cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285345477070
Journal Mail Official
jjfoodtech@ung.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Food Technology
ISSN : 26549034     EISSN : 27746054     DOI : https://doi.org/10.37905/jjft
Core Subject : Agriculture,
postharvest process and technology food commodities, food processing food process engineering interaction of machinery and food materials chemical and functional food biochemistry and food microbiology nutrition and health local and industrial food management industrial of food processing food safety food security
Articles 165 Documents
SUBSTITUSI SARI JAGUNG MANIS PADA PEMBUATAN TILIAYA SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN BUDAYA LOKAL Hippy, Nur Ain; Bait, Yoyanda; Liputo, Siti Aisa; S. Maspeke, Purnama Ningsih; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Rachman, Agus Bahar
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.23250

Abstract

Tiliaya merupakan salah satu makanan khas Gorontalo, tiliaya biasanya terbuat dari gula merah, telur dan santan kelapa. Akan tetapi santan mengandung asam lemak jenuh yang tinggi sehingga perlu dilakukan penambahan serat dari jagung manis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi sari jagung manis dengan santan terhadap karakteristik tiliaya, selain itu juga untuk mengetahui kombinasi perlakuan terbaik dari masing-masing konsentrasi sari jagung manis dan santan pada pembuatan tiliaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan 5 perlakuan yaitu J0(100% santan), J1(75% santan, 25% sari jagung manis), J2(50% santan, 50% sari jagung manis), J3(25% santan , 75% sari jagung manis), J4(100% sari jagung manis), perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter pengujian meliputi uji kadar udara, kadar karbohidrat, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar serat kasar, daya iris tekstur dan uji organoleptik. Data dianalisis dengan uji statistik ANOVA (Analisis of Variance). Apabila terdapat perbedaan nyata (P0,05) pada setiap perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein, lemak, abu, serat kasar dan daya iris tekstur berbeda nyata namun pada analisis kadar udara dan kadar karbohidrat tidak berbeda nyata. Sedangkan uji organoleptik menunjukkan bahwa dari segi warna, tekstur dan rasa memberikan pengaruh nyata tetapi pada aroma tidak memberikan pengaruh terhadap karakteristik tiliaya jagung manis. Akan tetapi semua kombinasi perlakuan dapat diterima oleh panelis dengan skor normal dengan rentang netral-suka. Perlakuan terbaik dijelaskan menggunakan metode De Garmo yang dihasilkan pada perlakuan J3 yaitu kombinasi konsentrasi sari jagung manis 75% dan santan 25%.
APLIKASI EDIBLE FILM PATI JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) PADA DODOL SERTA KARAKTERISTIK SELAMA PENYIMPANAN Ibrahim, Fatma; Antuli, Zainudin; Limonu, Marleni; Kasim, Rahmiyati; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Saman, Widya Rahmawaty
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.13112

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan organoleptik dodol dalam kemasan edible film berbahan dasar pati jagung dengan penambahan ekstrak  bunga rosella selama penyimpanan. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak bunga rosella yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 9 unit percobaan. Data dianalisis dengan uji statistik ANOVA, pada perbedan nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf signifikan α = 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar air berkisar antara 12,57% - 16,25%, aktivitas air berkisar antara 0,71% – 0,79%, nilai TBA berkisar antara 0,08 – 0,11mg malonaldehid/Kg, sedangkan tingkat penerimaan produk melalui uji organoleptik produk dodol menunjukkan skor masing-masing pada parameter warna berkisar 3,73 – 6,6; parameter aroma berkisar 1,3 – 3,35; dan parameter rasa berkisar 1,2 – 3,93
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH BUNGA TELANG ( Clitoria Ternatea L.) PADA BERBAGAI SUHU PENYEDUHAN Rajak, Yanti; Antuli, Zainudin; Une, Suryani; Dahlan, Sakinah Ahyani; S. Maspeke, Purnama Ningsih; Ahmad, Lisna; Isra, Muhammad
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.22004

Abstract

ABSTRAKBunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai minuman fungsional berupa teh yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, Total fenol serta Organoleptik teh bunga telang pada berbagai suhu penyeduhan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu suhu penyeduhan 60oC, 70oC, 80oC selama 3 menit. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Negeri Gorontalo, dimana tahapan pertama adalah persiapan bahan baku bunga telang yang merupakan bahan dasar pembuatan Teh bunga telang. Data dianalisis dengan uji statistik Analisis Of Variance (ANOVA) pada taraf α=5% menggunakan program Microsoft Excel 2007, dan data analisis yang berbeda nyata diuji dengan menggunakan metode Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan aplikasi SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh bunga telang memberikan pengaruh nyata pada aktivitas antioksidan, warna, aroma. Sedangkan, total fenol, rasa tidak memberikan pengaruh nyata. Teh bunga telang pada berbagai suhu penyeduhan menghasilkan nilai aktivitas antioksidan yang memiliki IC50 sangat kuat pada suhu penyeduhan 80oC sebesar 42,932 ppm, sedangkan pada suhu 60oC memiliki aktivitas antioksidan kuat IC50 sebesar 73,32 ppm, nilai total fenol tertinggi pada suhu penyeduhan 70oC sebesar 1,54 mg/100gr, sedangkan nilai total fenol yang terendah pada suhu penyeduhan 60oC sebesar 1,50 mg/100gr, warna pada suhu penyeduhan 80oC dari segi karakteristik hedonik warna sebesar 5,73 dan rasa sebesar 5,6 sedangkan pada parameter organoleptik aroma yang paling disukai oleh panelis yaitu penyeduhan 60oC yaitu sebesar 5,6 serta penerimaan keseluruhan yang diterima dengan baik.Kata Kunci : bunga telang, aktivitas antioksidan, total fenol, organoleptik.
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KUE SEMPRONG DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG TELUR Hasan, Fangki; Lasindrang, Musrowati; Limonu, Marleni; Bait, Yoyanda; Engelen, Adnan; Isra, Muhammad
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.14075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gizi, tingkat kesukaan, serta formula terbaik dari kue semprong yang diformulasi dengan tepung cangkang telur. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan penambahan tepung cangkang telur yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: T0 = Kontrol, T1 = 5 gram, T2 = 7,5 gram, serta T3 = 10 gram. Masing-masing diulang tiga kali. Data dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung cangkang telur memberikan pengaruh terhadap karakteristik gizi kue semprong. Formulasi perlakuan terbaik dari penambahan tepung cangkang telur pada pembuatan kue semprong ditunjukkan oleh perlakuan penambahan tepung cangkang telur 10 gram dengan karakteristik gizi terdiri dari kadar air 3,67%, abu 2,37%, protein 5,64%, lemak 25,21%, karbohidrat 63,1%, kalsium 5,57 μg/g, serat kasar 2,39%, serta tingkat kesukaan melalui uji organoleptik yaitu warna, aroma, rasa dan tekstur memiliki keragaman hasil pada analisis statistik.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA PRASEKOLAH DI DESA ISIMU SELATAN, KECAMATAN TIBAWA Handayani, Dwi Lutvia; Karim, Cecy Rahma; Antu, Yuniarty; Kasim, Vivien Novarina A; Yusuf, Zuhriana K
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.36713

Abstract

Status gizi anak usia prasekolah merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak terlepas dari peran ibu, khususnya terkait dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri atas 41 ibu yang memiliki anak usia prasekolah (3–6 tahun), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengetahuan ibu tentang gizi diukur melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan pengukuran antropometri. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi dalam kategori baik (51,2%). Status gizi anak usia prasekolah paling banyak berada pada kategori gizi baik (36,6%), meskipun masih ditemukan anak dengan gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah (p = 0,041), dengan koefisien korelasi sebesar 0,321 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan cukup.. Simpulan: Pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan secara signifikan dan positif dengan status gizi anak usia prasekolah, sehingga penguatan edukasi gizi bagi ibu perlu menjadi fokus intervensi kesehatan masyarakat dan pengembangan penelitian selanjutnya.