cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285345477070
Journal Mail Official
jjfoodtech@ung.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Food Technology
ISSN : 26549034     EISSN : 27746054     DOI : https://doi.org/10.37905/jjft
Core Subject : Agriculture,
postharvest process and technology food commodities, food processing food process engineering interaction of machinery and food materials chemical and functional food biochemistry and food microbiology nutrition and health local and industrial food management industrial of food processing food safety food security
Articles 165 Documents
PENGARUH PELAPISAN KOMBINASI LILIN LEBAH DAN KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PISANG GOROHO (Musaacuminafe,sp) SELAMA PENYIMPANAN widyawati kai; purnama Ningsih Mapekeh
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v3i1.7300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan lilin lebah dan kitosan  pada suhu  ruang penyimpanan terhadap fisikokimia pisang goroho (Musaacuminafe,sp). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan terdiri dari penambahan konsentrasi yaitu : kontrol, lilin lebah 12% dan kitosan 2% dan lilin lebah 12% dan kitosan 3%. Buah disimpan dan diamati selama 2, 4 dan 6 hari  menggunakan suhu ruang. Percobaan dilakukan dengan 3 ulangan sehingga  terdapat  9 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju respirasi, susut bobot, kekerasan, TPT memperlihatkan bahwa adanya pengaruh nyata terhadap semua perlakuan, tetapi tidak pada kedua perlakuan pelapisan  hingga akhir penyimpanan. Dari penelitian diketahui bahwa laju respirasi terendah yaitu, 1,080 terdapat pada kedua perlakuan pelapisan kombinasi, susut bobot terendah yaitu, 3,80 % terdapat pada perlakuan lilin lebah 12% dengan kitosan 3%, kekerasan nilai terendah yaitu, 8925,4 g/force terdapat pada perlakuan lilin lebah 12% dengan kitosan 3% dan total padatan terlarut terendah yaitu, 1,6brix  terdapat pada kedua pelapisan kombinasi. Secara organoleptik (tekstur), penambahan konsentrasi lilin lebah 12% dengan kitosan 3% memberikan tingkat kesukaan panelis tertinggi, sedangkan (aroma dan warna) penambahan konsentrasi lilin lebah 12% dengan kitosan 2% memberikan tingkat kesukaan panelis tertinggi terhadap pelapisan buah pisang goroho dibandingkan perlakuan lainnya. 
UJI KIMIA SERBUK HERBAL RAMBUT JAGUNG YANG DIFORMULASI DENGAN SERBUK KAYU MANIS ( Cinnamomum burmannii ) Uci Trisnawaty Habi; Marleni Limonu; Muhamad Tahir
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.105 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v3i2.7547

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik kimia terhadap serbuk minuman herbal yang terbuat dari serbuk rambut jagung yang diformulasi serbuk kayu manis. Tahapan pada penelitian ini terdiri dari persiapan bahan baku yang meliputi pembuatan serbuk rambut jagung, pembuatan serbuk kayu manis hingga penentuan formulasi minuman herbal tersebut. Selanjutnya dilakukan pengujian analisis kadar air, kadar abu, serat kasar, kadar antioksidan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang dihasilkan dianalisis dengan uji statistik Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5 % menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions) tipe 16.0, bila terdapat perbedaan nyata antara perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan, dari empat formulasi serbuk minuman herbal rambut jagung kayu manis didapatkan formulasi terbaik adalah perlakuan penambahan serbuk kayu manis 30 gr yang hasilnya meliputi uji kadar air 4,83 %, kadar abu 4,51 %, kadar serat 19,71 % dan kadar antioksidan 36,35 %.
ANALISIS KANDUNGAN GIZI COOKIES SAGU YANG DIFORTIFIKASI DENGAN TEPUNG IKAN NIKE (Awaous melanocephalus) (Kajian Diversifikasi Produk Pangan Lokal) Cindrawati Hemeto; Lisna Ahmad; Purnama Ningsih Maspeke
Jambura Journal of Food Technology Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.827 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v1i1.8373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dan tingkat kesukaan dari cookies sagu yang difortifikasi dengan tepung ikan nike (awaous melanocephalus). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu fortifikasi tepung ikan nike dengan 3 perlakuan : 10 (g), 20 (g), dan 30 (g), yang masing-masing diulang sebanyak 3 kaliulangan. Parameter pengamatan terdiri dari analisis kimia (proksimat) dan organoleptik menggunakan 7 skala. Data dianalisis dengan uji statistik Analisis Of Variance (ANOVA), nilai yang berbeda nyata antara perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Data diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2007. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah fortifikasi tepung ikan nike pada cookies sagu memberikan pengaruh nyata pada organoleptik rasa dan aroma, sedangkan pada warna dan tekstur tidak berpengaruh nyata. Hasil analisis proksimat fortifikasi tepung ikan nike berpengaruh pada kadar protein, kadar lemak, kadar abu, dan kadar karbohidrat cookies sagu. Difortifikasinya tepung ikan nike pada cookies mampu meningkatkan kandungan proksimat terutama kadar protein dibandingkan cookies sagu tanpa fortifikasi tepung ikan nike. Rerata hasil analisis proksimat cookies sagu dengan fortifikasi tepung ikan nike menunjukkan kadar protein 3,03% - 11,36%, kadar air 2,49% - 3,74%, kadar lemak 12,34% - 16,09%, kadar abu 1,97% - 2,76%, dan kadar karbohidrat 66,68% - 80,17%.
PEMBUATAN NUGGET IKAN LAYANG YANG (DECAPTERUS SP) DISUBTITUSI DENGAN KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS L.) Fara Ditha Mokoginta; Zainudin Antuli; Musrowati Lasindrang
Jambura Journal of Food Technology Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.569 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v1i2.7720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi ikan layang dan kacang merah terhadap karakteristik organoleptik dan kimia nugget serta untuk mengetahui formula terbaik dari nugget ikan layang yang disubtitusi dengan kacang merah berdasarkan karakteristik organoleptik dan kimia. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dimana tahapan pertama adalah persiapan bahan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan nugget, serta pengujian organoleptik dan analisis proksimat. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), faktor tunggal dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah nugget ikan layang yang disubtitusi dengan kacang merah memberikan pengaruh terhadap nilai karakteristik organoleptik dan untuk karakteristik kimia nugget pada kadar air, kadar abu, dan lemak tidak memberikan pengaruh tetapi memberikan pengaruh pada kadar protein, karbohidrat, dan serat kasar. Formula terbaik dari nugget ikan layang yang disubtitusi dengan kacang merah adalah formula 4 (Ikan layang 75% : Kacang merah 25%), dengan tingkat penerimaan panelis terhadap warna bernilai 4,66 (netral), rasa 3,46 (agak tidak suka), aroma 3,40 (agak tidak suka) dan tekstur 4,53 (netral), dengan kadar air sebesar 43,28%, kadar abu 2,39%, kadar lemak 9,77%, kadar protein 16,25%, kadar karbohidrat 28,3% dan kadar serat kasar sebesar 0,51%.
KARAKTERISTIK KIMIA MINUMAN ISOTONIK BERBAHAN BAKU AIR KELAPA (Cocos Nucifera) DAN EKSTRAK JERUK LEMON (Citrus Limon) Sukma Pakaya; Suryani Une; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.891 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v3i2.9261

Abstract

Air kelapa dan jeruk lemon memiliki kandungan mineral dan asam sitrat yang dapat diolah menjadi minuman isotonik. Minuman isotonik adalah minuman yang berfungsi bagi kesehatan tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan karakteristik kimia minuman isotonik berbahan baku air kelapa dan ekstrak jeruk lemon. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 (satu) bulan, yaitu untuk mempersiapkan bahan baku air kelapa dan jeruk lemon, mengekstrak jeruk lemon, dan pembuatan minuman isotonik. Serta pengujian pH, Total Gula, Mineral (K dan Na), dan Uji Organoleptik. Data dianalisis dengan uji statistik Analisis of Variance (ANOVA) menggunakan program Microsoft Excel 2007, Bila terdapat perbedaan nyata antara perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil uji karakteristik kimia dan organoleptik minuman isotonik berbahan baku air kelapa dan ekstrak jeruk lemon perlakuan terbaik diperoleh pada minuman isotonik air kelapa muda 80% dan ekstrak jeruk lemon 13%, yang memperoleh skor penilaian terhadap warna dengan rerata 5,53 (suka), aroma 4,37 (netral), dan rasa 5,77 (suka). Minuman isotonik pada perlakuan terbaik memiliki pH 4,1, total gula 12%, natrium 413,479 mg/kg, kalium 167,888 mg/kg.
SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KWETIAU BERAS HITAM YANG DIMODIFIKASI DENGAN SODIUM TRIPOLIPOSFAT (STPP) Andrean Saleh; Suryani Une; Marleni Limonu
Jambura Journal of Food Technology Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.713 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v2i2.7273

Abstract

Beras hitam mengandung antosianin yang berperan baik bagi kesehatan manusia. Pemanfaatan beras hitam dapat dieksplorasi lebih lagi untuk diolah menjadi suatu produk pangan. Kwetiau adalah salah satu jenis mie yang memanfaatkan beras hitam sebagai bahan dasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan Sodium Tripolifosfat (STPP) terhadap karakteristik fisikokimia kwetiau beras hitam. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 kali ulangan dengan konsentrasi pati beras hitam, yaitu 150 g, dan konsentrasi penambahan STPP (1 %, 2 % , dan 3 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kwetiau yang terbaik adalah pada kombinasi perlakuan konsentrasi STPP 3 kadar air 67,33%; daya serap air 22,69%; cooking loss 3,10%; elastisitas 34,25%; adhesiveness 2258,53%; warna disukai panelis (5,23); aroma disukai panelis (5,44); dan tektur kenyal (5,00).
Pelapisan Edible Coating Dengan Penambahan Ekstrak Bawang Putih Sebagai Anti Bakteri Terhadap Dendeng Ikan Gabus Selama Penyimpanan Hendra Mohi; Suryani Une; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.246 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.14864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri dan sifat fisik dendeng ikan gabus dan mengetahui sifat organoleptik dari dendeng ikan gabus setelah di lapisi edible coating yang ditambahkan ekstrak bawang putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dan 4 perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 (Dua) bulan di Laboratorium Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo, dimana tahapan pertama adalah persiapan bahan baku yang meliputi pembuatan pati jagung, setelah itu pembuatan ekstrak bawang putih, setelah itu pembuatan dendeng ikan gabus, setelah bahan tersedia dilakukan pelapisan edible coating pada dendeng ikan gabus dengan penambahan ekstrak dari bawang putih. Data analisis dengan uji statistic Anaisis of Variance (ANOVA) menggunakan program Microsoft Excel (2007), dan data anlisis yang berbeda nyata diuji dengan menggunakan metode Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan aplikasi SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan panelis terhadap hasil organoleptik (aroma, rasa, warna, tekstur), nilai TPC, nilai TVBN, dan nilai Staphylococcus. Dendeng ikan gabus dengan pelapisan edible coating dengan penambahan ekstrak bawang putih sebagai anti bakteri mengasilkan kadar air berkisar dari 36,27-40,52%, nilai TPC berkisar dari 1,03-7,73 cfu/ml, nilai TVBN berkisar dari 7,93-56,93 mgN/100g, nilai Staphylococcus berkisar dari 1,20-9,50 mm, dan nilai organoleptik meliputi warna berkisar dari 5,0-6,63, aroma berkisar dari 4,73-5,73, rasa berkisar dari 5,00-6,10, tekstur berkisar dari 4,77-5,67.
ANALISA SIFAT FUNGSIONAL PERMEN KERAS EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellarioides (L) Benth) Rizki Djabar; Suryani Une; Siti Aisa Liputo
Jambura Journal of Food Technology Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.925 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v1i1.8372

Abstract

Daun miana (Coleus atropurpureus (L) Benth.) mengandung flavonoid denganaktivitas antioksidan yang cukup tinggi dimana IC50 yang dimiliki pada ekstrak etanolnya yaitu 48,04 ppm dan pada fraksi etil asetat 22,98 ppm. Daun miana memeiliki rasa yang sangat pahit, oleh karena itu salah satu alternatif yang akan dibuat dari ekstrak daun miana adalah permen keras (Hard Candy). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan permen keras yang disukai oleh panelis dengan penambahan ekstrak daun miana dan aktifitas antioksidan yang tinggi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) factor tunggal, tiga kali ulangan dengan perlakuan penambahan ektrakdaun miana (10%, 20%, 30%, 40% dan 50%). Hasil penelitian menunjukan penambahan ekstrak daun miana memberikan pengaruh terhadap karakteristik kimia, pada total gula berkisar 6,86%-21,96% nilai total gula tertinggi pada perlakuan 10ml EDM, aktifitas antioksidan berkisar 93,3 ppm-187,08 ppm nilai aktifitas antioksidan tertinggi pada perlakuan 50 ml EDM, antosianin antara 19,47%-68,34% nilai antosianin tertinggi pada perlakuan 50ml EDM. Hasil uji organoleptik menunjukan bahwa penambahan ekstrak daun mianamemberikan pengaruh terhadap warna yaitu antara 3,93-6,13, rasa yaitu antara 3,46-6,23, aroma yaitu antara 4,63-6,3, tekstur berkisar antara 6,2-6,36 hasil uji tekstur menunjukan tidak berpengaruh nyata terhadap permen. Konsentrasi 40ml EDM merupakan perlakuan yang disukai panelis.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK BAKSO IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) YANG DISUBTITUSI DENGAN JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca formatypica) Aprilia Vinola Cahyani mopangga; Marleni Limonu; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.106 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v3i1.7290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karasteristik fisikokimia dan organoleptik pada pembuatan bakso ikan jelawat yang disubtitusi dengan jantung pisang kepok. Pengujian analisis proksimat, organoleptik dan kekenyalan. Data dianalisis dengan uji statistik Analisis of Variance (ANOVA) menggunakan program Microsoft Excel 2007 dan aplikasi SPSS v. 20, bila terdapat perbedaan nyata antara perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji beda Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi penambahan 60 gr jantung pisang kepok pada bakso ikan jelawat merupakan hasil terbaik, yang meliputi parameter aroma dengan skor 5,3 (agak suka), rasa dengan skor 5,7 (suka), serta keseluruhan dengan skor 5,3 (agak suka). Karasteristik fisik (tekstur analyzer) tingkat kekenyalan bakso ikan jelawat dengan penambahan jantung pisang kepok pada penelitian ini dengan nilai berkisar 341,97 – 515,53 gram/Force. Penambahan jantung pisang kepok dalam pembuatan bakso ikan jelawat pada penelitian memiliki karakteristik fisikokimia yang sesuai dengan standar bakso ikan menurut SNI 7266:2014, dengan hasil terbaik ditunjukkan perlakuan konsentrasi penambahan 60 gr jantung pisang kepok pada bakso ikan jelawat dengan nilai kadar air sebesar 63,9%, protein sebesar 15,71%, serat kasar sebesar 3,3912%.
Uji Kandungan Gizi dan Sensori Kue Kerawang Khas Gorontalo dengan Substitusi Tepung Kulit Pisang Raja (Musa sapientum) Apriany Robin Baso; Marleni Limonu; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.738 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v1i1.7249

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas gizi kue kerawang dan sifat sensori kue kerawang dengan substitusi tepung kulit pisang raja. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 perlakuan yang teridri dari A0= (TT 250 g), A1=(TT 200 g, TKPR 50 g), A2=(TT 150 g, TKPR 100 g), A4=(TT 100 g, TKPR 150 g). Data diolah dengan menggunakan uji statistic analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan formulasi kue kerawang 200 g tepung terigu dan 50 g tepung kulit pisang raja memperoleh nilai tertinggi dengan formulasi terbaik pada uji organoleptik. Dengan hasil analisa kandungan gizi kue kerawang yang tertinggi meliputi kadar air yang 9.76%, kadar abu 3.29%, kadar protein 8.89%, kadar lemak 22.17% kadar karbohidrat 73.57%, dan kadar serat kasar 30.41%, sedangkan nilai terendah meliputi kadar air 4.69%, kadar abu 1.34%, kadar protein 4.95%, kadar lemak 19.43%, kadar karbohidrat 41.90%, dan kadar serat kasar 10.11%. Nilai antioksidan kue kerawang terdapat pada formulasi kue kerawang 100 g tepung terigu dan 150 g tepung kulit pisang raja yaitu 85.25%. Sifat sensori kue kerawang dari formulasi terbaik hasil uji organoleptik terdapat pada perlakuan 200 g tepung terigu dan 50 g tepung kulit pisang raja, meliputi parameter warna, tekstur, aroma, dan rasa dengan nilai berturut-turut adalah 5.03%, 4.93%, 4.7%, dan 5.1%.

Page 5 of 17 | Total Record : 165