cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285345477070
Journal Mail Official
jjfoodtech@ung.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Food Technology
ISSN : 26549034     EISSN : 27746054     DOI : https://doi.org/10.37905/jjft
Core Subject : Agriculture,
postharvest process and technology food commodities, food processing food process engineering interaction of machinery and food materials chemical and functional food biochemistry and food microbiology nutrition and health local and industrial food management industrial of food processing food safety food security
Articles 165 Documents
FISIK DAN KIMIA MIE KERING DARI PATI BONGGOL PISANG KEPOK DENGAN METODE MODIFIKASI HEAT MOISTURE TREATMEN (HMT) Idarmanto Ahmad; Suryani Une; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.271 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v1i1.8368

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menentukan  kadar  pati resisten  terbaik  pati bonggol pisang kepok modifikasi HMT, dan untuk mengetahui mutu (fisik dan kimia)    terhadap mie kering dari pati bonggol pisang kapok modifikasi HMT, proses modifikasi pati secara treatment heat moisture (HMT) pada bonggol pisang kepok dengan perlakuan kadar air   HMT  yang  berbeda 24%, 28% dan 32%. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembuatan pati bonggol pisang kepok , pembuatan modifikasi pati bonggol pisang kepok dengan perlakuan kadar air 24%, 28% dan 32% serta pembuatan mie kering yang disibtitusi 50% pati bonggol pisang kepok modifikasi (PBPM) dan 50% tepung terigu. Rancangan yang digunakan pada penelitian modifikasi pati bonggol pisang kepok ini, yaitu rancangan acak  lengkap  (RAL)  yang  terdiri dari tiga perlakuan dan tiga kali ulangan dan pada pembuatan  mie kering dua perlakuan tiga kali ulangan. Hasil yang diperolah dari penelitian ini adalah modifikasi pati bonggol pisang kepok dengan nilai pati resisten pada perlakuan kadar air 24%, 28% dan 32% yaitu dengan  nilai  berturut-turut  1.40%,  1.21%  dan  1.15%,  karakteristik  mutu  mie kering dengan nilai kadar air yaiu 9,72% dan 12.52, kadar abu yaitu 1.276% dan1.10%, kadar protein yaitu 9.68% dan 5.50%, elongasi yaitu 0.12% dan 0.19% daya serap air yaitu 1.46% dan 1.98% sedangkan untuk nilai pati resisten pada kedua perlakuan  produk mie kering yaitu 2.64 dan  5.27.
Pengaruh Penambahan Pektin Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca l.) Terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia Sari Buah Naga Merah (hylocereus polyrhizus.) Sulastri R Mustapa; Suryani Une; Siti Aisa Liputo
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.492 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.14908

Abstract

The research aims to determine the effect of pectin from kepok banana peel as a stabilizer in red dragon fruit juice. The research applies Completely Randomized Design (CRD) with one factor, namely concentration of addition of pectin from kepok banana peel. The research factor comprises 4 levels, namely the concentration of addition of pectin from kepok banana peel (S0-banana peel pectin for 0 g. S1-banana peel pectin for 0.5 g. S2-banana peel pectin for 1 g, and S3-banana peel pectin for 1.5 g) and each treatment is repeated three times. Observation parameters consist of total dissolved solid, viscosity, pH, stability, and organoleptic. As a result, a significant effect is observable in the parameters of total dissolved solid, viscosity. and pH. On average, the panelists prefer the color of fruit juice with the addition of 1.5 g of banana peel pectin, which is 5,77 (like). In the meantime, an increase in the concentration of the addition of kepok banana peel pectin also increases the parameter values for total soluble solid ranging from 21.40 Brix, viscosity for 3550cp, and pH for 7.27%. 
SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MIE BASAH DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KETAN HITAM TERMODIFIKASI HEAT MOISTURE TREATMENT (HMT) Vina Septiany Rahim; Siti Aisa Liputo; Purnama Ningsih Maspeke
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.027 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v3i1.7295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisikokimia dan organoleptik mie basah yang disubstitusi tepung ketan hitam hasil modifikasi HMT. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0 sebagai kontrol (50% tepung terigu : 50% tepung ketan hitam tanpa modifikasi HMT), P1 (70% tepung terigu : 30% tepung ketan hitam HMT), P2 (50% tepung terigu : 50% tepung ketan hitam HMT), dan P3 (30% tepung terigu : 70% tepung ketan hitam HMT). Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Data dianalisis statistik Analisis of Variance (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 0,05. Bila terdapat perbedaan nyata antara perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan, substitusi tepung ketan hitam hasil modifikasi Heat Moisture Treatment (HMT) berpengaruh nyata terhadap karakteristik mie basah. Perlakuan terbaik ditunjukkan oleh substitusi tepung ketan hitam HMT 70 gr dengan karakteristik yaitu elastisitas 25,76%, daya serap air 25,32%, serat kasar 6,73%, antioksidan 11,1%. Sedangkan tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan substitusi tepung ketan hitam HMT 50 gr, terdiri dari aroma, rasa, dan tekstur masing-masing skor 6,33 (suka), 5,53 (suka), dan 5,23 (agak suka).
PENINGKATAN NUTRISI MP-ASI (BISKUIT) DARI SUSU KEDELAI SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI BALITA Ayub S Mbia; Musrowati Lasindrang; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.854 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i1.11525

Abstract

Biskuit MP-ASI merupakan solusi pembuatan suplemen ASI karena mengandung nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai gizi makanan pendamping dan sensoris. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dan bahan utama pengganti susu kedelai dalam pembuatan biskuit makanan pendamping ASI (S1 = 10%: S2 20%: S3 25%). 3 kali ulangan. Data penelitian diolah dengan analisis varians (ANOVA). Jika perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata, dilanjutkan dengan uji berganda Duncan (DMRT) pada taraf kepercayaan 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan menggunakan aplikasi SPSS versi 20. Hasil analisis kimia susu kedelai pada komponen dasar biskuit MPASI menunjukkan bahwa pada perlakuan pertama kadar air rata-rata S1 9,40% S211,34 S3 15,13%, kadar abu S1 0,67% S21,05 S3 1,35%, dan kadar lemak S17 , 95% S211.23 S3 14,92%, kadar serat kasar S1 0,34% S20,39 S3 0,42%, kadar protein S1 10,41% S211,42 S3 13,84%, kadar karbohidrat S1 58,427.4815% Hasil ini memenuhi Standar Nasional Indonesia Disyaratkan kandungan gizi maksimum biskuit tidak melebihi 5%, kecuali kadar air melebihi batas maksimum dan tidak memenuhi persyaratan.
Prediksi Umur Simpan Dan Pengaruh Metode Pengemasan Terhadap Aktifitas Mikrobiologi Bubur Jagung Instan Terfortifikasi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) Mohamad Ikbal Panigoro; Suryani Une; Lisna Ahmad
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.597 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.14723

Abstract

Bubur jagung instan adalah produk pangan kering yang perlu di prediksi umur simpan serta potensi kerusakan akibat mikroorganisme, pengemasan  memiliki pengaruh yang sangat besar dalam upaya melindungi hasil pengolahan atau produk industri  dari bahaya pencemaran, gangguan fisik serta untuk mendapatkan bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan, pengangkutan dan distribusi,serta sebagai  promosi dan media informasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan mikrobiologi terhadap umur simpan bubur jagung instan terfortifikasi ekstrak daun kersen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu, jenis kemasan, Dengan 4 perlakuan dan di ulang sebanyak 3 kali. Parameter yang di uji yaitu Total Plate Count (TPC) dan prediksi umur simpan. Hasil penelitian umur simpan dengan kemasan pada kondisi RH 80% adalah 28, 60, 160, 329 hari. Hasil jumlah bakteri pada minggu ke 4 kemasan polipropilene mengalami peningkatan  yaitu sebesar 201 x 106 pada kondisi non vakum dan 188,5 x 106 pada kondisi vakum dan jumlah mikroba kemasan laminatin aluminium foil pada minggu ke 4 dengan 282 x 106 pada kondisi non vakum serta 160,9 x 106 pada kondisi vakum. jumlah jamur dengan kemasan polipropilene pada minggu ke 4 mengalami peningkatan dengan 43,3 x 106  kondisi non vakum 37,9 x 106 pada kondisi vakum dan jumlah jamur  dengan penggunaaan kemasan laminatin aluminium foil mengalami peningkatan pada minggu ke 4 dengan 47,5 x 106 kondisi non vakum dan 38,7 x 106 pada kondisi vakum.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BUMBU ILONI INSTAN Monalisa Sahupala; Suryani Une; Marleni Limonu
Jambura Journal of Food Technology Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.925 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v1i2.7670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap sifat kimia dan organoleptik bumbu iloni instan. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah suhu pengeringan yang terdiri dari 2 taraf (55 C) dan faktor kedua adalah lama pengeringan yang terdiri dari 3 taraf (20 jam, 24 jam dan 28 jam. Pada penelitian ini diperoleh perlakuan terbaik yaitu pada suhu 55 oC, dan 65 C dan lama pengeringan 20 jam. Pada parameter rendemen dengan nilai 65.63%, kadar air 5.27%, Volatile Reducing Substance (VRS) 32.42%, pengukuran warna pada warna L (Kecerahan) 38.20%, nilai warna a (Kemerahan) 24.97%, nilai warna b (Kekuningan) 52.77%, dan untuk paremeter uji organoleptik pada aroma memiliki nilai 5.7%, warna 5.56%, rasa 5.2%, dan secara secara keseluruhan dengan nilai 5.78 (Agak suka).
KARAKTERISTIK KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK WATER KEFIR SARI BUAH PERPAYA (CARICA PAPAYA. L) BERDASRKAN LAMA WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI SUKROSA Rianti Putri Wasilu; Suryani Une; Siti Aisa Liputo
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.791 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v3i2.9769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan mikrobiologi water kefir sari buah pepaya dengan variasi penambahan sukrosa dan waktu fermentasi berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu variasi penambahan sukrosa (konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%) dan waktu fermentasi (12 jam, 18 jam, dan 24 jam) yang diulang sebanyak 3 kali tiap perlakuan. Data dianalisis menggunakan program Microsoft Exel 2010. Hasil analisis data diuji statistik Analisis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan variasi penambahan konsentrasi sukrosa serta perbedaa waktu fermentasi memberikan pengaruh terhadap karakteristik water kefir sari buah pepaya pada penelitian ini. Karakteristik water kefir sari buah pepaya meliputi: pH 6,97%, total bakteri asam laktat (BAL) 11,6x107 CFU/ml, pengujian organoleptik yang meliputi warma, aroma, rasa, serta overall paling disukai oleh panelis pada perlakuan konsentrasi sukrosa 15% dan lama waktu fermentasi 24 jam. Berdasarkan hasil perlakuan terbaik dari hasil organoleptik yang ditunjukkan oleh penambahan sukrosa 15% dengan waktu fermentasi 24 jam mengandung serat kasar sebesar 6,17% dan vitamin C sebesar 6,35mg/g
Karakteristik Kimia Tape Ubi Jalar Ungu dengan Kemasan dan Lama Fermentasi yang Berbeda Olivia Tiolemba; Suryani Une; Marleni Limonu
Jambura Journal of Food Technology Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.21 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v2i2.7235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol, total asam, pH dan kadar air pada tape ubi jalar ungu dengan kemasan dan lama fermentasi berbe da. Metode penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dua faktor. Faktor pertama adalah jenis kemasan yang terdiri dari daun pisang, daun jati dan daun lontar. Faktor kedua adalah lama fermentasi, yang terdiri dari 36 jam, 48 jam, 60 jam. Hasil penelitian menunjukkan jenis kemasan memberikan pengaruh terhadap pH dan kadar air sedangkan lama fermentasi memberika pengaruh terhadap kadar etanol, total asam, pH dan kadar air. Terdapat interaksi antara jenis bahan kemasan dan lama fermentasi total asam dan kadar air tetapi pada kadar etanol dan pH tidak terdapat interaksi. Hasil menunjukkan perlakuan terbaik tape ubi jalar ungu diperoleh pada tape yang dikemas menggunakan daun pisang dengan lama fermentasi 36 jam dengan nilai kadar etanol (3.72%), kadar air (53.2%), pH (5.70), total asam (0.89%).
SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK BISKUIT BAYI YANG DIFORMULASI DENGAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) DAN BUBUR BAYAM (Amaranthus tricolor L.) Septian Pulumoduyo; Purnama Ningsih Maspeke; Suryani Une
Jambura Journal of Food Technology Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.739 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v1i1.8362

Abstract

Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui sifat fisikokimia dan organoleptik biskuit bayi yang diformulasi dengan tepung labu kuning dan bubur bayam, penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) perlakuan dari penelitian terbagi atas lima formulasi yakni, tepung labu kuning ( TLK ) 0%, bubur bayam ( BB ) 0% tepung terigu ( TT ) 100% ( TLK )10%( BB ) 5% ( TT ) 85% ( TLK ) 20% ( BB ) 10% ( TT ) 70% ( TLK ) 30% ( BB ) 15% ( TT ) 55% ( TLK ) 40% ( BB ) 20% ( TT ) 40% masing masing dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Analisis betakaroten, zat besi analisis tingkat kekerasan, dan Organoleptik. Data dianalisis dengan uji statistik Analisis of Variance (ANOVA). Dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Data diolah dengan menggunakan SPSS 16 dan Microsoft excel 2013. Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa formulasi 5 memiliki nilai terbaik, dari segi fisikokimia dan organoleptik hal ini dikarenakan semakin banyak tepung labu kuning dan bubur bayam yang diberikan maka semakin tinggi, nilai Betakaroten 0.072 Mg/100 gram bahan, Zat Besi 10.28 Mg/100 gram bahan, uji tingkat kekerasan 5686.0 g/force, warna 2.92, rasa 3.23, aroma 3.50, tekstur 4.20.
UJI KARAKTERISTIK SENSORI DAN KIMIA EMPING JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN VARIASI KONSENTRASI LIMBAH IKAN ROA NUR AIN AIN SULEMAN; Zainudin Antuli; Purnama Ningsih Maspeke
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.929 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v3i2.7864

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis komponen gizi dan respon konsumen terhadap emping jagung yang disubtitusikan dengan limbah ikan roa. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan dimana tahapan pertama yaitu dengan persiapan bahan baku yang meliputi jagung, kapur, garam, bawang putih, dan cabe merah, bawang merah, minyak goreng, garam, gula, K2SO4, HgO, Aquadest. Selanjutnya dilanjutkan dengan tahapan pembuatan emping jagung serta pengujian uji organoleptik dan analisis proksimat. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 (lima) perlakuan yang terdiri dari  L 0 gr  L 25gr,   L 50gr, (  L 75gr,  L 100gr. Dilakukan sebanyak 3 kali ulangan sehingga didapatkan 45 (empat puluh lima) kali percobaan. Data analisis dengan uji statistik Analisis of variance (ANOVA) menggunakan program SPSS 16. Dengan ini uji beda nyata DuncanMulti Range Test (DMRT). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terhadap nilai organoleptik dan proksimat emping jagung. Emping jagung yang dihasilkan dalam penelitian ini mengandung kadar air sebesar 4,6-8,84%, kadar abu 1,49-2,21%, kadar lemak 5,36-6,38%, kadar protein 2,97-18,68, kadar karbohidrat 63,88%-85,63%, warna 2,27-5,87%, aroma 4,2-4,33, rasa 3,23-5,63, tekstur 2,2-6,07%

Page 1 of 17 | Total Record : 165