Articles
923 Documents
PROTOTIP SISTEM KONTROL DAN MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN PADA RUANG UPS BERBASIS ARDUINO NANO VIA INTERNET OF THINGS
Sizka Novita Dewi;
Bambang Wasito;
Fiqqih Faizah
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.768 KB)
Uninterruptible Power Supply (UPS) ini digunakan untuk backup atau sebagai catu daya cadangan listrik pada alat elektronik dan peralatan yang membutuhkan listrik. Untuk menjaga kualitas kinerja agar komponen dan peralatan listrik pada Uninterruptible Power Supply (UPS) memiliki lifetime yang panjang maka diperlukan kondisi suhu dan kelembaban yang tepat pada ruangan. Diharapkan adanya sistem kontrol dan monitoring jarak jauh melalui personal computer / smartphone sehingga penggunaanya dapat efisien. Sistem kontrol dan monitoring pengkondisian otomatis secara jarak jauh diharapkan mampu menjaga agar suhu dan kelembaban dapat menunjang peralatan bekerja dengan optimal. Sistem monitoring ini menggabungkan prinsip kerja antara perangkat lunak dengan perangkat keras yang difokuskan pada pengoperasian Air Conditioner (AC) dan exhaust fan secara bergantian untuk menigkatkan life time peralatan. Sistem kontrol dan monitoring secara otomatis berdasarkan pada pembacaan nilai kelembaban dan suhu dengan sensor DTH 11. Sistem ini juga di tampilkan menggunakan website sebagai interface. Dengan adanya sistem kontrol ini maka suhu dan kelembaban pada ruang Uninterruptible Power Supply (UPS) akan selalu sesuai dengan nilai suhu refrensi (Tref) dan nilai kelembaban refrensi (Href) yang telah ditentukan. Sistem kontrol dan monitoring secara terpusat dapat menghemat energi daripada menggunakan sistem manual. Kondisi suhu dan kelembaban pada ruangan Uninterruptible Power Supply (UPS) bekerja secara realtime melalui website yang dapat diakses melalui personal computer / smartphone yang dilengkapi dengan database monitoring sebagai history
RANCANGAN PEMBUATAN ALAT FORMING BLOCK SHEET METAL UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN PRAKTIK TARUNA DI LABORATORIUM SHEET METAL SHOP POLTEKBANG SURABAYA
Ikhsan Nur Fauzi;
Sudjud Prajitno;
Rifdian Indrianto Sudjoko
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.992 KB)
Praktik Sheet Metal merupakan salah satu penunjang pembelajaran praktik taruna di Hanggar Politeknik Penerbangan Surabaya. Dimana dalam pembelajaran tersebut salah satunya yaitu praktik Stretching dan Shrinking sheet metal. Dibutuhkan rancangan special tool berupa Forming Block untuk memudahkan taruna dalam proses pembelajaran praktik stretching dan shrinking sheet metal. Dalam proses pembuatanya sendiri akan menggunakan bahan dasar berupa kayu ulin dengan pertimbangan yakni kayu ulin memiliki sifat fisik kayunya yang keras dan juga tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut. Ide pembuatan Forming Block sendiri muncul setelah melihat secara langsung kondisi di Hangar Politeknik Penerbangan Surabaya, dimana saat praktik stretching dan shrinking sheet metal hanyalah menggunakan alat berupa hand manual stretching dan shrinking sheet metal dengan teknik press dengan jumlah alat yang terbatas. Rancangan special tool Forming Block ini mampu menambah model alat untuk proses stretching dan shrinking sheet metal selain hanya dengan menggunakan hand manual dengan teknik press. Forming Block ini dapat membentuk sheet metal untuk proses stretching dan shrinking dengan baik menggunakan teknik hammering, sehingga alat stretching dan shrinking kini menjadi lebih variatif.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP MOTIVASI PORTER DI TERMINAL KARGO BANDAR UDARA JUANDA
Putro Pandhu Setyo;
Hary Soegiri;
Rachmadita Firdauzy Asj'ari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) 1-6
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.057 KB)
Lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap para karyawan yang melaksanakan proses pekerjaan tersebut terutama porter yang ada diterminal kargo bandar udara Juanda Surabaya. Lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif seperti tempat istirahat yang nyaman, suasana lingkungan kerja yang mendukung dan faktor yang lainnya bagi porter dapat meningkatkan kinerja porter itu sendiri. Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak memadai seperti tempat yang bising, tempat istirahat yang kurang layak dan kurang bersih akan menurunkan motivasi kerja porter.Perlu dilakukan analisa bagaimana pengaruh Lingkungan kerja terhadap motivasi kerja porter terminal kargo bandar udara juanda dan faktor apa saja yang menyebabkan motivasi para porter bisa menjadi baik . Data diperoleh dari observasi langsung dan melakukan kuisioner. Untuk metode menggunakan metode deskriptif kuantitatif analisa menggunakan aplikasi SPSS dan skala likert.Hasil penelitian ini diharapkan dapat untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi porter di terminal Juanda Surabaya dan bisa dijadikan bahan referensi penelitian yang lain
KAJIAN PENGAWASAN PERSONIL APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) TERHADAP GROUND SUPPORT EQUIPMENT (GSE) DI APRON TERMINAL 3 BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA JAKARTA
Raihan Pamungkas;
Aulia Regia SP;
Bahri Ramadhan
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) 1-8
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (600.264 KB)
Pengawasan ketertiban di apron Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta Jakarta yang dilakukan oleh personil AMC merupakan kegiatan yang sangat penting. Semakin bertambahnya jumlah penerbangan disertai dengan peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (GSE) yang juga berpengaruh terhadap bertambahnya pergerakan di apron, maka semakin besar potensi pelanggaran ketertiban di apron. Melihat kondisi saat ini pergerakan kendaraan yang beroperasi di sisi udara semakin bertambah seiring dengan jumlah pesawat yang tinggal landas di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, maka sudah sewajarnya Personil Apron Movement Control (AMC) meningkatkan fungsi pengawasan guna mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat mengancam keselamatan penerbangan di sisi udara. Terjadinya pelanggaran di sisi udara di sebabkan oleh beberapa faktor, tingkat kedisiplinan dari operator sendiri akan peraturan dan tata tertib yang berlaku yang masih kurang dan pengawasan Personil AMC belum maksimal merupakan beberapa penyebab terjadinya pelanggaran. Mematuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku dan fungsi pengawasan Personil AMC lebih ditingkatkan diharapkan tingkat pelanggaran dapat ditekan serendah mungkin. Dengan deimikian diharapkan pergerakan kendaraan di sisi udara menjadi lebih aman dan lancar, sehingga dapat menjamin tercapainya keselamatan penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
RANCANGAN PEMBUATAN TEMPAT KHUSUS UNTUK PART ENGINE LYCOMING O-360 SEBAGAI SARANA PENUNJANG PRAKTEK OVERHAUL DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA
Muhammad Abdan Rafi;
Tony Wahyu Adyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1015.296 KB)
Engine Lycoming O-360 merupakan salah satu dari sekian banyak Engine yang digunakan sebagai sarana dalam pembelajaran praktek taruna di Hangar Politeknik Penerbangan Surabaya, dimana dalam proses pembelajaran tersebut yaitu proses Overhaul Engine atau bongkar pasang Engine yaitu adalah melepas Engine beserta seluruh komponennya. Setelah dilepas maka akan diletakkan di tempat atau wadah yang akan dibuat nantinya. Rancangan bangun wadah khusus untuk komponen Engine Lycoming O-360 ini dibuat untuk memudahkan taruna dalam proses pembelajaran praktek Engine Overhaul pada pembelajaran praktek taruna. Ide pembuatan wadah khusus untuk komponen Engine Lycoming O-360 sendiri muncul setelah melihat secara langsung kondisi di Hangar Politeknik Penerbangan Surabaya, dimana saat Overhaul Engine Lycoming O-360 komponen yang dilepas hanya diletakkan pada sebuah wadah kayu seadanya. Dalam proses pembuatanya sendiri akan mempertimbangkan dengan berat Engine beserta komponennya dengan menggunakan bahan pilihan yang kuat sehingga rancangan bangun wadah khusus untuk komponen Engine Lycoming O-360 akan dibuat nantinya agar tidak goyah dan dapat berfungsi secara maksimal untuk tempat peletakan atau penyimpanan part Engine Lycoming O-360 yang dilepas saat proses pembelajaran praktek Overhaul Engine Lycoming O-360 di Hangar Politeknik Penerbangan Surabaya.
RANCANGAN SISTEM RECORDING PENGGUNAAN GENERATOR SET BERBASIS ARDUINO VIA WIRELESS (WI-FI) DENGAN TAMPILAN HUMAN MACHINE INTERFACE DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO YOGYAKARTA
Rizky Amalia Fitri;
Kustori Kustori;
Supriyanto Supriyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.353 KB)
Pada setiap kondisi genset mengambil alih supply catu daya,diwajibkan bagi seorang teknisi yang bertugas di waktu itu untuk mencatatkan informasi tentang penggunaan genset di manual lock book. Informasi tersebut berupa tanggal,waktu,tegangan,arus, daya, cosphi, suhu. Cara ini dianggap kurang praktis seiring perkembangan teknologi dan memiliki kekurangan yaitu terkadang teknisi terebut lupa untuk menuliskannya di manual lock book. Oleh karena itu penulis terinspirasi untuk membuat suatu sistem pendataan generator set dengan bentuk Human Machine Interface yang secara otomatis merekap dan menyimpan informasi tersebut dalam personal computer (PC). Sistem ini dikontrol oleh suatu arduino yang mengelola data dan kemudian mengirimkannya melalui wi-fi ke PC.
RANCANGAN ALAT STAND PROPELLER BALANCING PADA CESSNA 150
Bayu Krisna Dinata;
Suseno Suseno;
Bambang Junipitoyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.237 KB)
Propeller unbalance, yang merupakan sumber getaran di pesawat terbang, dapat berupa statis atau dinamis. Propeller unbalance, terjadi ketika pusat gravitasi propeller tidak bertepatan dengan sumbu rotasi. Hasilnya propeller tidak mengikuti dalam bidang rotasi yang sama.Propeller yang diproduksi pada setiap manufacture atau propeller shop pada awalnya seimbang (balance). Namun diperlukan propeller balancing check untuk memastikan bahwa salah satu dari blade propeller tidak lebih berat dari blade satunya. Untuk melakukan pengujian propeller balancing pada Cessna 150 dapat menggunakan knife edge method test. Knife-edge stand harus diletakkan di tempat yang bebas dari gerakan udara (free air motion). Penelitian ini dilatarbelakangi dengan melihat kondisi saat ini belum adanya alat untuk pengujian tersebut, alat yang telah dibuat ditujukan untuk mempermudah pembelajaran praktek saat melakukan pengujian propeller balancing pada Cessna 150 di Politeknik Penerbangan Surabaya.
RANCANGAN SAFE ZONE AREA PADA ENGINE PT6A TRAINER GUNA MENINGKATKAN SAFETY SAAT PRAKTEK RUN UP DI LAPANGAN POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA
Bagas Elang Puja Nugraha;
Eko Setijono
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.138 KB)
Safe zone area merupakan batas yang aman untuk dilewati ketika ada kegiatan yang menyebabkan hazard, contohnya saat melakukan run up engine. Safe zone area belum tersedia di lapangan belakang Politeknik Penerbangan Surabaya pada saat kegiatan praktek run up pada engine PT6A trainer. Penulis ingin merancang safe zone area untuk run up dan tujuan perancangan ini adalah sebagai penambah keamanan saat run up.Perancangan ini dilatar belakangi oleh terjadinya kecelakaan pada saat kegiatan praktek run up engine yaitu terputusnya rantai/tie down yang mengikat frame bagian bawah trainer saat praktek run up engine. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan alternatif pemecahan masalah untuk menentukan lokasi yang tepat untuk merancang safe zone area di lapangan Politeknik Penerbangan Surabaya agar nantinya bisa menambah keamanan dan menunjang pembelajaran di Politeknik Penerbangan Surabaya.
PENGARUH PENANGANAN BARANG UNDELIVERY CARGO TERHADAP KINERJA OPERASIONAL TERMINAL KARGO BANDARA INTERNASIONAL ADI SUTJIPTO YOGYAKARTA
Hanif Alfarros;
Supriyanto Supriyanto;
Kukuh Tri Prasetyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) 1-6
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.598 KB)
Penanganan terhadap barang undelivery cargo di Terminal Kargo Bandar Udara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta dilakukan oleh personel PT. Angkasa Pura Logistik merupakan kegiatan yang sangat penting. Semakin bertambahnya jumlah barang-barang yang ada di terminal kargo, maka semakin besar jumlah potensi terhadap penurunan kenyamanan dalam kegiatan operasional di terminal kargo bandara tersebut.Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Metode deskirptif kuantitatif penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka. Sementara metode deskriptif menekankan pada deskripsi secara alami dan apa adanya, maka dengan sifatnya ini dituntut keterlibatan secara langsung di lapangan dalam melakukan pengamatan Metode pengumpulan data ini menggunakan metode kuesioner, observasi, dan studi kepustakaan.Hasil Penelitian menunjukan bahwa penanganan barang undelivery cargo yang dilakukan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) mempengaruhi kinerja operasional para personel,dibuktikan dengan hasil perhitungan range spearmen yaitu sebesar 0,9 menujukan angka yang sangat kuat. Artinya, penanganan barang undelivery cargo mempengaruhi kinerja operasional terminal kargo. Selain itu perlunya diadakan Ramp Safety Campaign secara berkala kepada pihak PT. Angkasa Pura Logistik untuk mengecek bahwa peanganan barang undelivery cargo yang telah melewati batas waktu 14 hari sudah terlaksana agar kegiatan yang ada di terminal kargo tidak menggangu para personel yang bekerja.
OPTIMALISASI PENGAWASAN UNIT APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DENGAN CLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) TERHADAP KETERTIBAN DI MAKE-UP/BREAK DOWN AREA TERMINAL 1 (SATU) BANDAR UDARA JUANDA SURABAYA
Christo Natanael Pontoh;
Anton Budiarto;
Rudi Wiyanto1
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) 1-8
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.669 KB)
Pengawasan ketertiban di make-up/breakdown area Terminal 1 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya yang dilakukan oleh personil AMC merupakan kegiatan yang sangat penting. Bertambahnya jumlah penerbangan juga berpengaruh terhadap bertambahnya pergerakan di make-up/breakdown area. Maka semakin besar potensi pelanggaran ketertiban di make-up/breakdown area. Masih banyaknya pelanggaran yang terjadi di make-up/breakdown area Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya seperti kendaraan yang diparkirkan tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dapat berdampak besar terhadap keselamatan. Hal ini terjadi disebabkan kurangnya ramp safety campaign, personil dan kurangnya pengawasan unit AMC melalui CCTV terhadap ketertiban di make-up/breakdown area. Metode penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan Manual Of Standard CASR – 139 Volume I Aerodrome serta SKEP/100/XI/1985 tentang Peraturan dan Tata Tertib Bandar Udara. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi dengan nilai 0,8 yang berarti korelasi antara pengawasan unit AMC melalui CCTV dengan ketertiban di make-up/breakdown area adalah korelasi yang tinggi dan kuat. Selain itu, hasil penelitian menunjukan bahwa meminimalisir tingkat pelanggaran ketertiban yang terjadi di make-up/breakdown area dapat dilakukan dengan perlu diadakan pemeriksaan berkala yang dilakukan oleh unit AMC selain itu seringnya diadakan ramp safety campaign secara rutin dan terjadwal, menambahkan jumlah personil yang memadai dan meningkatkan pengawasan unit AMC untuk mengawasi pergerakan dan ketertiban di make-up/breakdown area agar keamanan dan keselamatan di make-up/breakdown area terwujud.