakultas di Universitas Sumatera Utara. Pengujian realibilitas, validitas, tingkat kepercayaan dan konstruk variabel dilakukan dengan metode analisis faktor. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan menggunakan Statistik Model Persamaan Berstruktur (SEM). Teknik ini dipilih karena sesuai dengan penelitian yang dilakukan yaitu untuk menganalisis hubungan antara variabel indikator dan variabel laten secara simultan. Hasil pengujian model membuktikan terdapat hubungan yang signifikan antara aspek perilaku dan aspek hasil kerja dengan prestasi melalui motivasi kerja. Walaupun aspek perilaku lebih besar hubungannya dari aspek hasil kerja, tetapi kedua aspek tersebut harus dijalankan secara simultan di dalam menilai prestasi dosen. Pada aspek perilaku, variabel kebiasaan dapat dikatakan merupakan fungsi dari pengetahuan, keahlian dan sikap dosen, sedangkan aspek hasil kerja dosen lebih mengutamakan kepada kualitas kerja daripada kuantitas kerja. Hasil analisis data juga memperlihatkan bahwa motivasi kerja berperan sebagai variabel antara atau media proses yang menghubungkan antara aspek perilaku dengan aspek hasil kerja terhadap pencapaian prestasi kerja. Penelitian ini menghasilkan suatu kerangka model yang memperlihatkan faktor-faktor penilaian prestasi dosen terhadap pencapaian kualitas universitas.Kata Kunci: Perilaku, Hasil, Motivasi, Prestasi, Dosen
RESILIENSI PADA MASYARAKAT KOTA PADANG DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Rinaldi Rinaldi
Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu negara yang berada dalam rangkaian gunung berapi aktif di dunia dan berada di atas tumbukan banyak lempeng bumi, Indonesia berpotensi mengalami banyak gempa bumi. Kota Padang adalah salah satu daerah yang rawan bencana gempa bumi karena berada pada jalur subduksi lempeng Australia dan Eurasia. Bencana alam tentunya membawa kerugian dan penderitaan bagi masyarakat yang tertimpa bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur perbedaan resiliensi pada masyarakat kota Padang ditinjau dari jenis kelamin. Partisipan dalam penelitian ini adalah 167 orang masyarakat kota Padang yang berada dalam daerah kuning (5-10 mdpl) dan merah (0-5 mdpl). Instrumen penelitian adalah kuesioner yang dikembangkan dari Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Data dianalisis menggunakan uji perbandingan dari metode statistik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada perbedaan resiliensi antara pria dan wanita. Pria memiliki skor resiliensi lebih tinggi dibandingkan wanita.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KETERIKATAN SISWA SD DALAM PELAJARAN MATEMATIKA Amarilys Andaritidya
Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study is to explore the effectiveness of STAD cooperative learning on improving behavior engagement in  mathematics subjects of  fifth grade elementary students. Independent variables in this study is STAD cooperative learning, meanwhile behavior engagement in mathematics subjects as the dependent variables. In this study self efficacy in mathematics also as a covariable. Participant of this study were 60 students in elementary school measured. It has two group, first, 35 students from SD KG I were the experimental group who received STAD cooperative learning, and second, 25 students from SD KG V were the control group who received traditional learning. The method used by this study is quasi experiment with untreated control group design with pretest and posttest, and the data analyzed with Anava mixed design. The result of this study shows that STAD cooperative learning fail to improve behavior engagement in mathematics subjects elementary students.     Keyword: Behavior engagement, STAD cooperative learning, Mathematics subjects
KONSEP DIRI PRIA BISEKSUAL Tutut Dian Vitasandy; Anita Zulkaida
Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientasi seks seseorang seringkali mendapat pandangan buruk dari lingkungan. Salah satu orientasi seks yang sering mendapat stigma negatif tersebut adalah biseksual yang dapat memengaruhi konsep diri individu yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri pada pria biseksual. Subjek penelitian ini adalah laki–laki yang berusia antara 23–30 tahun, belum menikah dan memiliki kelainan orientasi seksual yaitu biseksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum subjek pertama cenderung memiliki konsep diri yang positif, karena subjek pertama tidak pernah merasa terganggu dengan keadaannya sebagai seorang biseksual bahkan subjek bisa menghargai dirinya sendiri walaupun orang–orang di sekitarnya berpandangan negatif mengenai keadaan dirinya, sehingga subjek pun selalu merasa percaya diri. Adapun pada subjek kedua cenderung memiliki konsep diri yang negatif, karena subjek selalu melihat dirinya banyak kekurangan, sehingga subjek merasa terbatasi saat berinteraksi dengan lingkungan sosial, tetapi terkadang subjek melihat keadaan biseksual sebagai kelebihan karena pada saat yang sama dirinya bisa menyukai lawan jenis dan sesama jenis. Subjek pun belum bisa menghargai dirinya sendiri dengan baik karena masih ada penolakan dari dalam dirinya terhadap orientasi seksualnya, begitu pula di tempat subjek bekerja ada beberapa orang yang meremehkan kemampuan kerja subjek seperti tenaga subjek untuk mengangkat barang, kecepatan kerja.
PENERIMAAN DIRI ORANGTUA TERHADAP ANAK AUTISME DAN PERANANNYA DALAM TERAPI AUTISME Sri Rachmayanti; Anita Zulkaida
Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai penerimaan orangtua terhadap anaknya yang menyandang autism serta perannya dalam terapi autism. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Karakteristik subjek penelitian meliputi orangtua yang memiliki anak yang didiagnosis menyandang autisme. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara sebagai metode utama dan observasi sebagai metode pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan ketiga subjek dapat menerima sepenuhnya kondisi anak mereka yang didiagnosis menyandang autisme. Adanya penerimaan dipengaruhi faktor dukungan dari keluarga besar, kemampuan keuangan keluarga, latar belakang agama, tingkat pendidikan, status perkawinan, usia serta dukungan para ahli dan masyarakat umum. Ketiga subjek cukup berperan serta dalam penanganan anak mereka mulai dari memastikan diagnosis dokter, membina komunikasi dengan dokter, mencari dokter lain apabila dokter yang bersangkutan dinilai kurang kooperatif, berkata jujur saat melakukan konsultasi mengenai perkembangan anaknya, memperkaya pengetahuan, dan mendampingi anak saat melakukan terapi.